Handout
FLUIDA STATIS
KELAS XI IPA | SEMESTER I PAGE 0
TAHUN AJARAN 2020-2021
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS
Kompetensi Dasar
3.3 Menerapkan hukum-hukum pada fluida statik dalam kehidupan sehari-hari
4.3 Merancang dan melakukan percobaan yang memanfaatkan sifat-sifat fluida statik, berikut
presentasi hasil percobaan dan pemanfaatannya
Petunjuk Penggunaan Handout
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan handout ini, yaitu sebagai
berikut.
1. Handout harus dipelajari secara berurutan karena materi yang mendahului merupakan
prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.
1. Pahami contoh soal setiap sub materi kemudian coba kerjakan semua latihan soal secara
mandiri.
2. Jika menemui kesulitan dalam mengerjakan soal latihan, pelajari kembali materi terkait.
3. Jika menemui kesulitan yang tidak dapat Anda pecahkan sendiri, catatlah kesulitan tersebut
dan konsultasikan dengan guru fisika melalui whatsapp.
Peta Konsep
Tegangan Permukaan
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 1
MATERI PEMBELAJARAN
A. Tekanan Hidrostatis
Merupakan tekanan zat cair yang hanya disebabkan oleh berat zat cair itu sendiri.
h
pl
Penampang persegi panjang berwarna hitam merupakan sampel zat cair di kedalaman h dalam
wadah berbentuk balok. Volume zat cair dari permukaan hingga kedalaman h adalah:
Vfluida = p x l x h
dengan
m lu lu V lu
sehingga gaya berat zat cair dari permukaan hingga kedalaman h adalah:
F m lu lu l
Jadi tekanan zat cair (Phid) di sembarang titik pada penampang persegi panjang adalah:
Phid = tekanan hidrostatis (N/m2 atau Pa)
ρ ρ = massa jenis fluida (kg/m3)
g = percepatan fravitasi (m/s2)
h = kedalaman (m)
Untuk zat cair yang tak bercampur dalam suatu wadah maka tekanan hidrostatisnya merupakan
penjumlahan dari tekanan hidrostatis tiap lapisan zat cair.
Lab. Mini PAGE 2
Dalam posisi tertelungkup,
cobalah untuk menenggelamkan
gayung ke dalam bak berisi air.
Apakah yang kalian rasakan
ketika mendorong gayung
semakin dalam? Mengapa gayung
semakin sulit untuk didorong?
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS
B. Tekanan Mutlak di Suatu Kedalaman Zat Cair
Saat permukaan zat cair terkena udara luar, atmosfer mengerjakan tekanan pada permukaan zat cair
yang bekerja biasa dinyatakan dengan P0. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar suatu zat cair
dalam bejana berikut.
Tekanan yang dialami zat cair pada titik A merupakan tekanan mutlak yang merupakan
penjumlahan dari tekanan hidrostatis dan tekanan atmosfer. Secara matematis, persamaan tekanan
mutlak dapat dinyatakan sebagai berikut. PA = tekanan mutlak di titik A(N/m2 atau Pa)
PA P0 + ρ . .
P0 = tekanan atmosfer/udara luar (biasanya 1
atm = 1 .105 N/m2 jika di soal tidak disebutkan)
Contoh Soal
1. Pada liburan semester ganjil, Rauf melakukan scuba diving di laut pulau Derawan, Kaltim, hingga
kedalaman 2 meter untuk melihat penyu hijau. Jika massa jenis air laut adalah 1,1 g/cm3 dan
tekanan atmosfer di permukaan laut adalah 105 Pa, tentukan:
a. tekanan hidrostatis yang dirasakan telinga
b. tekanan mutlak yang dirasakan telinga
Pembahasan
dik : h = 2 m
ρ = 1,1 g/cm3 = 1100 kg/m3
P0 = 105 Pa
dit. : a. Phid
b. Pmutlak
jawab : a) Phid = ρ . .
= 1100 . 10. 2 = 22000 Pa
b) Pmutlak = P0 + ρ . .
= 105 + 1100 . 10. 2 = 122000 Pa
C. Hukum Pokok Hidrostatis
Hukum pokok hidrostatis menyatakan bahwa tekanan mutlak di semua titik pada bidang datar yang
sama dalam fluida homogen adalah sama besar. Perhatikan gambar berikut.
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 3
Berdasarkan hukum pokok hidrostatika, tekanan total di titik A dan titik B adalah sama besar. Oleh
karena itu, secara matematis hal tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut.
P0 + PA = PB .2
1 . . 1 P0 + 2
1. 1 2. 2
Contoh Soal
2. Perhatikan pipa U berikut.
hminyak
4 cm
Jika massa jenis air dan minyak secara berturut-turut adalah adalah 1000 kg/m3 dan 800 kg/m3,
tentukan tinggi lapisan minyak.
Pembahasan
dik : hair = 4 cm
ρair = 1000 kg/m3
ρminyak = 800 kg/m3
dit. : hminyak?
jawab : ρm . m ρa . a
800. hm = 1000. 4
hm = 5 cm
Jadi tinggi lapisan minyak adalah 5 cm.
D. Hukum Pascal
Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruangan tertutup
akan diteruskan ke segala arah sama besar. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.
F1
A1 A2
F2
Saat gaya F1 dikerjakan pada penampang 1 maka tekanan dalam zat cair dalam dongkrak akan
diteruskan ke permukaan A2. Secara matematis, pernyataan tersebut dapat dituliskan sebagai
berikut.
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 4
p1 p2
F1 F2
A1 A2
Jika penampang berupa lingkaran berdiameter d maka:
F1 F2
d12 d22
Contoh Penerapan Hukum Pascal
dongkrak hidrolik
mesin hidrolik pengangkat mobil
rem hidrolik
Contoh Soal
3. Adit ingin mengganti ban mobil ayahnya yang bocor menggunakan dongkrak hidrolik. Jika
diameter penampang besar adalah 50 cm dan diameter penampang kecil adalah 10 cm, berapakah
gaya yang dibutuhkan Adit agar mobil bermassa 500 kg tersebut terangkat?
Pembahasan
dik. : dB = 50 cm
dit. dk = 10 cm
jawab
FB = 500 . 10 = 5000 N
: Fk?
: B k
2 2
B k
5000
k
502
02
Fk 200 N
SOAL LATIHAN
1. Diketahui tekanan hidrostatis yang bekerja pada dasar wadah yang berisi raksa adalah 86.632
Pa. Ket n an raksa a a wa a tersebut a ala …. (massa jen s raksa 13.600 k /m3 ; g =
9,8 m/s2)
A. 65,0 cm
B. 63,7 cm
C. 41,0 cm
D. 6,50 cm
E. 6,37 cm
2. Sebuah kapal selam berada 20 m di bawah permukaan laut ( massa jenis air laut = 1050
kg/m3).Jika tekanan atmosfer = 1 atm (1 atm = 1,01.105) air dan g = 10 m/s2, maka tekanan
mutlak yang di alami kapal selam itu adalah ...
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 5
A. 420 Pa 4m raksa
B. 100 000 Pa 6m
C. 311 000 Pa 2m
D. 412 000 pa
E. 806 000 Pa
3. Perhatikan gambar berikut. Berapa tekanan hidrostatis
total pada dasar wadah?
(ρraksa 13600 kg/m 3;ρminyak 800 kg/m 3;ρair 1000 kg/m 3 )
A. 364000 Pa
B. 120000 Pa
C. 36400 Pa
D. 12000 Pa
E. 616000 Pa
4. Sebuah pipa U yang ujungnya terbuka diisi dengan alkohol seperti gambar berikut.
minyak
alkohol
Selanjutnya, salah satu sisi pipa U diisi minyak hingga setinggi 9 cm. Jika massa jenis
alkohol dan minyak berturut-turut adalah 0,9 g/ cm3 dan 0,7 g/cm3 maka perbedaan
ketinggian permukaan alkohol dan minyak a ala … .
A. 5 cm
B. 4 cm
C. 3 cm
D. 2 cm
E. 1 cm
5. Perhatikan gambar pompa hidrolik berikut.
Luas penampang A1 sebesar 20 cm2 dan luas penampang A2 sebesar 500 cm2. Jika A1 diberi
gaya 5 N maka gaya yang bekerja pada A2 sebesar … .
A. 0,2 N
B. 100 N
C. 125 N
D. 400 N
E. 2000 N
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 6
E. Hukum Archimedes
Hukum Archimedes menyatakan bahwa gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang
dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu fluida sama dengan berat fluida yang
dipindahkan oleh benda tersebut. Secara matematis, hukum Archimedes dapat dinyatakan dalam
persamaan berikut.
FA = wu – wf
atau dapat dituliskan dalam bentuk
FA = wfluida yg dipindahkan
FA = mf . g
FA = ρf . Vf. g
Mengingat volume fluida yang dipindahkan sama dengan volume benda tercelup (Vf = Vbf) maka
FA = ρf . Vbf. g
Keterangan: FA = gaya apung (N)
wu = berat benda ditimbang di udara (N)
wa = berat benda ditimbang di dalam zat cair (N)
ρf = massa jenis fluida (kg/m3)
Vbf = volume benda tercelup fluida (m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
Selain dapat menjelaskan seberapa besar gaya apung yang dimiliki benda, hukum Archimedes
juga dapat diaplikasikan dalam peristiwa mengapung, melayang, dan tenggelam.
1. Mengapung
Benda dikatakan mengapung jika sebagian benda tercelup di dalam zat cair. Saat mengapung,
benda dalam kondisi setimbang sehingga berlaku hukum I Newton.
Keterangan: FA = w
ρf . Vbf. g = mb . g
ρf . Vbf. g = (ρb . Vb) . g
ρf . Vbf = ρb . Vb
ρf = massa jenis fluida (kg/m3)
Vbf = volume benda tercelup fluida (m3)
ρb = massa jenis benda (kg/m3)
Vb = volume total benda (m3)
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 7
2. Melayang
Benda dikatakan melayang jika seluruh benda tercelup ke dalam zat cair namun tidak sampai
menyentuh dasar zat cair. Saat melayang, benda dalam kondisi setimbang sehingga berlaku
hukum I Newton.
FA = w
ρf . Vbf. g = mb . g
ρf . Vbf. g = (ρb . Vb) . g
ρf . Vbf = ρb . Vb
Mengingat Vb = Vf maka
ρf = ρb
3. Tenggelam
Sebuah benda akan tenggelam ke dasar suatu zat cair apabila gaya apung yang bekerja pada
benda lebih kecil daripada berat benda. Saat tenggelam, benda juga berada dalam kondisi
setimbang sehingga juga dapat dianalisis menggunakan hukum I Newton.
N
w
Contoh Soal
1. Sebongkah es bervolume V tercelup hingga hanya 1 bagian es yang ada di udara. Tentukan
10
massa jenis batu
Pembahasan
dik. : ρair = 1000 kg/m3
Vbf = V – 1 V = 9 V
10 10
dit. : ρes batu?
jawab : ρair . Vbf = ρes batu . Ves batu
1000 . 9 V = ρes batu . V
10
900 kg/m3 = ρes batu
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 8
F. Tegangan Permukaan
Tegangan permukaan zat cair didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya tegangan
permukaan (F) dengan panjang permukaan (l) dimana F bekerja. Besar tegangan permukaan yang
bekerja pada zat cair dapat ditentukan menggunakan sebuah kawat yang dibentuk seperti huruf
U. Selanjutnya seutas kawat lurus dipasang sehingga bebas bergerak pada kaki kawat U. Untuk
lebih jelasnya, perhatikan pojok eksperimen berikut.
Pojok Eksperimen Saat kawat U dicelupkan ke dalam cairan sabun, kawat lurus
akan cenderung tertarik ke atas. Jika w tidak terlalu besar
ɣ maka keadaan tersebut dapat diseimbangkan dengan memberi
gaya tarik T.
W Pada keadaan setimbang, gaya yang dimiliki permukaan
T cairan sabun sama dengan penjumlahan antara gaya berat
kawat dan gaya tarik T.
Karena cairan sabun memiliki permukaan depan dan belakang
maka gaya tegang permukaan bekerja sepanjang 2l sehingga
besarnya tegangan permukaan zat cair (ɣ) dapat dinyatakan
dengan peγrs=amdFa=an2Fblerikut.
G. Kapilaritas
Kapilaritas merupakan peristiwa kenaikan atau penurunan zat cair melalui celah sempit atau pipa
kapiler. Peristiwa kapilaritas disebabkan oleh adanya gaya adhesi atau kohesi antara zat cair
dengan dinding pipa kapiler.
Tinggi permukaan air yang akan naik atau turun dalam pipa kapiler dapat dihitung dengan
persamaan berikut.
y = 2γ cos θ
ρgr
Keterangan:
y = tinggi kenaikan air (m)
= tegangan permukaan (N/m)
r = jari-jari pipa kapiler (m)
= Massa jenis fluida (kg/ 3)
g = percepatan gravitasi (N/kg)
= sudut kontak
Kenaikan atau penurunan dalam pipa kapiler biasanya disertai dengan peristiwa meniskus cekung
dan cembung.
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 9
θ
θ
1. Meniskus Cekung
Peristiwa meniskus cekung terjadi karena adhesi (gaya tarik antara partikel cair dan dinding pipa
kapiler) lebih besar daripada kohesi (gaya tarik antar partikel zat cair). Selain mengakibatkan
permukaan zat cair melengkung ke atas, meniskus cekung juga menyebabkan basahnya dinding
pipa kapiler dan kenaikan permukaan zat cair. Contoh peristiwa meniskus cekung adalah air
dalam pipa kapiler.
2. Meniskus Cembung
Peristiwa meniskus cekung terjadi karena kohesi (gaya tarik antar partikel zat cair) lebih besar
daripada adhesi (gaya tarik antara partikel cair dan dinding pipa kapiler). Selain mengakibatkan
permukaan zat cair melengkung ke bawah, meniskus cembung tidak membasahi pipa kapiler dan
penurunan permukaan zat cair. Contoh peristiwa meniskus cekung adalah raksa dalam pipa
kapiler.
Contoh Soal
2. Suatu pipa kapiler berdiameter 0,4 cm dimasukkan ke dalam air sehingga mengalami meniskus
dengan sudut kontak 60˚. Jika tegangan permukaan air adalah 0,5 N/m maka tentukan besar
kenaikan air dalam pipa kapiler.
Pembahasan
dik . : d = 0,4 cm = 4.10-3 m
θ = 60˚
γ = 0,5 N/m
dit. : h?
jawab : y = 2γ cos θ = 2(0,5) cos 60° =0,025 m = 2,5 cm
ρgr 1000 . 10 . (2.10−3)
H. Viskositas dan Kecepatan Terminal
1. Viskositas
Viskositas atau kekentalan fluida menyatakan besarnya gesekan yang dialami oleh suatu fluida
saat mengalir sehingga kecepatan di tiap lapisan fluida tidak seluruhnya sama.
Koefisien viskositas fluida (η) didefinisikan sebagai perbandingan antara tegangan luncur (F/A)
dengan kecepatan perubahan regangan luncur (v/l), Secara matematis, persamaan tersebut dapat
dinyatakan sebagai berikut.
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 10
F
= = F=
Benda yang bergerak dalam fluida kental mengalami gaya gesek yang besarnya dinyatakan
dengan persamaan berikut.
Untuk benda berbentuk bola, perhitungan laboratorium menyimpulkan bahwa nilai k = 6r
sehingga diperoleh persamaan hukum Stokes.
Lab. Mini
Siapkan dua kelereng dan dua wadah berukuran sama.
Salah satu wadah diisi air sedangkan wadah yang lain diisi
dengan cairan pencuci piring. Selanjutnya, jatuhkan satu
kelereng ke tiap wadah secara bersamaan. Amati kelereng
dalam wadah mana yang mencapai dasar terlebih dahulu.
Berikan alasan mengapa hal tersebut dapat terjadi.
2. Kecepatan Terminal
Saat sebuah benda berbentuk bola (kelereng) jatuh bebas dalam suatu fluida kental, benda akan
mengalami GLBB dipercepat hingga mencapai suatu kecepatan maksimum yang tidak akan
bertambah lagi. Kecepatan terbesar tersebut dinamakan kecepatan terminal. Pada saat kecepatan
terminal tercapai maka gerak benda menjadi GLB dan memenuhi hukum I Newton.
Untuk benda berbentuk bola, persamaan kecepatan terminal dapat disederhanakan menjadi seperti
berikut ini.
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 11
Keterangan:
r = jari-jari pipa kapiler (m)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
= massa jenis benda (kg/ 3)
= massa jenis fluida (kg/ 3)
η = viskositas (kg/ms)
Contoh Soal
3. Berapakah kecepatan maksimum dari tetes air hujan yang berjari-jari 0,3 mm yang jatuh di udara
(ρ udara = 1,29 kg m-3) dengan koefisien viskositas = 1,8 x 10-5 kg/ms dan g = 9,8 m/s2 ?
Pembahasan
dik : r = 0,3 mm = 3 x 10-4 m
ρf = ρudara = 1,29 kg m-3
dit. ρb = ρair = 1000 kg/m3
jawab η = 1,8 x 10-5 kg/ms
g = 9,8 m/s2
: vT?
: = 2r2 ( − ) = 2 3.10−4 2 9,8 (1000−1,29) = 10,87 /s
9η 9 (1,8 . 10−5)
SOAL LATIHAN
1. Di dalam bejana berisi air (massa jenis = 1 g/cm3) dan minyak (massa jenis = 0,8 g/cm3)
terdapat segumpal es (massa jenis = 0,9 g/cm3) terapung seperti pada gambar.
minyak
air
Jika 70% bagian es tercelup dalam air sedangkan 25% bagian tercelup dalam minyak maka
berapakah massa jenis es?
A. 0,5 g/cm3
B. 0,6 g/cm3
C. 0,7 g/cm3
D. 0,8 g/cm3
E. 0,9 g/cm3
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 12
2. Diketahui berat sebuah benda di udara 100 Newton. Berapakah berat benda dalam air jika
volume benda yang tercelup adalah 0,001 m3 ?
A. 130 N
B. 120 N
C. 110 N
D. 100 N
E. 90 N
3. Balok kayu bermassa jenis 0,8 g/cm3 mengapung di permukaan air. Jika aluminium bermassa
5 gram bermassa jenis 2,7 g/cm3 dikaitkan ke balok, sistem (balok dan aluminium) menjadi
melayang dalam air. Berapakah volume balok kayu?
A. 170 cm3
B. 270 cm3
C. 15,74 cm3
D. 270 m3
E. 17,0 m3
4
4. Dalam suatu kondisi setimbang, 5 bagian kayu yang sedang terapung berada di udara.
Berapakah massa jenis kayu tersebut jika kayu terapung di air?
A. 200 kg/m3 D. 800 kg/m3
B. 400 kg/m3 D. 1000 kg/m3
C. 600 kg/m3
5. Sebuah perahu terapung di sungai yang airnya memiliki kerapatan 1000 kg/m3. Selanjutnya
perahu tersebut berlayar hingga ke laut yang terhubung dengan sungai. Di air laut yang
kerapatannya 1100 kg/m3 yang terjadi adalah … .
A. gaya Archimedes yang dialami perahu maupun volume yang tercelup tetap seperti
semula.
B. gaya Archimedes yang dialami perahu tetap besarnya sedangkan volume yang tercelup
berkurang.
C. gaya Archimedes yang dialami perahu tetap besarnya sedangkan volume yang tercelup
bertambah.
D. gaya Archimedes yang dialami perahu bertambah sedangkan volume yang tercelup tetap.
E. gaya Archimedes yang dialami perahu berkurang sedangkan volume yang tercelup tetap.
6. Bola besi padat yang beratnya 2,0 N diikat pada sebuah kawat kemudian dibiarkan tenggelam
dalam minyak dengan massa jenis 0,8 gr/cm3). Bila massa jenis besi 7,9 gr/cm3 maka besar
tegangan kawat adalah ... .
A. 1,2 N
B. 1,6 N
C. 1,8 N
D. 2,0 N
E. 2,2 N
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 13
7. Tujuan penggunaan deterjen ketika mencuci ditinjau dari segi fisika adalah … .
A. memberikan sensasi lembut dan wangi
B. sebagai desinfektan yang membunuh kuman penyakit
C. menurunkan tegangan permukaan sehingga air lebih efektif merontokkan kotoran
D. menaikkan tegangan permukaan sehingga air lebih efektif merontokkan kotoran
E. memperkecil daya serap (kapilaritas) pakaian dalam menyerap air
8. Pipa kapiler berdiameter 0,4 mm dicelupkan dalam air. Jika tegangan permukaan air adalah
5.10-3 N/m dengan sudut kontak sebesar 37˚ maka air dalam pipa kapiler mengalami …. .
A. kenaikan sebesar 3 mm dan meniskus cekung
B. kenaikan sebesar 4 mm dan meniskus cekung
C. penurunan sebesar 3 mm dan meniskus cembung
D. penurunan sebesar 4 mm dan meniskus cembung
E. penurunan sebesar 4 mm meniskus cekung
9. Salah satu faktor yang menyebabkan air dalam tanah dapat naik hingga ke daun melalui
pembuluh xylem karena … .
A. air mengalami peristiwa kenaikan dalam pipa kapiler (xylem) akibat adhesi lebih besar
dari kohesi
B. air mengalami peristiwa penurunan dalam pipa kapiler (xylem) akibat adhesi lebih besar
dari kohesi
C. air mengalami peristiwa kenaikan dalam pipa kapiler (xylem) akibat kohesi lebih besar
dari adhesi
D. air mengalami peristiwa penurunan dalam pipa kapiler (xylem) akibat adhesi lebih besar
dari kohesi
E. air mengalami peristiwa kenaikan dalam pipa kapiler (xylem) akibat adhesi sama dengan
kohesi
10. Dari hasil percobaan menjatuhkan sebutir kelereng kaca berdiameter 12 mm (massa jenis =
2,6 g/cm3) ke dalam cairan gliserin bermassa jenis 1250 kg/m3, diperoleh kecepatan terminal
kelereng adalah 30 cm/s. Berapakah kekentalan gliserin?
A. 0,166 Ns/m2
B. 0,324 Ns/m2
C. 0,36 Ns/m2
D. 60 Ns/m2
E. 3600 Ns/m2
UMPAN BALIK
Setelah Anda selesai menjawab soal latihan, mintalah kunci jawaban kepada guru
dan gunakan rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajar Anda.
s= s 100
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 14
Tingkat penguasaan yang Anda peroleh
90 % - 100 % : baik sekali
80 % - 89 % : baik
70 % - 79 % : cukup
< 69 : kurang
Apabila telah mencapai tingkat penguasaan 75 % atau lebih, Anda telah tuntas dalam
mempelajari kegiatan belajar ini dan dapat melanjutkan untuk mempelajari kegiatan
belajar berikutnya. Namun jika tingkat penguasaan anda kurang dari 75%, Anda harus
mempelajari kembali kegiatan belajar ini, terutama di bagian yang tidak Anda kuasai.
DAFTAR PUSTAKA
https://bsd.pendidikan.id/data/SMA_11_Dwi_Satya_Palupi_Suharyanto_Karyono_2009.pdf.
Kanginan, Marthen. 2017. Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Tim MGMP Fisika. 2019. Buku Pintar Belajar Fisika untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta:
Sagufindo Kinarya.
Serway, Raymond A. dan Jewett, John W. 2004. Fisika untuk Sains dan Teknik. Terjemahan oleh
Chriswan Sungkono. 2009. Jakarta: Salemba Teknika.
FATMALIAH AGUSTINA| FLUIDA STATIS PAGE 15