MCEMAMBOPISNAGNIKTAUN!
PENGALAMAN YANG DIPADUKAN DENGAN FIKSI
OLEH MEE JUAN 7F/21
#1: Pengumuman
SDK Santa Theresia I-Kelas 5B-Semester 1
"Guys, guys! Ada pengumuman, hah, hah, 2 minggu lagi, kita,
hah, kita…kita bakal ada perkemahan di sekolah buat kita bisa
naik dari siaga ke penggalang!" Kata Valerie sambil terengah-
engah karena baru saja berlari dari jarak yang cukup jauh. Valerie
merupakan murid terpintar di kelas kami, ia sudah 3 kali ranking 1
di kelas kami sejak kelas 1.
Murid-murid kelas 5B yang mendengar itu langsung heboh, bergerombol
mendekati Valerie. Mereka melontarkan pertanyaan-pertanyaaan ke dia. Valerie
langsung memberitahukan ia tidak tahu apa-apa kecuali 2 minggu lagi akan ada
perkemahan. Ia meminta teman-temannya itu untuk menunggu mendapat
pemberitahuan dari wali kelas mereka.
"Kriiiiiing," bunyi bel sekolah. Murid-murid kelasku langsung berbaris di depan
kelas dan melanjutkan kebiasaan kami. Setelah kami duduk di bangku kami
masing-masing, Miss Viana, wali kelas kami sekaligus guru dari beberapa mapel di
kelas kami memasuki ruang kelas.
Sebelum memulai pelajaran matematika, Miss Viana memberi
kami pengumuman, ya, tentang perkemahan sekolah. "Anak-
anak, 2 minggu lagi, sekolah akan mengadakan Perjusa,
Perkemahan Jumat Sabtu. Ini merupakan kegiatan wajib karena
buat kalian bisa naik dari siaga ke penggalang. Besok akan
diberi surat edaran pemberitahuan, tapi kalian bisa
memberitahukan ortu kalian lebih dulu. Tapi, jangan
khawatir, ini kayak nginep aja kok di sekolah, gak pakai
tenda atau masak-masak, langsung tersedia di sekolah,
kok!" Miss Viana pun menjelaskan beberapa barang yang
harus kami bawa dan akan seperti apa saja acara
perkemahan itu nanti, ia juga meladeni kami yang
bertanya. Setelah selesai, Miss Viana memulai
pelajaran matematika.
1
Aaargh kenapa sih! Kok pakai acara camping segala?!, pikirku. Oh iya
namaku adalah Meena, aku merupakan salah satu murid di kelas 5B pada
sekolah ini. Aku kurang menyukai Pramuka, karena mesti panas-panas, susah,
ribet, dan lain sebagainya. Apalagi akan ada perkemahan di sekolah, hiiiii aku
gak suka. Mood-ku benar-benar anjlok hari ini.
Setelah jam istirahat selesai, kami melanjutkan ke mapel berikutnya.
Tinggal 1 setengah jam lagi kami akan pulang, aku sangat tidak sabaran.
Aku–tidak, semua anak juga memang sudah lelah untuk menyerap pelajaran
apalagi hari ini mapelnya susah-susah seperti: matematika, Bahasa
Indonesia, dan IPA. Huft, benar-benar deh, apalagi gara-gara pengumuman
tadi, makin tidak karuan perasaanku. Entah mengapa ada ya yang girang
dengan diadakannya perkemahan ini…banyak lagi. Cuma segelintir saja yang
tidak menyukainya termasuk aku.
Akhirnya, bel pertanda sekolah selesai berbunyi. Setidaknya ini sudah selesai.
Setelah sampai di rumah, aku memberi tahu mamaku akan perihal ini. Mulai
akan diadakan Perjusa, barang-barang yang harus dibawa, baju, dan lain-lain.
Tentu juga dengan keluh kesah ku karna tak menyukai ini. Mamaku malah
menceritakan pengalaman masa sekolahnya dulu, katanya itu benar-benar
menyenangkan saat melakukan perkemahan di sekolah. Ia menyakinkan diriku
jika acara itu pasti akan menyenangkan, tapi tetap saja aku tidak merasakan hal
sama. Karena akan menginap 2 hari 1 malam, pasti membuatku tidak bisa HP-
an, tidurku pun masih bareng keluarga, makan masih lama sekali, dan keluhan-
keluhan lainnya. Belum memikirkan nyamuk juga. Pada hari itu pun, aku dan
mamaku mulai menyiapkan barang-barang yang perlu dibawa untuk Perjusa
nanti.
Esoknya, surat edaran dibagikan kepada semua murid kelas 5 karena hanya murid kelas 5 saja
yang akan mengikuti acara ini. Beberapa murid kelas 6 akan mengikuti acara ini juga, tapi
hanya sebagai pendamping, itu pun mereka tidak menginap, hanya sampai beberapa jam saja.
Tetapi, waktu penyelenggaraan Perjusa diubah, namanya juga diubah. Dari Perjusa menjadi
Perkaju, karena ya…diganti menjadi hari Kamis dan Jumat. Ternyata oh ternyata, para guru
lupa jika pada hari Sabtu itu adalah tanggal merah. Jadi, secara terburu-buru diganti menjadi
hari Kamis dan Jumat. Aku melotot pada surat edaran itu, tidak rela waktunya dipercepat. Ya,
…meski begitu, setidaknya hari Sabtu aku tetap bisa bebas. Kan hari Kamis Jumat memang hari
sekolah, jika diadakan pada hari Sabtu, bisa-bisa hanya 1 hari saja weekend-ku. Di surat edaran
itu, juga tertera baju yang harus dipakai, dibawa; barang-barang yang harus dibawa; guru-guru
pembina; hari, tanggal, dan juga pukul berapa kami harus datang sampai kapan; rangkaian
acara; jadwal; dll. Tentu kami semua mau tak mau harus ikut, jika ingin menjadi penggalang.
Masa iya, sudah mau kelas 6 masih siaga, kata guru pembina Pramuka, jika sudah SMP
masih siaga, kami harus mengikuti perkemahan lagi di SD. Entah perkataan beliau
benar atau tidak.
2
#2: Permulaan
Sampai akhirnya, di hari Kamis…
Aku membawa tas sekolahku ke sekolah dengan memakai baju Pramuka, juga
dengan membawa beberapa tas lagi di tanganku. Setelah melalui keributan kecil
dengan mamaku yaitu memusingkan akan membawa tas koper atau tidak ke
sekolah karena tas biasaku kurang muat dengan barang bawaanku. Untung saja,
setelah dibenahi lagi berkali-kali, barang-barangku bisa muat di tasku meski aku
juga membawa tas-tas lainnya. Masa iya, cuma menginap 2 hari 1 malam tapi
membawa tas koper sungguhan, benar-benar deh gak kebayang.
Sampai tiba-tiba aku melihat beberapa anak membawa
tas koper sungguhan! Aku sangat kaget melihat hal itu,
belum juga ada yang membawa matras. Aku saja hanya
membawa tikar dan selimut yang bahkan tidak bisa
dikatakan selimut, malah ada juga ya, yang membawa
kantong tidur lah, matras lah, dan lain-lain. "Waw, anak
orang kaya atau manja ya atau apa? Aku saja cuma bawa
ginian…," gumamku dengan iri.
Satu per satu teman sekelasku datang. Anak kelas lain, 5A dan 5C juga
sudah banyak berdatangan. Tapi, ada saja anak yang datang telat dari jam
yang sudah diberitahukan meski hanya sedikit. Setelah itu, kami semua
dikumpulkan di lapangan untuk memulai upacara pembukaan. Aku kurang
paham apa yang dimaksud, tapi aku mengikuti saja.
Sejak itu, kegiatan kami semua dimulai sesuai jadwal kegiatan yang
akan dilakukan pada saat Perkaju; mulai dari upacara, tugas per regu
maupun per individu atau per kelompok, KBM Pramuka, pelatihan,
dan seterusnya. Entah mengapa, semula aku yang bersikukuh jika
kegiatan ini pasti akan membosankan, malah mulai merasa jika ini
agak menyenangkan apalagi karena bersama dengan teman-temanku
meski aku tidak membawa Smartphone-ku. Tapi, tetap saja,
...aku sedih karena kami semua tidak diperbolehkan
membawa Smartphone. Setidaknya kan kami mau
mengabadikan kegiatan kami pada HP kami.
3
Siang ini, kami disuruh mengerjakan tugas per kelompok yang
beranggotakan 2 orang dan wajib dari kelas yang dan regu yang sama.
Jika tidak bisa, boleh terdiri dari 3 orang. Aku buru-buru mencari
Ling-ling yang merupakan sahabatku. Aku mengajaknya untuk 1
kelompok denganku dan dia menyetujuinya. Tugas yang diberikan
kepada semua anak adalah menempelkan gambar lambang Pancasila
pada gambar perisai Burung Garuda. Aku dan Ling-ling panik, kami
berdua tidak hafal letak lambang Pancasila di mana, kami hanya hafal
isi dari Pancasila beserta lambangnya, tidak dengan urutan letaknya.
Kami punya lem dan gunting, tapi rasanya sia-sia saja karena kami
sama-sama tidak tahu urutan lambangnya. Tapi, kami tetap berusaha
semampu kami untuk mengerjakannya. Ternyata tidak hanya kami
yang kesusahan dengan tugas ini, kelompok lain juga; entah dari kelas
5B yang merupakan kelas kami, 5A maupun 5C. Rasanya kami tidak
sendirian Setelah itu, saat sudah terdengar adzan Dzuhur, aku meminta
izin kepada guru-guru pendamping acara ini untuk menunaikan
ibadahku, untung saja mereka bisa menghargaiku dan
mengizinkanku. Aku bergegas mengambil mukena dan sajadah
ditasku. Nanti dan besok, saat tiap waktunya shalat tiba, aku akan
izin untuk shalat juga. Aku juga mengambil wudhu, aku pun shalat
di ruangan kosong yang dipakai untuk menaruh tas dan barang-
barang anak kelas 5. Aku tidak tahu untuk apa, ada beberapa anak
kelas lainnya yang mengintipku saat sedang shalat lalu
menanyakan aku ini Islam atau tidak. Aku benar-benar tidak
paham.
Sorenya, kami semua diberi makanan. Menunya adalah
rawon. Sebenarnya aku kurang menyukai rawon, tapi aku
harus tetap makan untuk mengisi perutku yang lapar dan
badanku yang capek karena seharian bergerak banyak, juga
untuk menghargai yang memasak ini. Tidak lupa sebelum
memakan rawon, aku membaca "bismillah" Aku
menghabiskan rawon ini, lalu menambah lagi makanannya.
Kami diperbolehkan menambah makanan maksimal 2 kali,
dan untuk kedua kalinya aku menghabiskannya. Sesudah
makan, aku membaca doa setelah makan. Setelah itu, kami
diberi materi tentang kode dan sandi seperti sandi kotak,
dll.
4
#3: Api Unggun
Selesai makan, aku menuju tempat balok-balok kayu
dikumpulkan untuk dibakar nantinya. Akhirnya, malam
tiba. Kami sudah mandi sore dan mengganti baju dengan
seragam Pramuka. Kami semua segera menuju lapangan
upacara untuk acara api unggun. Api pun dinyalakan.
Apinya sangatlah besar dan bersinat terang. Kami juga
akan dipersiapkan untuk acara upacara api unggun.
Orang tua para anak lainnya datang mulai dari kami
makan sore tadi, mereka datang entah untuk memfoto kami
atau bertemu anak mereka. Tadi, mamaku dan adikku juga
datang, mereka membawakan makanan sebagai camilan
untukku. Mereka membawa makanan yang sangat banyak,
aku tentu tidak bisa menghabiskannya, meski begitu aku
tetap mencoba menghabiskannya. Lalu mama dan adikku
pulang. Orang tua dari anak-anak lainnya tetap stand by di
sekolah ini hingga acara api unggun selesai.
Dokumentasi saat aku dan 3 teman kelasku berada di sekitar kayu-kayu yang
akan dijadikan kayu untuk api unggun saat malam nantinya
5
#4: Tidur
Acara api unggun pun berlangsung meriah dan seru. Meski dilaksanakan
malam-malam, kami tetap semangat mengikutinya tanpa terkecuali aku.
Kegiatan demi kegiatan dilaksanakan; mulai dari mengelilingi api unggun,
bernyanyi, bermain game, dll. Tapi tetap saja kami merasa mengantuk, kami
masih bisa menahannya karena yakin acaranya akan selesai. Pada akhirnya,
acara ini selesai. Aku rasanya ingin segera tidur, tapi kami harus mandi lagi
meski sudah tengah malam. Setelah mandi bergantian di toilet sekolah lagi,
bukannya aku merasa segar, aku malah makin mengantuk. Aku yakin, yang
lainnya juga begitu. Aku sudah selesai mandi juga sudah selesai ganti baju ke
baju tidurku, tapi baju yang kupakai bukanlah baju tidur
melainkan baju biasa sehari-hari yang kupakai untuk tidur.
Aku tidak punya piyama. Setelah itu, kami semua segera
menuju ke ruang tidur kami. Untuk laki-laki, tidur di kelas 3B,
kelas itu lumayan panas tidak seperti kelas lainnya. Untuk
perempuan, tidur di kelas 5B, kelas kami ini sangatlah dingin
sehingga mau tidur di sisi manapun tetap dingin. Untuk guru-
guru, mereka tidur di lab komputer, tapi ada juga yang tidur
di kelas 3B maupun 5B tergantung jenis kelamin mereka. Aku
segera merebahkan tubuhku di atas lantai yang sudah kualasi
tikarku pada kelas 5B. Aku hanya membawa tikar dan selimut
yang merupakan kain tipis karena tidak kusangka akan
sedingin ini, akan tetapi ada beberapa anak yang tidur di atas
matras mereka, ada juga yang memakai kantong tidur mereka.
Aku iri sesaat kepada mereka.
Sebelum tidur, salah seorang guru pendamping
mengajak kami semua yang belum tidur untuk
berdoa Salam Maria sekitar 10 kali. Aku pun
merasa bingung, aku ikut berdoa atau pura-pura
tidur. Aku memutuskan untuk segera berdoa
sebelum tidur menurut ajaran agamaku lalu
tidur. Sambil dalam fase awal tidur, aku
mendengar guru pendamping dan anak-anak
lainnya berdoa.
6
Sebelum tidur tadi, aku sudah menyiapkan diriku.
Dikarenakan aku kedinginan sekali hingga
menggigil, aku memakai jaketku juga. Lalu aku
menjadikan tas, mukena, dan sajadahku sebagai
bantalku. Aku memakai kaos kaki dan masker kain
juga. Kain yang kubawa sebagai selimut segera
kugunakan.
Ternyata, meski guru-guru dan anak-anak lainnya sudah selesai berdoa Salam
Maria, aku masih belum bisa tidur. Padahal aku juga sudah sangat mengantuk.
Jam sudah menunjukkan pukul 1 lebih, ini merupakan rekor aku begadang
selama ini. Hingga kelas 5 itu, baru kali ini aku tidur lebih dari jam 9 malam.
Aku berkedip berkali-kali agar tertidur, lama-kelamaan aku pun tertidur.
Esok paginya, saat Subuh-subuh kami semua dibangunkan. Kami semua tanpa
terkecuali masih merasa mengantuk. Tapi, kami tetap harus bangun. Kami pun
mandi bergantian lagi lalu sarapan. Kegiatan kami masih akan dilanjutkan. Aku
masih mencoba merasa sabar karena pukul 10.30 nanti akan selesai. Aku benar-
benar tidak sabar untuk melanjutkan tidur di rumah. Kami mengganti baju ke baju
Pramuka. Nanti dipenghujung acara ini, kami akan melaksanakan upacara
pelantikan sebagai penggalang sekaligus upacara penutupan.
Sekarang kami ditugaskan untuk merakit tenda dari
tongkat Pramuka per regu. Tongkat Pramuka kami akan
dikumpulkan dan dibentuk seperti tenda dengan
menggunakan tali Pramuka juga. Valerie, sang ketua
reguku dan Annie, sang wakil ketua regu memanggil
anggota regunya. "Jennie, Nicole, Vell, Meena, Ling-ling,
Vinaya! Ayo kumpul!" Mereka berdua memimpin kami
untuk mengerjakan tugas regu.
7
#5: Kerja Sama & Pulang
Kami semua pun bekerja sama membuat tongkat Pramuka
berbentuk menjadi seperti tenda. Meski tenda buatan kami roboh
berkali-kali, kamu tetap pantang menyerah dan berjuang terus. Regu
lainnya juga terlihat kesusahan seperti kami. Tapi, 1 per 1 regu selesai
merakit tenda dari tongkat Pramuka, kami pun merasa minder.
"Jangan begitu dong, kita harus makin berjuang keras harusnya! Ayo
cepat selesaikan! Pati bisa kok," ucap Jennie untuk menyemangati
kita semua. Kami semua pun mengangguk dan masih berusaha.
Setelah mencoba berkali-kali hingga belasan kali,
kami berhasil! Meski bukan regu pertama yang selesai,
kami tetap bangga. Kami bangga akan keberhasilan
kami. Valerie, Annie, Jennie, Nicole, Vell, Ling-ling,
Vinaya, dan aku bersorak gembira sambil bertepuk
tangan satu sama lain dan melompat di udara, "yeeee!"
Kegiatan yang lain pun dilanjutkan setelah semua regu selesai
membuat tenda dari tongkat Pramuka. Rangkaian kegiatan
dilaksanakan hingga akhirnya upacara pelantikan sekaligus penutupan
dilaksanankan.
Upacara pelantikan kami sebagai penggalang dan upacara penutupan
pun sudah terlaksana. Tidak terasa kegiatan ini sudah selesai. Sekarang
jam menunjukkan pukul 11.15. Kami semua diperintahkan untuk beberes
barang-barang kami. Setelah beberes, kami pun berfoto bersama per kelas
untuk kenang-kenangan dan dokumentasi. Aneh, aku malah merasa
kegiatan Perkaju ini benar-benar menyenangkan. Aku bisa bersenda
gurau dengan temanku saat waktu istirahat, makan bareng, main
bareng, kerja kelompok, tidur bareng, dan lain-lain. Aku menarik
kembali pemikiranku jika kegiatan camping ini pasti
membosankan.
8
Dokumentasi saat foto bersama semua anak laki-laki saat acara api unggun
Dokumentasi foto bersama saat hari Jumat kelas 5B
sebelum pulang
9
Satu per satu anak pun dijemput. Setelah menunggu
beberapa lama, akhirnya aku juga dijemput. Di perjalanan
aku benar-benar mengantuk, tapi masih bisa aku tahan.
Setelah sampai rumah, aku disuruh mamaku untuk segera
mandi dan ganti baju. Setelah selesai semua itu, rencananya
aku ingin segera tidur, tapi mamaku menyuruhku
membereskan barang-barangku terlebih dulu. Aaaahhh, aku
benar-benar tidak bisa menahan kantukku ini. Aku dengan
tergesa-gesa membereskan barang-barangku tapi tidak
selesai-selesai, sudah 15 menit lebih aku menatanya.
Aaaahhh, tolong akuuu a-aku-aku benar-benar tidak bisa
menahannya lagi!!! T_T
–Selesai–
10
Kesimpulan
Diriku sebagai:
• Makhluk sosial:
- Aku membutuhkan orang lain untuk mengetahui suatu informasi
- Aku membutuhkan orang lain untuk mengantar dan menjemput ku
- Aku membutuhkan orang lain untuk bisa makan suatu makanan
(dimasakkan atau dibelikan makanan)
- Aku bekerja sama dengan orang lain untuk menyelesaikan tugas
bersama
- Aku bermain bersama teman
• Makhluk ekonomi:
- Menurut intensitas:
~ Kebutuhan primer: Makan makanan, memakai baju seperti
seragam Pramuka dan baju untuk tidur
~Kebutuhan sekunder: Tikar, tas, AC (pendingin saat di kelas 5B)
- Menurut sifat:
~ Kebutuhan jasmani: Makan, minum, baju, sepatu, mandi
~ Kebutuhan rohani: Pendidikan, agama (ibadah), games (hiburan)
- Menurut subyeknya:
~ Kebutuhan individu: Lem, gunting, tikar, selimut, kaos kaki, jaket
• Bentuk rasa bersyukurku atas pemenuhan kebutuhanku:
- Aku menghabiskan makanan (rawon) meski kurang menyukainya
- Aku berusaha menghabiskan makanan (yang dibawakan mamaku
dan adikku) meski aku sudah kenyang
- Aku membaca doa sebelum dan sesudah makan
- Aku menaati peraturan dan perintah selama kegiatan berlangsung
- Aku tetap beribadah meski ada di sekolah
11
MCEMAMBOPISNAGNIKTAUN!
PENGALAMAN YANG DIPADUKAN DENGAN FIKSI
OLEH MEE JUAN 7F/21
Hai, aku Meena! Aku akan menceritakan pengalamanku
saat aku melaksanakan Perkaju. Apa itu Perkaju?
Singkatnya aku berkemah (baca: menginap) di sekolah
untuk bisa naik dari Pramuka siaga ke penggalang. Apa
saja yang kulakukan pada saat kegiatan itu? Penasaran?
Kalian bisa baca saja cerita yang agak membosankan ini
di... buku yang berjudul 'Camping itu Membosankan' ini!
Happy reading!