The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ELEGI HITAM PUTIH PUISI sip - lengkap cover

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rafikohmpd5, 2022-03-23 10:13:16

ELEGI HITAM PUTIH PUISI sip - lengkap cover

ELEGI HITAM PUTIH PUISI sip - lengkap cover

DOA MALAM

Ya Allah
Kala rindu ini mulai menggerayangi tubuh
Tak tahu ke mana harus berpaling
Tak mau rindu ini tetap berbaring

Anginpun merasakan penatnya lelah
Tak mau tertawa melepas aras
Malam sepertinya diam dalam dendam
Doa malampun tak pernah lekang berdendang

Bukit mimpi telanjangi malam
Pantulkan cahaya temaram
Dalam jarak dentingan batin
Antara Kelud Utara-Selatan

Ya Allah berilah sebaris kebahagiaan
Ukirlah sebaris ketenteraman
Usir kuda-kuda langlang lamunan
Gapai kenyataan abadi bersamanya

45

JEJAK KUPIJAK

Di Lorong malam pandangku samar
Tak sebersit pun sinar terpancar
Ke mana kucari celah ke mana kucari arah
Ke mana kucari jejak ke mana pula harus kupijak

Jauh dari bayangmu aku sendiri
Berjalan menata tujuan kehidupan
Merajut kenangan dalam kebisuan
Kau telah menyulam bunga kenangan
Jadi rangkaian angan-angan

Jauh dari bayangmu aku menanti
Tak mungkin aku meninggalkanmu
Mentari lebih mengerti bernyanyi mengungkap hari
Berseri berebut menyambut

Kita berlari dalam kemelut canda puncak cemara berlutut
Peluk camar lembut bergayut cericit berpagut
Pepat berlari dalam terjal coba menguak buat esuk buat besuk
Buat hidup yang kian sayup

46

PUCUK RINDU

Puncak bukit terjal adalah hatiku
Adakah di sana kau menunggu
Dengan cinta dan harapku
Rindu menggulung gunung bergaung-gaung

Samudera luas adalah anganku
Adakah kau berlayar dengan bidukmu
Mengarungi sejuta mimpi mengikis selaksa halusinasi
Menepis berbagai ilusi

Keringnya ranting adalah nyanyianku
Dahannya patah satu demi satu
Daunnya berhamburan menyimpan cerita
Tinggallah kini seonggok sampah
Penuhi belukar rinduku

Di pucuk rindu hanya ada sia-sia
Semua lenyap tanpa sebab segala musnah tanpa alasan
Tinggallah kini selembar sesal
Bergoyang-goyang tertiup angin malam

47

MANIK DERITA

Dengan pecahan genting kaca
Kurangkai kata di kamar dua enam
Kumaki diri dari iri dan dengki
Kutawar garis tangan yang belum serasi
Kuikat dengan kawat berduri
Tiba-tiba terjerembab tanpa sebab
Khayal menganga penuh akibat
Deritapun kusibak

Dengan serpihan merah hati
Kurangkai sajak bahana prahara
Aku mau tak ada yang terkoyak
Aku ingin tak ada yang mati suri
Kini telah musnah tercampak
Penuhi dampak nan marak
Butiran embunpun menghias lentik jari

Dengan serpihan pembuluh nadi
Kutata sendu pilu penuh haru
Kutatap tajam jendela angkasa
Kutaut pelangi hinggap di dahi
Kumaknai ungu jadi jingga
Kurapikan hasrat tuk tetap di dada-Nya

48

Langit ufuk Timur berkaki merpati
Tambatkan kata bernada tinggi
Hinggap pada bianglala di hati sepi
Senyap menyapa dinding berkerikil
Sunyi menusuk sukma menggigil
Dari balik bening keningmu
Terbitlah matahari berseri

Derit pintu terkuak jerit kalbu tergugah
Tiba-tiba bayangmu datang tersenyum kecut
Menebar aroma kopi pahit lari mengejek
Merengek tulang terbungkus lara
Melewati baris-baris sajak di meja

Kusadar menghempas napas
Melompat pagar menghapus harap
Mengejar ingatan yang tiba-tiba pudar
Manik-manik rindu terus berputar

49

ADA TIADA

Ada yang tak mampu kutangkap
Hati dan jiwaku meratap menatap atap
Ada yang dekat di dada entah kabur di mana
Menetap di tiang gantungan semu

Ada yang tak mungkin kualpa
Bahagia atas kidung nafasku meraja
Malam acapkali suguhkan gundah
Bagi aku yang terjaga malam-malam

Ada yang tak dapat kurengkuh jarak kita semakin jauh
Tebar angan tak pernah tumbuh terang sengaja sembunyi
Agar kita lupa nikmati nyanyi sunyi
Perkenankan aku tidur sekejap lepaskan lelap di pangkuan-Mu
Pasti aku kan bangun nanti

Rindu makin sendu pilu bertutur biru
Kelu bernada ungu menghunus sembilu
Terhenti belati memawas diri
Melepuh sepuh mengulum embun

50

TEPI ILUSI

Saat api membara air menyiram
Siraman itu datang saat bara belum padam
Kembara belum jua lekat merapat
Akupun terlelap dalam dekap iktikab

Serentak apipun sayu meredup
Menyulap redam jadi legam
Sirnalah hitam jadi benderang
Bersama mimpi yang belum puas
Kabur terbawa angin tak berbatas

Ceritapun tak berlanjut gayung tak bersambut
Tertiup bayu merayu merpati putih
Terjatuh ilusi menepi di sisi keladi
Kapan kayuh kapan tumbuh kapan labuh

Penantian ini hanya khayal
Di tengah nurani muram di tepian sunyi malam
Di dalam kelam semalam mendekam endapan sesal

51

CERITA CINTA

Sobat
Kenapa kau tak lagi datang
Apakah kau tenggelam amarah
Aku sudah merangkai kata
Tak pernah ada yang kulayangkan
Makin lama kian terbayang ketakutan
Walaupun itu sebenarnya tak perlu ada

Kucoba kuliti pribadi ini
Terungkap aku yang sebenarnya
Dari suatu sudut telah menyadarkanku
Aku telah bertindak salah

Semula kita memang tak kenal
Awal pertemuan kita berteman biasa
Lama persahabatan ini berjalan
Aku mulai tidak waras lagi
Aku sadar telah memikirkan segala akibat

Sobat
Ternyata aku menyayangimu
Lebih dari sekadar persahabatan
Perasaan itu kusesali timbulnya

52

Mengapa itu lahir di tengah persahabatan kita
Sobat
Kau boleh menolak perasaanku dengan berbagai cara
Kau berhak mengejek
Tap kau tak berhak menghina
Mencintai dan dicintai adalah soal hati

53

Profil Penulis

Upik Handayani lahir di desa
Sidorejo, Warungasem, Batang pada
hari Senin Legi tanggal 04 Januari
1965. Penulis merupakan putri
keenam dari delapan bersaudara.
Masa kecil penulis dididik penuh
kedisiplinan di tengah-tengah
keluarga Angkatan Laut sampai
tamat Sekolah Dasar.
Pendidikan Sekolah Menengah Pertama ditempuh di SMP
Negeri 3 Batang selama 3,5 tahun yang ketika itu ada tes
diagnostik yang mengharuskan setiap jenjang pendidikan
ditambah satu semester.
Selepas SMP pada tahun 1981 penulis mengenyam
pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru Negeri di kota
Pekalongan. Selanjutnya penulis memperdalam ilmu
keguruannya di IKIP Negeri Semarang jurusan Bahasa dan
Sastra Indonesia dengan mengambil Program Diploma 2.
Persis 2 tahun di IKIP, penulis langsung ditempatkan di
SMP Negeri 3 Kalijambe, Kecamatan Sragi, Kabupaten
Pekalongan.Bulan Juli 1992 penulis mengikuti suami ke
Wonosobo dan ditempatkan di Sekolah Teknik Negeri. Saat itu
pula ST mulai beralih fungsi menjadi SMP Negeri 3 Wonosobo.

54

Nama itu disandangnya hanya lebih kurang 3 tahun. Tahun
1995 penulis mulai mengajar di SMP Negeri 2 Selomerto yang
sekarang ini yang tidak lain merupakan metamorfosis dari SMP
Negeri 3 Wonosobo. Penulis menyelesaikan pendidikan S1 di
Universitas Terbuka pada tahun 2002 dengan jurusan yang
sama. Tahun 2013 penulis menamatkan S2 di STIE Widya
Wiwaha Yogyakarta.

Pengalaman hidupnya dituangkan dalam bentuk tulisan.
Sudah 9 karya yang telah diterbitkan. Karya ini merupakan
buku kelima yang bersifat fiksi, sedangkan lima karya lain yang
telah dibukukan merupakan karya nonfiksi.

55

56


Click to View FlipBook Version