OHI Jagakarsa, Pengurus ASOHI Pusat yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora menerima kedatangan anggota AAHA (Asian Animal Health Association). Perwakilan dari AAHA yang hadir diantaranya Drh Arik Farzeli (Phibro Indonesia), Drh Ika Rosevita (PT Ceva Animal Health Indonesia), dan Drh Rezi Zahra (PT Zoetis Animal Health Indonesia). Pertemuan membahas tentang permintaan dari Panitia Penilai Obat Hewan (PPOH), Sub-Direktorat Pengawasan Obat Hewan (POH), Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan .......... ASOHI GELAR RAPAT DENGAN AAHA BAHAS ... ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA Terbit Bulanan [email protected] www.asohi.org BERITA PERKEMBANGAN DUNIA OBAT HEWAN Informasi dari dan untuk anggota INF AS HI Asosiasi Obat Hewan Indonesia Edisi: 263 - MARET 2024 3 4 JAKARTA, Kamis 7 Maret 2024. Bertempat di Ruang Rapat Utama I Direktorat Jenderal PKH Gedung C Lantai 6 Kementerian Pertanian telah dilaksanakan Lokakarya Keterlibatan Sektor Swasta Dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba di Indonesia. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Kerjasama dan komitmen Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan-Kementerian Pertanian dan FAO ECTAD Indonesia dalam mengendalikan ancaman resistensi antimikroba di Indonesia. Hadir pada kesempatan ini mewakili ASOHI adalah anggota Dewan Pakar ASOHI Drh Hasbullah PhD. Selain ASOHI .......................................... ASOHI HADIRI LOKAKARYA PENGENDALIAN AMR DI ... ASOHI DAN IPB UNIVERSITY JALIN KERJASAMA ......... BOGOR, Selasa 19 Maret 2024. Bertempat di Gedung Rektorat IPB Ruang LPPM Lantai 5 telah dilaksanakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ASOHI dan IPB University terkait Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Penandatangan MoU ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr yang didampingi Kepala Pusat PSP3 (Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB – Prof Dr Ir Muladno MSA IPU. Sementara dari pihak ASOHI diwakili oleh Ketua Umum Drh Irawati Fari yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora ........ JANGAN KETINGGALAN, SEGERA DAFTARKAN .... JAKARTA, Rabu 20 Maret 2024. Berdasarkan Permentan 15 tahun 2021, perusahaan obat hewan wajib mempunyai PJTOH yang memahami tugasnya dan mengikuti pelatihan di bidangnya. Berdasarkan peraturan tersebut ASOHI yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Subdit Pengawasan Obat Hewan akan mengadakan pelatihan PJTOH yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat pelatihan PJTOH yang bisa digunakan sebagai bukti telah mengikuti pelatihan di bidangnya. Tahun ini ASOHI akan mengadakan Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PPJTOH) Bersertifikat Angkatan XXVI .................. 2 3
2 Edisi: 263 - MARET 2024 INF AS HI Namun berdasarkan PP 26 tahun 2021 Pasal 209 dan 210 disebutkan sebagai berikut, terutama di Poin 2. Kelayakan dokumen dilakukan berdasarkan pertimbangan PPOH dan/ atau KOH. POH mempunyai hak prerogatif untuk melakukan penilaian. Lebih lanjut, proses uji lapang akan diminta jika pemohon belum dapat menyajikan data yang sahih dan/atau yang memberikan kepastian terkait produk yang didaftarkan kepada tim penilai. POH menginfokan Uji Lapang tidak harus dilakukan. Uji lapang dilakukan apabila POH merasa belum ada kepastian dari dokumen-dokumen yang disampaikan. Untuk menjawab hal ini Sekjen ASOHI Drh Forlin Tinora meminta anggota berusaha sendiri dahulu dengan memenuhi permintaan dokumen yang diminta PPOH; dan jika ada kendala anggota bisa bersurat ke ASOHI. “ASOHI akan menjembatani pertemuan dengan PPOH apabila ada beberapa anggota ASOHI yang memiliki masalah yang sama. ASOHI siap mendengar permasalahan AAHA dan akan memberikan support untuk mencari solusi ke pihak pemerintah,” pungkas Forlin menutup diskusi. (WK) JAKARTA, Rabu 28 Februari 2024. Bertempat di Kantor ASOHI Jagakarsa, Pengurus ASOHI Pusat yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora menerima kedatangan anggota AAHA (Asian Animal Health Association). Perwakilan dari AAHA yang hadir diantaranya Drh Arik Farzeli (Phibro Indonesia), Drh Ika Rosevita (PT Ceva Animal Health Indonesia), dan Drh Rezi Zahra (PT Zoetis Animal Health Indonesia). Pertemuan membahas tentang permintaan dari Panitia Penilai Obat Hewan (PPOH), Sub-Direktorat Pengawasan Obat Hewan (POH), Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengenai persyaratan uji lapang (efikasi dan keamanan) untuk produk obat hewan yang akan didaftarkan baru dan atau didaftarkan ulang di Indonesia. Sekjend ASOHI Drh Forlin Tinora menjelaskan dan menggarisbawahi beberapa hal terkait pelaksanaan Uji Lapang. Bahwasanya Uji Lapang mengacu pada Protap tahun 2006, PP 26 tahun 2021 pasal 209-210. Untuk aturan yang terbaru terkait dengan Uji Lapang memang belum ada yang menggantikan Kepdirjen 75_01_04_Protap Uji Lapang Obat Hewan dalam rangka pendaftaran. ASOHI GELAR RAPAT DENGAN AAHA BAHAS UJI LAPANG DERAP PUSAT INF AS HI ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA Terbit Bulanan [email protected] www.asohi.org BERITA PERKEMBANGAN DUNIA OBAT HEWAN Informasi dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia ASOHI PUSAT HARUS LEBIH PROAKTIF... JAKARTA, 27 Oktober 2015. Ketua Umum Drh. Irawati Fari meninjaklanjuti rapat bertajuk,”ASOHI Akan Meningkatkan Hubungan dengan Pemerintah Sebagai Mitra yang Harmonis”. untuk Memperkuat ASOHI Daerah. Irawati menyampaikan, bahwa Pengurus ASOHI Pusat harus membantu atau mendorong ASOHI Daerah untuk lebih proaktif di daerahnya, setelah itu baru membahas program kerja angota ASOHI daerah, Sekretariat akan mengirim surat ke ASOHI daerah untuk mengisi form data base anggotanya...................................... 2 7 36 TAHUN USIA ASOHI JAKARTA, 27 Oktober 2015. Bertempat di Sekretariat ASOHI Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) mengadakan syukuran Hari Ulang Tahun nya yang ke 36. Acara syukuran ini diselenggarakan secara sederhana, dibuka oleh Ketua Umum ASOHI Drh. Irawati Fari dimana dihadiri pula oleh pengurus ASOHI Pusat serta para Pendiri ASOHI dan seluruh staf dan karyawan PT Gallus Indonesia Utama. Dr. Drh. Soehadji, sebagai salah satu pendiri ASOHI dalam sambutannya menceritakan awal mula ASOHI dibentuk. ASOHI didirikan pada tahun 1979 tepatnya di............................................. 6 4 JAKARTA, 18 November 2015. Bertempat di Menara 165 Jl. TB. Simatupang Jakarta-Selatan. ASOHI menyelenggarakan Seminar Nasional Bisnis Peternakan. Seminar dibuka langsung oleh Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Prof. Ir. Muladno, MMA yang didampingi oleh Ketua Umum ASOHI Drh. Irawati Fari, Ketua Dewan Penasehat ASOHI Gani Haryanto dan Ketua Panitia Seminar Drh. Andi Wijanarko................................................................ SEMINAR NASIONAL BISNIS PETERNAKAN... BANDUNG, 9 November 2015. Bertempat di gedung Dinas Peternakan Dan Keswan Jabar, Bandung, Ketua Umum ASOHI Drh. Irawati Fari melantik Pengurus ASOHI Jabar periode 2015-2020 yang di Ketuai oleh Drh. Pranyata Tangguh Waskita. Acara Pelantikan dihadiri oleh beberapa Pengurus ASOHI Nasional, diantaranya Wakil Sekretaris Jenderal, Drh. Forlin Tinora, Bendahara Umum Hj. Henny Rusminah SE, MBA, Ketua Bidang Organisasi, Drh. Gowinda Sibit, Ketua Bidang Peredaran Obat Hewan, Ir. Teddy Candinegara dan Sekretaris Eksekutif, Ir. Bambang Suharno. Pada acara pelantikan ini dihadiri............. PELANTIKAN ASOHI JABAR INF Edisi: 163 - AS HI NOVEMBER 2015 ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA Terbit Bulanan [email protected] www.asohi.org BERITA PERKEMBANGAN DUNIA OBAT HEWAN Informasi dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia KUNJUNGAN JEBSEN JESSEN... JAKARTA, 07 Desember 2015. Bertempat di Sekretariat ASOHI Pasar Minggu, Drh Forlin Tinora Wakil Sekretaris Jenderal Asosasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) menerima perwakilan PT Jebsen Jessen Ingredients Indonesia, Ronnie Leggat didampingi Junaidi Syukur dan Drh Ika Vina Rosevita atas nama principle PT Jebsen Jessen Ingredients dari Eco Animal Health-UK. Tujuan berkunjung ke ASOHI adalah untuk berdiskusi terkait dengan perkembangan issue AGP dan rencana pemerintah tentang peraturan pelarangan pencampuran dalam pakan...... 2 6 ASOHI SEBAGAI BADAN HUKUM PERKUM.. JAKARTA, 17 November 2015, bertempat di Sekretariat ASOHI Pasar Minggu, Pengurus Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) yang diwakili oleh Ketua Umum ASOHI Drh Irawati Fari, Sekretaris Jenderal ASOHI Drh Harris Priyadi, Bendahara Umum ASOHI Hj Henny R Karim dan Ketua Dewan Penasehat ASOHI Gani Haryanto dihadapan notaris PPAT Sarinandhe. DJ SH menandatangani AKTA pendirian badan hukum “perkumpulan” ASOHI yang diterbitkan tanggal 06 November 2015 dengan Nomor SK 07 untuk didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM............................................................. 6 3 JAKARTA, 27 November 2015. Bertempat di kantor Karantina Hewan, Kementrian Pertanian, Ketua Umum ASOHI Drh Irawati Fari, Wakil Sek Jend Drh. Forlin Tinora, Ketua Bidang Peredaran Obat Ir. Teddy Candinegara, dan Ketua Antar Lembaga Drh. Andi Wijanarko, bertemu dengan Kepala Pusat Karantina Pak Jarwanto beserta timnya. Pada pertemuan kali ini, Ketua Umum ASOHI memperkenalkan pengurus baru ASOHI dan menyampaikan beberapa................... PERTEMUAN ASOHI DAN KARANTINA JAKARTA, 22 Desember 2015. Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Drh. Irawati Fari dikediamannya beberapa waktu lalu menyatakan, bahwa ASOHI dan pemerintah harus tetap menjadi mitra kerja yang harmonis, dimana kedua pihak berupaya untuk saling mendukung. ASOHI juga akan terus memberikan masukan kepada pemerintah dalam rangka memajukan bisnis obat hewan dan peternakan. “Di kepengurusan ASOHI yang baru delapan bulan ini, tentunya diperkuat dengan beberapa program............................. TAHUN 2016 ASOHI PERKUAT PROGRAM KERJA Edisi: 164 - DESEMBER 2015 ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA Terbit Bulanan [email protected] www.asohi.org BERITA DUNIA OBAT HEWAN PERKEMBANGAN Informasi dari dan untuk anggota Asosiasi Obat Hewan Indonesia PUBLIC HEARING RPM TENTANG PENYEDIAAN.... JAKARTA, 26 Januari 2016. Bertempat di Kementerian Pertanian, gedung C Lt. 9 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) menghadiri acara Public Hearing terkait Rancangan Peraturan Menteri Pertanian (RPM) tentang Penyediaan Obat Hewan. RPM tentang Penyediaan Obat Hewan ini terdiri dari tujuh Bab dengan 44 pasal. RPM Obat Hewan disandarkan atas pertimbangan pada UU No 18 Th 2009.............................................. 2 5 PT GALLUS “MEMBANGUN... ANNUAL MEETING JAKARTA, 15 Januari 2016. Bertempat di Hotel Sahati Jakarta Selatan, PT Gallus Indonesia Utama (GITA), menyelengarakan Annual Meeting bertemakan ”Membangun Organisasi yang Tangguh dengan SDM yang Handal”. Annual Meeting diisi dengan penyampaian budgeting oleh para manager Divisi masing-masing. Didahului Direktur Utama PT Gallus, Ir. Bambang Suharno yang memamparkan budget secara umum PT Gallus. Kemudian di lanjutkan oleh Drh. Rakhmat Nuriyanto, MBA yang menyampaikan............................ 3 3 JAKARTA, 12 Januari 2016. Bertempat di Gedung Sekretariat Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) lantai-3, Pasar Minggu Jakarta Selatan. ASOHI menyelengarakan Rapat Dewan Penasehat ASOHI (DPA) yang ke-3 terhitung sejak Mei 2015. Rapat DPA dipimpin oleh Ketua Umum ASOHI Drh. Irawati Fari, pada kesempatan ini menyampaikan 12 Agenda Rencana Kegiatan Pengurus ASOHI periode Januari-Maret 2016 yakni: 1. Penyempurnaan/penyesuaian buku Pedoman Kerja Pengurus dan Pedoman Pengendalian Obat Hewan Ilegal 2. Pengurusan pengalihan saham.................................................... AGENDA KEGIATAN ASOHI JAKARTA, 13 Januari 2016. Ketua Umum ASOHI Drh. Irawati Fari pada kesempatan rapat dengan Kementan memberikan beberapa penjelasan, yakni tujuan pertemuan ASOHI dengan Kementan untuk pembahasan rencana penertiban beberapa Permentan Obat Hewan, yang akan di tindak lanjuti dan akan dituangkan ke dalam Permentan agar bisa dipercepat penerbitan Permentan dengan List Dra�t yakni: Klasi�ikasi Obat Hewan, Pelarangan Obat Hewan Tertentu pada Ternak, Ijin Usaha Obat Hewan, Peredaran Obat Hewan, CPOHB .......................................... RAPAT ASOHI DENGAN KEMENTAN GUNA..... Edisi: 165 - JANUARI 2016 Susunan Redaksi : l Pelindung : Ketua Umum ASOHI. l Penasehat : Sekjend ASOHI Drh Forlin Tinora Sekretaris BPA Ir Bambang Suharno. l Pemimpin Umum : Ir Darmanung Siswantoro l Pemimpin Redaksi : Wawan Kurniawan, SPt. l Redaksi : Eka Safitri. l Grafis : Aris Prasetyo. l Penerbit : ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA (ASOHI) Alamat Redaksi : Sekretariat Gedung ASOHI Golden Office Durian, Jl. Durian No. 44C Kel. Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12620. Telp. 021-72741508 WA. 0811-1642-812 Email: [email protected] Web: www.asohi.org Peserta Rapat ASOHI dengan AAHA dari ki-ka: Sekjend ASOHI Drh Forlin Tinora, Drh Ika Rosevita (AAHA-Ceva), Drh Arik Farzeli (AAHA-Phibro), Drh Rezi Zahra (AAHA-Zoetis).
Edisi: 263 - MARET 2024 3 INF AS HI ASOHI HADIRI LOKAKARYA PENGENDALIAN AMR DI INDONESIA JAKARTA, Kamis 7 Maret 2024. Bertempat di Ruang Rapat Utama I Direktorat Jenderal PKH Gedung C Lantai 6 Kementerian Pertanian telah dilaksanakan Lokakarya Keterlibatan Sektor Swasta Dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba di Indonesia. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Kerjasama dan komitmen Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan-Kementerian Pertanian dan FAO ECTAD Indonesia dalam mengendalikan ancaman resistensi antimikroba di Indonesia. Hadir pada kesempatan ini mewakili ASOHI adalah anggota Dewan Pakar ASOHI Drh Hasbullah PhD. Selain ASOHI DERAP PUSAT Lokakarya Pengendalian AMR di Indonesia diwakili oleh Drh Hasbullah Anggota Dewan Pakar ASOHI. stakeholder lainnya yang diundang diantaranya Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), Persatuan Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI), Ikatan Dokter Hewan Sapi Indonesia (IDHSI), Gabungan Pengusaha Makanan Hewan (GPMT), Persatuan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR Indonesia), Pinsar Petelur Nasional (PPN), Gabungan Pengusaha Berbibitan Unggas (GPPU), Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Himpunan Peternak Kambing Domba Indonesia (HPDKI), Persatuan Pengusaha Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Asosiasi Farmakologi dan Farmasi Veteriner Indonesia (AFFAVETI), Perwakilan FAO ECTAD Indonesia, dan Perwakilan FAO RAP Bangkok. Acara dibuka oleh sambutan dari Direktur Kesehatan Hewan Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si. yang kemudian dilanjutkan oleh paparannya yang berjudul “Kebijakan Pengendalian Resistensi Antimikroba di Indonesia. Presentasi kedua berjudul Pendekatan Keterlibatan Sektor Swasta (Private Sector Engagement) disampaikan oleh Dr. Milo Bystricky Pakar dari FAO Regional Asia Pasific (FAO RAP) – Bangkok. Usai sesi diskusi secara partisipatif, acara dilanjutkan dengan Penyusunan Rekomendasi Keterlibatan Sektor Swasta dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba yang dipandu oleh Team FAO ECTAD Indonesia. (WK) JANGAN KETINGGALAN, SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA DI PPJTOH XXVI ASOHI JAKARTA, Rabu 20 Maret 2024. Berdasarkan Permentan 15 tahun 2021, perusahaan obat hewan wajib mempunyai PJTOH yang memahami tugasnya dan mengikuti pelatihan di bidangnya. Berdasarkan peraturan tersebut ASOHI yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Subdit Pengawasan Obat Hewan akan mengadakan pelatihan PJTOH yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat pelatihan PJTOH yang bisa digunakan sebagai bukti telah mengikuti pelatihan di bidangnya. Tahun ini ASOHI akan mengadakan Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PPJTOH) Bersertifikat Angkatan XXVI secara Hybrid daring dan luring. Sedianya pelatihan akan diselenggarakan pada Rabu - Kamis, 24 - 25 April 2024 bertempat di Novotel Hotel dan Resort Surabaya Jawa Timur dan secara daring via Zoom. Untuk itu Pengurus ASOHI mengundang calon PJTOH dari Perusahaan Obat hewan, Pakan Hewan, Petshop, Poultry Shop, Depo Obat Hewan serta yang berminat untuk mengikuti pelatihan yang selalu dinanti ini. Link Pendaftaran: https://bit. ly/DAFTAR_PPJTOHXXVI. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kontribusi peserta serta k o n f i r m a s i p e m b a y a r a n d a p a t menghubungi Panitia Acara dinomor : Aidah (0818 0659 7525), Ibu Sundari (0856 3160 830) atau Eka (0811 1642 812). Bukti pembayaran mohon diemail ke: [email protected]. Batas Waktu Pendaftaran paling lambat tanggal 15 April 2024. Sekjen ASOHI Drh Forlin Tinora yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia berharap, “Mudah-mudahan antusiasme calon peserta PPJTOH XXVI tetap tinggi apalagi kali ini kita selenggarakan di Jawa Timur secara hybrid. Semakin banyak peserta yang ikut menjadi indikasi bahwa setiap perusahaan semakin melek akan regulasi dan peraturan di sektor obat hewan.” Seperti biasa materi PPJTOH akan diisi oleh para pembicara berbobot dari instansi Pemerintah seperti Dirkeswan, Koordinator Substansi POH, BBPMSOH, Karantina Pertanian, Biro Hukum Kementan, dan KOH. Ada pula pembicara dari ASOHI yang akan menjelaskan tentang Peran ASOHI dalam Pembinaan Anggota dan Kode Etik ASOHI. Semen tara dari PB PDHI akan menyampaikan tentang Kode Etik Profesi Dokter Hewan. (WK)
4 Edisi: 263 - MARET 2024 INF AS HI DERAP PUSAT SERAH TERIMA JABATAN KEPALA BBPMSOH KAB. BOGOR, Jumat 1 Maret 2024. Bertempat di kantor Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH), telah diselenggarakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala BBPMSOH. Sertijab ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 172/KPTS/KP.230/M/02/2024 tanggal 25 Februari 2024 tentang : Pemberhentian, Pemindahan dan Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian Pertanian. Seremoni sertijab diberikan dari Plt Kepala BBPMSOH Drh Makmun MSc kepada Kepala BBPMSOH yang baru Drh Hasan Abdullah Sanyata yang dilantik oleh Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Rabu, 28 Februari 2024. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar BBPMSOH menjadi lebih unggul dan maju sebagai rujukan laboratorium referensi untuk pengujian vaksin hewan di ASEAN. “Saya berharap BBPMSOH dapat membuka lebih banyak peluang untuk dapat memasarkan produk vaksin Indonesia di wilayah ASEAN,” ungkap Nasrullah. Senada dengan Nasrullah, Makmun yang merupakan Sekretaris Ditjen PKH dalam sambutannya juga berpesan agar BBPMSOH menerapkan pengaplikasian teknologi dalam pengerjaan tugas sehari-hari “Saya sangat berharap agar Kepala BBPMSOH yang baru saja dilantik, dapat lebih mengimplementasikan penerapan teknologi di lingkungan kerja sehari-hari, sehingga memudahkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Hal ini juga mengingat keterbasatan SDM yang ada maka optimalisasi teknologi sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kinerja yang lebih prima,” ujarnya. Turut hadir dalam kegiatan Sertijab ini, Eselon II lingkup Ditjen PKH serta perwakilan dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) meliputi BPMSP Bekasi, BET Cipelang, BPMSPH dan BVet Lampung. (WK) BOGOR, Selasa 19 Maret 2024. Bertempat di Gedung Rektorat IPB Ruang LPPM Lantai 5 telah dilaksanakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ASOHI dan IPB University terkait Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Penandatangan MoU ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr yang didampingi Kepala Pusat PSP3 (Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB – Prof Dr Ir Muladno MSA IPU. Sementara dari pihak ASOHI diwakili oleh Ketua Umum Drh Irawati Fari yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Drh Forlin Tinora dan Wakil Ketua 1 Ir Teddy Candinegara. Dari MoU ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk PKS (perjanjian kerjasama) yang akan disiapkan oleh pihak IPB University. Menurut Prof Muladno penggagas sekaligus pendiri Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), program ini bertujuan mendorong warga agar dapat mengembangkan usaha kolektif secara mandiri. Selain diharapkan meningkatkan perekonomian warga, usaha kolektif peternak dinilai juga bisa membentuk ketahanan pangan dari akar rumput “Siswa yang mengenyam pendidikan SPR diharapkan dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing sehingga setelah kami pergi, ilmu yang telah kami beri dapat diturunkan kepada warga lainnya,” kata Muladno. IPB telah banyak membentuk SPR di berbagai wilayah di Indonesia. Terdapat dua jenis yaitu SPR Peternakan dan SPR Pertanian yang dibentuk. Adapun SPR Perkampungan, yang merupakan gabungan dari SPR Peternakan dan SPR Pertanian. Muladno menjelaskan, perwakilan warga dari setiap daerah yang menjadi calon siswa SPR itu nantinya akan menjalani pendidikan selama sembilan bulan yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, selama tiga bulan siswa dibekali teori untuk mengembangkan usaha kolektif oleh 14 dosen IPB. Adapun pada enam bulan berikutnya, siswa SPR akan didampingi oleh sejumlah alumni IPB untuk mempraktikkan teori yang telah mereka dapat sebelumnya. Setelah lulus pendidikan, mereka akan tergabung dalam himpunan Solidaritas Alumni SPR Indonesia. Di sana, perkembangan alumni akan dimonitor terus dan diukur setiap dua tahun sekali selama enam tahun. (WK) ASOHI DAN IPB UNIVERSITY JALIN KERJASAMA KEMBANGKAN SPR Foto bersama usai penandatanganan MoU antara ASOHI dan IPB University terkait Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Drh Hasan Abdullah Sanyata (kiri) menjabat Kepala BBPMSOH.
Edisi: 263 - MARET 2024 5 INF AS HI ASOHI DIY HADIRI RAKERNIS KKP TAHUN 2024 Rakernis Terpadu KKP Tahun 2024 dihadiri oleh Ketua ASOHI Daerah DIY Drh Zahrul Anam didampingi Sekretaris Drh Nawang Widoretno. Suasana seminar Agromaritim Outlook 2024 dan Rakernas III HA IPB di PB International Convention Center Bogor. YOGYAKARTA, Rabu 5 Maret 2024. Rapat kerja (raker) teknis terpadu lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2024 digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Hotel Tentrem Yogyakarta, dengan tema “Sinergi Mewujudkan Ekonomi Biru untuk Kelautan dan Perikanan Indonesia yang Maju dan Berkelanjutan”. Raker tersebut digelar untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian program prioritas bidang kelautan dan perikanan bersama Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah serta meningkatkan pemahaman stakeholder kelautan dan perikanan terhadap kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Raker dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dihadiri jajaran Kementerian KKP, Kepala Unit Teknis Lingkup Kementerian KKP, bupati dan walikota, Esselon 1 dan 2, akademisi, praktisi kelautan dan perikanan, mitra Kelautan dan Perikanan serta Lembaga Swadaya Masyarakat, dan Pelaku Usaha bidang Kelautan dan Perikanan. Pada kesempatan ini hadir mewakili Pengurus ASOHI Daerah DIY adalah Ketua Drh Zahrul Anam didampingi Sekretaris Drh Nawang Widoretno. Dalam siaran persnya, salah satu agenda penting dalam Rapat Kerja Terpadu ini yakni Penandatanganan Komitmen Lokasi Modeling Budidaya Rumput Laut. Kabupaten Rote Ndao dan Maluku Tenggara ditetapkan sebagai Lokasi Modeling Budidaya Rumput Laut Tahun 2024. Selain itu ada pula Penandatanganan Memorandum of Understunding (MoU) Kerja Sama Bisnis Perikanan Tangkap Antar Stakeholder dan Komitmen Pengalihan Alat Tangkap (Tidak Ramah Lingkungan ke Ramah Lingkungan). Penandatanganan Komitmen Lokasi Modeling Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Rote Ndao dilakukan oleh Penjabat Bupati Oder Maks Sombu, SH,MA,MH disaksikan peserta Rapat Kerja Terpadu baik yang hadir secara daring dan luring. (WK) AGROMARITIM OUTLOOK 2024: PERAN, TANTANGAN DAN PENATAAN PERUNGGASAN Bogor, 27-28 Februari 2024. Himpunan Alumni IPB (HA IPB) menggelar acara “Agromaritim Outlook 2024 dan Rakernas III HA IPB” yang berlangsung di IPB International Convention Center Bogor. Ketua Umum HA IPB, Walneg S. Jas mengatakan bahwa pada momentum pemilu ini, pihaknya ingin berkonsentrasi dengan apa yang menjadi core-nya yakni membawa agromaritim. Dalam beberapa waktu ke depan pihaknya juga akan beraudiensi dan menyerahkan ke pemerintah (Bappenas) sebagai dapur kebijakan pembangunan dan juga presiden terpilih agar agromaritim ini dipakai sebagai salah satu pondasi pembangunan ke depan untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dalam rangkain acara tersebut, komoditas perunggasan menjadi salah satu topik menarik yang banyak di bahas. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda menjelaskan bahwa komoditas unggas, menjadi komoditas satu-satunya di peternakan yang hulu hilirnya sudah terbentuk dengan baik. tak hanya mampu berswasembada, produk perunggasan berkontribusi atas 2/3 dari konsumsi protein masyarakat Indonesia, serta menyumbang 80,77 % terhadap total produksi ternak. Selain itu, industri ini juga secara nyata telah mendukung p e r e k o n o m i a n n e g a r a d e n g a n menyumbang 60 persen terhadap PDB peternakan. Masih dalam rangkaian acara yang sama, Anton J Supit, selaku Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk menyebutkan bahwa perunggasan menjadi industri agro yang dibangun sendiri setelah era kemerdekaan. Namun, industri perunggasan juga belum bisa dikatakan mapan. Banyak persoalan yang harus dipecahkan. Sementara itu, Guru Besar Fakultas Peternakan, IPB University, sekaligus Kepala PSP3 IPB University, Prof Muladno memberikan gagasan pembentukan Sistem Integrasi Horizontal Industri Ayam (SINTHIA). Muladno mengajak para pengusaha mandiri dan peternak kecil berjamaah dan melakukan usaha seperti integrator vertikal. Dimana mereka harus mengkonsolidasikan diri dan bersatu. Kemudian bergabung dengan perusahaan PS, feedmill dan RPHU agar bisa melakukan usaha dari hulu hingga hilir. (PI) DERAP DAERAH
6 Edisi: 263 - MARET 2024 INF AS HI DERAP ANGGOTA MEDION GELAR SEMINAR FAMILY BUSINESS DI BUKITTINGGI Foto Bersama Peserta Seminar Family Business BUKITTINGGI, 2-3 Maret 2024. Sebuah usaha keluarga atau dikenal dengan Family Business memiliki peranan yang penting dalam mendukung pertumbuhan perkonomian. Walau begitu masih banyak bisnis keluarga yang tidak mampu bertahan dan akhirnya mengalami kegagalan. Untuk mengantisipasi kegagalan tersebut diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang lebih dalam menjaga kelanjutan hidup Family Business. Medion yang dirintis sejak tahun 1969, hingga saat ini tetap eksis dalam menjalankan bisnis di bidang peternakan. Memiliki latar belakang sebagai perusahaan keluarga, Medion berbagi ilmu mengenai manajemen bisnis keluarga agar terus berkembang dan tetap berkelanjutan. Bertempat di Hotel Santika Bukittinggi, Sumatera Barat, Medion mengisi seminar Family Business untuk para pelanggannya dan dihadiri oleh para pengusaha peternakan beserta keluarga. Latar belakang yang menjadi kendala dalam pengembangan Family Business. Salah satunya adalah adanya gap peralihan dari Generasi 1 ke Generasi 2 (generasi berikutnya) dan cara mengelola SDM yang lebih baik. Pemaparan materi disampaikan oleh Peter Yan selaku Komisaris Medion. Pada sesi pertama, para peserta diberikan workshop tentang “Kendala / GAP dan Harapan sebagai Generasi 1 dan 2”. Lalu sesi kedua mengenai “Timeline Business, Family Genogram, Value, & Business Goal”. Selain itu, terdapat juga pemberian materi mengenai How Business Goal dan Cara Mempertahankan Eksistensi Bisnis. Respon positif dan antusiasme peserta terlihat jelas dalam mendengarkan ataupun memberikan pertanyaan terkait materi yang dibahas. Selain memberikan materi yang sarat ilmu dan aplikatif. Di hari kedua, Medion juga mengajak para peserta untuk menikmati kegiatan hiburan. Hal ini dikhususkan agar para peserta dapat membangun kekompakan serta menikmati waktu bersama dalam keluarga. Besar harapan, dengan adanya seminar ini dapat bermanfaat bagi kelangsungan usaha yang sedang dijalankan. (MED) MEDION GELAR DIKLAT DI AWAL TAHUN 2024 BANDUNG, 20-22 Februari 2024. Medion aktif memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai peternakan baik secara teori maupun praktik. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan visinya untuk memberikan nilai tambah melalui program edukasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Di tahun 2024, Medion kembali menggelar Diklat Reguler ke-219 dengan rangkaian kegiatan pemberian materi teknis dan praktik langsung nekropsi ayam. Diklat ini dihadiri oleh 46 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya Sukabumi, Tasikmalaya, Yogyakarta, Batang, Lamongan, Bululawang, Metro, Payakumbuh, Sidrap, Makassar, dan Kupang. Kegiatan yang berlokasi di Medion, Cimareme, Bandung ini dilaksanakan selama tiga hari dan mendapatkan respon serta apresiasi yang positif dari para peserta. Untuk materi teknis yang diberikan oleh pakar Medion, sebagai berikut: Optimalkan Performa Produksi Telur saat Musim Hujan, Tantangan Mikotoksikosis saat Curah Hujan Tinggi, Penyakit Penyebab Gangguan Pernapasan dan Reproduksi, dan Potensi Herbal untuk Produktivitas Optimal. Selain materi teknis, para peserta juga diberikan materi non teknis yang berjudul “Membangun Keunggulan Personal dan Memenangi Kompetisi” yang bisa menjadi motivasi dalam mengembangan usaha atau peternakannya. Sebagai penutup di hari ketiga, para peserta diajak untuk menikmati salah satu destinasi favorit di Kota Bandung, yakni Gunung Tangkuban Perahu dan wisata belanja di pusat perbelanjaan Cihampelas. Medion mengapresiasi seluruh peserta yang telah antusias dalam kegiatan ini dan berharap semakin banyak lagi pelanggan yang bisa mengikuti serta mendapatkan manfaat dari program Diklat Medion. (MED) Foto Bersama Peserta Diklat
Edisi: 263 - MARET 2024 7 INF AS HI DERAP ANGGOTA NOVINDO DAN ADDCON GELAR SEMINAR ACIDIFIER ALTERNATIF AGP TANGERANG SELATAN, Kamis 22 Februari 2024. Sejak AGP dilarang digunakan dalam pakan, berbagai pihak mencari solusi alternatif untuk meningkatkan performa ternak melalui peningkatan performa pakan. Acidifier atau asam organik dinilai menjadi salah satu bahan yang pas untuk menggantikan peran AGP. Dalam rangka mempromosikan Acidifier sebagai alternatif pengganti AGP, PT Novindo Agritech Hutama bekerja sama dengan ADDCON merilis produk acidifier terbaru mereka. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Trembesi, BSD, Tangerang Selatan. Tony Unandar yang merupakan konsultan perunggasan ternama didapuk sebagai pembicara dalam acara tersebut. Secara rinci, Tony menjabarkan mengenai apa itu acidifier, berbagai macam fungsinya, serta kinerjanya dalam meningkatkan kualitas pakan dan performa pada ternak khususnya unggas. “Beberapa jenis asam organik dapat menjadi pengikat (binder) bagi mikotoksin, selain itu beberapa asam organik seperti asam propionat memiliki sifat antimikroba yang dapat menjaga kesehatan saluran cerna,” tutur Tony. Dalam presentasinya tersebut Tony juga memberikan beberapa tips dan trik dalam memilih asam organik yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Ia juga mengafirmasi dengan berbagai penelitian dan jurnal yang ada bahwa asam organik akan meningkat potensinya jika dikombinasikan dengan probiotik. Selain Tony, ada Stevan Petrovic selaku Technical Consultant Application Feed ADDCON yang juga bertindak sebagai pembicara dalam acara tersebut. Dalam presentasinya Stevan memulai bahwa saat ini ancaman mikotoksin di seluruh dunia sangatlah masif. Berdasarkan data yang dipaparkannya, lebih dari 45% sampel bahan baku pakan di seluruh dunia tercemar mikotoksin. “Kami hadir dalam membantu memberi solusi bagi para produsen pakan dan peternak dalam mengatasi hal ini. Oleh karenanya kami mencurahkan semua teknologi yang kami miliki pada produk asam organik ini. Produk ini telah diuji di berbagai belahan dunia dan terbukti memberikan peningkatan kualitas pakan, air minum, dan bahkan kesehatan saluran pencernaan ternak,” tutur dia. Ditemui di tempat yang sama Kevin Teh selaku Regional Manager ADDCON APAC berharap agar produknya dapat diterima di Indonesia dan menjadi solusi untuk permasalahan yang dihadapi. Dirinya mengatakan bahwa ADDCON telah berhasil menjadi partner yang baik dan memberikan solusi bagi stakeholder peternakan di seluruh dunia. (CR) MEDION RAIH DUA PENGHARGAAN DI AWAL MARET 2024 BANDUNG, Kamis 7 Maret 2024. Dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan bidang peternakan dan perikanan di wilayah Bandung Barat, DISPERNAKAN (Dinas Perternakan & Perikanan) Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah. Acara yang berlangsung di Hotel Novena ini mengundang peternak, anggota koperasi, serta perusahaan farmasi ternak. Agenda utama dari acara ini adalah pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi positif bagi pembangunan di sektor peternakan dan atau perikanan di Kabupaten Bandung Barat. Terdapat total 21 penerima penghargaan baik perorangan, kelompok peternak, koperasi maupun perusahaan. Medion menjadi salah satu perusahaan Penyerahan penghargaan oleh Bupati Bandung Barat. Foto bersama para peserta seminar yang menerima penghargaan atas kontribusi melalui program Kampanye Makan Telur di Sekolah Dasar dan juga Posyandu di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Drs. Arsan Latif, M.Si dan diterima oleh Bapak Ripin selaku perwakilan dari Medion. Selain itu diselenggarakan juga Sosialisasi Gerakan Minum Susu Bagi Usia Sekolah (GERIMIS BAGUS), Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), penjualan produk-produk UMKM, serta pemberian vaksin gratis bagi hewan kesayangan. Melalui acara ini DISPERNAKAN berharap perekonomian sektor peternakan dan perikanan di wilayah Kabupaten Bandung Barat semakin maju dan berkembang. Pada kesempatan lainnya, Medion menerima penghargaan PROPER 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada Medion atas tanggung jawab dan keterlibatan perusahaan secara langsung dalam menjaga kelestarian serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Acara penghargaan tahun ini berlangsung di Gedung Sate, Bandung dan diserahkan secara simbolis oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Dengan diraihnya kedua penghargaan ini, menjadi bukti nyata dari komitmen Medion dalam memberikan added value tidak hanya bagi seluruh stakeholder namun juga bagi kelestarian lingkungan. (MED)
8 Edisi: 263 - MARET 2024 INF AS HI CEVA DAN ISA INDONESIA GELAR SEMINAR LAYER MODERN HIPRA GELAR SEMINAR BAHAS VAKSIN KOKSIDIOSIS Cianjur, Rabu 6 Maret 2024. Genetik layer modern telah berkembang sedemikian rupa. Namun, untuk dapat mengeluarkan potensi genetik yang ada, tentu diperlukan berbagai pengkondisian faktor lain yang dapat mendukung performa ternak. Hal ini mengemuka dalam sebuah seminar “Explore the Future 2.0: Solusi Terkini dan Perkembangan Genetik Layer Modern” yang diselenggarakan oleh PT ISA Indonesia bekerjasama dengan PT Sapta Karya Megah dan PT Ceva Animal Health Indonesia. Director PT ISA Indonesia, Henry Hendrix menyampaikan bahwa perkembangan genetik layer modern memungkinkan untuk dapat melakukan produksi dalam waktu yang lama. Dimana layer modern saat ini bisa berproduksi dengan baik hingga mencapai umur 100 minggu, dimana yang sebelumnya siklus produksi hanya sekitar 80 minggu. “Namun demikian untuk mengoptimalkan potensi genetik ini yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana faktor lain memengaruhi performa produksi ayam, seperti manajemen pemeliharaan dan kualitas DOC,” ujarnya. Sementara itu, Thomas Ribut Subagyo, DVM selaku Director PT Sapta Karya Megah mengungkapkan bahwa untuk menghasilkan layer yang berkualitas diperlukan DOC yang berkualitas pula. Dimana untuk menghasilkan DOC dengan kualitas yang baik ini, bukanlah sebuah perkara yang mudah. Untuk itu dalam menghasilkan DOC, pihaknya selalu memperhatikan standar kualitas yang baik dengan sistem biosekuriti yang bertingkat, serta menggunakan peralatan teknologi yang canggih, baik di farm maupun di hatchery. Masih dalam acara yang sama, Drh Win Wintolo selaku Sales Manager Ceva Animal Health Indonesia menjelaskan bahwa perubahan di dalam perunggasan terjadi begitu cepat. Dimana teknologi ini sudah berkembang luar biasa, sehingga ke depan peternak tidak perlu kaget dengan berbagai inovasi di perunggasan, seperti halnya teknologi vaksin. “Menurut hitungan saya, cost vaksin ini tidak lebih dari 3% dari total biaya produksi. Jadi sangat kecil. Namun dari yang kecil ini, bisa mengahancurkan keuntungan peternak apabila tidak diatur dengan baik. Karena ketika kita mendapatkan kasus penyakit seperti ND, IB, dll, maka keuntungan yang ada di depan mata akan lenyap. Disini kami hadir dan mencoba memberikan gambaran situasi perubahan yang terjadi, baik dari sisi genetik, lingkungan maupun role bussines model layer di Indonesia,” ujarnya. (PI) Foto bersama para peserta seminar “Explore the Future 2.0: Solusi Terkini dan Perkembangan Genetik Layer Modern”. Surabaya, Selasa 5 Maret 2024. Vaksin koksidiosis yang diberikan pada broiler maupun layer ternyata mampu untuk mengatasi masalah penyakit koksidiosis di peternakan. Selain itu vaksinasi ini ternyata juga dapat membantu memaksimalkan intake nutrisi. Hal ini seperti disampaikan oleh Aditya Fuad Risqianto, selaku Technical Services Manager, HIPRA Indonesia, dalam acara HIPRA Poultry Immunology Class di Hotel Alana, Surabaya yang mengangkat tema “100% Coccidiosis Vaccination is Possible”. Lebih lanjut menurut Aditya pada pembuktian yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa dengan vaksinasi ini membantu keamanan pada lingkungan, meningkatkan performa, meningkatkan keuntungan, mampu mengurangi dampak resistensi dan tidak lagi membutuhkan penggunaan antikoksidiosis maupun koksidiostat. Menurut Prof. Lucia Tri Suwanti selaku Guru Besar Departemen Parasitologi FKH UNAIR, prevalensi penyakit koksidiosis masih tetap ada. Dimana terdapat sejumlah penyebab yang mengakibatkan perkembangan penyakit ini di peternakan, seperti jeleknya kualitas ventilasi yang akan pengaruhi ookista untuk bersporulasi, serta perkandangan yang terlalu padat sehingga mengakibatkan stress. Menurutnya kejadian koksidiosis pada broiler akan menurunkan berat badan karena adanya kerusakan di usus. Sebab, usus merupakan pusat penyerapan nutrisi. Sementara itu Subsidiary Business Manager Hipra Indonesia, Franky Sihotang dalam pemaparannya menegaskan bahwa vaksin ini dan semua produk HIPRA adalah produksi sendiri. Dan HIPRA tidak pernah menitipkan produksi ke perusahaan karena pihak HIPRA sangat serius dalam memastikan kualitas produk. Selain itu pihak HIPRA juga menyisihkan 10% dari pendapatan HIPRA seluruh dunia untuk digunakan RnD dengan tujuan menjamin kualitas produk dan untuk pengembangan produk baru demi untuk memberikan pelayanan prima pada para pelanggan. (PI) Para pembicara seminar HIPRA Poultry Immunology Class di Hotel Alana, Surabaya. DERAP ANGGOTA
Edisi: 263 - MARET 2024 9 INF AS HI Tim saat mengambil sampel di peternakan warga karena adanya laporan kasus antraks. JAKARTA, Selasa 12 Maret 2024. Merespons laporan kasus antraks di Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 8 Maret 2024, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), langsung menurunkan tim ke lapangan. “Tim kami dari Balai Besar Veteriner Wates telah melakukan investigasi dan pengujian laboratorium dengan hasil positif antraks dari sampel darah sapi dan tanah yang berasal dari Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul dan sampel tanah dari Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman,” ujar Dirjen PKH, Kementan, Nasrullah, dalam siaran resminya di Jakarta. Untuk mencegah tambahan kasus, ia sampaikan bahwa Kementan segera mengirimkan bantuan berupa vaksin sebanyak 1.000 dosis, 100 botol antibiotik, dan 1.000 botol vitamin untuk diberikan ke ternak di wilayah terdampak di DIY. “Bantuan tersebut akan disalurkan untuk penanganan kejadian antraks yang dilaporkan dari Sleman, Gunung Kidul, dan wilayah terancam lainnya,” ucapnya. Sementara terkait adanya kasus antraks, Direktur Kesehatan Hewan, Kementan, Nuryani Zainuddin, menerangkan bahwa penyakit tersebut merupakan salah satu penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis). “Saya minta masyarakat tetap waspada dan tidak menjual atau memotong hewan sakit, apalagi mengonsumsinya,” imbuhnya. Sebab, adanya kasus pada masyarakat disebabkan karena mereka mengonsumsi ternak yang sakit dan dicurigai antraks. Lebih lanjut dijelaskan bahwa timnya bersama dinas setempat telah melakukan dekontaminasi dan disinfeksi pada lingkungan yang tercemar, yaitu lokasi penyembelihan, kandang dan area penguburan ternak, pengobatan antibiotik dan roboransia, serta KIE bersama dengan UPT Puskesmas. Sedangkan vaksinasi akan segera dilakukan setelah pengobatan. (INF) TURUNKAN TIM, KEMENTAN RESPONS CEPAT LAPORAN ANTRAKS DI YOGYAKARTA BRIN BERSAMA INFOVET GELAR WEBINAR RISNOV TERNAK #2 JAKARTA, Kamis 21 Maret 2024. “Peternak Ayam Petelur Mandiri: Harapan dan Tantangan” menjadi tema dalam webinar Risnov Ternak #2 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Peternakan bersama Majalah Infovet. Kegiatan tersebut bertujuan untuk berbagi informasi perkembangan riset dan inovasi bidang peternakan (risnov ternak), dengan menghadirkan narasumber di antaranya Hidayaturohman dari Jatinom Grup Blitar sekaligus Pengurus Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia. Kemudian Prof Dr Ir Arnold P. Sinurat MS (Pakar Nutrisi Unggas BRIN) dan Dr Ir Tike Sartika (Pemulia Ayam Lokal BRIN). Pada kesempatan tersebut, Hidayat yang membahas materi “Peternak Ayam Petelur Mandiri: Harapan dan Tantangan Menghadapi Gejolak Perunggasan” mengemukakan apa yang menjadi harapan peternak dalam menjalankan bisnisnya dan meningkatkan produktivitas ternak, salah satunya menyoal pakan seperti harga jagung dan bahan baku lainnya yang diharapkan bisa berimbang. “Kalau jagung impor memang harganya murah, namun ongkos transportasinya cukup besar. Oleh karena itu, bahan pakan sumber energi lainnya seperti ketela, sorgum, dan sebagainya bisa dimanfaatkan,” katanya. Pakan memang mempunyai kontribusi biaya tertinggi dalam usaha ayam petelur. Jumlah pakan/bahan pakan yang dibutuhkan terus meningkat menyebabkan harga pakan melambung. Oleh sebab itu, perlu dilakukan peningkatan efisiensi. Hal itu seperti dikatakan oleh Prof Arnold. Tangkapan layar para peserta webinar Risnov Ternak #2 yang diselenggarakan oleh BRIN dan Majalah Infovet. Adapun strategi nutrisi yang ditawarkan olehnya untuk meningkatkan efisiensi (ekonomis dan teknis), di antaranya dengan menggunakan bahan pakan yang tersedia dan lebih ekonomis dengan menerapkan prinsip-prinsip formulasi pakan yang benar, menerapkan teknologi seperti penggunaan imbuhan pakan yang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan zat gizi dalam bahan pakan, dapat menggunakan bahan pakan berserat seperti BIS lebih banyak dalam pakan. “Kemudian dengan menggunakan salah satu produk hasil teknologi dalam negeri yang sudah dihasilkan adalah enzim BS4,” jelasnya. Enzim pemecah serat tersebut dihasilkan dengan membiakkan Eupenicilium javanicum pada substrat bungkil kelapa. Di isolasi dari biji sawit, dimaksudkan untuk meningkatkan kecernaan gizi produk ikutan industri sawit (solid, BIS). (INF) SERBA-SERBI
10 Edisi: 263 - MARET 2024 INF AS HI SERBA-SERBI SEMINAR NASIONAL DAN PELANTIKAN PB ISPI PERIODE 2024-2029 BOGOR, Jumat 1 Maret 2024. Bertempat di IPB International Convention Center telah dilaksanakan Pelantikan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) periode 2024-2029. Pengurus PB ISPI yang dilantik hari ini merupakan hasil dari Kongres ISPI yang dilaksanakan di kota Bandar Lampung, 19 Januari 2024 lalu. Kepengurusan PB ISPI dipimpin Ketua Umum Dr Ir Audy Joinaldy SPt MSc MM IPM Asean Eng dan Sekretaris Jenderal Ir Suaedi Sunanto SPt MBA IPU. Turut dilantik Wakil Sekjen dan Koordinator Wilayah Dr Muhamad Reza SPt MSi dan pengurus lainnya. Sebelum acara pelantikan, kepanitiaan acara yang pada tahun ini diketuai oleh Rakhmat Ramdan SPt, mengundang para narasumber berkompeten dalam sesi seminar nasional bertajuk “ISPI Untuk Pembangunan Peternakan Indonesia yang Berkelanjutan”. “Sebelum agenda seminar, pengurus besar menggelar KLB (Kongres Luar Biasa) guna menertibkan legalitas organisasi. Jadi melalui KLB tadi, nama ISPI akan menjadi Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia,” terang Audy. “ Hasil KLB tersebut akan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Kita berkomitmen menguatkan branding dan keberadaan ISPI sebagai lembaga. Semoga segera terealisasi ISPI membuka kantor kesekretariatan di kawasan Bendungan Hilir,” lanjut Audy. Dalam kesempatan ini, Audy juga mengundang salah satu dosen Fakultas Peternakan Universitas Papua dan merangkul para stakeholder peternakan untuk turut mendukung ISPI. Acara ini juga dihadiri oleh Ikatan Istri Sarjana Peternakan Indonesia (IISPI) dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan Dr Ir Nasrullah MSc. (NDV) Acara seminar nasional ISPI, Jumat (1/3) dihadiri banyak stakeholder peternakan, berlangsung semarak. ASOSIASI OBAT HEWAN INDONESIA Mengucapkan Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Sabtu, 2 Maret 2024 Ketua Dewan Kode Etik ASOHI 2021-2025 Semoga Diterima di Sisi Tuhan YME dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan Keikhlasan serta Kesabaran Drh. Lukas Agus Sudibyo
Edisi: 263 - MARET 2024 11 INF AS HI SERBA-SERBI Member of Gunakan hanya obat hewan yang sudah punya nomor registrasi Kementerian Pertanian & Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Yogyakarta, Kamis 29 Februari 2024. Beberapa bulan terakhir, persoalan jagung kerap kali mewarnai perjalanan bisnis ayam ras petelur (layer) nasional. Melihat fenomena tersebut, berbagai asosiasi dan koperasi peternak layer yang tergabung dalam wadah Rumah Bersama berkumpul di Fakultas Peternakan UGM untuk melakukan rembuk bersama membahas persoalan jagung sekaligus menyongsong panen raya jagung yang perkiraan akan terjadi pada bulan Maret-April 2024. Guru Besar Fakultas UGM, sekaligus tenaga ahli Menteri Pertanian, Prof Ali Agus menyebut bahwa persoalan pangan menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Ia mengakui bahwa saat ini memang ada persoalan yang harus dihadapi, yakni masalah jagung yang merupakan bahan pakan utama dalam penyusunan formulasi pakan unggas. Dimana ketersediaanya terdampak oleh fenomena El Nino baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga musim tanam mundur, akhirnya panen juga mundur sementara ayam setiap hari harus makan, PETERNAK LAYER HARAPKAN KETERSEDIAAN DAN KETERJANGKAUAN HARGA JAGUNG Foto bersama para peternak layer. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, menyampaikan, “Dari Bapanas, kita sudah punya Perbadan Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Dan kami terus mendorong Bulog untuk bisa menjalankan CJP. Harapannya pun sama bagi trader, feedmill hingga koperasi bisa menyerap produksi jagung, sehingga harga jagung di petani tidak jatuh dan menanggung kerugian. Bapanas akan memastikan Harga Acuan Pembelian (HAP) jagung dapat menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi gejolak khususnya pada saat panen raya,” ujarnya. Mewakili Menteri Pertanian, Nur Saptahidayat selaku Direktur Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menerangkan bahwa dalam perkembangannya, pertanaman jagung di Indonesia diwarnai dengan tumbuhnya sentra-sentra produksi baru di luar pulau Jawa. Sementara sentra pabrik pakan sebagai pengguna mayoritas jagung masih berada di Pulau Jawa. Oleh karena itu, pengembangan pertanaman jagung ke depan harus didukung dengan sistem logistik yang baik, skema cadangan yang kuat dan pengaturan harga acuan regional, mengingat adanya perbedaan biaya produksi antar wilayah. “Dan menyongsong panen ini, alangkah baiknya semua pelaku usaha bisa berbagai, baik antara feedmill, trader maupun peternak. Kita tidak ingin, ke depan tim satgas pangan harus kembali turun untuk menertibkan. Karena, apabila melihat jagung ini menjadi sebuah peluang bagi pelaku usaha yang punya uang dan gudang, biasanya hal ini dimiliki trader dan feedmill,” papar Nur Sapta Hidayat. (PI)
12 Edisi: 263 - MARET 2024 INF AS HI Member of www.jurnalpeternakan.com Iklan GitaPustaka.indd 11 07/08/2015 15:17:56 Sekretariat Gedung ASOHI Golden Office Durian, Jl. Durian No. 44C Kel. Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12620. Telp. 021-72741508 WA. 0811-1642-812 Email: [email protected] Web: www.asohi.org Member of Gunakan hanya obat hewan yang sudah punya nomor registrasi Kementan RI & KKP