Om Swastyastu
Doa Sebelum Belajar
Om Saraswati Namastubhyam
Warade Kama Rupini
Widyarambham Karaaksami
Siddhir Bahvantu Me Sadha
Om gururbrahma gururvishnu
Gururdevo maheswarah
Guru saksatparabrahma
Tasmai sri gurave namah
Om Santih Santih Santih Om
Ajaran Tantra, Yantra
dan Mantra
Pendidikan Agama Hindu dan Budhi Pekerti
Kelas XII / Semester I
1. Tantra
Pengertian Tantra
Kata tantra berasal dari bahasa
Sanekerta yang memiliki makna
“memperluas”. Tantra merupakan "Ajaran tantra mengacu kepada kitab-
salah satu dari sekian banyak kitab yang pada umumnya berhubungan
konsep pemujaan kehadapan Ida dengan pemujaan kepada çakti (Ibu
Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan semesta; Devi Durga, Devi Kali,
Yang Maha Esa, di mana manusia Parwati, Laksmi, dan sebagainya),
kagum pada sifat-sifat sebagai aspek Tuhan yang tertinggi dan
kemahakuasaan-Nya sehingga sangat erat kaitannya dengan praktek
memiliki keinginan untuk spiritual dan bentuk-bentuk ritual
mendapatkan kesaktian. pemujaan, yang bertujuan
membebaskan seseorang dari
kebodohan, dan mencapai pembebasan."
Tantra adalah satu sistem dari praktek-praktek
yang dipergunakan untuk meningkatkan spiritual.
Ajaran terbaik dari tantra adalah pengetahuan
mengenai energi kundalini yang luas yang belum
dimanfaatkan di dalam tubuh manusia. Tantra
juga melakukan penelitian mengenai ilmu kimia,
astrologi, astronomi, palmistry “ilmu meramal
melalui rajah tangan”, cosmologi “ilmu tentang
alam semesta, awal perkembangan dan akhirnya”
bahkan teori atom. Mantra-mantra Hindu yang
ada sampai saat ini banyak bernafaskan ajaran
tantra. Yantra dan bentuk-bentuk geometris
yang dihubungkan dengan mantra, juga
merupakan ajaran yang sama pentingnya dari
tantra untuk kemanusiaan.
2. Yantra
Dalam kamus Sanskerta, kata Yantra memiliki arti
mengikat, menyimpulkan sebuah peralatan,
instrumen, mesin dan sebuah jimat (Surada, 2007:
257). Yantra umumnya berarti alat untuk melakukan
sesuatu guna mencapai tujuan. Di dalam pemujaan
yantra adalah sarana tempat memusatkan pikiran.
Yantra merupakan aspek dalam dari bentuk
penciptaan. Sifat dasar dari manusia dan binatang,
seperti halnya para Dewata yang diekspresikan
melalui yantra. Yantra adalah garis-garis lurus,
lengkung yang dipadukan yang merupakan basis dari
energi alam semesta yang merupakan perwujudan
Dewata (Titib, 2003:469-470).
Yantra merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang dalam
hal melakukan pemujaan serta persembahan kehadapan Tuhan. Yantra
dilihat dari struktur memiliki bentuk yang beragam serta disusun sesuai
dengan si penggunanya. Hal senada dijelaskan pula dalam kamus Jawa
Kuno oleh L. Mardiwarsito (dalam Wiana 2004:189), kata yantra
dinyatakan berasal dari bahasa sanskerta yang artinya sarana untuk
memuja Deva, sedangkan dalam kamus Sanskerta-Indonesia, kata
yantra diartikan harta kekayaan, bantuan, alat perlengkapan dan lain-
lain. Yantra merupakan kebutuhan dasar untuk menggambarkan semua
simbol-simbol, semua wujud suci, altar, pura dan mudra. Yantra
dipergunakan dalam upacara pemujaan, Dewata dihadirkan dengan
menggambar melalui yantra dan memanggil nama yang gaib. Yantra
dapat diekspresikan ke dalam aspek internal dari setiap bentuk ciptaan.
Sifat alami manusia dan binatang-binatang, seperti halnya Deva-Deva
dapat diekspresikan melalui yantra (Titib, 2003:469).
3. Mantra
Kata mantra berasal dari bahasa
Sanskerta dari kata “Man” artinya
pikiran dan “Tra” artinya
menyeberangkan. Mantra adalah media
untuk menyeberangkan pikiran dari
yang tidak suci atau tidak benar
menjadi semakin suci dan semakin benar
(Wiana, 2004:184). Mantra memiliki
tujuan untuk melindungi pikiran dari
jalan sesat menuju jalan yang benar dan
suci.
Mantra adalah sebuah kata-kata atau
kalimat suci yang bersumber dari kitab suci
weda khususnya dalam teks dharma
pemujaan kehadapan Ida Sang Hyang
Widhi/Tuhan Yang Maha Esa beserta
dengan berbagai macam manifestasi-Nya
pada saat pelaksanaan Panca Yajna dalam
kehidupan dan penerapan ajaran Hindu.
Mantra adalah catur Weda yaitu: Åg Veda,
Yayur Weda, Sama Weda, dan Atharwa
Weda. Mantra merupakan bunyi, suku kata,
kata, atau sekumpulan kata-kata yang
dipandang mampu “menciptakan perubahan”
seperti misalnya perubahan spiritual.
FUNGSI TANTRA, YANTRA DAN MANTRA
DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1. Fungsi dan Manfaat Tantra
Menyeimbangkan keaktifan semua chakra.
Memurnikan prana atau energi yang masuk ke dalam tubuh.
Membantu bangkitnya kemampuan clairvoyance,
yaitukemampuan dalam melihat dan merasakan energi yang
halus (subtleenergies) seperti : melihat aura, pancaran
energi, melihat chakra.
Membantu bangkitnya kemampuan clairaudience, yaitu
kemampuan dalam mendengar dan memahami suara gaib,
mendengar pesan dari alam atau dimensi lain.
Membantu bangkitnya kemampuan psychometry, yaitu dapat
mengetahui sejarah suatu benda hanya dengan sentuhan saja.
Merasakan peningkatan pengalaman spiritual dalam kehidupan
yanganda jalani sekarang maupun pada tingkat dimensi yang
lebih subtle dantinggi.
2. Fungsi dan Manfaat Yantra
Simbol sesuatu yang dihormati/dipuja.
Sarana atau media mewujudkan tujuan
hidup dan tujuan agama yang diyakininya
Media memusatkan pikiran.
Yantra adalah bentuk “niyasa” (symbol,
pengganti yang sebenarnya) yang diwujudkan
oleh manusia untuk mengkonsentrasikan
baktinya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi
Wasa, seperti misalnya dalam perpaduan
warna, kembang, banten, gambar, arca, dan
lain-lain.
3. Fungsi dan Manfaat Mantra
Memuja Tuhan Yang Maha Esa
Memohon kesucian
Memohon keselamatan
Memohon Pencerahan dan kebijakan
Melestarikan ajaran “Dharma”.
DOA PENUTUP
Prthivi Santir Apah Santir
Osadhayah Santih
Vanaspatayah Santir Visvedevah
Santir Brahma Santih
Sarvam Santih Santir Eva Santih
Sama Santir Edhi
Om Shanti, Shanti, Shanti Om”
Thank you
Sampai bertemu pada pertemuan selanjutnya !
Jika ada yang ditanyakan hubungi saya di:
082271052055
Om Santih Santih Santih Om