The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

menjelaskan secara lengkap tentang pencernaan manusia dan hewan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adnanbagus471, 2020-12-10 07:44:33

sistem pencernaan manusia dan hewan

menjelaskan secara lengkap tentang pencernaan manusia dan hewan

Keywords: biologi

1

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa senantiasa kita ucapkan. Atas rahmat dan
karunia-Nya yang berupa iman dan kesehatan akhirnya kami dapat menyelesaikan E-book
yang bertema sistem pencernaan manusia dan hewan.Shalawat serta salam semoga tetap
tercurahkan kepada Rasullulah SAW. semoga syafaatnya akan kita nantikan kelak.
E-book sistem pencernaan manusia dan hewan disusun guna memenuhi tugas Dosen pada
mata kuliah konsep biologi di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Selain itu, penulis juga
berharap agar E-book ini dapat menambah wawasan bagi pembaca khususnya jenjang
sekolah dasar tentang sistem pencernaan manusia dan hewan.
E-book dengan judul “sistem pencernaan manusia dan hewan” dibuat untuk melengkapi tugas
mata kuliah biologi. Pada isi E-book disampaikan macam-macam organ pencernaan manusia
dan hewan. Selain itu, dibahas pula gangguan dalam sistem pencernaan.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada ibu Imas Srinana
Wardhani,S.Pd.,M.Pd. selaku Dosen mata kuliah Konsep Biologi. Tugas yang telah diberikan
ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis. Penulis
juga mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan
E-book ini.
Penulis menyadari E-book ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan makalah ini.

Wassalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh

Gresik, 09 Desember 2020

Penulis

2

DAFTAR ISI

Cover................................................................................................................................. 1
Kata pengantar .................................................................................................................. 2
Daftar isi............................................................................................................................ 3
Bab I sistem pencernaan manusia .................................................................................... 4
A. Organ pencernaan pada manusia ................................................................................ 4
B. Kelenjar pencernaan.................................................................................................. 10
C. Gangguan pencernaan pada manusia ....................................................................... 12
Bab II sistem pencernaan hewan..................................................................................... 15
A. Sistem pencernaan hewan invertebrata..................................................................... 15
B. Sistem pencernaan hewan vertebrata ........................................................................ 17
Bab III latihan soal sistem pencernaan manusia dan hewan........................................... 22
Kunci jawaban ................................................................................................................ 27
Daftar Pustaka................................................................................................................. 29

3

A. Organ pencernaan pada manusiaaa

Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan
kelenjar-kelenjar pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah bahan-bahan makanan
menjadi sari-sari makanan yang siap diserap oleh tubuh. Berdasarkan prosesnya pencernaan
dapat dibedakan menjadi dua :

1. Proses mekanis : pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan makanan
yang terjadi dalam lambung.

2. Proses kimiawi : pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan
dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul kecil.

Makanan yang kita makan tidak dapat langsung diserap dan digunakan oleh alat-alat tubuh
kita. Agar dapat diserap oleh sel-sel jenjot usus, makanan harus dicerna terlebih dahulu oleh
alat-alat pencernaan terdiri dari :

1. Mulut

Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Makanan ini mulai
dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam mulut terdapat beberapa alat yang
berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi,lidah, dan kelenjar ludah.

a. Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi
membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini
akan membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih
efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan per-kembangan, gigi manusia

4

mengalami perubahan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan,
mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai saat
usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Pada anak berusia 6
tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut: Gigi seri (dens insisivus),
berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan. Gigi taring (dens caninus),
berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan. Gigi geraham kecil (dens
premolare), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan. Struktur luar gigi
terdiri atas bagian-bagian berikut:
a. Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak dari luar.
b. Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanamdi dalam rahang.
c. Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung oleh gusi.

b. Lidah
Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan
menelan makanan, mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas
dan bawah saat makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah dapat
berfungsi sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor
pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi
dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa).
Sebagai indera pengecap, pada permukaan lidah terdapat badan sel saraf perasa
(papila). Ada tiga bentuk papila, yaitu:
1. Papila fungiformis
2. Papila filiformis
3. Papila serkumvalata
Lidah dapat merespon berbagai jenis dan macam rasa seperti rasa manis, rasa pahit,
rasa asam dan rasa asin. Kita dapat menikmati makanan dan minuman karena
adanya indra pengecap ini. Bagian lidah yang depan berguna untuk merasakan rasa
asin, bagian yang sebelah samping untuk rasa asam, bagian tepi depan berfungsi
untuk merasakan rasa manis dan bagian lidah yang belakang untuk rasa pahit.

5

c. Kelenjar ludah
Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu sebagai berikut.
1. Glandula parotis atau kelenjar air liur dekat telinga. Kelenjar ini menghasilkan

getah hanya berbentuk air.
2. Glandula submadibularis atau kelenjar ludah bawah rahang bawah.
3. Glandula sublingualis atau kelenjar ludah bawah lidah.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi
yang terjadi dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi air
ludah berperan dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek
agar mudah ditelan.ludah terdiri dari 99% air dan enzim amylase. Enzim ini
menguraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana. Makanan yang sudah
dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan dalam mulut oleh air liur disebut bolus.
Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.
2. Tekak/faring

Faring merupakan penghubung rongga mulut dengan kerongkongan. Berasal dari
bahasa yunani yaitu Pharynk. Didalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel)
yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan
pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan
makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, di depan ruas tulang
belakang. Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan
perantaraan lubang bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan rongga
mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium.

6

3. Kerongkongan atau esophagus

Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus
dari mulut menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari
mulut menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan
yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan
untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin. Keadaan ini akan
mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung.
Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan
adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik dapat
terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang
tersusun secara memanjang dan melingkar.
4. Lambung

Lambung merupakan organ berbentuk J yang terletak di bawah rusuk terakhir
sebelah kiri. Yang panjangnya 20 cm, diameternya 15 cm, pH lambung 1 – 3,5.
Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter
kardiak yang secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Otot-otot lambung
ini dapat berkontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otot-otot ini
berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus
tersebut menjadi kimus (chyme). Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu
oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding
lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam dinding lambung
menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari abrasi asam
lambung, dan dapat beregenerasi bila cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan
akibat rangsangan bolus saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung
bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. Getah lambung
juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin,
pepsinogen, dan lipase. Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.

7

1) Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung,
misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein
dalam bolus menjadi proteosa dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih
kecil.
2) Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
3) Mengubah kelarutan garam mineral.
4) Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman
yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
5) Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas
jari.
6) Merangsang sekresi getah usus.
Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein
susu dari air susu. Lambung dalam suasana asam dapat
merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini berfungsi memecah molekul-
molekul protein menjadi molekul- molekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi
mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
5. Usus halus

Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter,
lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot
usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh
terhadap proses penyerapan makanan. Usus halus terbagi menjadi tiga bagian
seperti berikut.
1. Duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm
Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak
setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus
dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus. Lambung melepaskan
makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian
pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter
pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika
penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti
mengalirkan makanan.

8

2. Jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m
Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua
dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan
(ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2
meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan
dalam tubuh dengan mesenterium. Permukaan dalam usus kosong berupa
membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari
usus.
3. Ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m
Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem
pencernaan manusia, ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak
setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu.
Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-molekul pati yang telah
dicernakan di mulut dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan
di lambung, molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain.
Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih
sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu molekul-molekul
protein dicerna menjadi molekul-molekul asam amino, dan semua molekul lemak
dicerna menjadi molekul gliserol dan asam lemak.
Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi.
Berbagai macam enzim diperlukan untuk membantu proses pencernaan kimiawi
ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus
mampu menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di
dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan
empedu, getah pankreas, dan getah usus.
6. Usus besar

Zat-zat sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan
peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral
yang diperlukan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi
kembali oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam
usus besar selama 1 sampai 4 hari. Pada saat itu terjadi proses pembusukan
terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang mampu
membentuk vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan peristaltik, zat-zat

9

sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke saluran akhir dari pencernaan yaitu
rektum dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati anus.
Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum akibat
suatu rangsang yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian akibat adanya
aktivitas kontraksi rektum dan otot sfinkter yang berhubungan mengakibatkan
terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah
selesai dengan sempurna.

B. kelenjar pencernaan

a. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah terletak di luar rongga bukal atau mulut dan fungsi utamanya untuk

menghasilkan air liur atau ludah. Selain menghasilkan air liur, kelenjar ini juga berperan dalam
menghasilkan enzim pencernaan seperti lisozim, lipase lingual dan amilasi. Kelenjar ludah
terletak di hampir semua bagian mulut, mulai dari di bagian atas pipi, di bawah rahang bagian
bawah, dan di bawah lidah.

Disamping itu, air ludah berfungsi membuat mulut tetap dalam kondisi basah sebagai
cairan yang membasahi makanan dan mampu membunuh mikroorganisme. Kelenjar ludah
terdiri dari tiga pasang yaitu kelenjar parotid yang terletak di dekat telinga, kelenjar sublingual
yang terletak di bawah lidah, dan kelenjar sub-maksilaris atau sub mandibula yang terletak di
sudut rahang bawah.

10

b. Hati

Merupakan kelenjar pencernaan yang terbesar didalam tubuh. Terletak didalam rongga
perut sebelah kanan. Hati berfungsi menghasilkan cairan empedu (bilus) yang ditampung
dalam kantong empedu (vesika felea), menawarkan racun, menyimpan gula dalam bentuk
glikogen, mengubah provitamin A menjadi vitamin A, menjaga keseimbangan zat makanan
dalam darah dan mengubah kelebihan asam amino menjadi urea untuk dikeluarkan dari tubuh.
Ada beberapa fungsi hati, yakni: Menghasilkan empedu sebagai kelenjar eksokrin Menyimpan
cadangan lemak, glikogen, vitamin A, B12,D, dan albumin Fungsi utama hati biasanya
dikaitkan dengan detoksifikasi zat–zat beracun dalam pencernaan.

c. Lambung

Lambung selain berfungsi sebagai reservoir juga mnghasilkan getah lambung yang
menghasilkan enzim pepsin dan lipase. Dalam lambung sudah terjadi proses absorpsi seperti
untuk air, garam, gula, alkohol, dan obat-obatan. Bila lambung dalam keadaan kosong dinding
lambung sebelah dalam membentuk lipatan-lipatan longitudinal yang disebut “rugae”. Rugae
ini tidak permanen, karena apabila lambung terisi makanan, maka rugae akan menghilang.

Selain sebagai tempat menampung makanan dari kerongkongan, lambung juga
memiliki fungsi lain, yaitu mengeluarkan enzim yang dapat membantu proses pencernaan.
Enzim pencernaan yang dikeluarkan oleh lambung, meliputi pepsin, lipase, asam klorida
(HCI), dan gastrin. Setelah menerima makanan dan minuman, lambung akan mengeluarkan zat
asam dan enzim untuk melanjutkan proses pencernaan. Selain memecah makanan, lambung
juga akan membunuh mikroorganisme yang mungkin terdapat pada makanan atau minuman.

d. Pankreas

Pankreas menghasilkan enzim pencernaan (getah pankreas) dan hormon insulin dan
glukagon. Pankreas itu terletak dibagian belakang bawah lambung, kelenjar berwarna
keputihan. Pengeluaran getah pankreas dipengaruhi oleh hormon yang disekresikan oleh
dinding usus dua belas jari. Jika masuk ke usus dua belas jari maka sel-sel tertentu dari usus
tersebut akan mengeluarkan hormon sekretin dan kolesistokinin ke dalam darah. Saat hormon
sekretin sampai di pankreas maka akan merangsang produksi dan pengeluaran getah pankreas,
sedangkan hormon kolesistokinin akan merangsang kantung empedu mengeluarkan bilus, yang
berfungsi mengemulsikan lemak.

Tak hanya berfungsi untuk menghasilkan insulin, pankreas juga bertugas menghasilkan
enzim pencernaan, seperti lipase, protease, dan amilase. Enzim tersebut akan dilepaskan oleh
pankreas dan ikut bercampur dengan enzim pencernaan dari lambung. Enzim lipase berfungsi
untuk mencena lemak menjadi asam lemak, protease untuk mencerna protein menjadi asam
amino, sedangkan amilase untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa.

11

C. gangguan pada pencernaan

a. Penyakit refluks asam lambung
Penyakit refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi
ketika asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan). Kondisi ini terjadi akibat melemahnya
cincin otot kerongkongan yang berfungsi mencegah makanan kembali ke kerongkongan
setelah masuk ke lambung.

b. Esofagitis
Esofagitis adalah peradangan di lapisan kerongkongan yang dapat menimbulkan nyeri, sulit
menelan, dan nyeri di bagian dada. Apabila dibiarkan tidak tertangani, esofagitis dapat
menyebabkan penyempitan pada kerongkongan.

c. Akalasia
Akalasia adalah kondisi ketika saraf di area esofagus (kerongkongan) mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut menyebabkan otot katup di antara kerongkongan dan lambung kehilangan
kelenturan, sehingga makanan sulit terdorong ke lambung.

d. Gastritis
Gastritis adalah peradangan di dinding lambung, yang dapat terjadi tiba-tiba (akut), atau
berlangsung dalam jangka panjang (kronis). Kondisi ini dapat menyebabkan tukak lambung.

e. Tukak lambung
Tukak lambung (peptic ulcer) merupakan luka terbuka yang terbentuk di lapisan lambung, atau
bisa juga terjadi di usus 12 jari (ulkus duodenum). Tukak lambung dapat disebabkan oleh
infeksi bakteri, dan penggunaan aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid dalam jangka
panjang.

f. Penyakit celiac
Penyakit celiac adalah penyakit akibat reaksi sistem imun terhadap konsumsi gluten, yaitu
protein yang dapat ditemukan pada gandum. Pada penderita penyakit celiac, gluten akan

12

memicu reaksi sistem imun di usus halus. Bila kondisi tersebut berlangsung terus-menerus,
lapisan usus halus dapat rusak dan mencegah nutrisi terserap.

g. Penyakit batu empedu
Penyakit batu empedu adalah kondisi ketika terjadi penyumbatan pada saluran empedu.
Sumbatan disebabkan oleh batu hasil pengkristalan kolesterol. Pada beberapa kasus, batu
empedu terbentuk dari pengkristalan bilirubin atau zat yang menyebabkan penyakit kuning.

h. Kolesistitis
Kolesistitis adalah peradangan pada kantung empedu. Peradangan tersebut dipicu oleh
tersumbatnya kantung empedu oleh batu empedu atau tumor. Penyumbatan menyebabkan
cairan empedu terperangkap di dalam kantung empedu, dan memicu peradangan.

i. Hepatitis.
Hepatitis adalah istilah yang merujuk pada peradangan hati. Kondisi ini dapat disebabkan oleh
infeksi virus, penyakit autoimun, serta paparan alkohol, obat, racun kimia, atau NAPZA.

j. Sirosis
Sirosis adalah terbentuknya jaringan parut di hati, yang menyebabkan fungsi hati menurun atau
bahkan gagal berfungsi. Sirosis merupakan akibat jangka panjang dari hepatitis.

k. Pankreatitis
Pankreatitis adalah peradangan pada organ pankreas. Pankreas merupakan organ yang
menghasilkan enzim untuk mencerna makanan dan hormon untuk mengatur kadar gula darah.
Pankreatitis dapat disebabkan oleh penyakit batu empedu atau kecanduan alkohol.

l. Radang usus
Sebagaimana namanya, radang usus adalah kondisi ketika usus mengalami peradangan.
Radang usus terdiri dari 2 jenis, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Bedanya, radang
pada kolitis ulseratif hanya terjadi di usus besar. Sedangkan pada penyakit Crohn, radang dapat
terjadi di seluruh bagian saluran pencernaan.

m. Divertikulitis
Divertikulitis adalah peradangan pada divertikula. Divertikula sendiri adalah kantong-kantong
abnormal yang terbentuk di saluran pencernaan. Divertikulitis dapat menimbulkan gejala
demam, sakit perut, mual, muntah, sembelit atau diare.

n. Proktitis
Proktitis adalah peradangan pada rektum (bagian akhir dari usus besar yang tersambung ke
anus). Kondisi ini dapat menimbulkan rasa ingin BAB yang sering (tenesmus). Proktitis juga
menyebabkan nyeri di perut, rektum, dan anus.

o. Fisura ani

13

Fisura ani adalah luka terbuka pada jaringan yang melapisi anus. Kondisi ini dapat
menyebabkan nyeri dan tegang pada dubur atau anus. Penderita juga dapat mengalami
perdarahan saat buang air besar.

p. Wasir
Wasir merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar atau di dalam anus. Meskipun
wasir bisa tidak menimbulkan gejala, pada beberapa kasus dapat menimbulkan gatal dan nyeri
pada anus, serta keluarnya darah atau nanah saat atau setelah BAB.

14

A. sistem pencernaan pada hewan invertebrata

1. Porifera
Porifera merupakan hewan pemakan suspensi, yaitu memakan makanan yang terlarut dalam
air. Porifera tidak memiliki sistem pencernaan,hal itu berlangsung dengan intraseluler.
Makanan terjerat bersama air yang melewati pori-pori (ostia) pada tubuh porifera memasuki
rongga oskulum. Pergerakan flagel sel koanosit yang menyusun lapisan dalam rongga oskulum
memicu gelombang arus sehingga akan menarik suspensi ke dalam sel. Suspensi yang terjerat
ini kemudian akan difagosit oleh koanosit, dan akan dihancurkan dengan bantuan lisosom yang
mengandung enzim hidrolitik (penghancur). Nutrisi ini akan diedarkan ke seluruh tubuh
porifera melalui sel amobosit.
2. Coelenterata
Tak jauh berbeda dengan porifera, pencernaan pada coelenterata berlangsung secara
ekstraseluler dan intraseluler. Secara extraseluler, phylum ini memiliki sistem pencernaan yang
paling sederhana, yaitu berupa rongga gastrovaskular. Sistem dilengkapi dengan satu lubang
yang berfungsi sebagai mulut sekaligus anus. Coelenterata menangkap mangsanya dengan
tentakel beracunnya kemudian memasukannya ke dalam mulut. Mulut yang juga anus akan
menutup dan sel kelenjar dalam dinding gastrovaskular mensekresikan enzim pencernaan yang
akan membantu memecah makanan menjadi ukuran yang lebih kecil. Sel-sel penyusun dinding
gastrovaskular lainnya akan memfagosit partikel makanan dan mencernanya secara intraseluler
seperti yang terjadi pada porifera. Kemudian mulut/anus akan membuka untuk membuang sisa
makanan dan mempersiapkan untuk makanan baru.

15

3. Vermes
Cacing pipih (Platyhelmintes) memiliki sistem pencernaan yang paling sederhana dibanding
cacing lainnya. Pada platyhelmintes sistem pencernaan berupa rongga gastrovaskular seperti
pada coelenterata. Mulut yang juga berparan sebagai anus terletak di permukaan bawah tubuh
cacing pipih akan mengambil makanan dengan dibantu oleh faring. Faring akan menghisap
makanan dan memasukannya ke dalam rongga gastrovaskular. pada cacing pipih memiliki
bentuk seperti tangga, hal ini guna memperluas wilayah penyerapan utrisi. Enzim pencernaan
dari sel-sel gastrodermis akan mencerna makanan menjadi partikel yang lebih kecil. Kemudian
partikel makanan akan diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh, sedangkan sisa makanan akan
dibuang lewat anus (mulut).Nemathelmintes (cacing tambang, kremi) memiliki saluran
pencernaan terdiri dari mulut lambung, usus, dan anus. Penyerapan nutrisi terjadi di usus dan
akan diedarkan ke seluruh tubuh dengan dibantu oleh cairan tubuh (pseudoselom).Pada
golongan Annelida (cacing tanah) memiliki sistem pencernaan yang lebih komplek. Makanan
akan masuk ke dalam mulut, lalu menuju faring, esofagus, dan akan disimpan untuk sementara
di tembolok. Makanan dari tembolok akan dilanjutkan ke empedal untuk dicerna secara
mekanik dengan bantuan pasir/kerikil kecil.

4. Molusca
Moluska sudah memiliki sistem pencernaan yang lengkap, terdiri dari mulut, lambung, usus,
dan anus. Beberapa moluska memiliki gigi radula pada mulutnya yang berfungsi untuk
mencerna makanan secara mekanik. Setelah itu, makanan akan masuk ke dalam lambung
yanng akan dicerna secara kimiawi dengan enzim-enzim pencernaan dari kelenjar pencernaan
di dalam lambung, kemudian makanan akan diteruskan ke usus untuk diserap. Sisa makanan
akan dibuang lewat anus.

5. Arthropoda
Pencernaan pada arthropoda terjadi secara ekstraseluler. Arthropoda memiliki sistem
pencernaan yang lengkap. Sistem pencernaan pada phylum Arthropoda bervariasi tergantung
pada cara makannya. Pada umumnya sistem pencernaan pada arthropoda dibagi menjadi 3
bagian, bagian depan (foregut) terdiri dri mulut dan esofagus; tengah (midgut) lambung dan
usus; baian belakang (hindgut) terdiri dari rektum dan anus.Mulut dilengkapi dengan sepasang
rahang atas yang berfungsi pengecap dan untuk membantu mengunyah. Kemudian makanan
akan diteruskan ke esofagus dan disimpan ke tembolok. Selanjutnya makanan akan dicerna di
bagian usus tengah (midgut) dengan bantuan enzim dari kelenjar pencernaan dan unsur-unsur
nutrisi akan diserap melalui usus. Sedangkan sisa makanan diteruskan untuk dibuang melalui
anus.

6. Echinodermata
Phylum ini memiliki sistem yang lengkap seperti pada moluska. Makanan masuk lewat mulut
yang terletak di permukaan bawah tubuh, kemudian dilanjutkan ke lambung yang dilengkapi
dengan kelenjar pencernaan (pyloric cecae) mensekresikan enzim pencernaan.Makanan akan
dicerna secara kimiawi dengan enzim ini dan akan diserap di usus. echinodermata memiliki
ukuran yang bervariasi, bergantung pada spesiesnya. Sisa makanan akan di buang lewat anus
yang ada di permukaan tubuh atas.

16

B. Sistem Pencernaan Pada Hewan vertebrata
Organ pencernaan pada hewan vertebrata meliputi saluran pencernaan (tractus

digestivus) dan kelenjar pencernaan (glandula digestoria)
Saluran Pencernaan (Tractus Digestivus)

1. sistem pencernaan pada ikan

a. Mulut
Bagian terdepan dari mulut adalah bibir, pada ikan-ikan tertentu bibir tidak berkembang

dan malahan hilang secara total karena digantikan oleh paruh atau rahang
b. Rongga mulut (cavum oris)

Di bagian belakan mulut terdapat ruang yang disebut rongga mulut. Rongga mulut ini
berhubungan langsung dengan segmen faring. Secara anatomis organ yang terdapata pada
rongga mulut adalah gigi, lidah dan organ palatin. Permukaan rongga mulut diselaputi oleh
lapisan sel permukaan (epitelium) yang berlapis. Pada lapisan permukaan terdapat sel-sel
penghasil lendir (mukosit) untuk mempermudah masuknya makanan. Disamping mukosit, di
bagian mulut juga terdapat organ pengecap (organ penerima rasa) yang berfungsi menyeleksi
makanan.
c. Farings

Lapisan permukaan faring hampir sama dengan rongga mlut, masih ditemukan organ
pengecap, Sebagai tempat proses penyaringan makanan.
d. Esofagus

Permulaan dari saluran pencernaan yang berbentuk seperti pipa, mengandung lendir
untuk membantu penelanan makanan. Pada ikan laut, esofagus berperan dalam penyerapan
garam melalui difusi pasif menyebabkan konsentrasi garam air laut yang diminum akan
menurun ketika berada di lambung dan usus sehingga memudahkan penyerapan air oleh usus
belakang dan rectum (proses osmoregulasi)

17

e. Lambung
Lambung merupakan segmen pencernaan yang diameternya relatif lebih besar bila

dibandingkan dengan organ pencernaan yang lain. Besarnya ukuran lambung berkaitan dengan
fungsinya sebagai penampung makanan
f. Pilorus

Pilorus merupakan segmen yang terletak antara lambung dan usus depan. Segmen ini
sangat mencolok karena ukurannya yang mengecil/menyempit.
g. Usus ( intestinum)

Merupakan segmen yang terpanjang dari saluran pencernaan. Intestinum berakhir dan
bermuara keluar sebagai anus. Merupakan tempat terjadinya proses penyerapan zat makanan
h. Rektum

Rektum merupakan segmen saluran pencernaan yang terujung. Secara anatomis sulit
dibedakan batas antara usus dengan rektum. Namun secara histologis batas antara kedua
segmen tersebut dapat dibedakan dengan adanya katup rektum.
i. Kloaka

Kloaka adalah ruang tempat bermuaranya saluran pencernaan dan saluran urogenital.
Ikan bertulang sejati tidak memiliki kolaka, sedangkan ikan bertulang rawan memiliki organ
tersebut.
j. Anus

Anus merupakan ujung dari saluran pencernaan. Pada ikan bertulang sejati anus terletak
di sebelah depan saluran genital. Pada ikan yang bentuk tubuhnya memanjang, anus terletak
jauh dibelakang kepala bedekatan dengan pangkal ekor.
k. Kelenjar pencernaan (Glandula Digestoria)

Kelenjar pencernaan pada ikan, meliputi hati dan pankreas. Hati merupakan kelenjar
yang berukuran besar, berwarna merah kecoklatan, terletak di bagian depan rongga badan dan
mengelilingi usus, bentuknya tidak tegas, terbagi atas lobus kanan dan lobus kiri, serta bagian
yang menuju ke arah punggung. Fungsi hati menghasilkan empedu yang disimpan dalam
kantung empedu untuk membanfu proses pencernaan lemak.

2. Sistem Pencernaan Pada Amfibi

Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran
pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak
berupa hewan-hewan kecil (serangga).
1. Saluran pencernaan (Tractus Digestivus)

18

a. rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk
menangkap mangsa,
b. esofagus; berupa saluran pendek,
c. ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan menjadi lebar.
Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya esofagus dan lubang keluar
menuju usus,
d. intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus meliputi:
duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.
e. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata, dan
f. kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran reproduksi,
dan urine.
2. Kelenjar pencernaan (Glandula Digestoria)

Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah
kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi
mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan.
pankreas berwarna Kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum).
pankreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.

3. Sistem Pencernaan Pada Reptil

Sebagaimana pada ikan dan amfibi, sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi
saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging).
1. Saluran pencernaan (Tractus Digestivus)
a. rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, asing-masing
memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigimenempel pada gusi dan sedikit
melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga terdapat lidah yang melekat pada
tulang lidah dengan ujung bercabang dua,
b. esofagus (kerongkongan),
c. merupakan saluran di belakang rongga mulut yang menyalurkan makanan dari rongga
mulut ke lambung. Di dalam esophagus tidak terjadi proses pencernaan.
d. ventrikulus(lambung),
merupakan tempat penampungan makanan dan pencernaan makanan berupa saluran
pencernaan yang membesar dibelakang esophagus. Disini makanan baru mengalami proses
pencernaan. Pada bagian fundus pylorus makanan dicerna secara mekanik dan kimia.
e. intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.

19

2. Kelenjar pencernaan (Glandula Digestoria)
Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati

pada reptilia memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna kemerahan. Kantung empedu
terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pankreas berada di antara lambung dan duodenum,
berbentuk pipih kekuning-kuningan.

4. Sistem Pencernaan Pada Burung (Aves)

Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan.

1. Saluran pencernaan (Tractus Digestivus)
a. paruh: merupakan modifikasi dari gigi,
b. rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut
dan tanduk,
c. faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian
ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan
cepat,
d. lambung terdiri atas: Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim
pencernaan, dinding ototnya tipis. Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya
berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan
bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai ” hen’s
teeth”,
b. Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.
Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
2. Kelenjar pencernaan (Glandula Digestoria)

Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada
burung merpati tidak terdapat kantung empedu.

5. Sistem Pencernaan pada Hewan Mamah Biak (Ruminansia)

20

Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti domba, sapi, kerbau disebut sebagai
hewan memamah biak (ruminansia). Sistem pencernaan makanan pada hewan ini lebih panjang
dan kompleks. Makanan hewan ini banyak mengandung selulosa yang sulit dicerna oleh hewan
pada umumnya sehingga sistem pencernaannya berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain.

21

Latihan sistem pencernaan manusia

Soal pilihan ganda

1. Manakah yang tidak termasuk organ pencernaan manusia…..
a. Hati
b. Gigi
c. Mulut
d. Usus besar

2. Berikut yang bukan alat yang berperan dalam proses pencernaan makanan dalam mulut
adalah….
a. Gigi
b. Lidah
c. Kelenjar ludah
d. Hati

3. Di bawah ini termasuk bagian-bagian yang dari struktur luar gigi adalah….
a. Mahkota gigi
b. Gigi seri
c. Gigi geraham
d. Gigi taring

4. Dimanakah bagian lidah yang bisa merasakan rasa pahit….
a. Bagian depan
b. Bagian samping
c. Bagian tepi depan
d. Bagian belakang

5. Enzim yang berada di kelenjar ludah adalah…..
a. Enzim amylase
b. Enzim lipase
c. Enzim protease
d. Enzim lactase

6. Perhatikan gambar dibawah ini !

22

Hubungan yang tepat antara jenis enzim yang dihasilkan dan fungsi dari organ
tersebut adalah …

7. Perhatikan gambar dibawah ini !

Kelenjar yang menghasilkan getah yang mengandung NaHCO2 serta enzim lipase,
amilase, dan tripsin adalah…

A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
8. Hati berfungsi untuk menetralisir racun di dalam tubuh. Sel-sel hati akan
mengeluarkan getah yang disebut “Getah empedu”. Fungsi getah empedu
adalah.....
A. Berperan bagi prosesi metabolisme tubuh
B. Berperan dalam pembentukan protein dan lemak
C. Dapat menjaga keseimbangan asam dan basa di dalam tubuh
D. Mengemulsi lemak
9. Anton sering mengeluh kesakitan di perut, setelah diperiksa dokter ternyata
dia mengalami peradangan dinding lambung yang disebabkan oleh infeksi
mikroorganisme tertentu atau kelebihan asam lambung. Gangguan
pencernaan yang dialami anton adalah .....
A. Diare

23

B. Konstipasi
C. Gastritis
D. Ulkus
10. Satria mengalami gangguan pada lambung (Magh) karena sering mengkonsumsi
makanan yang terlalu pedas dan asam, sehingga dapat meningkatkan asam lambung.
Cara yang dilakukan agar terhindar dari penyakit tersebut adalah.....
A. Merokok
B. Makan makanan yang mengandung asam
C. Makan teratur, tidak mengkonsumsi makanan pedas dan asam
D. Meminum minuman keras seperti alkohol

Soal uraian
1. Jelaskan apa itu proses mekanis dalam pencernaan makanan?
2. Jelaskan apa itu proses kimiawi dalam pencernaan makanan?
3. Fungsi enzim renin yang terdapat di lambung adalah?
4. Sebutkan tiga bagian dari usus halus?
5. Bagian dalam usus besar yang digunakan sebagai proses absorpsi (penyerapan kembali)
adalah?
6. Tuliskan enzim yang terdapat pada lambung dan jelaskan fungsinya?
7. Mengapa produksi HCL yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada
dinding lambung dari usus halus sehingga menimbulkan rasa nyeri?
8. Sebutkan macam-macam kelenjar ludah dan tempat masing-masing kelenjar ludah
tersebut dihasilkan!
9. Getah pankreas yang berfungsi untuk mengubah karbohidrat menjadi zat gula ialah?
10. Hormon yang merangsang pembentukan getah lambung adalah ?

Soal sistem pencernaan hewan
Soal pilihan ganda

1. Para pakar teksomi banyak yang menganggap bahwa filum Echinodermata
merupakan kelompok avertebrata yang memiliki derajat tertinggi karena memiliki
banyak kesamaan dengan chordate, berikut ini kecuali
A. Mempunyai mesodermal skeleton
B. Mulut terbentuk dari kantong ectoderm
C. Tubuhnya radial simestris serta mempunyai coelom
D. Pada blastofor, ambrio beranus

24

2. Virus disebut makhluk hidup karena
A. Tubuhnya mengandung asam nukleat dan dilapisi protein
B. Bisa menyebabkan penyakit seperti AIDS
C. Bisa menyerang bakteri
D. Bisa melewati saringan bakteri

3. Pada manusia, penyebab penyakit tidur yaitu organisme yang termasuk ke dalam
kelas...
A. Sarcodina
B. Infusoria
C. Flagellata
D. Sporozoa

4. Susunan alat tubuh amfibi lebih berkembang dari pada susunan alat tubuh ikan. Hal
tersebut tampak jelas pada sistem...
A. Pernapasan
B. Pencernaan makanan
C. Ekskresinya
D. Reproduksinya

5. Lapisan ektoderm yang terbentuk pada fase gastrula, pada tahapan selanjutnya
mengalami diferensiasi menjadi...
A. Jaringan ikat dan alat reproduksi
B. Kulit dan sistem saraf
C . Otot dan rangka
D Usus dan hati

6. Kurangnya protein pada makanan dapat mengakibatkan busung lapar karena fungsi
protein selain sebagai penyusun enzim juga berfungsi dalam…
A. Memelihara ketegaran suatu sel
B. Menyusun penimbunan lemak
C. Memelihara kesetimbangan tekanan osmotic darah
D. Merusak zat yang bersifat racun

7. Dibawah ini yang termasuk saluran pencernaan pada aves adalah
A. Paruh
B. Kelenjar ludah
C. Pancreas
D. Lidah

8. Bibawah ini yang tidak termasuk saluran pencernaan hewan ikan adalah
A. Mulut
B. Faring
C. Kerongkongan
D. Hati

9. Pada lambung sapi ada ruang yang sama dengan lambung manusia yaitu…
A. abomasum
B. retikulum

25

C. rumen
D. omasum
10. pada hewan ber-sel satu .contoh proses pencernaan makanan yang berlangsung di
dalam sel jitu sendiri yaitu
A. vakoula
B. amoeba
C. esophagus
D. planaria
soal uraian
1. Urutkan sistem pencernaan pada aves….
2. Apa yang dimaksud dengan sistem penceraan secara mekanik pada aves…
3. Apa sumber makanan hewan amfibi…
4. Apakah yang dimaksud dengan klaoka…
5. urutkan jalannya makanan pada hewan memamah biak dari mulut sampai keempat
macam lambung…..
6. apakah yang dimaksud dengan rektum pada sistem pencernaan pada ikan…..
7. jelaskan pengertian dan fungsi dari hati…..
8. Apa yang dimaksud hewan invertebrata? Bagaimana sistem pencernaannya?
9. Apa contoh hewan intervertebrata ?
10. Sebutkan dan jelaskan 4 kelas protozoa serta jelaskan berdasarkan pembagian kelas
protozoa tersebut

26

KUNCI JAWABAN

soal sistem pencernaan manusia

soal pilihan ganda

1. A
2. D
3. A
4. D
5. A
6. E
7. B
8. D
9. C
10. C

Soal uraian

1. pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan makanan yang terjadi
dalam lambung

2. pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah
makanan yang bermolekul besar menjadi molekul kecil

3. mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu
4. usus 12 jari, usus kosong, usus penyerapan
5. dinding kolon, yaitu kolon ascendens
6. (a) Enzim renin berfungsi : mengubah kaseinogen menjadi kasein

(b) Enzim pepsin berfungsi : mengubah protein menjadi proteosa, pepton, dan
polipeptid
7. Di dalam lambung kita sudah terdapat Asam Klorida (HCL) asam kuat, apabila kita
mengkonsumsi makanan yang mengandung HCL maka produksi HCL di dalam
lambung maningkat, itu akan menyebabkan lambung sakit.
8. (a) Kelenjar Parotis Kelenjar parotis adalah sepasang kelenjar-liur yang terbesar. Ia
dikelilingi oleh ramus mandibula dan menyekresikan air liur melalui Duktus Stensen
menuju kavum oral untuk membantu mengunyah dan menelan.25% menghasilkan air
liur.
(b) Kelenjar Submandibula adalah sepasang kelenjar yang terletak di rahang bawah,
di atas otot digatrik. Produksi sekresinya adalah campuran serous dan mukous dan
masuk ke mulut melalui duktus Wharton. Walaupun lebih kecil daripada kelenjar
parotis, sekitar 70% saliva di kavum oral diproduksi oleh kelenjar ini.
(c) Kelenjar Sublingua adalah sepasang kelenjar yang terletak di bawah lidah di dekat
kelenjar submandibula. Sekitar 5% air liur yang masuk ke kavum oral keluar dari
kelenjar ini.
9. Enzim amilase
10. Hormon gastrin

27

Soal sistem pencernaan hewan
Soal pillihan ganda
1. C
2. D
3. C
4. A
5. B
6. C
7. A
8. D
9. A
10. B

Soal uraian

1. Sistem penceraan pada burung dimulai dari rongga mulut (paruh), tembolok,
lambung, empedal, usus halus, usus besar, klaoka.

2. Sistem pencernaan secara mekanik pada aves yakni sistem pencernaan yang
berlansgung didalam rongga mulut, dengan bantuan dari lidah yang mendorong
makanan menuju kerongkongan, dimana kemudian dari kerongkongan ini menuju
tembolok yang akan melaju kearah empedal hingga makanan mengalami
pengecilan partikel sehingga mudah diserap.

3. Serangga atau hewan-hewan kecil.
4. Klaoka adalah ruang tempat bermuaranya saluran pencernaan dan saluran

urogenital
5. mulut>retikulum>kembali lagi ke mulut>rumen>omasum>obamasum
6. rektum merupakan segmen saluran pencernaan yang terujung.secara anatomis

sulit dibedakan batas antara usus dengan rektum. Namun secara histologis batas
antara kedua segmen tersebut dapat dibedakan dengana adanya katup rektum
7. hati merupakan kelenjar yang berukuran besar berwarna erah kecoklatan.terletak
di bagian depan ronngga badan dan mengelilingi usus.bentuk tidak tegas terbagi
atas lobus kanan dan lobus.sedangkan fungsi dari hati yaitu dapat menghasilkan
empedu yang disimpan dalam kantung empedu untuk membantu proses
pencernaan lemak

8. hewan intervertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang.sistem
percernaannya adalah satu lubang atau gastrovaskular

9. contoh hewan intervertebrata adalah cacing,kapika air, lebah madu

10. flagellata: alat gerak berupa bulu cambuk( flagel)

Rhizopoda: alat gerak berupa pseupoda ( kaki semu)

Ciliate: aklat gerak berupa silia(rambut getar)

Sporozoa : tidak memiliki lat gerak

28

DAFTAR PUSTAKA

(Blog, 2014)

Bibliography

Blog, M. (2014, februari 24). Makalah Sistem Pencernaan Manusia. Retrieved desember 10, 2020,
from makalah-sistem-pencernaan-manusia.html:
http://mettaadnyana.blogspot.com/2014/02/makalah-sistem-pencernaan-manusia.html

(Kompas.com, 2020)

Bibliography

Kompas.com. (2020, januari 17). Sistem Pencernaan Manusia: Organ dan Kelenjar Pencernaan.
Retrieved desember 10, 2020, from www.kompas.com/skola/read/2020/01/17/210000869:
https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/17/210000869/sistem-pencernaan-
manusia--organ-dan-kelenjar-pencernaan?page=4

(Adi, 2016)

Bibliography

Adi, P. (2016, maret 16). Penjelasan Lengkap Sistem Pencernaan Pada Hewan Invertebrata.
Retrieved desember 10, 2020, from /www.smpn6bandarlampung.sch.id/2016/03:
https://www.smpn6bandarlampung.sch.id/2016/03/penjelasan-lengkap-sistem-
pencernaan-pada-hewan-invertebrata/

29


Click to View FlipBook Version