Untuk
SMA/MA
Kelas X
E-MODUL
PERUBAHAN
LINGKUNGAN
BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES
PENYUSUN :
Dr.Bambang Sri Anggoro
Aulia Novitasari, M.Pd
Dania Eka Putri
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadiran Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penyusunan E-modul Biologi Berbasis Socio-
Scientific Issues pada Materi Perubahan Lingkungan untuk Siswa Kelas X
SMA oleh penyusun telah dapat diselesaikan.
E-Modul ini disusun dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada siswa
tentang materi biologi yang dapat dipadukan dengan isu sosiosaintifik yang
dapat digunakan sebagai bahan ajar mandiri, khususnya pada materi
Perubahan Lingkungan. E-Modul ini dirancang untuk meningkatkan literasi
sains peserta didik melalui aktivitas belajar menggunakan modul berbasis
isu-isu yang berhubungan dengan sains yang terdapat di lingkungan sekitar.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada
dosen pembimbing 1 (Satu) Dr. Bambang Sri Anggoro dan dosen
pembimbing 2 (Dua) Aulia Novitasari, M.Pd serta kepada semua pihak
yang ikut serta membantu dalam penyusunan e-modul ini.
Semoga apa yang telah disumbangkan oleh Penulis dapat menunjang
kegiatan belajar dan dapat bermanfaat bagi orang banyak. Selain itu, pada
kesempatan ini Penulis mengharapkan kritik dan saran yang sangat berguna
bagi penyusunan dan penyempurnaan e-modul selanjutnya.
Penulis,
Dania Eka Putri
ii
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..............................................................................................................................iii
PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL......................................................................................iv
KOMPETENSI
Kompetensi Inti..........................................................................................................................v
Kompetensi Dasar......................................................................................................................v
Indikator Ketercapaian.............................................................................................................vi
Bagan Konsep..........................................................................................................................vii
KEGIATAN BELAJAR 1
Tahap 1 Analisis..........................................................................................................................1
Tahap 2 Klarifikasi.....................................................................................................................3
Tahap 3 Melanjutkan Isu...........................................................................................................4
Tahap 4 Diskusi.........................................................................................................................5
Uraian Materi............................................................................................................................6
KEGIATAN BELAJAR 2
Tahap 1 Analisis .......................................................................................................................10
Tahap 2 Klarifikasi....................................................................................................................11
Tahap 3 Melanjutkan Isu..........................................................................................................13
Tahap 4 Diskusi........................................................................................................................14
Uraian Materi...........................................................................................................................15
KEGIATAN BELAJAR 3
Tahap 1 Analisis........................................................................................................................17
Tahap 2 Klarifikasi....................................................................................................................18
Tahap 3 Melanjutkan Isu.........................................................................................................20
Tahap 4 Diskusi........................................................................................................................21
Uraian Materi..........................................................................................................................22
RANGKUMAN.........................................................................................................................26
EVALUASI...............................................................................................................................27
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................31
GLOSARIUM .........................................................................................................................32
iii
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
PETUNJUK PENGGUNAAN E-MODUL
Bacalah petunjuk berikut agar memudahkan dalam memahami dan
menguasai modul ini dengan baik. Langkah-langkah yang perlu
dilakukan yaitu sebagai berikut :
1.Bacalah Bismillah terlebih dahulu.
2.Gunakan tombol pendukung yang tersedia pada e-modul sesuai
kebutuhan, seperti :Tombol Thumbnails ,Tombol Lanjut dan
kembali , Tombol Zoom , Tombol Search dll.
3.Bacalah dan pahami kompetensi dasar dan indikator ketercapaian
yang harus dicapai.
4.Bacalah bagan konsep sebagai gambaran materi yang akan dipelajari.
5.Bacalah uraian materi pada setiap kegiatan pembelajaran secara urut
dan sistematis.
6.Pahami materi yang diuraikan pada modul.
7.Kerjakan tugas dan kegiatan yang ada pada modul.
8.Bacalah glosarium untuk mengetahui istilah-istilah asing yang ada
pada modul.
9.Jika ada kesulitan, diskusikan dengan teman. Jika belum terpecahkan
maka tanyakan kepada guru atau instruktur yang ada.
iv
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
KOMPETENSI
KOMPETENSI INTI
K1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
K2 :Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,
responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
K3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahuanya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
K4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarainya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR
3.11 Menganalisis data perubahan lingkungan, penyebab dan dampaknya
bagi kehidupan.
v
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
INDIKATOR KETERCAPAIAN
3.11.1 Menjelaskan pengertian pencemaran lingkungan dengan tepat.
3.11.2 Mengidentifikasi kerusakan lingkungan dengan tepat.
3.11.3 Merinci komponen lingkungan yang mengalami kerusakan
lingkungan dengan tepat.
3.11.4 Menguraikan dampak kerusakan komponen lingkungan
terhadap kehidupan dengan benar.
3.11.5 Mendeskripsikan upaya pelestarian lingkungan.
3.11.6 Mengajukan solusi efektif penanggulangan pencemaran.
3.11.7 Merancang proses daur ulang limbah dengan baik.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengidentifikasi jenis pencemaran dari isu lingkungan yang telah
disajikan
2. Melalui kegiatan pengamatan siswa dapat memahami komponen
lingkungan yang mengalami kerusakan.
3. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat menguraikan dampak kerusakan
lingkungan serta dapat memberi gagasan penyelesaian masalah
lingkungan tersebut.
4. Melalui kegiatan membaca isu lingkungan dan melakukan pengamatan
siswa dapat mendeskripsikan upaya pelestarian lingkungan.
5. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat mengajukan solusi efektif sebagai
upaya pelestarian lingkungan.
6. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat membuat produk daur ulang dari
limbah di sekitarnya.
vi
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
BAGAN KONSEP
vii
KEGIATAN BELAJAR 1
PERUBAHAN & PENCEMARAN LINGKUNGAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengidentifikasi jenis pencemaran dari isu lingkungan yang telah disajikan
2. Melalui kegiatan pengamatan siswa dapat memahami komponen lingkungan
yang mengalami kerusakan.
3. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat menguraikan dampak kerusakan lingkungan
serta dapat memberi gagasan penyelesaian masalah lingkungan tersebut.
Tahap 1 Pada tahap ini, perhatikan dan pahami gambar dan
Analisis bacaan dari isu lingkungan berikut.
Ayo Membaca
KOLOM ISU LINGKUNGAN 1
Darurat polusi plastik: Dampaknya setara perubahan iklim - ‘Udara yang kita hirup
telah mengandung mikroplastik’
Laporan dari Badan Investigasi Lingkungan (EIA) menunjukkan bahwa polusi plastik telah
mencapai tahap darurat global, sehingga dibutuhkan perjanjian PBB yang mengikat untuk
mengatasinya. EIA berpendapat ancaman polusi plastik hampir setara dengan perubahan
iklim. Udara yang kita hirup saat ini telah mengandung partikel mikroplastik, begitu juga
tanah hingga makanan kita. Pada Agustus 2019 lalu, tim peneliti dari EIA menemukan
1
partikel plastik turun bersama salju di Samudera Arktika. Sementara itu, di Thailand,
sekitar 20 gajah mati setelah memakan sampah plastik dari tempat pembuangan.
Laporan EIA mendesak agar negara-negara di dunia menyepakati perjanjian PBB yang
mengikat untuk mengurangi produksi limbah plastik. Tom Gammage dari EIA menuturkan
bahwa apabila polusi ini terus berlanjut, jumlah plastik di lautan akan melebihi berat
seluruh ikan pada 2040.
(1) (2) (3)
Keterangan gambar : (1) Limbah botol plastik, (2) sampah plastik, (3) proses pengolahan limbah
plastik.
Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/majalah-60034540.
PBB mengidentifikasi tiga ancaman yang muncul dari persoalan lingkungan yang perlu
diselesaikan bersama, yakni perubahan iklim, hilangnya keragaman hayati, serta polusi.
Dampak buruk yang timbul akibat plastik dan siklus produksi hingga pemakaiannya tidak
dapat diubah, sehingga ini adalah ancaman bagi peradaban manusia dan lingkungan
yang layak huni di planet ini. Ini sama seriusnya dengan ancaman perubahan iklim.
Masalah mendasarnya ada pada tingkat produksi dan konsumsi plastik yang tidak
berkelanjutan," ujar Thompson. "Mengadvokasi kebijakan yang hanya mempromosikan
bahwa 'plastik bisa didaur ulang' tidak akan efektif, kecuali ada infrastruktur yang
menopang pengumpulan dan pemisahannya sehingga plastik tersebut bisa didaur ulang
sebagaimana mestinya." "Kebijakan yang mempromosikan penggunaan plastik 'kompos'
juga hanya akan efektif apabila ada infrastruktur untuk menangani persoalan limbahnya.
(Sumber : https://www.bbc.com/indonesia/majalah-60034540).
Berdasarkan bacaan pada isu lingkungan 1, jawablah pertanyan berikut sesuai
pemahaman Anda!
1. Jelaskan menurut pemahaman Anda apakah yang dimaksud dengan pencemaran
lingkungan?
Jawaban:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Dari bacaan isu lingkungan 1, Indetifikasikan kerusakan lingkungan yang terjadi apakah
termasuk jenis pencemaran air, tanah atau udara? Jelaskan!
Jawaban :
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2
Tahap 2 Dari konsep yang Anda dapatkan sebelumnya mengenai
Klarifikasi pencemaran lingkungan, selanjutnya lakukanlah pengamatan
berikut ini.
Alat dan Bahan
1. 2 toples besar 4. Tanaman
2. Obat nyamuk bakar 5. Serangga
3. Korek api 6. Air bersih
Langkah Kegiatan
1. Masukkan air, serangga dan tanaman pada toples A dan toples B.
2. Pada masing-masing toples diberi perlakuakan berbeda. Toples A dimasukkan obat
nyamuk bakar kemudian ditutup, sedangkan toples B tanpa obat nyamuk bakar dan
ditutup.
3. Amati apa yang terjadi pada kedua toples tersebut!
Untuk memberjelas percobaan,
amati video berikut ini!
Hasil Pengamatan
No Tempat Keadaan Keadaan Keadaan Air
Serangga Tanaman
Toples yang
tidak
1 menggunakan
asap obat
nyamuk bakar
Toples yang
menggunakan
2
asap obat
nyamuk bakar
3
Tahap 3 Pada tahap ini, mari mengamati isu lingkungan selanjutnya agar
Melanjutkan pengetahuan yang diperoleh lebih bermakna.
Isu
Ayo Membaca
KOLOM ISU LINGKUNGAN 2
Musuh Besar Masalah Lingkungan Masih Soal Kebakaran Hutan dan Lahan
Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani mengatakan potensi permasalahan
lingkungan hidup dan kehutanan yang masih menjadi perhatian besar adalah kebakaran
hutan dan lahan yang disusul pencemaran lingkungan. Dari data Ditjen Gakkum LHK KLHK,
yang dikumpulkan dari pengawasan, sistem monitoring dan pengaduan masyarakat dalam
rentang 2015-2021 terdapat total 8.152 potensi
permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan.
Kebakaran hutan dan lahan memiliki jumlah
terbesar dengan total 2.118 potensi disusul
pencemaran lingkungan 1.641 dan perambahan
kawasan hutan dengan 1.295 potensi. Lokasi
dari potensi permasalahan itu juga tersebar di
berbagai titik di seluruh Indonesia. Hampir 99
persen kebakaran hutan dan lahan ini secara
antropogenik akibat ulah manusia, alam hanya
satu persen. Karena itu salah satu tindakan
pencegahan perlu dilakukan dengan
penyadaran semua pihak akan dampak dan Gambar 4: Kebakaran Hutan
Sumber : https://voi.id/berita/117836
bahaya kebakaran melalui edukasi dan
pemahaman.
Kebakaran hutan dan lahan menghasilkan emisi karbon yang berbahaya bagi
lingkungan. Emisi karbon di Indonesia pada 2021 mencapai 41,1 juta ton CO2 . Emisi karbon
tersebut jika tidak segera diatasi akan berdampak terjadinya efek rumah kaca dan
mengakibatkan perubahan iklim yang serius. (Sumber : https://voi.id/berita/117836/musuh-
besar-masalah-lingkungan-masih-soal-kebakaran-lahan-dan-hutan).
Berdasarkan bacaan pada isu lingkungan 2 , jawablah pertanyan berikut sesuai
pemahaman Anda!
Berdasarkan peristiwa pada isu lingkungan 2, menurutmu komponen lingkungan apa saja
yang dapat mengalami kerusakan? serta perkirakan dampak apa saja yang dapat
ditimbulkan dari peristiwa tersebut!
Jawaban :
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
4
Tahap 4 Pada tahap ini, dilakukan pengambilan keputusan agar masalah
Diskusi dapat terselesaikan dengan jelas.
Berdasarkan analisis isu lingkungan 1 dan 2 serta pengamatan yang telah dilakukan
mengenai pencemaran lingkungan, buatlah laporan sederhana yang berisikan contoh
kegiatan manusia yang menyebabkan pencemaran dan sertakan solusimu untuk
mengatasi permasalahan pencemaran tersebut. Kirim file yang telah dibuat ke email
guru.
Selanjutnya akan dijabarkan secara rinci tentang konsep pencemaran
lingkungan agar dapat menjawab pertanyaan yang ada sebelumnya dan untuk
menambah pemahaman kalian mengenai materi. Simaklah uraian materi di
bawah ini!
5
Uraian Materi
Perubahan Lingkungan
Lingkungan hidup diartikan sebagai Info Sains!
lingkungan fisik yang mendukung Adanya peningkatan suhu bumi
kehidupan serta proses-proses yang (pemanasan global) menyebabkan air
terlibat dalam aliran energi dan siklus laut naik. Kenaikan permukaan air laut
materi. Keseimbangan lingkungan secara diperkirakan 3 milimeter per tahun dan
alami dapat berlangsung apabila Indonesia menjadi salah satu negara
komponen yang terlibat dalam interaksi yang beresiko paling terdampak.
dapat berperan sesuai kondisi
keseimbangan serta berlangsungnya (Sumber : Akurat.co)
aliran energi dan siklus biogeokimia.
Keseimbangan lingkungan dapat
terganggu jika terjadi perubahan berupa
pengurangan fungsi dari komponen atau Faktor Manusia
hilangnya sebagian komponen yang Manusia memiliki berbagai jenis kebutuhan baik
kebutuhan pokok maupun kebutuhan lain.
dapat menyebabkan putusnya rantai Kebutuhan manusia dapat dipenuhi dengan
memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
makanan dalam ekosistem di lingkungan. Semakin banyak jumlah manusia, maka semakin
banyak sumber daya alam yang dibutuhkan.
Lingkungan yang seimbang memiliki Mulai dari proses pengambilan, pengolahan dan
pemanfaaatan sumberdaya alam terdapat zat
daya lenting dan daya dukung yang yang tidak digunakan lagi oleh manusia dan
dibuang. Pembuangan yang tidak sesuai akan
tinggi. Daya lenting adalah daya untuk mencemari udara, perairan dan daratan.
Sehingga semakin lama aka rusak. Beberapa
pulih kembali ke keadaan seimbang. kegiatan yang dapat merusak lingkungan yaitu :
Daya dukung adalah kemampuan Penebangan Hutan
Penambangan Liar
lingkungan untuk dapat memenuhi Pembangunan Perumahan
Penerapan Intensifikasi Pertanian
kebutuhan sejumlah makhluk hidup agar
dapat tumbuh dan berkembang secara
wajar di dalamnya. Keseimbangan
lingkungan ini ditentukan oleh
seimbangnya energi yang masuk dan
energi yang digunakan, seimbangnya
antara faktor-faktor abiotik dengan
biotik. Gangguan terhadap salah satu
faktor dapat mengganggu keseimbangan
lingkungan. Faktor Alam
Kegiatan pembangunan yang bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan manusia Bumi pada awal pembentukannya sangat panas
sering menimbulkan perubahan sehingga tidak ada satupun bentuk kehidupan di
lingkungan. Perubahan tersebut dalamnya. Namun dalam jangka waktu yang
menjadikan kerusakan lingkungan yang lama berangsur-angsur lingkungan di bumi
terkadang dalam taraf yang sudah memungkinkan adanya bentuk kehidupan.
mengkhawatirkan. Perubahan lingkungan Perubahan tersebut terjadi karena adanya faktor
akibat pencemaran lingkungan saat ini alam. Beberapa faktor alam yang mempengaruhi
sudah menjadi isu lokal, nasional dan lingkungan yaitu karena bencana alam seperti :
global. Gunung Meletus
Perubahan Lingkungan yang Tsunami
menyebabakan karusakan lingkungan Banjir
dapat terjadi karena faktor alam maupun Tanah Longsor
manusia. Kebakaran Hutan
6
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau
komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan
manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu
yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan pruntukannya. Menurunnya kualitas lingkungan terlihat dari melemahnya fungsi atau
menjadi kurang dan tidak sesuai lagi dengan kegunaannya, berkurangnya pertumbuhan serta
menurunnya kemampuan reproduksi. Pada akhirnya ada kemungkinan terjadinya kematian
pada organisme hidup dalam lingkungan tersebut. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan
pencemaran disebut dengan polutan atau bahan pencemar. Syarat-syarat suatu zat dapat
disebut polutan adalah jika keberadaanya dapat merugikan makhluk hidup karena jumlahnya
melebihi batas normal, berada pada waktu yang tidak tepat atau berada pada tempat yang
tidak tepat. Berdasarkan tempat terjadinya, pencemaran dibedakan menjadi pencemaran
air, pencemaran udara dan pencemaran tanah.
Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu
perubahan keadaan di suatu tempat
penampungan air seperti danau, sungai,
lautan dan air tanah akibat masuknya
organisme atau zat tertentu yang
menyebabkan menurunnya kualitas air
tersebut. Danau, sungai, lautan dan air
tanah adalah bagian penting dalam siklus
kehidupan manusia dan merupakan salah Gambar 5 : Pencemaran Sungai Musi
Sumber : https://www.liputan6.com
satu bagian dari siklus hidrologi. Selain
mengalirkan air juga mengalirkan sedimen
dan polutan. Berbagai macam fungsinya
sangat membantu kehidupan manusia. Penyebabnya :
Pemafaatan danau, sungai, lautan
dan air tanah adalah untuk irigasi Pembuangan limbah industri ke
pertanian, bahan baku air minum, sebagai peraian
saluran pembuangan air hujan dan air Pembuangan limbah rumah tangga
limbah bahkan berpotensi sebagai objek (domestik) ke sungai.
wisata. Air merupakan kebutuhan vital bagi Penggunaan pupuk dan pestisida yang
seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. berlebihan.
Untuk dapat dikonsumsi, air harus Terjadinya erosi yang membawa
memenuhi syarat fisik, kimia maupun partikel-partikel tanah ke perairan.
biologis. Penggunaan racun dan bahan peledak
untuk menangkap ikan.
Pembuangan limbah industri rumah
sakit, limbah peternakan ke sungai.
Tumpahan minyak karena kebocoran
tanker atau ledakan sumur minyak
lepas pantai.
7
Pencemaran Udara
Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke
dalam atmosfer yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan,
gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas
lingkungan. Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan
komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya.
Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78% Nitrogen, 20%
Oksigen; 0,93 % Argon;0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon
(Ne). Helium (He). Metan (CH4) dan Hidrogen(H 2).
Udara dikatakan "Normal" dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila
komposisinya seperti tersebut diatas dan seimbang. Sedangkan apabila terjadi
penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi
tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi. Jenis bahan yang dapat
mencemari udara yakni Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO2 ), Sulfur
Dioksida (SO2), Karbon dioksida (CO2), Ozon (O3), Benda Partikulat, Timbal (Pb) dan
Hidrokarbon (HC).
Akibat aktivitas perubahan manusia, udara seringkali menurun kualitasnya.
Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat
kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah
satu komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal sebagai
pencemaran udara. Kualitas udara yang dipergunakan untuk kehidupan tergantung
dari lingkungannya. Kemungkinan di suatu tempat dijumpai debu yang bertebaran
dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian juga suatu kota yang
terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat menimbulkan
gangguan kesehatan.
Diklasifikasikan menjadi : Gambar 6 : Polusi udara dari kendaraan
Pencemar primer Gambar 7 : Polusi udara akibat
kebakaran hutan.
Pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber Sumber : :
pencemaran udara, diantaranya kendaraan
bermotor dan aktivitas mesin pembakaran pada https:/nationalgeographic.grid.id
pabrik-pabrik penghasil sulfur monoksida (SO2 )
dan karbon monoksida (CO) akibat dari proses
pembakaran yang tidak lengkap.
Pencemar sekunder
Pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-
pencemar primer di atmosfer. Contohnya
gabungan sulfur dioksida (SO2) sulfur monoksida
(SO) dan uap air (H 2O) akan menghasilkan asid
sulfuric. Reaksi antara pencemar primer dengan
gas-gas di atmosfer akan menghasilkan peroksi
asetil nitrat. Contoh: Sulfur dioksida, Sulfur
monoksida dan uap air akan menghasilkan asam
sulfurik.
8
Kegiatan yang dapat menimbulkan polusi udara :
Asap dari cerobong pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran atau kebakaran
hutan, asap rokok, yang membebaskan CO dan CO2 ke udara.
Asap vulkanik dari aktivitas gunung berapi dan asap letusan gunung berapi yang
menebarkan partikel-partikel debu ke udara. Bahan dan partikel-partikel radioaktif
dari bom atom atau percobaan nuklir yang membebaskan partikel-partikel debu
radioaktif ke udara. Asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik atau
pabrik yang membebaskan partikel, nitrogen oksida, dan oksida sulfur.
Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang berasal dari kebocoran mesin pendingin
ruangan, kulkas dan AC mobil.
Pencemaran Tanah Gambar 8 : Pencemaran Tanah
Sumber : https://www.kompas.com
Pencemaran darat atau tanah
adalah semua keadaan dimana Penyebabnya :
polutan masuk ke dalam lingkungan
tanah sehingga menurunkan kualitas Limbah domestik. Limbah jenis ini
tanah tersebut. Dimana polutan bisa
berupa zat-zat bahan pencemar baik berasal dari pemukiman penduduk;
berupa zat kimia, debu, panas, suara,
radiasi, dan mikroorganisme. Sebelum perdagangan/pasar/tempat usaha
adanya kemajuan teknologi dan
industri manusia hanya membuang hotel dan lain-lain. Kebanyakan limbah
sampah dan limbah organik.
domestik merupakan sampah basah
Sampah atau limbah tersebut
mudah diurai oleh mikroorganisme atau organik yang mudah diurai.
sehingga menjadi bahan yang mudah
menyatu kembali dengan alam. Namun, Limbah industri, yaitu limbah padat
dewasa ini perkembangan teknologi
dan industri sangat pesat berkembang. hasil buangan industri berupa padatan,
Dan sampah serta limbah yang
dibuang bukan hanya sampah organik, lumpur, bubur yang berasal dari proses
melainkan sampah organik juga.
Sampah organik sangat sulit untuk pengolahan. Misalnya sisa pengolahan
diurai oleh mikroorganisme, sehingga
memerlukan waktu yang lama untuk pabrik gula, pulp, kertas, rayon,
hancur dan menyatu kembali dengan
alam. Contoh sederhana sampah polywood, pengawetan buah, ikan
anorganik yaitu plastik yang dapat
terurai dalam waktu 240 tahun, daging dan lain-lain.
sedangkan sampah kaleng yang
terbuat dari aluminium memerlukan Limbah pertanian, seperti pestisida
waktu 500 tahun untuk dapat
diuraikan. atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana)
yang sering digunakan oleh petani untuk
memberantas hama tanaman juga
dapat berakibat buruk terhadap
tanaman dan organisme lainnya.
9
KEGIATAN BELAJAR 2
PELESTARIAN LINGKUNGAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
4. Melalui kegiatan membaca isu lingkungan dan melakukan pengamatan siswa
dapat mendeskripsikan upaya pelestarian lingkungan.
5. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat mengajukan solusi efektif sebagai upaya
pelestarian lingkungan.
Tahap 1 Pada tahap ini, perhatikan dan pahami gambar dan
Analisis bacaan dari isu lingkungan berikut.
Ayo Membaca
KOLOM ISU LINGKUNGAN 3
Fitoremediasi : Pemanfaatan Tanaman Hiperakumulator sebagai Solusi Bersihkan
Pencemaran Lahan
Pencemaran lingkungan di Indonesia telah menimbulkan banyak kerugian baik terhadap
kesehatan masyarakat, pariwisata, pertanian, kerusakan ekosistem hingga hilangnya
keanekaragaman hayati. Pencemaran lingkungan disebabkan oleh banyak sumber antara
lain limbah industri, limbah domestik, residu agrokimia hingga emisi kendaraan bermotor
yang umumnya berupa logam berat. Beberapa kelompok logam berat seperti Merkuri (Hg),
Timbal (Pb) dan Tembaga (Cu) berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Oleh karena
itu, banyak lahan yang telah tercemar limbah-limbah beracun yang perlu penanganan.
10
Salah satu alternatif yang ekonomis dan mudah Gambar 9 : Tanaman Hiperakumulator
untuk merehabilitasi lahan adalah menggunakan Sumber : https://www.beritasatu.com
teknologi fitoremediasi menggunakan tanaman
hiperakumulator. Tanaman hiperakumulator dapat
hidup di lingkungan tercemar dan dapat menjadi
solusi bagi upaya pembersihan lahan dari limbah
beracun. Tanaman hiperakmulator yang banyak
ditemukan di indonesia dan dapat dijadikan
sebagai sarana untuk membersihkan lahan
diantaranya yaitu kangkung, tanaman kaso, talas
liar dan eceng gondok.
(Sumber : https://www.beritasatu.com/nasional/633057/tanaman-hiperakumulator-
solusi-bersihkan-pencemaran-lahan).
Berdasarkan bacaan pada isu lingkungan 3, jawablah pertanyan berikut sesuai
pemahaman Anda!
1. Jelaskan menurut pemahaman Anda apakah yang dimaksud dengan upaya pelestarian
lingkungan?
Jawaban:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
2. Dari bacaan isu lingkungan 3, Indetifikasikan bagaimana cara tanaman
hiperakumulator melakukan remediasi lahan tercemar!
Jawaban :
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
Tahap 2 Dari konsep yang anda dapatkan sebelumnya mengenai
Klarifikasi pelestarian lingkungan, selanjutnya lakukanlah percobaan berikut!
Alat dan Bahan
1. Kamera/ smartphone
2. Alat tulis
3. Aktivitas yang berkaitan dengan zero waste
11
Langkah Kegiatan
1. Carilah aktivitas yang dapat dilakukan untuk menerapkan gaya hidup zero waste!
2. Selidiki aktivitas tersebut seperti proses kegiatan, siapa saja yang terlibat,
aktivitas apa yang dilakukan, tujuan kegiatan, sisa buangan yang dihasilkan dan
dampaknya bagi lingkungan sekitar.
3. Catat dan dokumentasikan hasil pengamatan.
Hasil Pengamatan
Lokasi Pengamatan
Hari/ Tanggal
Waktu Pengamatan
Bentuk Aktivitas
Proses aktivitas
yang terjadi
Tujuan Aktivitas
Dampak Positif
12
Tahap 3 Pada tahap ini, mari mengamati isu lingkungan selanjutnya agar
MelanIsjuutkan pengetahuan yang diperoleh lebih bermakna.
Ayo Membaca
KOLOM ISU LINGKUNGAN 4
Manfaat Pelepah Pisang untuk Penambah Unsur Hara Tanaman
Unsur hara merupakan salah satu elemen penting bagi keberlangsungan hidup suatu
tanaman. Ketersediaan unsur hara di dalam tanah dipengeruhi oleh bahan organik. Bahan
organik dapat memperbaiki sifat tanah dengan cara membuat tanah menjadi gembur.
Salah satu bahan organik yang dapat ditemukan di sekitar kita yaitu pelepah pisang. Jika
pelepah pisang bisa kita manfaatkan dengan baik kemungkinan akan didapatkan hasil
kompos yang baik. Pelepah pisang bisa kita manfaatkan menjadi pupuk kompos organik
melalui pengolahan.
Proses pengomposan dapat dipercepat dengan
menggunakan aktivator berupa bioaktivator EM4,
green phosko, Agrisimba dan fermentor. Teknologi
pengomposan dengan bantuan aktivator
merupakan teknik pengomposan sederhana yang
bisa kita lakukan dengan mudah. Penggunaan
kompos dalam pertanian selain dapat
menyuburkan tanaman juga ramah lingkungan.
(Sumber:https://www.kompasiana.com/helbajaha
riperanginangin2846/601ffeb08ede482a885b200
2/banyak-belum-tau-pelepah-pisang- Gambar 10 : Pemanfaatan pelepah pisang
sebagai kompos.
dimanfaatkan-sebagai-kompos-untuk-penambah-
Sumber : https://www.kompasiana.com
unsur-hara-tanaman).
Berdasarkan bacaan pada isu lingkungan 4 , jawablah pertanyan berikut sesuai
pemahaman Anda!
Berdasarkan isu lingkungan 4, mengapa kompos disebut ramah lingkungan? Jelaskan!
Jawaban :
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
13
Tahap 4 Pada tahap ini, dilakukan pengambilan keputusan agar masalah
Diskusi dapat terselesaikan dengan jelas.
Berdasarkan analisis kedua isu lingkungan 3 dan 4 serta pengamatan yang telah dilakukan
sebelumnya, kita ketahui bahwa kegiatan manusia dapat berdampak negatif terhadap
lingkungan. Buatlah poster dengan tema "Upaya Pelestarian Lingkungan" yang berisikan
tindakan-tindakan yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan
yang ada di sekitarmu dengan sekreatif mungkin!
Selanjutnya akan dijabarkan secara rinci tentang konsep pelestarian lingkungan
agar dapat menjawab pertanyaan yang ada sebelumnya dan untuk menambah
pemahaman kalian mengenai materi. Simaklah uraian materi di bawah ini!
14
Uraian Materi
Upaya Pelestarian Gambar 11 : Pemanas Air Tenaga
Surya
Etika lingkungan merupakan suatu upaya pelestarian
lingkungan yang dilakukan agar tercipta keseimbangan Sumber : https://crossmedial.net
antara perkembangan peradaban manusia dengan
pemeliharaan lingkungan. Usaha tersebut dilakukan Gambar 12 : Suaka Margasatwa
dengan konservasi, pengolahan dan daur ulang limbah, https://hewanpedia.com
serta penggunaan bahan kimia berbahaya sesuai dosis
dan peruntukannya. Konservasi adalah usaha untuk
melindungi, mengatur, dan memperbaharui sumber daya
alam. Beberapa contoh konservasi lingkungan antara lain:
a) Konservasi sumber daya alam hayati perlindungan
tempat hidup satwa melalui taman
nasional
b) Konservasi tanah: reboisasi, pembuatan sengkedan,
dan rotasi tanaman.
c) Konservasi hutan : peraturan penebangan hutan
d) Konservasi air: pembuatan waduk
e) Konservasi energi : pemanfaatan sumber energi
alternatif
Tindakan Preventif
1. Penanggulangan Secara Administratif
Penanggulangan secara administratif terhadap pencemaran lingkungan merupakan tugas
pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan-peraturan atau undang-undang. Beberapa
peraturan yang telah dikeluarkan, antara lain sebagai berikut :
Pabrik tidak boleh menghasilkan produk (barang) yang dapat mencemari lingkungan.
Misalnya, pabrik pembuat lemari es. AC dan sprayer tidak boleh menghasilkan produk
yang menggunakan gas CFC sehingga dapat menyebabkan penipisan dan
berlubangnya lapisan ozon di stratosfer.
Industri harus memiliki unit-unit pengolahan limbah (padat, cair, dan gas) sehingga
limbah yang dibuang ke lingkungan sudah terbebas dari zat-zat yang membahayakan
lingkungan.
Pembuangan sampah dari pabrik harus dilakukan ke tempat-tempat tertentu yang jauh
dari pemukiman.
Sebelum dilakukan pembangunan pabrik atau proyek-proyek industri
Pemerintah mengeluarkan buku mutu lingkungan, artinya standar untuk menentukan
mutu suatu lingkungan. Untuk lingkungan air ditentukan baku mutu air sedangkan untuk
lingkungan udara ditentukan baku mutu udara. Dalam buku mutu air, antara lain
tercantum batasan kadar bahan pencemar logam berat, misalnya fosfor dan merkuri.
Didalam buku mutu udara, antara lain tercantum batasan kadar bahan pencemar.
misalnya gas CO2 dan CO. Pemerintah akan memberikan sanksi kepada pabrik yang
menghasilkan limbah dengan bahan pencemar yang melebihi standar baku mutu.
15
2. Penanggulangan secara teknologi
Penanggulangan pencemaran lingkungan
secara teknologi, misalnya menggunakan
peralatan untuk mengolah sampah atau
limbah. Di Surabaya. terdapat suatu tempat
pembakaran akhir sampah dengan suhu
yang sangat tinggi sehingga tidak
membuang asap. Tempat tersebut Gambar 13 :Insenator Pengolah Limbah
Sumber : https://mutuinstitute.com
dinamakan insenator.
Gambar 14 : Permen LH 5 2019
3. Penanggulangan secara Edukatif Sumber : https://www.menlhk.go.id
Penangkalan pencemaran secara edukatif
dilakukan melalui jalur pendidikan baik
formal maupun non formal Melalui
pendidikan formal. di sekolah dimasukkan
pengetahuan tentang lingkungan hidup
kedalam mata pelajaran yang terkait,
misalnya IPA dan Pendidikan agama.
Melalui jalur pelestarian lingkungan dan
pencegahan serta penanggulangan
pencemaran lingkungan
Gambar 15 : Edukasi Sampah
Sumber :
https://www.kompasiana.com
Info Sains!
Informasi lebih lanjut mengenai pelestarian lingkungan dapat dilihat pada link di
bawah ini :
Konsep Pelestarian Alam Menurut Islam
https://www.republika.co.id/berita/q7asd0318/konsep-pelestarian-alam-
menurut-islam
Melestarikan Alam, Melestarikan Masa Depan
https://www.kominfo.go.id/content/detail/5180/melestarikan-alam-melestarikan-
masa-depan/0/infografis
16
KEGIATAN BELAJAR 3
LIMBAH & PENGELOLAANNYA
TUJUAN PEMBELAJARAN
6. Melalui kegiatan diskusi siswa dapat membuat produk daur ulang dari limbah di
sekitarnya.
Tahap 1 Pada tahap ini, perhatikan dan pahami gambar dan
Analisis bacaan dari isu lingkungan berikut.
Ayo Membaca
KOLOM ISU LINGKUNGAN 5
Bencana Limbah Medis dan Ancaman Krisis Iklim
Sejak awal pandemi kemunculan sampah medis di beberapa TPA mengalami
peningkatan signifikan. Bermacam sampah medis, seperti sarung tangan, jarum suntik,
botol infus dan selangnya, masker, serta APD kerap ditemukan bercampur dengan sampah
biasa. Kantung cuci darah, alat bekas rapid tes Covid-19 yang berceceran, beserta
beberapa sarung tangan medis Limbah tersebut tidak dikumpulkan dalam satu plastik
khusus dan lebih sering berserakan. Sulit melacak dari mana limbah tersebut berasal. Ada
kemungkinan sampah medis tersebut berasal dari rumah tangga. Namun tak menutup
kemungkinan ada fasilitas kesehatan yang tak bertanggung jawab dan membuang
limbahnya ke TPA. Kepala unit sanitasi RSUI bernama Siti Kurnia Astuti mengatakan,
timbunan sampah medis di RSUI mencapai lebih dari empat kali lipat dibandingkan masa
17
sebelum pandemi. Setidaknya, 300
kilogram sampah medis dihasilkan setiap
harinya, atau lebih kurang 10 ton per
bulan. Pembakaran limbah medis yang tak
sesuai prosedur dapat melepaskan
berbagai macam gas dan bahan beracun
seperti asam hidroklorida, dioksin dan
furan, serta timbal, kadmium, dan merkuri.
Belum lagi karbondioksida dan metana
yang memicu efek rumah kaca. (Sumber :
Bencana Limbah Medis dan Ancaman
Krisis Iklim", https://tirto.id/gj1Q). Gambar 16 : Limbah medis Covid-19
Sumber : https://tirto.id/gj1Q
Berdasarkan bacaan pada isu lingkungan 5, jawablah pertanyan berikut sesuai
pemahaman Anda!
Menurut pemahaman anda, limbah medis termasuk golongan limbah apa? serta
bagaimana cara mendaur ulang limbah medis yang baik? Jelaskan!
Jawaban:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
Tahap 2 Dari konsep yang anda dapatkan sebelumnya mengenai limbah
Klarifikasi dan pengelolaannya, selanjutnya lakukanlah percobaan berikut!
Alat dan Bahan
1. Alat tulis
2. Beberapa jenis limbah
3. Tempat pembuangan sampah
Langkah Kegiatan
1. Amati limbah disekitar lingkungan rumahmu atau sekolahmu selama 10 menit
2. Ambil beberapa sampah dengan jenis yang berbeda
3. Identifikasi cara penanggulangan sampah tersebut dengan mengisi tabel
berikut.
4. Implementasikan rencana tersebut menjadi sebuah produk hasil daur ulang
limbah.
18
Hasil Pengamatan
Tabel Hasil pengamatan 1
No Nama Jenis Pemanfaatan Daur Tanpa
Limbah Limbah Kembali Ulang Daur
Ulang
1
2
3
4
5
Tabel Hasil pengamatan 2
No Nama Limbah Desain (Langkah- Produk Barang
langkah)
19
Tahap 3 Pada tahap ini, mari mengamati isu lingkungan selanjutnya agar
Melanjutkan pengetahuan yang diperoleh lebih bermakna.
Isu
KOLOM ISU LINGKUNGAN 6
Kreatif, Warga Bandar Lampung Ubah Limbah Jelantah Jadi Sabun
Warga Kota Bandar Lampung yang tergabung dalam kelompok wanita penggiat
lingkungan berbasis pengolahan limbah rumah tangga Nabbay Hanggum, mengedukasi
masyarakat mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun bernilai ekonomis.
Edukasi pengolahan limbah minyak jelantah
tersebut kini menyasar pada segmentasi ibu
rumah tangga serta pelaku usaha kecil.
Pengolahan limbah jelantah menjadi sabun
dipilih karena cukup memberikan dampak
ekonomis. Dengan modal sebanyak Rp3.000
ibu rumah tangga dapat menghasilkan 15
sampai 20 buah sabun yang bisa dipasarkan.
(Sumber : https://lampung.suara.com/read
/2021/12/12/085258/kreatif-warga-bandar Gambar 17 : Limbah Minyak Jelantah
lampung-ubah-limbah-jelantah-jadi-sabun). Sumber : https://lampung.suara.com
Berdasarkan bacaan pada isu lingkungan 6, jawablah pertanyan berikut sesuai
pemahaman Anda!
Menurut pemahaman anda, dengan mengubah limbah jelantah menjadi sabun maka
kegiatan tersebut membantu mengurangi pencemaran jenis apa? Jelaskan!
Jawaban:
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
................................................................................................................................................
20
Tahap 4 Pada tahap ini, dilakukan pengambilan keputusan agar masalah
Diskusi dapat terselesaikan dengan jelas.
Berdasarkan analisis isu lingkungan 5 dan 6 serta pengamatan yang telah dilakukan,
mengenai limbah dan pengelolaannya, buatlah satu produk daur ulang sederhana dari
limbah yang kalian temui di sekitar. Untuk petunjuk pengerjaannya dapat kalian lihat dari
berbagai sumber!
Selanjutnya akan dijabarkan secara rinci tentang konsep limbah dan
pengelolaannya agar dapat menjawab pertanyaan yang ada sebelumnya dan
untuk menambah pemahaman kalian mengenai materi. Simaklah uraian materi di
bawah ini!
21
Uraian Materi
Limbah
Limbah adalah bahan buangan yang dihasilkan dari suatu Info Sains!
proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga)
yang kehadirannya dapat berdampak negatif bagi lingkungan. E-waste merupakan
Berdasarkan sifatnya bahan pencemar dapat dikategorikan ke
dalam 2 macam yaitu bahan pencemar yang tidak dapat limbah yang dihasilkan dari
terdegradasi atau teruraikan (biodegradable) dan bahan
pencemar yag tidak dapat terdegradasi (non biodegradable). penggunaan media
Biodegradable adalah limbah yang dapat diuraikan atau elektronik. Menurut data
didekomposisi, baik secara alamiah yang dilakukan oleh
dekomposer (bakteri dan jamur) atau yang disengaja oleh dari United Nations
manusia contohnya limbah rumah tangga, kotoran hewan, daun
dan ranting. Sedangkan nonbiodegradable adalah limbah yang Environment Programme
tidak dapat diuraikan secara alamiah oleh dekomposer.
Keberadaan limbah jenis ini sangat membahayakan. Contohnya (UNEP) secara global
Timbal (Pb), merkuri dan plastik. Untuk menanggulanginya
diperlukan upaya seperti proses daur ulang menjadi produk yang dihasilkan 40 juta ton e-
bermanfaat.
waste setiap tahunnya.
Sampah ponsel dan leptop
sebagai penyumbang
terbesar dan hanya sekitar
15% yang di daur ulang.
(Sumber : Intisari.grid.id)
Jenis-Jenis Limbah
Berdasarkan sifatnya limbah digolongkan menjadi 5. yaitu:
a. Limbah cair
Limbah cair mengacu pada semua lemak, minyak. lumpur, air pencuci, limbah detergen, dan
air kotor yang telah dibuang. Mereka berbahaya dan beracun bagi lingkungan kita dan
ditemukan di industri maupun rumah tangga. Air limbah, demikian sering disebut, adalah
segala limbah yang ada dalam bentuk cair.
b. Limbah padat
Limbah padat adalah semua sisa sampah padat, lumpur, dan yang ditemukan di rumah
tangga Anda dan lokasi industri dan komersial. Lima jenis utama sampah padat adalah:
Kaca dan Keramik, adalah bahan kaca dan keramik yang diproduksi oleh perusahaan
untuk kebutuhan sehari-hari. Cara mengelolanya yang benar di sini adalah Anda harus
membuangnya dengan benar supaya bisa di daur ulang,
Sampah plastik, adalah segala wadah, botol, dan tas yang ditemukan di perusahaan dan
rumah. Plastik tidak dapat terurai secara hayati, dan sebagian besar tidak dapat di daur
ulang dengan mencampur sampah plastik dengan sampah biasa. Dan kurangi
penggunaannya.
Sampah kertas, adalah limbah dari semua surat kabar, bahan kemasan, kardus, dan
produk kertas lainnya. Kertas dapat di daur ulang. Penting untuk bisa memisahkan dari
sampah kotor lainnya yang bisa membuatnya rusak.
Logam dan Kaleng, mudah ditemukan di sekitar kita karena kaleng dan logam di rumah
dipakai untuk wadah makanan dan bahan rumah tangga dibuat dari keduanya.
Sebagian besar logam dapat di daur ulang, jadi bisa memisahkannya dari sampah lain
dan membawanya ke tempat daur ulang.
22
c. Limbah organik
Sampah organik mengacu pada limbah daging
kebun, dan makanan busuk. Jenis sampah ini
banyak ditemukan di rumah rumah. Seiring
waktu, mereka terurai dan berubah menjadi
kotoran oleh mikroorganisme.
d. Limbah daur ulang Gambar 18 : Limbah Cair Industri Tekstil
Sumber : http://www.saka.co.id
Semua barang yang dibuang seperti logam,
Furnitur, sampah organik yang dapat di daur Gambar 19 : Limbah Padat
ulang termasuk dalam kategori ini. Sumber : https://kumparan.com
e. Limbah berbahaya Gambar 20 : Limbah Organik
Sumber : https://www.kompas.com
Limbah berbahaya mencakup bahan yang
Gambar 21 : Limbah Daur Ulang
mudah terbakar, korosif. beracun, dan reaktif. Sumber : https://kumparan.com
Singkatnya, mereka adalah limbah yang
menimbulkan ancaman signifikan atau
potensial bagi lingkungan kita. Jenis limbah
berbahaya khusus meliputi:
E-waste: adalah limbah dari peralatan
listrik dan elektronik seperti komputer,
telepon, dan peralatan rumah tangga.
Limbah elektronik umumnya digolongkan
berbahaya karena mengandung komponen
beracun, misalnya PCB dan berbagai
logam).
Limbah medis: berasal dari sistem
perawatan kesehatan manusia dan hewan
dan biasanya terdiri dari obat-obatan,
bahan kimia, farmasi, perban, peralatan
medis bekas, cairan tubuh dan bagian-
bagian tubuh. Limbah medis dapat
menular, beracun atau radioaktif atau
mengandung bakteri dan mikroorganisme
berbahaya (termasuk yang kebal obat).
Limbah radioaktif: mengandung bahan
radioaktif. Pengelolaan limbah radioaktif
berbeda secara signifikan dari limbah
lainnya.
Gambar 22 : Limbah Berbahaya
Sumber : https://ragamutu.com
23
Pemanfaatan Limbah
1. Pemanfaatan Limbah Organik
Limbah organik merupakan sisa bahan hidup seperti sampah daun, kertas, kulit, kotoran
hewan, dll. Karena tersusun atas bahan-bahan organik limbah jenis ini dapat mudah
diuraikan oleh organisme pengurai. Meskipun begitu, sebenarnya limbah-limbah organik
masih dapat dimanfaatkan kembali (reuse) baik dengan cara di daur ulang (recycle)
maupun tanpa di daur ulang
1. Dengan Daur Ulang. Limbah-limbah organik tertentu, seperti sampah sayuran, sampah
daun atau sampah ranting dapat dimanfaatkan kembali dengan cara di daur ulang,
misalnya menjadi pupuk kompos. Selain itu, kertas bekas juga dapat di daur ulang
menjadi kertas pembungkus, kertas tisu, kertas koran, dan kertas tulis.
2. Tanpa Daur Ulang. Tidak semua limbah organik padat harus di daur ulang terlebih
dahulu sebelum dapat digunakan kembali. Beberapa limbah pada tersebut antara
lain:
Ban karet bekas dapat dijadikan tempat sampah, ember, sandal. meja, atau kursi.
Serbuk gergaji kayu dapat digunakan sebagai media tanam jamur
Kulit jagung dapat dijadikan bunga hiasan.
2. Pemanfaatan Limbah Anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah yang berasal dari bahan-bahan tak hidup atau
bahan sintetis seperti minyak bumi, sisa-sisa bahan kimia, kaleng aluminium, kasa dan besi.
sama halnya seperti limbah organik pada limbah anorganik pun dapat dimanfaatkan
kembali dengan cara di daur ulang atau tanpa di daur ulang.
1. Dengan Daur Ulang. Beberapa limbah anorganik seperti kaleng, aluminium, baja,
pecahan botol, toples, kaca, serta botol gelas dapat dilebur dan diolah kembali.
2. Tanpa Daur Ulang. Beberapa limbah anorganik dapat dimanfaatkan kembali tanpa
melalui proses daur ulang yaitu dengan dijadikan berang-barang yang terkadang
memiliki harga jual tinggi. Contohnya botol dan gelas plastik bekas kemasan air mineral
dijadikan mainan anak-anak, pot tanaman, atau hiasan Begitu pun dengan pecahan
kaca yang dapat dijadikan hiasan dinding atau lukisan.
Limbah B3
Limbah bahan berbahaya dan beracun atau yang disingkat dengan B3, sebagai sisa
atau limbah yang dihasilkan dari proses produksi dengan kandungan bahan berbahaya dan
beracun karena memiliki jumlah dan konsentrasi toxicity, reactivity, flammability dan
corrostvity yang mampu mencemari dan merusak lingkungan, serta membahayakan
kesehatan manusia Karena keberadaannya yang mengancam ekosistem di sekitar, limbah
B3 harus ditangani dengan tepat agar tidak merusak dan membahayakan. Kurang tepat
jika beranggapan limbah B3 dapat ditimbun dibuang, atau dibakar begitu saja.
Pengelolaan limbah B3 membutuhkan penanganan khusus dibandingkan limbah yang lain
agar bisa mengurangi bahkan menghilangkan kadar racun didalamnya.
24
Metode Pengolahan Limbah B3
Secara Fisik Secara Kimia Secara Biologi
Menyisihkan komponen, Stabilisasi atau solidifikasi Vitoremediasi
meliputi stripping, dialisa, Sebuah proses yang merupakan penggunaan
adsorpst, electrodialisa, memungkinkan terjadinya tumbuhan dalam proses
kristalisasi, leaching, perubahan sifat kimia dan akumulasi serta
solvent extraction, dan bentuk fisik melalui absorpsi berbagai
reverse osmosis. tambahan senyawa bahan beracun dan
Memisahkan antara pereaksi atau bahan berbahaya dari tanah.
padatan dengan cairan, peningkat tertentu yang Bioremediasi ialah
meliputi thickening bisa digunakan untuk penggunaan jenis
sedimentasi, floatasi membatasi dan mikroorganisme. dan
filtrasi, koagulasi. memperkecil pelarutan, bakteri sebagai bahan
sentrifugasi, dan penyebaran kadar atau untuk mengurai atau
klarifikasi. daya racun limbah Proses mendegradasi limbah
Membersihkan gas, ini biasanya ditemukan B3.
meliputi wer scrubbing. pada bahan seperti
Elektrostatik presipitator, termoplastik kapur
adsorpsi karbon aktif, dan (CaOH2 ), serta semen.
penyaringan partikel.
Etika Lingkungan
Etika lingkungan adalah berbagai prinsip moral lingkungan yang merupakan petunjuk atau
arah perilaku praktis manusia dalam mengusahakan terwujudnya moral lingkungan. Dengan
adanya etika lingkungan, manusia tidak hanya mengimbangi hak dengan kewajibannya
terhadap lingkungan tetapi juga membatasi tingkah laku dan upaya untuk mengendalikan
berbagai kegiatan agar tetap berada dalam batas kelentingan lingkungan Kelentingan
lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk berusaha pulih karena gangguan, asalkan
gangguan ini masih dapat diterima. Jika gangguan melebihi batas, maka lingkungan akan
kehilangan kelentingannya.
Sebagaimana manusia merupakan bagian dari lingkungan, bersama sama dengan
tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang telah menjadi satu mata rantai yang tidak akan
terpisah. Untuk itulah, manusia harus memanfaatkan sumber daya alam secara tepat, agar
lingkungan tetap lestari. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan pengelolaan terpadu
dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemuliaan, dan
pengembangan lingkungan hidup.
Agar tujuan tersebut dapat tercapai perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan
pembangunan manusia seutuhnya.
Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana agar seluruh sumber daya
alam digunakan oleh kepentingan orang banyak seproduktif mungkin dan menekan
pemborosan seminimal mungkin.
Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup, oleh sebab itu pengembangan
sumber daya alam senantiasa harus disertai dengan usaha memelihara kelestarian tata
lingkungan.
Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi
sekarang dan mendatang.
25
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
RANGKUMAN
Lingkungan hidup merupakan lingkungan fisik yang mendukung
kehidupan serta proses yang terlibat salam siklus energi dan siklus
materi.
Keseimbangan lingkungan dapat terganggu jika terjadi perubahan
berupa pengurangan atau hilangnya fungsi dari komponen yang
menyebabkan putusnya rantai makanan dalam ekosistem.
Perubahan lingkungan dapat mengarah pada keseimbangan
lingkungan atau kerusakan lingkungan.
Perubahan lingkungan terjadi karena faktor alam seperti banjir,
gunung meletus dan kebakaran hutan serta oleh aktivitas manusia
seperti pencemaran lingkungan.
Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya zat energi,
makhluk hidup dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau
berubah nya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh
proses alam.
Pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi 3 yaitu
pencemaran air, pencemaran tanah dan pencemaran udara.
Secara umum ada tiga cara manusia melestarikan lingkungan yaitu
secara administratif, secara teknologi dan secara edukasi.
Pemanfaatan limbah dengan daur ulang atau tanpa daur ulang
merupakan upaya manusia untuk menanggulangi pencemaran
lingkungan.
Manusia merupakan komponen biotik yang memiliki pengaruh
ekologi di bumi sehingga agar tidak terjadi bencana alam maka
perlu diterapkan etika lingkungan dalam mengelola sumber daya
alam.
26
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
EVALUASI
SOAL LITERASI SAINS
1.Wacana 1
Musuh Terbesar Masalah Lingkungan Masih Soal Kebakaran Hutan dan Lahan
Dirjen penegakan hukum dan ligkungan hidup kementerian lingkungan dan kehutanan
(KLHK) mengatkan bahwa potensi permasalahan hidup dan kehutanan yang masih
menjadi perhatian besar adalah kebakaran hutan yang disusul dengan pencemaran
lingkungan. Penyebab kebakaran terjadi 99 persennya karena manusia dan 1 persen
faktor alam. Kebakaran hutan dan lahan menghasilkan emisi karbon yang berbahaya
bagi lingkungan. Emisi karbon di Indonesia pada 2021 mencapai 41,1 juta ton CO2..
Emisi karbon tersebut jika tidak segera diatasi akan berdampak terjadinya efek rumah
kaca dan mengakibatkan pemanasan global serius. Berdasarkan fenomena tersebut, apa
yang berpotensi menyebabkan pemanasan global?
2. Wacana 2
Darurat Polusi Plastik : Dampaknya setara perubahan iklim – Udara yang kita hirup
telah mengandung mikroplastik
Laporan dari Badan Investigasi Lingkungan (EIA) menunjukkan bahwa polusi plastik
telah mencapai tahap darurat global, sehingga dibutuhkan perjanjian PBB yang
mengikat untuk mengatasinya. EIA berpendapat ancaman polusi plastik hampir setara
dengan perubahan iklim. Udara yang kita hirup saat ini telah mengandung partikel
mikroplastik, begitu juga tanah hingga makanan kita. Pada Agustus 2019 lalu, tim
peneliti menemukan partikel plastik turun bersama salju di Samudera Arktika.
Berdasarkan fenomena tersebut, apa saja dampak yang ditimbulkan dari polusi
mikroplastik?
3. Wacana untuk soal nomor 3 dan 4
Setiap hari masyarakat menggunakan detergen untuk mencuci pakaian atau alat-alat
rumah tangga lainnya. Detergen merupakan salah satu limbah rumah tangga yang
sering mencemari sumber perairan seperti sungai danau ataupun rawa. Banyak sisa-sisa
detergen rumah tangga mengalir melalui saluran pembuangan menuju perairan atau
secara langsung mengkontaminasi perairan. Limbah detergen diduga akan
mempengaruhi kehidupan biota air seperti ikan. Naufal tertarik untuk mengetahui
pengaruh limbah detergen terhadap pernapasan ikan air tawar dari gerakan operkulum
ikan tersebut. Untuk itu, ia menguji pengaruh kadar detergen terhadap gerak operkulum
ikan air tawar. Naufal menyediakan 4 buah toples A, B, C dan D yang berukuran sama
dan diberi air dan di dalamnya diletakkan ikan. Toples A tidak diberi detergen, toples B
diberi detergen sebanyak 1 sendok teh, toples C diberi detergen sebanyak 2 sendok teh,
dan toples D diberi detergen sebanyak 3sendok teh. Berikut hasil percobaannya :
27
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
Berdasarkan percobaan di atas, tentukan :
A. menentukan rumusan masalah percobaan’
B. menentukan Hipotesis percobaan
C. Mengamati hasil percobaan yang tertera pada tabel dengan menghitung rata-rata
gerak operkulum ikan pada toples A,B,C dan D kemudian bandingkan rerata gerak
operkulum ikan tersebut. Sama ataukah beda? Mengapa demikian?
4. Berdasarkan pengujian pengaruh kadar detergen terhadap gerak operkulum ikan air
tawar yang dilakukan Naufal, analisislah hasil data yang diperoleh dengan :
A.Membuat grafik gerakan operkulum ikan sesuai hasil percobaan
B.Membuat kesimpulan berdasarkan grafik yang dibuat
C. Memperkitakan apa yang terjadi jika kadar bahan pencermar (deteren) ditingkatkan
terus?
5. Wacana 5
Setengah Populasi Dunia Alami Kelangkaan Air di 2025
Wakil presiden RI Ma’ruf Amin memprediksi setengah populasi dunia akan mengalami
kelangkaan air atau water scarcity pada tahun 2025 mendatang. Ma’ruf menilai
penggunaan air bersih di abad 21 meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan
dengan pertumbhan penduduk. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan ekonomi
yang sangat cepat dan menyebabkan terjadi kesenjangan antara ketersediaan air dan
kebutuhan air. Meski 71 % bumi tertutup oleh air, beliau mengatakan hanya sekitar 13%
air tawar yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan 7 miliar manusia dunia.
Berdasarkan wacana diatas prediksikan apa yang akan terjadi pada beberapa tahun
kedepan serta kaitkan dengan masalah pencemaran air yang masih sangat tinggi!
6. Wacana 6
Eutrofikasi Sebabkan Kematian Massal Ikan
Perairan Jakarata beberapa waktu lalu pernah terjadi kematian ikan dalam jumlah
banyak akibat eutrofikasi. Eutrofikasi adalah salah satu isu oseanografi yang merupakan
proses pengayaan nutrisi dan bahan organik dalam ekosistem perairan sehingga terjadi
ketidakseimbangan pada ekosistem tersebut. Peristiwa eutrofikasi yang sering terjadi
yaitu meledaknya populasi (blooming) fitoplankton pada perairan. Hal tersebut dipicu
oleh kelebihan pasokan fosfat dan nitrogen dari pembuangan limbah aktivitas
masyarakat. Berdasarkan wacana di atas, mengapa blooming fitoplankton dapat
menyebabkan kematian ikan? Jelaskan!
28
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
6. Wacana 7
Hati-Hati Ikan Laut yang Kita Konsumsi Tercemar Merkuri!
Masih banyak masalah pencemaran air yang terjadi ini salah satunya pencemaran laut.
Air laut yang tercemar limbah sangat membahayakan ekosistem laut di dalamnya. Salah
satu bahan pecemar yang banyak ditemukan di perairan laut yaitu merkuri. Merkuri
(Hg) merupakan salah satu jenis logam berat yang memiki efek toksik paling berbahaya.
Di dalam air, merkuri berubah menjadi senyawa metyl merkuri. Senyawa tersebut
kemudian akan berikatan dengan protein yang ada pada otot ikan. Jika manusia
mengkonsumsi ikan yang tercemar merkuri dengan kadar tinggi maka dapat berbahaya
bagi tubuh hinga menyebabkan kerusakan sel. Munculnya merkuri pada perairan laut
karena hasil aktivitas manusia seperti pembakaran pertaian, limbah pabrik, limbah
rumah tangga dan yang paling banyak kasusnya di Indonesia adalah karena kegiatan
pertambangan. Limbah tersebut akan mengalir melalui sungai atau aliran air lainnya
yang kemudian akan bermuara di laut. Oleh karena itu, konsentrasi merkuri biasanya
lebih tinggi ditemukan pada biota perairan daripada hewan darat. Berikut ini adalah
grafik kadar merkuri pada berbagai spesies ikan.
Berdasarkan grafik di atas, jenis ikan apa yang memiliki kadar merkuri paling tinggi
dibandingkan jenis ikan-ikan lainnya? Jelaskan!
8.Wacana 8
Manfaat Pelepah Pisang Untuk Penambah Unsur Hara Tanaman
Nitrogen merupakan salah satu unsur hara yang penting bagi keberlangsungan hidup
suatu tanaman. Ketersediaan unsur hara di dalam tanah dipengaruhi oleh bahan organik
yang dapat memperbaiki sifat fisik tanah dengan cara membuat tanah menjadi subur.
Bahan organik yang banyak ditemukan di sekitar kita salah satunya yaitu batang pisang.
Jika bahan organik tersebut dijadikan kompos, kemungkinan akan didapatkan hasil
kompos yang baik. Karena itu Rudy ingin mencoba untuk memanfaatkan kompos untuk
diaplikasikan pada lahan pertaniannya untuk mengurangi pemakaian pupuk buatan dan
obat-obatan. Berdasarkan jurnal yang Rudy baca, pupuk kompos dapat dibuat dengan
mengunakan bantuan Bioaktivator EM4 agar dihasilkan kompos dengan unsur nitrogen
yang baik.
29
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
Berdasarkan datadai atas, Berapa ml Bioaktivator EM4 yang diperlukan dan berapa lama
waktu pengomposan yang harus dilakukan Rudy untuk mendapatkan kompos dengan
kadar nitrogen tinggi? Jelaskan!
9. Wacana 9
Indonesia menghasilkan 68,5 juta ton sampah pada tahun 2021 dengan penyumbang
sampah terbesar yakni berasal dari rumah tangga sebanyak 37,3 persen. Hal ini
diperparah dengan adanya trend belanja online yang menyebabkan meningkatnya
sampah plastik. Upaya apa yang dapat dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk
menanggulangi permasalahan tersebut? Kemukakan minimal 3 alternatif cara
menanggulangi permasalahan tersebut!
10. Wacana 10
Limbah Medis Ancam Krisis Iklim
Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi beberapa tahun terakhir ini sangat berdampak
bagi kehidupan manusia salah satunya dari segi kesehatan. Sisa-Sisa pembuangan alat
medis yang digunakan pun mengalami peningkatan dan menjadi persoalan baru dalam
pencemaran lingkungan. Seperti masker, jarum suntk, sarung tangan, lateks, APD obat-
obatan dan lainnya. Limbah tersebut jika dibakar tidak sesuai dengan prosedurnya maka
akan menghasilkan gas beracun dan limbah cair jika dibuang secara sembarangan akan
mencemari perairan. Dalam hal ini penggunaan teknologi diperlukan untuk mengatasi
limbah berbahaya tersebut. Upaya apa yang dapat dilakukan untuk menanggulangi
masalah tersebut? Sertakan alasannya!.
30
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
DAFTAR PUSTAKA
https://akurat.co/studi-perubahan-iklim-ungkap-bukti-pemanasan-global-terjadi-setiap-
hari-sejak-2012
https://Bencana Limbah Medis dan Ancaman Krisis Iklim", https://tirto.id/gj1Q.
https://crossmedial.net/elektronik/sejarah-pemanas-air-tenaga-surya-solar-water-heater/
https://lampung.suara.com/read /2021/12/12/085258/kreatif-warga-bandar lampung-
ubah-limbah-jelantah-jadi-sabun.
https://voi.id/berita/117836/musuh-besar-masalah-lingkungan-masih-soal-kebakaran-l
ahan-dan-hutan
https://hewanpedia.com/memahami-hutan-cagar-alam-suaka-margasatwa/
https://intisari.grid.id/read/0332305/11-fakta-mencengangkan-mengenai-e-waste
https://kumparan.com/karjaid/inovasi-ramah-lingkungan-daur-ulang-sampah-plastik-
menjadi-tas-dan-dompet-1tmapT7nPqV
https://kumparan.com/berita-hari-ini/macam-macam-limbah-padat-dan-upaya-
menanggulanginya-1uxK3a5O5de
https:/nationalgeographic.grid.id/read/131850689/satelit-luar-angkasa-ungkap-tingkat-
polusi-udara
https://ragamutu.com/2021/06/29/training-awareness-limbah-b3/
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-60034540
https://www.beritasatu.com/nasional/633057/tanaman-hiperakumulator-solusi-bersihkan-
pencemaran-lahan
https://www.kominfo.go.id/content/detail/5180/melestarikan-alam-melestarikan-masa-
depan/0/infografis
https://www.kompasiana.com/helbajahariperanginangin2846/601ffeb08ede482a885b200
2/banyak-belum-tau-pelepah-pisang-dimanfaatkan-sebagai-kompos-untuk-
penambah-unsur-hara-tanaman.
31
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/16/180000569/pencemaran-tanah-
dampak-dan-solusi?page=all
https://www.kompasiana.com/febbenadiaol/5579a5f404b0bd2e668b456a/makan-
spageti-pake-soda-cara-unik-edukasi-sampah
https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/31/182027169/limbah-organik-limbah-
yang-berasal-dari-makhluk-hidup?page=all
ttps://www.liputan6.com/regional/read/4128758/nasib-sungai-musi-air-kehidupan-yang-
terkepung-pencemaran-parah
https://www.menlhk.go.id/site/single_post/2640/peraturan-menteri-lingkungan-hidup-
dan-kehutanan-republik-indonesia-no-79-menlhk-setjen-kum-1-10-2019
https://www.menlhk.go.id/site/single_post/2640/peraturan-menteri-lingkungan-hidup-
dan-kehutanan-republik-indonesia-no-79-menlhk-setjen-kum-1-10-2019
https://www.republika.co.id/berita/q7asd0318/konsep-pelestarian-alam-menurut-islam
http://www.saka.co.id/news-detail/limbah-cair-industri-tekstil
Campbell, N.A & J.B Reece. (2008). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta : Erlangga.
D.A. Pratiwi, Suharno, Sri Maryati & Bambang S. (2013). Biologi SMA Kelas X Kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Jakarta : Erlangga
Hanum, E.l. Purwaningsih, W., Atikah, T., Herlina, I., Yani,R., & Peniasiani, D. (2009). Biologi 2.
Huda, A.M., & Rahardjanto, A. (2008). Etika Lingkungan (Teori dan Praktik Pembelajarannya).
Vol.1. UMM Press.
Huda, Khoirul. (2020). Perubahan Lingkungan Mapel Biologi. Kementerian Pendidikan dan
kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah Direktorat Sekolah Menengah Atas.
Irmaningtiyas. (2013). Biologi Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Jayanti, Ummi Nur Afinni Dwi. (2020). Perubahan Lingkungan : Modul Inkuiri Berbasis Potensi
dan Kearifan Lokal. Malang : CV. Multimedia Edukasi.
31
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
GLOSARIUM
A Usaha-usaha terorganisir untuk membawa perubahan-perubahan
secara sistematis dalam menyikapi suatu kebijakan
Advokasi mengenai atau terdiri atas benda selain manusia, tumbuhan, dan
Anorganik hewan; mengenai benda tidak hidup
Antropogenik sumber pencemaran yang tidak alami timbul karena ada pengaruh
Atmosfer atau campur tangan manusia atau aktifitas manusia.
lapisan gas yang melingkupi bumi dari permukaannya sampai jauh di
B luar angkasa
Biodegradable limbah yang dapat diuraikan
Biogeokimia
Bioremediasi perpindahan unsur-unsur kimia melalui makhluk hidup dan lingkungan
abiotik
D penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan
Degradasi kemunduran, kemerosotan, penurunan, dan lain sebagainya
32
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
GLOSARIUM
Dekomposer organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari
organisme mati.
E
sisa hasil pembakaran bahan bakar dalam mesin atau kendaraan
Emisi pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrien berlebih ke
Eutrofikasi dalam ekosistem perairan
sampah atau limbah yang berasal dari peralatan elektronik
E-waste
upaya penggunaan tanaman dan bagian-bagiannya untuk
F dekontaminasi limbah dan masalah-masalah pencemaran lingkungan
baik secara ex-situ menggunakan kolam buatan atau reaktor maupun
Fitoremediasi in-situ (langsung pada tempatnya)
H tanaman yang dapat menyerap logam berat sekitar 1% dari berat
keringnya
Hiperakumulator
wadah pembakaran sampah
I
Iniserator
33
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
GLOSARIUM
K bahan yang menyebabkan pengikisan
Korosif makhluk hidup sederhana yang terbentuk dari satu atau beberapa sel
yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, berupa tumbuhan atau
M hewan yang biasanya hidup secara parasit atau saprofit, misalnya
bakteri, kapang, ameba
Mikroorganisme
Mikroplastik adalah hasil penguraian plastik yang ukurannya tidak lebih dari 5 mm
N limbah yang tidak dapat diuraikan secara alamiah oleh dekomposer
Nonbiodegradable berkaitan dg zat yang berasal dari makhluk hidup (hewan atau
tumbuhan, seperti minyak dan batu bara.
O segala jenis makhluk hidup (tumbuhan, hewan, dan sebagainya);
susunan yang bersistem dari berbagai bagian jasad hidup untuk suatu
Organik tujuan tertentu
Organisme
34
PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA/MA KELAS X
GLOSARIUM
R berkenaan atau menunjukkan radioaktivitas
Radioaktif penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul);
Reboisasi penghutanan kembali.
Recycle
Reduce mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk
Reuse baru yang bermanfaat.
S mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah
Sedimentasi menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk
fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya.
Sengkedan
pengendapan atau hal mengendapkan benda padat karena pengaruh
gaya berat
sengkedan atau terasering merupakan metode konservasi dengan
membuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang
lereng, menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah
aliran permukaan, serta memperbesar peluang penyerapan air oleh
tanah.
35
E-MODUL PERUBAHAN LINGKUNGAN
BERBASIS SOCIO-SIENTIFIC ISSUES
BIODATA PENULIS
Dania Eka Putri lahir di Bandar Lampung 25 November 1999,
anak pertama dari tiga bersaudara dan merupakan anak dari
bapak Ilman Yasir dan ibu Kesuma Wati. Penulis mengawali
pendidikan di TK Al-Azhar 16 Bandar Lampung, SMP Negeri 22
Bandar Lampung, SMA Negeri 16 Bandar Lampung kemudian
melanjutkan pendidikan di UIN Raden Intan Lampung dengan
mengambil jurusan Pendidikan Biologi.
Penulis berharap dengan dibuatnya e-modul ini dapat
menjadi alternatif sumber belajar yang efisien digunakan
kapanpun dan dimanapun. Modul ini dikhususkan untuk kelas X
SMA/MA pada materi Perubahan Lingkungan. Modul ini juga
menggunakan pendekatan Socio-Scientific Issues dimana
proses pembelajaran mengangkat isu-isu sains yang ada di
lingkungan sekitar dengan harapan dapat meningkatkan literasi
sains peserta didik.
Kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk membangunkan
kualitas produk. Untuk itu dapat menghubungi via email
[email protected]. Terima Kasih.