Halaman 1 “Mari Saling Belajar !!! Kalau ada sesuatu tanyakan, temui pimpinan, minta informasi. Jangan berfikir sendiri, mengambil kesimpulan sendiri, menganalisis sendiri dan akhirnya salah” Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. Pj. Gubernur Sulawesi Barat
Mengapa P3PD ? Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) menandakan sebuah fase baru desentralisasi di Indonesia. Desa diberi sumber kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya, guna meningkatkan ekonomi dan kesejahtaraan masyarakat. Setiap tahun Pemerintah Pusat menganggarkan Dana Desa untuk diberikan kepada Desa untuk digunakan untuk perluasan Peran dan tanggung jawab desa, termasuk untuk menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Setiap tahun Pemerintah Pusat menganggarkan Dana Desa untuk diberikan kepada Desa untuk digunakan untuk perluasan Peran dan tanggung jawab desa, termasuk untuk penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Peluang pemanfaatan Dana Desa untuk berinvestasi dalam aspek pelayanan sosial dasar telah mendorong desa untuk berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi di masa depan. Desa menempati posisi kunci sebagai penyelenggara pemerintahan digaris depan untuk mengatasi kesenjangan infrastruktur yang masih ada, meningkatkan layanan lokal untuk mengurangi stunting, mengelola sumber daya alam dan risiko bencana, dan meningkatkan pembangunan ekonomi local. Sistem dukungan untuk menangani kebutuhan desa saat ini cenderung "one sizefits all," menggunakan pendekatan yang seragam, berbiaya mahal, efektivitasnya beragam, dan efisiensinya rendah. Hal ini tidak hanya menciptakan kesenjangan dalam layanan untuk pembangunan desa, tetapi juga menghasilkan inefisiensi dalam pembiayaan emerintah desa. Diperlukan solusi yang dapat merespon permasalahan yang beragam sehingga desa dapat memanfaatkan system pendukung yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas setempat. Mengingat luasnya jangkauan dan keberagaman desa di Indonesia, maka diperlukan pendekatan dalam mendukung pemerintahan dan pembangunan desa melalui kerjasama lintas sektor, fleksibel, dan responsif terhadap dinamika dan kebutuhan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah meluncurkan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD). Tahukah Kamu ? Halaman 2
P3PD adalah singkatan dari Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pemerintahan desa dalam meningkatkan kualitas belanja desa di lokasi program, melalui : ❑ Perbaikan kinerja pemerintah dan aparat desa melalui penguatan sistem peningkatan kapasitas yang berbasis permintaan dan kebutuhan; ❑ Penguatan sistem pendampingan dan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa; dan ❑ Penguatan sistem informasi dan data desa berbasis teknologi untuk memperbaiki koordinasi, supervisi monitoring dan evaluasi kinerja desa serta mendorong pemakaian data dalam perencanaan dan penganggaran di tingkat desa. Apa Itu P3PD ? Siapa Sasaran dan Penerima Manfaat P3PD ? Sasaran P3PD meliputi : 1. Pemerintah 2. Pemerintah Provinsi 3. Pemerintah Kabupaten 4. Pemerintah Desa 5. Lembaga Kemasyarakatan Desa 6. Masyarakat Desa Penerima manfaat P3PD adalah: 1. Aparatur Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dan Pemerintahan Desa (Pemerintah Desa dan BPD); 2. Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) atau Lembaga Adat Desa (LAD); 3. Masyarakat Desa; 4. Pihak terkait lainya sesuai dengan ketentuan program. Sasaran fokus pada penyediaan dan pengembangan dukungan terhadap penguatan tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang akuntabel, partisipatif dan sesuai kebutuhan Tahukah Kamu ? Halaman 3
Bagaimana Strategi P3PD ? Kapan Pelaksanaan P3PD ? P3PD dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 hingga 31 Desember 2024, dan bilamana ada kebijakan perubahan atas perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia tentang pelaksanaan P3PD, maka jangka waktu pelaksanaan P3PD akan disesuaikan dengan perubahan perjanjian tersebut. P3PD akan mendukung Pemerintah untuk mengembangkan dan menerapkan system peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintahan desa dan program pembangunan desa, dengan strategi sebagai berikut: 1. Meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintahan desa, meliputi : 2. Meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa, melalui: 3. Memperkuat kelembagaan dalam mendukung pembinaan dan pengawasan tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa melalui: Lokasi program dipilih berdasarkan penilaian dari 4 (empat) indikator sebagai berikut: 1. Akses ke sarana prasarana dasar; 2. Anggaran desa untuk pengembangan kapasitas; 3. Kapasitas pemerintahan desa; dan 4. Kemampuan kabupaten mengalokasikan anggaran untuk desa. Palaksanaan Program P3PD di Provinsi Sulawesi Barat dilaksanakan di 69 Kecamatan dan 575 Desa mulai tahun 2022 sampai tahun 2024. No Kabupaten Kecamatan Desa 2022 2023 2024 1 Polewali Mandar 16 144 √ √ √ 2 Mamuju 11 88 √ √ √ 3 Pasangkayu 12 59 √ √ √ 4 Mamasa 17 168 √ √ √ 5 Mamuju Tengah 5 54 √ √ 6 Majene 8 62 √ Jumlah 69 575 Dimana Lokasi P3PD ? Tahukah Kamu ? Halaman 4
Ruang Lingkup P3PD ? KOMPONEN – 3 Koordinasi, Pemantauan dan Kebijakan NasionalDilaksanakan oleh kementerian PPN/Bappenas dan Kemenko PMK. Komponen 3 meliputi 3 subkomponen yaitu : 1. Pengembangan sistem data desa terpadu 2. Koordinasi dan strategi nasional 3. Evaluasi strategis dan kebijakan kepemimpinan nasional. KOMPONEN – 2 Mempromosikan Pembangunan Desa yang Partisipatif. Dilaksanakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Komponen 2 meliputi 4 subkomponen yaitu : 1. Penguatan kapasitas pendamping desa 2. Pengembangan kapasitas masyarakat dan sistem akuntabillitas social 3. Inovasi digital dan pembelajaran Masyarakat 4. Dukungan teknis dan managemen program KOMPONEN – 1 Penguatan Kelembagaan Pemerintahan Desa. Dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Komponen 1 meliputi 4 subkomponen yaitu : 1. Perbaikan system penguatan kelembagaan pemerintahan desa 2. Peluncuran sistem penguatan kelembagaan pemerinthaan desa 3. Pengawasan dan pengelolaan data desa 4. Pemberian layanan oleh kecamatan P3PD akan memfokuskan kegiatan pada tiga komponen yang saling bersinergi, yaitu: Tahukah Kamu ? Halaman 5
Pelatihan P3PD bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan kelembagaan desa dalam rangka peningkatan kualitas belanja desa dan perbaikan layanan dasa. Sebagaimana lokus desa sasaran Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa di Provinsi Sulawesi Barat, dimana terdapat 575 desa yang tersebar di 67 Kecamatan dan 6 Kabupaten. Namun demikian, lokus pelatihan apartur dan kelembagaan desa tahun 2023 hanya sebanyak 524 desa. Berikut rincian lokus pelatihan tahun 2023 : No Kabupaten Jumlah Desa 1 Majene 42 2 Mamasa 138 3 Mamuju 88 4 Mamuju Tengah 54 5 Pasangkayu 59 6 Polewali Mandar 143 Jumlah 524 Tujuan Pelatihan P3PD ? Dimana Lokus Sasarannya ? Siapa Yang Menyelenggarakan Pelatihan P3PD ? Pelatihan P3PD di Provinsi Sulawesi Barat diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri bekerjasama dengan PT. LPPSLH Konsultan sebagai pelaksana Implementasi Kegiatan Pelatihan P3PD Komponen 1 Tahun 2023 Provinsi Sulawesi Barat Halaman 6
Pelatihan Aparatur dan Kelembagaan Desa tahun 2023 di Provinsi Sulawesi Barat dilaksanakan mulai tanggal 20 September sampai dengan 6 November tahun 2023 di Kota Mamuju yang dilaksanakan secara bertahap dengan 14 Angkatan. 1. Angkatan satu dilaksanakan pada tanggal 20 – 23 September 2023 di Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju 2. Angkatan dua dilaksanakan pada tanggal 22 – 25 September 2023 di Hotel D’Maleo Kota Mamuju 3. Angkatan tiga dilaksanakan pada tanggal 25 – 28 September 2023 di Hotel Pantai Indah dan Hotel Meganita Kota Mamuju 4. Angkatan empat dilaksanakan pada tanggal 28 September – 1 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah Kota Mamuju 5. Angkatan lima dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah, Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju 6. Angkatan enam dilaksanakan pada tanggal 5 – 8 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah, Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju 7. Angkatan tujuh dilaksanakan pada tanggal 8 – 11 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah Kota Mamuju 8. Angkatan delapan dilaksanakan pada tanggal 11 – 14 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah, Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju 9. Angkatan sembilan dilaksanakan pada tanggal 14 - 17 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah, Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju 10. Angkatan sepuluh dilaksanakan pada tanggal 17 – 20 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah, Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju 11. Angkatan sebelas dilaksanakan pada tanggal 20 – 23 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah, Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju 12. Angkatan dua belas dilaksanakan pada tanggal 23 - 26 Oktober 2023 di Hotel D’Maleo Kota Mamuju 13. Angkatan tiga belas dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober – 3 November 2023 di Hotel D’Maleo, Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah, Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju 14. Angkatan tiga belas dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober – 3 November 2023 di Hotel Meganita, Hotel Pantai Indah, Hotel Grand Mutiara Kota Mamuju Kapan Pelaksanaanya ??? Halaman 7
Pelatihan ini diikuti oleh unsur Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, PKK, Posyandu, Karang Taruna yang ada di Desa lokus pelatihan Program P3PD tahun 2023 Prov. Sulawesi Barat. Jumlah Desa yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 500 desa dengan jumlah peserta sebanyak 1.917 orang yang tersebar di 6 kabupaten yang ada di Prov. Sulawesi Barat. No Kabupaten Jumlah Desa Laki-Laki % Perempuan % Jumlah 1 Majene 42 119 72.12 46 27.88 165 2 Mamasa 121 378 82.71 79 17.29 457 3 Mamuju 52 229 73.16 84 26.84 313 4 Mamuju Tengah 85 130 64.04 73 35.96 203 5 Pasangkayu 58 168 74.67 57 25.33 225 6 Polewali Mandar 142 463 83.57 91 16.43 554 Jumlah 500 1487 77.57 430 22.43 1917 Berdasarkan data dibawa ini, terlihat bahwa jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tahun 2023 sebanyak 1.917 orang dimana laki-laki sebanyak 1.487 orang dan perempuan sebanyak 430 orang. Terlihat bahwa kehadiran kaum laki-laki lebih besar sekitar 77.57% dibandingkan kaum perempuan sebesar 22.43%. Siapa Yang Mengikuti Pelatihan ? Apa Jenis Pelatihannya ? Dalam pelaksanaan pelatihan P3PD, terdapat 7 (tujuh) jenis pelatihan yang disampaikan kepada peserta. Adapun ke tujuh pelatihan yang dimaksud, sebagai berikut : 1. Pelatihan Aparatur Desa (PAD) 2. Pelatihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) 3. Pelatihan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) 4. Pelatihan Penguatan Posyandu 5. Pelatihan Kerja Sama Desa 6. Pelatihan Penetapan dan Penegasan Batas Desa (PPBD) 7. Pelatihan Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa (LKDLAD) Halaman 8
Pelatihan Aparatur Desa (PAD) Pelatihan ini diikuti oleh 113 desa dari target 115 desa dengan capaian sekitar 95,45 %. Sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 437 orang (lakilaki sebanyak 356 orang dan Perempuan 81 orang) dari target 460 orang dengan capaian sekitar 95 %. Realisasi 115 460 113 437 Desa Peserta Target Realisasi 1 Capaian Desa, 95.45% Peserta, 95% Desa Peserta Realisasi Implementasi Pelatihan P3PD Tahun 2023 Provinsi Sulawesi Barat Halaman 9
Pelatihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pelatihan ini diikuti oleh 55 desa dari target 58 desa dengan capaian sekitar 94,83 %. Sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 196 orang (laki-laki 162 orang dan perempuan 34 orang) dari target 232 orang dengan capaian sekitar 84,48 %. 2 58 232 55 196 Desa Peserta Target Realisasi Realisasi Desa, 94.83% Peserta, 84.48% Desa Peserta Capaian Pelatihan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Pelatihan ini diikuti oleh 23 desa dari target 25 desa dengan capaian 92 %. Sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 87 orang (laki-laki 25 orang dan 62 orang) dari target 100 orang dengan capaian sekitar 87 %. 3 25 100 23 87 Desa Peserta Target Realisasi Realisasi Desa, 92% Peserta, 87% Desa Peserta Capaian Halaman 10
Pelatihan Kerja Sama Desa Pelatihan ini diikuti oleh 16 desa dari target 17 desa dengan capaian sekitar 94,12 %. Sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 64 orang (laki-laki sebanyak 50 orang dan Perempuan 14 orang) dari target 68 orang dengan capaian sekitar 94,12 %. 4 17 68 16 64 Desa Peserta Target Realisasi Realisasi Desa, 94.12% Peserta, 94.12% Desa Peserta Capaian Pelatihan Lembaga Kemasyarakatan Desa Dan Lembaga Adat Desa (LKD-LAD) Pelatihan ini diikuti oleh 21 desa dari target 22 desa dengan capaian sekitar 95,45 %. Sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 79 orang (laki-laki 56 orang dan perempuan 23 orang) dari target 88 orang dengan capaian sekitar 89,77 %. 5 22 88 21 79 Desa Peserta Target Realisasi Realisasi Desa, 95.45% Peserta, 89.77% Desa Peserta Capaian Halaman 11
Pelatihan Posyandu Pelatihan ini diikuti oleh 16 desa dari target 17 desa dengan capaian sekitar 94,12 %. Sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 63 orang (laki-laki sebanyak 18 orang dan perempuan 45 orang) dari target 68 orang dengan capaian sekitar 92,65 %. 6 17 68 16 63 Desa Peserta Target Realisasi Realisasi Desa, 94.12% Peserta, 92.65% Desa Peserta Capaian Pelatihan Penegasan dan Penetapan Batas Desa (PPBD) Pelatihan ini diikuti oleh 256 desa dari target 270 desa dengan capaian sekitar 94,81%. Sedangkan jumlah peserta yang hadir sebanyak 991 orang (laki-laki sebanyak 820 orang dan perempuan 171 orang) dari target orang dengan capaian sekitar 91,76 %. 7 270 1080 256 991 Desa Peserta Target Realisasi Realisasi Desa, 94.81% Peserta, 91.76% Desa Peserta Capaian Halaman 12
“…….Penguatan kapasitas anggota BPD ini sangat diperlukan, apa lagi BPD itu adalah mitra pemerintah desa yang harus betul-betul tahu peran dan fungsi masing-masing dan fungsi berpemerintahan sehingga mereka akan dibekali pada kemampuan-kemampuan yang harus dikolaborasikan pada pemerintah desa dan BPD, kemudian apa yang menjadi substansi dalam perencanaan dan pelaksanaan dan evaluasi nantinya. Karena kasus di banyak desa itu menjadi rival antara pemerintah desa dan BPD. Dengan peningkatan kapasitas ini mereka akan bisa paham dengan tugas pokok dan fungsinya untuk bekerjasama memajukan desa” Muh. Jaun, S.IP., M.M. Kepala Dinas PMD Prov. Sulawesi Barat “……..Beberapa kegiatan yang dilaksanakan di kegiatan ini yang dilaksanakan oleh Kemendagri dan Dinas PMD Prov. Sulawesi Barat, saya melihat ee kegiatan ini sangat positif karena bisa memberikan motivasi pada teman-teman aparatur desa untuk bisa mengenali lebih dekat potensi desa yang ada dan mengembangkannya dan dengan adanya kegiatan ini kami berharap tidak hanya sampai disini saja, ada kegiatan lanjutan yang bisa dilakukan terutama bagi aparatur desa yang belum mendapatkan kesempatan ikut pada kegiatan ini” Hj. Rini Lukita Sari, S.Sos., M.AP Kabid. Koperasi dan UKM Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Prov. Sulawesi Barat Bagaimana Tanggapan Mereka ? Narasumber Kepemimpinan Narasumber Kewirausahaan Halaman 13
Dr. Agusnia Hasan Sulur, M.Si., SP. Asisten Pemerintahan dan Kesra Kab. Polewali Mandar “……Banyak potensi yang bisa kita gali dari para peserta khususnya pengembangan BUMDes yang ada di desa dan kegiatan ini sangat luar biasa dan tentunya animo dari para peserta juga waktunya sudah habis tetapi mereka masih antusias menyampaikan beberapa masukan ataupun saran saran dan persoalan yang ada di wilayah desa mereka. Pesan saya tentunya menginginkan kegiatan seperti ini lebih banyak untuk dalam mengembangkan aa sumber daya manusia dari pada aparat desa, kepala desa, BPD dan terkhusus lagi kedepan tentunya untuk pengelola BUMDes di dalam mengembangkan eee kewirausahaan yang mereka kelola melalui BUMDes mereka. Yang jelas kesannya sangat luar biasa” “ ……….. Mereka sangat aktif, bahkan diluar ekspektasi kami sebagai pelatih. Kalau bisa pelatihan seperti ini bisa berkesinambungan, artinya bisa menyentuh seluruh desa-desa yang ada di Provinsi Sulawesi Barat khususnya” Wiwin Asri Wahyuni, S.P., M.Si Kasubag. Kepegawaian Inspektorat Kab. Mamuju Narasumber Kewirausahaan Pelatih Bagaimana Tanggapan Mereka ? Halaman 13
“Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu. Kami dari Karang Taruna Desa Tabolang mengucapkan terima kasih karena telah diberi kesempatan mengikuti pelatihan ini, yang mana pelatihan ini sangat berguna bagi kami untuk proses peningkatan dari pada pemahaman kami mengenai kelembagaan yang ada di desa. Kemudian selama pelaksanaan kegiatan ini, banyak hal baru kami ketahui tentang pengelolaan lembaga desa khususnya Karang Taruna. Itu kesan kami. Selanjutnya pesan kami, semoga pelatihan ini bisa berlanjut karena sangat mendukung perkembangan desa yang ada di Provinsi Sulawesi Barat” Hendri Ketua Karang Taruna Desa Tabolang Kec. Topoyo Kab. Mamuju Tengah “Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Alhamdulillah selama kita mengikuti pelatihan ini, banyak hal yang kita tahu banyak ilmu yang kita dapatkan. Salah satu ilmu yang didapatkan adalah ternyata di Desa banyak lembaga-lembaga yang bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan desa itu sendiri. Saya menitikberatkan bagaimana masyarakat kami yang ada di desa ini mampu bekerjasama dengan seluruh lembaga kemasyarakatan di desa guna bagaimana meningkatkan pembangunan, potensi-potensi lokal yang ada di desa untuk kita jadikan sebagai sebuah ladang PAD desa sehingga mampu berdiri di atas kaki sendiri setiap desa”. Muh. Kasim Kades Pangale Kec. Pangale Kab. Mamuju Tengah Peserta Peserta Bagaimana Tanggapan Mereka ? Halaman 15
Regional Management Consultan (RMC) 2 Program P3PD Komponen 1 Provinsi Sulawesi Barat