The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mukarom70, 2020-05-14 23:00:01

Ortho D'Magz Edisi Mei 2020 Final

indonesia


ORTHO D’MAGZ





edisi mei 2020










































































“De Javu 100 Tahun Pandemi

di Indonesia”

(Dr. dr. Safrizal Rahman, MKes, SpOT)



isi sampul
Tumor Surgery in
Covid-19 pandemic
Dr. Soetomo
Academic General
Hospital Operating Room













ORTHO NEWS

17

ORTHO SAINS
11 Berguru pada Covid-19


EDITORIAL Oleh Nezar Patria,
Wartawan, Pemimpin
7 Rekonstruksi biologis Redaksi The Jakarta Post 24

defek tulang dengan
menggunakan recycle
DÉJÀ VU 100 TAHUN bone pada tumor ganas 19
PANDEMI DI INDONE- tulang premier Ortho Comic Vol.1
SIA Ditulis oleh: Amandan Nyaman
Empat bulan terakhir, dr. M. HardianBasuki, Dampak Covid-19 terhadap update ilmudari rumah
dunia dihebohkan dengan SpOT(K) Pelayanan Orthopaedi saja
wabah novel corona virus Oleh dr. M. Hardian Basuki, Oleh dr. Noha R.
SpOT(K)
yang pertama kali ORTHO STORY Soekarno, SpOT(K)
muncul di kota Wuhan,
Provinsi Hubei, Tiong- 14
kok pada akhirbulan 21 27
Desember 2019
Ditulis oleh: Goresan cerita melawan PABOI Berduka
Dr. dr. Safrizal Rahman, Covid-19 Prof. Dr. dr. Laporan serah terima
MKes, SpOT Idrus Paturusi, SpOT(K) keuangan PABOI Peri- Oleh dr. Isa An Nagib,
Suatu anugrah yang luar ode 2019-2022 SpOT(K)
ORTHO PROFILE biasa dari Allah SWT, Oleh dr. Ricky E.P.
masih diberi kesembuhan
9 setelah terdiagnosis Hutapea, SpOT(K) ORTHO PEDULI

COVID-19 yang ganas
ini. Mengingat saya
Seorang guru dan orang merupakan golongan 22 28
tua yang membimbing resiko tinggi yang prog-
sayadengan nilai-nilai nosisnya bisa menjadi
terbaik dalam hidup ini, buruk. Seberapa pengting database Dukungan PABOI Bali-
dr. Adib Khumaidi, Ditulis oleh: management system bagi Nusra melawan covid-19
SpOT Dr.dr. Muh. Sakti, SpOT PABOI Oleh Dr. dr. Made
Pendirian Koperasi PABOI
Ditulis oleh: (K) & dr. Astrawinata Oleh CEO PABOI | Syae- Bramantya Karna,
Tika Guatama ful Mukarom SpOT(K)



MEI 2020 PABOI 1

I N D O N E S I A
ORTHO D’MAGZ








Susunan redaksi : Contact :


Menara Era 8th Floor Unit 8-04
Penanggug Jawab :
Dr. dr. Edi Mustamsir, SpOT (K) Jl. Senen Raya No. 135 - 137
Jakarta Pusat 10410
Tel : (021) 3859651
Dewan Pengarah :
dr. M Adib Khumaidi, SpOT
dr. Taufin Warindra, SpOT

Pemimpin Redaksi :
Dr. dr. Safrizal Rahman, MKes, SpOT


Redaktur Pelaksana :
dr. Muhammad Shoifi, SpOT(K)

Editor :
dr. Krisna Yuarno Phatama, SpOT(K)
dr. Jifaldi Afrian M.D.S., SpOT This Edition
dr. Jephtah Furano Lumban Tobing, SpOT

Koordinator Liputan :
PABOI Pusat/Wilayah :
Dr. dr. Muh. Sakti, SpOT(K)


Keseminatan :
IOSS : dr. Asrafi Rizki Gatam, SpOT(K)
IHKS : dr. Fidelis HeruWicaksono, SpOT(K)
PERAMOI : dr. Meirizal, SpOT(K)
IMSOS : dr. M. Hardian Basuki, SpOT(K)
IPOS : dr. Ikhsan, SpOT(K)
INAFAS : dr. R. Andri Primadhi, SpOT(K)
IOSSMA : dr. Hanif Fahmat, SpOT Kami menerima artikel tentang
pengalaman, tips & trik, foto dan info
Reporter/Fotografer/Animasi : menarik lainnya.
dr. Noha Roshadiansyah Soekarno, SpOT(K) Kami tunggu juga kiritk dan saran ke
dr. Irsan Abubakar, SpOT alamat email :

[email protected]
Lay Outer/Web Designer by Tim CEO














MEI 2020 PABOI 2

SALAM HANGAT





“ E-Bulletin Menjadi Media Komunikasi Anggota

yang Efektif”






Assalamu’alaikum wr wb.


Seluruh anggota PABOI yang saya hormati dan
cintai, semoga kita semua selalu dalam kondisi sehat
dan dalam lindungan Allah SWT. Alhamdulillah, e-Bul-
letin perdana Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi
dan Traumatologi Indonesia (PABOI) akhirnya dapat
diterbitkan. Dalam kondisi pandemi saat ini, dimana
komunikasi tatap muka menjadi sulit dilakukan, adan-
ya e-Bulletin ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai
media untuk menjaga tali silaturahmi antar anggota PA-
BOI, pengantar informasi dan saluran untuk berekspresi
bagi seluruh anggota.

Berbagai informasi tentang program dan keg-
iatan Pengurus Pusat (PP) PABOI, PABOI Cabang, anak
organisasi, Program Studi Orthopaedi di seluruh Indo-
nesia, jadwal acara ilmiah/webinar, berita duka, artikel
ilmiah populer, featured story, serta berbagai artikel lain
dapat dimuat di sini. E-Bulletin ini sekaligus melengka-
pi media komunikasi yang sudah ada seperti Telegram
dan Whatsapp.

E-bulletin dengan nama Ortho D’Magz yang
rencananya akan diterbitkan tiap 2 bulan ini dikoman-
dani oleh Dr.dr. Safrizal Rahman, MKes, SpOT, dan
Dr. dr. Edi Mustamsir, SpOT (K) dibantu oleh tim kreatif yang terdiri dari sejawat muda

-
(Presiden PABOI) BOI dan tim. Semoga e-Bulletin ini bisa memberikan
manfaat bagi semua anggota PABOI di seluruh Indone-
sia.

Pada kesempatan ini, perkenankan saya untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan setingi-
tingginya pada seluruh tim penyusun e-Bulletin ini yang telah bekerja keras dalam waktu yang cukup singkat
untuk mewujudkan hal ini. Juga kepada para sponsor yang ikut berpartisipasi pada edisi perdana ini. Tidak
lupa tentunya kepada para kontributor yang telah meluangkan waktunya untuk menyumbangkan buah piki-
rannya pada buletin ini.




Salam sehat, stay safe and stay healthy!

Wassalamualaikum wr wb.



MEI 2020 PABOI 3

salam redaksi






“Berkarya Dimasa




Pandemi Dunia”










Assalaamualaikum, Wr. Wb,


Salam sejahtera. Pandemi Covid-19 yang
melanda dunia saat ini telah mengubah banyak hal di
muka bumi. Virus corona itu muncul di Cina pada awal
2020 dan hanya dalam kurun 4 bulan wabah itu telah
menyerang lebih dari 180 negara dan menimbulkan
banyak spekulasi, terutama dari segi non medis.

Para politisi menganggap wabah ini hasil
rekayasa dari skenario besar negara superpower untuk
menghancurkan suatu negara dengan senjata biologis.
Berbagai isu spekulatif di masa pandemi muncul, yang
oleh WHO disebut sebagai “infodemic”, di mana
pelintiran informasi untuk kepentingan politis telah
membuat persoalan makin runyam. Sementara itu,
kelompok ilmuan menilai mutasi dari mikroorganisme
penyebab pandemi ini terjadi akibat gagalnya manusia
menjaga keseimbangan alam hingga memicu pemana-
san global.


Pada sisi lain, wabah itu menyadarkan kita
betapa manusia sangat lemah di alam semesta. Segala
kemajuan ilmu pengetahuan yang membanggakan,
bahkan milestone kedigdayaan peradaban yang terang-
kum rapi di berbagai museum moderen, tampak tak
Dr. dr. Safrizal Rahman, MKes, SptOT
banyak menolong manakala manusia di Abad 21 ini
bingung dan terhuyung menghadapi virus yang tidak
Pemimpin Redaksi
tampak oleh mata.

Wabah virus telah mengubah tata sosial dan membalikkan kenyataan yang dulunya tidak
normal kini tampak menjadi “normal”. Dalam konteks ke-Indonesiaan, misalnya, perubahan kehidupan di
masa pandemi membuat kita tersenyum. Dulu pepatah mengatakan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
Namun akibat physical distancing, pepatah itu menjadi terbalik: bersatu kita runtuh dan bercerai kita teguh.
Cara bersalaman pun berubah; dulu bersentuhan tangan, kini bersentuhan kaki. Dulu Kasur dijemur, seka-
rang orang berjemur. Biasanya tanaman disemprot anti hama, kini orang disembur dengan disinfektan.
Lazimnya hewan yang dikandangkan, sekarang manusia dipaksa berdiam di rumah.




MEI 2020 PABOI 4

Seberapa berat pun kondisi dunia hari ini, Buletin ini adalah karya kelompok muda
ia menjadi tantangan buat peradaban manusia. orthopaed Indonesia yang bekerja di tengah berb-
Adalah kodrat manusia untuk tetap berusaha. Tak agai keterbatasan akibat pandemi, dan Insya Al-
ada yang abadi, demikian juga wabah virus ini. lah akan rutin menyapa para sejawat di sekujur
Berbekal kemajuan sains dan kedokteran dewasa negeri. Media ini hadir buat kita semua dengan
ini, kita optimis pandemi akan dapat diakhiri. Se- harapan dapat memperkaya dialog ilmu dan prak-
bagai tenaga medis yang bekerja di garis depan, tik kedokteran khusunya ortopedi di Indonesia.
kita tak boleh surut, dan harus terus berkarya un-
tuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
Selamat berjuang dan berkarya.




Ditulis oleh: Dr. dr. Safrizal Rahman, MKes, SpOT

































































MEI 2020 PABOI 5

EDITORIAL




Deja Vu 100 tahun Pandemi di Indonesia




“Sebagai elemen kesehatan, setiap dokter, apapun keahliannya diharapkan
ikut memainkan peran paling tidak dalam mengedukasi masyarakat kita
yang hari ini kurang disiplin mengikuti instruksi dari pemerintah.”



































E mpat bulan terakhir, dunia dihebohkan dengan wabah novel coronavirus yang pertama kali muncul di

kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada akhir bulan Desember 2019. Virus ini menyebabkan gang-
guan saluran nafas pada manusia, mulai dari batuk, hingga pneumonia (radang paru-paru), yang dapat
menyebabkan kematian. Pada bulan Februari 2020, Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO)
secara resmi menamai penyakit ini dengan COVID-19, singkatan dari Coronavirus Disease 2019.


Sedangkan coronavirus yang menjadi pe- Sebuah penelitian COVID-19 me-
nyebab dari COVID-19 dinamai SARS-CoV-2 nyebutkan bahwa virus ini memiliki urutan
atau 2019 nCoV. Sejak kemunculannya hingga sekuens genetik yang 88% mirip dengan vi-
saat ini, virus corona ini sudah menyebar ke 185 rus corona dari kelelawar. Itulah mengapa ke-
negara, menginfeksi lebih dari 2 juta manusia di munculan kembali corona virus ini diduga oleh
seluruh dunia, dengan jumlah korban jiwa men- karena transmisi dari binatang eksotis tersebut.
capai 120 ribu jiwa. (Johns Hopkins Coronavirus Awal Maret tahun 2020 ini, WHO menetapkan
resource center, 14 April 2020) Nama virus co- COVID-19 sebagai pandemi. Penetapan ini di-
rona diambil dari Bahasa Latin yang berarti mah- dasari atas berbagai syarat, diantaranya karena telah
kota, sebab bentuk virus corona memiliki paku menyebar ke 2/3 negara-negara di dunia dan ka-
yang menonjol menyerupai mahkota dan korona sus yang terjadi di suatu negara berkaitan dengan
matahari. Para ilmuwan pertama kali mengiso- yang terjadi di negara lain. COVID-19 telah mem-
lasi virus corona pada tahun 1937 yang menye- beri dampak luar biasa bagi dunia, perlambatan
babkan penyakit bronkitis menular pada unggas. ekonomi tidak bisa dihindari, berbagai kegiatan
berskala internasional, event olahraga bahkan-



MEI 2020 PABOI 6

EDITORIAL


olimpiade Tokyo 2020 harus ditunda. Energi dunia dan Surabaya, dan hingga awal 1919, Dinas Kese-
n a j n a p e s h a t g u 2 n 0 2 o f n a k a 0 k n a p a d a p s u e d m . i n i i hatan Sipil Hindia Belanda atau BGD (Burgerlijken
Sejak Bapak Presiden Jokowi mengumumkan ada
kasus positif COVID-19 di Indonesia pada tang- sudah menyerang seluruh nusantara. Sebuah kapal
gal 2 Maret 2020, perkembangan virus corona di laut (Toyen Maru) yang berlayar dari Probolinggo
Indonesia mulai mengkhawatirkan, peningkatan ke Makassar bahkan melaporkan semua penumpang
kasus berjalan sangat cepat, hingga dalam waktu dan awak kapal terjangkit selama dalam pelayaran.
kurang dari 6 minggu Indonesia sudah memiliki
lebih dari 4.200 kasus positif serta kasus mening- Pada awal kemunculannya, pemerintah ko-
gal mencapai 400 orang. Beberapa epicentrum -
COVID-19 di Indonesia di antaranya Jakarta, hingga tidak melakukan langkah antisipasi, bahkan
Jawa barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Suma- lebih kuat lagi, BGD Hindia belanda mengeluarkan
tera Utara dan Riau. Negara kita mulai mengatur pernyataan bahwa masyarakat tidak perlu cemas dan
berbagai kebijakan guna mengatasi pandemi ini
bahkan hingga melakukan realokasi anggaran. Pernyataan tersebut dimuat oleh koran dan dipercaya
oleh masyarakat. Para dokter di Batavia berpikir
Pandemi 2020 ini bagi sebagian rakyat In-
donesia merupakan sesuatu yang baru, banyak biasa. Padahal pada saat yang itu dunia sudah men-
tatanan sosial yang berubah, seperti kebiasaan galami pandemi, teknologi saat itu berupa telepon
berkumpul, berjabat tangan, cipika-cipiki, bah- dan telegram (surat kawat) sudah ada di Indonesia
kan tata cara ibadah pun untuk sementara diminta sehingga sebenarnya bila pemerintah Hindia belan-
dilakukan dari rumah saja. Namun sebenarnya da tidak menganggap remeh dan mau berkomuni-
pandemi COVID-19 ini adalah deja vu outbreak kasi dengan negara-negara Eropa terkait penanga-
yang terjadi di Nusantara 100 tahun yang lalu. nannya, mungkin korban jiwa tidak akan banyak.


Indonesia pada masa Kolonial Belanda te- Masyarakat saat itu melakukan upaya send-
patnya tahun 1918-1920 pernah mengalami wabah iri untuk mengatasi penyakit yang meyerang dan
yang membunuh hampir 1,5 juta orang. Indone- mematikan ini. Termasuk diantaranya melakukan
sia yang saat itu bernama Hindia Belanda diserang aktivitas ritual tolak bala, dengan mengumpulkan
banyak orang, kenduri pemberian sesajian serta ak-
negara Spanyol pertama sekali mengumumkan tivitas bersama dalam jumlah besar sering digelar
bahwa banyak masyarakatnya mengalami kon- dalam upaya meminta kepada Pencipta untuk meng-
hentikan wabah sesuai agama dan kepercayaan mer-
Beberapa teori mengatakan virus ini berasal dari eka . Namun alih-alih penyakit berkurang, kondisi
pedagang Cina dan Vietnam). Flu spanyol yang penyebaran bahkan semakin parah. Rumah Sakit
di Indonesia dikenal juga sebagai “Penjakit Aneh”, kebanjiran pasien, para dokter sangat kebingungan
“Penjakit Rahasia”, atau “Pilek Spanje” awalnya mendapatkan terapi terhadap pasien melainkan han-
masuk melalui kuli kontrak Singapura yang datang ya mengandalkan pil kina serta aspirin sebagai obat-
dan bekerja ke Sumatera Utara pada bulan Juni nya. Banyak pabrik yang harus tutup karena sebagian
1918. Penelitian lain melaporkan bahwa kapal pen- besar karyawannya terserang. Bahkan di Surabaya,
umpang Maetsuycker, Singkarah, dan mayat dibaringkan di jalan menanti giliran dikubur-
yang datang dari Singapura dan Malaysia kemu- kan. Pada saat itu, hingga 5% masyarakat Surabaya
dian membawa beberapa penumpang positif ter- terserang wabah ini. Pemerintah Hindia belanda
jangkit virus tersebut, hingga kelompok inilah yang menganjurkan untuk dilakukan vaksinasi cholera
secara besar-besaran. Jelas saja antisipasi ini tidak
memberikan dampak apapun bagi pengurangan ka-
Meskipun saat itu hubungan tranportasi sus, bahkan gejolak di masyarakat semakin menjadi-
umumnya mengunakan kapal laut, namun hanya jadi, harga peti mati menjulang, biaya berobat tinggi,
dalam waktu 1 bulan wabah ini telah menyerang ekonomi melemah, kerawanan sosial merajalela.
banyak populasi di Belitung, Batavia (Jakarta)


MEI 2020 PABOI 7

EDITORIAL


- Flu Spanyol di seluruh dunia selama 2 tahun
tal diantara lapisan masyarakat akibat frustasi dan (1998-1920) membunuh hampir 25 juta jiwa
saling menyalahkan. Kondisi seperti ini terus ber- dengan angka kematian 10% dari total kasus.
langsung hampir 2 tahun hingga akhirnya pemer-
intah Hindia Belanda menyadari kekeliruannya Belajar dari deja vu 100 tahun yang lalu, mu-
dan menerbitkan buku tentang pedoman hidup dah-mudahan Indonesia tidak menganggap remeh
sehat dan melakukan isolasi kepada masyarakat pandemi yang terjadi kali ini. Sebagai elemen kese-
untuk mengatasi pandemi tersebut. Setelah itu hatan, setiap dokter, apapun keahliannya diharapkan
jumlah kasus pun sudah jauh menurun, dan ka- ikut memainkan peran paling tidak dalam mengedu-
jian ahli menyebutkan bahwa jika kondisi herd kasi masyarakat kita yang hari ini kurang disiplin
immunity sudah tercapai di masyarakat, maka mengikuti instruksi dari pemerintah. Mari kuatkan
n e d n e s n a g n i r i d u j a y m k r e b n a k a s u s a k h a l n a r u . g barisan kita dan selamatkan Indonesia dari corona!
ditulis oleh Dr. dr. Safrizal Rahman, MKes, SpOT























































“Sebagai elemen kesehatan, setiap dokter, apapun keahliannya
diharapkan ikut memainkan peran paling tidak dalam
mengedukasi masyarakat kita yang hari ini kurang disiplin
mengikuti instruksi dari pemerintah.”





MEI 2020 PABOI 8

ortho profile




“Seorang Guru dan Orang tua yang membimbing saya dengan
nilai-nilai terbaik dalam hidup ini”


B a r e w i b i r a d l a m n i b n e d n a g u t a s h a l a s n a g
Guru besar ilmu bedah di FK Universitas Airlangga
(Prof. Dr. Med Puruhito, Sp.B (K) TKV) pada saat
mengemban pendidikan dokter pertama kali, di-
mana gurunya memberikan kepercayaan kepadanya
untuk menjawab pertanyaan PPDA Bedah perihal
kasus anuerysma aorta pada pasien umur 65 tahun
menginspirasinya untuk menjadi dokter bedah, ke-
mudian pengalaman ditugaskan di Brigade Siaga
Bencana (BSB) DEPKES yang berkedudukan di
RSCM bersama Prof. Aryono D Pusponegoro dan
Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, SpB. SpOT (K) serta
bencana BAM Iran bersama dr. Joserizal Jurnalis,
SpOT semakin membulatkan tekadnya untuk men-
gambil spesialis orthopaedi, kenang dr. Adib Khu-
maidi, SpOT .


Adib, begitu ia biasa disapa, menyelesaikan
pendidikan spesialis orthopaedi di FKUI tahun
2011. Ia menceritakan pengalamannnya yang pal-
ing berkesan selama menjadi orthoped, “Kepuasan
batin dan rasa syukur kepada Allah dalam men-
jalankan tugas sebagai orthoped sangat terasa disaat
pasien menyampaikan kebahagiaan setelah dilaku-
kan tindakan operasi, yang sebelumnya tidak bisa
nekuk akhirnya bisa nekuk siku atau lututnya, yang
sebelumnya tidak bisa jalan akhirnya bisa jalan
terutama pada kasus-kasus neglected korban dukun
patah tulang. Dari situ kemudian muncul doadoa
dari pasien untuk kita yang merupakan hal paling
berharga buat kita,” pungkasnya.


Pria kelahiran Lamongan, 28 Juni 1974 ini
merupakan anak ke 7 dari 8 bersaudara, memiliki
kemampuan organisatoris yang mumpuni semenjak
di bangku SMP hingga saat ini, keaktifan beror-
ganisasi pada masa kuliah mengantarnya ke PTT
di Jakarta dibawah DEPKES, saat itu yaitu “BRI-
GADE SIAGA BENCANA (BSB)” pertama tahun
2001. - dr. Adib Khumaidi, SpOT
gulangan bencana nasional dan internasional mem- (SEKJEN PABOI)
buat Adib bersama para senior dan gurugurunya
termasuk Prof. dr. Aryono D. Pusponegoro, Sp.B,
KBD untuk membuat Perhimpunan Dokter Emer-
gensi Indonesia (PDEI) pada tahun 2002, -


MEI 2020 PABOI 9

ortho profile



yang kemudian diresmikan IDI pada tahun 2003, menjadikan PABOI lebih baik lagi “secara organ-
berawal dari sana dan dianggap memiliki banyak isasi PABOI sudah menunjukkan profesionalisme
pengalaman dalam penanggulangan bencana , saat dan modernisasi dalam pengelolaan organisasi,”
itu oleh Ketua Umum PB IDI (Prof. Dr. dr. H. Farid S a t a k n e J s i r a t e r k e P l a r e d P P A B O m i n i I . n a k s a l e j n e
Anfasa Moeloek, Sp.OG) diberikan amanah sebagai
Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penang- Dimasa yang akan datang Adib pun meng-
gulangan Bencana. Sejak saat itu Adib diberikan utarakan harapannya agar PABOI menjadi organ-
amanah di beberapa periode kepengurusan lainnya isasi yang lebih berkembang nantinya, “PABOI
dengan mengemban beberapa jabatan di PB IDI, harus dapat memerankan peran 3E yaitu: Energiz-
yang terkahir pada saat Muktamar IDI tahun 2018 ing the profession, Empowering the community
di Samarinda Adib terpilih dan mendapat ama- dan Educate the government. 3 E ini diterjemahkan
nah sebagai President Elect PB IDI untuk periode dalam setiap program- program kerja organisasi”
2021-2024. Menjalani kesehariannya yang begitu dan “semakin memodernisasi organisasi di era digi-
padat dalam dunia profesi dan organisasi, menu- tal saat ini menjadi sebuah keharusan,” pungkasnya
rutnya membagi waktu dan pikiran merupakan hal . Dalam menghadapi pandemic covid-19 yang saat
yang sangat penting, “disinilah yang diperlukan ini sedang terjadi di Indonesia, menurutnya peran
serta PABOI saat ini bisa terlihat dalam memberi-
semua pencapaiannya ini Adib menjelaskan prinsip kan support APD kepada teman-teman sejawat
hidupnya adalah mengalir seperti air, “Tak peduli lain yang saat ini membutuhkan, dokter spesialis
seberapa jauh jaraknya dari muara, air pasti akan orthopaedi sudah banyak juga terlibat dalam pen-
tiba di sana. gelolaan manajemen UGD dan emergensi di dalam
penanganan Pandemi Covid ini. menurutnya peran
Dengan kita meniru air yang mengalir, kita mempu-
nyai visi kehidupan. Hal utama yang patut ditelada- serta PABOI saat ini bisa terlihat dalam memberi-
kan support APD kepada teman-teman sejawat
ni dari perjalanan air menuju muara adalah sikapnya lain yang saat ini membutuhkan, dokter spesialis
yang konsisten. Patut diingat, hal terpenting bu-
kanlah waktu tempuh yang akan dilalui, hambatan orthopaedi sudah banyak juga terlibat dalam pen-
gelolaan manajemen UGD dan emergensi di dalam
yang dihadapi tapi seberapa besar keyakinan untuk
menuju muara atau visi atau impian yang akan kita penanganan Pandemi Covid ini. Adib juga meny-
elipkan beberapa pesan bagi para sejawat orthoped
gapai. Tapi jangan juga mencoba melawan air yang dalam menghadapi pandemic ini, “Mengikuti him-
arusnya kuat dan deras ataupun melawan pusaran
air.” ingatnya akan falsafah guru-guru Adib. Rasa bauan pemerintah terkait dengan social distancing,
menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, menge-
syukur pun selalu diterapkan dalam kehidupannya
sehari–hari sesuai dengan pesan Ayahanda yang se- lola pelayanan baik itu rawat jalan maupun operasi
yang sifatnya emergensi saja, memprioritaskan kes-
lalu diingatnya,
elamatan diri dengan APD yang standar, senantiasa
update perkembangan Covid 19 di Indonesia, tetap
“hidup ini hanya untuk mencari ridlo Al-
lah SWT. Beliau selalu bilang kamu ber- kompak dan solid serta bekerjasama dengan teman
syukur diberikan karunia sebagai dokter sejawat lain di institusi pelayanan kesehatan tem-
oleh karena hanya profesi dokter yang pat bekerja terutama dalam penanganan Covid 19,
mempunyai amalan 2 yaitu amalan dunia berdoa bersama untuk kesehatan kita para dokter
sehingga kita dikaruniai rizki dari profesi dalam peperangan melawan Covid 19 ini di Indo-
dokter dan amalan akhirat dimana kita se-
lalu didoakan dan mendapat berkah dari nesia!” ingatnya lagi.
pasien2 yang mendapatkan kesembuhan
dari Allah SWT melalui perantara kita.” Diantara kepadatan aktivitasnya , apa yang men-
jadi hiburannya dikala senggang? ”Memanfaatkan
Menanggapi pekembangan PABOI saat ini, Adib waktu libur bersama keluarga , apakah itu makan
yang juga sudah memberikan banyak kontribusi bareng , ke toko buku , masak bersama di rumah
pada organisasi profesinya semenjak residen / dan kadang2 pergi ke luar kota ( travelling ),” ung-
?
peserta didik PPDS sangat mengapresiasi tingkat kapnya mengakhiri wawancara .
kepedulian anggota PABOI yang semakin tinggi dan Ditulis oleh Tika

MEI 2020 PABOI 10

ortho sains





rekonstruksi biologis defek tulang

dengan menggunakan recycle bone

pada tumor ganas tulang primer



Tumor ganas tulang primer memiliki in-
sidensi yang rendah, sekitar 3-5 % dari tumor ganas
pada anak-anak dan 1% dari seluruh tumor ganas1. - dr. M. Hardian Basuki, SpOT(K) -
Tumor ini memiliki distribusi usia bimodal. Puncak
pertama pada dekade 2 dan puncak kedua pada usai namun memiliki keterbatasan pada defek osteoar-
diatas 60 tahun2. Angka harapan hidup bisa menca- tikular, morbiditas yang tinggi pada daerah donor,
pai 67,9% namun sekarang dengan perkembangan kekuatan yang lebih kecil dibandingkan tulang
modalitas pemeriksaan, regimen kemoterapi dan yang asli, fatique fracture, penundaan weight-bear-
k e t e p k i n m t a p a d , n a h a d e b m n i n e g a s t a k m 8 i a p % . ing yang lama dan membutuhkan keahlian bedah
Selain itu morbiditas yang ditimbulkan cukup berat mikro . Rekonstruksi dengan allograft yang masif
9, 10
karena mengenai alat gerak dan 2-25%, diantaranya dapat menjadi pilihan walaupun ada kemungkinan
menyebabkan fraktur3. Hal ini menyebabkan nyeri rejeksi host dan non union, namun ketersediaannya
hebat dan penurunan kualitas hidup penderita. yang sulit karena membutuhkan fasilitas bank jarin-
gan untuk mengolahnya. 11
Modalitas terapi meliputi kemoterapi neo
adjuvan, pembedahan dan kemoterapi adjuvan. Teknik recycle bone merupakan rekonstruk-
Setelah dilakukan staging, kemoterapi neoadjuvan si dengan cara reimplantasi tumor yang direseksi
segera diberikan dengan tujuan menginduksi nek- setelah mendapatkan perlakuan khusus seperti pas-
rosis dari tumor dan mengontrol metastasis mikro. teurisasi, krio dengan nitrogen cair, pemanasan den-
Staging ulang perlu dilakukan sebelum pembeda- gan autoclave, dan iradiasi ekstrakorporal. Tumor
han untuk menentukan teknik pembedahan yang tulang yang dapat dilakukan re implantasi setelah
akan dipilih. Prinsip pembedahan pada tumor ga- di recycle umumnya yang tipe osteoblastik. Tu-
nas tulang primer adalah mencapai surgical margin mor direseksi dengan margin yang adekuat kemu-
yang aman dan mempertahankan fungsi alat gerak. dian dilakukan kuretase dan reshaping tumor untuk
Reseksi tumor harus dilakukan dengan luas atau membuang sebanyak mungkin sel tumor yang ada.
radikal sehingga akan meninggalkan defek tulang Sisa tulang kemudian dilakukan sterilisasi dengan
yang besar bahkan pada sendi. 4 beberapa teknik di atas.


Rekonstruksi defek tulang dapat dilakukan Pasteurisasi dilakukan dengan cara mem-
dengan beberapa teknik, biologis dan non biologis. anaskan tulang di dalam larutan NaCl 0,9% steril
Rekonstruksi non biologis, dengan menggunakan dengan suhu 60 - 650celcius selama 30 - 45 me-
12, 13
endoprosthesis, memberikan hasil fungsional yang nit menggunakan ultrasonic water bath shaker .
baik dengan MSTS skor 65,83-73,13%, namun me- Teknik krio dengan cara merendam penuh tulang
miliki risiko komplikasi loosening (8,8%), kegaga- di dalam nitrogen cair selama 20 menit, kemudian
lan mekanik implant (5-16%), dislokasi implant (5- tulang di thawing di suhu ruangan selama 15 menit
14
8%) dan infeksi (8,5-16,8%). 5,6,7,8 dan di dalam NaCl 0,9% selama 10 menit . Den-
gan teknik autoclave, tulang dipanaskan di dalam
Rekonstruksi biologis memiliki banyak autoclave dengan suhu 130 derajat Celcius selama
pilihan tergantung kebutuhan dan ketersedian. Free 8 - 20 menit . Teknik lain dengan menggunakan
15, 16
vasculrized autograft memiliki hasil fungsional extracorporeal irradiation (ECI) dengan dosis tung-
yang baik dengan tingkat union yang sangat tinggi gal 50 Gy. 17
?
dan rejeksi host yang minimal,


MEI 2020 PABOI 11 ??

ortho sains

















































Keterangan Gambar : A,B,C: Imaging pre op; D: Pre reseksi; E: Tumor post reseksi intercalari; F:
Diseksi tumor dari tulang; G: Proses krio dengan nitrogen cair selama 20 menit; H: Thawing tulang
post krio di suhu ruangan 15 menit dan NaCl 0,9% selama 10 menit; I: Reimplantasi tulang dan ORIF;
J: Xray post op; K: Xray follow up 6 bulan, terbentuk kalus




















Oleh: dr. Lia Marliana, SpOT










??



MEI 2020 PABOI 12

ortho sains






























S











Keterangan Gambar:
A: Xray pre op; B: Reseksi tumor osteoartikular; C : Tumor post reseksi; D, E, F: Diseksi tumor dari
tulang dan drilling preparasi pre pasteurisasi; G: Proses pasteurisasi selama 45 menit dengan suhu
700C; H; Alat pasteurisasi water bath ultrasonic seaker ; I: Tulang post pasteurisasi; J: Reimplantasi







Recycle bone menggunakan autoclave mem- Teknik krio adalah yang paling mudah dan
beri hasil yang paling buruk diantara lainnya dengan murah karena tidak mebutuhkan perlatan khu-
rerata MSTS skor 22 . Teknik pasteurisasi tetap mem- sus, hanya membutuhkan nitrogen cair yang ham-
15
pertahankan osteocyte dan bone marrow cellularity pir tersedia di seluruh rumah sakit. Komplikasi
sehingga memberikan hasil yang cukup baik dengan yang timbul pada recycle bone adalah infeksi, non
MSTS skor 74,3-81,8% . Liquid nitrogen dilapor- union, fraktur, dan kekambuhan dari tumor .
13, 17
12, 15, 18
kan memberikan hasil yang baik dengan MSTS skor
14, 19
rerata 75% - 90,2% . Sedangkan recycle dengan Pemilihan jenis rekonstruksi yang tepat
menggunakan teknik ECI memberikan hasil MSTS dapat memberikan hasil yang optimal. Pendeka-
18, 20
skor 72,3-78,8% . tan multidisiplin dan ketersedianan fasilitas ser-
ta kondisi tumor menjadi faktor penting dalam
Selain itu, ECI membutuhkan fasilitas radion- pemilihan jenis rekonstruksi, sehingga san-
uklir yang jumlahnya sangat terbatas, hanya terdapat gat disarankan dikerjakan di pusat penangan-
di Jakarta dan Bandung, dan membutuhkan waktu a u t n m n a l u t r o g n e d s a t i l i s a f n a g n a y g m e m . i a d a
yang lama karena tumor harus ditransportasi keluar
rumah sakit menuju fasilitas radionuklir BATAN.
Pasteurisasi membutuhkan alat khusus yaitu wa-
ter bath ultrasonic seaker yang tidak dimiliki semua
rumah sakit.


MEI 2020 PABOI 13

ortho story






Goresan Cerita Covid -19

Melawan

































Prof. DR. dr. Idrus Paturusi, SpOT(K)




S uatu anugrah yang luar biasa dari Allah SWT, masih diberi kesembuhan

setelah terdiagnosis COVID-19 yang ganas ini. Mengingat saya meru-
pakan golongan resiko tinggi yang prognosisnya bisa menjadi buruk.

Tapi berkat Rahmat yang diberikan oleh Allah SWT, dukungan keluarga,
doa dari kerabat dan seluruh orang yang menyayangi dan mencintai, sehingga bisa
melewati proses penanganan COVID-19 yang ketat di rumah sakit UNHAS. Dan
alhamdulillah bisa sembuh untuk berbagi pengalaman dengan kita semua.


Berawal kasus di Makassar pada bulan maret, terdeteksi 2 orang dengan
positif COVID-19 yang kemudan melonjak dengan cepat dalam beberapa hari,
padahal hasil swab ini diperiksa di Jakarta. Kemungkinan besar kasus ini lebih
banyak jika alat deteksi PCR ada di Makassar, karena saat itu banyak masyarakat
u l e b m u l e b n a d , r a d a s m m n e n i g h a d n i c n a t s i d l a i c o s n a k . g O n a n e r a k h e l u a y u t n k
mempercepat deteksi serta penanganan COVID-19, maka kami Bersama-sama,
Prof. DR. Irawan Yusuf, PhD dan Prof. DR. Muh. Nasrum Massi PhD, didukung
oleh Pemprov Sulawesi Selatan, akhirnya berhasil mengadakan pemeriksaan ber-
basis PCR (Polymerase Chain Reaction) di RSUP Universitas Hasanuddin.


Mesin PCR ini pertama kali beroperasi tanggal 24 Maret 2020. Dan saya orang
yang pertama mencoba pemeriksaan PCR ini. Ironisnya hasil swab menunjuk-
kan positif, walaupun tidak merasakan ada gejala. Hasil ini sempat membuat saya
goyah, karena disaat lagi aktif-aktifnya berkoordinasi percepatan penanganan CO-
VID-19, malah menjadi korban.

MEI 2020 PABOI 14

ortho story





“Selain mengkonsumsi obat untuk meningkatkan imunitas tubuh, saya juga menggu-
nakan minyak kayu putih yang diteteskan 2-3 tetes ke tissue. Kemudian diletakkan di ba-
gian dalam masker menempel ke hidung.” ?

Prof. DR. dr. Idrus Paturusi, SpOT(K)
- Prof. Dr. dr. Idrus Paturusi, Sp.OT(K) -

tinggi berguna untuk untuk menunjang aktivitas sistem
imun serta mempercepat re-epitelisasi saluran nafas.


Kandungan polisakarida Ganoderma lucidum
(GL-PS) dan Ganoderma lucidum immunomodulat-
ing substance (GLIS) telah diketahui menunjukkan


efek imunostimulasi. Kandungan proteoglikan Gano-
derma lucidum (GLPG) juga menunjukkan aktivi-
tas antiviral yang saya manfaatkan untuk melawan
virus ini. Sedangkan Transfer factor mengandung
dialyzable leukocyte extract yang bersifat sebagai
imunomodulator terhadap berbagai spektrum pe-
nyakit mulai dari infeksi sampai penyakit autoimun.

Dengan membesarkan hati untuk bisa me- Selain mengkonsumsi obat untuk menin-
nerima kenyataan ini, memutuskan isolasi di rumah gkatkan imunitas tubuh, saya juga menggunakan
sakit dengan tujuan menghindari penyebaran virus. minyak kayu putih yang diteteskan 2-3 tetes ke tis-
Dan meminta untuk mengumumkan hasil positif CO- sue. Kemudian diletakkan di bagian dalam masker
VID-19 ini sehingga orang yang pernah kontak, bisa menempel ke hidung. Hal ini terinspirasi karena
segera memeriksakan diri untuk memutus mata rantai. sewaktu kecil ketika pilek atau badan tidak enak,
orang tua sering menggosokkan minyak kayu putih
Beberapa hari saat dalam perawatan barulah dan membuat pernafasan lega, menjadi lebih segar.



Ternyata banyak jurnal yang membahas ten-
tang manfaat minyak kayu putih ini. Selain mempunyai
efek sebagai antibakteri, anti jamur, juga bisa mengi-
naktivasi airborne virus. Tripene-4-ol dalam minyak
yang diberi secara sistemik, dan antibiotik diberikan
untuk mencegah pneumonia sekunder akibat bakteri.
eucalyptusnya berfungsi sebagai ekspektoran, mu-
kolitik dan decongestan. Sebelum menggunakan saya
Selama di ruang isolasi rumah sakit UNHAS, selalu diskusikan dengan sejawat yang merawat. Al-
saya banyak membaca jurnal-jurnal yang berhubun- hamdulillah selama menghirup minyak kayu putih ini
gan dengan covid-19 ,dan memahami kembali konsep 2-3 kali sehari, pernafasan menjadi lebih lega dan segar.
dasar imunologi virus, maka untuk sembuh daya tah-
an tubuh penderita secara umum harus ditingkatkan. Sebagai akademisi hal ini masih perlu
Analoginya, imun dan virus seperti satpam dan mal- kita teliti lebih lanjut, walaupun minyak kayu pu-
ing, dimana bila satpam kuat maka maling gampang tih merupakan herbal tradisional yang sudah se-
untuk ditangkap. Sebaliknya bila lemah maka si mal- jak lama digunakan dan banyak yang mera-
ing akan merajalela. Untuk meningkatkan imunitas tu- sakan khasiatnya, ini perlu kita buktikan secara
buh, saya mengkonsumsi vitamin C dosis 1000 mg per tertulis dengan menggunakana metode penelitian
hari, suplemen PsP berisi ekstrak polisakarida jamur yang tepat. Mudah-mudahan bermanfaat bagi ke-
LingZhi (Ganoderma lucidum) 3x sehari serta suple- lompok ODP dan PDP yang bergejala ringan.
men 4Life Transfer Factor 2x sehari. Vitamin C dosis-

MEI 2020 PABOI 15

??
?

ortho story

Jadi pengalaman menggunakan kombi- Jangan lupa untuk memberikan support ke-
nasi terapi di atas, sebagai pasien dengan resiko pada para penderita COVID-19, karena saat ini stig-
tinggi, alhamdullilah tidak ada gejala yang berat ma yang diberikan ke mereka untuk dijauhi, proses
apalagi sampai gangguan pernafasan. Saya tetap pengobatan yang harus mereka jalani, membuat
produktif dan aktif berkomunikasi telewicara ke- mereka jadi depresi sehingga bisa membuat daya
pada semua orang. Pada perawatan hari ke-sepu- tahan tubuh dan kondisi kesehatan mereka makin
luh, sesuai SOP (Standard Operating Procedure) menurun. Support yang diberikan istri saya Dra.
setelah hasil swab ulang menunjukkan negatif dua A. Rushanty A. Beso, yang menemani selama per-
kali berturut-turut saya diijinkan untuk rawat jalan. awatan isolasi RS UNHAS, merupakan salah satu
faktor yang mempercepat kesembuhan dan berse-
Anjuran pemerintah untuk menjaga jarak mangat melewati cobaan ini. Segala usaha ini bisa
(physical distancing), menjaga kebersihan tan- berjalan, dibarengi dengan zikir dan Doa, inshaa Al-
gan, meningkatkan daya tahan tubuh dengan istira- lah di jabah oleh Yang Maha Kuasa. Mari kita ber-
hat dan makanan bergizi adalah kunci yang seder- doa agar kiranya diberi kekuatan dan kesehatan se-
hana namun krusial dalam menghadapi pandemi hingga bisa melalui pandemi COVID-19 ini. Amiin
ini. Tenaga kesehatan di satu sisi menjadi teladan
bagi masyarakat untuk menjalankannya, di sisi lain
selalu siap sedia melayani masyarakat yang ter-
dampak. Sehingga kita harus selalu memberi sup- Diwawancara & ditulis by:
port kepada seluruh teman sejawat, paramedis, re-
lawan yang masih bekerja menangani COVID-19. Dr.dr. Muh. Sakti SpOT (K)& dr. Astrawinata Guatama























































MEI 2020 PABOI 16

??


ortho NEWS





































“Berguru Pada Covid-19”






-Nezar Patria, Wartawan, Pemimpin Redaksi The Jakarta Post-





M ustahil kita berbicara soal kesehatan hari-hari ini tanpa menyinggung pan-

demi Covid-19. Wabah ini adalah alat penguji paling sahih untuk berbagai
macam hal. Dengan sekitar 3 juta lebih penduduk sekujur bumi terjangkit
dan angka kematian global melewati 200 ribu jiwa per awal Mei 2020, wabah ini


1918, dan merenggut hampir 100 juta jiwa penduduk bumi.


Wabah itu seperti sedang menguji peradaban moderen manusia. Sejak rev-
olusi industri tiga abad lalu, manusia mencatat banyak kemenangan dalam sains
dan kedokteran, dan itu membuat rasa percaya diri luar biasa pada homo sapiens
ini. Misalnya, pada saat antibiotik ditemukan, manusia merasa bahwa harapan hid-
up bisa lebih panjang karena angka kematian akibat infeksi bisa ditekan.

Banyak pengamat lingkungan mengatakan bahwa harapan hidup manusia
yang panjang itu tak semuanya memberi berkah. Manusia ternyata lebih agresif
mengekploitasi alam dan hidup dengan cara lebih serakah. Akibatnya keseimban-
gan alam terganggu, dan dunia menghadapi perubahan iklim yang ekstrim yang
dampaknya sangat fatal berupa penyakit dan juga krisis pangan.








MEI 2020 PABOI 17

S


Ortho News

Dibanding dengan Singapura dan Malaysia, kita bah-
kan belum bisa menyodorkan pelayanan kesehatan
kita sebagai paket medical tourism, misalnya. Per-
baikan di sektor ini patut dilakukan segera, agar citra
pelayanan medis kita bisa bersaing di tingkat regional
Asia Tenggara.


Pelayanan itu terkait dengan teknologi kedok-
teran, sebagai sebuah investasi yang mahal. Kita tahu
banyak pasien yang secara ekonomi mampu lebih
memilih berobat ke negeri tetangga. Alasan mereka
Sejak muncul di Wuhan, China, pada awal ta- cukup masuk akal, di negeri tetangga berobatr jauh
hun ini, selama hampir setengah tahun dunia dibung- lebih nyaman, dan teknologinya lebih maju. Teknolo-
kus oleh kecemasan yang akut. Vaksin untuk men- gi kedokteran ini menjadi titik lemah banyak rumah
gatasi wabah ini belum ditemukan, dan itu membuat sakit kita. Meskipun para dokter Indonesia tak kalah
kengerian makin mencekam. Kota-kota besar di dunia hebat dalam soal pengalaman klinis, bahkan lebih
lumpuh. New York yang sibuk kini mirip seperti kota mahir menangani pasien, tapi sistem pelayanan be-
hantu. London senyap, dan bahkan Mekkah ditutup lum begitu memuaskan. Para pasien harus berjuang
bagi jamaah haji. Juga Roma, para peziarah dilarang keras dengan sistem BPJS, sementara dokter seperti
berkunjung ke sana. Nyaris semua kota besar di lima diperas tenaganya tanpa reward yang sepadan.
benua menyerukan warganya tinggal di rumah, agar
virus tak cepat menyebar, dan mereka yang sakit bisa Kedua, soal teknologi kedokteran. Keung-
ditangani oleh rumah sakit. gulan di negeri tetangga adalah peralatan teknologi
medis mereka jauh lebih baik. Alat bantu medis ini
Penanganan rumah sakit ini menjadi kata kun- sangat berpengaruh, selain untuk membantu diag-
ci, sekaligus batu uji tentang kekuatan infrastruktur nosa, juga dalam menunjang tindakan bedah yang
kesehatan suatu negara. China, sebagai negara per- rumit. Penggunaan sistem bedah robotik, kecerdasan
tama terkena wabah, mengambil langkah tegas dan buatan, dan bahkan bedah jarak jauh, adalah hal yang
kelak kita akui sebagai tepat. Kota Wuhan ditutup mesti kita kejar.
total, rumah sakit darurat didirikan, dan dokter dari
sekujur China dikerahkan untuk berjuang mengatasi Tentu saja, penguasaan teknologi itu terkait
wabah. Kita melihat kombinasi antara kebijakan te- dengan isu ketiga, yaitu peningkatan kompetensi
gas, dan kemampuan teknologi medis, serta pengera- tenaga kedokteran. Sistem pendidikan kedokteran
han sumber daya profesional, bisa mengendalikan kita harus mampu menciptakan dokter dengan keahl-
situasi krisis. ian standar dunia. Undang-undang pendidikan ke-
dokteran yang lebih adaptif dengan standar global ini
Melalui pandemi wabah ini, kita bisa belajar kabarnya sedang digodok oleh parlemen, dan semoga
dari China dalam banyak hal, meskipun negeri itu aturan itu bisa menjadi dasar bagi kebijakan tepat
sudah berjalan jauh melampui apa yang kita capai. dalam mengangkat kemampuan para calon dokter
Wabah ini mengajarkan kita, bahwa banyak masalah kita.
harus dibenahi dalam soal sistem kesehatan nasional.
Setidaknya, ada tiga perkara penting untuk dilihat se- Pandemi ini telah memberikan pelajaran pent-
cara strategis. Pertama, sistem pelayanan kesehatan. ing bagi kita semua. Kita cukup cemas dengan angka
Kedua, soal teknologi kedokteran, dan ketiga pening- kematian akibat Covid-19 adalah yang tertinggi di
katan sumber daya tenaga kedokteran. Asia Tenggara. Benar bahwa kita tak sendirian, bah-
kan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa kelim-
Pertama, sistem pelayanan kesehatan kita, pungan dengan korban yang jauh lebih banyak. Teta-
meskipun sudah tampak lebih baik ketimbang dua pi kita semua sadar bahwa ada hal-hal fundamental
dekade lalu, namun masih problematis. Kemampuan yang harus kita benahi, dan Covid-19 secara tak lang-
pelayanan dengan standar yang tinggi belum lagi sung telah menjadi guru yang baik buat kita semua.
merata.

MEI 2020 PABOI 18

h
















dr. M. Hardian Basuki, SpOT(K)

Ortho News

Ortho News













dr. Ricky E.P. Hutapea, SpOT(K)

Ortho News







































































Syaeful Mukarom, 13 April 2020

Ortho News

Ortho Comic







Kreator : dr. Noha R. Soekarno, SpOT(K)

Ortho News











dr. Noha R. Soekarno, SpOT(K)





terpaksa harus dirumahkan, dan me-
lakukan Work from Home (WFH). Termasuk

Ortho News

Ortho News








Dalam 1 tahun terakhir, PABOI berduka karena kehilangan 7 anggotanya,





































































Ditulis oleh dr. Isa An Nagib, SpOT(K)

Ortho Peduli

Ortho News













































Ortho News


Click to View FlipBook Version