RIP
STEBIS BINA MANDIRI
Revisi I 2022
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN
STEBIS BINA MANDIRI
2019 – 2030
MENJADI PERGURUAN TINGGI YANG BERKARAKTER,
UNGGUL DAN BERDAYA SAING DI TINGKAT NASIONAL PADA
TAHUN 2030
Kata Pengantar
Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam Syariah Bina Mandiri adalah salah
satu bentuk perguruan tinggi Islam yang mengemban tugas dan STEBIS Bina
Mandiri perguruan tinggi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,
khususnya dalam pendidikan tinggi berlafaskan syariah. STEBIS Bina Mandiri
memiliki dua Program Studi yaitu program Studi Akuntansi Syariah dan Program
Studi Manajemen Bisnis Syariah.
Arah pengembangan STEBIS Bina Mandiri dirancang selama kurun waktu
tahun 2019 sampai dengan tahun 2030. Penyusunan RIP dilaksanakan dalam
rangka pengembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi, dalam rangka
menciptakan insan cerdas yang berkualitas dan professional, unggul di bidang
keilmuan, berkarakter dengan selalu menjunjung tinggi moralitas, nilai budaya
dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang amanah berlandaskan nilai-nilai agama.
Rencana Induk Pengembangan (RIP) adalah dokumen perencanan
tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara
perencanan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan serta merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dalam tahapan penyusunan program kerja. Dokumen ini
disusun secara komprehensif oleh Tim yang dibentuk oleh Ketua STEBIS Bina
Mandiri. Tim sudah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan dokumen
Rencana Induk Pengembangan Kampus STEBIS Bina Mandiri sampai dengan
tahun 2030.
Dokumen RIP ini akan diperbaiki sebagai suatu koreksi dari sebuah
kekurangan dalam penyusunan dokumen. Berbagai masukan dan kritik yang
konstruktif dari Sivitas Akademik STEBIS Bina Mandiri sudah di masukkan
dalam dokumen ini tanpa mengurangi isi dan makna RIP STEBIS Bina Mandiri.
Terima kasih kepada Pimpinan Sekolah Tinggi, Dosen, Tenaga Penunjang
Akademik dan Tim yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam penyusunan
Rencana Induk Pengembangan Kampus STEBIS Bina Mandiri tahun 2030.
Bogor, 22 November 2022
Ketua
Ali Mutaufiq,S.E.,M.M
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Islam Syariah Bina Mandiri
Cileungsi yang selanjutnya disebut STEBIS Bina Mandiri adalah kampus
nasional yang kokoh berdiri dan berperan di Bogor. STEBIS Bina
Mandiri didirikan oleh Yayasan Bina Pertiwi Mandiri pada tahun 2019
melalui Surat Keputusan Kementrian Agama No.306 tanggal 22 Mei 2019
tentang Ijin Pendirian Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina
Mandiri Bina Mandiri Cileungsi dengan Program Studi Akuntansi Syariah
dan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah untuk jenjang pendidikan
Sarjana (S1). Dengan berpedoman pada SK Kementrian Agama tersebut,
penyelenggaraan kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan dengan
penuh tanggung jawab ditengah dinamika lingkungan yang selalu
dinamis.
STEBIS Bina Mandiri sangat menyadari tantangan manajemen
pengelolaan perguruan tinggi ke depan akan makin dinamis dan penuh
kompetisi. Apalagi STEBIS Bina Mandiri tidak bisa menghindarkan diri
dalam persaingan antar kampus khususnya di kawasan Bogor.
Pengelolaan kampus tidak bisa lepas dari isu-isu, seperti
globalisasi, keamanan kawasan, dinamika pasar tenaga kerja, percepatan
teknologi informasi dan kemandirian perguruan tinggi. Semua kondisi ini
telah membawa STEBIS Bina Mandiri ke dalam pusaran perubahan.
Situasi ini bahkan memaksa STEBIS Bina Mandiri berhadapan dengan
lingkungan yang sangat kompetitif, terutama di tingkat nasional maupun
tingkat internasional.
Jika STEBIS Bina Mandiri terlambat melakukan respon pada
dinamika perubahan, maka akan tertinggal dengan kampus lain. Oleh
karena itu perlu dilakukan penyesuaian dengan kondisi lingkungan yang
selalu berubah cepat dengan tantangan yang semakin meningkat, sehingga
diperlukan suatu pedoman perencanaan jangka panjang yang nantinya
menjadi arahan dalam pengambilan kebijakan ke depan.
Cita-cita besar untuk menjadikan STEBIS Bina Mandiri sebagai
kampus yang berdaya saing akan lebih mudah dicapai jika didahului
dengan perencanaan jangka panjang yang sistematis dan menyeluruh
dalam suatu Rencana Induk Pengembangan (RIP). Meskipun demikian
merumuskan rencana jangka panjang dalam situasi eksternal maupun
internal yang sangat dinamis di tengah-tengah tuntutan dan harapan yang
sangat besar dari pemangku kepentingan terkait membutuhkan tingkat
fleksibilitas tersendiri. Hal ini memerlukan adaptasi kebijakan, mentalitas,
pola kerja dan tindakan yang cukup sehingga perencanaan dimaksud
bukan menjadi penghambat arah masa depan. Ketiadaan arahan jangka
panjang dapat menyebabkan STEBIS Bina Mandiri melangkah dalam
arah yang tidak selaras dengan perjuangan dan tujuan pokok pendirian
STEBIS Bina Mandiri.
Dokumen RIP ini adalah bukti nyata bahwa STEBIS Bina Mandiri
membutuhkan gagasan jangka panjang, sistem perencanaan dan budaya
organisasi yang mampu menjembatani dan mengakomodasi kondisi
sebelum, sekarang dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan di
masa depan tanpa harus membatasi ruang gerak dan kreatifivitas dalam
melakukan akselerasi pengembangan.
Pemilihan periode penyusunan yang relatif panjang, yaitu selama
periode tahun 2019-2030 didasarkan atas kebutuhan arahan jangka
panjang bagi pengembangan STEBIS Bina Mandiri ke depan.
Selanjutnya, pembagian waktu tersebut kedalam tahapan-tahapan
pengembangan dilakukan dengan mempertimbangkan kesinambungan
penetapan tahapan pengembangan sebelumnya
B. Landasan Hukum
Penyusunan Rencana Induk Pengembangan STEBIS Bina Mandiri
2019-2030 dilandaskan kepada Undang-undang, peraturan pemerintah
dan instruksi presiden, yaitu :
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
4. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
5. Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005—2025;
6. Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
7. Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi
8. Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional
Pendidikan Tinggi
C. Sistematika Penyusunan
Agar RIP ini dapat dipahami secara jelas dan mudah, maka sistematika
penulisannya disajikan dengan susunan sebagai berikut:
Bab 1 : Pendahuluan
Mengungkap tentang latar belakang penyusunan RIP, landasan
hukum penyusunan dan sistematika penyusunan
Bab 2 : Profil STEBIS Bina Mandiri
Berisi tentang sejarah dan hari lahirnya STEBIS Bina Mandiri,
kinerja pelayanan akademik, kinerja pelayanan keuangan, serta
organisasi dan sumber daya manusia.
Bab 3 : Analisis Lingkungan
Mengungkap berbagai kondisi yang terdapat di lingkungan
STEBIS Bina Mandiri, yang terdiri dari lingkungan internal baik
kekuatan maupun kelemahan, lingkungan eksternal yang meliputi
peluang dan ancaman, serta posisi dan strategi STEBIS Bina
Mandiri dalam pengembangannya.
Bab 4 : Arah Pengembangan STEBIS Bina Mandiri 2019-2030
Arah pengembangan pada bab ini, berisi tentang Visi STEBIS
Bina Mandiri 2030 yang terdiri dari visi, misi, tujuan, jati diri,
tata nilai dan tahap pencapaian VISI STEBIS Bina Mandiri 2030.
Bab 5 : Tahapan Pencapaian
Rencana Pengembangan Kampus membutuhkan arah dan
instrument untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan
pengembangan kampus STEBIS Bina Mandiri dalam rangka
peningkatan kapasitas, kualitas dan profesionalisme sumber daya
manusia dalam memberikan konstribusi positif terhadap program
pemerintah daerah, nasional dan internasional. Arah
pengembangan STEBIS Bina Mandiri akan dijabarkan dalam 4
Pilar Perguruan Tinggi dengan pencapaian setiap 4 tahun, yang
dideskripsikan sejak 2019 sampai dengan 2030.
Bab 6 : Penutup
Ringkasan dan detail arah pengembangan STEBIS Bina Mandiri .
BAB II
PROFIL STEBIS BINA MANDIRI
A. Sejarah STEBIS Bina Mandiri
Keberadaan STEBIS Bina Mandiri merupakan perwujudan dari
jiwa, semangat dan cita-cita masyarakat, akademisi dan pemerintah Jawa
Barat untuk mendirikan perguruan tinggi di daerah ini.
Munculnya ide dan gagasan untuk mendirikan Perguruan Tinggi di
Jawa Barat ini tidak datang secara tiba-tiba tetapi melalui proses bertahap
yang diilhami dari kondisi eksternal dan kondisi internal yang menjadi
dasar dalam proses pematangan ide untuk mendirikan perguruan tinggi di
Jawa Barat tercetus dengan adanya pendirian. Pengembangan STEBIS
Bina Mandiri dijabarkan dalam 4 Pilar Perguruan Tinggi yaitu:
1. Aspek Politik: Eksistensi dan pengembangan institusi dipengaruhi
oleh aspek politik karena politik negara Indonesia sangat berperan
menentukan arah perkembangan pendidikan di Indonesia. Hal ini
karena institusi pendidkan dapat menjadi tempat untuk sosialisasi
politik. Institusi pendidikan menjadi tempat dimana individu-individu,
terutama anak anak dan generasi muda, mempelajari sikap-sikap dan
perasaan tentang sistem politik, dan sejenis peran politik yang
diharapkan dari mereka.
Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) merupakan alat untuk menakar
perkembangan demokrasi di tingkat provinsi yang bertujuan untuk
memperoleh dasar terukur untuk penyusunan program pembangunan
politik baik untuk pemerintah pusat maupun daerah. Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik Tahun 2019, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI)
adalah 74,92. Posisi relatif pada tahap ini ada pada tahap penyesuaian
dengan perkembangan arah politik yang mempengaruhi
pengembangan institusi. Hasil analisis pada aspek ini adalah perlu
dilakukan penyesuaian dengan perkembangan arah politik.
2. Aspek Ekonomi: Faktor ekonomi pada dasarnya mempunyai
pengaruh yang cukup signifikan terhadap proses belajar mengajar dan
kemajuan suatu lembaga pendidikan. Tingkat kesejahteraan
masyarakat yang masih belum memadai pada saat ini dalam pengertian
yang terkait dengan pendidikan, dapat dianggap sebagai ancaman bagi
keberlanjutan program pendidikan. Apabila seseorang ingin
melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, maka ia harus mengeluarkan
biaya yang tidak sedikit.
Aspek ekonomi berhubungan erat dengan pendidikan karena dalam
membangun pendidikan dibutuhkan ekonomi yang kuat, sementara
untuk membangun ekonomi dibutuhkan tenaga dari hasil pendidikan
yang baik. Berdasarkan indikator ekonomi pada katalog BPS tahun
2022 pertumbuhan ekonomi sampai dengan triwulan tahuhun 2022
sebesar 5,44%. Hal ini menunjukkan adanya peluang dalam bidang
layanan jasa pendidikan. Data BPS diatas, menunjukkan bahwa
terdapat penyesuaian pada aspek Ekonomi yang mempengaruhi
pengembangan Institusi. Hasil analisis pada aspek ini adalah perlu
dilakukan penyesuaian dengan aspek ekonomi di masyarakat.
3. Aspek Kebijakan: Berbagai perundang-undangan, peraturan, dan
kebijakan yang diberlakukan pemerintah yang dimaksudkan untuk
menata kehidupan bermasyarakat lebih teratur dan lebih baik, sering
pula menyulitkan dunia pendidikan terutama bagi lembaga perguruan
tinggi yang masih dalam taraf berkembang, misalnya terbukanya
kesempatan bagi Perguruan Tinggi Asing untuk membuka kelas
khusus di Indonesia. Dalam hal ini, kompetitor perguruan tinggi
sejenis, negeri maupun swasta, menjadi tantangan tersendiri yang perlu
diperhatikan. Posisi relatif pada tahap ini, ada pada tahap penyesuaian
dengan nilai-nilai yang mempengaruhi pengembangan institusi. Hasil
analisis pada aspek ini adalah perlu dilakukan penyesuaian nilai-nilai
dan respon yang tepat dalam pengembangan institusi.
4. Aspek Sosial: Faktor ini mempunyai dampak pada penataan
lingkungan kampus, karena umumnya kampus dituntut mempunyai
lingkungan yang kondusif, nyaman, asri dan tenang, serta memiliki
kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai. Posisi
relatif pada tahap ini, ada pada tahap penyesuaian dengan
perkembangan iptek yang mempengaruhi pengembangan institusi. Ide
dan gagasan yang telah mencapai puncaknya ini memiliki peluang
dengan bekal semangat dan daya juang yang kuat tanpa pamrih serta
dengan memanfaatkan peluang secara yuridis maka diperjuangkan
pendirian perguruan tinggi sesuai harapan, dan dibukanya STEBIS
Bina Mandiri berdasarkan SK Kementerian Agama RI No: 306 Tahun
2019 Tanggal SK Pendirian Perguruan Tinggi 22 Mei 2019.
Sejak resmi didirikan pada tahun 2019, STEBIS Bina Mandiri sedang
dalam fase pengembangan. Secara historis STEBIS Bina Mandiri
masih dalam fase pengembangan.Upaya pengembangan STEBIS Bina
Mandiri, pada awal berdiri menemui berbagai rintangan terutama
keterbatasan sarana dan prasarana serta SDM penunjang, dimana pada
awal berdirinya hanya memiliki 8 tenaga tetap, 7 tenaga tidak tetap dan
14 Dosen Tetap, dimana pimpinan saat itu adalah Ketua STEBIS Bina
Mandiri adalah Bapak Drs. Meindro Waskito, S.E., M.M. (2019-2021).
Bangunan kampus yang digunakan saat ini adalah seluas 4.573 M2.
Meskipun dengan berbagai keterbatasan yang ada dan hanya
bermodalkan semangat dan kerjasama, perguruan tinggi ini tetap
berjalan dengan baik, dengan strategi pengembangan menuju arah
yang lebih baik.
Pada tahun 2021, STEBIS Bina Mandiri dipimpin oleh Bapak Ali
Mutaufiq, S.E., M.M. menjalankan program peningkatan kualitas
dosen yaitu dengan mendorong dosen untuk belajar menempuh S3
sebagai salah satu gerakan untuk mendukung fase pengembangan
kampus. Selain itu dilakukan pula program peningkatan sarana fisik
dan non fisik dengan Budaya Organisasi “KITA BISA” yang
merupakan singkatan dari Kreatif, Inovatif, Team Work, Amanah,
Bermutu, Integritas, Sinergitas, Dan Akuntabel.
Penguatan karakter budaya ini diharapkan menjadi penyemangat
dalam peningkatan yang sangat signifikan dari seluruh aspek, baik
SDM, sarana prasarana, program studi, dan juga jumlah mahasiswa.
Untuk mempercepat pengembangannya STEBIS BINA MANDIRI
melekat motto yaitu: Berkarakter, Unggul, dan Berdaya Saing.
B. Kinerja Pelayanan Akademik
STEBIS Bina Mandiri merupakan lembaga Perguruan Tinggi yang
melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi salah satunya dapat dilihat
dari kinerja pelayanan akademiknya.
1. Pendidikan dan Pengajaran
Perkembangan jumlah mahasiswa sejak tiga tahun terakhir
memperlihatkan kenaikan yang signifikan baik pada Prodi Akuntansi
Syariah maupun Prodi Manajemen Bisnis Syariah. Secara rinci tersaji
pada Gambar 2.1 :
Perkembangan Jumlah Mahasiswa
STEBIS Bina Mandiri
100 85
67
JUMLAH 80 58
38 18
60 20 38 AKS
27 2022 MBS
40 28 11 Total Mahasiswa
20 10 18
0 2020 2021
2019
TAHUN
Gambar 2.1.
Perkembangan Jumlah Mahasiswa STEBIS Bina Mandiri
Indikator perbaikan kinerja di bidang pendidikan dan pengajaran
terlihat dari Indeks Prestasi Kumulatif yang dicapai mahasiswa.
Sebagaimana data pada tabel nampak capaian Indeks Prestasi Kumulatif
rata-rata mahasiswa menunjukkan kinerja yang cukup baik karena
berada di atas 3,00, Secara rinci tersaji pada tabel 2.1 :
Tabel 2.1. Rata-rata IPK Mahasiswa S1
No Prodi 2019 2020 2021
1 AKS 3,41 3.44 3.76
2 MBS 2,90 3.13 3.71
2. Kinerja Penelitian
Kinerja penelitian merupakan salah satu tolok ukur dalam
mengevaluasi kinerja bidang akademik. Pada umumnya STEBIS Bina
Mandiri telah berhasil meningkatkan jumlah penelitian baik dari segi
kuantitas maupun pendanaannya. Secara rinci perkembangan jumlah
penelitian STEBIS Bina Mandiri tersaji pada Gambar 2.2. Penelitian
STEBIS Bina Mandiri adalah penelitian yang didanai secara mandiri
yang dilaksanakan oleh Dosen STEBIS Bina Mandiri dibawah
koordinasi LPPM.
Perkembangan Jumlah Penelitian Dosen
STEBIS Bina Mandiri
50 44 AKS
34 MBS
40 Total Penelitian
JUMLAH 19
30 14 13 10
77
20 6
10 4 2 6
2020 2021 2022
0
2019
PENELITIAN
Gambar 2.2. Jumlah Penelitian yang dilakukan Dosen STEBIS Bina
Mandiri
Upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja penelitian
adalah :
1. Melakukan pelatihan metode penelitian dan klinik proposal.
2. Pelatihan Hak Kekayaan Intelektual.
3. Melakukan evaluasi proposal penelitian yang diajukan baik
mandiri maupun hibah.
4. Merevitalisasi pusat-pusat studi yang ada serta mengembangkan
pusat studi unggulan daerah.
5. Melakukan sosialisasi ketersediaan SDM peneliti pada
Pemerintah Daerah.
3. Kinerja Pengabdian Masyarakat
Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi STEBIS Bina
Mandiri telah melaksanakan berbagai pengabdian masyarakat baik
yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa. Pengabdian
masyarakat tersebut meliputi pelatihan, pelayanan masyarakat baik
ekonomi maupun sosial, desa binaan, penanggulangan buta aksara,
pelaksanaan wajar 9 tahun, penanggulangan bencana alam,
pendampingan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh
dosen baik secara mandiri maupun dalam bentuk hibah kompetisi
STEBIS Bina Mandiri menunjukkan peningkatan sebagaimana yang
ditunjukkan pada gambar berikut;
Perkembangan Jumlah PKM Dosen
STEBIS Bina Mandiri
12 10 10
8 6
10 4
JUMLAH AKS
8 2022 MBS
2 Total PKM
6
000
4
2020 2021
2 000
0
2019
TAHUN
Gambar 2.3. Jumlah Pengabdian Masyarakat yang dilakukan Dosen
STEBIS Bina Mandiri
C. Kinerja Pengelolaan Keuangan
Sumber pendanaan utama STEBIS Bina Mandiri adalah dari Yayasan
yang utamanya berasal dari sumbangan pendidikan mahasiswa (BPP dan
UKT). Jumlah perkembangan total pendanaan STEBIS Bina Mandiri
untuk kurun waktu 2019 – 2022 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.2. Perkembangan Total Pendapatan STEBIS Bina Mandiri
(dalam ribuan rupiah)
SUMBER 2019 2020 2021 2022
BPP dan 125.200.000 273.240.000 382.989.000 347.170.000
UKT
Ke depan STEBIS Bina Mandiri sadar bahwa porsi pendanaan dari
mahasiswa, baik dari BPP dan UKT harus semakin kecil. Diakui bahwa
STEBIS Bina Mandiri belum mampu memobilisasi dana secara optimal
dari profit center yang ada meskipun sebenarnya potensi yang ada cukup
besar. Oleh karena itu, berbagai macam usaha telah dilakukan dalam
meningkatkan sumber pendanaan selain dari sumber-sumber dana yang
ada. Sehubungan dengan itu, STEBIS Bina Mandiri saat ini telah
mengidentifikasi berbagai macam-sumber yang bisa digali melalui
inkubator bisnis.
Saat ini STEBIS Bina Mandiri sedang menggalakan berbagai
program dan kegiatan melalui inkubator bisnis. Program ini tentunya perlu
terus digalakkan oleh STEBIS Bina Mandiri sebab untuk menjadikan
STEBIS Bina Mandiri sebagai perguruan tinggi yang berstandar nasional
memerlukan pendanaan yang besar baik untuk belanja modal maupun
belanja operasional. Berbagai target kinerja hanya dapat tercapai apabila
dana tersedia untuk membiayai program yang direncanakan.
Tabel 2.3. Total Anggaran STEBIS Bina Mandiri
(dalam ribuan rupiah)
SUMBER 2019 2020 2021 2022
BPP dan 178.133.830 430.589.900 704.622.092 335.213.400
UKT
Dilihat dari tabel di atas diharapkan pada tahun-tahun ke depan
penyerapan anggaran bisa lebih dioptimalkan dengan mengedepankan
efesiensi dan efektifitas penyerapan anggaran cenderung mengalami
peningkatan.
Dengan melihat hal di atas, bisa diindikasikan bahwa STEBIS Bina
Mandiri telah mengarahkan struktur anggarannya dengan berorientasi pada
peningkatan pelayanan akademik, peningkatan kesejahteraan karyawan,
dan pemantapan fundamental layanan pendidikan.
Hal krusial lain yang akan menjadi isu dalam bidang keuangan
adalah sistem pengelolaan keuangan. STEBIS Bina Mandiri telah
memiliki standar operating procedure (SOP) anggaran dan keuangan.
Pembenahan sistem keuangan terus dilakukan untuk mengawal
pelaksanaan pola keuangan terutama dalam pengelolaan dana yang lebih
mengedepankan efesiensi dan efektifitas dalam menunjang pencapaian
program dan kegiatannnya serta lebih responsif terhadap perubahan yang
ada.
D. Organisasi dan Sumber Daya Manusia
1. Kepemimpinan
Komitmen dalam mewujudkan kepemimpinan di STEBIS Bina
Mandiri tergolong baik, yang diperlihatkan dari adanya penekanan
pada upaya pembentukan organisasi yang sehat dan manajemen yang
transparan. Akan tetapi dalam pelaksanaannya memang masih
terkendala oleh keterbatasan SDM sehingga banyak staf akademik
yang diperbantukan sebagai tenaga administratif.
2. Program Studi
Sampai tahun 2022 STEBIS Bina Mandiri telah memiliki 2 Program
Studi yang telah terakreditasi “BAIK”.
3. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Di bidang pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi,
STEBIS Bina Mandiri telah menerapkan sistem pembelajaran E-
learning dengan sarana perkuliahan secara Online/video conference
untuk belajar jarak jauh di masa pandemi. Dan saat ini STEBIS Bina
Mandiri menerapkan sistem perkuliahan Blanded learning dengan
sarana perkuliahan secara Online/video conference. Beberapa muatan
seperti e-learning, video conference, digital library dan aplikasi
teknologi informasi lainnya telah didistribusikan melalui media
Inherent. Hal ini akan berdampak pada semakin terbukanya akses
informasi pendidikan, penelitian, kerjasama global secara mudah,
murah, cepat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Beberapa produk di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang
telah dikembangkan dan dimiliki oleh STEBIS Bina Mandiri meliputi:
1) Sistem Informasi Akademik Terpadu STEBIS Bina Mandiri
(SIAKAD), yang dikembangkan berbasis web antara lain adalah
untuk pelayanan KRS dan KHS online, melalui alamat:
http://siakad.binamandiri.ac.id
2) Sistem Informasi Tata Usaha melalui SIAKAD melalui alamat:
http://siakadbinamandiri.ac.id. Menu BAU, BAUK dan Tata
Usaha. Sistem ini berisi informasi kepegawaian, ketatausahaan,
manajemen surat juga layanan absensi penunjang akademik,
dilakukan secara digital.
3) Layanan e-learning berbasis web, melalui alamat:
http://elearning.binamandiri.ac.id. Layanan ini merupakan
suplemen untuk kegiatan proses belajar mengajar di STEBIS Bina
Mandiri, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar dapat
terlaksana tanpa hambatan ruang dan waktu.
4) Layanan Jurnal Online STEBIS Bina Mandiri berbasis web.
Jurnal ini dapat diakses melalui internet pada alamat:
https://jurnal.binamandiri.ac.id/ untuk penelitian, didalamnya
terdapat Jurnal Manajemen Bisnis dan Keuangan, Indonesian
Journal of Sharia Accounting dan International Journal of Sharia
Business Management. Sedangkan jurnal Pengabdian dapat
diakses melalui alamat berikut
https://pkm.binamandiri.ac.id/index.php/jpmm.
5) Untuk melayani kebutuhan akses internet dari civitas STEBIS
Bina Mandiri secara bertahap ditingkatkan, dan untuk tahun 2019
telah mencapai 20 Mbps.
6) Layanan email untuk Civitas Akademika STEBIS Bina Mandiri
melalui domain binamandiri.ac.id dengan kapasitas 250 MB per
akun. Khusus untuk mahasiswa menggunakan subdomain
mahasiswa.binamandiri.ac.id.
7) Layanan Free Hotspot di area kampus.
4. Sumber Daya Manusia
Sampai tahun 2022 Dosen STEBIS Bina Mandiri berjumlah 15 orang
dan tenaga penunjang akademik 8 orang. Perkembangan jumlah dosen
menurut pendidikan serta keadaan pendidikan dan jabatan fungsional
yang tersaji pada Gambar dibawah ini;
Perkembangan Jumlah Dosen
berdasarkan Jenjang Pendidikan
20 2020 2021 2022
15
10
5
0
2019
S2 Sedang S3
Gambar 2.4. Perkembangan jumlah dosen berdasarkan jenjang pendidikan
Perkembangan Jumlah Dosen
berdasarkan Jabatan Fungsional Dosen
15
10
5
0 2020 2021 2022
2019
TP AA Lektor
Gambar 2.5. Perkembangan jumlah Dosen berdasarkan jabatan
fungsional
Perkembangan Jumlah Pegawai STEBIS Bina Mandiri
3.5 2020 2021 2022
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
2019
SMA D3 S1 S2 S3
Gambar 2.6. Perkembangan Jumlah Pegawai STEBIS Bina Mandiri
Menurut Tingkat Pendidikan
5. Sarana dan Prasarana
Keadaan sarana dan prasarana STEBIS Bina Mandiri terus
ditingkatkan dalam meningkatkan kualitas layanan sehingga
memenuhi standar yang telah ditetapkan. Secara keseluruhan STEBIS
Bina Mandiri memiliki aset tanah seluas 4.573 M2.
Sarana yang dimiliki STEBIS Bina Mandiri saat ini adalah
sebagai berikut :
1. Gedung kampus STEBIS Bina Mandiri terletak di Jalan Raya
Cileungsi–jonggol KM.1 No.12 Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Luas lahan secara total adalah 4.573 M2 dengan bangunan yang
teridiri atas 3 lantai dengan luas total bangunan 2.477,4 M2. Status
gedung tersebut adalah milik sendiri.
2. Ruang kuliah tersedia sebanyak 8 ruangan yang terdiri atas 1 ruang
besar dengan kapasitas 35 mahasiswa. Laboratorium yang tersedia
adalah laboratorium komputer dengan kapasitas 30 unit komputer.
2. Perpustakaan STEBIS Bina Mandiri terletak di lantai II dengan
luas 40 m2. Jumlah koleksi yang tersedia adalah sebanyak 2.563
buah bahan pustaka yang terdiri atas buku, majalah ilmiah,
makalah, skripsi/tugas akhir, laporan penelitian, laporan studi
kelayakan, jurnal ilmiah, dan karya ilmiah lain.
3. Ruang rapat seluas kurang lebih 40 m2 terletak di lantai 1, ruang
lainnya seperti kantor untuk administrasi, ruang dosen, ruang unit
kegiatan mahasiswa, toilet dosen dan toilet mahasiswa.
4. Tempat beribadah (Musholla) seluas 100 M2.
5. Fasilitas pendukung untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar
adalah sebagai berikut :
a. Sepuluh buah proyektor milik sendiri disertai dengan 2 buah
Laptop
b. 20 meja dan kursi dosen.
b. Kursi kuliah sebanyak 320 buah dan 11 buah white board.
c. Lemari arsip untuk dokumentasi sebanyak 13 buah.
6. 2 buah papan pengumuman media informasi.
7. Pengelolaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana dikendalikan
langsung oleh unsur pimpinan lembaga dalam hal ini adalah Wakil
Ketua II dan Bag.Umum. Pemanfaatan fasilitas dan ruangan untuk
perkuliahan dan praktikum diatur dan disesuaikan dengan jadwal
perkuliahan; sedangkan pemeliharaan diatur oleh Bagian Umum
sekaligus diadakan pendataan inventaris secara berkala setiap bulan.
8. Peranan sarana dan prasarana sangat penting untuk menunjang
berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dan pengembangan ilmu.
Untuk menjamin ketersediaan sarana dan prasarana STEBIS Bina
Mandiri melakukan langkah-langkah strategis sebagai berikut:
a. Menganggarkan secara khusus pengembangan sarana dan prasarana
dengan menggunakan sumber pendanaan internal yang disetujui
oleh yayasan serta melibatkan peran serta mahasiswa melalui Biaya
Pengembangan Pendidikan.
b. Pengajuan bantuan baik kepada pemerintah maupun pihak lain
yang relevan seperti proyek peningkatan dan pengembangan
perpustakaan dari Kopertais, Dana Bantuan Sarana dan Prasarana.
c. Bekerjasama dengan pihak eksternal untuk menanggulangi masalah
pengadaan sarana pendukung.
1) Sarana dan Prasarana baik fisik maupun non fisik merupakan
aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Aspek fisik
merupakan aspek yang bersifat tangible yang diperlukan dalam
mengimplementasikan proses belajar mengajar. Sedangkan
aspek non fisik adalah aspek yang bersifat intangible yang
merupakan cermin dari iklim dan budaya organisasi. Rencana
pengembangan sarana dan prasarana STEBIS Bina Mandiri akan
diarahkan untuk memenuhi standar kecukupan sarana fisik
seperti : ruang belajar, ruang dosen, ruang perpustakaan, ruang
administrasi, ruang unit kegiatan mahasiswa, sarana olahraga,
ruang ibadah, ruang laboratorium, ruang pertemuan dan ruang
serbaguna, sarana parkir, prasarana lainnya.
2) Membangun Sistem Informasi yang komprehensif dan
terintegrasi antar bagian dan unit kerja.
3) Memenuhi kebutuhan prasarana untuk menunjang mobilitas
sivitas akademika.
BAB 4
ARAH PENGEMBANGAN STEBIS BINA MANDIRI
TAHUN 2019-2030
A. Visi
Rentang sejarah STEBIS Bina Mandiri sejak berdiri tahun 2019
merupakan perwujudan dari semangat Civitas yang berlandaskan nilai budaya
lokal, spirit perjuangan untuk selalu melakukan inovasi, tekad untuk
memajukan pendidikan tinggi dan sinergitas yang berlandaskan prinsip
kebersamaan, keikhlasan, perubahan dan wawasan masa depan.
Berdasarkan konteks kesejarahan tersebut, dirumuskan visi jangka panjang
STEBIS Bina Mandiri 2030 sebagai berikut :
VISI STEBIS BINA MANDIRI
MENJADI PERGURUAN TINGGI YANG BERKARAKTER,
UNGGUL DAN BERDAYA SAING DI TINGKAT NASIONAL PADA
TAHUN 2030
Penjelasan Visi ini adalah sebagai berikut:
a. Berkarakter, dimaksudkan bahwa STEBIS Bina Mandiri menjadi kampus
yang memiliki sumber daya dan lulusan yang memiliki Kepribadian yang
baik, kebajikan dan kematangan moral seorang. Menjadi individu yang
berkarakter baik atau unggul artinya seseorang yg berusaha melakukan
hal-hal yang terbaik terhadap yang Tuhan Yang Maha Esa, dirinya,
sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta internasional dengan
mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan
pencerahan, emosi serta motivasi. Serta mempunyai pengetahuan wacana
potensi dirinya, yang ditandai menggunakan nilai-nilai reflektif, percaya
diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, bertubuh
sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban,
pemberani, bisa dianggap, amanah, menempati janji, adil, rendah hati,
malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun,
gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif,
visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, efisien, menghargai, dedikatif,
pengendalian diri, produktif, ramah, cinta estetika (estetis, sportif, sabar,
terbuka, tertib). Individu mempunyai kesadaran untuk berbuat yang
terbaik, bisa bertidak sesuai potensi serta kesadarannya. Karakter ialah
realisasi perkembangan positif menjadi individu (intelektual, emosional,
sosial, etika, dan sikap).
b. Unggul, dimaksudkan bahwa STEBIS Bina Mandiri pada akhir tahun
2030 dan untuk periode selanjutnya akan menjadi kampus unggul dalam
bidang inovasi pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian
masyarakat. Sebagai kampus yang memimpin, STEBIS Bina Mandiri
diharapkan pula akan menjadi rujukan, pendorong dan inspirator bagi
perkembangan perguruan tinggi lainnya terutama dalam peningkatan
kualitas.
c. Dalam menjalankan peran Kampus yang Unggul, STEBIS Bina Mandiri
memiliki misi utama dalam bidang pengembangan kebudayaan secara luas
dan holistik. Dalam diri STEBIS Bina Mandiri sendiri akan tercipta
“budaya KITA BISA” (Kreatif, Inovatif, Team Work, Amanah, Bermutu,
Integritas, Sinergitas, Akuntabel) yang merupakan karakter budaya
organisasi dan budaya akademiknya yang tergambar dari performa dan
karakter sivitas academika nya. Secara kelembagaan, budaya
intelektualitas dan budaya pembuat terobosan yang ditopang oleh
integritas tinggi akan tercermin dalam berbagai aktivitas akademik dan
non akademik di STEBIS Bina Mandiri. Sedangkan perilaku setiap
individu, baik dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa mencerminkan nilai-
nilai sebagai berikut:
1) Takwa Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2) Profesional
3) Budaya Belajar
4) Pelayanan Prima
5) Saling Menghargai
Selain aktivitas para civitas dilandasi oleh moto budaya sebagai
“Berkarakter, Unggul dan Berdaya saing sehingga dapat menjadikan
STEBIS Bina Mandiri sebagai Kampus yang Unggul, yaitu: Terdepan
berbasis inovasi menandakan bahwa inovasi dijadikan sebagai basis dalam
menjalankan peran dan fungsinya. Hal ini tercermin dari keunggulan
STEBIS Bina Mandiri dalam penciptaan ide, metode dan produk untuk
melakukan pembaharuan yang diimplementasi dan dihasilkan melalui
pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.
B. Misi
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dan pembelajaran guna
menghasilkan lulusan yang profesional dan berkarakter islami.
2. Menyelenggarakan penelitian guna mengembangkan ilmu pengetahuan
dan teknologi dalam meningkatkan kesejateraan masyarakat.
3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat guna memecahkan
permasalahan dengan mengedepankan hasil pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
4. Menyelenggarakan kerja sama dengan berbagai pihak guna memberikan
dampak positif bagi semua.
5. Menyelenggarakan tata kelola pendidikan tinggi yang profesional.
C. Tujuan
1. Menghasilkan lulusan yang profesional dan berkarakter islami
2. Menghasilkan penelitian yang bermanfaat dalam meningkatkan
kesejateraan masyarakat
3. Menghasilkan pengabdian yang dapat memecahkan permasalahan
masyarakat
4. Menghasilkan kerja sama yang memberikan dampak positif bagi
semua
5. Menghasilkan tata kelola pendidikan tinggi yang profesional.
D. Jati Diri
Jati diri STEBIS Bina Mandiri tumbuh sejak awal pembentukan tahun
2019 yang dimulai dari semangat dan tekad yang kuat untuk mendirikan
perguruan tinggi di Bogor. Dalam perjalanannya para pelopor pendirian
STEBIS Bina Mandiri memiliki keinginan besar untuk menjadikan kampus
ini menjadi unggul dan terkemuka dengan terus melakukan perubahan dalam
berbagai aspek seperti kelembagaan, SDM dan infrastruktur penunjangnya.
Inovasi terus dilakukan dengan tidak melepaskan diri dari semangat
nasionalisme dan nilai-nilai budaya serta peradaban yang dihayati masyarakat
Bogor selama ini.
Filosofi jati diri STEBIS Bina Mandiri dikonkritkan dalam Logo
STEBIS Bina Mandiri, yaitu, memiliki lambang yang berbentuk segi lima.
Yang terdiri dari unsur-unsur yang memiliki pengertian sebagai berikut:
a. Gambar bintang melambangkan pendidikan yang dilandasi iman dan
taqwa;
b. Gambar bola dunia melambangkan internasional;
c. Gambar padi dan kapas sebagai lambang kesejahteraan;
d. Tulisan melingkar didalamnya menunjukkan nama STEBIS Bina Mandiri
Cileungsi.
Berdasarkan pertimbangan dan pemahaman di atas maka jati diri STEBIS
Bina Mandri.
Berkarakter, Unggul dan Berdaya Saing
Dengan identitas seperti ini maka karakter organisasi dan penciri civitas
cademica STEBIS Bina Mandiri adalah wawasan keunggulan untuk secara
berkelanjutan mengembangkan kebudayaan dan menyatukannya dengan etos
mencipta dalam bentuk inovasi-inovasi di berbagai bidang keilmuan,
pembelajaran dan pengabdian masyarakat.
BERKARAKTER mengandung nilai-nilai utama:
1. Nilai Karakter Religius
2. Nilai Karakter Jujur
3. Nilai Karakter Toleransi
4. Nilai Karakter Disiplin
5. Nilai Karakter Kerja Keras
6. Nilai Karakter Kreatif
7. Nilai Karakter Mandiri
8. Nilai Karakter Demokratis
9. Nilai Karakter Rasa Ingin Tahu
10.Nilai Karakter Semangat Kebangsaan
11.Nilai Karakter Cinta Tanah Air
12.Nilai Karakter Menghargai Prestasi
UNGGUL mengandung nilai-nilai utama:
1. Bertakwa kepada Tuhan YME
2. Bermoral
3. Profesional
4. Konsisten
5. Berdedikasi dan bertanggung jawab
6. Visioner
7. Sinergis
8. Berdaya juang dan mandiri
9. Cinta kepada kebenaran
BERDAYA SAING mengandung Nilai-Nilai Utama:
1. Daya saing biaya yang terjangkau,
2. Daya saing kualitas pendidikan,
3. Daya saing marketing
4. Daya saing jaringan kerjasama pendidikan (networking)
E. Pilar Menuju Pengembangan 2030
Quality Assurance (QA)
Ini adalah pilar pertama yang menjadi rujukan aspek organisasional dan
pemandu bagi perkembangan produk-produk akademik dan pengabdian
masyarakat di STEBIS Bina Mandiri.
Jaminan kualitas adalah prinsip pokok dalam pengembangan masa depan
STEBIS Bina Mandiri. Kualitas harus dijamin dan mewarnai seluruh proses
internal kampus dan produk-produk layananannya, baik kepada mahasiswa,
kinerja dosen dan jasa layanan kepada stakeholders. Indikator pencapaian
prinsip quality assurance (QA) adalah:
1. Percepatan kualitas pembelajaran
2. Kualitas sistem kerja dan budaya organisasi kampus
3. Pola komunikasi dan kordinasi
4. Pembentukan atmosfir akademik yang merata di tingkat prodi;
5. Kepemimpinan yang lebih egaliter dan interaktif;
6. Kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat;
7. Kemitraan yang progresif dan berjangka panjang
Soft Skills & Entrepreneurship (SSE)
Pilar ini berhubungan dengan pembinaan kapasitas personal sebagai
jalan pengembangan diri (mahasiswa) yang bisa diwujudkan dalam
pertumbuhan profesionalisme dan orientasi karier mereka. Kemampuan
seperti itu tidak bisa sepenuhnya diperoleh di ruang kelas maupun melalui
aktivitas membaca literatur. Karena itu, soft skills harus dilatih dan dimediasi
melalui sejumlah kegiatan bersama maupun pengembangan individual dan
organisasional lainnya, misalnya dalam bentuk pelatihan berkomunikasi,
organisasi dan pengembangan keperibadian yang mencakup nilai-nilai luhur
tertentu.
Kemampuan ini sejajar dengan penguatan
kewirausahaan/entrepreneurship yang berhubungan langsung dengan
produktifitas dan etos kerja lulusan STEBIS Bina Mandiri. Perubahan
motivasi, cara pandang dan bangunan pengalaman sivitas akademika,
khususnya mahasiswa akan sangat menentukan bagaimana keterampilan ini
berkembang dan memberi dampak praktis. Program strategis pengembangan
kemahasiswaan dan organisasi kemahasiswaan serta penyiapan infrastruktur
pendukung akan dibangun pada setiap periode pengembangan STEBIS Bina
Mandiri.
Indikator pencapaian:
1. Terbinanya kemampuan personal dan pengembangan keperibadian bagi
setiap lulusan STEBIS Bina Mandiri, sehingga mereka bisa beradaptasi
dan bertarung dengan perubahan kehidupan di dunia kerja dengan sikap
mandiri, proaktif, inovatif dan teguh pendirian;
2. Organisasi kemahasiswaan berkembang menjadi wahana penguatan
intelektualitas, kreativitas dan kemampuan mengorganisasi gagasan dan
kerja-kerja profesional di bidang keilmuan atau bakat yang dikembangkan;
3. Etos kewirausahaan berkembang melalui sejumlah program kreatif yang
relevan dengan pengembangan peluang bisnis yang bersumber dari
produk-produk ciptaan mahasiswa dan berkemampuan membaca potensi
pasar;
Partnership & Innovation
Kemitraan adalah prinsip pokok yang melandasi kebijakan internal dan
eksternal STEBIS Bina Mandiri. Dengan kemitraan, energi positif organisasi
digerakkan ke masa depan dan dengan kondisi itu akan terbentuk sinergi
antara kekuatan-kekuatan organisasi dan budaya kerja yang terbangun di
STEBIS Bina Mandiri. Budaya berinovasi yang diharapkan menjadi ruh
pergerakan organisasi STEBIS Bina Mandiri akan memacu kemitraan-
kemitraan antar lembaga dan entitas kunci organisasi (pakar, pimpinan
lembaga, media, pusat studi, dsb) di berbagai tingkatan.
Prinsip kerja ini akan mempercepat jaringan kerjasama, budaya kerja
baru (learning organization) dan sharing sumberdaya antara STEBIS Bina
Mandiri dan lembaga-lembaga pemerintah dan non- pemerintah di dalam
negeri dan di luar negeri. Dengan pendekatan ini, reputasi STEBIS Bina
Mandiri akan meningkat dan terakui secara luas.
Indikator-indikator yang dicapai:
1. Volume kerjasama lintas lembaga di tingkat regional, nasional dan
internasional meningkat setiap tahunnya;
2. Kontribusi kepakaran dan produk-produk keilmuan dan pengabdian
masyarakat STEBIS Bina Mandiri makin menyebar signifikan di Bogor;
3. Basis pengalaman meningkat melalui jaringan kerja yang terbentuk dan
program-program yang bersentuhan dengan pertukaran budaya, inovasi
pembelajaran dan tata kelola organisasi.
Environment for Green and Clean Campus
Kampus STEBIS Bina Mandiri adalah kampus hijau yang berhasil mengelola
lanskap alam dan kontur fisiknya secara efektif, estetik dan berkelanjutan.
Lingkungan kampus harus dibangun dengan dukungan ekologis yang terbaik
dan variatif di setiap ruang yang ada. Dengan begitu maka atmosfir kampus
tampil dengan suasana nyaman, aman, sehat, estetik dan berkarakter di setiap
ruang yang tersedia. Desain dan pengelolaan (fisik) lingkungan kampus
diyakini memberi pengaruh langsung terhadap produktivitas akademik dan
kohesivitas warga kampus.
Indikator pencapaian:
1. Penataan fisik kampus yang mendukung multifungsi kampus sebagai
pusat pengembangan ilmu pengetahuan;
2. Tata guna lahan dan pemanfaatan fasilitas dan ruang di lingkungan
kampus berjalan efektif dan berkarakter;
3. Suasana kampus dirasakan nyaman, aman dan estetik;
4. Organisasi pengelola dan manajemen organisasi pemeliharaan lingkungan
kampus berjalan maksimal;
5. Karakter lingkungan dan keanekaragaman hayati di kampus bisa tampil
unik dan mengesankan pada setiap spot pertamanan dan di ruang-ruang
yang sengaja dirancang.
F. Tata Nilai
Tata nilai STEBIS Bina Mandiri tidak lepas dari jati diri dan nilai-nilai
budaya lokal yang melekat sejak kelahirannya STEBIS Bina Mandiri. Tata
nilai ini STEBIS Bina Mandiri, adalah;
1) Takwa terhadap tuhan yang maha esa,
Sebagai sebuah cermin hamba yang mengakui akan kemutlakan Tuhan
Yang Maha Esa, sehingga dalam aktivitasnya, warga STEBIS Bina
Mandiri harus menyandarkan diri pada Allah SWT dengan ikhtiar yang
tulus, sebagai sebuah cermin wujud tanggung jawab penghambaan diri
kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui aktivitas tugas pokok dan fungsi
yang bernilai Ibadah.
2) Profesional
Sebagai orang yang memiliki kemampuan yang tinggi dan berpegang
teguh kepada nilai moral yang mengarahkan serta mendasari perbuatan,
dengan cara mempraktekan suatu keterampilan atau keahlian tertentu yang
terlibat dengan suatu kegiatan menurut keahliannya. Jadi disini adalah
orang yang menjalankan profesi sesuai dengan keahliannya melalui suatu
proses pendidikan dan disamping itu terdapat unsur semangat pengambilan
dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja yang bertindak objektif, yang
artinya bebas dari rasa sentimen, benci, malu maupun rasa malas dan
enggan bertindak serta mengambil keputusan.
3) Budaya belajar
Budaya yang menghargai dan mendorong proses pembelajaran khususnya
dalam lingkungan kampus. Mengembangkan budaya yang mendukung
pembelajaran sehingga dapat memberikan manfaat luar biasa bagi STEBIS
Bina Mandiri sehingga dapat membantu Institusi dalam memanfaatkan
potensi setiap civitas akademika.
Budaya belajar diciptakan bersama dan dikembangkan bersama karena
dipercayai akan berdaya guna untuk keperluan dan memenuhi kebutuhan
hidupnya, baik secara individu maupun kolektif.
4) Pelayanan prima
5) Saling menghargai
G. Tahap Pencapaian Visi 2030
Untuk mendukung realisasi cita-cita Visi STEBIS Bina Mandiri 2030,
ditetapkan rencana pengembangan STEBIS Bina Mandiri untuk setiap
periode 5 tahunan dengan tahapan tema sebagai berikut:
1) Periode 2019-2022 merupakan era penguatan SDM untuk untuk menjadi
Kampus terdepan;
2) Periode 2023-2026 sebagai era penguatan daya saing STEBIS Bina
Mandiri menuju Kampus yang berdaya saing di tingkat Nasional ;
3) Periode 2027-2030 sebagai era menjadi kampus yang berdaya saing di
tingkat Nasional ;
Untuk mencapai pentahapan visi STEBIS Bina Mandiri jangka panjang
dapat merujuk pada gagasan Daniel J. Rowley; Herman D. Lujan dan Michael
G. Dolence (1999) tentang Strategic Choices for the Academy, yang terdiri
dari lima tahapan, yaitu: kognitif, tingkat penyiapan/pengkondisian,
introspeksi, proses dan tindakan, serta review dan penyegaran.
Tahap kognitif dan tingkat penyiapan/pengkondisian, tahap ini
mengenali bahwa masa depan berbeda dengan masa lampau. Semua pihak
punya kebiasaan dan suasana. Kebiasaan lama tak mudah dicairkan. Semua
pihak butuh waktu untuk belajar. Masa depan depan mensyaratkan hal besar
untuk dipelajari dan dipraktekkan. Serta keadaan dimana transformasi yang
akan dijalankan merupakan sebuah proses formal, sehingga hal ini
membutuhkan keterlibatan semua pihak dalam proses mencapai tujuan,
sekaligus melakukan evaluasi atas posisi strategis (terbaru) kampus,
kemudian memahami bahwa semua kondisi ini akan menentukkan indikator
kunci kemajuan kampus.
Dalam konteks RIP STEBIS Bina Mandiri periode 2019-2022
diibaratkan sebagai tahap kognitif dimana penguatan SDM merupakan titik
awal dalam menatap visi masa depan yang lebih terarah.
Tahap introspeksi dan proses dan tindakan, merupakan tahap untuk
mengevaluasi secara objektif apakah strategi yang telah dilakukan selama ini
(meliputi: kebijakan, tampilan publik, kelembagaan, prosedur, infrastruktur,
kepemimpinan, dll) adalah melemahkan atau menguatkan indikator kunci
kampus dan kapasitasnya.
Serta tahap ini mengharuskan adanya kesediaan untuk terbuka dan tulus
bertukar pikiran, pengalaman dan aspirasi dengan warga kampus dan elemen
pendukung lainnya. Pada tahap ini dibutuhkan pula evaluasi kritis dan
objektif terhadap semua keadaan saat ini, selain itu dibutuhkan pula sintesis
semua ide yang ada dalam sebuah kerangka tujuan besar dan strategi yang
signifikan
Tahap ini dalam RIP STEBIS Bina Mandiri merupakan periode 2023-2026
dimana pada era ini STEBIS Bina Mandiri berada pada tahap penguatan
STEBIS Bina Mandiri menuju kampus yang berdaya saing di tingkat
Nasional.
Tahap review dan penyegaran, tahap ini merupakan sebuah lingkaran
review yang kuat, kreatif, dan objektif. Pada tahap ini dibutuhkan pula
konsistensi melakukan uji coba atas tujuan baru yang lebih kaya, fleksibel
dan modikatif berhadapan dengan indicator kunci kemajuan Kampus. Tahap
ini membutuhkan pula evaluasi yang mendalam atas bagian-bagian mana
yang benar dan keliru, kemudian menentukan kebutuhan-kebutuhan yang
wajib modifikasi; dan selanjutnya memperlebar dan mempertajam
manajemen strategis yang berjangka panjang. Tahap ini dalam RIP STEBIS
Bina Mandiri berada dalam periode 2027-2030 dimana STEBIS Bina Mandiri
menjadi Kampus yang berdaya saing di tingkat Nasional.
Hubungan Pentahapan dalam pencapaian visi jangka panjang STEBIS
Bina Mandiri dengan tahapan Pemilihan Strategi Akademik tersaji pada
Gambar 4.1.
Tahap kognitif dan tingkat Tahap introspeksi dan
penyiapan/pengkondisian Proses dan tindakan
(2019-2022) (2023-2026)
Pengembangan dan Pengembangan dan
Penguatan SDM penguatan daya saing
Tahap review dan penyegaran
(2027-2030)
Menjadi Kampus yang berdaya Saing
Nasional
Gambar 4.1 Hubungan Pentahapan Pencapaian Visi Jangka Panjang STEBIS
Bina Mandiri dan Pemilhan Strategi Akademik
BAB 3
ANALISIS LINGKUNGAN
Bagian ini merupakan bagian evaluasi diri, oleh karena itu situasi yang terjadi di
Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri dikelompokkan menjadi
dua bagian, yaitu situasi internal dan eksternal. Analisis situasi internal dikaji
kekuatan dan kelemahan, sedangkan untuk analisis situasi eksternal dilakukan
untuk melihat peluang dan tantangan yang dihadapi. Dalam menyusun analisis
SWOT Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri menggunakan
indikator kepemimpinan, relevansi pendidikan, atmosfir akademik, manajemen
internal (internal management), keberlanjutan, efisiensi , produktivitas, teknologi,
dan kewirausahaan.
B. Lingkungan Internal
1. Kepemimpinan
1) Kekuatan
2) Komitmen Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri
dalam berbagai bidang sangat tinggi. Berbagai kebijakan dirumuskan
untuk menjadi dasar penyusunan program secara bertahap hingga 10
(sepuluh) tahun ke depan (2019-2030). Program tersebut disusun
dengan mengedepankan prioritas pada pengembangan bidang
akademik, sumber daya manusia, sarana prasarana, keuangan, serta
sistem informasi dan penguatan kerjasama (networking).
3) Sasaran dan kebijakan organisasi dapat diukur dan dikomunikasikan
dengan baik disetiap level, berbagai sasaran dan kebijakan yang
dihasilkan senantiasa bersinergi dan terukur.
1) Kelemahan
2. Kemampuan Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri
untuk membangun organisasi yang sehat belum optimal seperti
manajemen yang bersih dan transparan (good and clean
governance). Kondisi tersebut tampak dalam berbagai hal
diantaranya efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya yang
belum tercapai, seperti: pengaturan beban kerja dosen yang masih
kurang spesifik, dosen yang dilibatkan diberbagai aktivitas yang
masih bersifat adhoc, sehingga tidak dapat berkonsentrasi
melaksanakan tugas utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Artinya,
belum terbangunnya kultur tata kelola akademik yang sehat.
3. Kelengkapan system kepemimpinan pengelolaan belum semuanya
tersedia dengan baik karena kondisi STEBIS Bina Mandiri yang baru
menginjak usia 4 tahun sehingga menimbulkan keraguan dalam
melangkah.
2. Relevansi Pendidikan
1) Kekuatan
1. STEBIS Bina Mandiri telah menjadi perguruan tinggi yang
memiliki ijin sehingga aspek legalnya terpenuhi melaksanakan
Program sejak tahun 2009.
2. Memiliki dua (2) program studi yang mampu mengakomodasi
kebutuhan perkembangan dunia bisnis syariah di Indonesia.
3. Jumlah dosen berkualifikasi S2 sesuai dengan kebutuhan dapat dilihat
dari 100 % jumlah dosen berpendidikan S2 sedangkan dosen yang
menempuh Pendidikan lanjut S3 sebanyak 42%.
4. Kualifikasi dan kompetensi dosen sesuai dengan bidang ilmu yang
dibutuhkan program studi yang diselenggarakan dan ditambah
dosen praktisi yang terlibat dalam proses pembelajaran.
5. Rata-rata usia dosen tetap masih berusia muda, yaitu berusia antara
26-40 tahun; dan hanya Sebagian kecil dosen tetap yang berusia
diatas 40 tahun.
6. Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri memberikan
kesempatan belajar yang lebih baik bagi masyarakat dengan
memberikan pilihan seleksi masuk dan memberikan beasiswa.
7. Peningkatan jumlah koleksi pustaka per tahun dan sarana
multimedia (hotspot area) yang memberikan kemudahan informasi
segenap mahasiswa dan dosen maupun komunitas luar kampus.
8. Kurikulum yang digunakan sudah berorientasi dunia kerja, yaitu
kurikulum dengan basis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI).
9. Terdapat program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi tapi kurang
mampu. Pemberian beasiswa diarahkan untuk meringankan beban
masyarakat untuk menikmati pendidikan di STEBIS Bina Mandiri.
Jenis beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa diantaranya:
beasiswa KIP, beasiswa PPA, beasiswa Yayasan, Baznas, dan
lainnya yang bersumber dari masyarakat. Seluruh jenis beasiswa ini
diberikan kepada mahasiswa didasarkan pada prestasi akademik
dan kemampuan ekonomi keluarga
2) Kelemahan
4. Jumlah dana yang dimiliki sangat terbatas tidak seperti perguruan
tinggi lain yang disokong perusahaan – perusahaan besar
5. Belum memiliki dosen tetap yang berpendidikan S3 baru dengan
kompetensi sesuai bidang ilmu yang diajarkan
6. Belum memiliki lulusan yang sudah bekerja sehingga hubungan
dengan dunia kerja masih sangat minim.
3. Atmosfir Akademik
a. Kekuatan
1. Semakin meningkatnya kualitas dosen, baik dalam pencapaian gelar,
jabatan fungsional, dan dosen bersertifikasi pendidik.
2. Adanya kerja sama dalam negeri dan luar negeri dalam proses
atmosfir akademik yang telah ditindaklanjuti oleh sekolah tinggi dan
program studi.
3. Semakin meningkatnya publikasi karya – karya dosen STEBIS Bina
Mandiri dalam 3 tahun terakhir.
a. Kelemahan
1. Program kerja sama dalam negeri dan luar negeri dalam proses
atmosfir akademik belum ditindaklanjuti secara optimal.
2. Belum adanya penelitian yang dilakukan dengan kualitas yang baik
dan berpeluang memiliki nilai tawar standar dalam kerja sama
penelitian.
3. Perolehan hak paten dan dan tulisan dalam bentuk buku masih
rendah.
4. Kultur akademik belum terbangun dengan baik, baik secara internal
maupun eksternal.
4. Manajemen Internal
a. Kekuatan
1. Penyusunan rencana anggaran diawali dengan pembentukan panitia
anggaran yang anggotanya mewakili semua unsur unit kerja yang ada.
Selanjutnya, hasil kerja penyusunan rencana anggaran oleh panitia
anggaran merupakan bahan rapat pimpinan.
2. Adanya Standar Operasional Prosedur yang baku dalam mekanisme
pengajuan dan pelaporan anggaran setiap unit kerja dalam rangka
memenuhi kebutuhan masing-masing unit kerja.
3. Manajemen pelayanan keuangan, baik dalam pembayaran
mahasiswa maupun penggajian karyawan sudah berbasis perbankan.
4. Adanya penghargaan bagi penerbitan bahan ajar dan publikasi
ilmiah, baik di jurnal lokal, nasional maupun internasional.
5. Adanya insentif ketepatan waktu kehadiran karyawan dan dosen
setiap hari kerja, serta pemberian penghargaan (award) khusus
kepada dosen dan karyawan terbaik setiap semesternya.
6. Sistem Pembelajaran STEBIS Bina Mandiri sudah berbasis
informasi dan teknologi dapat mempermudah proses pembelajaran
tanpa terhambat oleh jarak, waktu maupun ruang.
7. Sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam pengelolaan
manajemen sehingga setiap keputusan bisa diantisipasi dengan cepat
8. Rekruitmen dosen dan tenaga kependidikan mengacu pada
kebutuhan berdasarkan rasio dosen-mahasiswa, dan melalui tes atau
interwiew khusus ditingkat BPH dan pimpinan yang membidangi
tentang kepegawaian.
9. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berjalan baik dan bersinergi
dengan pemerintah maupun swasta dan Masyarakat.
10. Program pengembangan karyawan/SDM dilakukan secara
berkelanjutan.
11. Peningkatan profesional dosen dilaksanakan secara kontinyu
melalui pelatihan (Pekerti dan AA). Pendidikan profesi terus
dilakukan oleh pihak STEBIS Bina Mandiri untuk meningkatkan
profesionalisme dosen
b. Kelemahan
1. Perencanaan belum mengacu pada kebutuhan riil, dan masih didasarkan
pada pagu anggaran tahun sebelumnya dengan beberapa penyesuaian untuk
tahun yang akan datang, serta didasarkan pada memo atau perintah
pimpinan yang bersifatnya tidak direncanakan sebelumnya.
2. Belum adanya mekanisme evaluasi dan monitoring internal yang
berkelanjutan dalam pengadaan, penggunaan dan pelaksanaan
anggaran.
3. Sistem keuangan belum berorientasi pada output dan outcome, tetapi
masih berorientasi pada input dan proses sehingga tujuan dari setiap
kegiatan belum terencana dengan baik.
4. Manajemen Sumber Daya Manusia masih kurang dapat membangun
efektivitas dan efisiensi.
5. Belum optimalnya kemampuan program studi dalam
mengembangkan kapasitas perencanaan berbasis kinerja.
5. Keberlanjutan
a. Kekuatan
1. Memiliki potensi sumber daya pengembangan usaha internal yang
masih memungkinkan menjadi sumber pendapatan kampus, seperti :
potensi pengelolaan pusat kewirausahaan mahasiswa (cafetaria center),
potensi pengelolaan lahan parkir kampus, dan potensi-potensi lainnya
sebagai sumber tambahan pendapatan kampus diluar UKT dalam
upaya meningkatkan kemampuan dana tambahan untuk memenuhi
kebutuhan ideal dalam pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan
Tinggi.
2. Pembiayaan studi di STEBIS Bina Mandiri jauh lebih rendah dibandingkan
perguruan tinggi lain.
3. Manajemen STEBIS Bina Mandiri memiliki rencana jangka panjang
pengembangannya sehingga dapat menjamin keberlangsungan organisasi.
4. STEBIS Bina Mandiri memiliki beberapa program studi yang memiliki
peminatan program studi sehingga mampu bersaing dengan perguruan
tinggi lainnya.
5. Keberadaan program unggulan STEBIS Bina Mandiri dalam 3-5 tahun
dengan dikembangkannya program peminatan sehingga menjadi lebih
fleksibel dalam mengantisipasi perubahan pasar tenaga kerja.
6. Tri Dharma Perguruan Tinggi STEBIS Bina Mandiri telah
melaksanakan berbagai pengabdian masyarakat baik yang dilakukan
oleh dosen maupun mahasiswa. Pengabdian masyarakat tersebut
meliputi pelatihan, pelayanan masyarakat baik ekonomi maupun
sosial, desa binaan, penanggulangan buta aksara, pelaksanaan wajar 9
tahun, penanggulangan bencana alam, pendampingan dalam
pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jumlah kegiatan pengabdian
masyarakat yang dilakukan oleh dosen baik secara mandiri maupun
dalam bentuk hibah kompetisi STEBIS Bina Mandiri dan Kemenag
Diktis menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
7. Diklat karyawan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan layanan
akademik dan administrasi. Keberadaan karyawan atau tenaga
kependidikan diharapkan mampu membangun komunikasi interaktif
dengan masyarakat melalui pelayanan prima. Setiap tenaga
kependidikan pengembangannya melalui pendidikan dan pelatihan
baik formal maupun non formal.
8. Kualitas pelayanan kepada mahasiswa dengan ditunjang sarana dan
prasarana Information and communication technologies. Keberadaan
sarana dan prasarana menjadi hal yang penting dalam menghadapi
dinamika perkembangan pendidikan di Bogor. Disamping itu
dukungan Information and communication technologies menjadi
keharusan dalam mempercepat akselerasi informasi dalam rangka
pengembangan STEBIS Bina Mandiri ke depan.
9. Kesesuaian implementasi pembelajaran/pengajaran dengan kurikulum
yang disusun. Kurikulum yang berlaku di STEBIS Bina Mandiri
mengacu pada kurikulum nasional dan disesuaikan dengan
karakteristik dan budaya lokal, sehingga implementasi proses
pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan.
10. Komitmen pimpinan STEBIS Bina Mandiri dalam meningkatkan
layanan akademik dan non akademik. Pelayanan akademik dan non
akademik menjadi faktor terpenting di STEBIS Bina Mandiri untuk
melayani masyarakat. Komitmen para pimpinan yang telah diatur
dalam tata kelola menjadi hal mutlak dalam pelayanan akademik.
Pelayanan yang baik tentu didukung pula oleh sistem, prosedur dan
standar tertentu dalam implementasinya. Dengan tata kelola yang
diwujudkan dalam komitmen pimpinan, hal ini dapat terlaksana.