The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Ajar Matematika - Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah - Fase B KARTONO

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kartono95, 2023-03-07 23:26:25

MODUL AJAR MATEMATIKA

Modul Ajar Matematika - Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah - Fase B KARTONO

DOKUMEN PERENCANAAN PEMBELAJARAN “MODUL AJAR” MATEMATIKA FASE B – KELAS 4 – SEMESTER I BILANGAN “Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah” Penyusun: KARTONO, S.Pd. SD NEGERI WANGI II


MODUL AJAR (MA) MATEMATIKA Fase / Semester : B / I (Satu) Kelas : 4 (Empat) Elemen : Bilangan Alokasi Waktu : 8 JP (Sesuai Kebutuhan) Tujuan Pembelajaran: B.4. Melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika. Profil Pelajar Pancasila: ● Bernalar Kritis, ● Kreatif, ● Mandiri Eviden (Bukti) Peserta Didik Mencapai Tujuan Pembelajaran: ● Dapat menghitung hasil perkalian dua bilangan melalui pengelompokan benda-benda dengan jumlah yang sama, gambar atau melalui penjumlahan berulang ● Dapat menghitung cepat hasil perkalian dengan satu angka dengan bilangan nol, bilangan 1, dan bilangan satu angka lainnya menggunakan sifat pertukaran perkalian atau pengelompokan/menguraikan perkalian ● Dapat menghitung hasil pembagian dua bilangan melalui melalui pengurangan berulang sampai habis ● Dapat menentukan hasil bagi dua bilangan dari kalimat matematika perkalian ● Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian sampai 100 Langkah-Langkah Pembelajaran: Kegiatan Belajar-1 ● Asesmen Awal: Sebelum belajar, Peserta didik sudah memahami konsep bilangan cacah dari 0 – 500 baik dengan menggunakan benda konkret ataupun menggunakan gambar/simbol, penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah 0 – 500. ● Mengondisikan peserta didik baik fisik maupun mental untuk siap melaksanakan pembelajaran. ● Memberikan stimulus kepada siswa yang berkaitan dengan bilangan cacah. ● Memberikan pertanyaan pemantik agar peserta didik dapat mengetahui atau mempunyai tujuan belajarnya sendiri. (Misal: Apa yang kalian ketahui tentang bilangan? Apakah kalian sudah memahami penjumlahan dan pengurangan bilangan? Kegiatan apa saja yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan?) ● Peserta didik diperlihatkan 2 wadah berisi permen dan manik-manik berwarna (boleh diganti dengan tiruan atau barang bekas atau dari alam). ● Peserta didik melakukan percobaan dengan mengambil beberapa manik-manik berwarna yang dironce menjadi gelang tangan. ● Peserta didik mengenal konsep perkalian dengan kegiatan di bawah ini. Media yang digunakan: - Wadah


2 Merah 3 3 3 Biru 2 Sumber: https://www.google.co.id/sear ch?q=manikmanik+di+dalam+wadahwadah+kecil&tbm=isch&chip - Manik-manik 2 warna atau permen - Tali gelang Langkah Membuat: - Peserta didik mengambil 2 wadah dan diisi dengan manik-manik berbeda warna untuk 2 wadah tersebut. - Peserta didik mengambil sejumlah manik-manik (misal: 3 untuk setiap pengambilan) - Manik-manik tersebut dironce menjadi gelang dengan warna yang selang seling. - Peserta didik menentukan berapa jumlah manik-manik dalam 1 gelang dan menentukan berapa manik-manik untuk sejumlah gelang yang dibuat. ● Peserta didik secara berkelompok mengeluarkan ikatan manik-manik yang berbeda dan menyiapkan di atas mejanya. Satu ikat manik-manik merah ada 3 buah dan satu ikatan manik-manik biru ada 2 buah Ambil Sehingga gelang menjadi : 3 2 3 2 3 2 Jumlah manik-manik dalam gelang yang telah dironce: Merah = 3 + 3 + 3 = 9, yaitu penjumlahan bilangan 3 sebanyak 3 kali, ditulis 3 x 3 = 9 Biru = 2 + 2 + 2 = 6, yaitu penjumlahan bilangan 2 sebanyak 3 kali, ditulis 3 x 2 = 6 Jumlah seluruhnya dalam 1 gelang = ( 3 + 2 ) + ( 3 + 2 ) + ( 3 + 2 ) = 3 x ( 3 + 2 ) = 3 x 5 = 15 Apabila jumlah gelang yang dibuat ada 3 maka terdapat 3 x 15 = 45 manik-manik Yang terdiri dari : merah 3 x 9 = 27 dan biru 3 x 6 = 18 ● Peserta didik mensimulasikan memasukkan benda dengan jumlah yang sama ke beberapa wadah yang diinginkan. Semua manik-manik dironce menjadi gelang sesuai kreativitas masing-masing. Misal: Wadahnya ada 6, masing-masing berisi 10 manik-manik, maka untuk mencari jumlah seluruhnya, 2


peserta didik menambahkan : 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 = 60. ● Peserta didik melanjutkan mempraktikkan seperti contoh dan menuliskannya dalam table. Satu ikat manik-manik merah ada 3 buah, satu ikat manik-manik kuning ada 2 buah, dan satu ikat manik-manik hitam ada 1 buah. Jika akan membuat 3 gelang dengan meronce manik-manik seperti table berikut: NO Warna Jumlah manik-manik dalam satu ikatan Jumlah Seluruh 1 Merah 3 3 + 3 + 3 = 3 x 3 = 9 Kuning 2 2 + 2 + 2 = 3 x 2 = 6 Hitam 1 1 + 1 + 1 = 3 x 1 = 3 Jumlah Seluruhnya Jjumlahkan setiap warna dari 3 gelang, yaitu : Jumlah merah + jumlah kuning + jumlah hitam = 9 + 6 + 3 = 18 Atau jumlah manik-manik setiap gelang adalah 3 + 2 + 1 = 6 sehingga untuk tiga gelang menjadi 3 x 6 = 6 + 6 + 6 = 18 2 Merah … … Biru … … Kuning … … Jumlah Seluruhnya 3 … … … … … … … … … Jumlah Seluruhnya ● Peserta didik dibantu guru untuk membuktikan perkalian 6 x 10 itu berasal dari penjumlahan berulang 10 benda sebanyak 6 kali. ● Peserta didik bernalar kritis dengan menggunakan permen, melakukan hal yang sama dengan jumlah setiap wadah berbeda, dan hal tersebut tidak menghasilkan operasi perkalian. Selanjutnya menyimpulkan yang telah dipraktikkan. Apabila perkalian 1 dengan 4 itu menghasilan 1 x 4 = 4, maka jika bilangan 1 dikalikan dengan angka tertentu akan menjadi : 1 x 4 = 4 maka, 1 x 7 = ….. 3 x 5 = 5 + 5 + 5 = 15 maka 3 x 5 = …..


5 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 15 maka 5 x 3 = ……. 3 x 0 = 0 + 0 + 0 = 0, maka 3 x 0 = ….. dan 0 x 3 = …. Kesimpulan apa yang diperoleh? Berapakah hasil perkalian bilangan dengan bilangan 1? Apa hasil perkalian dua bilangan dengan urutan perkalian ditukar? Berapa hasil perkalian bilangan dengan bilangan 0? ● Peserta didik diperlihatkan gambar wadah berisi manik-manik dengan jumlah yang sama oleh guru. ● Guru mengingatkan kembali tentang penjumlahan secara berulang dapat dituliskan sebagai perkalian. Misal: 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10 = 6 x 10 = 60 ● Peserta didik diberikan gambar lain dengan jumlah wadah yang berbeda dan jumlah benda di setiap wadah berbeda. Secara mandiri peserta didik mengamati gambar yang disajikan oleh guru sampai menemukan konsep perkalian dari penjumlahan berulang. Operasi perkalian atau penggandaan dilambangkan dengan symbol “X” (silang) yang dapat diartikan sebagai penjumlahan berulang. Contoh 1: Pedagang ikan mengisi 4 buah akuarium dengan ikan sebanyak 12 ekor masing-masing. Maka jumlah semua ikan akan dihitung menggunakan perkalian: 4 x 12 = 12 + 12 + 12 + 12 = 48 ekor ikan. Contoh 2: 7 x 9 = 9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 9 = 63 4 x 33 = 33 + 33 + 33 + 33 = 132 5 x 22 = 22 + 22 + 22 + 22 + 22 = 110 ● Peserta didik menghitung dengan cara sendiri dan bernalar kritis. ● Peserta didik secara kreatif diberikan pembuktikan komutatif dari perkalian dengan menggunakan kartu angka yang berbeda: Misal = 5 x 6 itu sama dengan 6 x 5 Benda dalam 5 wadah dimana masing-masing wadah berisi 6 permen, memiliki jumlah yang sama dengan 6 wadah dimana masing-masing wadah berisi 5 permen. ● Peserta didik mengalikan bilangan dengan menghitung jumlah gambar benda yang disajikan oleh guru. Contoh: Jika terdapat 5 gelang yang sama, berapa butir manik-manik yang dibutuhkan untuk mencukupi gelang tersebut? Berapa banyak yang berwarna pink dan berapa banyak yag berwarna emas? ● Peserta didik dengan bernalar kritis menyelesaikan kasus sehari-hari dan menghitung dengan mengalikan


● Peserta didik menghitung hasil perkalian semua bilangan dengan nol dan menyimpulkan hasilnya. ● Peserta didik menghitung hasil perkalian semua bilangan dengan satu dan menyimpulkan hasilnya ● Peserta didik menghitung cepat atau secara mental, perkalian dua bilangan dengan cara mengelompokkan atau menguraikannya (sampai 100) Contoh. 2 × 3 × 5 = 6 × 5 = 30 ● Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian sampai 100 Contoh. Terdapat 5 keranjang. Setiap keranjang diisi 7 mangga. Berapa mangga keseluruhan ? ● Peserta didik mempresentasikan hasil belajarnya hari ini. ● Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang perkalian. ● Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran tentang perkalian bilangan cacah bersama guru. Penilaian Pembelajaran: ● Memahami konsep perkalian, ● Menerapkan konsep perkalian bilangan cacah ● Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan perkalian bilangan cacah 1. Peserta didik diberikan test tertulis untuk mengetahui apakah peserta didik dapat memahami konsep perkalian bilangan cacah melalui meronce manik-manik dengan jumlah yang sama. NO Merah Kuning Biru Jumlah 1 3 3 3 9 2 … … … 12 3 5 … … … 4 … 6 … … 2. Peserta didik diberikan unjuk kinerja dengan praktik, untuk mengetahui ketercapaian keterampilan peserta didik dalam operasi perkalian. Misal: a. Susun manik-manik dengan 3 variasi warna dan masing-masing berjumlah 12 buah. b. Hitung semua jumlahnya c. Tuliskan dalam table. d. Lakukan hal yang sama, apa yang terjadi jika setiap warna ditambah dengan jumlah manik-manik yang sama. e. Lakukan sampai 5 kali percobaan dan tuliskan dalam table. 3. Lembar observasi untuk mengetahui keaktifan peserta didik saat diskusi. Belum Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Keaktifan Belum mampu Cukup mampu Sudah mampu Sangat mampu untuk terlibat untuk terlibat terlibat secara untuk terlibat secara aktif saat secara aktif saat aktif saat diskusi, secara aktif saat diskusi, seperti diskusi, seperti seperti mampu diskusi, seperti menyampaikan ide, menyampaikan menyampaikan aktif mampu bekerja ide, mampu ide, mampu menyampaikan sama dalam bekerja sama bekerja sama ide, sangat memecahkan dalam dalam mampu bekerja masalah, dan memecahkan memecahkan sama dalam mengembangkan masalah, tetapi masalah, dan memecahkan


ide baru dengan pemikiran sendiri. belum dapat mengembangkan ide baru dengan pemikiran sendiri. mengembangkan sedikit ide baru dengan pemikiran sendiri. masalah, dan mengembangkan banyak ide baru dengan pemikiran sendiri. 4. Kuesioner dijawab dengan skala likert untuk mengetahui minat peserta didik dalam perkalian. NO PERNYATAAN YA TIDAK 1 Saya mengerti pembelajaran hari ini. 2 Saya tidak sulit dalam mengerjakan penugasan hari ini. 3 Saya masih perlu dibantu dalam mengerjakan tugas hari ini. 4 Pembelajaran hari ini menyenangkan bagi saya 5 Saya masih perlu waktu untuk belajar lagi mengenai materi hari ini. 5. Melaksanakan tindak lanjut dari hasil asesmen penilaian. Jika peserta didik tidak dapat melakukan perkalian bilangan cacah sampai 1000, maka peserta didik diberikan pelayanan individu. INSTRUMEN PENILAIAN ASESMEN FORMATIF: A. Operasi Bilangan Melalui Perkalian 1. 3 x 15 = ….. + ….. + ….. = ….. 2. 4 x 22 = ….. + ….. + ….. + ….. = ….. 3. 5 x 85 = ….. + ….. + ….. + ….. + ….. = ….. 4. ….. x 7 = 7 + 7 + 7 = ……… 5. 4 x ……. = ….. +........+ …… + …… = 52 B. Penyelesaian Masalah Perkalian 1. Di meja belajar Ana terdapat 1 toples coklat berbentuk bulat-bulat kecil. Coklat itu dibalut dengan bungkus alumunium poil di setiap buahnya. Ana sekali mengambil coklat dari toples sebanyak 2 buah. Setelah melihat bungkusnya Ana menemukan bungkusnya ada 8. Berapa kali Ana mengambil coklat dari toples tersebut? 2. Budi mempunyai sekotak permen dari Ayah. Permen tersebut budi bagikan ke teman-teman di sekolahnya. Teman Budi di sekolah ada 7 siswa, setiap teman mendapat permen masing-masing 7. Berapakah Budi memperoleh permen bagiannya, jika 1 kotak permen tersebut berisi 60 buah? 3. Ibu membeli telur sebanyak 2 kilogram. Setiap 1 kg terdiri dari 16 butir telur. 2 Telur pecah di jalan dan dibuang oleh Ibu. Berapa jumlah seluruh telur yang Ibu beli dan bawa pulang? Rubrik Penilaian:


1. Rubrik Asesmen Awal Asesmen Awal dilakukan untuk melihat kesiapan peserta didik memahami tentang konsep perkalian. Asesmen awal ini dilakukan dengan memberikan prasyarat bahwa sebelum belajar peserta didik sudah memahami konsep bilangan cacah dari 0 – 500 baik dengan menggunakan benda konkret ataupun menggunakan gambar/simbol, penjumlahan bilangan cacah 0 – 500. Rubrik Asesmen Awal: Indikator Tes Diagnostik Perlu Bimbingan Cukup Baik Sangat Baik 1. Mampu memahami bilangan cacah 0 - 500 Belum mampu memahami bilangan cacah 0 - 500 Mampu menyebutkan 2 – 3 nama bilangan tiga angka. Mampu menyebutkan beberapa bilangan 3 angka dengan benar Mampu menyebutkan bilangan 3 angka dengan benar dan cepat. 2. Mampu berhitung dengan menggunakan benda konkret/gambar Belum mampu berhitung dengan menggunakan benda konkret/gambar Mampu menghitung beberapa banyak benda dari kumpulan benda yang bertumpuk. Mampu menghitung banyak benda dari kumpulan benda yang bertumpuk. Mampu menghitung dengan cepat banyak benda dari kumpulan benda yang bertumpuk. 3. Mampu berhitung penjumlahan bilangan cacah 0 - 500 Belum mampu berhitung penjumlahan bilangan cacah 0 - 500 Mampu berhitung penjumlahan 2 dari 5 soal bilangan cacah 0-500 Mampu berhitung penjumlahan 3-4 dari 5 soal bilangan cacah 0-500 Mampu berhitung penjumlahan 5 soal bilangan cacah 0- 500 dengan cepat. 2. Rubrik untuk pembelajaran terdiferensiasi: Indikator Tujuan Pembelajaran Perlu Bimbingan Cukup Baik Sangat Baik 1. Mampu memahami konsep perkalian Belum mampu memahami konsep perkalian berupa penjumlahan berulang. Mampu menguraikan 1 contoh perkalian yang merupakan penjumlahan berulang. Mampu menguraikan 2 – 3 contoh perkalian yang merupakan penjumlahan berulang. Mampu menguraikan 5 contoh perkalian yang merupakan penjumlahan berulang dengan cepat. 2. Mampu menerapkan konsep perkalian bilangan cacah Belum mampu menerapkan konsep perkalian bilangan cacah Mampu menggunakan 1 cara (pendek atau panjang) dalam perkalian. Mampu menggunakan 2 cara (pendek atau panjang) dalam perkalian. Mampu menggunakan 2 cara (pendek atau panjang) dalam perkalian secara cepat. 3. Mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan perkalian bilangan cacah Belum mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan perkalian bilangan cacah Mampu menyelesaikan 1-2 permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan perkalian bilangan cacah dengan bimbingan Mampu menyelesaikan beberapa permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan perkalian bilangan cacah tanpa bimbingan Mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan perkalian bilangan cacah dengan cepat dengan berbagai cara. Remedial: Apabila peserta didik belum mencapai ketuntasan TP perkalian (kategori “perlu bimbingan”), maka diberikan pembelajaran yang sama dengan strategi yang berbeda yaitu “permainan menggunakan benda konkret”, dimana peserta didik menuliskan permasalahan perkalian dan melakukan praktik unjuk kerja seperti melakukan penjumlahan berulang dengan memasukkan benda dalam jumlah yang sama


kemudian dihitung seluruhnya. Pengayaan: Apabila peserta didik sudah mencapai ketuntasan TP dengan kategori “baik” dan “sangat baik” maka diberikan operasi perkalian yang bersusun dengan berbasis HOTS menggunakan media elektronik seperti: permainan tebak hasil perkalian berbasis teknologi menggunakan quizizz, media pembelajaran interaktif dlsb. Misal: Ani dibelikan pensil oleh ayah sebanyak 3 kotak berwarna yang masing-masing kotak berwarna berisi 5 kotak kecil. Setelah dibuka, setiap kotak kecil berisi 1 lusin pensil. Berapa jumlah pensil yang di belikan Ayah? Kegiatan Belajar-2 Langkah-Langkah Pembelajaran: ● Sebelum belajar, Peserta didik sudah memahami konsep bilangan cacah dari 0 – 500 baik dengan menggunakan benda konkret ataupun menggunakan gambar/simbol, penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah 0 – 500. ● Mengondisikan peserta didik baik fisik maupun mental untuk siap melaksanakan pembelajaran. ● Memberikan stimulus kepada siswa yang berkaitan dengan bilangan cacah. ● Peserta didik menggunakan manik-manik secara mandiri menghitung jumlah yang terdapat di wadah. Alat dan Bahan: 1. Manik-manik berbeda warna 2. Wadah plastic kosong beberapa buah. Langkah Kerja: 1. Peserta didik ditutup matanya untuk mengambil manik-manik dari toples. 2. Dengan mata terbuka, manik-manik dimasukkan ke dalam wadah kosong yang ditentukan. Misal: 3 3. Manik-manik yang diambil, dihitung terlebih dahulu sebelum dibagikan dalam beberapa wadah. 4. Setelah dibagikan dalam jumlah yang sama. Apakah ada sisa? 5. Peserta didik menuliskan dan menggambarkan temuan dalam buku. 6. Peserta didik menuliskan dalam table pembagian. 7. Peserta didik menyimpulkan pembagian, jika memiliki sisa hasil bagi nya “0”atau NOL. ● Peserta didik bernalar kritis mengumpulkan jumlah tertentu dari manik-manik yang disebarkan ke setiap wadah sama banyak tanpa bersisa. SISA = ……………………….. SISA = ………………………..


SISA = ……………………….. SISA = ……………………….. ● Peserta didik menuliskan hasil temuan bilangan yang dapat dibagi dalam wadah tanpa sisa ke dalam table. ● Peserta didik secara kreatif mencoba mengambil kartu bilangan dan membuktikan bilangan apa saja yang dapat membaginya tanpa sisa. Misal: NO BILANGAN PEMBAGI HASIL BAGI SISA BAGI 1 25 5 ….. …. 2 42 10 ….. …. 3 48 4 ….. …. 4 85 7 ….. …. ● Peserta didik dengan bernalar kritis menyelesaikan kasus sehari-hari dan menghitung dengan membagi. ● Peserta didik menuliskan sejumlah bilangan yang diberikan oleh guru dan diselesaikan dengan operasi pembagian baik cara pendek maupun cara panjang. Pembagian dilambangkan dengan symbol “ :” . Pembagian merupakan salah satu dari empat dasar operasi hitung matematika. Pembagian pada bilangan dianggap sebagai pengurangan yang berulang sampai hasilnya “nol” atau tanpa sisa. Pembagian dua bilangan sama dengan mengurangkan sebanyak mungkin bilangan yang sama.


Contoh 1: 250 : 25 = ……. Hal ini bermakna, Bilangan 250 akan terbagi menjadi 25 bagian, sehingga untuk menyelesaikannya adalah dengan cara: 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 11111 Apabila Bilangan 250 dibagi dengan bilangan 25 maka bilangan 250 tersebut akan habis jika dikurangkan oleh bilangan 25 secara terus menerus. Hal ini berarti pembagian tersebut habis tanpa sisa. Bukti: 250 – 25 – 25 – 25 – 25 – 25 – 25 – 25 – 25 – 25 – 25 = 0, ini berarti bilangan 250 habis dibagi 25. Adapun pengurangan 25 ini terjadi sebanyak 10 kali. Maka 250 : 25 = 10. Contoh 2 : 115 : 25 = ….. Bilangan 115 akan kita bagi menjadi 25 bagian. Untuk menyelesaikannya adalah dengan cara: 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 1111 Operasi pembagian 115 : 25 hanya mampu menghasilkan 4 dengan sisa 15. Bukti : 115 – 25 – 25 – 25 – 25 = 15 , ini berarti bilangan 115 tidak habis dibagi 25 karena bersisa 15. Dapat disimpulkan: 115 : 25 = 4 bersisa 15. ● Peserta didik menunjukkan hubungan perkalian dan pembagian Contoh. 2 × 3 = 6 berarti 6 : 2 = 3 dan 6 : 3 = 2 ● Peserta didik menentukan berbagai hasil pembagian berdasarkan bentuk perkaliannya (sampai 100) ● Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pembagian Contoh. Terdapat 20 mangga yang akan dimasukkan ke dalam keranjang sehingga tiap keranjang berisi 4 mangga. Berapa keranjang yang diperlukan? ● Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran. 115 : 25 = 4 Bersisa 15 115 Semua kotak hanya terisi 4 dengan jumlah semua 100 dan masih tersisa 15 250 : 25 = 10 250


● Peserta didik melaksanakan refleksi pembelajaran tentang pembagian bersama guru. Penilaian Pembelajaran: ● Memahami konsep pembagian ● Menerapkan konsep pembagian bilangan cacah ● Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pembagian bilangan cacah 1. Peserta didik diberikan test tertulis untuk mengetahui apakah peserta didik dapat memahami konsep pembagian bilangan cacah. NO BILANGAN PEMBAGI HASIL BAGI SISA BAGI 1 25 5 ….. …. 2 42 10 ….. …. 3 48 4 ….. …. 4 85 7 ….. …. 2. Peserta didik diberikan unjuk kinerja dengan praktik, untuk mengetahui ketercapaian keterampilan peserta didik dalam operasi perkalian. Misal: a. Susun manik-manik dengan 3 variasi warna dan masing-masing berjumlah 12 buah. b. Hitung semua jumlahnya c. Tuliskan dalam table. d. Lakukan hal yang sama, apa yang terjadi jika setiap warna ditambah dengan jumlah manik-manik yang sama. e. Lakukan sampai 5 kali percobaan dan tuliskan dalam table. 3. Lembar observasi untuk mengetahui keaktifan peserta didik saat diskusi. Belum Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Keaktifan Belum mampu Cukup mampu Sudah mampu Sangat mampu untuk terlibat untuk terlibat terlibat secara untuk terlibat secara aktif saat secara aktif saat aktif saat diskusi, secara aktif saat diskusi, seperti diskusi, seperti seperti mampu diskusi, seperti menyampaikan ide, menyampaikan menyampaikan aktif mampu bekerja ide, mampu ide, mampu menyampaikan sama dalam bekerja sama bekerja sama ide, sangat memecahkan dalam dalam mampu bekerja masalah, dan memecahkan memecahkan sama dalam mengembangkan masalah, tetapi masalah, dan memecahkan ide baru dengan belum dapat mengembangkan masalah, dan pemikiran sendiri. mengembangkan sedikit ide baru mengembangkan ide baru dengan dengan pemikiran banyak ide baru pemikiran sendiri. sendiri. dengan pemikiran sendiri. 4. Kuesioner dijawab dengan skala likert untuk mengetahui minat peserta didik dalam pembagian. NO PERNYATAAN YA TIDAK 1 Saya mengerti pembelajaran hari ini. 2 Saya tidak sulit dalam mengerjakan penugasan


hari ini. 3 Saya masih perlu dibantu dalam mengerjakan tugas hari ini. 4 Pembelajaran hari ini menyenangkan bagi saya 5 Saya masih perlu waktu untuk belajar lagi mengenai materi hari ini. 5. Melaksanakan tindak lanjut dari hasil asesmen penilaian. Jika peserta didik tidak dapat melakukan pembagian bilangan cacah sampai 1000, maka peserta didik diberikan pelayanan individu. Remedial: Apabila peserta didik belum mencapai ketuntasan TP pembagian (kategori “perlu bimbingan”), maka diberikan pembelajaran yang sama dengan strategi yang berbeda yaitu “permainan menggunakan benda konkret”, dimana peserta didik menuliskan permasalahan pembagian dan melakukan praktik unjuk kerja seperti melakukan pengurangan berulang dengan membagikan benda dalam jumlah yang sama ke dalam wadah kemudian dihitung seluruhnya. Pengayaan: Apabila peserta didik sudah mencapai ketuntasan TP dengan kategori “baik” dan “sangat baik” maka diberikan pembelajaran yang lebih mendalam mengenai pembagian dengan menggunakan media elektronik dan permainan kartu soal, peserta didik mencari masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan pembagian dan memecahkan masalah dengan pembagian 2 angka baik dengan cara bagi kurung atau secara digital menggunakan permainan pembagian berbasis teknologi menggunakan quizizz, media pembelajaran interaktif, dlsb. INSTRUMEN PENILAIAN: ASESMEN FORMATIF A. Operasi Bilangan Melalui Pembagian 1. 36 : … = 36 2. 8 : 2 = ……. 3. 25 : ….. = 5 4. ...... : 4 = 20 5. 75 : 3 = ….. B. Penyelesaian Masalah Pembagian 1. Di meja belajar Ana terdapat 1 toples coklat berbentuk bulat-bulat kecil. Coklat itu dibalut dengan bungkus alumunium poil di setiap buahnya. Jumlah coklat seluruhnya 24. Jika coklat itu akan dibagi ke 5 temannya dan dirinya, berapa coklat yang diperoleh masing-masing? 2. Budi mempunyai sekotak permen dari Ayah. Kotak tersbut berisi 35 permen. Budi membagikan ke teman-teman di sekolahnya. Teman Budi di sekolah ada 6 siswa dan juga untuk dirinya. Berapa jumlah permen yang akan diterima oleh budi dan temannya masing-masing? 3. Ibu membeli telur sebanyak 1 kilogram. Setiap 1 kg terdiri dari 16 butir telur. Ibu akan membuat beberapa kue yang memiliki resep untuk setiap adonannya sebanyak 4 buah telur. Berapa jumlah kue yang akan dibuat Ibu? 4. Ibu membeli 3 macam manik-manik untuk membuat gelang sebanyak 15 buah sesuai pesanan. Manikmanik tersebut akan Ibu modifikasikan menjadi satu. Setelah dihitung, ternyata manik-manik merah berjumlah 62 buah, manik-manik kuning berjumlah 78 buah, dan manik-manik hitam berjumlah 50


buah. Bagimanakah komposisi warna manik-manik pada setiap gelang? Berapa manik-manik Ibu yang tersisa? Rubrik Penilaian Rubrik untuk pembelajaran terdiferensiasi: Indikator Tujuan Pembelajaran Perlu Bimbingan Cukup Baik Sangat Baik 1. Mampu memahami konsep pembagian Belum mampu memahami konsep pembagian berupa pengurangan berulang dengan bilangan yang sama (bersisa dan tanpa sisa). Mampu menguraikan 1 contoh pembagian yang merupakan pengurangan berulang. Mampu menguraikan 2 – 3 contoh pembagian yang merupakan pengurangan berulang. Mampu menguraikan 5 contoh pembagian yang merupakan penjumlahan berulang dengan cepat. 2. Mampu menerapkan konsep pembagian bilangan cacah Belum mampu menerapkan konsep pembagian bilangan cacah Mampu menggunakan 1 cara (pendek atau panjang) dalam pembagian. Mampu menggunakan 2 cara (pendek atau panjang) dalam pembagian. Mampu menggunakan 2 cara (pendek atau panjang) dalam pembagian secara cepat. 3. Mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan pembagian bilangan cacah Belum mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan pembagian bilangan cacah Mampu menyelesaikan 1- 2 permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan pembagian bilangan cacah dengan bimbingan Mampu menyelesaikan beberapa permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan pembagian bilangan cacah tanpa bimbingan Mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan pembagian bilangan cacah dengan cepat dengan berbagai cara.


ASESMEN SUMATIF Penilaian ini dilakukan untuk mengukur capaian dari KKTP Tujuan Pembelajaran Indikator Tujuan Pembelajaran Bentuk Soal Jumlah Soal PG Isian Uraian Terbatas B.4 Melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda konkret, gambar, dan simbol Matematika. Memahami konsep perkalian 1 1 - 2 Menerapkan konsep perkalian 1 1 - 2 Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan perkalian bilangan cacah 0- 500 - - 1 1 Memahami konsep pembagian 1 1 - 2 Menerapkan konsep pembagian 1 1 - 2 Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan pembagian bilangan cacah 0- 500 - - 1 1 Jumlah Soal 10 Instrumen Soal: A. Pilihan Ganda 1. 36 + 36 + 36 = ……….. a. 2 x 36 = 72 c. 36 x 2 = 72 b. 3 x 36 = 108 d. 36 x 3 = 108 2. 4 x 25 = ……….. a. 25 + 25 = 50 c. 25 + 25 + 25 = 100 b. 25 + 25 + 25 = 75 d. 25 + 25 + 25 + 25 = 100 3. 225 : …… = 5 Bilangan pembagi untuk melengkapi operasi di atas adalah . . . . . c. 20 c. 24 d. 21 d. 25 4. 300 : 20 = …………. a. 1,5 c. 150 b. 15 d. 1500


B. Isian 5. 33 x 31 = ………… 6. 450 : 15 = ………….. 7. Ibu membawa 1 kantong manik-manik yang berisi 240 buah manik-manik. Ibu akan membuat kalung yang panjang sehingga membutuhkan 40 manik-manik di setiap kalungnya. Kalung yang akan dibuat Ibu sebanyak …… 8. Permen jeli di setiap kantong ada 27 butir. Jika Fanny mendapatkan 5 kantong permen, maka jumlah permen yang dimiliki Fanny sebanyak….. C. Uraian Terbatas 9. Di meja belajar Ana terdapat 1 toples coklat berbentuk bulat-bulat kecil. Coklat itu dibalut dengan bungkus alumunium poil di setiap buahnya. Ana sekali mengambil coklat dari toples sebanyak 5 buah. Ketika akan membuang bungkusnya ke tempat sampah, Ana menemukan bungkusnya ada 80. Berapa kali Ana mengambil coklat dari toples tersebut? 10. Budi mempunyai sekotak permen dari Ayah. Kotak tersbut berisi 40 permen. Budi membagikan ke teman-teman di sekolahnya. Teman Budi di sekolah ada 9 siswa dan juga untuk dirinya. Berapa jumlah permen yang akan diterima oleh budi dan temannya masing-masing?


Click to View FlipBook Version