BAHAN AJAR Syifa Fauziah, S.Pd Biologi Semester II KELAS X fase E Kurikulum Merdeka Oleh:
K A T A P E N G A N T A R Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga bahan ajar ini bisa tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga penyusun mengucapkan terimakasih terhadap bantuan dari pihak yang sudah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik berupa pikiran maupun materinya, yaitu: Kepada Kepala Sekolah, para wakil kepala seko rekan-rekan pendidik , SMAN 1 Muaragembong yang mana telah banyak membantu dan mendukung Penyusun berharap semoga bahan ajar pembelajaran ini bisa menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembacanya. Bahkan tidak hanya itu, penyusun berharap lebih jauh lagi agar para pembaca dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari – hari. Penyusun sadar masih banyak kekurangan didalam penyusunan bahan ajar ini, karena keterbatasan pengetahuan serta pengalaman penyusun. Untuk itu penyusun begitu mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kebaiakan penulis. Penulis Bekasi, 25 Juli 2022 i
DAFTAR Isi Kata Pengantar i Daftar Isi ii Petunjuk penggunaan Modul iii Identitas bahan ajar IV Materi: Inovasi Teknologi Biologi 1 Bioteknologi 2 Bioteknologi konvensional dan modern 3 Ekosistem 5 Jenis Ekosistem 6 Komonen Ekosistem 8 Ekosistem dan Interaksinya 11 Perubahan Lingkungan 15 Perubahan Lingkungan dan Dampaknya 16 Upaya Manusia Mengatasi Perubahan Lingkungan 18 Pencemaran Lingkungan 19 Berbagai Pencemaran Lingkungan 21 Pencemaran air 22 Dampak Pencemaran Air 25 Pencemaran Udara 27 Dampak Pencemaran Udara 28 Pencemaran Tanah 31 Dampak Pencemaran Tanah 34 Pencemaran Suara 35 Dampak Pencemaran Suara 36 Pengertian Limbah 38 Jenis-jenis limbah 39 Limbah padat 41 Limbah Cair 42 limbah Gas 43 limbah beracun dan berbahaya 44 Cara mengelola limbah 45 Glosarium 46 Daftar Pustaka 48 ii
Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar Baca Glosarium pada bahan ajarl supaya paham kata kunci dan istilah- istilah yang akan digunakan dalam modul. Pelajari uraian materi secara sistematis dan mendalam dalam setiap kegiatan pembelajaran, diulangi lagi membacanya sampai benar-benar paham Pelajari dan pahami peta materi yang disajikan dalam setiap modul untuk memberikan gambaran awal apa yang akan dipelajari. Agar kalian bisa memahami modul ini secara tuntas, maka bacalah modul ini secara runut dengan langkah-langkah sebagai berikut : Pelajari dan pahami tujuan yang tercantum dalam setiap kegiatan pembelajaran. iii
Sebagai seorang pendidik, maka wajib membuat danmenyiapkan bahan ajar yang akan digunakan sebagaipanduan belajar. Untuk menyampaikan bahan ajar ini,pendidik menggunakan berbagai macam metode danstrategi yang berbeda-beda. Oleh karena itudiperlukan bahan ajar agar pembelajaran berjalansesuai dengan harapan. Maka dibuatlah bahan ajar ini,yang berjudul Perubahan Lingkungan, agarmemudahkan peserta didik dalam belajar. Identitas Bahan Ajar Mata Pelajaran : Biologi Kelas : X Judul : INOVASI BIOLOGI TEKNOLOGI IV
INOVASI TEKNOLOGI BIOLOGI Inovasi teknologi biologi adalah penerapan prinsip-prinsip biologi untuk mengembangkan produk dan proses baru yang mendukung kehidupan manusia. Ini termasuk bioteknologi, manipulasi genetik, rekayasa genetika, dan banyak lagi. Teknologi ini berperan dalam mengoptimalkan dan menciptakan solusi baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sebagai contoh, pengembangan tanaman transgenik yang tahan hama dan penyakit merupakan salah satu aplikasi inovasi ini. Teknologi CRISPR, metode pengeditan gen, juga menjadi salah satu terobosan terbesar di bidang ini, memungkinkan perbaikan genetik yang lebih tepat untuk berbagai keperluan. Contoh lainnya termasuk pembuatan insulin sintetis yang memanfaatkan teknik rekayasa genetik. Inovasi-inovasi ini telah memberikan dampak signifikan dalam bidang kesehatan dan pertanian. 1
BIOTEKNOLOGI Bioteknologi adalah teknologi berdasarkan biologi yang memanfaatkan proses seluler dan biomolekuler untuk mengembangkan teknologi dan produk yang membantu meningkatkan kehidupan dan kesehatan Berdasarkan proses serta alatnya bioteknologi dibagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Berikut penjelasannya: Bioteknologi konvensional Bioteknologi konvensional yaitu bioteknologi yang menggunakan peralatan serta bahan sederhana dalam prosesnya. Bioteknologi konvensional memanfaatkan mikroorganisme untuk menghasilkan suatu produk baru yang berguna bagi manusia. Bioteknologi modern yakni bioteknologi yang menggunakan bahan, peralatan, serta teknologi canggih dalam prosesnya. Bioteknologi modern adalah perkembangan dari bioteknologi konvensional. Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, bioteknologi modern lahir dari penemuan DNA sebagai materi genetik yang dapat bereplikasi dan berperan penting dalam pewarisan sifat. Bioteknologi modern mencakup rekayasa genetika untuk menghasilkan suatu produk yang berguna bagi kehidupan di bumi. 2
Contoh Bioteknologi konvensional sebagai bidang pangan yang pertama oleh manusia adalah pengawetan makanan menggunakan garam. Pengawetan daging dan ikan oleh garam digunakan oleh manusia yang hidup di pesisir sebagai metode penyimpanan makanan. Selanjutnya adalah penemuanfermentasi oleh ragi atau mikroba seperti bakteri dan jamur. Misalnya fermentasi susu dengan bakteri Streptococcus lactis yang menghasilkan keju sebagai produknya. Contoh lain pemanfaat mikroba untuk bahan pangan adalah pembuatan tempe, nata de coco, yoghurt, asinan, tempe, kecap, tauco, tape, mentega, dan juga oncom. 3
Sebagai seorang pendidik, maka wajib membuat dan menyiapkan bahan ajar yang akan digunakan sebagai panduan belajar. Untuk menyampaikan bahan ajar ini, pendidik menggunakan berbagai macam metode dan strategi yang berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar agar pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan. Maka dibuatlah bahan ajar ini, yang berjudul Perubahan Lingkungan, agar memudahkan peserta didik dalam belajar. Identitas Bahan Ajar Mata Pelajaran : Biologi Kelas : X Judul : Komponen Ekosistem dan Interaksinya 4
Pengertian Ekosistem Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian ekosistem adalah keanekaragaman suatu komunitas dan lingkungannya yang berfungsi sebagai suatu satuan ekologi dalam alam. Ekosistem juga dapat didefinisikan sebagai keadaan khusus tempat komunitas suatu organisme hidup dan komponen organisme tidak hidup dari suatu lingkungan yang saling berinteraksi. Mengutip dari buku Ekosistem Hutan oleh Sarintan E. Damanik, dkk, ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal balik di antara komponen-komponennya. 1 5
JENIS EKOSISTEM Ekosistem Alami Ekosistem alami adalah ekosistem yang sudah terbentuk secara alami oleh alam. Ada dua ekosistem alami, yaitu ekosistem air dan darat. Pada ekosistem air atau akuatik, komponen abiotiknya sebagian besar terdiri dari air. Sementara itu, pada ekosistem darat atau terrestrial, adalah ekosistem yang terjadi di daratan. Ekosistem darat bergantung pada curah hujan dan temperatur tempat tersebut. Contoh: Laut, sungai dan hutan 6
Ekosistem Buatan Kemudian, ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan oleh manusia. Manfaat ekosistem buatan adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Semua yang ada di dalam ekosistem buatan, baik tanaman atau hewan, dipelihara oleh manusia. Selain itu, keanekaragaman ekosistem buatan pun cenderung rendah. Contoh: Akuarium, sawah, kolam, bendungan. 7
Komponen ekosistem Ekosistem terdiri dari dua kelompok komponen, yakni komponen biotik dan komponen abiotik. 1.Komponen Biotik Komponen biotik adalah semua organisme hidup atau makhluk hidup yang ada di suatu lingkungan, seperti tumbuhan, hewan invertebrata dan vertebrata termasuk manusia, jamur, dan mikroorganisme. Organisme ini saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu ekosistem dan membentuk jaring-jaring makanan atau rantai makanan. Komponen abiotik, di sisi lain, adalah unsur-unsur nonhidup yang terdapat dalam lingkungan, seperti air, udara, tanah, sinar matahari, suhu, dan unsur kimia lainnya. 2. Komponen Abiotik 8
KOMPONEN BIOTIK Biotik, memiliki arti “Hidup” . Komponen biotik pada suatu ekosistem adalahmakhluk hidup itu sendiri, sebab ekosistem tak akan pernah terbentuk tanpa adanyamakhluk hidup didalamya. Keberadaan makhluk hidup kemudian membentuk suaturantai makanan dalam suatu ekosistem. Beberapa contoh dari komponen biotik yangada lingkungan sekitar kita, antara lain: Organisme Autotrof atau Produsen, disebut sebagai produsen karena organisme inimampu membuat makanannya sendiri, bahkan ia membuat makanan bagi organisme lain yang tinggal di ekosistem. Produsen kemudian akan membuat makanan dengan menyerap senyawa serta zat- zat anorganik yang akan diubah menjadi senyawa organik melalui suatu proses yang dinamakan sebagai fotosistensis. Organisme Heterotrof (Konsumen) memiliki sifat yang berbeda dengan organisme pertama. Organisme heterotrof ini memperoleh makanan dari organisme autotrof atau produsen dan akan memakan sesama organisme heterotrof lainnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa organisme heterotrof adalah organisme yang menggunakan bahan-bahan organik dari organisme lain yang digunakan sebagai sumber energi dan makanannya. Sebagai contoh adalah manusia dan hewan. Ketiganya nanti dibagi lagi berdasarkan makanannya menjadi Herbivora, Karnivoraserta Omnivora Pengurai atau Dekomposer, merupakan Golongan terakhir dari komponen biotik dalam sebuah ekosistem. Pengurai atau dekomposer ini adalah organisme yang menguraikan sisa- sisa makhluk hidup (heterotrof atau autotrof) yang telah mati. Dengan kata lain, pengurai adalah organisme yang bekerja untuk merubah bahan bahan organik dari organisme yang telah mati menjadi senyawa anorganik melalui suatu proses yang dinamakan dekomposisi. Pengurai atau dekomposer akan menduduki jabatan penting dalam suatu rantai makanan di bumi, karena perannya paling akhir adalah kunci keberlangsungan rantai makanan. Beberapa contoh pengurai atau dekomposer yang ada di sekitar lingkungan tempat kita tinggal adalah ganggang, jamur, bakteri, cacing, dan lain sebagainya. 9
KOMPONEN ABIOTIK Komponen kedua dalam ekosistem adalah komponen abiotic atau komponen yang tak hidup. Dengan kata lain, komponen abiotik adalah komponen yang terdiri dari benda-benda bukan makhluk hidup tetapi ada di sekitar kita, dan ikut mempengaruhi kelangsungan hidup. Beberapa jenis komponen abiotik yaitu suhu, sinar matahari, air, angin, udara, kelembapan udara, dan banyak lagi benda mati yang ikut berperan dalam ekosistem. Berikut beberapa diantaranya: Suhu: Suatu proses biologis yang dipengaruhi oleh perubahan pada suhu, contohnya mamalia & burung sebagai makhluk hidup yang dapat mengatur sendiri suhu tubuhnya. Air: Sebuah ketersediaan air dapat mempengaruhi distribusinya suatu organisme Contohnya Organisme dapat beradaptasi dan bertahan hidup dengan memanfaatkan ketersediaan air yang berada di padang pasir. Garam: Konsentrat pada garam akan mempengaruhi keseimbangan air dalam organisme melalui Osmosis. Contohnya pada Beberapa organisme Terestrial yang dapat beradaptasi pada lingkungan dan kandungan garamnya yang cukup tinggi. Sinar Matahari: Intensitas & Kualitas pada sebuah Cahaya Matahari akan mempengaruhi proses fotosintesis, karena air mampu menyerap cahaya sehingga proses fotosintesis dapat terjadi di sekitar permukaan matahar 10
Pengertian interaksi dalam ekosistem Interaksi dalam ekosistem adalah interaksi yang terjadi antar biotik dengan biotik ataupun biotik dengan abiotik. Adanya interaksi ini menunjukkan hubungan yang saling mempengaruhi antara faktor biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem. Suatu interaksi pun selalu terjadi di setiap tingkatan trofik organisme kehidupan Artikel ini telah tayang di https://www.sonora.id dengan judul "Jenis-Jenis Interaksi dalam Ekosistem, Materi Biologi Kelas 10" . INteraksi antarkomponen ekosistem 11
Interaksi Antar Komponen Ekosistem beserta Contohnya Interaksi antar komponen ekosistem adalah hubungan yang terjadi antara berbagai organisme dan faktor lingkungan dalam suatu ekosistem. Interaksi ini penting karena memengaruhi keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan di dalamnya. 12
Netralisme merupakan interaksi dua atau lebih spesies yang masingmasing tidak terpengaruh oleh adanya asosiasi. Dalam hal ini tidak ada yang diuntungkan ataupun dirugikan. Contohnya sapi dan kucing, sapi mencari rumput sebagai makanannya, sedangkan kucingberburu tikus sebagai makannya. 1. Predasi: Ini adalah interaksi di mana satu organisme memangsa organisme lain untuk mendapatkan makanan. Contohnya adalah singa yang memburu dan memakan zebra di padang rumput Afrika. 2. Simbiosis: Ini adalah hubungan yang saling menguntungkan antara dua spesies yang berbeda. Contohnya adalah hubungan mutualisme antara bakteri dalam usus manusia yang membantu mencerna makanan dan manusia yang memberikan tempat tinggal dan nutrisi bagi bakteri tersebut. 3. Kompetisi: Ini terjadi ketika dua atau lebih organisme bersaing untuk sumber daya yang terbatas seperti makanan, air, atau ruang hidup. Contohnya adalah dua spesies burung yang bersaing untuk mendapatkan makanan di hutan yang sama. 4. Parasitisme: Ini adalah hubungan di mana satu organisme (parasit) mendapat manfaat sedangkan organisme lainnya (inang) dirugikan. Contohnya adalah kutu yang hidup di kulit hewan dan memakan darahnya, merugikan inangnya. 5. Komensalisme: Ini adalah hubungan di mana satu organisme mendapat manfaat sedangkan organisme lainnya tidak terpengaruh. Contohnya adalah ikan remora yang melekat pada hiu dan mendapatkan sisa-sisa makanan dari mangsanya tanpa memberikan dampak buruk bagi hiu tersebut. 6. Dekomposisi: Ini adalah proses di mana organisme pengurai menguraikan materi organik menjadi zat-zat anorganik, seperti karbon dioksida dan air. Contohnya adalah bakteri dan jamur yang menguraikan daun-daun yang mati di hutan menjadi humus. 7. Amensalisme, Yaitu interaksi antara dua spesies atau lebih yang berakibat satu pihat dirugikan, sedangkan yang lainnya tidak terpengaruh oleh adanya asosiasi atau tidak terpengaruh oleh adanya asosiasi atau tidak berakibat apa-apa . 8. Beberapa contoh interaksi antar komponen ekosistem 13
PENDAHULUAN Identitas Bahan Ajar Mata Pelajaran : Biologi Kelas : X Judul : Perubahan lingkungan Sebagai seorang pendidik, maka wajib membuat dan menyiapkan bahan ajar yang akan digunakan sebagai panduan belajar. Untuk menyampaikan bahan ajar ini, pendidik menggunakan berbagai macam metode dan strategi yang berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan bahan ajar agar pembelajaran berjalan sesuai dengan harapan. Maka dibuatlah bahan ajar ini, yang berjudul Perubahan Lingkungan, agar memudahkan peserta didik dalam belajar. 14
PerubahanLingkungan Lingkungan dapat diartikan sebagai suatu kesatuan ruang, dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Sebagai makhluk hidup, manusia merupakan komponen dalam ekosistem. Dengan begitu, kehidupannya juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat hidupnya. Dalam keadaan normal, lingkungan membentuk suatu keseimbangan yang disebut keseimbangan dinamis (dynamic equilibrium). Dalam kondisi keseimbangan ini, komponen-komponen yang menyusun ekosistem saling mendukung satu sama lain. Komponenkomponen tersebut terdiri atas komponen biotik dan komponen abiotik atau lingkungan. Komponen biotik terdiri atas makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Sedangkan lingkungan abiotik terdiri atas bendabenda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, kelembab an, dan suhu atau temperatur. Lingkungan abiotik merupakan faktor penting yang mendukung kehidupan. Contoh lingkungan yang seimbang adalah hutan. Di dalam ekosistem hutan yang masih alami, terdapat pohonpohon atau tumbuhan lain yang berperan sebagai produsen ebagai produsen, tumbuhan merupakan penghasil makanan (energi) dan oksigen, karena mampu melakukan fotosintesis. Fotosintesis menghasilkan karbohidrat sebagai sumber energi bagi konsumennya, termasuk manusia. Tumbuhan juga mempunyai fungsi sebagai tempat berlindung atau tempat tinggal bagi berbagai jenis hewan. Selain untuk makanan, sumber daya hutan juga dimanfaatkan manusia untuk memenuhi keperluan lain, seperti aneka jenis kayu dan rotan yang digunakan untuk bahan bangunan dan peralatan rumah tangga. 15
PERUBAHANLINGKUNGANDANDAMPAKNYA Perubahan lingkungan yang disebabkan oleh manusia akan memengaruhi keseimbangan alam. Apabila hal ini terjadi, maka kualitas lingkungan akan menurun, dan pada akhirnya manusia juga yang akan merasakan akibatnya. Berbagai perusakan lingkungan yang sering dilakukan manusia adalah penebangan hutan secara liar, konversi lahan subur menjadi permukiman, serta efek samping intensifi kasi pertanian. Manusia memang bergantung pada alam, sehingga wajar apabila kita meng ambil berba gai sumber daya hutan, seperti menebang pohon untuk diambil kayunya. Penebangan hutan harus memerhatikan kelestarian lingkungan, misalnya dengan sistem tebang pilih dan diikuti reboisasi. Sehingga hutan mampu tumbuh kembali. Namun yang sering dilakukan manusia adalah sebaliknya, yaitu penebangan hutan secara liar (illegal logging). Penebangan liar ini dilakukan oleh oknum-oknum yang hanya berorientasi pada kepenting an pribadi dan mengabaikan kelestarian lingkungan. Eksploitasi alam secara tidak bertanggungjawab ini pada akhirnya akan mengurangi berbagai fungsi hutan, terutama berkurangnya kemampuan hutan sebagai penahan air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang dan memengaruhi kehidupan satwa liar di dalamnya dan juga kehidupan manusia. Selain itu, akibat penebangan liar, hutan pun menjadi gundul, sehingga apabila musim hujan tiba dapat timbul bencana seperti banjir dan tanah longsor 16
Selain penebangan hutan, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia juga membangun rumah atau permukiman. Karena pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, maka ketersediaan lahan yang terbatas menyebabkan daya tampung lingkungan menurun. Dan pada akhirnya karena kebutuhan yang sangat tinggi akan rumah tinggal, manusia rela melakukan pembangunan rumah di tanah-tanah yang subur, misalnya sawah, ladang, kebun, bahkan membuka hutan. Konversi lahan subur menjadi area permukiman ini menyebabkan berkurangnya lahan pertanian, sehingga mengancam ketahanan pangan nasional. Selain akibat ulah manusia, perubahan lingkungan juga terjadi karena peristiwa alam. Contoh peristiwa alam yang mengubah lingkungan tersebut adalah letusan gunung berapi, badai, angin, gempa bumi, musim kemarau yang panjang, kebakaran hutan, banjir, dan tanah longsor. Di antara peristiwa tersebut juga ada yang dipengaruhi oleh campur tangan manusia, misalnya kemarau panjang, kebakaran hutan, banjir, dan tanah longsor yang dipicu oleh penebangan hutan. 17
UPAYA MANUSIA MENGATASI PERUBAHAN LINGKUNGAN Berbagai dampak perubahan lingkungan ada yang dapat diatasi, namun ada pula yang sulit diatasi. Kerusakan akibat aktivitas manusia dapat diatasi dengan mencegahnya, sedangkan yang terjadi karena faktor alam lebih sulit dihindari. Salah satu usaha manusia untuk mengatasi kerusakan lingkungan adalah dengan tidak melakukan penebangan hutan secara liar. Penebangan harus mengikuti aturan hukum yang telah diatur dan ditentukan oleh pemerintah. Penebangan kayu di hutan harus dilakukan dengan sistem tebang pilih. Misalnya pohon jati boleh ditebang hanya jika telah berumur lebih dari 50 tahun. Konversi lahan pertanian untuk permukiman juga sebisa mungkin dihindari. Pembangunan rumah atau permukiman penduduk dilakukan pada tempat-tempat yang tidak produktif, sehingga tidak mengurangi areal pertanian. Di dalam menerapkan intensifi kasi pertanian, sebaiknya dibarengi dengan penerapan pertanian multikultur. Artinya, selain menanam tanaman utama (padi, jagung, gandum), juga diselingi tanaman sela dengan cara tumpang sari, seperti palawija atau kacang-kacangan. Tanaman kacangkacangan (Suku Leguminoceae) mampu mengembalikan kesuburan tanah karena pada bintil-bintil akarnya terdapat simbiosis Rhizobium sp. yang mampu mengembalikan senyawa nitrogen ke dalam tanah 18
Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Menurunnya kualitas lingkungan terlihat dari melemahnya fungsi atau menjadi kurang dan tidak sesuai lagi dengan kegunaannya, berkurangnya pertumbuhan serta menurunnya kemampuan reproduksi. Pada akhirnya ada kemungkinan terjadinya kematian pada organisme hidup dalam lingkungan tersebut. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut dengan polutan atau bahan pencemar. Syaratsyarat suatu zat dapat disebut polutan adalah jika keberadaannya dapat merugikan mahluk hidup karena jumlahnya melebihi batas normal, berada pada waktu yang tidak tepat, atau berada pada tempat yang tidak tepat. Pencemaran Lingkungan 19
Bahan pencemar yang umumnya merusak lingkungan berupa limbah. Limbah adalah bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Berdasarkan sifatnya bahan pencemar dapat dikategorikan kedalam dua macam, yaitu bahan pencemar yang dapat terdegradasi atau teruraikan (biodegradabel) dan bahan pencemar yang tidak dapat terdegradasi (non biodegradabel). Biodegradabel adalah limbah yang dapat diuraikan atau didekomposisi, baik secara alamiah yang dilakukan oleh dekomposer (bakteri dan jamur) ataupun yang disengaja oleh manusia, contohnya adalah limbah rumah tangga, kotoran hewan, daun, dan ranting. Sedangkan nonbiodegradabel adalah limbah yang tidak dapat diuraikan secara alamiah oleh dekomposer. Keberadaan limbah jenis ini di alam sangat membahayakan, contohnya adalah timbal (Pb), merkuri, dan plastik. Untuk menanggulangi menumpuknya sampah tersebut maka diperlukan upaya untuk dapat menanggulangi hal tersebut seperti proses daur ulang menjadi produk tertentu yang bermanfaat. 20
Pencemaran tanah Pencemaran Air Pencemaran Suara Berdasarkan tempat terjadinya, pencemara dibedakan menjadi: Pencemaran air Pencemaran udara 21 Berbagai Pencemaran Lingkungan
Pencemaran Air Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat masuknya organisme atau zat tertentu yang menyebabkan menurunya kualitas air tersebut. Cottam (1969) mengemukakan bahwa pencemaran air adalah bertambahnya suatu material atau bahan dan setiap tindakan manusia yang mempengaruhi kondisi perairan sehingga mengurangi atau merusak daya guna perairan. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. 22
Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata. Air merupakan kebutuhan vital bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Untuk dapat dikonsumsi air harus memenuhi syarat fisik, kimia maupun biologis. Akan tetapi apabila air tersebut tidak baik dan tidak layak untuk dikonsumsi, maka air tersebut bisa dikatakan tercemar. 23
Penyebab pencemaran air diantaranya: Pembuangan limbah rumah sakit, limbah peternakan ke sungai. Pembuangan limbah industri ke perairan (sungai, danau, laut). Pembuangan limbah rumah tangga (domestik) kesungai, seperti air cucian, air kamar mandi. Penggunaan racun dan bahan peledak dalam menangkap ikan. Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan. Tumpahan minyak karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas panta 24
Dampak Pencemaran Air 1.Kerusakan ekosistem yang ada di perairan. 2.Terjadinya bencana banjir dan juga tanah longsor. 4.Sumber air bagi manusia dan makhluk hidup lainnya berkurang. 5.Gangguan kesehatan karena mengkonsumsi air tersebut 3.Biota dan makhluk hidup air mati karena kualitas air memburuk. 25
Contoh Pencemaran Air di sekitar lingkungan 26
Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah masuknya atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan. Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 % Nitrogen, 20 % Oksigen; 0,93 % Argon;0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan Normal" dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas dan seimbang. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi. Adapun beberapa jenis bahan yang dapat mencemari udara yakni Karbon monoksida (CO), Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Karbon dioksida (CO2), Ozon (O3), Benda Partikulat (PM), Timah (Pb) dan HydroCarbon (HC). 27
Dampak Pencemaran Udara Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan Pencemaran udara atau polusi udara adalah salah satu masalah lingkungan yang menimbulkan dampak negatif bagi berbagai aspek salah satunya untuk kesehatan manusia. Di beberapa kota besar, khususnya yang saat ini tengah melanda ibukota negara, polusi udara menjadi masalah yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat. Udara yang bercampur dengan sisa produksi pabrik, sisa rumah tangga, pembakaran sampah, hingga asap kendaraan bermotor, membuat udara memiliki kandungan polutan yang sangat tinggi. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan. Dari segi kesehatan, polusi udara akibat pencemaran lingkungan dapat menimbulkan beberapa dampak antara lain, sebagai berikut : 1. Menimbulkan bibit penyakit Udara yang tidak bersih dapat mengandung zat- zat yang berbahaya, debu hingga bibit penyakit. Penyakit ini disebabkan oleh polusi udara, antara lain sesak napas, asma dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan terjadinya kanker. 28
2. Membuat mata perih dan iritasi Polusi udara tidak hanya menyerang pernapasan tapi juga dapat membuat mata menjadi perih dan gampang iritasi. Paparan udara yang buruk dapat memicu sindrom mata kering, irirtasi hingga konjungtivitis. Sebaiknya gunakan kacamata atau pelindung mata ketika kamu beraktivitas di lokasi dengan kualitas udara yang buruk. Jangan lupa untuk selalu membawa obat tetes mata dan hindari menyentuh mata terlalu sering 3. Gangguan pada sistem reproduksi Bagi ibu hamil, polusi udara juga sangat membahayakan diri dan janinnya. Dampak pencemaran udara bagi ibu hamil bisa memicu peradangan di seluruh tubuhnya dan memicu kelahiran prematur. Sementara untuk janin, keadaan ini dapat mengakibatkan keguguran. Dampak Pencemaran Udara 29
Dampak Pencemaran Udara 4. Infeksi saluran pernapasan Dampak pencemaran udara dari asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok, dan lainlain bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan, seperti asma, ISPA, dan kanker paru-paru. Selain itu, pencemaran udara juga bisa berakhir pada berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh manusia 5. Mengurangi jarak pandang Hal ini bisa terjadi jika polusi udara sangat tebal. Jika asap yang ada dijalanan sangat tebal, maka bisa mengganggu penglihatan yang secara otomatis bisa mengurangi jarak pandang. Jika jarak pandang berkurang salah satu solusinya adalah berjalan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya tabrakan atau kecelakaan. Upaya pencegahan dari dampak polusi udara 1. Membatasi penggunaan kendaraan bermotor pada hari yang tingkat polusinya lebih tinggi 2. Memakai masker saat akan keluar rumah atau beraktivitas diluar 3. Membatasi berjalan atau beraktivitas pada waktu sibuk 30
Pencemaran Tanah Pencemaran darat atau tanah adalah semua keadaan dimana polutan masuk kedalam lingkungan tanah sehingga menurunkan kualitas tanah tersebut. Dimana Polutan bisa berupa zat-zat bahan pencemar baik berupa zat kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikroorganisme. Sebelum adanya kemajuan teknologi dan industri manusia hanya membuang sampah dan limbah organik. Sampah atau limbah tersebut mudah diurai oleh mikroorganisme sehingga menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam. Namun, dewasa ini perkembangan teknologi dan industri sangat pesat berkembang. Dan sampah serta limbah yang dibuang bukan hanya sampah organik, melaikan sampah organik juga. Sampah organik sangat sulit untuk diurai oleh mikroorganisme, sehingga memerlukan waktu yang lama untuk hancur dan menyatu kembali dengan alam. Contoh sederhana sampah anorganik yaitu plastik yang dapat terurai dalam waktu 240 tahun, sedangkan 31
Pencemaran Tanah Pencemaran Tanah Pencemaran darat atau tanah adalah semua keadaan dimana polutan masuk kedalam lingkungan tanahsehingga menurunkan kualitas tanah tersebut. Dimana Polutan bisa berupa zat-zat bahan pencemar baik berupa zat kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikroorganisme. Sebelum adanya kemajuan teknologi dan industri manusia hanya membuang sampah dan limbah organik. Sampah atau imbah tersebut mudah diurai oleh mikroorganisme sehingga menjadi bahan yang mudah menyatu kembali dengan alam. Namun, dewasa ini perkembangan teknologi dan industri sangat pesat berkembang. Dan sampah serta limbah yang dibuang bukan hanya sampah organik, melaikan sampah organik juga. Sampah organik sangat sulit untuk diurai oleh mikroorganisme, sehingga memerlukan waktu yang lama untuk hancur dan menyatu kembali dengan alam. Contoh sederhana sampah anorganik yaitu plastik yang dapat terurai dalam waktu 240 tahun, 32
Pencemaran Tanah yang terjadi di lingkungan sekitar 33
Dampak Pencemaran Tanah 1.Kerusakan ekosistem yang ada di perairan. 2.Terjadinya bencana banjir dan juga tanah longsor. 3.Biota dan makhluk hidup air mati karena kualitas air memburuk. 4.Sumber air bagi manusia dan makhluk hidup lainnya berkurang. 5.Gangguan kesehatan karena mengkonsumsi air tersebut 34
Polusi suara atau kebisingan merupakan suara mengganggu atau suara yang tidak dibutuhkan sehingga dapat memberikan dampak buruk terutama bagi kesehatan manusia baik secara fisik maupun mental. Polusi suara biasanya ditemukan di dalam fasilitas industri dan juga beberapa tempat yang tinggi akan aktivitas manusianya, seperti di jalan raya, stasiun, bandara, ataupun tempat yang sedang dalam proses pembangunan. Polusi suara juga bisa memiliki arti yaitu suara yang tidak dikehendaki. Suara tersebut bisa menyebabkan rasa sakit atau bisa juga menghalangi gaya hidup. Di antara pencemaran yang terdapat pada lingkungan, polusi atau pencemaran suara dapat dikatakan berbeda dengan polusi lain dan dapat dilihat dari beberapa hal, antara lain: 1. Penilaian dilakukan secara pribadi atau subjektif saat menentukan sebuah suara, apakah terlalu bising atau tidak. 2. Kerusakan yang dihasilkan hanya satu tempat atau sporadis jika dibandingkan dengan pencemaran udara dan pencemaran air (pengecualian untuk kebisingan yang disebabkan oleh pesawat terbang). Pencemaran Suara 35
Polusi suara dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang mengganggu kesehatan seperti gangguan tidur, gangguan pendengaran, penyakit kardiovaskular, gangguan hormon, dan meningkatkan insidensi diabetes. Dampak Pencemaran Suara 36
Pencemaran Suara 37
LIMBAH ADALAH SISA ATAU SAMPAH DARI SUATU PROSES AKTIVITAS MANUSIA YANG DAPAT MENJADI BAHAN POLUTAN DI SUATU LINGKUNGAN. LIMBAH JUGA DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI SEGALA JENIS BAHAN ATAU ZAT YANG DIHASILKAN OLEH KEGIATAN MANUSIA, BAIK ITU AKTIVITAS INDUSTRI, RUMAH TANGGA, MAUPUN PERTANIAN YANG TELAH TIDAK BERGUNA ATAU TIDAK DIINGINKAN LAGI. LIMBAH BISA TERDIRI DARI BERBAGAI JENIS ZAT, SEPERTI BAHAN KIMIA, LOGAM, PLASTIK, KERTAS, MAKANAN, DAN LAIN SEBAGAINYA. Limbah 38
JENIS JENIS Limbah Limbah dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria, seperti sumbernya, bahan yang terkandung di dalamnya, dan sifat fisiknya. Beberapa jenis limbah yang umum dikenal adalah sebagai berikut. 39
Limbah Padat Limbah cair Limbah gas Limbah Beracun dan Berbahaya JENIS JENIS Limbah 40
Limbah padat adalah limbah yang berbentuk padat, seperti sampah domestik, limbah konstruksi, dan limbah industri. Limbah padat biasanya diangkut ke tempat pembuangan akhir atau ditimbun di tempat yang telah ditentukan LIMBAH PADAT 41
Limbah cair adalah jenis limbah yang berbentuk cair, seperti air limbah rumah tangga, limbah industri, dan limbah pertanian. Limbah cair umumnya diolah melalui proses pengolahan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan LIMBAH CAIR 42
Limbah Gas Limbah gas adalah limbah yang berwujudukan gas atau uap, seperti gas buang kendaraan, gas buang industri, dan emisi dari pembangkit listrik. Limbah gas harus diolah melalui proses pemurnian sebelum dibuang ke atmosfer 43
Limbah beracun dan berbahaya adalah limbah yang mengandung bahan-bahan beracun atau berbahaya, seperti bahan kimia beracun, limbah medis, dan limbah radioaktif. Limbah jenis ini harus diolah dengan hati-hati dan tidak boleh dibuang ke lingkungan. Limbah Beracun dan Berbahaya 44
Pengolahan limbah sangat penting untuk dilakukan, karena jika tidak diolah dengan baik, limbah dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan, kesehatan, dan ekonomi. Limbah yang tidak diolah dapat mencemari air, udara, dan tanah, sehingga berdampak buruk pada lingkungan sekitar. Selain itu, limbah juga dapat menjadi sumber penyakit dan menciptakan bau tidak sedap yang tentunya mengganggu Kita bisa melakukan beberapa cara untuk mengolah limbah. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut: Cara Mengolah Limbah 45