Apabila seseorang meyakini Allôh yang
mencipta, memberikan rezeki, dan juga mengatur
alam semesta kemudian dia masih menyembah
kepada selain Allôh, atau menyerahkan sebagian
ibadah kepada selain Allôh ـmaka dia telah berbuat
syirik kepada Allôh di dalam ibadah.
Rosûlullôh pernah ditanya oleh salah seorang
sahabat: Wahai Rosûlullôh apa dosa yang paling
besar disisi Allôh? Maka beliau mengatakan:
أَ ْن َْﲡَﻌ َﻞ ﻟِﻠﱠِﻪ ﻧًِّﺪا َوْﻫَﻮ َﺧﻠََﻘ َﻚ
"Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan
sekutu bagi Allôh padahal Dialah Allôh yang telah
menciptakan dirimu"54
54 HR. Al Bukhôri (no: 4477), dan Muslim (no: 257)
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 85
HALAQAH (6/10)
KEYAKINAN BAHWA ALLÔH
SEBAGAI PENCIPTA, PEMBERI REZEKI,
DAN PENGATUR ALAM SEMESTA
TIDAKLAH CUKUP UNTUK
MEMASUKKAN SESEORANG
KE DALAM AGAMA ISLÂM
K aum muslimin, meyakini bahwasanya
Allôh sebagai pencipta, memberi rezeki
dan juga pengatur alam semesta adalah
sebuah kewajiban yang tidak sah keimanan
seseorang sampai meyakini yang demikian itu.
Namun, ini tidaklah cukup untuk memasukkan
seseorang ke dalam agama Islâm, dan belum bisa
menjadi pembeda antara seorang yang muslim dan
seorang yang kafir, Allôh ـberfirman di dalam Al
Qur'ân:
/ . - , + * ) (' & % $ # " !M
١٢ : اﻷﻋﺮافL3210
86 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
"Allôh berkata (kepada Iblîs): Apa yang mencegahmu
untuk sujud kepada Âdam, ketika Aku memerintahkan
kepadamu? Iblîs mengatakan: Aku lebih baik daripada
dia. Engkau telah menciptakan aku dari api dan
menciptakan dia dari tanah" (QS. Al A'rôf: 12)
Ayat ini menunjukkan bahwa iblîs mengenal
bahwasanya Allôh yang telah menciptakan dia.
Orang-orang musyrikin Quraisy ketika
mereka ditanya siapa yang menciptakan, siapa
yang memberikan rezeki kepada mereka, dan
siapa yang mengatur alam semesta ini, mereka
mengatakan: Allôh.
Allôh berfirman:
L|{zyx w vutM
٣٨ :اﻟﺰﻣﺮ
"Dan seandainya engkau (wahai Muhammad) bertanya
kepada mereka: siapa yang menciptakan langit dan juga
bumi? niscaya mereka mengatakan: Allôh" (QS. Az
Zumar: 38)
Meskipun mereka meyakini hal yang demikian
itu, akan tetapi Rosûlullôh memerangi mereka.
Kenapa demikian? Karena mereka orang-orang
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 87
musyrikin Quraisy tidak mentauhidkan Allôh ,
tidak mengesakan Allôh di dalam beribadah.
Oleh karena itu seorang muslim perlu dia
mengetahui apa pengertian ibadah dan macam-
macamnya sehingga dia tidak menyerahkan satu
ibadah pun kepada selain Allôh .
88 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (7/10)
PENGERTIAN IBADAH
DAN MACAM-MACAMNYA
I badah adalah seluruh perkara yang dicintai
dan diridhoi oleh Allôh baik berupa ucapan
maupun perbuatan yang zhohir maupun
yang batin.
Seseorang bisa mengetahui sesuatu dicintai
Allôh dengan beberapa cara; diantaranya apabila
sesuatu tersebut diperintahkan oleh Allôh maka
kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut
adalah ibadah, karena Allôh tidaklah memerintah
kecuali dengan sesuatu yang Allôh cintai. Termasuk
diantaranya apabila Allôh memuji pelakunya
maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut
dicintai oleh Allôh .
Contohnya: berdoa; doa adalah ibadah, karena
Allôh memerintahkan, Allôh berfirman:
٦٠ : ﻏﺎﻓﺮL 210/M
"Berdoalah kalian kepadaKu niscaya Aku akan menga-
bulkan" (QS. Ghôfir :60)
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 89
Rosûlullôh bersabda dalam sebuah hadist:
اﻟﱡﺪَﻋﺎُء ُﻫَﻮ اﻟِْﻌﺒَﺎَدُة
"Doa itu adalah ibadah"55
Dengan demikian hukumnya syirik apabila
seseorang berdoa kepada selain Allôh baik
kepada seorang nabi, seorang malaikat, seorang
jin, orang yang sholeh dan lain-lain.
Contoh yang lain: menyembelih; menyembelih
adalah ibadah, Allôh berfirman:
٢ : اﻟﻜﻮﺛﺮL ] \[ZM
"Hendaknya engkau sholat untuk Robbmu dan
menyembelih untuk Robbmu" (QS. Al Kautsar: 2)
Dan Rosûlullôh bersabda:
ﻟََﻌ َﻦ اﻟﻠﱠُﻪ َﻣ ْﻦ َذﺑَ َﺢ ﻟَِﻐِْﲑ اﻟﻠﱠِﻪ
"Allôh melaknat seseorang yang menyembelih untuk
selain Allôh"56
55 HR. Abu Dâwud (2/603 no: 1479), At Tirmidzi (5/374 no: 3247),
dan Ibnu Mâjah (2/1258 no: 3828), dari An Nu’mân bin Basyîr
, dan dishahihkan Syaikh Al Albâni dalam Shahîh Sunan Abi
Dâwud (1/407).
56 HR. Muslim (3/1567 no: 1978), dari ‘Ali bin Abî Thâlib .
90 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
Dengan demikian termasuk syirik hukumnya
seseorang menyembelih untuk jin atau untuk
syaikh atau untuk yang lain selain Allôh .
Contoh ibadah yang lain seperti bernadzar,
beristighôtsah, bersumpah, bertawakkal, rasa
takut, rasa cinta,dan lain-lain maka ini semua
adalah termasuk jenis-jenis ibadah tidak boleh
sesekali seseorang muslim menyerahkan salah satu
dari ibadah tersebut kepada selain Allôh .
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 91
HALAQAH (8/10)
DI ANTARA KESYIRIKAN
MUSYRIKIN QURAISY
Di antara bentuk kesyirikan mereka, berdoa,
meminta, dan bertaqarrub kepada orang-
orang shaleh yang sudah meninggal,
menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka,
dengan tujuan supaya mendapatkan syafa'at orang
shaleh tersebut di sisi Allah dan dengan tujuan
mencari kedekatan kepada Allah.
Allah sendiri telah menceritakan keyakinan
mereka ini dalam Al Quran dan mengingkarinya.
Allah berfirman:
zyxwv utsrM
¥ ¤ £ ¢ ¡{ | } ~ ﮯ
± ° ¯ ®¬ « ª © ¨ § ¦
١٨ : ﻳﻮﻧﺲL³²
92 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
"Dan mereka menyembah kepada selain Allôh sesuatu
yang tidak memudhoroti mereka dan tidak pula memberi
manfaat, dan mereka berkata: Mereka adalah pemberi
syafâ'at bagi kami di sisi Allôh. Katakanlah: Apakah
kalian akan mengabarkan kepada Allôh sesuatu yang
Allôh tidak ketahui di langit maupun di bumi? Maha Suci
Allôh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan"
(QS. Yûnus:18)
Dalam ayat ini Allah menamakan perbuatan
mereka sebagai bentuk menyekutukan Allah .
Dan Allah berfirman:
` _^]\[ZYXWVM
nmlkjihgfedcba
۳: اﻟﺰﻣﺮLyxwvutsrqpo
"Ketahuilah bahwa milik Allahlah agama yang tulus,
dan orang-orang yang menjadi selain Allah sekutu
(mereka mengatakan): Tidaklah kami menyembah mereka
melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada
Allah. Sesungguhnya Allah akan menghukumi diantara
mereka di dalam apa yang mereka perselisihkan.
Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk
kepada orang yang berdusta lagi sangat ingkar. (QS.
Az-Zumar: 3)
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 93
Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan mereka
menyembah orang-orang shaleh adalah supaya
orang-orang shaleh tersebut mendekatkan
penyembahnya kepada Allah .
Cara meraih syafa'at di hari kiamat adalah
dengan memurnikan tauhid bukan dengan
kesyirikan, dan cara dekat dengan Allah
adalah mendekatkan diri kepadaNya dengan
iman dan amal shaleh, yang wajib maupun yang
Sunnah, sebagaimana orang-orang shaleh tersebut
melakukannya.
Tidak boleh seseorang menyamakan Allah
dengan kepala negara, yang sulit menyampaikan
hajat kepadanya kecuali melalui perantara dan
para pembantunya. Tidak boleh seseorang yang
menyerupakan Allah dengan siapapun.
Karena Allah Maha Mendengar, Maha
Melihat, Maha Mengetahui, dan Maha Kuasa,
sedangkan kepala negara adalah mahluk lemah,
tidak mampu semua pekerjaannya kecuali dibantu
para pembantunya.
94 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (9/10)
MENGENAL ALLÔH
DENGAN MAHLUKNYA
A llah telah menciptakan mahluk-mahluk,
supaya manusia berakal memikirkannya
sehingga mengenal Dzat yang telah
menciptakan.
Besarnya mahluk dan luasnya seperti langit
yang tujuh dan bumi, kursi Allah dan arsy-Nya
menunjukkan kebesaran Allah.
Keteraturan gerakan dan perjalanan seperti
perjalanan matahari dan bulan menunjukkan
kekuasaan dan pengawasan Allah yang tidak
berhenti.
Kejelian dalam penciptaan menunjukkan
hikmah-Nya dan keluasan ilmu-Nya.
Manfaat yang ada dalam ciptaan-Nya menun-
jukkan rahmat Pencipta yang luas dan menunjuk-
kan karunia Allah yang meliputi segala sesuatu.
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 95
Allah berfirman:
`_^]\[ ZYM
ihgfedcb a
rq ponmlkj
}|{z yxwvuts
آلL ¨ § ¦ ¥ ¤ £¢ ¡ ~ ﮯ
١٩٢ - ١٩٠ :ﻋﻤﺮان
"Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi
dan pergantian siang dan malam ada tanda-tanda bagi
orang yang memiliki akal, yaitu orang-orang yang
mengingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk,
dan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan
langit dan bumi. Wahai Rabb kami, tidaklah Engkau
menciptakan ini semua dengan batil (sia-sia), Mahas
Suci Engkau, maka jagalah kami dari adzab neraka"
(QS. Alu Imran: 190-191)
Hendaknya seorang muslim meluangkan
waktunya untuk memikirkan mahluk-mahluk
Allah supaya dia semakin mengenal Allah
Penciptanya, semakin yakin dan mantap dalam
menjalankan syari'at Allah , merasa takut dengan
adzabNya, semakin dekat dengan Allah , dan
semakin mengesakan Dia dalam beribadah.
96 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (10/10)
MENGENAL ALLÔH
DENGAN NAMA DAN SIFATNYA
A llôh telah mengabarkan di dalam Al
Qur'ân bahwa Allôh memiliki nama dan
sifat, Allôh berfirman:
١٨٠ : اﻷﻋﺮافLSEDCM
"Dan Allôh memiliki nama-nama yang paling baik"
(QS. Al A'rôf: 180)
Dan Allôh berfirman:
٦٠ : اﻟﻨﺤﻞLkjihM
"Dan Allôh memiliki sifat-sifat yang paling tinggi"
(QS. An Nahl: 60)
Kita mengenal Allôh dengan nama dan juga
sifat tersebut, kita mengenal Allôh sebagai Dzat
Yang Maha Penyayang karena Dia Ar Rohmân Ar
Rohîm, kita me-ngenal Allôh sebagai Dzat yang
maka Pengampun karena Dia adalah Al Ghofûr,
dan seterusnya.
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 97
Dan Allôh mengabarkan di dalam Al Qur'ân
bahwa diantara sifat Allôh beristiwâ' di atas
'Arsy, dan bahwa Allôh memiliki dua tangan,
dan bahwa Allôh berada di atas, dan Rosûlullôh
mengabarkan bahwa Allôh turun ke langit
dunia pada setiap sepertiga malam yang terakhir,
dan juga sifat-sifat yang lain.
Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah
menetapkan nama dan juga sifat tersebut karena
Allôh lebih tahu tentang diri-Nya daripada kita
semua dan Rosûlul-lôh lebih tahu tentang Allôh
daripada kita.
Tidak boleh seorang muslim menolak nama-
nama dan juga sifat-sifat tersebut dan tidak boleh
dia menyerupakan karena Allôh berfirman:
١١ :اﻟﺸﻮرىL876 543 21M
"Tidak ada yang serupa dengan Allôh dan Dia adalah
Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat" (QS.
Asy Syûrô: 11)
Jadi yang benar yang seharusnya dilakukan
oleh seorang muslim adalah menetapkan nama dan
juga sifat tersebut sebagaimana datangnya sesuai
dengan keagungan dan kebesaran Allôh tanpa
98 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
menyerupakan dan tanpa mentakwil 57 nama dan
juga sifat tersebut.
57 Takwîl adalah menafsirkan nama dan sifat Allôh bukan
dengan maknanya yang benar, seperti mentakwil istiwâ' dengan
kekuasaan, mentakwil turunnya Allôh dengan turunnya
rahmat Allôh dll.
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 99
x
SILSILAH ILMIYYAH
KETIGA
Mengenal
Rasulullah
(Terdiri dari 7 Halaqoh)
HALAQAH (1/7)
PENTINGNYA
MENGENAL ROSÛLULLÔH
P ertanyaan kedua yang setiap kita akan
ditanya di alam kubur adalah tentang siapa
nabimu.
Wajib atas setiap muslim dan muslimah untuk
mengenal Nabi Muhammad . Beliau adalah
Muhammad bin Abdullôh bin Abdul Muththôlib.
Termasuk keturunan Nabi Isma'îl bin Ibrôhîm
. Beliau lahir di Mekkah, dan diutus menjadi
nabi terakhir ketika berumur 40 tahun. Kemudian
menyampaikan risalah Allôh selama 23 tahun.
Meninggal di kota Madinah setelah Allôh
menyempurnakan agama ini bagi beliau dan
ummatnya.
Mengenal Nabi Muhammad tidaklah cukup
hanya dengan mengenal nama dan nasab beliau,
atau menghafal keluarga dan sahabat beliau.
Namun lebih penting dari itu adalah mengenal
Nabi Muhammad dengan mengenal tugas beliau
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 103
sebagai seorang utusan Allôh kepada kita dan
mengetahui apa kewajiban kita terhadap beliau .
Allôh telah mengutus beliau kepada kita
de-ngan tugas membawa 4 perkara:
Membawa perintah dari Allôh supaya kita jalankan
Membawa larangan dari Allôh supaya kita jauhi
Membawa berita dari Allôh supaya kita benarkan
Membawa tata cara ibadah dari Allôh supaya kita
beribadah kepada Allôh dengan cara tersebut.
Kalau kita menaati beliau dalam 4 perkara ini
berarti kita pada hakikatnya telah menaati Allôh
karena perintah, larangan, berita, dan cara ibadah
adalah dari Allôh , sedangkan tugas beliau
hanya sekedar menyampaikan kepada kita, Allôh
berfirman:
٨٠ : اﻟﻨﺴﺎءL'&%$#"!M
"Barangsiapa yang menaati Rosûl maka sungguh ia
telah menaati Allôh" (QS. An Nisâ': 80)
104 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (2/7)
MENGENAL NABI MUHAMMAD
SEBAGAI PEMBAWA PERINTAH
R osûlullôh sebagai seorang utusan,
membawa perintah-perintah dari Allôh
. Beliau sampaikan perintah-perintah
tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai
dengan kemampuan kita. Beliau bersabda:
َوَﻣﺎ أََﻣْﺮﺗُ ُﻜ ْﻢ ﺑِِﻪ َﻓﺎْﻓـَﻌﻠُْﻮا ِﻣْﻨُﻪ َﻣﺎ ا ْﺳﺘَ َﻄْﻌﺘُ ْﻢ
"Dan apa saja yang Aku perintahkan kepada kalian maka
hendaklah kalian kerjakan sesuai dengan kemampuan
kalian"51
Dan perintah Allôh ada dua macam: wajib
dan sunnah (dianjurkan). Amalan yang wajib
apabila kita tinggalkan maka berdosa seperti
sholât lima waktu, berpuasa Romadhôn, haji bagi
yang wajib, memakai hijab bagi wanita dan lain-
lain maka ini adalah amalan-amalan yang wajib.
51 HR. Muslim (4/1829 no: 1337), dari Abû Hurairah .
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 105
Adapun amalan yang sunnah maka bila tidak
dikerjakan seseorang tidak berdosa seperti sholât
Rowâtib, sholât Dhuhâ, puasa Senin dan Kamis,
puasa Nabi Dâwud, dan juga amalan-amalan
sunnah yang lain.
Kita kerjakan perintah-perintah tersebut sesuai
dengan kemampuan kita. Bila kita tidak mampu
sholât wajib dengan berdiri maka duduk, apabila
seseorang tidak mampu melaksanakan sholât
berjama'ah di masjid karena sakit maka silakan dia
melaksanakan sholât tersebut di rumahnya, apabila
seseorang tidak mampu berpuasa Romadhôn
karena sakit atau bepergian maka bisa dia diganti
pada hari yang lain.
Orang yang tidak mampu sholât malam 11
rakaat maka dia bisa sholât malam lebih sedikit
dari itu, demikian pulang orang yang tidak mampu
berpuasa Nabi Dawud maka bisa berpuasa
dengan puasa yang lebih ringan dari itu. Dan
Allôh tidaklah memerintah kita dengan sebuah
perintah kecuali di dalam perintah tersebut ada
hikmah dan juga kebaikan bagi kita semua.
106 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (3/7)
MENGENAL NABI MUHAMMAD
SEBAGAI PEMBAWA LARANGAN
R osûlullôh sebagai seorang utusan,
membawa larangan-larangan dari Allôh
. Beliau sampaikan larangan-larangan
tersebut kepada kita semua supaya kita menjauhi.
Rosûlullôh bersabda:
َﻣﺎ َﻧـَﻬْﻴﺘُ ُﻜ ْﻢ َﻋْﻨُﻪ َﻓﺎ ْﺟﺘَﻨُِﺒـ ْﻮُﻩ
"Apa yang aku larang, maka hendaklah kalian jauhi"52
Dan larangan Allôh ada dua macam:
haram dan makruh (dibenci). Larangan yang
haram apabila dikerjakan maka berdosa seperti
berzina, membunuh tanpa hak, riba, berdusta,
ghîbah (membicarakan kejelekan orang lain), sihir,
perdukunan, minum minuman keras dan lain-lain.
Adapun larangan yang makruh maka apabila
dikerjakan perbuatan tersebut dibenci akan tetapi
52 HR. Muslim (4/1829 no.1337), dari Abû Hurairah .
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 107
tidak sampai kepada dosa seperti misalnya mema-
kan bawang merah dan bawang putih dalam
keadaan masih mentah, makan minum dengan
bersandar, tidur sebelum sholât 'Isyâ', dan lain-
lain.
Kita sebagai seorang muslim dan muslimah
hendaklah meninggalkan larangan-larangan ter-
sebut dan yakin bahwasanya Allôh tidaklah
melarang sesuatu kecuali disana ada hikmahnya,
dan ada kebaikan bagi diri kita, terkadang kita
mengetahui hikmah tersebut dan terkadang kita
tidak mengetahuinya.
108 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (4/7)
MENGENAL NABI MUHAMMAD
SEBAGAI PEMBAWA BERITA
R osûlullôh sebagai seorang utusan,
diantara tugasnya membawa berita-berita
dari Allôh baik berita di masa lalu seperti
kisah-kisah para nabi dan umat-umat terdahulu,
maupun berita di masa yang akan datang seperti
kejadian setelah mati dan kejadian-kejadian di hari
akhir. Kewajiban kita sebagi seorang yang beriman
adalah membenarkan berita-berita tersebut bila
memang dalilnya shohih.
Allôh berfirman:
٤ - ٣ :اﻟﻨﺠﻢL543210/.-,+M
"Dan tidaklah beliau berbicara dari hawa nafsunya,
tidaklah ucapan beliau kecuali wahyu yang diwahyukan
kepada beliau" (QS. An Najm : 3-4)
Kalau kita membenarkan beliau maka
sebenarnya kita telah membenarkan Allôh , dan
kalau kita mendustakan beliau maka sebenarnya
kita telah mendustakan Allôh .
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 109
Akal yang sehat tidak akan bertentangan
dengan dalil yang shohih. Apabila dalil yang shohih
sepertinya tidak masuk akal maka ketahuilah
bahwasanya kekurangan ada di dalam akal kita
yang memang sangat terbatas, dan bukan pada
dalil.
Rosûlullôh dikenal oleh kaumnya sebagai
orang yang jujur semenjak sebelum beliau diutus
menjadi nabi. Tidak pernah beliau sekalipun
berdusta baik kepada anak kecil, sebaya, maupun
kepada orang tua, baik ketika bercanda maupun
dalam keadaan sungguh-sungguh. Apabila beliau
tidak berani untuk berdusta atas nama beliau
dan juga atas nama manusia maka bagaimana
beliau berani berdusta atas nama Allôh Robbul
'âlamîn.
110 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (5/7)
MENGENAL NABI MUHAMMAD
SEBAGAI PEMBAWA
TATA CARA IBADAH
A llôh ketika mengutus seorang rosûl
untuk menyampaikan perintah beriba-
dah, juga mengutus rosûl tersebut
untuk menyampaikan tata cara ibadah tersebut.
Rosûlullôh membawa perintah sholât dari Allôh
dan juga membawa tata caranya, membawa
perintah puasa dari Allôh dan membawa tata
caranya. Cara ibadah tidak diserahkan kepada
akal kita masing-masing atau kepada budaya atau
kepada guru kita, akan tetapi tata cara ibadah
adalah dari Allôh melalui lisan RosûlNya .
Dan Allôh tidak menerima amal ibadah kecuali
yang dilakukan sesuai dengan cara yang telah
diajarkan Rosûlullôh , Rosûlullôh bersabda:
َﻣ ْﻦ َﻋ ِﻤ َﻞ َﻋ َﻤًﻼ ﻟَْﻴ َﺲ َﻋﻠَْﻴِﻪ أَْﻣُﺮﻧَﺎ ﻓـَُﻬَﻮ َردﱞ
"Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan yang
tidak ada dalilnya dari kami maka amalan tersebut
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 111
tertolak"53
Barangsiapa yang mengaku sebagai pengikut
Nabi Muhammad maka hendaklah dia
mencukupkan diri dengan ibadah yang sudah
beliau ajarkan, tidak boleh dia membuat ibadah
yang baru yang tidak diajarkan Rosûlullôh , dan
tidak boleh dia beribadah kecuali setelah yakin
bahwa dalilnya shohih.
Alhamdulillâh, semua ibadah yang
mendekatkan diri kita kepada surga telah
Rosûlullôh ajarkan, beliau pernah mengatakan:
َﻣﺎ ﺑَِﻘ َﻲ َﺷ ْﻲٌء ُﻳـَﻘﱢﺮ ُب ِﻣ َﻦ اَْﳉﻨﱠِﺔ َوُﻳـﺒَﺎِﻋُﺪ ِﻣ َﻦ اﻟْﻨﱠﺎِر إِﱠﻻ َوَﻗ ْﺪ ُﺑـﱠ َﲔ ﻟَ ُﻜ ْﻢ
"Tidaklah tersisa sesuatupun yang mendekatkan diri
kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali sudah
diterangkan kepada kalian"54
Lebih baik beribadah sedikit tetapi berdasar
dalil yang shohih daripada dia beribadah banyak
akan tetapi tidak berdasarkan dalil yang shohih.
53 HR. Muslim (3/1343 no: 1718), dari ‘Aisyah x.
54 HR. Ath Thobrôni di dalam Al Mu'jam Al Kabîr (2/155 no: 1647),
dishohihkan Syaikh Al Albâni dalam Silsilah Al Ahâdîts Ash
Shohîhah (4/416 no: 1803).
112 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (6/7)
MENGENAL INTI DAKWAH
ROSÛLULLÔH
I nti dakwah Rasulullâh adalah sama dengan
inti dakwah nabi-nabi sebelum beliau , yaitu
mengajak manusia untuk mengesakan Allâh
dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.
Allah berfirman:
, + * ) ( ' & % $ # " !M
٢٥ : اﻷﻧﺒﻴﺎءL0/ .-
"Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang
rasulpun kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa
tidak ada sesembahan yang disembah kecuali Aku maka
hendaklah kalian menyembahKu" (QS. Al-Anbiyaa': 25
Allah berfirman tentang nabi Nuh , rasul
pertama:
A@?>=<;:98765M
٥٩ : اﻷﻋﺮافLIHGFED CB
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 113
"Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya
maka dia berkata: wahai kaumku sembahlah Allah, kalian
tidak memiliki sesembahan selain Dia"
Ucapan semakna juga diucapkan nabi-nabi
setelahnya (lihat surat Al a'raaf ayat 65, 73, dan 85)
Demikian pula Nabi selama sepuluh tahun
pertama beliau berdakwah kepada tauhid dan
mengingatkan manusia dari kesyirikan.
Kemudian turun kewajiban shalat lima waktu
pada tahun ke sepuluh kenabian, dan tidak
disyariatkan keba-nyakan syari'at kecuali di kota
Madinah, ketika manusia sudah kuat aqidahnya,
seperti puasa Ramadhan, zakat, haji, adzan,
larangan minuman keras dan lain-lain.
Yang demikian karena amal ibadah tidak
diterima oleh Allah kecuali bila dalam diri
seseorang ada tauhid.
Oleh karena itu wasiat Rasulullah kepada
Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman
untuk berdakwah adalah: "Hendaknya engkau
mengajak kepada syahadat laa ilaaha illallah dan
syahadat Muhammad Rasulullah"55
55 HR. Al Bukhâri (2/529 no: 1389), dan Muslim (1/51 no: 19), dari
Abdullâh bin ‘Abbâs h.
114 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
Dan sampai akhir hayat beliau , beliau ber-
usaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari
kesyirikan. Lima hari sebelum beliau meninggal
dunia beliau mengingatkan ummat Islam bahwa
orang-orang sebelum mereka dahulu menjadikan
kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah/
masjid, maka beliau melarang menjadikan kuburan
sebagai masjid56.
Yang demikian karena membangun masjid di
atas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan.
Semua ini menunjukkan bahwa inti dakwah
Rasulullah adalah tauhid.
56 HR . Muslim(1/377 no: 532), dari Jundub bin Abdillâh Al Bajali
, beliau berkata:
َﺮأَﻛأَإََِوﻤإََِﺎﻻﱠﱃناِاَﱠﻓـَﻟﻣَﲣَﻠﱠَْﻦﻪﻼﺬ,،ﻼﺪـ,ََﺧإِﺴَﻠِﺧﱢﺎﻴﻠِﱐًِﻴﺟًﻼأَْﺑ:ﻚَْوﺬَﻗََوﺻُْﺪﻫتﺎَِﻮاِأَِﳊﱠﺑَﻴَﻳﺎَﲣـِﻬُﻘَﺬﺑَْﻢِﻮْﻜﱐلَﺮﻣ,ﻞوﱐُﻣَنﺘﱠأََﻓأَْﻧﺈِـِْنُﺨﻗﱠـَﻬنﺒًُﺎَﺬﳝُااﻮُﻟﻛﻮرﻠﱠْﻢَﻪﺧأَتﻠِْﻧَﻴﺒَِﻋﻋﻴًَِْﱠﺎﺰَﲞﻦﻼﺋِْﻤِﻬَََوذﻻﻟٍَِْﻢﺟﱠﺲَﲣَﱠﻞ،ﺧْﻨﻠِﺪِﻴَﺨﻗـإِْﺒُﺬﺖﻞﱢﻛْﻨﻟﺎَﻣﻠﱠﻧَُُﻜوﻪَﻟَﻮاﺴْْﻢﺎﻮَﻳـُِﺟَﺘﱠﻛ،َأإﺗَِـََْﺑـﺘﱠﻛِْﲰنﺎَﺮاِْﻌﺨَﻳَِنﻫُﻴﺬُﻜﺖَﻗﻢوـاﻮْﺒَﻠرانَﻟُْﺧُﺳُﻜﻘﻠِِﺒُﻴﻮْﻢﱄًﻮلﻼرَِﻣا
“Aku mendengar Rasulullah berkata-lima hari sebelum beliau
meninggal dunia: Sesungguhnya aku berlepas diri kepada Allah dari
memiliki kekasih diantara kalian, karena sesungguhnya Allâh ‘azza wa
jalla telah menjadikan aku sebagai kekasih, sebagaimana Allâh telah
menjadikan Ibrahim sebagai kekasih, seandainya aku ingin mengangkat
seorang kekasih niscaya aku akan menjadikan Abu Bakr sebagai kekasih,
dan sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dahulu menjadikan
kuburan nabi-nabi mereka dan orang-orang shaleh mereka sebagai
masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai
masjid, sesungguhnya aku melarang kalian dari yang demikian”
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 115
HALAQAH (7/7)
MENINGGALNYA
RASUL TERAKHIR
M eninggal Rasulullah pada tahun ke
11 hijriah, setelah menyempurnakan
tugas menyampaikan risalah dari Allah
. Beliau meninggal dunia sebagaimana manusia
yang lain juga meninggal dunia. Allah berfirman:
١٨٥ : آل ﻋﻤﺮانLrqponM
"Setiap jiwa akan merasakan kematian" (QS. Alu
'Imran: 185)
Dan Allah juga berfirman:
٣٠ : اﻟﺰﻣﺮL× ÖÕÔÓM
"Sesungguhnya engkau akan meninggal dunia dan
mereka akan meninggal dunia" (QS. Az Zumar: 30)
Beliau adalah rasul terakhir, tidak ada rasul
sepeninggal beliau. Allah berfirman:
116 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
ÃÂÁ À¿¾½¼»º¹M
٤٠ : اﻷﺣﺰابLÅÄ
"Bukanlah Muhammad bapak salah seorang laki-laki
diantara kalian, akan tetapi beliau adalah rasulullah dan
penutup para nabi" (QS. Al Ahzab: 40)
Dalil-dalil dari hadits Nabi bahwa beliau
adalah nabi terakhir mencapai derajat mutawatir,
dan sebagian ulama mengatakan, "Kalau seseorang
tidak tahu bahwa Muhammad adalah nabi terakhir
maka dia bukan muslim karena ini termasuk dharuriyyat
(perkara yang diketahui secara darurat di dalam agama
Islam."57
Di antara hadits yang menunjukkan bahwa
beliau adalah nabi terakhir adalah sabda beliau :
َوأَﻧَﺎ ،ﻧَِﱞﱮ أَﻧﱠُﻪ َﻳـ ْﺰُﻋ ُﻢ ُﻛﻠﱡُﻬ ْﻢ ﺛَ َﻼﺛُﻮَن اَﻟﺳﻨﱠﻴَﺒِﻴﱢُﻜﻮَﲔُن َﻻِﰲﻧَِأُﱠﱮﱠﻣَﺑـِْﻌﱵِﺪَﻛﱠيﺬاﺑُﻮَن َوإِﻧﱠُﻪ
َُﺧﺎَﰎ
"Sesungguhnya akan ada di antara ummatku tiga puluh
orang pendusta, semuanya mengaku menjadi nabi dan
aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku58"
Dan beliau juga bersabda:
57 Lihat: Al Asybâh Wa An Nazhâir (hal: 166).
58 HR. Abû Dâwud (6/305 no: 4252), dan dishahihkan Syeikh Al
Albâni di dalam Shahîh Sunan Abî Dâwud (3/9).
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 117
...َوأَﻧَﺎ اﻟَْﻌﺎِﻗ ُﺐ اﻟﱠِﺬي ﻟَْﻴ َﺲ َﺑـْﻌ َﺪُﻩ أَ َﺣٌﺪ
"... dan aku adalah Al-'Âqib (yang terakhir) yang tidak
ada setelahnya nabi"59
Meskipun Rasulullah meninggal dunia,
Allâh akan menjaga agamaNya dengan menjaga
sumbernya yaitu Al Qurân dan Al Hadîts, dan
menyiapkan ulama-ulama yang amanat untuk
menyampaikan keduanya kepada ummat.
Allâh berfirman:
٩ : اﳊﺠﺮL nm lk jihgM
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran dan
sesungguhnya Kami akan menjaganya" (Q.S. Al Hijr: 9)
Dan Rasulullah bersabda:
َوإِﱠن اﻟُْﻌﻠََﻤﺎَء َوَرﺛَُﺔ ا َﻷْﻧﺒِﻴَﺎِء َوإِﱠن ا َﻷْﻧﺒِﻴَﺎَء َْﱂُﻳـَﻮﱢرﺛُﻮا ِدﻳﻨَﺎًرا َو َﻻ ِدْرًَﳘﺎ َوﱠرﺛُﻮا اﻟِْﻌْﻠ َﻢ
"Dan sesungguhnya para ulama adalah pewaris para
nabi dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan
dinar dan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu"60
59 HR. Al Bukhâri (4/1858 no: 4614), dan Muslim (4/1828 no: 2354),
dari Jubair bin Muth’im .
60 HR. Abû Dâwûd (5/485 no: 3641), At Tirmidzi (5/48 no: 2682),
dan Ibnu Mâjah (1/81 no: 223), dari Abû Ad Dardâ’ , dan
dishahihkan Syaikh Al Albâni dalam Shahîh Sunan Abî Dâwûd
(2/407).
118 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
x
SILSILAH ILMIYYAH
KEEMPAT
Mengenal
Agama Islam
(Terdiri dari 8 Halaqoh)
HALAQAH (1/8)
PENGERTIAN ISLÂM
SECARA BAHASA DAN SYARI'AT
I slâm secara bahasa adalah penyerahan diri,
sedangkan secara istilah syari'at makna yang
dimaksud dengan Islâm adalah penyerahan
ibadah hanya kepada Allôh semata. Orang
Nasrani dikatakan masuk ke dalam agama Islâm
apabila meninggalkan penyembahan terhadap
Nabi 'Îsâ dan ibunya Maryam; dan hanya
menyembah dan menyerahkan dirinya hanya
Allôh .
Seorang yang beragama Islâm adalah orang
yang hanya menyerahkan ibadahnya kepada Allôh
semata, tidak menyerahkan sebagian ibadah
kepada siapapun selain Allôh ; baik seorang
nabi, seorang malaikat, jin, orang yang sholeh,
kepada batu, pohon, dan lain-lain.
Oleh karena itu syarat masuk ke dalam agama
Islâm adalah syahâdat Lâ ilâha illallôh dan syahadat
Muhammad Rosûlullôh. Syahâdat Lâ ilâha illallôh
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 121
artinya persaksian bahwa tidak ada sesembahan
yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allôh
.
Orang yang sudah mengucapkan Lâ ilâha
illallôh kemudian menyerahkan sebagian ibadah
kepada selain Allôh maka berarti dia belum
memahami makna Islâm atau memahami akan
tetapi melanggarnya; dan kedua-nya adalah
musibah.
Semoga Allôh memudahkan kita semua dan
orang-orang yang kita cintai untuk memahami
agama Islâm ini.
122 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (2/8)
ISLÂM AGAMA PARA NABI
I slâm yang artinya penyerahan ibadah hanya
kepada Allôh adalah agama para nabi;
agama mereka satu yaitu Islâm.
Berkata Nabi Ibrôhîm :
١٣١ : اﻟﺒﻘﺮةLutsrM
"Aku berIslâm (menyerahkan diriku) kepada Robbul
'âlamîn" (QS. Al Baqoroh: 131)
Beliau dan juga Nabi Ya'qûb berwasiat
kepada anak-anaknya:
¦¥ ¤£¢¡{ | }~ﮯM
١٣٢ : اﻟﺒﻘﺮةL§
"Wahai anak-anakku sesungguhnya Allôh telah memilih
agama bagi kalian maka janganlah kalian meninggal
dunia kecuali dalam keadaan sebagai orang Islâm" (QS.
Al Baqoroh: 132)
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 123
Berkata murid-murid Nabi 'Îsâ kepada
beliau:
٥٢ : آل ﻋﻤﺮانL ÓÒÑÐM
"Dan saksikanlah bahwasanya kami adalah orang-orang
Islâm" (QS. Âlu 'Imrôn: 52)
Nabi Mûsâ beliau pernah berkata kepada
kaumnya:
٨٤ : ﻳﻮﻧﺲLsr q ponM
"Maka hendaknya kalian hanya bertawakkal kepada
Allôh kalau kalian benar-benar orang Islâm" (QS.
Yûnus: 84)
Di dalam suratnya, Nabi Sulaimân berkata
kepada ratu Balqis dan juga para pengikutnya:
٣١ : اﻟﻨﻤﻞL ¥¤£¢¡ﮯM
"Hendaklah kalian jangan sombong kepadaku dan
datanglah kalian kepadaku dalam keadaan sebagai orang
Islâm" (QS. An Naml: 31)
Inilah agama para nabi, dan para pengikut
mereka, dan Allôh tidak menerima kecuali
agama Islâm, Allôh berfirman:
124 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
١٩ : آل ﻋﻤﺮانLMLK JIHM
"Sesungguhnya agama yang benar disisi Allôh adalah
Islâm" (QS. Âlu 'Imrôn: 19)
Dan Allôh juga berfirman:
IHGFEDC BA@?M
٨٥ : آل ﻋﻤﺮانL LKJ
"Dan barangsiapa yang mencari selain agama Islâm
maka tidak akan diterima darinya dan dia di akhirat ter-
masuk orang-orang yang merugi" (QS. Âlu 'Îmrôn: 85)
Rosûlullôh bersabda di dalam hadist yang
shohih :
َوِدﻳُﻨـُﻬ ْﻢ َوا ِﺣٌﺪ، أُﱠﻣَﻬﺎُﺗـُﻬ ْﻢ َﺷﱠﱴ،َوا َﻷْﻧﺒِﻴَﺎُء إِ ْﺧَﻮٌة ﻟَِﻌ ﱠﻼ ٍت
"Para nabi adalah saudara sebapak, ibu-ibu mereka
berbeda, tapi agama mereka satu"51
51 HR. Al Bukhâri (3/1270 no: 3259), dan Muslim (4/1837 no: 2365),
dari Abû Hurairah .
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 125
HALAQAH (3/8)
YANG MEMBEDAKAN
DI ANTARA
PARA NABI 'ALAIHIMUSSALÂM
P ara nabi beragama Islâm, menyerahkan
dirinya hanya kepada Allôh . Yang
membedakan antara agama Islâm yang
dibawa seorang nabi dengan agama Islâm yang
dibawa nabi yang lain, adalah tentang tata cara
ibadah serta halal dan haram. Terkadang satu ibadah
yang memiliki nama sama tetapi cara berbeda,
terkadang sesuatu diharamkan atas satu umat,
dan dihalalkan bagi umat yang lain, semuanya
ini sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan dari
Allôh , Dzat Yang Maha Mengetahui Dan Maha
Bijaksana.
Allôh berfirman:
٤٨ : اﳌﺎﺋﺪةL onmlkjM
"Kami telah jadikan masing-masing dari kalian syariat
dan juga cara" (QS. Al Mâ'idah: 48)
126 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
Rosûlullôh bersabda:
َوِدﻳُﻨـُﻬ ْﻢ َوا ِﺣٌﺪ، أُﱠﻣَﻬﺎُﺗـُﻬ ْﻢ َﺷﱠﱴ،َوا َﻷْﻧﺒِﻴَﺎُء إِ ْﺧَﻮٌة ﻟَِﻌ ﱠﻼ ٍت
"Para nabi adalah saudara satu bapak, ibu-ibu mereka
berbeda akan tetapi agama mareka satu"52
Yang dimaksud dengan "ibu-ibu mereka
berbeda" adalah syari'at-syari'at mereka berbeda.
Sholât dan zakat telah disyariatkan kepada
ummat sebelum Nabi Muhammad . Allôh
berfirman tentang Nabi Ismâ'îl u:
٥٥ : ﻣﺮﱘLB A@ ?>M
"Dan dahulu (Ismâ'îl) menyuruh keluarganya untuk
sholât dan juga zakat"(QS. Maryam: 55)
Berkata Nabi 'Îsâ beliau berkata:
٣١ : ﻣﺮﱘLmlkji hgM
"Dan Allôh telah berwasiat kepadaku untuk sholât dan
juga zakat selama aku masih hidup" (QS. Maryam: 31)
Namun sholât di atas tanah terbuka diluar
tempat khusus ibadah hanyalah disyariatkan
di dalam agama Islâm yang dibawa oleh Nabi
Muhammad .
52 Telah berlalu takhrîj haditsnya (hal. 123)
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 127
Demikian pula harta rampasan perang
diharamkan bagi umat-umat sebelum kita dan
dihalalkan bagi kita. Rosûlullôh bersabda:
َوََﻓْﱂَﺄﱡَﳝَﺎِﲢ ﱠﻞَرُﺟَﻷٍﻞَﺣٍِﻣﺪْﻦَﻗـْﺒأُﻠِﱠﻣِْﻲﱴ أَْدَرَﻛْﺘُﻪ،َُُضوأُ َِﻣﺣﻠﱠْﺴِْﺖﺠ ًِﺪاَﱃ اَوﻟََْﻃﻤَُﻬﻐﺎﻮًِراﱎ،اَﻟوُﱠﺟﺼِﻌﻠََﻼُْةﺖَﻓـْﻠِﻴَُﱄَﺼا ﱢﻞَﻷْر
"Dan telah dijadikan bagiku tanah ini, bumi ini sebagai
masjid dan juga alat untuk bersuci maka siapa saja
diantara ummatku yang mendapatkan waktu sholât
maka hendaklah dia sholât, dan telah dihalalkan bagiku
rampasan perang dan tidak dihalalkan bagi seorangpun
sebelumku"53
53 HR. HR. Al Bukhâri (1/128 no: 328) dan Muslim (1/370 no: 521),
dari Jâbir bin Abdillâh Al Anshâri j.
128 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
HALAQAH (4/8)
KEUTAMAAN
ISLÂM YANG DIBAWA
NABI MUHAMMAD
I slâm yang dibawa oleh Nabi Muhammad
memiliki banyak keutamaan yang tidak
dimiliki syariat sebelumnya, di antaranya:
Syariat beliau adalah untuk seluruh umat ma-
nusia. Allôh berfirman:
LyxwvutsrM
١٥٨ :اﻷﻋﺮاف
"Katakanlah wahai manusia sesungguhnya aku adalah
rosûlullôh untuk kalian semuanya" (QS. Al A'rôf: 158)
Wajib bagi setiap orang yang mendengar
diutusnya Rosûlullôh untuk beriman dengan
beliau. Barangsiapa yang tidak beriman dengan
Nabi Muhammad setelah diutusnya beliau
maka dia kafir, meskipun dia mengaku mengi-
kuti syariat seorang nabi sebelum Rosûlullôh .
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 129
Rosûlullôh bersabda:
ا ُﻷﱠﻣِﺔ ِﻣأُ ْْرﻦِﺳْﻠَﻫ ُِﺬﺖِﻩ ﺑِﺎأَﻟﱠَِﺣﺬٌﺪْي ﻳََوَْْﱂﺴ َُﻳﻤـُْﻊﺆِﻣ ِْﻦْﰊ َﻳـََواﻛُﻟﻬﱠﺎِﻮﺬَنِدىِﱞﻣيَْﻧﻦـَْوﻔأََﻻُْﺻﺲﻧََْﺤُﺼﺎَﳏَﺮاﱠِﻤِبٍﱞﱐﺪاﻟُﺑِﻨﱠﰒﱠﻴَﺎِِﺪرَﳝُِﻩﻮ َُﻻت
ﺑِِﻪ إِ ﱠﻻ
"Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-
Nya, tidaklah mendengar tentang diriku seorangpun
dari ummat ini baik Yahudi maupun Nasrani kemu-
dian dia meninggal dan tidak beriman apa yang aku
bawa kecuali dia termasuk penduduk neraka"54
Syariat beliau adalah syariat yang paling sem-
purna
Nabi Muhammad bersabda:
َﻣﺎ ﺑَِﻘ َﻲ َﺷ ْﻲٌء ُﻳـَﻘﱢﺮ ُب ِﻣ َﻦ اَْﳉﻨﱠِﺔ َوُﻳـﺒَﺎِﻋُﺪ ِﻣ َﻦ اﻟْﻨﱠﺎِر إِﱠﻻ َوَﻗ ْﺪ ُﺑـﱠ َﲔ ﻟَ ُﻜ ْﻢ
"Tidaklah tersisa sesuatupun yang mendekatkan diri
kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali su-
dah diterangkan kepada kalian"55
Datang beberapa orang Yahudi kepada
Salmân Al Fârisi dan mengatakan:
ُﻛ ﱠﻞ َﺷ ْﻰٍء َﺣﱠﱴ اِْﳋَﺮاَءَة َﻗ ْﺪ َﻋﻠﱠَﻤ ُﻜ ْﻢ ﻧَﺒِﻴﱡ ُﻜ ْﻢ
54 HR. Muslim (1/134 no: 153), dari Abû Hurairah .
55 HR. Ath Thobrôni di dalam Al Mu'jam Al Kabîr (2/155 no: 1647),
dishohihkan Syaikh Al Albâni dalam Silsilah Al Ahâdîts Ash
Shohîhah (4/416 no: 1803).
130 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
"Nabi kalian telah mengajarkan kalian segala sesuatu
sampai tata cara buang air kecil"56
Apabila permasalahan yang dianggap sepele
oleh manusia diajarkan oleh Islâm maka bagai-
mana dengan permasalahan yang lain. Islâm
mengajarkan aqidah kepada Allôh, akhlaq kepa-
da manusia, tata cara berdagang, makanan yang
halal dan makanan yang haram dan lain-lain
Oleh karena itu seorang muslim hendaknya
bersyukur atas nikmat hidayah kepada Islâm ini
ketika banyak manusia tidak mendapatkannya.
56 HR. Muslim (1/223 no: 262), dari Salmân Al Fârisi .
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 131
HALAQAH (5/8)
MARATIB/TINGKATAN-TINGKATAN
DALAM ISLAM
D i dalam hadits Umar bin Khaththab yang
diriwayatkan Imam Muslim, datang
malaikat Jibril yang menjelma menjadi se-
orang laki-laki dengan izin Allah, bertanya kepada
Rasulullah tentang beberapa pertanyaan, di
antaranya ditanya tentag apa itu islam, iman, dan
ihsan.
Maka Rasulullah menjawab satu-persatu
dari pertanyaan tersebut. Kemudian di akhir hadits
Rasulullah berkata:
َﻓﺈِﻧﱠُﻪ ِﺟِْﱪﻳ ُﻞ أَﺗَﺎُﻛ ْﻢ ُﻳـَﻌﻠﱢُﻤ ُﻜ ْﻢ ِدﻳﻨَ ُﻜ ْﻢ
"Sesungguhnya dia adalah Jibril yang datng kepada
kalian, mengajarkan kepada kalian agama kalian"57
Di dalam hadits ini disebutkan 3 tingkatan
dalam agama: Islam, Iman, dan Ihsan.
57 HR. Muslim (1/36 no: 8), dari ‘Umar bin Al Khaththâb .
132 || Halaqah Silsilah Ilmiyah
Iman lebih tinggi daripada Islam. Dan Ihsan
lebih tinggi daripada iman. Islam berkaitan dengan
amalan zhahir, sedangkan iman berkaitan dengan
amalan bathin, dan ihsan adalah puncak dari
amalan zhahir dan bathin.
Orang yang sampai derajat ihsan berarti dia
telah mencapai derajat paling tinggi dalam Islam
dan iman.
Setiap orang yang beriman dia adalah orang
yang Islam, tetapi tidak semua orang yang Islam
dia beriman.
Allah berfirman:
g f e d c b a `_ ^ ]M
s r q p o n m lk j i h
١٤ : اﳊﺠﺮاتL {zyx wvut
"Berkata orang2 arab badui: Kami telah beriman,
katakanlah kalian belum beriman, akan tetapi katakan
kami telah islam, akan tetapi belum masuk dalam hati-
hati kalian" (QS. Al Hujurât: 14)
Mereka berkata di awal mereka masuk Islam
bahwa mereka sudah sampai derajat keimanan.
Maka mereka diperintahkan untuk mengatakan
Halaqah Silsilah Ilmiyah || 133
kami telah Islam, karena hakikat keimanan belum
masuk di dalam hati-hati mereka.
Masing-masing dari tiga tingkatan tersebut
memiliki rukun. Rukun adalah yang terpenting/
terkuat dari sesuatu.
134 || Halaqah Silsilah Ilmiyah