The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kania Ayu, 2020-10-29 10:17:19

CollaborationProject_BukuMaulidSMA_Kelas 10 IPA_Kelompok 2

Buku Maulid Nabi SMA kelas 10 IPA kelompok 2

BUKU MAULID NABI

K E LO MP O K 2

‫اَﻟ ﱠﺳ َﻼ ُم َﻋ َﻠ ْﯾ ُﻛ ْم َو َر ْﺣ َﻣ ُﺔ ِﷲ َو َﺑ َر َﻛﺎ ُﺗ ُﮫ‬

teruntuk baginda Nabi

Muhammad SAW memang sungguh mulia, agung, dan terpuji. Kemuliaan
akhlaknya digambarkan dalam Al-quran sebagai akhlak yang mulia (wa innaka
la'ala khuluqin adhim, Sesungguhnya engkau Muhammad mempunyai akhlak
yang mulia).

Bahkan, ketika Aisyah RA ditanya seorang sahabat tentang akhlak Rasulullah
SAW, Dia mengatakan, akhlak Rasulullah adalah Alquran, artinya senantiasa
berpedoman pada apa yang di perintahkan Alquran.

Rasulullah SAW juga merupakan pribadi yang santun dan pemaaf. Beliau tidak
membalas orang-orang yang dahulu mencaci maki (mencela) dirinya.

Kisah Rasulullah Sang Panglima Perang Yang Bersahaja Dan
Pemimpin Yang Luar Biasa Serta Implementasinya Oleh Generasi Z

Nabi Muhammad sebagai seorang pemimpin dunia yang besar, sifat utamanya dimiliki sejak masih dalam
kandungan ibunya. Allah memberikan karunia khusus kepadanya dengan kepemimpinan yang meliputi
segala bidang, seperti bidang rohani dan jasmani, mental dan fisik, bidang politik dan ekonomi,
kebudayaan dan sosial serta politik dan ekonomi. Sehingga bukan suatu hal yang biasa, jika Rasulullah
mengetahui tentang strategi perang dan dasar-dasar ilmu kemiliteran.

Naluri kemiliteran telah membawanya ke kedudukan panglima perang yang istimewa, dan sanggup
melaksanakan tugasnya di medan perang dengan hasil yang gemilang. Pada saat perang Badar Qubra,
Rasulullah turun langsung memimpin ke medan perang, sehingga yang tergambar dalam ucapan Ali bin
Abi thalib yaitu “Setelah perang berkecamuk sedahsyat-dahsyatnya, kami mengelilingi dan menjaga
keselamatan Rasul yang telah maju paling dekat dengan musuh.” Sehingga peperangan ini akhirnya
dimenangkan oleh kaum muslimin. Kemenangan ini nyata karena kehendak dukungan serta pertolongan
Allah swt. dari balik ghaib bagi orang-orang muslim, agar mereka tidak terkecoh oleh kehebatan dan
keberanian diri sendiri, sehingga jiwa mereka tidak dalam kesombongan.

Kisah Rasulullah Sang Panglima Perang Yang Bersahaja Dan
Pemimpin Yang Luar Biasa Serta Implementasinya Oleh Generasi Z

Dilihat dari segi kepemimpinan Nabi Muhammad dalam menjalankan tugas “Risalah Akhir”
sebagai rahmatan lil ‘alamin, Rasulullah saw. mendakwahkan risalahnya dengan hikmah
kebijaksanaan dan sabar, karena sabar merupakan salah satu sifat terpenting bagi pemimpin yang
baik. Kepemimpinan Nabi Muhammad juga merupakan kepemimpinan yang agung, yang
berpedoman pada wahyu Ilahi berdasarkan keimanan, keshalihan, dan ilmu pengetahuan yang
tiada tandingannya. Sehingga dalam waktu yang singkat dakwahnya mampu tersebar kesegala
penjuru dunia, sayap Islam telah menaungi Jazirah Arab dan sekitarnya.

Sejarah hidup Rasulullah saw. telah berhasil membangun dunia Islam dengan merubah dunia
kejahiliahan menjadi dunia yang beradab dan cerdas, maka patutlah beliau menjadi suri tauladan
bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini. Kesempurnaan sifat Rasulullah yang tiada
tandingannya, bahkan orang yang keras sekalipun akan berubah menjadi lemah lembut di
hadapan beliau dan mampu menarik perhatian manusia untuk masuk agama Allah secara
berbondong-bondong. Ini hanya sebagian kecil sifat beliau yang disebutkan. Pada hakikatnya
gambaran dan sifat beliau tidak diketahui persis secara detilnya.

Kisah Rasulullah Sang Panglima Perang Yang Bersahaja Dan
Pemimpin Yang Luar Biasa Serta Implementasinya Oleh Generasi Z

Ada dua kelebihan dan keutamaan yang dimiliki Rasul sebagai pemimpin sekaligus panglima
perang yang tidak ada tandingannya, yaitu:

1. Sesungguhnya Rasul adalah seorang jendral yang sangat percaya terhadap diri sendiri.
2. Perjuangannya dipersembahkan untuk membela dakwah islamiyah, serta mengukuhkan

perdamaian, bukan untuk menimbulkan permusuhan apalagi penjajahan.

Nabi Muhammad sangat sukses menjadi panglima perang dengan menjalankan strategi
kepemimpinan, seperti mengutamakan keadilan bagi seluruh prajuritnya, hanya memerangi
musuh-musuh yang jelas hendak memerangi kaum Muslimin, menghimpun potensi khususnya
laki-laki yang secara fisik cukup kuat langsung dikomandoi oleh Rasulullah, memberikan motivasi
mengenai pentingnya kedudukan berjihad, dan menjaga kesolidan pasukan. Beliau berhasil
menjalankan peranannya secara sempurna semasa hidupnya. Sebagai Nabi dan Rasul terbaik dari
nabi-nabi sebelumnya, Nabi Muhammad merupakan seorang Kepala Negara yang patut diteladani
dalam mengayomi masyarakatnya, dan menyatukan umat Islam, orang-orang

Kisah Rasulullah Sang Panglima Perang Yang Bersahaja Dan
Pemimpin Yang Luar Biasa Serta Implementasinya Oleh Generasi Z

Yahudi dan Yahudi dan Nasrani serta orang Arab dari berbagai suku sehingga saling
menghargai satu sama lain. Rasulullah membuat dirinya menjadi contoh bagi para
penguasa dan khalifah dalam mengoreksi para pegawai dan bawahannya, mengenai
sesuatu yang ditugaskan kepadanya. Beliau juga seorang suami yang baik bagi
istri-istrinya dan ayah yang baik bagi anak-anaknya.

2 . Ilmu sebagai amal jariyah

Artinya:
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga
perkara yaitu, sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do'a anak yang
sholeh" (HR. Muslim no. 1631)

3 . Orang berilmu diberi kebaikan di dunia dan di akhirat oleh Allah

Artinya:
"Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka
Allah akan memahamkan dia tentang agama." (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim
No. 1037)

4 . Jangan sombong ketika menuntut ilmu

Artinya:
"Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong" (HR.
Bukhari secara muallaq)

Nasihat Rasulullah

I. Diriwayatkan Imam Bukhari, Nabi SAW mengistilahkan orang-orang seperti itu

sebagai maghbun, yaitu mereka yang sering melupakan atau meremehkan waktu
luang, kesempatan, atau kondisi sehat.

Sabda Rasulullah SAW, "Kondisi sehat dan kesempatan luang adalah dua nikmat
yang Allah SWT berikan kepada manusia, tetapi sering mereka lupakan.”

Ketika sehat, kita sebetulnya ditegur untuk selalu ingat bahwa kesehatan adalah
nikmat luar biasa. Dengan demikian, kita akan selalu menggunakan kesehatan
yang kita miliki untuk makin meningkatkan ketaatan kepada-Nya.

Nasihat Rasulullah

II. Suatu ketika, di majelis Rasulullah SAW ada seorang sahabat yang dilanda

kegelisahan. Hal itu disebabkan oleh hati dan pikirannya selalu memikirkan
Rasulullah SAW. Ia berpikir, bila kematian menjemputnya atau menjemput
Rasulullah SAW, ia tidak akan dapat lagi bertemu dengan orang yang dicintainya.

Lantas sahabat itu pun mengadukan kegundahannya kepada Rasulullah SAW. Ia
berkata, “Wahai Rasulullah, saya mencintaimu lebih dari mencintai nyawa, harta,
dan keluarga saya sendiri. Jika saya berada di rumah maka saya selalu
memikirkanmu. Saya tidak dapat bersabar sehingga saya berjumpa denganmu.”

Mendengar penuturan dari sahabatnya itu, Rasulullah SAW hanya berdiam diri,
tidak menjawab. Tak lama kemudian, datanglah Malaikat Jibril untuk
menyampaikan wahyu kepada beliau.

“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan
bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu:
Nabi-nabi, para shiddiqin ( jujur), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang
saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah
karunia dari Allah dan Allah cukup mengetahui.” (QS an-Nisa [4]: 69-70).

Ketika turun ayat di atas, dengan perasaan gembira Rasulullah SAW memanggil
para sahabat Ansar dan menyampaikan kabar gembira tersebut kepada mereka,
bahwa orang yang mencintai Rasul kelak Allah SWT akan mengumpulkan dan
mempertemukan mereka dengan Rasul.

Kisah di atas memberikan pelajaran kepada kita bahwa orang yang mencintai
Rasulullah SAW akan mengantarkannya dapat berkumpul bersama Rasulullah SAW
di akhirat kelak.

Anggota

- Ariq Mikail Dharmadunya Sirin
- Aurelia Laras Fasyani
- Devin Karoleon
- Ghina Nur Mufidah
- Ikhsan Rmasyah
- Kania Ayu Kusumastuti
- Kayla Rahmania Dhara Ahmad
- Muchammad Fikri Bintang Azkia
- Nadine Felicia Ihsan

‫‪TERIMA KASIH‬‬

‫َو اﻟ ﱠﺳﻼَ ُم َﻋ َﻠ ْﯾ ُﻛ ْم َو َر ْﺣ َﻣ ُﺔ ِﷲ َو َﺑ َر َﻛﺎ ُﺗ ُﮫ‬


Click to View FlipBook Version