PENDIDIKAN KIMIA Kelas
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI 1 XI
UIN WALISONGO SEMARANG _E-MODUL Kimia SMA/MA
Materi Laju Reaksi_
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis haturkan kepada Allah SWT atas rahmat dan
hidayah yang tidak terkira sehingga penulis dapat menyelesaikan E-Modul
pada materi laju reaksi berbasis green chemistry. Shalawat seiring salam tak
lupa penulis haturkan kepada junjungan alam, tauladan umat manusia,
rahmat bagi alam semesta yaitu baginda nabi Muhammad SAW yang telah
membawa ke zaman yang penuh rahmat ini.
E-Modul ini membahas mengenai materi laju reaksi dan contoh
kegiatan praktikum berbasis green chemistry yang bisa dilakukan peserta
didik serta pengetahuan kepada peserta didik terkait dengan prinsip green
chemistry serta latihan dan contoh soal yang dapat dijadikan evaluasi oleh
peserta didik setelah mempelajari E-Modul. Adapun tujuan penulisan E-
Modul adalah untuk memberikan bahan ajar berbasis elektronik sehingga
nantinya mempermudah peserta didik untuk belajar dimanapun dan
kapanpun. Selama penulisan E-Modul, terdapat hambatan yang penulis
alami, namun berkat bantuan, motivasi serta bimbingan dari berbagai
pihak, maka E-Modul ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis telah
menyelesaikan E-Modul ini sebagai karya terbaik yang dapat penulis
persembahkan. Tetapi penulis menyadari bahwa dalam karya berupa E-
Modul ini terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran dan masukan terkait
dengan E-Modul dapat diberikan sebagai bahan perbaikan. Akhir kata
semoga E-Modul berbasis green chemistry pada materi laju reaksi dapat
bermanfat bagi pembaca pada umumnya.
Palembang, Juli 2022
Penulis
_E-MODUL Kimia SMA/MA i
Materi Laju Reaksi_
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR................................................................................................. i
DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii
PENDAHULUAN .....................................................................................................iv
GREEN CHEMISTRY ................................................................................................v
PETA KONSEP .........................................................................................................vi
KEGIATAN BELAJAR 1 ...........................................................................................1
A. LAJU REAKSI............................................................................................................... 2
B. TEORI TUMBUKAN.................................................................................................. 5
LATIHAN KEGIATAN BELAJAR 1 ................................................................................... 7
KEGIATAN BELAJAR 2 ...........................................................................................8
Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Berdasarkan Teori Tumbukan .... 8
A. KONSENTRASI ....................................................................................................... 11
B. LUAS PERMUKAAN............................................................................................... 12
C. SUHU ........................................................................................................................... 13
D. KATALIS..................................................................................................................... 16
AKTIFITAS ILMIAH ........................................................................................................... 18
LATIHAN KEGIATAN BELAJAR 2 ................................................................................ 24
KEGIATAN BELAJAR 3 ........................................................................................ 25
A. PERSAMAAN LAJU REAKSI DAN ORDE REAKSI....................................... 26
B. MAKNA ORDE REAKSI ........................................................................................ 27
C. MENENTUKAN PERSAMAAN LAJU REAKSI............................................... 28
LATIHAN KEGIATAN BELAJAR 3 ................................................................................ 30
RANGKUMAN...................................................................................................................... 31
_E-MODUL Kimia SMA/MA ii
Materi Laju Reaksi_
CONTOH SOAL ................................................................................................................... 32
LATIHAN............................................................................................................................... 34
GLOSARIUM ........................................................................................................... 38
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 39
RIWAYAT PENULIS.............................................................................................. 40
_E-MODUL Kimia SMA/MA iii
Materi Laju Reaksi_
PENDAHULUAN
A. Identitas E-Modul
Nama Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/ 1 (Satu)
B. Petunjuk Penggunaan E-Modul
Agar pembelajaran berjalan dengan lancar, maka perlu diperhatikan
petunjuk penggunaan E-Modul ini yaitu sebagai berikut:
1. Berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
2. Perhatikan indikator dan tujuan pembelajaran yang ada di setiap
awal materi pokok E-Modul sebelum menggunakan E-Modul
sebagai media pembelajaran.
3. Pahami suatu materi sampai mengerti lalu kemudian lanjutkan ke
materi berikutnya
4. Lakukan percobaan pada setiap kegiatan pembelajaran yang
terdapat pada E-Modul ini.
5. Kerjakan soal-soal latihan pada modul ini baik dalam bentuk pilihan
ganda maupun essay.
6. Tanyakan kepada guru jika ada hal-hal yang kurang dipahami dalam
E-Modul
_E-MODUL Kimia SMA/MA iv
Materi Laju Reaksi_
GREEN CHEMISTRY
Green Chemistry adalah cabang ilmu kimia yang mendorong
desain dari suatu produk ataupun proses untuk mengurangi dan
menghilangkan penggunaan dan penghasilan zat berbahaya. Pada
E-Modul materi laju reaksi berbasis green chemistry ini
merupakan modul elektronik yang menerapkan prinsip-prinsip
green chemistry dengan menggunakan pola kegiatan praktikum
dengan menggunakan bahan-bahan yang aman dan tersedia di
lingkungan siswa dan tidak meninmbulkan limbah berbahaya
bagi siswa karena menerapkan prinsip green chemistry berikut:
Pengurangan terjadinya limbah praktikum
Peminimalan produk limbah yang berlebihan
dalam kegiatan praktikum
Desain bahan praktikum yang digunakan aman
Desain bahan praktikum terbarukan
Peminimalan potensi kecelakaan kerja pada
kegiatan praktikum
Pengurangan penggunaan bahan praktikum
kimia derivatif
Penggunaan bahan praktikum yang ramah
lingkungan
Desain bahan praktikum yang dapat diperbarui
Pencegahan terbentuknya limbah berbahaya
_E-MODUL Kimia SMA/MA v
Materi Laju Reaksi_
PETA KONSEP
LAJU
REAKSI
Meru pakan Mempelajari
Perubahan konsentrasi Persamaan laju reaksi
terhadap waktu
Meliputi Meliputi
Bertambahnya
Berkurangnya Hukum Laju Mekanisme laju
Konsentrasi Reaksi reaksi
hasil reaksi Konsentrasi
pereaksi
Berdasarkan teori tumbukan dipengaruhi oleh
Konsentrasi Luas Suhu Katalis
permukaan
Mempengaruhi
Meningkatkan Meningkatkan energi
Orde Reaksi tumbukan antar kinetik suatu partikel
partikel Mengubah jalan reaksi
dengan menurunkan
energi aktivasi
KATA KUNCI
Laju reaksi, Teori tumbukan, Tumbukan efektif
Konsentrasi, Luas Permukaan, Suhu, Katalis, Orde
reaksi, Tetapan laju reaksi
_E-MODUL Kimia SMA/MA vi
Materi Laju Reaksi_
KEGIATAN BELAJAR 1
1 E KONSEP LAJU REAKSI DAN TEORI TUMBUKAN
KOMPETENSI DASAR
3.6 Memahami teori tumbukan untuk menjelaskan reaksi kimia
4.6 Menyajikan hasil pemahaman terhadap teori tumbukan untuk
menjelaskan reaksi kimia
INDIKATOR
3.6.1 Menjelaskan pengertian laju reaksi
3.6.2 Menganalisis teori tumbukan untuk menjelaskan
reaksi kimia
Tujuan pembelajaran
1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian laju reaksi
berdasarkan teori tumbukan
2. Peserta didik mampu menuliskan tetapan laju reaksi
3. Peserta didik mampu menghitung laju reaksi berdasarkan data
hasil percobaan
_E-MODUL Kimia SMA/MA 1
Materi Laju Reaksi_
Konsep laju reaksi dapat digunakan diberbagai macam bidang. Salah
satunya pengetahuan konsep laju reaksi yang bisa digunakan untuk
penyimpanan bahan dan alat dalam laboratorium kimia. Misalnya
penyimpanan logam aktif seperti logam natrium dalam minyak bumi. Hal
ini dapat dipelajari lebih lanjut di materi yang akan didapatkan pada E-
Modul ini. Pada pembahasan E-Modul ini akan dibahas pengertian laju
reaksi, faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, dan teori yang
dipelajari dari materi laju reaksi.
A. E LAJU REAKSI
Perhatikan gambar di bawah ini, gambar ini menjelaskan tentang perubahan
partikel pereaksi menjadi produknya secara kimiawi:
= Reaktan
= Produk
5 S 10 S 15 S
Gambar 1.1 Perubahan reaktan menjadi produk setiap 5 detik
Menurut kalian, bagaimana menyatakan laju reaksi? Simak penjelasan di
bawah ini!
LAJU REAKSI menurut Chang (2005) merupakan materi perhitungan
kecepatan yang menunjukkan persatuan waktu dalam jumlah pereaksi dan
hasil reaksi yang dipengaruhi oleh konsentrasi molar. Pada suatu reaksi
kimia yang berlangsung, zat-zat pereaksi lambat laun akan berkurang.
Sebagai gantinya maka produk akan terus bertambah seiring dengan
berkurangnya produk tersebut. Laju reaksi juga menyatakan seberapa
cepat dan seberapa lambat suatu proses dapat berlangsung.
Suatu proses yang dapat mengubah sistem awal pereaksi menjadi
keadaan akhir reaksi dalam kurun waktu tertentu disebut juga dengan laju
_E-MODUL Kimia SMA/MA 2
Materi Laju Reaksi_
reaksi. Reaksi kimia yang terjadi menyangkut perubahan dari suatu
pereaksi (reaktan) menjadi hasil reaksi (produk) yang dinyatakan dengan
persamaan reaksi. Maka, laju reaksi dapat dinyatakan sebagai
berkurangnya jumlah pereaksi untuk setiap satuan waktu tertentu atau
bertambahnya jumlah hasil reaksi untuk setiap satuan waktu tertentu (detik,
menit, jam, hari atau tahun). Secara sistematis dapat ditulis dengan :
= − ∆ [ ] atau = + ∆ [ ]
∆ ∆
Keterangan :
v = laju reaksi
∆ [ ] =Laju reaksi berkurangnya reaktan (A)
∆ [ ] =Laju reaksi bertambahnya produk (B)
∆t =
Ukuran jumlah zat dalam reaksi kimia umumnya dinyatakan sebagai
konsentrasi molar atau molaritas. Molaritas didefinisikan sebagai jumlah
mol zat terlarut dalam 1 liter larutan, dengan satuan mol/L. Oleh sebab itu,
diperlukan ukuran untuk menyatakan laju suatu reaksi kimia. Laju reaksi
ini menyatakan besarnya perubahan konsentrasi zat pereaksi atau produk
reaksi per satuan waktu tertentu. Berdasarkan persamaan reaksi berikut:
mA + nB → pC + qD
Maka laju reaksi dinyatakan dengan berkurangnya pereaksi A atau B
dan bertambahnya produk C atau D dalam waktu tertentu. Maka berlaku
bahwa perbandingan laju reaksi dari masing-masing zat yang terlibat
dalam reaksi sama dengan perbandingan koefisien reaksi dari masing-
masing zat tersebut, sehingga:
_E-MODUL Kimia SMA/MA 3
Materi Laju Reaksi_
Laju pengurangan B =
Laju Pertambahan C =
Laju Pertambahan B =
Maka untuk membedakan pengurangan dan pertambahan laju reaksi, laju
pengurangan bertanda negatif dan laju pertambahan bertanda positif
Laju pengurangan A = − ∆ [ ] = -1 ∆ [ ] = 1 ∆ [ ] = 1 ∆ [ ]
∆ ∆ ∆ ∆
Contoh Soal
Berikut adalah persamaan reaksi pada pembentukan zat tertentu
yaitu:
A2 (g) + 2C (g) → 2AC(g)
Jika diketahui pada suatu t, laju pertambahan AC adalah 0,05 M/s,
maka tentukan:
a. Perbandingan laju reaksi ketiganya
b. Laju pengurangan A2 dan C
Penyelesaian
Diketahui v 2AC = 0,05 M/s
a. Perbandingan laju ketiga zat dapat dinyatakan dengan:
11
2 = 2 = 2
b. Laju pengurangan A2 adalah
11
2 = 2 = 2 0,05 = 0,025 /
c. Laju pengurangan C adalah
22
C = 2 = 2 0,05 = 0,05 /
_E-MODUL Kimia SMA/MA 4
Materi Laju Reaksi_
B TEORI TUMBUKAN
Teori tumbukan menyatakan jika suatu zat akan bereaksi satu sama
lain jika partikel-partikelnya saling bertumbukan. Terjadinya tumbukan
antar partikel ini dibantu dengan adanya energi kinetik yang membantu
partikel tersebut untuk bergerak hingga akhirnya saling bertabrakan.
Gerakan ini dapat menimbulkan suatu reaksi yaitu bergerak dan
bertumbukan antar partikel yang akhirnya menghasilkan suatu reaksi
kimia. Suatu reaksi akan saling bertumbukan jika memenuhi syarat-syarat
berikut ini:
1. Tumbukan Efektif
Tumbukan efektif menjadi tumbukan yang memungkinkan adanya
tumbukan yang menghasilkan reaksi. Keadaan partikel yang
bertumbukan dengan arah orientasi yang tepat menjadi syarat adanya
tumbukan efektif ini. Ketika partikel yang saling bertumbukan tidak
mengalami tumbukan dengan orientasi tumbukan yang tepat, maka
tumbukan tidak akan menghasilkan reaksi kimia dan akan
menghasilkan senyawa baru lainya. Agar terjadi tumbukan yang efektif
maka diperlukan orientasi tumbukan molekul yang tepat. Orientasi ini
merupakan arah atau posisi antarmolekul yang bertumbukan.
Perhatikan gambar di bawah ini!
AA BB A B
A B
(a)
AA BB AB
AB
(b)
Gambar 1.2 (a)Orientasi tidak tepat sehingga tidak terjadi reaksi kimia 5
(b)Orientasi tepat sehingga terjadi reaksi kimia
_E-MODUL Kimia SMA/MA
Materi Laju Reaksi_
2. Energi Tumbukan yang Cukup
Pada dasarnya, untuk menuju suatu tujuan yang kita tuju tentu
memerlukan energi agar kita mencapai tujuan yang telah kita tetapkan.
Meskipun dalam menuju tujuan tersebut, kita dihadapkan dengan
halangan maupun cobaan yang akan kita hadapi. Hal ini berarti, agar
kita mencapai tujuan tersebut, kita harus memiliki energi yang cukup
untuk melewati rintangan tersebut.
Pada teori tumbukan, adanya halangan atau cobaan tersebut
menjadi contoh dari yang dimaksud dengan Energi aktivasi (Ea). Energi
aktivasi ini, merupakan energi penghalang yang harus kita lewati agar
kita mencapai tujuan kita. Energi aktivasi ini memiliki kegunaan sebagai
energi terendah yang dibutuhkan agar membentuk molekul kompleks
teraktivasi yang akan menyebabkan suatu reaksi dapat terjadi.
Perhatikan gambar di bawah ini tentang pembentukan molekul HI.
I H HH
H II
I
(a) (b)
(a) Tumbukan dengan energi yang cukup. Ikatan-ikatan akan putus
dan terbentuk ikatan baru.
(b) Molekul HI terbentuk. Tumbukan berhasil
Gambar 1.3 Tumbukan dengan energi yang cukup
_E-MODUL Kimia SMA/MA 6
Materi Laju Reaksi_
LATIHAN KEGIATAN BELAJAR 1
1. Pada suhu 35℃, senyawa PQ terurai menjadi P dan Q. Konsentrasi
PQ mula-mula 0,5 mol/L dan setelah 20 detik tersisa 0,2 mol/L.
tentukan laju reaksi rata-rata selama 20 detik pertama!
2. Sebanyak 0,4 mol gas NO2 dipanaskan dalam ruangan dengan
volume 8 liter sehingga membentuk dinitrogen pentaoksida
menurut persamaan: 4NO2 (g) + O2 (g) → 4N2O5 (g)
Pada 25 detik pertama ditemukan 0,5 mol N2O5. Maka laju
pengurangan NO2 adalah…
3. Berdasarkan reaksi 2N2O5 (g)→ 4NO2 (g) + O2 (g), dketahui bahwa
N2O5 berkurang dari 2 mol/liter menjadi 0,5 mol/liter dalam waktu
10 detik. Berapakah laju reaksi berkurangnya N2O5 ?
Kolom Refleksi
Apa yang telah kamu pelajari pada sub bab ini ?
_E-MODUL Kimia SMA/MA 7
Materi Laju Reaksi_
KEGIATAN BELAJAR 2
2 E FAKTOR-FAKTOR PENGARUH LAJU REAKSI
KOMPETENSI DASAR
3.7 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
menggunakan teori tumbukan
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan
hasil percobaan faktor-faktor yang mepengaruhi laju reaksi
INDIKATOR
3.7.1Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
Laju reaksi
3.7.2 Menganalisis data percobaan terhadap faktor-
faktor yang mempengaruhi laju reaksi
Tujuan pembelajaran
1. Peserta didik mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi
2. Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi hasil percobaan
_E-MODUL Kimia SMA/MA 8
Materi Laju Reaksi_
Penerapan materi laju reaksi dalam
kehidupan sehari-hari
Gambar 2.1 Emisi gas buang pada kendaraan
Sumber : Wuling.id
Gas buang kendaraan merupakan sumber utama polusi udara yang
mengandung sejumlah gas berbahaya, seperti gas CO, gas NO, dan NO2. Gas
CO berbahaya karena dapat merusak peredaran darah dalam tubuh,
sedangkan gas NO dan NO2 dapat menyebabkan ozon menipis dan
terjadinya hujan asam. Selain gas tersebut, asap kendaraan juga
mengandung timbel yang berasal dari zat aditif pada bensin yang dapat
membahayakan lingkungan dan manusia seperti mencemari air tanah dan
pada konsentrasi tinggi akan bersifat karsinogenik. Mengatasi hal ini, salah
satu caranya yaitu dengan mengganti bensin dengan bensin bebas timbel.
Upaya pencegahan emisi gas buang kendaraan , salah satu penelitian
yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan mereaksikan gas CO dengan
gas NO dan reaksi antara hidrokarbon dengan gas NO2 yang memiliki reaksi
sebagai berikut:
CO (g) + NO (g) → CO2 (g) + N2 (g)
CH4 (g) + 2 NO2 (g) → CO2 (g) + N2 (g) + 2H2O (g)
Akan tetapi, reaksi tersebut hanya dapat dilakukan pada suhu yang
sangat tinggi, sedangkan pada suhu rendah mesin tidak dapat bekerja
_E-MODUL Kimia SMA/MA 9
Materi Laju Reaksi_
secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan suatu katalis yang terbuat dari
campuran logam platina dan rhodium (Pt-Rh) yang berbentuk seperti sisir
dan di pasang di knalpot kendaraan baik motor maupun mobil. Hasilnya,
katalis tersebut dapat bekerja pada suhu 400℃ dan dapat bertahan sampai
50.000 mil atau ± 80.000 km. Mesin ini disebut dengan catalytic converter.
Gambar 2.2 Kaporit dalam kolam renang
Sumber : SehatQ.com
Kaporit (CaOCl2) merupakan zat yang digunakan untuk
membersihkan kolam renang. Konsentrasi kaporit yang digunakan sangat
mempengaruhi kebersihan dalam kolam renang tersebut. Jika konsentrasi
terlalu rendah, maka larutan kaporit tidak cukup kuat untuk mematikan
kuman-kuman yang ada didalam kolam renang. Klorin yang terkandung
dalam kaporit ketika ditambahkan pada air kolam renang akan bereaksi
membentuk hidroklorit, hidrogen dan klorida bebas.
Meski begitu, kaporit pada dasarnya merupakan bahan beracun. Hal
ini terjadi ketika tubuh berkontak dengan kaporit, baik dari air, udara
maupun tidak sengaja tertelan maka zat ini akan mengubah dirinya menjadi
asam yang dapat merusak sel di dalam tubuh. Oleh sebab itu, di perlukan
dosis yang tepat ketika menggunakan kaporit dalam kehidupan sehari-hari.
Catalytic converter dan Kaporit merupakan contoh pengaruh laju reaksi
dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita pelajari materi pengaruh laju reaksi
di bawah ini!
_E-MODUL Kimia SMA/MA 10
Materi Laju Reaksi_
A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
BERDASARKAN TEORI TUMBUKAN
Konsentrasi
Perhatikan gambar di bawah ini!
Partikel
Tumbukan
Konsentrasi rendah Konsentrasi tinggi
Gambar 2.3 Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Umumnya, laju reaksi akan semakin cepat ketika konsentrasi
pereaksi bertambah begitu juga sebaliknya. Logikanya dengan
bertambahnya jumlah partikel pereaksi maka akan semakin
mempermudah terjadinya proses tumbukan antar partikel sehingga
kemungkinan terjadinya laju reaksi yang semakin besar. Jumlah partikel ini
berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah konsentrasi pereaksi.
Contoh soal Tabung manakah yang memiliki laju reaksi
lebih cepat dibanding yang lainnya ?
JAWAB Karena HCl 3 M + Cangkang
Telur memiliki konsentrasi
HCl 0,1 M + HCl 1 M + HCl 3 M + HCl 3 M + larutan paling besar,
Cangkang Cangkang Cangkang Cangkang telur sehingga laju reaksi akan
semakin cepat
telur telur telur
_E-MODUL Kimia SMA/MA 11
Materi Laju Reaksi_
Luas Permukaan
Pernahkah kalian mengamati, mengapa pagar rumah kalian harus di cat ?
apakah akan terjadi perbedaan ketika pagar rumah tidak di cat ataupun di
cat ? Partikel
Pengecetan pagar rumah Luas permukaan Luas permukaan Luas
Sumber : 22laser.com sentuh bertambah sentuh berkurang permu-
kaan
zat
Gambar 2.4 Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi
Pengecetan pagar rumah yang kalian amati tersebut merupakan salah
satu cara agar pagar rumah tidak cepat berkarat dan dapat bertahan lama.
Proses pengecetan ini menjadi salah satu contoh untuk memperkecil
kemungkinan bidang sentuh pada permukaan pagar besi dengan udara dan
air yang ada di sekitar pagar tersebut. Maka proses terjadinya reaksi
oksidasi pada pagar besi di umah kalian akan terhalangi dengan cat yang
telah diberikan pada pagar besi tersebut.
Pada dasarnya luas permukaan mempengaruhi laju reaksi. Luas
permukaan bidang sentuh zat yang bereaksi akan memudahkan terjadinya
tumbukan efektif yang akan menyebabkan terjadinya reaksi kimia sehingga
mempercepat laju reaksi pada zat tersebut. Maka berlaku bahwa semakin
luas permukaan partikel suatu zat, maka frekuensi tumbukan akan semakin
besar.
_E-MODUL Kimia SMA/MA 12
Materi Laju Reaksi_
Pengaruh luas permukaan untuk mempercepat laju reaksi ini dapat juga
dilakukan dengan memperkecil ukuran zat. Reaksi kimia yang
menggunakan pereaksi dalam bentuk serbuk (wujud yang lebih kecil) akan
dapat menghasilkan laju reaksi yang lebih cepat jika dibandingkan dalam
bentuk kepingan (wujud yang lebih besar) jika akan dilakukan pelarutan
dengan larutan yang memiliki konsentrasi sama. Maka akan semakin kecil
ukuran suatu partikel dan kemungkinan terjadinya suatu tumbukan untuk
menghasilkan suatu reaksi akan semakin besar.
Contoh soal
2g Mg 1g Mg 2g Mg 2g Mg
1 2 3 4
10 mL 10 mL 10 mL 10 mL
HCl 1 M HCl 2 M HCl 2 M HCl 1 M
Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh luas permukaan adalah?
JAWAB
2g Mg Terhadap 2g Mg
1 4
10 mL 10 mL
HCl 1 M HCl 1 M
Hal ini dikarenakan terdapat perbedaan luas permukaan logam Mg
pada tabung 1 dan 4 yang digunakan meskipun volume larutan dan
konsentrasi larutan yang sama
_E-MODUL Kimia SMA/MA 13
Materi Laju Reaksi_
Suhu
Apakah kalian pernah mengamati bagaimana proses pelarutan garam
ketika kalian sedang memasak untuk kedua orang tua kalian? Jika kalian
mengamati perbedaan proses pelarutan garam akan lebih cepat jika
dilarutkan dengan air panas dibandingkan dengan air dingin. Mengapa
demikian ?
Gambar 2.5 Pelarutan Pelarutan garam menggunakan air
Garam panas menjadi contoh dalam
pengaruh suhu terhadap laju reaksi.
Sumber : foto pribadi Karena semakin tinggi suhu yang
digunakan, maka energi kinetik
suatu partikel akan meningkat dan
laju reaksinya semakin besar
Hal ini terjadi ketika partikel-partikel pereaksi semakin aktif
bergerak di akibatkan karena suhu yang dinaikkan. Ketika partikel-partikel
pereaksi ini bergerak bebas maka kemungkinan terjadinya tumbukan antar
partikel semakin sering terjadi maka akan menyebabkan nilai laju reaksi
yang semakin besar. Begitu juga sebaliknya.
Suhu menyatakan derajat panas dinginnya suatu benda. Kalor
(panas) yang dimiliki suatu benda bersuhu tinggi menyebabkan energi
kinetik partikelnya juga semakin tinggi yang menyebabkan partikel
tersebut bergerak lebih cepat. Hal ini dikarenakan suhu berkaitan dengan
energi kinetik suatu partikel yang saling bertumbukan efektif. Semakin
_E-MODUL Kimia SMA/MA 14
Materi Laju Reaksi_
banyak suatu partikel yang memiliki energi kinetik yang tinggi maka
kemungkinan akan semakin banyak terjadi tumbukan efektif.
Partikel
Tumbukan
Suhu tinggi Suhu rendah
Gambar 2.6 Pengaruh suhu terhadap laju reaksi
Kenaikan suhu dapat mempercepat laju reaksi, hal ini di karenakan
suhu menyebabkan gerakan partikel yang semakin cepat. Gerakan ini
menyebabkan energi kinetik partikel-partikel bertambah sehingga
semakin banyak kemungkinan terjadinya tumbukan efektif dalam suatu
zat, maka dengan demikian semakin tinggi suhunya maka banyak partikel
yang bereaksi. Secara sederhana, jika pada setiap kenaikan suhu sebesar
∆T℃ mengakibatkan reaksi berlangsung n kali lebih cepat, laju reaksi pada
T2 (v2) ketika dibandingkan dengan laju reaksi pada T1 (v1) dapat diketahui
dari rumus berikut:
2 = 1 2 − 1
∆
Keterangan:
V2 = laju reaksi pada suhu akhir
V1 = laju reaksi pada suhu awal
T2 = suhu akhir
T1 = suhu awal
∆T = kenaikan suhu
n = kecepatan laju reaksi
_E-MODUL Kimia SMA/MA 15
Materi Laju Reaksi_
Contoh soal
Pada kenaikan suhu 10℃ mengakibatkan suatu reaksi dapat
berlangsung sebesar 2 kali lebih cepat. Jika suatu reaksi terjadi
pada 20℃, reaksi berlangsung dengan laju reaksi 2 x 10-3
mol/detik, maka berapa laju reaksi yang terjadi pada suhu
50℃?
Penyelesaian
Diketahui :
V1 = 2 x 10-3 T2 = 50℃
(∆T)= 10℃ n= 2
T1 = 20℃
Ditanya :v50?
Jawab
v50 = v20 2 50−20
10
= 2 x 10-3 M/detik (23)
= 1,6 x 10-2 M/detik
TOKOH KIMIA
James C. Maxwell dan Ludwig Boltzmann telah
melaksanakan percobaan dengan membuat hubungan
matematis antara jumlah molekul dengan
kecepatanya yang disebut Maxwell-Boltzmann.
Distribusi kecepatan tersebut menunjukkan energi
kinetik molekul bergantung pada massa partikel dan
suhu
_E-MODUL Kimia SMA/MA 16
Materi Laju Reaksi_
Katalis
Katalis merupakan suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi,
tanpa mengalami perubahan yang signifikan. Katalis akan terlibat dalam
proses reaksi atau mengalami perubahan selama reaksi berlangsung, tetapi
ketika reaksi berhasil dilaksanakan, maka katalis akan diperoleh kembali
dalam jumlah yang sama. Katalis dapat mempengaruhi laju reaksi dengan
mempercepat laju reaksi pada suhu tertentu tanpa adanya perubahan pada
reaksi tersebut. Katalis dapat menurunkan energi aktivasi sistem tetapi
tidak dapat mengubah energi asli dari suatu reaktan maupun produk.
Katalis akan memperkecil energi aktivasi sehingga banyak partikel yang
memiliki energi kinetik lebih besar dan menyebabkan laju reaksi
berlangsung lebih cepat dibandingkan tanpa menggunakan katalis.
Energi Reaktan Energi aktivasi tanpa katalis
Energi aktivasi
dengan katalis
Produk
Proses Reaksi
Gambar 2.7 Diagram tingkat energi aktivasi pengaruh katalis
Gambar di atas menunjukkan proses reaksi yaitu antara reaksi yang
menggunakan katalis dengan reaksi tanpa menggunakan katalis. Hal ini
menunjukkan keberadaan katalis dalam suatu reaksi memberikan tahap-
tahap baru dalam menurunkan energi aktivasi dalam suatu reaksi.
Terdapat dua macam katalis, yaitu katalisator dan inhibitor. Katalis yang
dapat mempercepat suatu reaksi yang disebut dengan katalisator. Ada
juga yang dapat memperlambat laju reaksi yang disebut dengan inhibitor.
_E-MODUL Kimia SMA/MA 17
Materi Laju Reaksi_
Peran katalis dalam mempengaruhi laju reaksi berkaitan dengan
energi aktivasi (Ea). Katalis yang digunakan untuk mempercepat reaksi
akan memberikan suatu mekanisme reaksi alternative dengan
menunjukkan nilai Ea yang lebih rendah jika dibandingkan dengan Ea
reaksi tanpa diberikan katalis. Katalis dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Katalis homogen
Katalis homogen merupakan katalis yang dapat bercampur secara
homogen dengan zat pereaksinya. Hal ini dikarenakan katalis homogen
memiliki wujud yang sama. Contoh: katalis dan pereaksi berwujud gas
2SO2 (g) + O2(g) NO (g) 2SO3 (g)
2. Katalis heterogen
Katalis heterogen merupakan katalis yang tidak dapat bercampur
secara homogen dengan pereaksinya karena memiliki wujud yang tak
sama. Contoh: katalis berwujud padat, sedangkan pereaksi berwujud
gas
C2H4 (g) + H2 (g) Ni (s) C2H6 (g)
Contoh soal
Sebutkan beberapa contoh katalis yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari!
Jawab
1. Enzim : Enzim digunakan sebagai biokatalisator yang
dapat mempengaruhi reaksi biokimia dalam tubuh makhluk hidup
2. Potasium permanganat : digunakan untuk mempercepat terurainya
H2O2 menjadi air dan oksigen yang awalnya berjalan lambat
3. Platinum : digunakan untuk pembentukan karbon
dioksida dari karbon monoksida beracun
4. Besi : digunakan untuk proses pembuatan ammonia
yang awalnya sangat lambat menjadi lebih cepat pada proses Haber Bosch
_E-MODUL Kimia SMA/MA 18
Materi Laju Reaksi_
AKTIFITAS ILMIAH BERBASIS GREEN CHEMISTRY
Lakukan kegiatan praktikum berikut untuk membuktikan faktor-faktor
yang mempengaruhi laju reaksi menggunakan bahan sederhana yang ada
di sekitar kalian!
WARNING !!
Sebelum melaksanakan praktikum, kalian wajib menggunakan sarung
tangan dan masker agar meminimalisir kecelakaan kerja yang akan kalian
lakukan!
A. Alat dan Bahan
1. Alat
a. 2 Buah Tabung Reaksi
b. 2 Buah Gelas kimia 100 mL
c. 1 Buah Pipet Tetes
d. 1 Buah Termometer
e. 1 Buah Stopwatch
f. 1 Buah Lumpang
g. 1 Buah Alu
h. 1 Buah penangas es
2. Bahan
a. 1 Buah Tablet Effervesecent
b. 1000 mL Aquades
c. 1 Buah Tablet Vitamin C (Asam Askorbat)
d. 25 mL Larutan H2O2 3% (Hidrogen Peroksida)
e. 10 mL Iodium Tinture
f. 3 mL Pati
g. 5 mL Ekstrak Hati Ayam
_E-MODUL Kimia SMA/MA 19
Materi Laju Reaksi_
B. Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Langkah kerja
1. Larutkan vitamin C dalam 60 mL akuades dengan menggerus 1000
mg tablet vitamin C.
2. Ambilah 5 mL larutan vitamin C dan campurkan dengan 5 mL
larutan iodium, kemudian tambahkan dengan 15 mL larutan
aquades. Beri label A pada gelas kimia tersebut
3. Siapkan larutan B dengan menambahkan 15 mL aquades kedalam 15
mL larutan Hidrogen Peroksida 3% dan 3 mL larutan pati
4. Tuangkan larutan A kedalam larutan B
5. Mulailah catat waktu segera setelah kedua larutan tercampur sampai
ada perubahan warna
6. Ulangi percobaan prosedur 1-4 dengan menggunakan 30 mL
aquades ketika menyiapkan larutan A dan B
C. Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi
Langkah kerja
1. Sediakan 2 gelas kimia 100 mL
2. Masukkan 50 mL air kedalam masing-masing gelas kimia 100 mL
3. Masukkan satu Tablet Effervesecent ke dalam gelas kimia pertama.
Catat perubahan waktu reaksi
4. Gerus satu Tablet Effervesecent menggunakan lumpang dan alu
kemudian masukkan gerusan Tablet Effervesecent kedalam gelas
kimia kedua dan catat perubahan waktu reaksi
_E-MODUL Kimia SMA/MA 20
Materi Laju Reaksi_
D. Pengaruh suhu terhadap laju reaksi
Langkah kerja
1. Ambil 5 mL larutan vitamin C dan campurkan dengan 5 mL larutan
iodium, kemudian tambahkan lagi dengan 30 mL aquades. Beri label
A pada larutan tersebut
2. Siapkan larutan B dengan menambahkan 30 mL aquades kedalam 15
mL larutan H2O2 3% dan 3 mL larutan pati
3. Tempatkan larutan A dan B di dalam penangas es sampai suhu 15℃
4. Setelah didinginkan, tuangkan larutan A kedalam larutan B
5. Catat waktu segera setelah kedua larutan bercampur sampai ada
perubahan warna
6. Ulangi percobaan dari prosedur nomor 1-5, namun pada prosedur
nomor 3 ganti suhu 15℃ dengan suhu 30℃
E. Pengaruh katalis terhadap laju reaksi
Langkah kerja
1. Siapkan 2 buah gelas kimia, kemudian masukkan 15 mL larutan H2O2
3% kedalam kedua gelas tersebut
2. Tambahkan 5 mL ekstrak hati ayam ke dalam gelas kimia nomor 1,
sedangkan dalam gelas kimia nomor 2 tidak ditambahkan ekstrak
hati ayam
3. Amati gelembung yang terjadi dan catat waktu terbentuknya
gelembung
WARNING !
Bersihkan alat setelah digunakan
Kembalikan alat yang telah digunakan pada tempat semula dalam
keadaan bersih, lengkap dan tidak rusak/pecah
Buanglah limbah yang dihasilkan dari kegiatan praktikum pada tempat
limbah yang telah disediakan
_E-MODUL Kimia SMA/MA 21
Materi Laju Reaksi_
F. Hasil Percobaan Praktikum
a. Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
Percobaan Wadah Waktu Perubahan
ke-
1 A+B
A + B diganti
2 30 mL
aquades
KESIMPULAN
b. Pengaruh luas permukaan terhadap laju reaksi
Bentuk
Wadah Tablet Waktu Perubahan
Effervesecent
1 Serbuk
2 Padatan
_E-MODUL Kimia SMA/MA 22
Materi Laju Reaksi_
KESIMPULAN
c. Pengaruh suhu terhadap laju reaksi
Percobaan Wadah Waktu Perubahan
ke-
1 A+B
A + B dengan
2
suhu 30 ℃
KESIMPULAN
_E-MODUL Kimia SMA/MA 23
Materi Laju Reaksi_
d. Pengaruh katalis terhadap laju reaksi
Wadah Waktu Perubahan
1
2
KESIMPULAN
G. Pertanyaan
Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan kegiatan praktikum
yang telah kalian lakukan!
1. Apa pengaruh dari masing-masing hasil percobaan yang telah kalian
lakukan ?
A. Konsentrasi
B. Luas permukaan
C. Suhu
D. Katalis
2. Berdasarkan percobaan yang dilakukan, bagaimana pengaruh hati
ayam terhadap laju reaksi?
3. Tuliskan masing-masing reaksi yang terjadi dari percobaan yang
telah dilakukan!
_E-MODUL Kimia SMA/MA 24
Materi Laju Reaksi_
LATIHAN KEGIATAN BELAJAR 2
1. Perhatikan data hasil percobaan untuk reaksi di bawah ini:
P + Q→R
Percobaan Massa dan Bentuk Zat P [Q] M Suhu Waktu
Ke- (℃) (Menit)
1 10 gram bongkahan 2 25 5
2 10 gram serbuk 2 25 3
3 10 gram kepingan 3 25 4
4 10 gram bongkahan 4 25 2
Laju reaksi pada percobaan 1 dan 2 dipengaruhi oleh…
2. Uap bensin lebih mudah terbakar daripada bensin cair. Apa
faktor yang menyebabkan hal ini terjadi?
3. Fungsi katalis adalah untuk…
Kolom Refleksi
Apa yang telah kamu pelajari pada sub bab ini ?
_E-MODUL Kimia SMA/MA 25
Materi Laju Reaksi_
KEGIATAN BELAJAR 3
3 E HUKUM LAJU REAKSI DAN ORDE REAKSI
KOMPETENSI DASAR
3.7 Menentukan orde reaksi dan tetapan laju reaksi
berdasarkan data hasil percobaan
4.7 Merancang melakukan dan menyimpulkan serta
menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi
INDIKATOR
3.7.1 Menentukan hukum laJu reaksi dan orde reaksi
3.7.2 Menjelaskan Persamaan Laju reaksi
Tujuan pembelajaran
1. Peserta didik mampu menjelaskan hukum laju reaksi
2. Peserta didik mampu menghitung orde reaksi
3. Peserta didik mampu menuliskan persamaan laju reaksi
_E-MODUL Kimia SMA/MA 26
Materi Laju Reaksi_
A. PERSAMAAN LAJU REAKSI
Laju reaksi dapat ditentukan dengan mengetahui hasil reaksi atau
konsentrasi pereaksi selama proses berlangsung. Hal ini dapat ditentukan
dengan mengukur cuplikan dari pereaksi diberbagai waktu dan
menganalisis reaksinya. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan
Wilhelmy pada tahun 1850 dan Berthelot Gilles pada tahun 1862
menunjukkan bahwa laju reaksi bergantung pada konsentrasi baik dari
pereaksi maupun hasil reaksi setiap satuan waktu tertentu. Umumnya,
laju reaksi tergantung pada konsentrasi awal zat-zat pereaksi. Hubungan
yang terjadi antara laju reaksi dengan konsentrasi pereaksi dinyatakan
dengan persamaan yang disebut persamaan laju reaksi atau hukum laju
differensial. Secara umum untuk reaksi antara:
xA + yB zC
v = k [A]m [B]n
Pada persamaan hukum laju, k disebut tetapan laju reaksi. Tetapan
laju reaksi memiliki nilai tertentu untuk beberapa suhu, sedangkan untuk
suhu yang memiliki nilai k juga berbeda. Nilai k bergantung pada suhu
ketika dilaksanakan percobaan. Semakin besar harga k maka reaksi akan
berlangsung dengan kelajuan yang semakin besar.
Konsentrasi A yang memiliki pangkat (m) dan konsentrasi B yang
memiliki pangkat (n) disebut dengan tingkat reaksi atau ode reaksi. Orde
reaksi merupakan derajat kontribusi suatu zat (pereaksi, hasil reaksi, atau
zat lain) yang memiliki pengaruh terhadap kuantitas laju reaksi. Orde
reaksi dapat berupa bilangan bulat positif, negatif, atau nol bahkan
pecahan yang ditentukan dari hasil perhitungan dalam suatu percobaan.
Hukum laju reaksi merupakan gabungan yang terjadi antara variabel laju
reaksi dengan konsentrasi zat yang mempengaruhi nilai laju reaksi.
_E-MODUL Kimia SMA/MA 27
Materi Laju Reaksi_
B. MAKNA ORDE REAKSI
1. Laju Reaksi Orde Nol
laju reaksi orde nol merupakan besarnya laju reaksi yang tidak
dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi. Berapapun perubahan
konsentrasi pereaksi, tidak akan mempengaruhi laju reaksi tersebut.
Berikut merupakan grafik laju reaksi dengan orde nol :
2. Laju Reaksi Orde Satu
Orde reaksi orde satu adalah keadaan dimana besarnya laju reaksi
berbanding lurus dengan besarnya konsentrasi pereaksi. Jika
konsentrasi pereaksi dinaikkan 3 kali maka laju reaksi juga akan naik
sebesar 3 kali dari keadaan awal. Berikut merupakan grafik laju
reaksi orde satu:
3. Laju Reaksi Orde Dua
Laju reaksi orde dua adalah keadaan ketika besarnya laju reaksi akan
mengalami perubahan sebesar pangkat dua dari konsentrasi
pereaksinya. Jika konsentrasi dinaikkan 2 kali dari keadaaan awal
_E-MODUL Kimia SMA/MA 28
Materi Laju Reaksi_
maka laju reaki juga akan naik sebesar 4 kali dari semula (22=4).
Berikut merupakan grafik laju reaksi dengan orde dua:
C. MENENTUKAN PERSAMAAN LAJU REAKSI
Persamaan laju reaksi digunakan untuk menyatakan hubungan yang
terjadi antara konsentrasi pereaksi dengan laju reaksi. Hal ini terjadi
ketika terdapat beberapa perocobaan yang dilakukan dengan
menggunakan konsentrasi awal yang berbeda, dan laju reaksi
ditentukan setiap percobaan dilakukan. Kemudian hasil reaksinya
dibandingkan dengan percoban yang satu dengan yang lainnya untuk
mengetahui laju awal yang bergantung pada konsentrasi awal pereaksi.
Sebagai contoh, perhatikan reaksi berikut ini:
2NO (g) + Br2 (g) → 2NOBr(g)
Percobaan [NO] [M] Br2 [M] Laju
(M/detik)
1 0,1 0,05
2 0,1 0,1 6
3 0,2 0.05 12
24
Persamaan laju reaksinya adalah…
Penyelesaian:
Bentuk umum hukum laju reaksinya yaitu v= k [NO]m[Br2]n
Mencari nilai m yang ditentukan dengan perbandingan hukum laju
pada percobaan yang konsentrasi Br2 yang sama.
_E-MODUL Kimia SMA/MA 29
Materi Laju Reaksi_
Gunakan data percobaan (1) dan (3)
1 = [ ] [ 2]
3 [ ] [ 2]
6 [0,1] [0,05]
24 = [0,2] [0,05]
6 [0,1]
24 = [0,2]
1 1
4 = 2
m=2
Mencari nilai n yang didapatkan melalui perbandingan hukum laju
reaksi pada percobaan konsentrasi NO yang sama
Gunakan data percobaan (1) dan (2)
1 = [ ] [ 2]
2 [ ] [ 2]
6 [0,1] [0,05]
12 = [0,1] [0,1]
6 [0,05]
12 = [0,1]
1 2
2 = 1
n=1
Maka, persamaan laju reaksinya yaitu:
v = k [NO]2[Br2]1
_E-MODUL Kimia SMA/MA 30
Materi Laju Reaksi_
LATIHAN KEGIATAN BELAJAR 3
1. Konsentrasi pereaksi tidak mempengaruhi laju reaksi,
pernyataan tersebut merupakan pengertian dari orde
reaksi?
2. Tentukan orde reaksi dari reaksi berikut:
NO (g) + Cl2 (g) → NOCl2 yang memiliki data hasil percobaan:
Percobaan [NO] (M) [Cl2] (M) Laju (M/detik)
1 0,5 0,5 1 x 10-3
2 0,5 1,5 3 x 10-3
3 1,5 0,5 9 x 10-3
3. Pada reaksi 2H2 + 2NO → 2H2O + N2, berdasarkan hasil
percobaan menyatakan persamaan laju reaksinya adalah v =
k [H2] [NO]2 dengan nilai k = 1 x 10-8. Jika 5 mol H2 dan 2,5
mol NO direaksikan dalam bejana 5 liter maka laju reaksinya
adalah…
Kolom Refleksi
Apa yang telah kamu pelajari pada sub bab ini ?
_E-MODUL Kimia SMA/MA 31
Materi Laju Reaksi_
RANGKUMAN
1. Laju reaksi dapat dinyatakan dengan berkurangnya jumlah pereaksi
untuk setiap satuan waktu tertentu atau bertambahnya jumlah hasil
reaksi untuk setiap satuan waktu.
2. Terjadinya suatu reaksi dapat terjadi karena adanya tumbukan
efektif dan energi minimum yang dikenal dengan energi aktivasi (Ea)
3. Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai
berikut:
a. Konsentrasi
b. Luas permukaan
c. Suhu
d. Katalis
4. Persamaan laju reaksi digunakan untuk menyatakan hubungan
kuantitatif laju reaksi dengan konsentrasi pereaksi
5. Orde reaksi merupakan bilangan pangkat menyatakan hubungan
konsentrasi zat dengan kecepatan reaksi. Semakin besar orde reaksi,
maka semakin besar pengaruh perubahan konsentrasi pereaksi
terhadap laju reaksi yang terjadi.
_E-MODUL Kimia SMA/MA 32
Materi Laju Reaksi_
Contoh Soal
1. Persamaan laju reaksi untuk:
NH4+(aq) + NO2- (aq) → N2(g) + 2H2O(l) sebesar v = k [NH4+] [NO2-].
Pada suhu 25℃, nilai k=3,0 x 10-4 mol-1L detik-1. Hitunglah laju
reaksinya jika [NH4+] = 0,25 M dan [NO2-] = 0,02 M.
Penyelesaian:
v = k [NH4+] [NO2-]
v = 3,0 x 10-4 x 0,25 M x 0,02 M
= 1,5 x 10-6 M/s
2. Jika suhu dinaikkan 10℃ maka reaksi akan menjadi 2x lebih cepat.
Jika pada suhu t℃ reaksi berlangsung selama 12menit maka pada
suhu (t+30℃) reaksi akan berlangsung selama…
Penyelesaian:
∆
t1 = (1)10 t0
2
+30−
t1 = (1) 10 12 menit
2
30
t1 = (12)1012 menit
t1 = (1)3 12 menit
2
t1 = 1 . 12 menit
8
t1 = 1, 5 menit
_E-MODUL Kimia SMA/MA 33
Materi Laju Reaksi_
LATIHAN
Pahami dan pilihlah jawaban yang paling tepat pada soal berikut ini!
Perhatikan dan jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat!
1. Diketahui reaksi A+B → C+ D, Laju reaksi dapat diungkapkan sebagai..
A. Berkurangnya konsentrasi A per satuan waktu
B. Berkurangnya konsentrasi C dan D per satuan waktu
C. Bertambahnya konsentrasi B per satuan waktu
D. Berkurangnya konsentrasi C per satuan waktu
E. Berkurangnya konsentrasi A dan B per satuan waktu
2. Berdasarkan reaksi berikut ini :
H2S (g) + SO2 (g) → S(s) + H2O(l) (belum setara)
Tentukan laju pengurangan H2S (g) persatuan waktu dapat
dibandingkan dengan laju pertambahan S (s) persatuan waktu adalah..
A. 1:1
B. 1:3
C. 2:1
D. 2:3
E. 3:1
3. Diketahui reaksi 2NO(g) + 2H2(g) → N2(g) + H2O(g)
Percobaan Konsentrasi (M) Laju reaksi
ke- NO H2 (M det-1)
1 2 x 10-3 2 x 10-3 4 x10-6
2 4 x 10-3 2 x 10-3 8 x 10-6
3 6 x 10-3 2 x 10-3 12 x 10-6
4 4 x 10-3 6 x 10-3 24 x 10-6
5 4 x 10-3 8 x 10-3 32 x 10-6
_E-MODUL Kimia SMA/MA 34
Materi Laju Reaksi_
Tentukan persamaan laju reaksi yang terjadi pada reaksi tersebut yaitu..
A. V = k [NO] [H2]2
B. V = k [NO]2 [H2]
C. V = k [NO]
D. V = k [NO] [H2]
E. V = k [H2]
4. Perhatikan data kondisi reaksi berikut ini:
No Zn Larutan HCl Suhu (℃)
(M)
1 Serbuk 0,1 0,096
2 Serbuk 0,1 0,004
3 Lempeng 0,2 0,048
4 serbuk 0,2 0,006
5 Lempeng 0,1 0,001
Dari data tersebut, manakah laju reaksi yang berlangsung lambat…
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
5. Pada suatu reaksi kimia, di setiap kenaikan suhu 10℃ reaksi akan
menjadi dua kali lebih cepat. Pada suhu 80℃ berapa kali reaksi kimia
berlangsung lebih cepat jika pada suhu awal 20℃ ?
A. 8 kali
B. 16 kali
C. 32 kali
D. 128 kali
E. 64 kali
_E-MODUL Kimia SMA/MA 35
Materi Laju Reaksi_
6. Jika diketahui reaksi X + 2Y → XY2, mempunyai persamaan laju reaksi
sebagai berikut: v = k [X]2 [Y]. Jika pada suhu tetap, konsentrasi X
dinaikkan 3 kali dan Y tetap, maka laju reaksinya adalah…
A. 3 kali
B. 6 kali
C. 9 kali
D. 18 kali
E. 24 kali
7. Berdasarkan reaksi A + B → AB diketahui hasil sebagai berikut:
No Massa A Konsentrasi Waktu Suhu
(mol/L) (detik) (℃)
1 5 gr serbuk 0,1 8 25
2 5 gr larutan 0,1 3 25
3 5 gr padat 0,1 5 25
4 5 gr larutan 0,2 1,5 25
5 5 gr larutan 0,1 1,5 25
Berdasarkan data percobaan di atas, jika dil ihat data pecobaan 1 dan 3
maka laju reaksi dipengaruhi oleh…
A. Konsentrasi
B. Luas permukaan
C. Katalis
D. Suhu
E. Sifat zat
8. Jika dalam suatu persamaan laju reaksi yang melibatkan zat X dan Y.
Saat konsentrasi zat X dinaikkan 2 kali dan konsentrasi Y tetap maka
laju reaksi menjadi 8 kali lebih cepat. Namun, saat konsentrasi zat X
dinaikkan 2 kali dan konsentrasi Y dinaikkan 3 kali maka laju reaksi
berubah menjadi 72 kali lebih cepat. Maka laju reaksi zat ketika
_E-MODUL Kimia SMA/MA 36
Materi Laju Reaksi_
konsentrasi zat X dinaikkan 3 kali dan konsentrasi dinaikkan 2 kali
adalah…
A. 36 kali
B. 72 kali
C. 91 kali
D. 108 kali
E. 210 kali
9. laju reaksi (v) antara A dan B mengikuti persamaan laju v= k [A]2 [B]2
dengan k adalah konstanta laju konsentrasi A pada satu percobaan
dijadikan setengah kali semula. Untuk membuat laju reaksi menjadi
empat kali semula maka konsentrasi B harus…
A. Diturunkan ½ kali semula
B. Dinaikkan 2 kali semula
C. Diturunkan ¼ kali semula
D. Dinaikkan 4 kali semula
E. Dibuat konstan
10. Data hasil percobaan laju reaksi
2 NO(g) + 2H2(g) → N2 (g) + 2H2O(g)
Percobaan Konsentrasi Awal Laju reaksi mol
[NO] M [H2] M L-1 det-1
1 4 x 10-1 1,5 x10-1 32 x 10-1
2 4 x 10-1 3,0 x 10-1 64 x 10-1
3 6 x 10-1 6,0 x 10-1 128 x 10-1
4 3 x 10-1 6,0 x 10-1 32 x 10-1
Berdasarkan data percobaan di atas, orde reaksi totalnya adalah…
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
_E-MODUL Kimia SMA/MA 37
Materi Laju Reaksi_
GLOSARIUM
Laju reaksi laju reaksi yaitu kecepatan proses pemakaian
Teori Tumbukan reaktan dan pembentukan produk dalam suatu
reaksi kimia dengan satuan waktu tertentu
Tumbukan efektif
Energi aktivasi Menurut teori tumbukan, reaksi kimia terjadi
Konsentrasi akibat adanya partikel-partikel dalam suatu zat
Suhu saling bertumbukan atau bertabrakan satu sama
Luas permukaan lain.
Katalis
Tumbukan yang terjadi akibat adanya dua zat
pereaksi dengan arah tumbukan yang disertai
dengan energi yang cukup.
Energi aktivasi merupakan energi minimum yang
wajib dimiliki agar suatu reaksi dapat berlangsung.
Konsentrasi menunjukkan jika semakin besar
molaritas suatu reaktan dalam larutan maka akan
semakin cepat pula laju reaksinya.
Suhu menyebabkan gerakan antar partikel
semakin cepat dan menyebabkan tumbukan efektif
terjadi
Luas permukaan memudahkan suatu tumbukan
efektif yang berakibat pada laju reaksi yang
semakin cepat.
Katalis merupakan zat yang digunakan untuk
mempercepat suatu reaksi kimia
_E-MODUL Kimia SMA/MA 38
Materi Laju Reaksi_
DAFTAR PUSTAKA
Chang, R, 2005.Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta:
Erlangga.
Keenan. 1984. Kimia untuk universitas, jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Mulyati, S., Moh, Khozin. 2019. Kimia Dasar jilid 1. Bandung: Alfabeta.
Petrucci, Ralph H. 1987. Kimia dasar prinsip dan terapan modern jilid 1.
Jakarta: Erlangga.
_E-MODUL Kimia SMA/MA 39
Materi Laju Reaksi_
RIWAYAT PENULIS
Bella Yunitamara. Berasal dari Desa
Suka Mulya Kecamatan Sumberharta
Kabupaten Musi Rawas Provinsi
Sumatera Selatan. Lahir di Desa Suka
Mulya 3 juni 2000. Dia salah satu
mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi
Jurusan Pendidikan Kimia UIN Walisongo
Semarang. Menempuh pendidikan di SD
Jaya Mulya dan SMP Suka Mulya serta
menempuh pendidikan di SMA N 9 Musi
Rawas. Dia memiliki hobi yaitu menulis
dan traveling.
_E-MODUL Kimia SMA/MA 40
Materi Laju Reaksi_