Kearifan Lokal
Permainan Tradisional
Layang-layang
Kearifan Lokal
Permainan Tradisional
Layang-layang
Kelompok 3:
1. Aliya Farhana Roshada / 3
2. Farida Muna Zahra / 12
3. Hafizhah Ramadhani Putri Susilo / 15
4. Ismail Nur Alim / 16
5. Muhammad Fadli / 23
Kearifan Lokal
Permainan Tradisional
Layang-layang
BAB I BAB II BAB III
Pendahuluan Isi Penutup
A. Latar Belakang A. Layang-Layang A. Kesimpulan
B. Rumusan Masalah 1. Definisi B. Saran
C. Tujuan Penelitian 2. Sejarah
D. Manfaat Penelitian 3. Macam-Macam
E. Pembatasan 4. Fungsi
5. Bahan
Masalah 6. Cara Membuat
7. Cara Memainkan
B. Nilai Budaya
C. Upaya Pelestarian
BAB I
Pendahuluan Latar Belakang
Kearifan lokal berupa permainan tradisional yang mulai
ditinggalkan oleh anak-anak akibat pengaruh gadget
Salah satunya adalah permainan yang terbuat dari bambu
dan kertas yang disebut layang-layang.
Saat ini layang-layang mulai jarang dimainkan akibat pengaruh
gadget dan kurangnya edukasi akan permainan tradisional
Minat masyarakat akan permainan tradisional harus
ditingkatkan. Jangan sampai tergerus oleh zaman.
BAB I
Pendahuluan Rumusan Masalah
Bagaimana bentuk kearifan lokal permainan tradisional layang-layang?
Nilai kearifan lokal apa saja yang terkandung dalam permainan tradisional layang-layang?
Upaya apa yang dilakukan untuk mempertahankan permainan tradisional
layang-layang di masa sekarang?
BAB I
Pendahuluan Tujuan
Mengidentifikasi bentuk kearifan lokal permainan tradisional layang-layang.
Mengetahui nilai yang terkandung dalam permainan tradisional layang-layang.
Mengupayakan untuk mempertahankan permainan tradisional layang-
layang di masa sekarang.
BAB I
Pendahuluan Manfaat
Menambah wawasan Melestarikan
siswa akan permainan permainan tradisional
tradisional layang- layang-layang yang
layang. saat ini mulai
ditinggalkan.
BAB I
Pendahuluan Pembatasan Masalah
Target survei : Permainan
tradisional layang-layang.
Tema Penelitian : Kearifan
lokal permainan tradisional
layang-layang.
BAB II Layang-Layang Definisi
Isi
Layang layang merupakan lembaran bahan tipis
berkerangka yang diterbangkan ke udara dan
terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau
pengendali.
Permainan ini memanfaatkan kecepatan gerak angin
sebagai alat pengangkatnya. Layang-layang
memiliki banyak jenis, salah satunya layang aduan,
jenis layangan yang paling banyak digunakan.
BAB II Layang-Layang Sejarah
Isi
Layang-layang atau layangan ini pertama kali diketahui
berasal dari negara Cina pada 2500 sebelum Masehi.
Yang dimana layang layang dari Cina ini menyebar ke
seluruh Dunia. Sedangkan gambar atau lukisan layang
layang tertua berada di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara
yang telah ada sejak 9000-9500 sebelum Masehi.
Di daerah Indonesia sendiri catatan pertama mengenai layang-
layang ialah dari Sejarah Melayu (Sulalatus Salatin) (abad ke-
17) yang menceritakan suatu festival layang-layang yang
diikuti oleh seorang kepala Kerajaan. Layangan di Indonesia
ini dahulu merupakan sebagai tradisi untuk upacara adat seperti
pertanian.
BAB II Layang-Layang Macam-Macam
Isi
Layangan 2 Layangan
Dimensi Tradisional
Layangan 3 Layangan
Dimensi Kreasi
Layangan
Olahraga
BAB II Layang-Layang Fungsi
Isi
Layang-layang memiliki fungsi ritual karena mainan tradisional
ini dimainkan pada ritual tertentu. Contohnya, masyarakat Bali
mempercayai layang-layang digunakan sebagai pelindung
singgasana para dewa. Dewa layang-layang di Bali adalah Rare
Angon.
Layang-layang ini terbuat dari anyaman daun sejenis anggrek Fungsi Ritual
tertentu, dan dihubungkan dengan mata kail yang dilakukan
oleh masyarakat Jawa Barat, Lampung, dan beberapa tempat di Fungsi Alat Bantu
Memancing
Indonesia.
BAB II Layang-Layang Bahan
Isi
a. Kertas koran bekas berbentuk persegi ukuran
30x30 cm
b. Bambu ukuran lebar 1 cm, panjang 80 cm.
c. Bambu ukuran lebar 1 cm, panjang 40 cm
d. Benang wol
e. Gunting
f. Lem
BAB II Layang-Layang Cara Membuat
Isi
a. Letakkan bambu secara menyilang.
b. Ikat bambu dengan menggunakan benang.
c. Ikat keempat ujung bambu dengan benang.
d. Letakkan ikatan bambu di atas kertas koran. Jiplak.
e. Tambahkan 2 cm untuk garis gunting.
f. Gunting kertas koran tepat di atas garis.
g. Rekatkan kertas koran sampai menutupi bambu.
h. Tambahkan ekor pada bagian bawah layang-layang dengan
menggunakan guntingan kertas koran.
i. Buat lubang di tengah, yaitu dekat dengan penyilangan bambu.
j. Masukkan benang dan ikat ke titik persilangan.
k. Ikatkan ujung yang lain ke ujung bawah rangka.
BAB II Layang-Layang Cara
Isi
Menerbangkan
a. Siapkan peralatan berupa layang-layang dan benang.
b. Melihat potensi adanya angin. Karena bermain layang-layang
sangat ditentukan oleh angin dan lokasi permainan.
Posisi badan layang-layang harus membelakangi arah angin. Maka
layangan dapat mudah terangkat melayang naik ke udara.
c. Jika permainan layangan diadu maka benang yang disiapkan
adalah benang yang diolah dengan cara melekatkan pecahan kaca
halus menggunakan lem. Benang diolah sedemikian rupa hingga
menjadi tajam.
d. Ketika menaikkan layangan jenis biasanya sekedar hobi maka
tidak perlu menggunakan benang begelas tapi cukup benang biasa
atau benang bola atau tangsi.
BAB II Nilai Budaya
Isi
1) Hakekat hidup manusia di antaranya layang-layang
danguang dan layang-layang tambilang,
2) Hubungan manusia dengan alam terdapat keseluruh
permainan layang-layang tersebut,
3) Hubungan manusia dengan waktu terdapat dari semua
permainan layang-layang,
4) Hubungan manusia dengan pekerjaan, karya, dan
amal perbuatannya juga terdapat dari semua permainan
layang-layang,
5) Hubungan Manusia dengan manusia
BAB II Upaya Pelestarian
Isi
Memainkan Layang- Mengikuti
Layang Pameran
Membuat Konten Mempelajari
Bermain Permainan Permainan
Tradisional Layang- Tradisional Layang-
Layang Layang
BAB III Kesimpulan
Penutup
Layang-layang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang
patut dilestarikan. Layang-layang sendiri memiliki variasi bentuk
yang beragam. Hal ini memungkinkan agar para penikmat layang-
layang tidak bosan akan bentuk layang-layang yang biasanya
hanya berupa persegi.
Layang-layang sendiri memiliki beragam fungsi sehingga tidak
hanya dimanfaatkan sebagai permainan namun juga dipakai untuk
fungsi lain. Pembuatannya dan cara bermainnya pun mudah
sehingga dapat dimainkan oleh berbagai kalangan.
Oleh karena berbagai hal tersebut, layang-layang amat perlu untuk
dilestarikan. Karena bagaimanapun juga laying-layang merupakan
salah satu kearifan lokal yang merupakan identitas bangsa.
BAB III Saran
Penutup
1. Bagi siswa sebaiknya untuk selektif dalam memilih
permainan. Serta bagi siswa disarankan untuk melestarikan
permainan tradisional. Tak salah bagi siswa untuk mengikuti
globalisasi. Namun jangan pernah melupakan kearifan lokal.
Karena kita sebagai generasi penerus patut untuk menjaga
kelestariannya.
2. Bagi guru sebaiknya ikut andil dalam mengenalkan
permainan tradisional pada siswanya. Tidak hanya siswa yang
aktif mempromosikan. Namun guru juga tidak boleh kalah dalam
mempromosikan permainan tradisional. Karena mayoritas siswa
meneladani apa yang dilakukan oleh gurunya.
Terima Kasih