The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KOMPONEN PENGENDALI MOTOR LISTRIK

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by abubakarsiddiq52, 2021-08-20 15:52:56

ELKPD IML 2

KOMPONEN PENGENDALI MOTOR LISTRIK

Keywords: motor listrik,Rangkaian Pengendali

ELKPD

MODUL PEMBELAJARAN

INSTALASI MOTOR LISTRIK
KELAS XI

Abubakar Siddiq, ST

RENCANA BELAJAR SISWA

Kompetensi Dasar

3.3.Memahami Prinsip Kerja Komponen Pengendali Motor Listrik
4.3.Memilih Komponen Pengendali MotorListrik

IPK

3.3.Menjelaskan Macam-macam Komponen Pengendali Motor Listrik
4.3. Mengidentifikasi Macam-macam Komponen Pengendali Motor Listrik

Tujuan

Setelah menyelesaikan modul ini, siswa diharapkan dapat :
1. Menyebutkan macam-macam komponen pengendali motor listrik
2. Menjelaskan prinsip kerja dari setiap komponen pengendali motor listrik
3. Menganalisa kesalahan suatu komponen pengendali dan memperbaiki sesuai

fungsi dan kegunaannya

Materi Pembelajaran

1. Tombol tekan (push button).

Gambar 3.1. Push Button
Push button merupakan suatu jenis saklar yang banyak dipergunakan dalam
rangkaian pengendali dan pengaturan.Saklar ini bekerja dengan prinsip titik
kontak NC atau NO saja, kontak ini memiliki 2 buah terminal baut sebagai kontak
sambungan.Sedangkan yang memiliki kontak NC dan NO kontaknya memiliki 4
buah terminal baut. Push button akan bekerja bila ada tekanan pada tombol dan
saklar ini akan memutus atau menghubung sesuai dengan jenisnya. Bila tekanan
dilepas maka kontak akan kembali ke posisi semula karena ada tekanan pegas.
Push button pada umumnya memiliki konstruksi yang terdiri dari kontak
bergerak dan kontak tetap. Dari konstruksinya, maka push button dibedakan
menjadi beberapa tipe yaitu:

Tipe Normally Open (NO)
Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan menutup bila
ditekan dan kembali terbuka bila dilepaskan. Bila tombol ditekan maka kontak
bergerak akan menyentuh kontak tetap sehingga arus listrik akan mengalir.

Gambar 3.2. Push Button NO

Tipe Normally Close (NC)
tombol ini disebut juga dengan tombol stop karena kontak akan membuka bila
ditekan dan kembali tertutup bila dilepaskan. Kontak bergerak akan lepas dari
kontak tetap sehingga arus listrik akan terputus.

Gambar 3.3. Push Button NC
Kontak NO akan menutup, jika tombol diteka dan kontak NC akan membuka bila
tombol ditekan. Tombol tekan NO digunakan untuk start sedangkan tombol
tekan NC digunakan untuk stop.

2. Kontaktor Magnet (Magnetic Contactor).
Kontaktor magnet atau sakelar magnet adalah sakelar yang bekerja

berdasarkan kemagnetan, artinya saklar ini dapat bekerja apabila ada gaya
kemagnetan. Magnet berfungsi sebagai penarik dan pelepas kontak- kontak.

Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan dan memutuskan arus listrik
dalam keadaan normal. Arus listrik yang mengalir secara normal adalah arus

listrik yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi. Pada kontaktor AC pada
inti magnetnya dipasang cincin hubung singkat untuk menjaga arus
kemagnetan tetap stabil, sehingga kontaktor tersebut bekerja normal. Pada
tegangan AC, voltase minimal adalah 85% voltase kerja, apabila kurang maka
kontaktor akan bergetar

Gambar 3.4. Kontaktor magnet.
Gambar di atas, kontak 3 dan 4 adalah NC sedangkan kontak 1 dan 2
adalah NO. Apabila tidak ada arus maka kontak akan tetap diam. Tetapi apabila
arus dialirkan dengan menutup switch maka kontak 3 dan 4 akan menjai NO
sedangkan kontak 1 dan 2 menjadi NC

Biasanya pada kontaktor terdapat beberapa kontak, yaitu kontak normal
terbuka (normaly open/ NO) dan kontak normal tertutup (normaly close/ NC).
Kontak NO berarti saat kontaktor belum bekerja kedudukannya membuka dan
bila kontaktor bekerja kedudukan kontaknya menutup/menghubung. Jadi
fungsi kontak NO dan NC berlawan.

Fungsi kontak-kontak tersebut terdiri dari kontak utama dan kontak
bantu. Kontak utama terdiri dari kontak NO dan kontak bantu terdiri dari kontak
NO dan NC. Kontruksi dari kontak utama berbeda dengan kontak bantu,
dimana kontak utama mempunyai luas permukaan yang luas dan tebal.
Sedangkan kontak bantu luas permukaannya kecil dan tipis.

KOMPONEN DAN SIMBOL Keterangan No. Keterangan
Coil Kontak
Simbol sebuah coil Hubungan penghantar untuk
yang merupakan A1&A2 sumber tegangan pada
komponen utama Kontaktor. Dimana A1
dalam kontaktor, merupakan terminal masukan
berfungsi sebagai dari sumber tegangan,
penggerak kontak sedangkan A2. Merupakan
– kontak yang ada terminal keluaran yang menuju
ke nol/netral.

Kontak 1,3,5 Merupakan terminal kontak
Utama 2,4,6 Normally Open (NO) Untuk
masukan dari sumber
Kontak Utama Kontak Sebuah kontak pada 13 - 14 tegangan yang digunakan
Kontak Bantu Bantu kondisi NORMALLY 23 - 24 pada rangkaian beban (utama)
OPEN dan disingkat 33 - 34 Merupakan pasangan pada
dengan istilah NO 53 - 54 terminal kontak
63 - 64 Normally Open (NO) untuk
Sebuahkontak pada 73 - 74 keluaran dari kontaktor yang
kondisi NORMALLY menuju ke beban atau pada
CLOSE dan disingkat 11 - 12 rangkaian beban (utama)
dengan istilah NC 21 - 22 Kontak bantu NO merupakan
31 - 32 Terminal penghubung untuk
51 - 52 pasangan kontak–kontak bantu
61 - 62 pada kondisi NORMALLY OPEN
71 - 72 (NO)

Kontak bantu NO merupakan
Terminal penghubung untuk
pasangan kontak–kontak bantu
pada kondisi NORMALLY CLOSE
(NC)

Kontak utama digunakan untuk mengalirkan arus pada rangkaian
utama,yaitu arus yang diperlukan untuk peralatan listrik misalnya : motor listrik,
pesawat pemanas dan sebagainya. Sedangkan kontak bantu digunakan untuk
mengalirkan arus pada rangkaian pengendali (kontrol) yang diperlukan untuk
kumparan magnet, alat bantu rangkaian, lampu indikator, dan sebagainya.
Katagori penggunakan kontaktor magnet sebagai berikut :
Penggunaan kontaktor harus dipahami rangkaian pengendali (kontrol) dan
rangkaian daya (utama). Rangkaian pengendali adalah rangkaian yang hanya
menggambarkan bekerjanya kontaktor dengan kontak-kontak bantu.
Sedangkan rangkaian utama adalah rangkaian yang khusus melayani hubungan
peralatan listrik dengan sumber tegangan (jala-jala).
Keuntungan menggunakan kontaktor ialah:
1. Pelayanannya mudah,
2. Momen kontak cepat.
Sedangkan Kerugiannya:
1. Mahal harganya,
2. Perawatannya cukup sukar,
3. Jika saklar putus sedangkan kontaktor dalam keadaan bekerja, maka

kontaktor akan lepas dengan sendirinya. Kontaktor tidak akan bekerja lagi
walaupun sakelar induk telah disambung kembali sebelum tombol start
ditekan lagi

3. Thermal Overload Relay

Dalam instalasi motor listrik, dibutuhkan pengaman terhadap beban lebih
dengan tujuan untuk menjaga dan melindungi motor listrik dari kerusakan yang
fatal akibat gangguan beban lebih. Thermal Overload Relay (TOR) adalah salah
satu pengaman motor listrik dari arus yang berlebihan. Bila Arus yang melewati
motor listrik terlalu besar maka akan merusak beban, oleh sebab itu TOR akan
memutuskan rangkaian apabila ada arus listrik yang melebihi batas beban.

Gambar 3.5. TOR

Relay ini dihubungkan dengan kontaktor pada kontak utama 2,4,6 sebelum
kebeban (motor listrik). Gunanya untuk mengamankan motor listrik atau
memberi perlindungan kepada motor listrik dari kerusakan akibat beban lebih.
Beberapa penyebab terjadinya beban lebih antara lain :
1) Terlalu besarnya beban mekanik dari motor listrik
2) Arus start yang tertalu besar atau motor listrik berhenti secara mendadak
3) Terjadinya hubung singkat
4) Terbukanya salah satu phase dari motor listrik 3 phase.

Arus yang terlalu besar yang timbul pada beban motor listrik akan mengalir
pada belitan motor listrik yang dapat menyebabkan kerusakan dan terbakarnya
belitan motor listrik. Untuk menghindari hal itu dipasang termal beban lebih pada
alat pengontrol. Prinsip kerja termal beban lebih berdasarkan panas (temperatur)
yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemen-elemen pemanas
bimetal. Dan sifatnya pelengkungan bimetal akibat panas yang ditimbulkan,
bimetal akan menggerakkan kontak-kontak mekanis pemutus rangkaian listrik
(Kontak 95-96 membuka) TOR bekerja berdasarkan prinsip pemuaian dan benda
bimetal. Apabila benda terkena arus yang tinggi, maka benda akan memuai
sehingga akan melengkung dan memutuskan arus.

Gambar 3.6. Fungsi bagian bagian TOR

Untuk mengatur besarnya arus maksimum yang dapat melewati TOR,
dapatdiatur dengan memutar penentu arus dengan menggunakan obeng
sampaididapat harga yang diinginkan.

4. Time Delay Relay
Timer merupakan salah satu peralatan kontrol pada sistem tenagalistrik.
Peralatan kontrol ini dapat dikombinasikan dengan peralatan control lain,
contohnya dengan MC (Magnetic Contactor), Thermal Over Load Relay,dan lain-
lain. Fungsi dari peralatan kontrol ini adalah sebagai pengatur waktubagi
peralatan yang dikendalikannya. Timer yang umum digunakan pada Sistem
tenaga listrik memiliki struktur sebagai berikut:
1. Normaly Closed (NC)
2. Normaly Open (NO)
3. Power

Gambar 3.7. TDR

Gambar 3.6. Fungsi bagian dari TDR

5. Saklar Manual
Saklar manual ialah saklar yang berfungsi menghubung dan memutuskan

arus listrik yang dilakukan secara langsung oleh orang yang
mengoperasikannya. Dengan kata lain pengoperasian saklar ini langsung
oleh manusia tidak menggunakan alat bantu. Sehingga dapat juga disebut
saklar mekanis. Pada saat saklar memutus dan menghubung, pada kontak saklar
akan terjadi percikan bunga api terutama pada beban yang besar dan voltase
yang tinggi. Karena itu gerakan memutus dan menghubung saklar harus

dilakukan secara cepat sehingga percikan bunga api yang terjadi kecil.
Dengan saklar ini motor listrik dapat dihubungkan langsung dengan jala-
jala (direct on line), atau dapat pula saklar ini digunakan sebagai starter (alat
asut) pada motor-motor listrik 3 fase daya kecil.
1. Saklar SPST (Single Pole Single Throw Switch)

Saklar SPST adalah saklar yang terdiri dari satu kutub dengan satu arah,
Fungsinya untuk memutus dan menghubung saja. Saklar jenis SPST ini hanya
digunakan pada motor dengan daya kurang dari 1 PK.
2. Sakelar SPDT (Single Pole Double Throw Switch)

Saklar SPDT adalah saklar yang terdiri dari satu kutub dengan dua arah
hubungan. Saklar ini dapat bekerja sebagai penukar. Pemutusan dan
penghubungan hanya bagian kutub positif atau fasenya saja.

3. Saklar DPST (Double Pole Single Throw Switch)

Saklar DPST adalah saklar yang terdiri dari dua kutub dengan satu arah. Jadi
hanya dapat memutus dan menghubung saja.
4. Saklar DPDT (Double Pole Double Throw Switch)

Saklar DPDT adalah saklar yang terdiri dari dua kutub dengan dua arah.
Sakelar jenis ini dapat bekerja sebagai penukar. Pada instalasi motor dapat
digunakan sebagai pembalik putaran motor arus searah dan motor satu fase.
Juga dapat digunakan sebagai pelayanan dua sumber voltase pada satu
motor.
5. Saklar TPST (Three Pole Single Throw Switch)

Saklar TPST adalah sakelar dengan satu arah pelayanan. Digunakan untuk
melayani motor 3 fase atau sistem 3 fase lainnya.
6. Saklar TPDT (Three Pole Double Throw Switch)

Saklar TPDT adalah saklar dengan tiga kutub yang dapat bekerja ke dua arah.
Saklar ini digunakan pada instalasi motor 3 fase atau sistem 3 fase lainnya.
Juga dapat digunakan sebagai pembalik putaran motor 3 fase, layanan motor
3 fase dari dua sumber dan juga sebagai starter bintang segitiga yang sangat
sederhana.
7. Cam Switch (Saklar Putar Cam)

Saklar ini adalah salah satu jenis dari sakelar manual. Cam Switch banyak
digunakan dalam rangkaian utama pada rangkaian kontrol. Misalnya untuk
hubungan bintang segitiga, membalik putaran motor 1 fase atau motor 3
fase. Alat ini terdiri dari beberapa kontak, arah pemutaran dan sakelar akan
mengubah kontak-kontak menutup atau membuka dan beroperasi dalam
satu putaran.

LATIHAN SOAL

1. Titik kontak ini sebelum bekerja dalam keadaan terbuka dan bila bekerja maka
titik kontak akan menutup sehingga mengalirkan arus listrik. Ini adalah jenis
kontak ?
a. NO
b. NC
c. OFF
d. Tukar
e. Silang

2. Kontak ini dalam keadaan tertutup atau terhubung sehingga mengalirkan arus
listrik. Apabila kontak ini ditekan atau bekerja, maka titik kontak akan terbuka
sehingga arus akan terputus/terhenti. Ini adalah jenis kontak ?
a. NC
b. NO
c. OFF
d. Tukar
e. Silang

3. Titik kontak NO digunakan sebagai tombol ?
a. Start
b. Off
c. Emergency
d. Membalik arah putaran motor
e. Start motor bintang segitiga

4. Titik kontak NC digunakan sebagai tombol ?
a. Off
b. Start
c. Emergency
d. Membalik arah putaran motor

e. Start motor bintang segitiga
5. Saklar yang terdiri dari satu kutub dengan satu arah adalah

a. SPST
b. SPDT
c. DPST
d. DPDT
e. TPST
6. Saklar yang terdiri dari tiga kutub dengan dua arah adalah
a. TPDT
b. SPST
c. SPDT
d. DPST
e. TPST
7. Kontak Utama pada kontaktor adalah
a. 1-2, 3-4, 5-6
b. 1-2, 3-4, 13-14
c. 1-2, 13-14, 21-22
d. 13-14, 23-24, 33-34
1. 11-12, 21-22, 31-32
8. Fungsi dari kontak utama adalah
a. Mengalirkan arus yang diperlukan untuk beban
b. Mengalirkan arus yang diperlukan untuk control
c. Mengalirkan arus yang diperlukan untuk membalik arah putaran
d. Mengalirkan arus untuk kerja berurutan
e. Mengalirkan arus untuk start bintang segitiga
9. Fungsi dari kontak bantu adalah
a. Mengalirkan arus bantu yang diperlukan oleh kumparan magnet, indicator

dan pengaman.
b. Mengalirkan arus yang diperlukan untuk control

c. Mengalirkan arus yang diperlukan untuk membalik arah putaran
d. Mengalirkan arus untuk kerja berurutan
e. Mengalirkan arus untuk start bintang segitiga
10. Saklar yang terdiri dari tiga kutub dengan satu arah adalah
a. SPST
b. SPDT
c. DPST
d. DPDT
e. TPST

B. Tugas – Tes Modul
Setelah mempelajari materi di Kegiatan Pembelajaran-1 dan memenuhi
serangkaian aktivitas belajar, kini Anda sebaiknya mengerjakan soal latihan berikut
gunanya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman Anda mengenai materi yang
telah dipelajari.
1. Fungsi magnet pada kontaktor magnet adalah..
a. sebagai penarik dan pelepas kontak-kontak
b. sebagai penghubung kontak-kontak
c. sebagai penyalur dan penerus kontak-kontak
d. sebagai penyulang kontak-kontak
e. sebagai penghantar kontak-kontak
2. Kumparan magnet kontaktor (coil) dapat dirancang untuk arus....
a. arus kuat
b. arus lemah
c. arus kuat dan lemah
d. arus AC
e. arus AC dan DC
3. Fungsi cincin hubung singkat pada kontaktor AC adalah...
a. menjaga arus kemagnetan tetap stabil

b. menjaga kemiringan kemagnetan tetap stabil

c. menjaga kumparan kemagnetan tetap stabil

d. menjaga kekuatan kemagnetan tetap stabil

e. menjaga hasil kemagnetan tetap stabil

4. Kontaktor terdapat beberapa kontak yaitu....

a. NO dan NA
b. NO dan NC
c. NA dan NP
d. PN dan NA
e. ND dan NA
5. Saat kontaktor belum bekerja kedudukannya membuka adalah fungsi dari

kontak...

a. normaly open

b. normaly close

c. normaly dead

d. normaly able

e. normaly good

DAFTAR PUSTAKA

1. Christian Mamesah dan Frans Masse P. Sistem Kelistrikan Mesin-mesin
Produksi,1997

2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Mengoperasikan Mesin
Produksi dengan Kendali Elektromagnetik. 2005

3. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Drs. Syamsuarnis, M. Pd, Persyaratan
Komponen dan Alat Instalasi Tenaga Listrik Sesuai Standar PUIL. 2017


Click to View FlipBook Version