The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Modul Keanekaragaman Flora dan Fauna (1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by MEY WAHYU, 2024-05-06 10:53:52

E-Modul Keanekaragaman Flora dan Fauna (1)

E-Modul Keanekaragaman Flora dan Fauna (1)

Disusun Oleh : Mey Wahyu Aviningrum KEANEKARAGAMAN FLORA FAUNA GEOGRAFI KELAS XI SMA/MA Universitas Negeri Malang Fakultas Ilmu Sosial Departemen Geografi


Segala puji syukur penulis hanturkan atas kehadiran Allah SWT karena berkat rahmat dan anugerahnya penulis masih diberikan kesehatan serta kemudahan sehingga dapat menyelesaikan penyusunan E-Modul yang berjudul “Keanekaragaman Flora dan Fauna” sebagai media pembelajaran siswa tanpa adanya suatu halangan yang berarti. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Alfi Sahrina, S.Pd M.Pd selaku dosen pembimbing beserta semua pihak yang turut terlibat dalam proses penyusunan modul ini. Penulis sangat menyadari bahwasannya dalam penyusunan modul ini sangat jauh dari kata sempurna. Sebagaimana perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah sangat pesat, sehingga apabila terdapat kesalahan ataupun kekeliruan baik dalam segi ejaan maupun dari konsep materi yang disajikan penulis mengucapkan permohonan maaf yang sebesar- besarnya. Kritik dan saran yang membangun diperlukan penulis demi kesempurnaan isi dari modul ini. PRAKATA Malang, 26 April 2024 Penulis 1 | Page


P E N D A H U L U A N Mata Pelajaran : Geografi Kelas : XI Alokasi Waktu : 2 x 90 menit Judul E-Modul : Keanekaragaman Flora dan Fauna Indonesia merupakan negara yang memiliki sumberdaya alam hayati yang tinggi dan tersebar diseluruh pelosok tanah air baik yang terdapat didarat, laut maupun udara. Kekayaan sumber daya alam hayati menjadi tumpuan baru bagi pembangunan nasional selain penggunaan sumber daya alam tak terbarukan seperti minyak bumi dan gas alam. Terlebih lagi Indonesia merupakan negara agraris. Sehingga dengan hal itu, sumberdaya alam hayati yang meliputi keanekaragaman flora dan fauna mempunyai fungsi dan manfaat yang tidak dapat diganti serta memiliki kedudukan serta berperan penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Hal tersebut menjadikan upaya konservasi sumber daya alam hayati flora dan fauna menjadi kewajiban mutlak bagi setiap generasi. A. Identitas Modul B. Tujuan Pembelajaran Mendeskripsikan Konsep Keragaman Flora dan Fauna Menjelaskan Persebaran Flora dan Fauna Yang Ada di Indonesia D. Deskripsi Singkat Materi C. Alur Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mendeskripsikan Konsep Keragaman Flora dan Fauna Peserta didik mampu menjelaskan persebaran Flora dan Fauna Yang Ada di Indonesia E. Petunjuk Penggunaan Modul Sebelum memulai pembelajaran lebih lanjut, sebaiknya peserta didik dapat memperhatikan petunjuk penggunaan E-Modul. Lihatlah daftar isi untuk memudahkan dalam mencari halaman yang diinginkan. 2 | Page


Ikutilah setiap tahapan pembelajaran yang ada pada EModul ini dengan sungguh-sungguh dan seksama. Bacalah uraian materi secara berurutan serta pahami latihan soal yang ada pada E-Modul. Bacalah rangkuman materi yang ada pada bagian akhir pembelajaran guna memperkuat pemahaman terkait materi yang dipelajari. F. Materi Pembelajaran Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan didalamnya meliputi uraian atau penjelasan materi, dan penugasan. Pertama : Konsep Keanekaragaman Flora dan Fauna Kedua : Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia Bacalah tujuan pembelajaran untuk mengetahui apa yang harus dicapai setelah menggunakan e-modul ini. 3 | Page


K e a n e k ara g a m a n Flora d a n F a u n a PETA KONSEP Iklim Makhluk Hidup Jenis Tanah Topografi Suhu udara Kelembapan Udara Angin Curah Hujan Fauna Flora Sumatra- Kalimantan (Bercorak Asiatis) Flora Jawa-Bali Flora Kawasan Tengah (Peralihan) Flora Kawasan Timur (Australis) Flora Indonesia Barat (Asiatis) Flora Kawasan Tengah (Peralihan) Flora Kawasan Timur (Australis) Flora Sebaran Flora & Fauna Indonesia Faktor Yang Mempengaruhi 4 | Page


D A F T A R I S I PRAKATA..........................................................................................1 PENDAHULUAN................................................................................2 A. Identitas Modul.............................................................................................2 B. Tujuan Pembelajaran...............................................................................2 C. Alur Tujuan Pembelajaran....................................................................2 D. Deskripsi Singkat Materi..........................................................................2 E. Petunjuk Penggunaan Modul...............................................................2 E. Materi Pembelajaran.................................................................................3 KEGIATAN PEMBELAJARAN 1.........................................................5 Konsep Keanekaragaman Flora dan Fauna............................5 A. Tujuan Pembelajaran..................................................................................5 B. Uraian Materi......................................................................................................5 1. Pengertian Flora dan Fauna...............................................................5 2. Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Flora Fauna....5 3. Arti Penting Flora dan Fauna Bagi Kehidupan......................8 C. Rangkuman........................................................................................................9 D. Penugasan Mandiri.......................................................................................9 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2.......................................................10 Sebaran Flora dan Fauna di Indonesia....................................10 A. Tujuan Pembelajaran...............................................................................10 B. Uraian Materi..................................................................................................10 1. Persebaran Flora di Indonesia.......................................................11 2. Persebaran Fauna di Indonesia..................................................14 C. Rangkuman....................................................................................................16 D. Penugasan Mandiri...................................................................................16 GLOSARIUM...................................................................................18 DAFTAR PUSTAKA.........................................................................19 PETA KONSEP..................................................................................4


D A F T A R G A M B A R Gambar 1. Klasifikasi Vegetasi Berdasarkan Elevasi.................6 Gambar 2. Tanaman Kaktus......................................................................7 Gambar 3. Pembagian Garis Weber dan Wallace....................10 Gambar 4. Bunga Raflesia Arnoldi........................................................11 Gambar 5. Pinus Merkusi.............................................................................12 Gambar 6. HUtan Bakau..............................................................................12 Gambar 7. Sabana di NTT...........................................................................13 Gambar 8. Ampupu (Eucalyptus)........................................................13 Gambar 9. Fauna Wilayah Barat...........................................................14 Gambar 10. Fauna Wilayah Tengah....................................................15 Gambar 11. Fauna Wilayah Timur..........................................................16


Melalui kegiatan belajar mandiri dengan memahami isi uraian materi, pengamatan gambar dan video pada modul ini, peserta didik diharapkan dapat mendeskripsikan konsep keanekaragaman flora dan fauna. Konsep Keanekaragaman Flora dan Fauna KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 A. Tujuan Pembelajaran B. Uraian Materi 1.Pengertian Flora dan Fauna Istilah flora berasal dari bahasa latin yang berarti alam tumbuhan. Flora dapat diartikan sebagai sekelompok tanaman atau tumbuhan. Di dalam dunia tumbuhan, ada yang dinamakan flora endemik, yaitu sekelompok jenis tumbuhan yang hidup di daerah tertentu, seperti flora endemik Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan flora endemik daerah lainnya. Flora endemik suatu daerah adalah jenis tumbuhan tertentu yang tidak dijumpai di wilayah lain. Hal itu terjadi karena setiap daerah memiliki ciri-ciri wilayah tertentu, seperti iklim, cuaca, dan tanah yang membedakan dengan wilayah lain. Contohnya bunga melati yang merupakan flora endemik Jawa. Sedangkan kata fauna berasal dari bahasa latin yang berarti alam hewan. Fauna secara sederhana diartikan hewan, sedangkan pengertian umum adalah segala jenis hewan yang hidup di dunia. Tidak hanya flora endemik, fauna juga memiliki istilah fauna endemik. Fauna endemik adalah hewan yang hanya ditemukan di wilayah tertentu dan tidak dapat ditemukan di daerah lain. 2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persebaran Flora dan Fauna Berbagai jenis tumbuhan dan hewan tumbuh dan berkembang biak di permukaan Bumi dengan persyaratan hidup tertentu. Persyaratan hidup tersebut berkaitan dengan tipe iklim, tanah, dan unsur alam lainnya yang diperlukan oleh tumbuhan dan hewan tersebu. Flora dan fauna tersebut memiliki perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Perbedaan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut antara lain iklim (suhu, kelembaban udara, curah hujan), tanah, dan pengaruh aktivitas manusia, hewan serta tumbuh-tumbuhan. 5 | Page


A. Faktor Iklim Iklim menggambarkan keadaan rata-rata suhu udara, curah hujan, penyinaran matahari, kelembaban, dan tekanan udara dalam waktu yang lama di wilayah yang luas. Sebaran tipe iklim yang berbeda-beda di permukaan Bumi menyebabkan jenis tumbuhan dan hewan juga berbeda. Kondisi iklim sangat dominan dalam menentukan kehidupan flora dan fauna yaitu suhu, Kelembaban udara, angin dan curah hujan. 1) Suhu Udara Suhu udara berbeda pada setiap wilayah di permukaan bumi, hal ini disebabkan oleh faktor sudut datang sinar matahari, letak lintang, jarak atau lokasi daratan terhadap laut, ketinggian tempat, dan penutupan lahan oleh tumbuhan. Kondisi suhu udara ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan, karena jenis spesies tertentu memiliki persyaratan terhadap suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya.Wilayah-wilayah yang memiliki suhu udara yang tidak terlalu ekstrim (dingin atau panas) merupakan tempat yang sangat baik bagi kehidupan organisme baik tumbuhan, hewan, maupun manusia. Sebab keadaan suhu yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah merupakan salah satu penghalang dalam kehidupan makhluk hidup. Gambar 1. Klasifikasi Vegetasi Berdasarkan Elevasi Sumber: WordPress.com (2016) 2) Kelembapan Udara Kelembaban udara menunjukkan banyaknya uap air yang terkandung dalam udara. Kelembaban berpengaruh langsung terhadap kehidupan tumbuhan (flora). 6 | Page


Ada tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah kering, daerah lembab, bahkan ada jenis tumbuhan yang hanya hidup di wilayahwilayah yang sangat basah. Setidaknya ada 4 jenis klasifikasi tumbuhan yang perlu diketahui, yakni xerophyta, mesophyta, hydrophyta, dan tropophyte. Xerophyta adalah tumbuhan yang tahan di lingkungan kering atau kelembaban udara sangat rendah, seperti kaktus. Mesophyta adalah tumbuhan yang cocok hidup di lingkungan lembab tetapi tidak basah, contohnya anggrek dan cendawan. Hydrophyta adalah tumbuhan yang cocok hidup di kawasan basah, seperti teratai, eceng gondok, dan selada air. Tropophyta adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi di daerah yang memiliki musim hujan dan musim kemarau. Tropophyta merupakan flora khas wilayah iklim musim tropis (monsun tropis), contohnya pohon Jati dan Eucaliptus. Gambar 2. Tanaman Kaktus Sumber: Greeners.Co (2021) 3) Angin Angin sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup tumbuhan. Di daerah terbuka hanya tumbuhan berakar dan berbatang kuat yang dapat bertahan hidup dari hembusan angin yang sangat kencang.Angin juga sangat membantu dalam proses penyerbukan atau pembuahan beberapa jenis tumbuhan, sehingga proses regenerasi tumbuhan dapat berlangsung. Tumbuh-tumbuhan tertentu penyebaran benihnya juga dilakukan oleh angin misalnya spora yang diterbangkan oleh angin pada tumbuhan pakupakuan (pteridophyta). 4) Curah hujan Air merupakan sumber utama dalam kehidupan. Tumbuhan sangat tergantung pada curah hujan dan kelembaban udara. Banyak sedikitnya jumlah curah hujan disuatu tempat, akan membentuk karakter khas bagi formasi-formasi vegetasi di muka bumi. 7 | Page


Kekhasan jenis-jenis vegetasi ini, dapat mengakibatkan adanya hewanhewan yang khas pada lingkungan vegetasi tertentu, karena pada dasarnya tumbuh-tumbuhan merupakan produsen yang menyediakan makanan bagi hewan. B. Makhluk Hidup Manusia dapat mempengaruhi dan mengubah kondisi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan tertentu seperti alih fungsi lahan dari pertanian ke pemukiman. Selain manusia, hewan juga berperan terhadap penyebaran flora pada suatu wilayah seperti burung dan kelelawar dalam penyebaran biji tumbuhan. C. Jenis Tanah Tanah merupakan media hidup utama berbagai jenis flora di muka Bumi (Notohadiprawiro, 1998). Keadaan struktur tanah berpengaruh terhadap sirkulasi udara di dalamnya yang memungkinkan akar-akar tumbuhan dapat bernapas dengan baik. Komposisi tanah yang baik umumnya mengandung bahan mineral anorganik, bahan organik air dan udara. Keadaan ini menunjukkan bahwa tanah memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan sebaran flora. Perbedaan jenis tanah menyebabkan perbedaan jenis dan keanekaragaman tumbuhan yang dapat hidup di suatu wilayah. D. Topografi Kondisi topografi besar pengaruhnya terhadap persebaran tumbuhan. Tumbuhan di dataran tinggi akan berbeda dengan tumbuhan yang berada di dataran rendah. ketinggian tempat (topografi) juga mempengaruhi perubahan suhu udara. Semakin tinggi suatu tempat semakin rendah suhu udaranya (udara makin dingin). Dan, sebaliknya semakin rendah daerah semakin tinggi suhu udaranya (udara semakin panas). Oleh karena itu ketinggian suatu tempat berpengaruh terhadap suhu udara suatu wilayah (Fajri, 2017). 3. Arti Penting Flora Fauna Bagi Kehidupan Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan sebagai sumber makanan. Untuk kebutuhan kesehatan, manusia memerlukan zat-zat tertentu yang bersumber dari tumbuhan dan hewan. Untuk kebutuhan udara dan air yang segar, tumbuhan sangat diperlukan untuk menghasilkan oksigen dan air melalui proses fotosintesis. 8 | Page


RANGKUMAN PENUGASAN MANDIRI Untuk mengimplementasikan pemahaman kalian, lakukan penerapan konsep berikut dengan langkah-langkah: 1.Carilah peta kabupaten/kota tempat tinggal kalian! Carilah keanekaragaman flora dan fauna yang ada di kabupaten/kota tempat tinggal kalian! 2. Deskripsikan ciri-ciri flora dan fauna yang ada di Kabupaten/kota tempat kalian tersebut! 3. Carilah informasi iklim, kelembapan udara, curah hujan dan kondisi tanah di Kabupaten/kota tempat kalian tersebut! 4. Bagaimana hubungan antara iklim, kelembapan udara, curah hujan dan kondisi tanah tersebut dengan keanekaragaman flora dan fauna di wilayah kalian tinggal? 5. Istilah flora berasal dari bahasa latin yang berarti alam tumbuhan. Flora dapat diartikan sebagai sekelompok tanaman atau tumbuhan. Flora endemik suatu daerah adalah jenis tumbuhan tertentu yang tidak dijumpai di wilayah lain. Sedangkan kata fauna berasal dari bahasa latin yang berarti alam hewan. Fauna secara sederhana diartikan hewan, sedangkan pengertian umum adalah segala jenis hewan yang hidup di dunia. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan tumbuh dan berkembang biak di permukaan Bumi dengan persyaratan hidup tertentu. Persyaratan hidup tersebut berkaitan dengan tipe iklim, tanah, dan unsur alam lainnya yang diperlukan oleh tumbuhan dan hewan tersebut. Suhu udara yang berbeda pada setiap wilayah di permukaan bumi, disebabkan oleh faktor sudut datang sinar matahari, letak lintang, jarak atau lokasi daratan terhadap laut, ketinggian tempat, dan penutupan lahan oleh tumbuhan. Kondisi suhu udara ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuh-tumbuhan dan hewan, karena jenis spesies tertentu memiliki persyaratan terhadap suhu lingkungan yang ideal atau suhu optimum bagi kehidupannya. Setidaknya ada 4 jenis klasifikasi tumbuhan yang perlu diketahui, yakni xerophyta, mesophyta, hydrophyta, dan tropophyte. 9 | Page


Sebaran flora dan fauna di Indonesia dapat dibedakan melalui Garis Weber dan Garis Wallace. Kedua garis itu sangat penting untuk memahami karakteristik flora dan fauna di Indonesia (Kusmana & Hikmat, 2015). Garis Wallace dibuat oleh Alfred Russel Wallace, seorang pelukis dan geografi dari Inggris yang melakukan penelitian dan membuat perbedaan jenis fauna antara asiatis dengan wilayah peralihan Indonesia tengah. Garis Wallace merupakan garis khayal yang memisahkan persebaran fauna Indonesia bagian barat atau asiatis dengan fauna Indonesia tengah atau peralihan. Garis Weber dibuat oleh Max Wilhelm Carl Weber, seorang profesor zoologi dari Belanda yang membuat garis pemisah fauna Australis. Garis Weber adalah garis khayal yang memisahkan persebaran fauna Indonesia tengah atau peralihan dengan fauna Indonesia Timur atau australis. Adapun penggambaran garis-garis tersebut dapat dilihat melalui gambar berikut. Melalui kegiatan belajar mandiri dengan memahami isi uraian materi, pengamatan gambar dan video pada modul ini, peserta didik diharapkan dapat menganalisis sebaran flora dan fauna di Indonesia. SEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 A. Tujuan Pembelajaran B. Uraian Materi Gambar 3. Pembagian Garis Weber dan Wallace Sumber: rebanas.com (2017) 10 | Page


Sesuai dengan wilayah dan karakteristiknya, sebaran flora dapat dibedakan menjadi tiga kawasan utama. Ketiga Kawasan tersebut ialah: a) Kawasan flora subregion Indonesia-Malaysia di bagian barat, b) Kepulauan Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, Timor, dan Maluku) di bagian tengah, c) Subregion Australia di bagian timur. Ketiga kawasan tumbuhan tersebut dapat terbagi menjadi empat wilayah, yaitu flora Sumatra-Kalimantan, flora Jawa-Bali, flora Kepulauan Wallacea, dan flora Papua. A) Flora Kawasan Barat Sumatra-Kalimantan (Bercorak Asiatis) Sebagian besar wilayah pulau Sumatera dan Kalimantan merupakan hutan hujan tropis (Tropis basah) atau tipe iklim Af menurut sistem klasifikasi iklim Koppen. Wilayah di kedua pulau tersebut memiliki tingkat kelembaban udara dan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Rata-rata suhu udara tahunan senantiasa tinggi. Pada bulan terdingin suhu udara masih di atas 18° C. Oleh karena itu, tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini adalah hutan hujan tropis dengan tanaman heterogen dan tingkat kerapatan yang tinggi. Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra dan Kalimantan adalah meranti, damar, dan berbagai jenis anggrek. Hutan tropis memiliki tingkat kelembaban sangat tinggi, banyak dijumpai jenis lumut, cendawan (jamur), dan pakupakuan. Di wilayah pantai Kalimantan dan Sumatra umumnya ditemui areal hutan bakau (mangrove) yang menjadi vegetasi khas pantai tropis. Contoh flora endemik pada kawasan ini adalah Raflesia Arnoldi. 1.Persebaran Flora di Indonesia Gambar 4. Bunga Raflesia Arnoldi Sumber: Tirto.id (2018) B) Flora Jawa-Bali Wilayah Jawa dan Bali membentang dari barat ke timur di selatan equator. Wilayah Jawa-Bali tersebut memiliki curah hujan, suhu dan kelembaban yang bervariasi. Wilayah Jawa bagian barat memiliki curah hujan yang lebih basah daripada wilayah Jawa bagian timur. 11 | Page


Karena itu wilayah Jawa bagian barat dominan beriklim hutan hujan tropis dan muson tropis. Semakin ke timur pulau Jawa, tipe iklimnya semakin kering, bahkan beberapa wilayah beriklim sabana tropis. Vegetasi alam atau tanaman Pulau Jawa dan Bali dapat dikelompokkan menjadi hutan hujan tropis, hutan muson tropis, sabana tropis, dan hutan bakau (Aziz et al, 2018; Leksono, 2010). Sebagian besar kawasan hutan hujan tropis tersebar di Jawa Barat, seperti di Ujung Kulon, Cibodas (Bogor), dan Pananjung (Pangandaran). Adapun wilayah utara Pulau Jawa yang memanjang mulai dari Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur merupakan kawasan hutan muson tropis (hutan deciduous) yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada periode musim kemarau panjang. Jenis flora khas hutan muson tropis antara lain pohon Jati yang merupakan pohon asli atau endemik di pulau Jawa. Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa Timur bagian timur dan Pulau Bali adalah sabana tropis. Wilayah-wilayah pegunungan yang cukup tinggi di Jawa maupun Bali ditutupi jenis vegetasi pegunungan, seperti Pinus merkusii dan cemara. Sebagaimana wilayah-wilayah pantai tropis lainnya, daerah pantai pulau Jawa dan Bali umumnya ditutupi oleh vegetasi hutan bakau. Gambar 5. Pinus Merkusi Sumber: KnowYourWeeds (2024) Gambar 6. Hutan Bakau Sumber: Balipuspanews.com (2022) C) Flora Kawasan Peralihan (Wallace) Wilayah Kepulauan Wallacea meliputi pulau-pulau di wilayah Indonesia bagian tengah. Pulau-pulau di wilayah ini ialah pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku (Huda et al., 2020). Wilayah-wilayah Indonesia bagian tengah tersebut memiliki sifat iklim yang lebih kering dengan kelembaban udara lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya, kecuali di sekitar Kepulauan Maluku. Corak vegetasi yang tersebar di Kepulauan Wallacea antara lain: 12 | Page


1. Vegetasi sabana dan stepa tropis di wilayah Nusa Tenggara; 2. Vegetasi hutan pegunungan di sekitar Sulawesi; Vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku dengan jenis rempah-rempah, seperti pala, cengkeh, kayu manis, kenari, kayu ebony, dan lontar. 3. Gambar 7. Sabana di NTT Sumber: IDN Times (2023) D) Flora Kawasan Timur (Bercorak Australik) Kawasan ini meliputi pulau Papua dengan iklim Af ( hutan hujan tropis). Sebagian besar kondisi iklim di wilayah Papua didominasi tipe iklim hujan tropis. Jenis vegetasi yang menutupi kawasan ini adalah hutan hujan tropis. Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi Papua memiliki corak Australia Utara, dengan flora khas yaitu eucaliptus atau biasa disebut oleh penduduk lokal Ampupu. Wilayah pegunungan Jayawijaya ditumbuhi oleh jenis vegetasi pegunungan tinggi, sedangkan di daerah pantai banyak dijumpai vegetasi bakau. Gambar 8. Ampupu (Eucalyptus) Sumber: Hops.id (2024) 13 | Page


A) Wilayah Fauna Indonesia Barat (Asiatis/ Oriental) Wilayah fauna Indonesia bagian barat meliputi Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Region fauna ini disebut wilayah Fauna Dangkalan Sunda. Fauna wilayah Indonesia bagian barat antara lain: Mamalia terdiri atas gajah, badak bercula satu, tapir, rusa, banteng, kerbau, monyet, orang utan, macan, tikus, bajing, kijang, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang. 1. 2. Reptil terdiri atas buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, dan bunglon Burung, terdiri atas burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang, serta berbagai macam unggas. 3. 4. Berbagai macam serangga seperti belalang dan capung. 5. Berbagai macam ikan air tawar dan pesut (lumba-lumba Sungai Mahakam). Gambar 9. Fauna Wilayah Barat Sumber: Otosection (2024) 2. Persebaran Fauna di Indonesia Pola persebaran fauna Indonesia tidak jauh berbeda dengan pola persebaran tumbuhan, yaitu terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu bagian barat, tengah, dan timur. Sebagian besar corak fauna bagian barat sama dengan corak fauna oriental, sedangkan bagian timur (Maluku dan Papua) sama dengan corak fauna Australia. Jenis fauna Indonesia bagian tengah sering disebut sebagai fauna khas Indonesia (fauna Kepulauan Wallacea). B) Wilayah Fauna Indonesia Tengah (Peralihan) Wilayah fauna Indonesia Tengah juga disebut fauna Kepulauan Wallacea. Region ini meliputi pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya. Kepulauan Nusa Tenggara, pulau Timor, dan Kepulauan Maluku. i Kawasan ini terdapat hewan khas yang hanya dapat dijumpai di Indonesia, yaitu anoa, babi rusa, dan biawak komodo. Fauna kepulauan Wallacea, antara lain sebagai berikut. 14 | Page


Gambar 10. Fauna Wilayah Tengah Sumber: baraoutdoor.com (2024) C) Wilayah Fauna Indonesia Timur (Australis) Mamalia, terdiri atas anoa, babi rusa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, tarsius, monyet seba, kuda, dan sapi, 1. 2. Reptil, terdiri atas biawak, komodo, kura-kura, buaya, ular, dan soa-soa 3.Amfibi, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air, dan Burung, terdiri atas burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan angsa. 4. Wilayah fauna Indonesia Timur disebut juga fauna Dangkalan Sahul. Fauna di wilayah ini menyebar di kepulauan Papua dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Karakteristik hewan di wilayah tersebut memiliki kesamaan dengan fauna negara bagian Australia sehingga wilayah ini disebut juga Zona Australis. Jenis-jenis hewan yang terdapat di wilayah dangkalan sahul yakni: Mamalia, terdiri atas kanguru, wallaby, nokdiak (landak Irian), opossum layang (pemanjat berkantung), kuskus (kanguru pohon), dan kelelawar 1. 2. Reptil, meliputi buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura, 3. Amfibi, mencakup katak pohon, katak terbang, dan katak air, Burung, terdiri atas nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari, kiwi dan namundur 4. 5.Berbagai jenis ikan, dan 6.Berbagai macam serangga/insecta. 15 | Page


Gambar 11. Fauna Wilayah Timur Sumber: baraoutdoor.com (2024) RANGKUMAN Sebaran flora dan fauna di Indonesia dapat dibedakan melalui Garis Weber dan Garis Wallace. Garis Wallace dibuat oleh Alfred Russel Wallace, seorang pelukis dan geografi dari Inggris yang melakukan penelitian dan membuat perbedaan jenis fauna antara asiatis dengan wilayah peralihan Indonesia tengah. Garis Weber dibuat oleh Max Wilhelm Carl Weber, seorang profesor zoologi dari Belanda yang membuat garis pemisah fauna Australis. Sebagian besar wilayah pulau Sumatera dan Kalimantan merupakan hutan hujan tropis. Wilayah di kedua pulau tersebut memiliki tingkat kelembaban udara dan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Oleh karena itu, tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini adalah hutan hujan tropis dengan tanaman heterogen dan tingkat kerapatan yang tinggi. Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra dan Kalimantan adalah meranti, damar, dan berbagai jenis anggrek. 16 | Page PENUGASAN MANDIRI Setelah mempelajari materi, silahkan kalian kerjakan tugas berikut secara mandiri untuk lebih memantapkan pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari 1. Simak dan analisis video berikut!


Apakah fauna endemik tersebut dapat kita temukan di wilayah negara lain? Jika tidak, mengapa hal tersebut dapat terjadi? Uraikan pendapat kalian! 2. Setelah menyimak dan menganalisis tayangan video di atas, uraikan jawaban analisis kalian dengan berdasar pada beberapa pertanyaan di bawah ini! Berdasarkan video di atas, apakah fauna-fauna tersebut termasuk hewan endemik di Indonesia? Analisislah faktor penyebab mengapa fauna tersebut dapat dikatakan fauna endemik di Indonesia? Berdasarkan video di atas, tentukan dan kelompokkan wilayah ditemukannya fauna tersebut! Kaitkan dengan batas garis pada peta berikut ini! 17 | Page


18 | Page GLOSARIUM Fauna Segala jenis hewan yang hidup di dunia Flora Sekelompok tanaman atau tumbuhan Flora Endemik Sekelompok jenis tanaman yang hidup didaerah tertentu Eucaliptus Tanaman bahan utama untuk minyak kayu putih Fauna Endemik Hewan yang hanya ditemukan di wilayah tertentu dan tidak dapat ditemukan didaerah lain Hutan Hamparan lahan yang luas dalam satu kesatuan ekosistem yang berisi sumber daya hayati Hutan Mangrove/ Bakau Hutan yang tumbuh di sepanjang pantai (estuari) pada daerah tropis yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut Iklim Keadaan rata-rata suhu udara, curah hujan, penyinaran matahari, kelembapan dan tekanan udara dalam waktu yang lama di wilayah yang luas Hutan Hujan Tropis Hutan yang didalamnya memiliki banyak berbagai variasi tumbuhan dan kerapatan yang tinggi. Pariwisata Segala aktivitas wisata yang didukung dengan sarana prasarana untuk kepentingan hiburan atau kepentingan pribadi lainnya Gunung Relief permukaan bumi yang berupa cembungan dan pada umumnya terbentuk dari proses vulkanisme dan tektonisme


19| Page DAFTAR PUSTAKA


Click to View FlipBook Version