The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bulletin InfoASOHI edisi Februari 2025 No. 274

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by gita.pustaka, 2025-02-25 01:48:31

Bulletin InfoASOHI edisi Februari 2025 No. 274

Bulletin InfoASOHI edisi Februari 2025 No. 274

BERITA PERKEMBANGAN DUNIA OBAT HEWAN 4 4 www.asohi.org Informasi dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia SURAKARTA, Selasa 21 Januari 2025. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelompok Terbatas (DKT) Tahun 2025 di basemen MPP Jenderal Sudirman Jl. Jenderal Sudirman No. 5 Surakarta. Acara dibuka Kepala DPMPTSP Kota Surakarta Dra Andriyani Sasanti MM dan dihadiri 42 peserta yang berasal dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait. Pada kesempatan ini ................ ASOHI JATENG HADIRI DISKUSI KELOMPOK ... 6 GUNUNG SINDUR, Selasa 18 Februari 2025. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) bekerjasama menggelar Bimbingan Teknis Pengujian Mutu Obat Hewan Batch 2 Tahun 2025. Bimtek dilaksanakan selama 3 hari di BBPMSOH yang dibuka pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2025. Pelaksanaan Bimtek diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari perusahaan obat hewan yang bernaung dalam ASOHI. Acara pembukaan Bimtek, di ................. BIMBINGAN TEKNIS PENGUJIAN MUTU ..... 3 BOGOR, Senin 17 Februari 2025. Bertempat di Swiss Bell Hotel, ASOHI menggelar Rapat Pleno yang diikuti oleh segenap pengurus ASOHI Pusat. Mereka diantaranya Ketua Umum Drh Irawati Fari, Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora, Bendahara Umum Hj Henny R Karim SE, MBA, Wakil Bendahara Abdul Aziz SE, Wakil Ketua 1 Ir Teddy Candinegara, Wakil Waka 1 & Ketua Bidang Organisasi Drh Almasdi Rahman, Ketua Sub Bidang Produsen Drh Sugiyono, Ketua Sub Bidang Distributor & DAPP Drh Arista Novi Sandra, Wakil Ketua 2 Drh Andi Wijanarko, Wakil Waka 2 & Ketua Bidang Antar Lembaga Drh Harris Priyadi, Anggota Sub Bidang Antar Lembaga khusus AMR Drh Rachmat Ayu Dewi Haryati, Ketua Sub Bidang Pemerintahan Drh Sri Murwati, Anggota Sub Bidang Pemerintahan Drh Citra Ayu Amalia, Anggota Sub Bidang Non Pemerintahan Drh Shinta Rizanti Binol, ............ ASOHI PUSAT GELAR RAPAT PLENO 2 FEBRUARI 2025 Edisi - 274 Terbit Bulanan


2 Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 INF AS HI Daerah; dan Memperbanyak kegiatan pembinaan, pelatihan, dan penyampaian informasi yang bermanfaat bagi anggota. Dari Sub Bidang Produsen dilaporkan rencana kegiatan sampai dengan September 2025 diantaranya akan mengadakan Audiensi dengan POH untuk mendiskusikan perihal biaya CPOHB; mengadakan Pelatihan CPOHB yang rencananya akan dihelat di akhir bulan April 2025 atau awal Mei 2025 dengan pelaksana ASOHI Pusat dan ASOHI Jawa Barat; mengadakan Pelatihan SIPT dengan pelaksana kerjasama antara ASOHI Pusat dan dan Asohi Daerah dengan jadwal sbb: Mei (Jatim), Juni (Jateng), Juli (Sumbagut), Agustus (Sumbagsel), September (Sulawesi) Dari Sub Bidang Pemerintah sampai dengan September 2025 dilaporkan akan melakukan kegiatan berkoordinasi dengan Sub Bidang Registrasi untuk mengadakan Pelatihan Registrasi yang khusus untuk Register Perusahaan anggota dan rencananya setelah pelaksanaan Pelatihan PJTOH. Materi pelatihannya Penyusunan Dokumen dan Simulasi/Workshop. Kegiatan lainnya yaitu melakukan koordinasi dengan Sub Bidang Obat Ikan untuk mengadakan Pelatihan Pendaftaran Obat Ikan dan Sosialisasi Peraturan tentang Obat Ikan. Sementara itu untuk Sub Bidang Non Pemerintahan, juga dilaporkan tentang rencana pelaksanaan seminar ”Peran Asohi Terhadap Produksi dan Peredaran Obat Pet Di Indonesia”. Target pesertanya adalah Produsen dan Pengusaha Petshop. Selain itu juga akan mengagendakan Seminar/Forum Grup Discussion (FGD) Perunggasan berkolaborasi dengan ADHPI dan PINSAR dengan target peserta anggota ASOHI, drh Perunggasan, Peternak Unggas. Juga Seminar/FGD dengan tema Pengendalian PMK berkolaborasi dengan IDHSI, Paveti, HPDKI, Gapuspindo dengan target peserta anggota ASOHI, drh ruminansia, paramedis veteriner, peternak sapi, domba, dan kambing. Dari Sub Bidang Hubungan Luar Negeri dilaporkan proses ekspor produk dari indonesia terkendala proses registrasi di negara tujuan. Negara-negara tertentu sudah mengadopsi sistem PIC’s dan cGMP (Asia Tenggara, Taiwan, dll) dengan mengeluarkan Special Export Permit untuk tujuan ekspor. Untuk itu rencana kegiatan sampai dengan bulan September 2025 pengurus akan mendorong secara aktif agar pemerintah segera meratifikasi keberterimaan sistem GMP dengan mengikuti standar PIC’s untuk negara-negara di Asia. ASOHI juga akan berkomunikasi aktif dengan atase perdagangan di negaranegara yang punya potensi ekspor produk kesehatan hewan. Mengawal percepatan proses registrasi untuk tujuan ekspor. Terakhir laporan dari Tim AMR yang akan menghadiri RAN AMR yang diselenggarakan oleh Kemenko FAO. (WK) BOGOR, Senin 17 Februari 2025. Bertempat di Swiss Bell Hotel, ASOHI menggelar Rapat Pleno yang diikuti oleh segenap pengurus ASOHI Pusat. Mereka diantaranya Ketua Umum Drh Irawati Fari, Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora, Bendahara Umum Hj Henny R Karim SE, MBA, Wakil Bendahara Abdul Aziz SE, Wakil Ketua 1 Ir Teddy Candinegara, Wakil Waka 1 & Ketua Bidang Organisasi Drh Almasdi Rahman, Ketua Sub Bidang Produsen Drh Sugiyono, Ketua Sub Bidang Distributor & DAPP Drh Arista Novi Sandra, Wakil Ketua 2 Drh Andi Wijanarko, Wakil Waka 2 & Ketua Bidang Antar Lembaga Drh Harris Priyadi, Anggota Sub Bidang Antar Lembaga khusus AMR Drh Rachmat Ayu Dewi Haryati, Ketua Sub Bidang Pemerintahan Drh Sri Murwati, Anggota Sub Bidang Pemerintahan Drh Citra Ayu Amalia, Anggota Sub Bidang Non Pemerintahan Drh Shinta Rizanti Binol, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Drh Yusman Friyadi, Anggota Bidang Hubungan Luar Negeri Drh Wilson, dan perwakilan dari PT Gallus Indonesia Utama Direktur Utama Ir Bambang Suharno yang didampingi Marketing Managert Ir Darmamung Siswantoro. Pada kesempatan ini Ketua Umum Drh Irawati Fari mengingatkan kembali amanat Munas VIII ASOHI dan menghimbau pengurus agar pro aktif dalam menjalankan amanat Munas. Semua pengurus harus melanjutkan pelaksanakan semua keputusan MUNAS VIII dan memastikan semua program kerja terlaksana dengan tuntas di September 2025. Irawati menegaskan beberapa program kerja penting diantaranya penertiban dan penguatan Kepengurusan ASOHI Daerah, serta dinamisir Kegiatan ASOHI Daerah; Mengaktifkan kegiatan di ASOHI Daerah; Penertiban iuran anggota ASOHI Daerah; Sebelum pelaksanaan Munas IX diharapkan semua Daerah yang sudah habis masa Kepengurusannya harus sudah melaksanakan Musda; Melengkapi database Pengurus ASOHI ASOHI PUSAT GELAR RAPAT PLENO INF AS HI BERITA PERKEMBANGAN DUNIA OBAT HEWAN 4 4 www.asohi.org Informasi dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia MAKASSAR, Sabtu 14 September 2024. Bertempat di Hotel MaxOne Makassar Sulawesi Selatan telah dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) ASOHI Sulawesi Selatan dengan tema “Berkembang Bersama ASOHI Sulawesi Selatan”. Seperti diketahui sebelumnya, Kepengurusan ASOHI Daerah Sulawesi Selatan seharusnya berakhir pada Bulan Januari 2024, dan karena sesuatu hal terpaksa ditunda pelaksanaan Musda nya, sesuai SK Ketua Umum ASOHI No. Kp. 001/I/ASOHI/2024 tentang persetujuan perpanjangan Kepengurusan ASOHI Daerah .............. MUSDA ASOHI SULSEL HASILKAN ............. 7 JAKARTA, Senin 9 September 2024. Bertempat di Gedung C Lt. 6, pengurus ASOHI Pusat melakukan audiensi dengan Direktur Kesehatan Hewan yang baru saja dilantik Drh Imron Suandy MVPH, menggantikan Dr Drh Nuryani Zainuddin MSi. Pada kesempatan ini ASOHI dipimpin oleh Ketua Umum Drh Irawati Fari yang didampingi oleh Wakil Ketua 1 Ir Teddy Candinegara, Wakil Ketua 2 Drh Andi Wijanarko dan Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora. Sementara Dirkeswan Imron Suandy didampingi oleh ................... ASOHI GELAR AUDIENSI DENGAN ... 3 JAKARTA, Kamis 5 September 2024. Bertempat di Kantor ASOHI Jagakarsa, Pengurus ASOHI Pusat menerima kedatangan Pengurus ASOHI Daerah Jawa Barat. Dari pengurus ASOHI Pusat dihadiri oleh Ketua Umum Drh Irawati Fari, Wakil Ketua 1 Ir Teddy Candinegara, Wakil Ketua 2 Drh Andi Wijanarko, Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora, Bendahara Umum Hj Henny R Karim, Wakil 1 Bendahara Umum Imam Tri Wibowo, SE. MBA, dan Ketua Bidang Organisasi Drh Almasdi Rahman. Sementara itu Pengurus ASOHI Daerah Jawa Barat dihadiri oleh Ketua ASOHI Daerah Jabar Drh Nurvidia .............. ASOHI PUSAT TERIMA KUNJUNGAN PENGURUS ASOHI DAERAH JAWA BARAT 3 SEPTEMBER 2024 Edisi - 269 Terbit Bulanan BERITA PERKEMBANGAN DUNIA OBAT HEWAN 4 4 www.asohi.org Informasi dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia JAKARTA, Selasa 22 Oktober 2024. Bertempat di Menara 165, ASOHI menggelar seminar antimicrobial resistance (AMR) dengan tema “Rencana Kebijakan Pemerintah Terkait Penggunaan Antimikroba di Industri Peternakan”. “Hari ini kita dapat berkumpul mengikut seminar Rencana Kebijakan Pemerintah Terkait Penggunaan Antimikroba di Industri Peternakan. Kita lihat obat hewan terutama antimikroba cukup banyak digunakan di peternakan terkait hasil produksi ternak untuk ............................. ASOHI SELENGGARAKAN ... 5 JAKARTA, Jumat 11 Oktober 2024. Bertempat di Kantor ASOHI Jagakarsa, telah dilaksanakan pertemuan ASOHI dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Perwakilan dari peneliti Pusat Riset Veteriner BRIN dihadiri oleh Dr. drh. Agus Wiyono dan Dr. drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc. Sementara perwakilan dari ASOHI yang hadir diantaranya Wakil Ketua 2 Drh Andi Wijanarko, Anggota Sub Bidang Importir Drh Hasti Retno Kuswardani, dan Anggota Sub Bidang Non Pemerintahan ..................... ASOHI TERIMA KUNJUNGAN BRIN 3 BOGOR, 17 Oktober 2024. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) sukses menyelenggarakan “Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengujian Mutu Obat Hewan Tahun 2024” pada tanggal 15-17 Oktober 2024. Acara ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi teknis di bidang pengujian mutu obat hewan, baik dari segi teori maupun praktik. Acara pembukaan berlangsung pada Selasa, 15 Oktober 2024 di Ruang Seminar BBPMSOH dengan .............................. ASOHI & BBPMSOH GELAR BIMTEK PENGUJIAN MUTU OBAT HEWAN BATCH 1 3 OKTOBER 2024 Edisi - 270 Terbit Bulanan BERITA PERKEMBANGAN DUNIA OBAT HEWAN 4 4 www.asohi.org Informasi dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia SOLO, Selasa 12 November 2024. Bertempat di Hotel Megaland-Solo telah dilaksanakan acara Musda dan Pelantikan Pengurus ASOHI Daerah Jawa Tengah Periode 2024-2028. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum ASOHI diwakili oleh Wakil Ketua 2 Drh Andi Wijanarko mewakili Badan Pengurus ASOHI Pusat. Dalam sambutannya mewakili Ketua Umum, Drh Andi Wijanarko mengatakan bahwa Susunan Pengurus ASOHI Daerah Jawa Tengah periode ........ MUSDA ASOHI DAERAH JAWA TENGAH, ... 8 JAKARTA, Senin 18 November 2024. Bertempat di Kantor Sekretariat ASOHI Jagakarsa telah diselenggarakan Rapat Badan Pengawas ASOHI (BPA) dan Pengurus Inti ASOHI. Acara Rapat BPA kali ini merupakan yang ke-13 pada periode kepengurusan 2021-2025, dilakukan secara hybrid luring dan daring melalui fasilitas zoom meeting. Rapat dihadiri secara langsung oleh Ketua merangkap Anggota BPA Bapak Gani Harijanto, Sekretaris merangkap Anggota BPA Ir. Bambang Suharno, Anggota Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA, Drh. Gowinda Sibit, ............................... RAPAT BPA, 11 BULAN MENUJU MUNAS ASOHI 6 JAKARTA, Rabu 13 November 2024. Bertempat di Gedung C Lt. 6, pengurus ASOHI Pusat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Peternakan Dr. drh. Agung Suganda, M.Si. yang pada kesempatan itu didampingi Direktur Kesehatan Hewan Drh Imron Suandy, MVPH dan Kasie Peredaran Obat Hewan Drh Mario Lintang Pratama. Pada kesempatan ini ASOHI dipimpin oleh Ketua Umum Drh Irawati Fari yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora, Wakil Waka 1 dan Ketua Bidang Organisasi Drh Almasdi Rahman dan Wakil Waka 2 dan Ketua ........ AUDIENSI ASOHI DENGAN DIRJEN PKH AGUNG SUGANDA 3 NOVEMBER 2024 Edisi - 271 Terbit Bulanan Susunan Redaksi : l Pelindung : Ketua Umum ASOHI. l Penasehat : Sekjend ASOHI Drh Forlin Tinora Sekretaris BPA Ir Bambang Suharno. l Pemimpin Umum : Ir Darmanung Siswantoro l Pemimpin Redaksi : Wawan Kurniawan, SPt. l Staf Redaksi : Eka Safitri. l Desain Grafis : Aris Prasetyo. l Penerbit : ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA (ASOHI) Alamat Redaksi : Sekretariat Gedung ASOHI Golden Office Durian, Jl. Durian No. 44C Kel. Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12620. Telp. 021-72741508 WA. 0811-1642-812 Email: [email protected] Web: www.asohi.org Foto bersama para pengurus ASOHI Pusat usai Rapat Pleno di Swiss Bell Hotel Bogor, Senin (17/2). DERAP PUSAT


3 INF AS HI Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 DERAP PUSAT JAKARTA, Kamis 6 Februari 2025. Badan Karantina Indonesia (Barantin) bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menggelar seminar bertajuk “The Importance Biosecurity Implementation” di Hotel Mercure, Jakarta. Hadir dalam kesempatan ini pengurus ASOHI Pusat memenuhi undangan diantaranya Ketua Sub Bidang Importir Drh Hasti Retno Kuswardani dan Ketua Sub Bidang Pemerintahan Drh Sri Murwati. Dalam agenda acara seminar tersebut juga diumumkan penyelesaian proyek Technical Cooperation Programme (TCP) Support for Improving Biosecurity System (TCP/INS/3906) yang ditandatangani dalam Project Document pada 22 Mei 2023. Program kerjasama antara Barantin dengan FAO ini bertujuan untuk memperkuat sistem biosekuriti nasional. Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr Sahat M Panggabean saat membuka acara menyoroti kebutuhan mendesak untuk penguatan langkah-langkah biosekuriti dalam upaya mengatasi ancaman yang ditimbulkan hama dan penyakit. Sahat juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan FAO serta menekankan pentingnya kolaborasi sektor ini. Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, memuji penyelesaian proyek ini yang merupakan capaian penting dalam upaya Indonesia untuk memperkuat kerangka biosekuriti. Deputi Bidang Karantina Hewan, Badan Karantina Indonesia, Drh Sriyanto MSi PhD menjabarkan secara umum hasil yang telah dicapai dalam TCP. “Tersusunnya Panduan Dekontaminasi yang mencakup panduan dekontaminasi terhadap personel, hewan, IKH, alat angkut darat, serta peralatan kandang hewan dan telah dilaksanakan TOT pada pejabat karantina dari 38 UPT Karantina di seluruh Indonesia,” ujar Sriyanto. Ditambahkan Sriyanto, hasil berikutnya yaitu telah disusun Policy Brief Sistem Ketertelusuran untuk hewan, produk hewan, serta koordinasi strategis dalam rangka importasi pakan ternak dan penguatan biosekuriti pada perdagangan online. Penguatan kapasitas laboratorium melalui harmonisasi pengujian untuk Bovine Viral Diarrhea dan Foot and Mouth Disease kepada penanggung jawab laboratorium di 38 UPT Karantina. Serta peningkatan public awareness biosekuriti melalui penyusunan materi/bahan sosialisasi dan pelaksanaan seminar biosekuriti. Para pembicara yang dihadirkan diantaranya Prof Drh Wiku Bakti Bawono Adisasmito MSc PhD dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof Dr Drh I Wayan Teguh Wibawan MS dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, dan Zulfriandi SE Ak MM dari Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas. Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Dr Drh Wisnu Wasisa Putra MP, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian. (INF) ASOHI HADIRI SEMINAR BIOSEKURITI NASIONAL BADAN KARANTINA INDONESIA BIMBINGAN TEKNIS PENGUJIAN MUTU OBAT HEWAN (BATCH 2) Foto bersama pengurus ASOHI Pusat Bidang 2. Foto bersama seluruh pembicara dan tamu undangan seminar biosekuriti Badan Karantina Indonesia. GUNUNG SINDUR, Selasa 18 Februari 2025. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) bekerjasama menggelar Bimbingan Teknis Pengujian Mutu Obat Hewan Batch 2 Tahun 2025. Bimtek dilaksanakan selama 3 hari di BBPMSOH yang dibuka pada hari Selasa tanggal 18 Februari 2025. Pelaksanaan Bimtek diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari perusahaan obat hewan yang bernaung dalam ASOHI. Acara pembukaan Bimtek, dihadiri oleh Kepala BBPMSOH dan Ketua ASOHI dan seluruh peserta di Ruang Seminar BBPMSOH. Dalam arahan dan sambutannya Kepala BBPMSOH Hasan Abdullah Sanyata menyampaikan bahwa produk obat hewan yang berkualitas yang terjamin mutu dan keamanannya akan banyak diserap oleh pasar. Obat hewan yang berkualitas akan mampu meningkatkan kualitas produk asal hewan yang juga akan menjadi prioritas dalam mendukung program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tahun sebelumnya meskipun ditengah efisiensi anggaran, permohonan pengujian obat hewan terus meningkat dari target yang ditentukan sebelumnya. Sejalan dengan itu Ketua ASOHI Irawati Fari menyebutkan bahwa kegiatan bimtek ini sebagai bentuk kerjasama antara ASOHI dengan BBPMSOH sekaligus sebagai pembinaan bagi perusahaan anggota ASOHI. Menurut Irawati setiap tahun jumlah perusahaan obat hewan terus bertambah yang sebelumnya berjumlah 116 perusahaan sekarang sudah ada 119 perusahaan. Bimtek dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan bagi para peserta yang sebagian besar berasal dari para QA dan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) di perusahaan masing masing. Dari pelaksanaan Bimtek selama 3 hari kedepan diharapkan para peserta mendapatkan ilmu dan wawasan serta keterampilan yang sangat penting bagi kemajuan peningkatan produksi obat hewan yang berkualitas. “Indonesia sebagai negara muslim, mempunyai tantangan dan prospek yang sangat tinggi bagi para produsen obat hewan untuk dapat memproduksi obat hewan yang berkualitas baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujar Irawati. (WK)


4 Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 INF AS HI DERAP PUSAT ASOHI GELAR PELATIHAN KARAKTER DISELA RAPAT PLENO BOGOR, Senin 17 Februari 2025. Bertempat di Swiss Bell Hotel, ASOHI menggelar Rapat Pleno yang diikuti oleh segenap pengurus ASOHI Pusat. Rapat Pleno ini selain diisi dengan Pengarahan dan Pemaparan Program Kerja tahun 2025 dari masing-masing Bidang, juga dilakukan Pelatihan untuk Pengurus ASOHI Pusat, khususnya untuk pengurus-pengurus muda. Seperti misalnya yang disampaikan oleh Ir Bambang Suharno, Sekretaris Badan Pengawas ASOHI (BPA) yang menyampaikan tentang sejarah berdirinya ASOHI. Tujuannya agar pengurus-pengurus yang yunior mengetahui sejarah berdirinya. Di sesi selanjutnya juga dilakukan Training dengan tema “Membangun Etika Kepemimpinan Hakiki” yang disampaikan oleh Guru Sozuaon P Simbolon, ST., MT., M.Th. Guru Sozuaon adalah seorang tokoh yang dikenal terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia dikenal sebagai seorang pendidik yang memiliki visi dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berkualitas, dengan pendekatan yang memadukan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual. “Manfaat seminar ini akan memperlengkapi para peserta dengan pengetahuan serta keterampilan mendalam untuk membangun kompentensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi seseorang pemimpin yang semakin profesional di bidangnya,” ujar Guru Sozuaon. Ia menjabarkan diantaranya melalui beberapa langkah yaitu: Membangun kepemimpinan yang beretika melalui pikiran, hati dan Tindakan di dalam organisasi ASOHI; Memiliki disiplin diri dalam menjalankan koordinasi dan komitmen tinggi untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan di ASOHI; Membangun kepemimpinan untuk menjadi motor penggerak di dalam organisasi dengan berlandaskan kepada pelayanan yang sepenuh hati dan memberikan hasil kinerja yang optimal di ASOHI, melalui melalui: Servant Heart, Servant Head dan Servant Hand; dan Menumbuhkan rasa memiliki yang tinggi sebagai pemimpin di dalam organisasi ASOHI dan fokus dalam memberikan solusi di ASOHI. (WK) Foto bersama Pengurus ASOHI Pusat bersama Guru Sozuaon P Simbolon, ST., MT., M.Th di akhir Rapat Pleno ASOHI. ANNUAL MEETING PT GALLUS: OPTIMALISASI SUMBER DAYA DAN SUKSES DI ERA DIGITAL JAKARTA, Selasa 21 Januari 2025. Bertempat di Gedung ASOHI Jagakarsa, Annual Meeting PT Gallus Indonesia Utama diselenggarakan dengan mengambil tema “Optimalisasi Sumber Daya Menuju Sukses di Era Digital”. Direktur Utama PT Gallus, Ir Bambang Suharno, mengawali acara dengan membahas situasi bisnis di 2024, dimana kondisi ekonomi peternakan yang belum membaik dan cenderung stagnan menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menapaki bisnis. “Namun alhamdulillah kita masih bisa mendapat beberapa partner baru dan mencapai hasil yang baik. Kita bersyukur dan berterima kasih kepada rekan-rekan yang sudah berusaha dengan maksimal, semoga ke depannya bisa menjadi lebih baik dan lebih sukses di era digital ini, kita persiapkan diri,” ujar Bambang. Oleh karena itu, beberapa strategi pun dipersiapkan untuk menghadapi 2025 yang juga memiliki beragam tantangan dan peluang, di antaranya optimalisasi sumber daya/aset digital, pengembangan sumber daya berbasis digital, hingga mengoptimlisasi integrasi pemasaran dan multi layanan. Pada kesempatan yang sama, Komisaris PT Gallus, Gani Hariyanto, turut menekankan perusahaan untuk bisa mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah diraih. “Kita harus pertahankan kunci keberhasilan kita di tahun kemarin untuk keberhasilan di tahun depan,” katanya. Sementara Ketua Umum ASOHI, Drh Irawati Fari, yang turut hadir juga memberikan pandangan yang sama. “Ke depan memang banyak tantangan, kita harus berusaha melawatinya dengan penuh strategi dan taktik untuk menghadapinya. Lakukan inovasi dan efisiensi dengan output yang tetap efektif melalui ide, kerja keras, serta kreativitas dalam memanfaatkan digitalisasi,” tukasnya. Annual Meeting yang dimulai sejak pagi hari turut menampilkan pemaparan ASSA oleh Manajer Unit Penerbitan, Ir Darmanung Siswantoro, yang menyampaikan kinerja per unit usaha di antaranya Infovet, GitaPustaka, Gita EO, Gita Consultant, Info Akuakultur, dan Cat&Dog. Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Manajer Divisi EO, Consultant, dan Cat&Dog, Maryam Safitri. Acara juga dilengkapi dengan training karyawan yang disampaikan oleh Bambang Suharno, serta Direktur HRD dan Keuangan PT Gallus Drh Rakhmat Nuriyanto. (RBS) Foto bersama Annual Meeting PT Gallus Indonesia Utama.


5 INF AS HI Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 DERAP PUSAT PARTISIPASI ASOHI JATENG DALAM PEMBINAAN DAN PENGAWASAN OBAT HEWAN SURAKARTA, Selasa 21 Januari 2025. Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan inspeksi dan edukasi Pengawasan Obat Hewan Tahun 2025. Pada kesempatan ini Ketua ASOHI Daerah Jawa Tengah M Umar Patah mendampingi anggota ASOHI Jateng dalam agenda inspeksi dan edukasi POH Jateng yang dipimpin Drh Irna Kartikawati Kabid Keswan Provinsi Jawa Tengah. Pendampingan dilakukan oleh Ketua ASOHI Daerah Jawa Tengah kepada anggota yaitu PT SHS International dan Avindo PS. Pengawasan peredaran obat hewan ini dilakukan berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasal 50 ayat 3 yang menyatakan bahwa “Pembuatan, penyediaan, peredaran dan pengujian obat hewan harus dilakukan di bawah pengawasan otoritas veteriner”. Pengawasan Obat Hewan ini juga untuk melaksanakan ketentuan Pasal 25 ayat (2) huruf (c) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2021 Tentang Kajian Lapang dan Pengawasan Obat Hewan. Drh Irna Kartikawati, menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan obat hewan ini bertujuan untuk komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pada pelaku usaha pengecer obat hewan agar menjual obat hewan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, diantaranya terkait administrasi dan perizinan berusaha, ketentuan obat hewan yang terdaftar, pemeriksaan fisik obat hewan serta edukasi terkait resistensi antibiotik. Menurut Umar Patah, rangkuman dari pertemuan POH Provinsi Jateng dengan anggota ASOHI diantaranya adalah dimohon seluruh anggota untuk mengurus ijin usahanya via OSS. Umumnya anggota yang tergabung dalam ASOHI Jateng ada dua yaitu sebagai Depo dan Distributor. Depo lingkup penjualannya hanya 1 Kab/Kota, sementara Distributor lingkup penjualan bisa lebih dari 1 Kab/Kota. “Maka untuk yang perizinannya belum sesuai, dimohon untuk melakukan registrasi ulang,” ujar Umar Patah. (WK) Ketua ASOHI Jateng M Umar Patah mendampingi anggota ASOHI dalam agenda Edukasi Pengawasan Obat Hewan oleh Kabid Keswan, DPKH Provinsi Jawa Tengah. PARTISIPASI ASOHI SUMUT DALAM RAPAT KOORDINASI VAKSINASI PMK TINGKAT PROVINSI Foto pengurus ASOHI Sumut dengan staf Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara. Medan, Kamis 16 Januari 2025. ASOHI Daerah Sumatera Utara menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Ring Vaksinasi PMK di Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara. Kasus PMK di Sumatera Utara tahun 2025 ditemukan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Labuhan Batu (laporan dari Balai Veteriner Medan). Pada kesempatan ini Pengurus ASOHI Sumut diwakili oleh Ketua Ir. Taviv Ritonga yang didampingi Sekretaris dan Ketua Bidang Antar Lembaga. Latar belakang acara ini adalah adanya rencana akan melakukan vaksinasi PMK di area perusahaan penggemukan sapi (radius 3 kilometer dari titik kandang), adapun perusahaan yang akan melaksanakan diantaranya adalah PT Juang Jaya Abdi Alam Cabang Deli Serdang, PT Eldira Fauna Asahan, PT Indofarm Sukses Makmur, PT Lembu Andalas Langkat, dan PT Tandem Makmur Abadi. Rencana keterlibatan ASOHI Daerah Sumatera Utara dalam kegiatan tersebut adalah kolaborasi antara Dinas, ASOHI dan peternak melakukan sosialisasi pentingnya melakukan vaksinasi PMK dan mensupport vitamin, antibiotik dan desinfektan kepada peternak. Kepala Bidang Perlindungan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, drh. Tesra Ananta, mengungkapkan bahwa Sumut telah menerima 16. 300 dosis vaksin PMK pada tahap pertama. “Kami telah menerima sebanyak 16.300 dosis vaksin PMK pada tahap I dan akan mendapatkan tambahan pada tahap selanjutnya,” ujar drh. Tesra. Vaksin PMK secara simbolis diserahkan oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumut Muhammad Zakir Daulay, S.Hut, MM, kepada beberapa kepala dinas kabupaten/ kota. Selanjutnya, vaksin akan didistribusikan ke 22 kabupaten/ kota di Sumatera Utara. (WK)


6 Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 INF AS HI ASOHI JATENG HADIRI DISKUSI KELOMPOK TERBATAS DPMPTSP KOTA SURAKARTA SURAKARTA, Selasa 21 Januari 2025. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelompok Terbatas (DKT) Tahun 2025 di basemen MPP Jenderal Sudirman Jl. Jenderal Sudirman No. 5 Surakarta. Acara dibuka Kepala DPMPTSP Kota Surakarta Dra Andriyani Sasanti MM dan dihadiri 42 peserta yang berasal dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait. Pada kesempatan ini Pengurus ASOHI Daerah Jateng diwakili oleh Drh Adin Nugroho Wisnu Murti – Ketua Bidang Antar Lembaga dan AMR. DKT pada tahun ini mengambil tema “Pemerataan Pembangunan Wilayah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Komunitas untuk Memantapkan Kota Budaya yang Sejahtera.” Dalam sambutannya, Andriyani mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan. DKT ini merupakan momen penting untuk merencanakan langkah-langkah strategis dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik. Andriyani juga menyampaikan capaian kinerja yang dilaksanakan DPMPTSP Kota Surakarta selama tahun 2024, serta rencana kerja pada tahun 2026. Ia berharap melalui forum ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait guna menciptakan sinergi yang optimal dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan daerah. Di akhir acara, juga diserahkan hadiah doorprize bagi peserta DKT. (WK) Para pembicara Diskusi Kelompok Terbatas (DKT) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tahun 2025. Ketua ASOHI Jateng M Umar Patah hadir mewakili Pengurus ASOHI Daerah Jateng. ASOHI JATENG HADIRI DKT DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KOTA SURAKARTA SURAKARTA, Selasa 21 Januari 2025. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelompok Terbatas (DKT) Tahun 2025 di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Jl. Yap Twan Bing (Jagalan) No. 26 Surakarta. Acara dibuka Kepala DKPP Kota Surakarta Ir Eko Isbandijarso M.Si dan dihadiri puluhan peserta yang berasal dari perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait. Pada kesempatan ini Pengurus ASOHI Daerah Jateng diwakili oleh M Umar Patah selaku Ketua ASOHI Jateng. DKT pada tahun ini mengambil tema pembangunan tahun 2026 “Pemerataan Pembangunan Wilayah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Komunitas untuk Memantapkan Kota Budaya yang Sejahtera.” Dalam sambutannya, Eko Isbandijarso mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan. Menurut Eko, acara DKT ini merupakan sebagai wadah untuk menghasilkan pemahaman bersama, menyusun rencana strategis, dan mencari solusi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “DKT ini merupakan momen penting untuk merencanakan langkah-langkah strategis dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik,” imbuh Eko. Eko juga menyampaikan capaian kinerja yang dilaksanakan DKPP Kota Surakarta selama tahun 2024, serta rencana kerja pada tahun 2026. Prioritas dan sasaran tahun 2026 diantaranya adalah Penguatan ketahanan pangan dengan penyediaan stok pangan sesuai kebutuhan konsumsi, digitalisasi data pangan dan penanganan penduduk rawan pangan; Peningkatan produktivitas pertanian perkotaan guna menunjang ketahanan pangan; dan Peningkatan produktivitas usaha perikanan guna menunjang ketahanan pangan. Selain itu juga Eko menyampaikan Rencana Kerja (Renja) Dispangtan tahun 2026 (Program Urusan) yang mencakup Bidang Pangan, Bidang Pertanian (Peternakan, Keswan/ Kesmavet), dan Bidang Kelautan dan Perikanan. Ia berharap melalui forum ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait guna menciptakan sinergi yang optimal dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan daerah. (WK) DERAP DAERAH


7 INF AS HI Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 DERAP ANGGOTA VAKSINDO DUKUNG KOLABORASI PENANGANAN KESEHATAN HEWAN INDONESIA DAN IRAK JAkarta, Kamis 6 Februari 2025. Untuk memperkuat kerjasama di bidang kesehatan hewan, delegasi dari pemerintah dan perusahaan kesehatan hewan Irak mengunjungi Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pertemuan yang diinisiasi oleh PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo), salah satu anak usaha JAPFA, berlangsung di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, membahas kolaborasi antara kedua negara dalam meningkatkan kesehatan hewan dan pengendalian penyakit zoonosis. Acara tersebut dihadiri oleh Dr Drh Agung Suganda MSi, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan; Drh Imron Suandy MVPH, Direktur Kesehatan Hewan; serta Dr Teguh Yodiantara Prajitno, Head of Animal Health and Livestock Equipment JAPFA (Vaksindo) beserta jajaran. Sementara itu, delegasi Irak diwakili oleh Dr Raaed Nassir Farhan dan Dr Najm Abed Hasan dari Central Lab; Khulood Jabbar Chyad, Wasan Mhawi Godan, Muntadher Mohammed Kareem, dan Muneer Saleem Khalaf dari Veterinary Center; serta Dr Harith Salim Ibrahim, Yazen Harith Salim, dan Hasan Muwafaq Ali dari Techvet Company, Erbil-Irak. Salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), dimana saat ini Irak memerlukan penyediaan vaksin tersebut. Di Indonesia, Vaksindo telah berhasil memitigasi dan memberikan solusi atas wabah PMK yang kembali merebak di Indonesia pada tahun lalu melalui pengembangan dan distribusi vaksin yang efektif. Teguh Prajitno menyampaikan, “Kami telah mengekspor berbagai produk vaksin dan obat-obatan hewan ke lebih dari 20 negara. Berikutnya, Irak akan menjadi mitra strategis dalam kolaborasi untuk meningkatkan kesehatan hewan. Hari ini, kami merumuskan rencana kerjasama yang lebih konkret, termasuk kunjungan lapangan ke fasilitas Vaksindo.” Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk merumuskan rencana kerja yang konkret untuk mengatasi isu kesehatan hewan di Irak. Diharapkan melalui kerjasama ini, hubungan bilateral antara Indonesia dan Irak di bidang peternakan dan kesehatan hewan akan semakin kuat dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. (WK) Dirjen PKH Agung Suganda didampingi Teguh Yodiantara Prajitno (Vaksindo) menerima delegasi pemerintah dan perusahaan kesehatan hewan Irak. EKSPOR PERDANA PT SATWA MEDIKA UTAMA KE PAKISTAN JAkarta, Sabtu 8 Februari 2025. PT Satwa Medika Utama (Sadita) melepas ekspor perdana 2025 ke Pakistan. Produk yang diekspor adalah premix Top Mineral untuk kebutuhan nutrisi ayam, probiotik Biomix untuk kesehatan pencernaan dan produktivitas ayam dan Gizcow untuk memenuhi asupan nutrisi pada sapi yang terjangkit wabah PMK. Kenapa Pakistan? Pakistan dipilih sebagai negara tujuan ekspor karena memenuhi beberapa kriteria yang menjadi standar Sadita. “Pertimbangannya yaitu adanya customer dan mitra dagang yang terpercaya dan loyal serta bersedia bekerjasama untuk jangka panjang. Produk kesehatan hewan yang kami produksi sesuai dengan kebutuhan di Pakistan. Harga dan produk kami mampu bersaing dengan competitor di negara tersebut. Kemudian sistem perbankan dan regulasi di negara tujuan cukup baik dan dapat memberi kenyamanan dalam berbisnis. Tentunya juga keamanan negara tujuan harus terjamin baik. Dan adanya dukungan pemerintah G2G untuk men-support kerjasama bisnis,” kata Drh Ilsan Arvan Nugas MSi, Direktur Utama Sadita. Ada beberapa hal yang memotivasi Sadita untuk mengekspor produknya ke luar negeri. Yaitu untuk menyebar manfaat yang lebih luas melalui produk yang berkualitas, tidak hanya sekedar mengoptimalkan keuntungan materi semata. Meningkatkan rasa percaya diri anak bangsa untuk bisa berkompetisi di pasar global dengan produk hasil kreasi sendiri. Serta membangun komunitas global untuk saling meng-update situasi peternakan, khususnya kesehatan hewan. Tentu proses ekspor sedikit banyak memiliki tantangan tersendiri dibanding dengan memasarkan di dalam negeri. Drh Budi Purnomo, Overseas Marketing Manager Sadita mengatakan, “Kita dituntut mampu menyajikan produk yang tidak saja bisa memenuhi kebutuhan masyarakat berskala global dari sisi standar kualitas. Tapi juga dari sisi harga mengingat ketergantungan bahan baku produk jadi kesehatan hewan yang masih sangat bergantung dari impor.” Ke depannya Sadita memiliki rencana untuk memperluas pasar internasionalnya ke negara-negara lain. Tidak hanya untuk produk dan layanan yang sudah ada tapi juga akan mengembangkan produk dan layanan baru. Kualitas produk dan layanan akan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk memenuhi pasar internasional. (NDV) Sadita melepas ekspor perdananya ke Pakistan


8 Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 INF AS HI JELANG RAMADAN, PEMERINTAH SIAPKAN OPERASI PASAR UNTUK STABILKAN HARGA PANGAN JAKARTA, Senin 17 Februari 2025. Menjelang bulan suci Ramadan, pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di seluruh Indonesia. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar di berbagai daerah guna menekan potensi lonjakan harga pangan. ”Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita harapkan harga bahan pokok stabil, bila perlu harganya lebih rendah daripada tahun sebelumnya,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekaligus selaku Menko Pangan Ad Interim saat memimpin Rapat Koordinasi Ketersediaan Bahan Pokok bersama kementerian, lembaga, dan BUMN Pangan, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan). Mentan Amran mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme operasi pasar, termasuk rencana volume komoditas yang didistribusikan, penentuan harga berbagai komoditas pada operasi pasar, hingga penentuan lokasi pelaksanaan operasi pasar. Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah akan cermat dalam menentukan harga komoditas pada operasi pasar ataupun harga eceran tertinggi (HET) komoditas secara umum yang akan diumumkan pada 19 Februari 2025 nanti. ”Kita ingin di bulan suci Ramadan, semua yang melaksanakan ibadah puasa tersenyum karena harga stabil. Tugas kita sebagai regulator dan pengatur kebijakan, bagaimana produsen dalam hal ini petani dan peternak tersenyum, konsumen bahagia, dan pengusaha tetap untung,” ujarnya. Mentan Amran juga memastikan ketersediaan bahan pokok yang mencukupi jelang Ramadan. ”Beras aman, itu yang paling penting, beras aman karena ini kontribusinya kepada inflasi. Daging, bawang, insya Allah kita aman, stok aman. Intinya stok kita siapkan sekarang, kita sudah pantau, kita sudah rapat koordinasi tadi, stok aman, jumlahnya cukup,” pungkasnya. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menambahkan akan memberikan dukungan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan. Salah satunya, koordinasi dengan Dinas Perdagangan agar kegiatan operasi pasar menjangkau lapisan masyarakat di daerah. (WK) Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya. SERBA-SERBI WAMENTAN SUDARYONO: STOK DAGING UNTUK RAMADHAN DAN LEBARAN AMAN! Jakarta, Rabu 5 Februari 2025. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono memastikan ketersediaan daging sapi dan kerbau menjelang bulan Suci Ramadhan yang akan datang, dalam kondisi aman dan terkendali. Meski demikian, Wamentan Sudaryono mengakui untuk memenuhi kebutuhan daging tersebut, pemerintah berencana akan melakukan importasi terbatas yang akan dikerjakan sebagian besar oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, BUMN memiliki peran penting sebagai alat negara yang bisa diarahkan untuk mendukung kepentingan nasional. Sebagai entitas yang dimiliki oleh negara, BUMN lebih mudah untuk diarahkan sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam rangka menjaga kestabilan harga, pasokan, atau kebijakan strategis lainnya terkait impor barang. “Ya stok ada, kita stok kalau tidak salah ada 18 ribu ton, tapi kan kurang. Makanya ini kita sudah memutuskan untuk hari ini supaya segera bisa lakukan importasi. Impor itu kan sebagian besar dikerjakan oleh BUMN. Kenapa BUMN? Itu adalah alat negara untuk kontrol, dia bisa kita push, bisa kita suruh, bisa kita tekan demi kepentingan rakyat,” ujar Wamentan Sudaryono usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan bersama Menko Pangan, Zulkifli Hasan di Graha Mandiri. Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa lonjakan permintaan pada bulan Ramadhan menjadi alasan utama pemerintah mengambil langkah impor. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik karena pemerintah terus berupaya keras untuk menjaga ketersediaan pasokan daging. “Semua kita kerjakan dan sesuai kebutuhan pasar kita harus optimis sebelum Ramadan kebutuhan daging tersedia. Nanti kita bisa datangkan dari Brazil, atau dari Australia, dan dari manamana yang disetujui,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menjamin bahwa ketersediaan daging akan tercukupi dalam waktu dekat. Ia menyatakan bahwa stok daging yang tersedia diperkirakan mencapai 120 ribu ton hingga Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. “Kita akan siapkan stok 120.000 ton sampai dengan Lebaran. Kami akan atur distribusinya. Dengan upaya pemerintah ini, masyarakat diharapkan dapat menghadapi bulan Ramadhan dan Lebaran dengan kebutuhan pangan yang terjamin, ” ujar Arief. (WK) Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan di Graha Mandiri, Jakarta, Rabu (5/2/2025).


9 INF AS HI Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 SERBA-SERBI KEMENTAN DISTRIBUSIKAN 652 RIBU DOSIS VAKSIN PMK TAHAP 2 KE JAWA TIMUR Surabaya, Selasa 11 Februari 2025. Kementerian Pertanian mendistribusikan 652.300 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pengiriman tahap kedua ini merupakan bagian dari strategi nasional pengendalian PMK yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur. Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa program vaksinasi ini menjadi indikator keberhasilan pengendalian PMK di Indonesia. “Kami memastikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan dan disarankan oleh Kementan RI kita lakukan. Kalau ternak di Jatim itu selesai vaksinasinya maka berdampak ke provinsi lain,” ujarnya. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menekankan pentingnya percepatan vaksinasi serta pelaporan ke Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS). “Saya yakin cakupan vaksinasi di lapangan lebih tinggi dibandingkan data yang tercatat. Selain vaksin dari pusat, ada juga yang berasal dari APBD, CSR, dan vaksinasi mandiri. Kepala dinas dan POV (red: pejabat otoritas veteriner) Kab/Kota harus memastikan semua data vaksinasi terlaporkan ke iSIKHNAS,” kata Agung. Kementan mengalokasikan 1,69 juta dosis vaksin untuk Jawa Timur dalam dua tahap. Pada tahap pertama, telah disalurkan secara bertahap pada Januari–Maret 2025 sebanyak 822 ribu dosis. Sementara itu, tahap kedua yang berlangsung Juli– September 2025 dialokasikan 868 ribu dosis. Dari 165 ribu dosis vaksin yang telah didistribusikan, realisasi vaksinasi telah mencapai 84,2 persen. Namun, angka ini diyakini lebih tinggi jika vaksinasi mandiri dan bantuan perusahaan dapat terdokumentasi dengan baik. Pemprov Jatim juga telah menetapkan status darurat bencana nonalam akibat PMK melalui Keputusan Gubernur Jatim Nomor 31/2025, yang memungkinkan penggunaan dana tanggap darurat untuk pengadaan vaksin. “Keputusan ini menjadi dasar kebijakan penting agar daerah bisa mengakses anggaran tanggap darurat dan memastikan pasokan vaksin mencukupi,” tambah Agung. (WK) Distribusi vaksin tahap kedua ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam melindungi subsektor peternakan. PENGUSAHA VIETNAM SIAP INVESTASI BESAR DI PETERNAKAN SAPI, MENTAN DUKUNG PENUH Mentan Amran Sulaiman menerima kunjungan Madam Thai Huong, Chairman dari TH Group Vietnam, dalam rangka menjajaki peluang investasi di sektor industri susu Indonesia. Jakarta, Kamis 13 Februari 2025. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menerima kunjungan Madam Thai Huong, Chairman dari TH Group Vietnam, dalam rangka menjajaki peluang investasi di sektor industri susu Indonesia. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (13/02) sore di Jakarta ini menjadi langkah awal bagi kerja sama strategis antara TH Group Vietnam dan pihak Indonesia ke depannya. Dalam sambutannya, Mentan Amran menegaskan bahwa Indonesia memiliki kebutuhan susu dan daging sapi yang cukup besar. Saat ini, produksi susu segar dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 20% dari kebutuhan nasional, dengan defisit mencapai 4,9 juta ton. Angka ini semakin meningkat dengan adanya program makan bergizi gratis dari pemerintah baru, yang menambah kebutuhan sebesar 3,6 juta ton susu segar. “Indonesia harus bisa meningkatkan kapasitas produksi susu dan daging sapi, yaitu sekitar 4,9 juta ton untuk susu segar dan 0,83 juta ton untuk daging sapi. Dengan tambahan kebutuhan dari program makan bergizi gratis, kekurangan produksi menjadi 8,5 juta ton untuk susu segar dan 0,88 juta ton untuk daging sapi,” ungkap Mentan Amran. Guna mengatasi tantangan tersebut, pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk mendukung investasi luar negeri di sektor susu, khususnya dengan mitra terpercaya seperti TH Group Vietnam. Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan berbagai insentif kebijakan, mulai dari pembebasan bea impor untuk ternak dan peralatan industri susu, hingga skema pendanaan dengan bunga kompetitif serta asuransi usaha peternakan. Sebagai bentuk fasilitasi, Kementerian Pertanian telah menyiapkan tiga lokasi strategis yang dapat digunakan untuk investasi peternakan susu skala besar, yaitu Wajo-Sidrap, Sulawesi Selatan; Barito Utara-Barito Selatan, Kalimantan Tengah, dan Poso (Lembah Napu), Sulawesi Tengah. Selain penyediaan lahan, pemerintah juga memastikan infrastruktur pendukung seperti akses jalan, listrik, air bersih, serta layanan kesehatan dan pendidikan bagi pekerja di kawasan peternakan. Dengan pertemuan ini, diharapkan kerja sama investasi antara Indonesia dan TH Group Vietnam dapat segera terealisasi, sehingga mampu meningkatkan produksi susu segar dalam negeri dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (WK)


10 Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 INF AS HI DIRJEN PKH KUNJUNGI BBPMSOH DALAM RANGKA PENGUATAN BUDAYA KERJA ASN Bogor, Jumat 31 Januari 2025. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Agung Suganda melakukan kunjungan ke Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Gunungsindur dalam rangka peningkatan dan pembinaan budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di BBPMSOH. Agung bersama Sekretaris Ditjen PKH, Tri Melasari dalam kunjungannya menyampaikan beberapa arahan kepada seluruh pegawai BBPMSOH yang juga didampingi oleh Kepala BBPMSOH Hasan Abdullah Sanyata. Dalam kunjungannya kali ini, Agung menginspeksi laboratorium pengujian mutu obat hewan dan laboratorium Biosafety Level (BSL) 3 yang ada di BBPMSOH. Laboratorium pertama yang didatangi adalah laboratorium Farmasetik dan Premiks, Laboratorium Virologi dan Laboratorium Bakteriologi, selain itu fasilitas pendukung juga turut disidak seperti unit Supply Center, Unit Bioteknologi, Unit Patologi serta laboratorium terkahir yaitu laboratirium BSL 3. Saat berada di Laboratorium Bakteriologi, Agung berkesempatan melakukan simulasi uji serologis ELISA. Agung sangat terkesan dengan prinsip Ringkas, Rapih, Resik, Rawat dan Rajin (5R) yang diterapkan oleh laboratorium BBPMSOH. Arahan beliau untuk BBPMSOH agar para pegawai dapat terus menjaga fasilitas pengujian dengan baik, rutin melakukan perawatan alat-alat pengujian demi menjaga kualitas pengujian obat dan vaksin yang beredar di seluruh Indonesia dan yang terpenting adalah pelayanan prima untuk pelanggan harus diutamakan, baik keramahan petugas, kecepatan pengujian hingga validasi metode uji. Kemudian BBPMSOH bisa juga berkolaborasi dengan pihak swasta agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dengan baik. Selain inspeksi pemeliharaan fasilitas laboratorium, Dirjen turut menekankan dalam situasi penangangan dan pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini BBPMSOH dituntut berperan aktif dalam program vaksinasi di beberapa daerah seperti DKI Jakarta dan Banten. BBPMSOH diharapkan berkolaborasi dengan Pusvetma mengenai vaksin PMK yang saat ini sedang digunakan. Vaksin PMK yang saat ini dipakai untuk program vaksinasi adalah vaksin yang diproduksi oleh Pusvetma, tantangannya adalah apakah tim pengujian bisa menemukan kelemahan produk? Jika ada agar segera dapat disampaikan demi kemajuan bangsa dan negara. Hal ini dapat diraih dengan dukungan nyata pemerintah serta kolaborasi yang diharapkan dapat dijalankan. (WK) Kunjungan Dirjen PKH Agung Suganda ke Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Gunungsindur. KEMENTAN CEPAT RESPON SATU KASUS GEJALA ANTRAKS DI GUNUNG KIDUL Yogyakarta, Selasa 18 februari 2025. Kementerian Pertanian sigap menangani satu kasus antraks yang terjadi di Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates yang merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian melakukan investigasi kasus pada 15 Februari 2025. “Kementerian Pertanian serius menangani setiap kasus penyakit hewan menular yang muncul. Kami telah mengirimkan tim ke lokasi kasus untuk melakukan penelusuran, pengambilan sampel, dan penyuluhan kepada pemilik ternak,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, saat meninjau laboratorium BBVet Wates. Agung menambahkan bahwa tim BBVet Wates juga terus berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Gunung Kidul dan meminta Dinas PKH berkoordinasi lintas sektor dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pemantauan dan cek kesehatan pada pemilik ternak atau yang memiliki riwayat kontak dengan ternak sakit. Sementara itu, Kepala BBVet Wates Hendra Wibawa mengatakan bahwa tim BBVet Wates dan Dinas PKH Kabupaten Gunung Kidul telah melakukan desinfeksi kandang secara menyeluruh pada kandang yang terdampak, untuk memastikan dekontaminasi kuman sehingga potensi penyebaran penyakit dapat dihilangkan. “Ternak-ternak yang masih ada di kandang harus diisolasi, tidak boleh dikeluarkan, dan pembatasan akses keluar masuk, serta kandang terus dijaga biosekuritinya agar ternak tidak terpapar penyakit. Pengobatan antibiotik pada ternak yang sekandang telah dilakukan dan akan dilanjutkan vaksinasi antraks pada ternak tersebut setelah masa kerja/residu antibiotik berakhir. Untuk di luar lokasi kasus, vaksinasi antraks dapat dilakukan secepatnya pada ternak-ternak yang sehat untuk mencegah penularan penyakit”, jelas Hendra. Sampai saat ini, tidak ditemukan penularan kasus pada ternak lain dan juga tidak ditemukan kasus klinis pada manusia. Kementerian Pertanian akan terus melakukan pemantauan dan penanganan kasus antraks ini untuk mencegah penyebaran penyakit dan melindungi kesehatan hewan dan manusia. (WK) Tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates saat melakukan investigasi kasus laporan antraks. SERBA-SERBI


11 INF AS HI Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 Member of Gunakan hanya obat hewan yang sudah punya nomor registrasi Kementerian Pertanian & Kementerian Kelautan dan Perikanan RI KASUS PMK DI BERBAGAI WILAYAH MELANDAI, PEMERINTAH TERUS GENJOT VAKSINASI PMK Jakarta, Selasa 18 Februari 2025. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan terus menggenjot vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebagai langkah strategis pengendalian PMK, Kementerian Pertanian sejak awal tahun sudah menyalurkan 1,4 juta dosis vaksin PMK ke berbagai provinsi untuk mendukung Bulan Vaksinasi PMK Februari 2025. “Distribusi ini menjadi langkah strategis dalam pengendalian PMK agar tidak kembali merebak,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda. Berdasarkan laporan di berbagai daerah, kasus PMK terus menunjukkan penurunan. Sejumlah daerah melaporkan nihil kasus, sementara wilayah lain mencatat angka infeksi yang semakin berkurang. Berdasarkan data yang dimiliki Ditjen PKH, Jumlah kasus PMK yang sempat mencapai 2.412 kasus per minggu pada awal Januari 2025 kini menurun drastis menjadi hanya 182 kasus pada pekan ketiga Februari 2025. “Kita tidak boleh lengah. Pengawasan lalu lintas ternak harus tetap diperketat, dan vaksinasi akan terus kami tingkatkan,” tegas Agung. Provinsi Jawa Timur yang merupakan wilayah endemis, tampak mulai bangkit. Program vaksinasi efektif dalam menekan jumlah kasus. Misalnya, Lamongan, pemerintah daerah menggelar vaksinasi serentak sebagai upaya pencegahan. Di Kota Kediri, vaksinasi masif sejak tahun lalu berhasil menekan angka kasus, dengan target rampung sebelum April 2025. Kabar baik juga datang dari Provinsi Aceh yang telah berhasil mengendalikan PMK. Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengonfirmasi bahwa sudah tidak adanya laporan kejadian baru selama tiga minggu terakhir. Keberhasilan ini tidak lepas dari vaksinasi yang masif dan pengawasan ketat terhadap pergerakan ternak. Tak berbeda jauh, kasus PMK Di Jawa Tengah juga terus menurun. Tetapi pemerintah tetap mengingatkan peternak agar tidak lengah. Di Boyolali, tren kasus menunjukkan penurunan, dengan vaksinasi terus digalakkan untuk memastikan perlindungan ternak. Di Blora, pasar hewan kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup akibat lonjakan kasus. Sementara itu, di Sragen, meskipun kasus menurun, pasar hewan setempat masih belum diizinkan beroperasi. “Peternak harus tetap menjalankan protokol pencegahan,” kata Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Hariyanta Nugraha. (WK) Dirjen PKH, Kementan Agung Suganda. SERBA-SERBI


12 Edisi: 274 - FEBRUARI 2025 INF AS HI Member of www.jurnalpeternakan.com Iklan GitaPustaka.indd 11 07/08/2015 15:17:56 Sekretariat Gedung ASOHI Golden Office Durian, Jl. Durian No. 44C Kel. Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12620. Telp. 021-72741508 WA. 0811-1642-812 Email: [email protected] Web: www.asohi.org Member of Gunakan hanya obat hewan yang sudah punya nomor registrasi Kementan RI & KKP


Click to View FlipBook Version