The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by harvianrifki, 2024-06-09 22:29:11

Metopel Jl. Anggur Timur

Metopel Jl. Anggur Timur

Metode Pelaksanaan Page 1 METODE PELAKSANAAN PROGRAM : PROGRAM PENYELENGGARAAN JALAN KEGIATAN : PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN / KOTA PEKERJAAN : PENIGKATAN JL. ANGGUR TUIMUR KELURAHAN RIMBA SEKAMPUNG TAHUN ANGGARAN : 2023 A. INFORMASI DATA PROYEK 1. Paket pekerjaan PENIGKATAN JL. ANGGUR TUIMUR KELURAHAN RIMBA SEKAMPUNG Pekerjaan ini dibiayai dari sumber APBD Kota Dumai Tahun Anggaran 2023, dimana jangka waktu penyelesaian pekerjaan proyek adalah 90 (Sembilan Puluh) hari kalender. Seluruh langkah pekerjaan harus terjadwal dan terkoordinasi dengan baik. Master Schedule akan diperinci kembali menjadi schedule yang terbagi menjadi beberapa bagian pekerjaan sesuai dengan BOQ dan dirinci menjadi metode pelaksanaan mingguan, dimana langkah-langkah pekerjaan ini kami tuangkan dalam metode pelaksanaan. 2. Penyedia Jasa melaksanakan semua pekerjaan yang tercakup dalam Kontrak dan memperbaiki cacat mutu selama Masa Kontrak yang harus diselesaikan sebelum berakhirnya waktu yang diberikan untuk memperbaiki cacat mutu, termasuk pekerjaan Pemeliharaan Kinerja Jalan yang harus dilaksanakan dalam waktu yang diberikan selama Masa Pelaksanaan. 3. Lingkup Pekerjaan termasuk, tetapi tidak terbatas, seluruh pekerjaan yang terkait dengan : (a) Fasilitas dan Pelayanan Pengujian; (b) Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas; (c) Penanganan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi (termasuk penyuluhan HIV/AIDs, jika disebutkan dalam Kontrak) yang dituangkan dalam RK3K (Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi); (d) Pengamanan Lingkungan Hidup; dan (e) Manajemen Mutu. 4. Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pemborong menyediakan : a. Tenaga kerja / tenaga ahli yang memadai dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan b. Alat-alat yang diperlukan dalam pelaksanaa pekerjaan disediakan oleh Kontraktor. B. LINGKUP PEKERJAAN : 1. DIVISI 1. UMUM 2. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK 3. DIVISI 6. PEKERASAN ASPAL 4. DIVISI 7. STRUKTUR Semua item – item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan harga. C. ADMINISTRASI 1. PASCA LELANG Setelah diputuskan pemenang lelang dalam paket Pekerjaan PENIGKATAN JL. ANGGUR TUIMUR KELURAHAN RIMBA SEKAMPUNG Tahun Anggaran 2023 maka selaku pemenang lelang hal pertama yang kami lakukan adalah menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan


Metode Pelaksanaan Page 2 sebagai syarat keluarnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan dilanjutkan dengan melengkapi dokumen yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut antara lain : a. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Permanen yang berbentuk Barchat dan Kurva “S” serta Network Planning; b. Jadwal penugasan personil inti; c. Jadwal pengiriman peralatan proyek (mobilisasi/demobilisasi); d. Jadwal Pengiriman bahan-bahan material proyek; e. Rincian metode pelaksanaan masing-masing bagian pekerjaan secara lebih mendetail; f. Menyerahkan surat pemberitahuan secara tertulis, bahwa pekerjaan tersebut akan segera kami laksanakan dengan tembusan kepada Instansi yang terkait; dan g. Koordinasi dengan petugas terkait dan instansi terkait, baik dengan konsultan perencana, wakil dari pengguna jasa maupun dengan konsultan pengawas dan bersosialisasi dengan lingkungan setempat, untuk dapat mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu dan menghambat aktifitas pada saat pelaksanaan pekerjaan. 2. ADMINISTRASI LAPANGAN Selama masa pelaksanaan pekerjaan dilapangan juga dilakukan proses administrasi untuk tertib laporan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam PENIGKATAN JL. ANGGUR TUIMUR KELURAHAN RIMBA SEKAMPUNG tahun anggaran 2023. Dokumen yang dipersiapkan selama masa pelaksanaan pekerjaan meliputi: Laporan kegiatan; Laporan Surat-menyurat; Laporan hasil pertemuan rapat koordinasi dengan pihak yang terkait; dan Foto-foto terkait dengan pelaksanaan pekerjaan. 3. KETENTUAN & SYARAT-SYARAT Pembahasan Metode Pelaksanaan pekerjaan ini mengambil beberapa ketentuan antara lain: 1. Dalam Melaksanakan Kegiatan pekerjaan akan dimulai selambat – lambatnya 7 (tujuh) hari dari tanggal penyerahan lapangan, atau yang di awali dengan melakukan Pre Cost Meeting (PCM). 2. Mobilisasi Pelaksanaan Mobilisasi dilaksanakan sesuai dengan Time Scedul. 3. Lokasi Dalam Melaksanakan Kegiatan pekerjaan yang akan dilaksanakan lokasinya harus sudah diperiksa kondisi tanahnya dan pengukuran di lapangan untuk pembuatan gambar rencana (shop drawing) yang disetujui oleh Direksi lapangan (Pihak Pengguna Jasa). 4. Peralatan Kapasitas Peralatan yang digunakan seperti yang terlihat di dalam analisa teknis yang merupakan bagian dari analisa harga satuan. 5. Bahan / Material Bahan dan material yang digunakan semua telah memenuhi persyaratan teknis yang tertera di dalam spesifikasi teknis berlaku. 6. Pembuatan dan Persetujuan Gambar Kerja 7. Shop Drawing adalah detail gambar konstruksi dan harus dipersiapkan sebelum pekerjaan yang bersangkutan dilaksanakan. Shop Drawing digunakan sebagai acuan bagi pelaksana di lapangan.


Metode Pelaksanaan Page 3 Pembuatan dan Persetujuan Gambar Kerja Shop Drawing adalah detail gambar konstruksi dan harus dipersiapkan sebelum pekerjaan yang bersangkutan dilaksanakan. Shop Drawing digunakan sebagai acuan bagi pelaksana di lapangan. Flow Chart Pengajuan Shop Drawing Pemeriksaan Shop Drawing Kontraktor Evaluasi & Koreksi Shop Drawing Pengawas Revisi ? Persetujuan SD Dikirim kembali Pengawas Selesai Tidak Ya Revisi Shop Drawing Kontraktor 1 day 2 days 1 days Mula i


Metode Pelaksanaan Page 4 Flow Chart Pengajuan Material Persetujuan Bahan dan Material D. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATAN / REKONTRUKSI JALAN SEDULUR KECAMATAN TEBING TINGGI 1. DIVISI 1 UMUM a. Pengukuran Ulang Pekerjaan Pengukuran dilakukan untuk menentukan posisi ketinggian dan batas pekerjaan lainnya secara detail dan jelas sesuai gambar rencana yang kemudian akan dituangkan di dalam gambar kerja sebagai acuan dalam pelaksanaan. Untuk melakukan Monitoring pekerjaan dan kontrol selama masa pelaksanaan dibuat TBM (Temporary Bench Mark) pada posisi yang aman dan mudah dilihat sesuai arahan pengawas. Pada Akhir Pelaksanaan dilakukan kembali pengukuran ulang. b. Mobilisasi Pekerjaan pendahuluan merupakan pekerjaan persiapan awal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek. Sebelumnya segala izin yang dibutuhkan sudah diurus, timeschedule telah dibuat, dan kontraktor telah memiliki Shop Drawing. Pekerjaan pendahuluan yang dilakukan dalam proyek ini meliputi :


Metode Pelaksanaan Page 5 1. Dalam waktu paling lambat 7 hari setelah Tanggal Mulai Kerja, Rapat Persiapan Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) harus dilaksanakan dan dihadiri Wakil Pengguna Jasa, Pengawas Pekerjaan, dan Penyedia Jasa untuk membahas semua hal baik yang teknis maupun yang non teknis dalam kegiatan ini. Dalam waktu 14 hari setelah Rapat Persiapan Pelaksanaan, Penyedia Jasa harus menyerahkan Program Mobilisasi (termasuk program perkuatan bangunan pelengkap antara lain jembatan, bila ada) dan Jadwal Kemajuan Pelaksanaan kepada Pengawas Pekerjaan untuk dimintakan persetujuannya. 2. Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil, dan perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan mengembalikan pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan gambar kerja. 3. Personel Manajerial Meliputi : Site Manager, Ahli K3 Konstruksi Dan Personel Pekerja (Mandor, Kepala Tukang, Tukang dan Pekerja). 4. Semua pekerjaan tersebut diatas dapat dikerjakan apabila telah mendapat persetujuan dari Direksi Kegiatan. c. Penyelenggaraan Smk3 Konstruksi Pihak Kami akan membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi bahaya, Penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinam-bungan sesuai dengan Rencana K3 Kontrak (RK3K). diantaranya : 1. Melakukan meeting/rapat tentang K3 bersama kontrktor,konsultan pengawas,direksi dan para pekerja. 2. Kotak P3K harus lengkap dengan isinya baik berupa obat luka,perban dan lain-lain. 3. Topi pelindung harus dipergunakan di saat memasuki area pekerjaan dan topi pelindung harus setandar nasional indonesia (SNI). 4. Masker/pelindung mulut harus digunakan disaat melakukan pekerjaan. 5. Sarung Tangan harus digunakan disaat melakukan pekerjaan agar terlindungi. 6. Sepatu keselamatan harus dipakai disaat memasuki area pekrjaan baik dari konsultan pengawas,direksi dan lain-lain. Sepatu keselamatan harus setandar nasional indonesia (SNI). 7. Rompi keselamatan harus dipakai pada saat memasuki area pekerjaan. 8. Semua pekerjaan tersebut diatas dapat dilakukan apabila telah mendapat persetujuan dari konsultan pengawas atau direksi lapangan.


Metode Pelaksanaan Page 6 d. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas. Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan. 1. Manajemen dan keselamatan lalu lintas 2. Tahap awal pelaksanaan pekerjaan dimulai dengan penyediaan perlengkapan meliputi. Rambu lalu lintas; Barikade; Bendera; Rencana Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas; dan Lampu. Selain itu, juga menyediakan tenaga koordinator manajemen dan keselamatan lalu lintas. Gambar : Contoh Rambu-rambuyang digunakan pada pekerjaan jalan e. Gambar Kerja (Shop Drawing) 1. Jika terdapat kekurangan-kekurangan penjelasan-penjelasan dan gambar kerja, atau diperlukan gambar tambahan / gambar detail, atau untuk memungkinkan Pemborong melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan, maka Pemborong harus membuat gambar tersebut dan dibuat rangkap 3 (tiga) gambar tersebut atas biaya Pemborong dan dapat dilasanakan setelah mendapat persetujuan dari Pengawas. 2. Gambar kerja hanya berubah apabila diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas, dengan menikuti penjelasan-penjelasan dan pertimbangan dari Perencana. 3. Gambar tersebut harus diserahkan kepada pengawas untuk disetujui sebelum dilaksanakan.


Metode Pelaksanaan Page 7 f. Jadwal Konstruksi Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM). g. Papan Nama Proyek 1. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek. 2. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi pekerjaan 3. Bahan yang dipakai : kayu kaso, plywood, amplas, cat kayu, paku, split, cat minyak, semen, dan lain-lain. 4. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan. 5. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek. 2. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH DAN GEOSINTETIK a. Penyiapan Badan Jalan 1. Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan dasar jalan atau permukaan lapis fondasi beraspal di daerah jalur lalu lintas (termasuk jalur tempat perhentian dan persimpangan) dan di daerah bahu jalan baru yang bukan di atas timbunan baru akibat pelebaran lajur lalu lintas. 2. Ukuran–ukuran penyiapan badan jalan / perataan sesuai dengan gambar rencana, areal untuk pekerjaan Konstruksi jalan dibersihkan dan elevasi jalan dibuat dengan ketinggian badan jalan yang rata.. Areal lokasi pekerjaan yang akan dikerjakan terlebih dahulu disiapkan dengan membersihkan areal tersebut dari semak belukar dan akar-akar tumbuhan. Sisa dari pembersihan tersebut dibuang sejauh mungkin dari lokasi pekerjaan. Pembersihan lokasi pekerjaan. 3. Menyiapkan badan jalan dengan membersihkan dari sampah, atau material yang mengganggu pada pelaksanaan pembetonan dan meratakan permukaan jalan sesuai dengan kemiringan rencana (2%). 4. Membentuk dan menimbun badan jalan pada badan jalan yang berlubang/tanah yang rendah. 5. Melakukan penimbunan badan jalan dengan mendatangkan material serta memadatkannya pada STA yang telah di tentukan dengan ketebalan disesuaikan dengan gambar rencana. 6. Hal–hal yang dianggap perlu, mengikuti petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan /Direksi Teknis. b. Galian Biasa (Manual) 1. Galian ini harus mencakup pada seluruh galian, serta pembuangan hasil galian yang tidak terpakai seperti yang diajukan dalam gambar atau sebagai mana yang diperintahkan oleh konsultan pengawas. 2. Sebelum melakukan galian harus memasang bowplank terlebih dahulu dan disetujui oleh konsultan pengawas atau direksi 3. Setelah mendapat persetujuan baru bisa menggali, galian harus sesuai dengan yang telah direncanakan.


Metode Pelaksanaan Page 8 4. Hal–hal yang dianggap perlu, mengikuti petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan /Direksi Teknis. 3. DEVISI 6. PERKERASAN ASPAL a. Bahan Aspal Modifikasi untuk Pekerjaan Pelaburan (Buras) 1. Pekerjaan ini mencakup pengadaan, dan penghamparan, dengan menggunakan aspal panas dicampur dengan korosene dengan perbandingan campuran yang telah ditentukan. Untuk area yg d buaras adalah badan jala,bahu jalan dan oprit ukuran panjang dan lebar di sesuai dengan gambar rencana. 2. Apabila umur beton telah mencapai 2 ( Dua ) minggu / sudah cukup kering, baru bisa dilaksanakan penyiraman peleburan aspal ( Buras ) secara merata. Jika ada kondisi buras yang tidak maksimal maka kosnultan pengawas berhak untuk menegur kontraktor dan pekerjaan harus diperbaiki. 3. Aspal sebelum dileburkan terlebih dahulu diencerkan dengan cara dipanaskan. Setelah encer baru dilaburkan ke permukaan plat beton secara merata. Plat beton yang akan dilebur harus dalam kondisi bersih. pembersihan dilkukan dengan cara manual menguakan alat bantu seperti sapu. 4. Pekerjaan leburan aspal dengan agregat penutup pasir dilakukan setelan coran plat beton mengeras dan penghamparan buras harus merata penuh menutupi badan jalan, jika ada kondisi buras yang tidak maksimal maka pekerjaan buras harus diperbaiki. 5. Sebelum aspal mengeras kemudian ditaburi pasir sebagai agregat penutup secara merata. Pasir yang digunakan sebagai agregat penutup harus dalam kondisi bersih dan bebas dari bahan organik. 6. Pelaksanaan dilapangan menurut petunjuk Direksi Teknis / Pengawas Lapangan 4. DEVISI 7. STRUKTUR a. Bahan Aspal Modifikasi untuk Pekerjaan Pelaburan (Buras) Pekerjaan ini meliputi pembuatan Perkerasan Beton Mutu F’c 25 MPa untuk jalan , F’c 20 MPa untuk Box Culvert, F’c 10 MPa untuk lantai kerja box dengan menggunakan besi (Wiremesh M-6) yang Dilaksanakan sesuai dengan ketebalan dan bentuk penampang melintang Seperti yang ditunjukan dalam Gambar Atau sebagai mana Diperintah kan Oleh Direksi Pekerjaan. 1. Beton Struktur F’c 25 MPa a. Sebelum memulai pekerjaan pembetonan terlebih dahulu harus ada izin dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Sebelum memulai pekerjaan pembetonan terlebih dahulu harus ada izin dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. b. Untuk pekerjaan perkerasan beton F c 2 5 M p a terlebih dulu dilakukan pemasangan Bekisting dengan menggunakan bahan bekisting yang kuat dan kokoh, dengan tebal 2.5cm dan lebar 15cm selanjutnya diberi skor dengan ukuran kayu 5/7 cm, panjang 50 cm dengan jarak 50 cm dengan kayu skor yang ditanam kedalaman 35 cm.


Metode Pelaksanaan Page 9 c. Setelah bekisting terpasang sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan, selanjutnya dihampar plastik alas dari bahan yang kuat dan elastis sehingga mampu menahan air semen tidak meresap ke tanah pada saat pelaksanaan pengecoran. Dengan ukuran sesuai rencana. d. Pekerjaan penulangan dipakai besi WireMesh M-6, pemasangan penulangan disesuaikan dengan gambar rencana yang ada dalam kontrak e. Memasang plastik alas dengan ukuran sesuai dengan gambar rencana, yang bertujuan untuk menahan air semen pada saat pengecoran agar tidak meresap ke tanah. f. Setelah semua prosesnya telah memenuhi syarat dan mendapat persetujuan dari Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas, maka dilaksanakan Pekerjaan Pengecoran dengan Mutu Beton F’c 25 Mpa, mengikuti JMF dan sesuai dengan speksifikasi. serta ukuran panjang, lebar dan tebal sesuai dengan rencana. dan masalah Teknis lainnya mengenai pekerjaan pengecoran harus dengan persetujuan petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan / Direksi Teknis. g. Pengecoran Oprit memakai Beton Mutu Yang sama dengan badan jalan yaitu beton Fc 25 MPa, dengan ukuran sesuai rencana dan petunjuk teknis. Masalah Teknis lainnya mengenai pekerjaan pengecoran harus dengan persetujuan petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan/Direksi Teknis. h. Permukaan jalan beton dibuat kemiringan 2 % (kemiringan normal) untuk menghindari genangan air pada permukaan jalan beton. i. Sebelum memulai pengecoran, setiap Truck Mixer Kapasitas 5-7 M3 atau Ready Mix yang sampai kelapangan harus dilakukan Slump Test dengan Nilai Slump berpedoman dengan sfesifikasi teknis yang disyaratkan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Dumai, Test Beton ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji Kuat Tekan Beton / Karakteristik yang telah dilaksanakan di lapangan. j. Untuk mendapatkan mutu beton sesuai dengan ketentuan kontrak, maka setiap 20 m3 Beton Ready Mix harus dibuat minimal dua Slinder Beton. Sample Test Slinder 10 cm x 30 Cm. k. Untuk mendapatkan mutu beton yang baik sesuai dengan sfesifikasi yang disyaratkan, maka dilakukan pemadatan dengan Concrete Vibrator kapasitas 30-40 M2/h. l. Pekerjaan perawatan beton dilapangan dengan menutup permukaan beton dengan karung goni atau geotextile dan disiram dengan air sangat perlu dilaksanakan untuk mencapai mutu beton yang diinginkan. m. Hal – hal yang dianggap perlu, mengikuti petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan / Direksi Teknis. n. Dalam pelaksanaan pekerjaan beton beberapa pedoman dibawah ini harus diikuti serta ditaati : Mempedomani SNI 03-2834-1993


Metode Pelaksanaan Page 10 Bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan / kualitas baik. Air yang digunakan dengan jumlah secukupnya, air harus bersih, tidak berasa, tidak berbau dan tidak mengandung bahan - bahan yang merusak. Penakaran, pengadukan dan pengecoran harus dilaksanakan dengan sempurna, pengadukan dilakukan dengan mesin mollen. Selama pengecoran adukan beton harus dipadatkan. Penakaran campuran beton menggunakan tong kayu dengan volume yang sama dengan 1 sak semen. Bekesting baru boleh dibuka setelah beton berumur 28 hari . Selama 1 (satu) minggu setelah pengecoran permukaan beton harus dibasahi, pada hari pertama proses pengerasan tidak boleh terganggu. Kerikil yang digunakan adalah kerikil dengan ukuran maksimal 3 cm. Dalam batas ketentuan serta mendapat izin lebih dahulu. 2. Beton Struktur F’c 20 MPa a. Sebelum memulai pekerjaan pembetonan terlebih dahulu harus ada izin dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Sebelum memulai pekerjaan pembetonan terlebih dahulu harus ada izin dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. b. Untuk pekerjaan perkerasan beton F c 2 0 M p a terlebih dulu dilakukan pemasangan Bekisting dengan menggunakan bahan bekisting yang kuat dan kokoh, dengan tebal 2.5cm dan lebar 15cm selanjutnya diberi skor dengan ukuran kayu 5/7 cm, panjang 50 cm dengan jarak 50 cm. c. Setelah bekisting terpasang sesuai dengan spesifikasi teknis yang disyaratkan,barulah melakukan pengecoran dengan ukuran sesuai rencana. d. Pekerjaan penulangan dipakai besi polos BJTP 280 diameter 10 mm, pemasangan penulangan disesuaikan dengan gambar rencana yang ada dalam kontrak. e. Setelah semua prosesnya telah memenuhi syarat dan mendapat persetujuan dari Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas, maka dilaksanakan Pekerjaan Pengecoran dengan Mutu Beton F’c 20 Mpa, mengikuti JMF dan sesuai dengan speksifikasi. serta ukuran panjang, lebar dan tebal sesuai dengan rencana. dan masalah Teknis lainnya mengenai pekerjaan pengecoran harus dengan persetujuan petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan / Direksi Teknis. f. Sebelum memulai pengecoran harus dilakukan Slump Test dengan Nilai Slump berpedoman dengan sfesifikasi teknis yang disyaratkan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Dumai, Test Beton ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji Kuat Tekan Beton / Karakteristik yang telah dilaksanakan di lapangan. g. Untuk mendapatkan mutu beton sesuai dengan ketentuan kontrak, maka setiap 20 m3 Beton Ready Mix harus dibuat minimal dua Slinder Beton. Sample Test Slinder 10 cm x 30 Cm. h. Untuk mendapatkan mutu beton yang baik sesuai dengan sfesifikasi yang disyaratkan, maka dilakukan pemadatan dengan Concrete Vibrator kapasitas 30-40


Metode Pelaksanaan Page 11 M2/h. i. Hal – hal yang dianggap perlu, mengikuti petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan / Direksi Teknis. j. Dalam pelaksanaan pekerjaan beton beberapa pedoman dibawah ini harus diikuti serta ditaati : a. Mempedomani SNI 03-2834-1993 Bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan / kualitas baik. Air yang digunakan dengan jumlah secukupnya, air harus bersih, tidak berasa, tidak berbau dan tidak mengandung bahan - bahan yang merusak. Penakaran, pengadukan dan pengecoran harus dilaksanakan dengan sempurna, pengadukan dilakukan dengan mesin mollen. Selama pengecoran adukan beton harus dipadatkan. Penakaran campuran beton menggunakan tong kayu dengan volume yang sama dengan 1 sak semen. Bekesting baru boleh dibuka setelah beton berumur 28 hari . Selama 1 (satu) minggu setelah pengecoran permukaan beton harus dibasahi, pada hari pertama proses pengerasan tidak boleh terganggu. Kerikil yang digunakan adalah kerikil dengan ukuran maksimal 3 cm. Dalam batas ketentuan serta mendapat izin lebih dahulu. 3. Beton Struktur F’c 10 MPa a. Sebelum memulai pekerjaan pembetonan terlebih dahulu harus ada izin dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Sebelum memulai pekerjaan pembetonan terlebih dahulu harus ada izin dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. b. Setelah semua prosesnya telah memenuhi syarat dan mendapat persetujuan dari Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas, maka dilaksanakan Pekerjaan Pengecoran dengan Mutu Beton F’c 10 Mpa, mengikuti JMF dan sesuai dengan speksifikasi. serta ukuran panjang, lebar dan tebal sesuai dengan rencana. dan masalah Teknis lainnya mengenai pekerjaan pengecoran harus dengan persetujuan petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan / Direksi Teknis. c. Sebelum memulai pengecoran harus dilakukan Slump Test dengan Nilai Slump berpedoman dengan sfesifikasi teknis yang disyaratkan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Dumai, Test Beton ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguji Kuat Tekan Beton / Karakteristik yang telah dilaksanakan di lapangan. d. Untuk mendapatkan mutu beton sesuai dengan ketentuan kontrak, maka setiap 20 m3 Beton Ready Mix harus dibuat minimal dua Slinder Beton. Sample Test Slinder 10 cm x 30 Cm. e. Untuk mendapatkan mutu beton yang baik sesuai dengan sfesifikasi yang disyaratkan, maka dilakukan pemadatan dengan Concrete Vibrator kapasitas 30-40 M2/h . f. Hal – hal yang dianggap perlu, mengikuti petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas


Metode Pelaksanaan Page 12 Lapangan / Direksi Teknis. g. Dalam pelaksanaan pekerjaan beton beberapa pedoman dibawah ini harus diikuti serta ditaati : - Mempedomani SNI 03-2834-1993 Bahan yang dipergunakan harus memenuhi persyaratan / kualitas baik. Air yang digunakan dengan jumlah secukupnya, air harus bersih, tidak berasa, tidak berbau dan tidak mengandung bahan - bahan yang merusak. Penakaran, pengadukan dan pengecoran harus dilaksanakan dengan sempurna, pengadukan dilakukan dengan mesin mollen. Selama pengecoran adukan beton harus dipadatkan. Penakaran campuran beton menggunakan tong kayu dengan volume yang sama dengan 1 sak semen. Bekesting baru boleh dibuka setelah beton berumur 28 hari . Selama 1 (satu) minggu setelah pengecoran permukaan beton harus dibasahi, pada hari pertama proses pengerasan tidak boleh terganggu. Kerikil yang digunakan adalah kerikil dengan ukuran maksimal 3 cm. Dalam batas ketentuan serta mendapat izin lebih dahulu. 4. Fondasi Cerucuk, Penyediaan dan Pemancangan a. Sebelum memulai pekerjaan pembetonan terlebih dahulu harus ada izin dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. Sebelum memulai pekerjaan pemasangan cerocok pembetonan terlebih dahulu harus ada izin dari Konsultan Pengawas dan Direksi Teknis. b. Setelah semua prosesnya telah memenuhi syarat dan mendapat persetujuan dari Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas, maka dilaksanakan Pekerjaan cerocok denagn ukuran diameter 8-10 cm dengan panjang 2 m,jarak antara cerocok dapat dilihat dari gambar rencana dan masalah Teknis lainnya mengenai pekerjaan pengecoran harus dengan persetujuan petunjuk Teknis dari Konsultan Pengawas Lapangan / Direksi Teknis. 5. Delatasi dengan concrete cutter termasuk bahan pengisi aspal (Manual) a. Setelah Pekerjaan pengecoran dilakukan, dilaksanakan pekerjaan deletasi beton dengan cutter concrete per 5,4m dari panjang jalan, dengan lebar jalan sesuai dengan gambar rencana. b. Beton yang sudah dicutter harus dilapisi sealent dengan mengunakan aspal curah. c. Pelaksanaan dilapangan menurut petunjuk Direksi / Pengawas Lapangan. E. PEKERJAAN PENUTUP 1. Harus diperhatikan betul oleh pemborong segala pekerjaan angkutan bahan- bahan, puing puing bekas pekerjaan pembersihan setelah pekerjaan berakhir. 2. Segala peraturan yang tercantum dalam bestek dan gambar-gambar serta risalah Aanwijzing merupakan lampiran dari Kontrak yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan satu kesatuan


Metode Pelaksanaan Page 13 untuk hal ini pemborong dianggap mengerti. 3. Pemborong harus mengikuti peraturan dari Depertemen dan Dinas Tenaga kerja untuk mengatur upah tenaga buruh. 4. Tentang lampiran Bill Of Quantity yang diberikan ini hanya ancar-ancar saja. Pemborong harus tetap menghitung sendiri apabila dalam perhitungan perencanaan Bill of Quantity dirasakan kurang maka pemborong supaya mengajukan perubahan pada waktu aanwijizing dan apabila ada perubahan, maka akan dimuat pada risalah aanwijizing dalam hal ini yang mengikat adalah Gambar dan bestek. 5. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan ini yang tidak teruraikan dan termuat dalam bestek ini, tetapi harus diselenggarakan dan diselesaikan oleh kontraktor, harus dianggap pekerjaan itu telah diuraikan/ dimuat dalam bestek ini untuk menuju Penyerahan pekerjaan yang lengkap dan sempurna, sesuai menurut pertimbangan Direksi. F. SISTEM MANAJEMEN a. RENCANA MANAJEMEN WAKTU Untuk mencapai tepat waktu maka pekerjaan dilaksanakan secara simultan sesuai dengan jadwal yang ada sehingga bisa diketahui jika ada penyimpangan atau keterlambatan waktu bisa diantisipsi dari awal. Untuk pelaksanaan pekerjaan PENIGKATAN JL. ANGGUR TUIMUR KELURAHAN RIMBA SEKAMPUNG kami merencanakan dapat selesai dalam 90 hari kerja sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja dengan jam kerja mulai jam 08.00 s.d 16.00 setiap harinya dan kalau perlu dengan menambah jam lembur untuk mencapai bobot yang dipersyaratkan pada setiap minggunya. Dengan masa pemeliharaan selama 180 (seratus delapan puluh) Hari kalender sejak penyerahan pekerjaan yang pertama. Diharapkan penggunaan alat yang tepat dapat membantu percepatan sehingga waktu yang diberikan dapat selesai tepat waktu. b. SISTEM KOORDINASI DAN PENUGASAN ANTAR PERSONIL. Struktur organisasi proyek dibentuk sesusai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk pekerjaan ini , sehingga bisa menunjang kelancaran untuk pencapaian target Tugas tenaga ahli meliputi antara lain : - Pembuatan laporan harian - Pembuatan Laporan Mingguan - Pembuatan Laporan Bulanan - Pembuatan Laporan Akhir - Pengukuran - Pembuatan Shop drawing dan As Built Drawing - Kontrol prestasi Pekerjaan - Pengendalian Mutu G. SISTEM PENGENDALIAN PROGRAM a. Untuk pengendalian program maka harus dibuat rencana pendatangan peralatan dan bahan sehingga bisa tepat waktu, kebutuhan jumlah bahan harus dihitung per schedule waktu sehingga keterlambatan pekerjaan akibat terlambatnya material bisa dihindari. b. Selalu mengevaluasi time schedule dalam periode harian, mingguan dan bulanan sehingga bila ada bagian pekerjaan yang terlambat segera dapat diketahui dan segera diambil langkah


Metode Pelaksanaan Page 14 penanggulangannya. c. Pengadaan tenaga kerja harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan sehinggan memerlukan koordinasi yang tepat untuk memmenuhi jumlah dan keahlian tenaga kerja yang mencukupi setiap harinya. d. Hubungan yang baik antara personil , rapat rutin selalu diadakan serta mematuhi arahan dari konsultan teknis dan direksi lapangan guna kelancaran pekerjaan. H. SISTEM PENGENDALIAN PROSES Sebagai bahan untuk pedoman pelaksanaan adalah sebagai berikut: 1. Time Schedule 2. Rapat Harian Rapat ini dihadiri oleh pelaksana , konsultan pengawas, sub kontraktor/ mandor untuk mengadakan perencanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan dan mengevaluasi hasil kerja hari kemarin. Evaluasi disini berupa evaluasi kuantitas dan evaluasi kualitas. c. Rapat Mingguan Rapat mingguan adalah rapat intern dari seluruh pihak terkait dilapangan, dalam rapat ini akan dibahas rencana mingguan dan evaluasi prestsi pekerjaan minggu lalu, untuk dijadikan menjadi laporan mingguan. Rencana kerja minggu yang akan datang disertai dengan rencana kebutuhan material dan bahan serta jumlah tenaga kerja yang disesuaikan dengan rencana mingguan. I. SISTEM PENGENDALIAN MUTU. Untuk menjaga kualitas pekerjaan yang sedang dilaksanakan pada langkah awal sudah membuat pedoman mutu atau spesifikasi yang telah dibuat pada penawaran ini. Pengujian seperti yang di spesifikasi teknik seperti pengujian beton , pengujian besi beton dan lain-lainnya dilaksankan pada laboratorium yang mendapat rekomendasi dari Direksi Pengawas. Untuk menjaga kualitas terhadap dimensi, elevasi ,jarak maupun ketepatan secara geografis maka direncanakan menggunakan alat Theodolith. J. SISTEM KESELAMATAN DAN KEAMANAN KERJA Sistem keamanan dan keselamatan Kerja terhadap keseluruhan personil baik pengawas, pelaksana dan juga pekerja terutama yang ada di dalam lingkungan pekerjaan menjadi hal yang sangat penting dan perlu mendapat perhatian.untuk melayani apabila terjadi kecelakaan kecil akan disediakan PPPK di Direksi Keet.. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang mungkin terjadi maka dipasang rambu-rambu peringatan dan penggunaan sabuk pengaman serta helm pengaman. Disamping itu perusahaan akan mengikutkan tenaga kerja dan pengawas dalam program Astek yang biasanya melalui program BPJS . K. PENANGANAN MASA PEMELIHARAN Setelah pelaksanaan pekerjaan dinyatakan 100 % selesai dan penyedia barang/jasa sudah diserah terimakan, masih memiliki tanggungjawab sesuai kontrak pekerjaan atau disebut sebagai masapemeliharaan, karena pekerjaan ini masih membutuhkan perhatian khusus maka kami selakupenyedia barang/jasa berencana menyusun program kerja guna mendukung kinerja perusahaan. Adapun rencana penanganan pemeliharaan tersebut adalah :


Metode Pelaksanaan Page 15 Menempatkan petugas khusus untuk memantau dan mengiventarisir selama masa pemeliharaan, minimal dalam 1 minggu sekali harus ngecek dan berkordinasi dengan pihak terkait sehingga apabila ada suatu kejadian yang terkait dengan jalan tersebut akan segeradiperbaiki.. Bekerja sama dengan pihak instansi terkait seandainya terjadi kerusakan harus segera menghubungi kami, selanjutnya akan kita tindak lanjuti segera dengan memperbaiki kerusakan yang dimaksud. Setelah masa pemeliharan berakhir, penyedia barang/jasa mengajukan permohonan pemeriksaan pekerjaan guna mengajukan serah terima kedua pekerjaan tersebut. L. PERSIAPAN BAHAN DAN MATERIAL Di dalam perencanaan kebutuhan material dalam suatu proyek agar dalam pelaksanaan pekerjaan pengunaan matrial menjadi efisien dan efektif sehingga tidak terjadi masalah akibat tidak tersediakan nya matrial pada saat di butuhkan, Untuk menetukan bahan - bahan atau komponen - komponen apa yang harus di buat atau di beli , berapa jumlah di butuhkan dan kapan akan di butuhkan di dalam pekerjaan . Untuk menjaga ketersedian material yang bermutu baik kami akan menjaga hubugan dengan pemasok agar tidak terjadi nya hal-hal yang tidak di iginkan seperti mutu matrial yang tidak baik , dan terputusnya ketersediaan matrial di lapagan , Untuk salah satu menghidari terjadi nya penyimpagan bahan - bahan matrial seperti mana diiginkan di dalam dokumen pekerjaan. M. GAMBAR SESUAI PELAKSANA TEKNIS (AS BUILT DRAWING) a. Semula yang belum terdapat dalam gambar kerja baik karena penyimpangan, perubahan atas perintah Direksi, maka Pemborong harus membuat gambar-gambar yang sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan, yang jelas memperlihatkan perbedaan antara gambar kerja dan pekerjaan yang dilaksanakan. b. Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) berikut kalkirnya yang dibiayai pembuatannya ditanggung oleh Pemborong. N. DOKUMENTASI Yang dimaksud dengan pekerjaan Dokumentasi adalah : Foto-foto Proyek, berwarna minimal ukuran postcard untuk keperluan laporan bulanan yang dibuat oleh Konsultan Pengawas dan 3 (tiga) set album yang harus diserahkan pada Serah Terima Pekerjaan untuk pertama kalinya. Ada pun uraiannya sebagai berikut : a. Pemborong harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke Pemberi Tugas serta pihak-pihak lain yang diperlukan. b. Pengambilan foto-foto pekerjaan untuk dokumentasi terdiri dari beberapa arah yang diatur oleh pengawas lapangan/Direksi. - Semua klise foto (negatifnya) tersebut harus dikumpulkan dan dikirimkan ke Kantor Dinas bersangkutan sebagai dokumen. - Foto-foto dalam keadaan 0% harus diambil sebelum pekerjaan dimulai beserta ada papan pengenal kegiatan. - Foto fisik untuk tiap-tiap pengambilan termijn. - Foto fisik secara keseluruhan setelah pekerjaan 100%. - Bahan-bahan laporan harian/mingguan dan bulanan setiap kali pengambilan termijn


Metode Pelaksanaan Page 16 harus disampaikan kekantor Dinas bersangkutan oleh pemborong setelah diperiksa dan disetujui oleh konsultan pengawas yang menyatakan kelancaran pekerjaan. - Dokumentasi proyek disusun sedemikian rupa dan dijadikan sebuah album lengkapdengan keterangannya. - Semua Dokumentasi proyek tersebut dikumpulkan dan dikirim ke KANTOR DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA DUMAI sebagai dokumen Pemimpin Kegiatan. - Dokumentasi yang diambil harus mencakup/menggambarkan kegiatan pelaksanaan pada saat : 0 % , 30 % , 60 % , 80 % , dan 100 %. O. SERAH TERIMA PEKERJAAN 1. Dalam rangka serah terima pekerjaan, akan diadakan peninjauan bersama sama kelapangan. Serah terima pekerjaan dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu, serah terima pertama untuk memastikan bahwa semua pekerjaan telah selesai dilaksanakan dengan baik oleh pemborong dan memenuhi syarat, dan serah terima kedua yang dilaksanakan setelah selesai masa pemeliharaan yang ditetapkan berakhir. 2. Jika dalam proses serah terima pekerjaan tersebut masih memuat keseluruhan pekerjaan belum baik/lengkap maka adalah merupakan kewajiban pemborong untuk memperbaiki dengan biaya ditanggung oleh pemborong. 3. Pada saat serah terima pekerjaan, pemborong wajib menyerahkan 2 (dua) set dokumen terlaksana, Dokumen-dokumen resmi dan hasil (seperti : surat berita acara) sesuai yang disyaratkan. P. PENGUJIAN HASIL PEKERJAAN Untuk pengujian hasil pekerjaan ini kami akan membuat tes pengujian bahan konstruksi atau sejenis lainnya persepsen jika diingikan oleh direksi atau pengawas pekerjaan yang terkait , dan Sampel akan di bawa untuk di lakukan penelitian oleh dinas, yang mana seluruh biaya merupakan tanggung oleh pihak kami / kontraktor. Q. PEMELIHARAAN Didalam masa pemeliharaan pekerjaan kami / kontraktor berkewajiban memantau pekerjaan selama dalam masa pemeliharaan, dan jika terjadi kerusakakan di dalam pekerjaan yang telah kami kerjakan maka pihak kami akan segera memperbaiki dan membuat pekerjaan pulih seperti semula. Jika Terjadi kerusakan dilapagan pekerjaan maka pihak kami akan memperbaiki dengan baik dan benar agar terlihat seperti semula tampa mengurangi mutu dan kekuatan bahan tersebut seperti mana yang ada di dalam dokumen pekerjaan. R. DEMOBILISASI Untuk pekerjaan Demobilisasi akan di kerjakan setelah pekerjaan selesai serah terima pertama di nyatakan selesai. Semua yang bersangkuatan di lapagan baik alat sisa matrial atau benda - benda yang dapat merusak pandangan, sisa matrial atau sampah dan matrial yang dapat merusak mutu pekerjaan akan di keluarkan dari lokasi pekerjaan pada saat Dimobilisasi. S. LAPORAN FISIK Laporan fisik proyek berupa : Laporan Harian, Laporan Mingguan, Laporan Bulanan dan


Metode Pelaksanaan Page 17 Membuat Back-up data sesuai dengan hasil pekerjaan dilapangan.dikumpulkan pada setiap akhir bulan. Direksi Teknis/Konsultan Pengawas akan memeriksa kebenaran laporan yang diserahkan Laporan fisik proyek harus dilampirkan pada saat setiap pengambilan Termijn. Selama pekerjaan berlangsung, Penyedia Jasa harus memelihara kebersihan jalan dari hal – hal yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas jalan. Pada penyerahan pertama pekerjaan, keadaan jalan harus bersih dan rapi. Demikian methode pelaksanaan ini kami buat sebagai gambaran pelaksanaan yang akan kami kerjakan dalam mengelola pekerjaan ini. gambaran yang dimaksud adalah untuk memperjelas proses pelaksanaan pekerjaan dan strategi pelaksanaan dan untuk tercapainya mutu. Jangka waktu pelaksanaan Pekerjaan ini 90 hari kalender, masing – masing waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tiap Item pekerjaan tergambar dan sesuai dengan rencana Jadwal Pelaksanaan Pekerja.


Click to View FlipBook Version