The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iwan irnawan, 2020-10-09 03:02:10

2.Bahan ajar 2

2.Bahan ajar 2

[ZAT ADIKTIF] [2020]

Bahan Ajar
Ilmu Pengetahuan Alam

Zat Adiktif

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

SMP NEGERI 1 KARAWANG BARAT
2020

P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 1

[ZAT ADIKTIF] [2020]

BAHAN AJAR PERTEMUAN KE-2
A. Kompetensi Dasar :

3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif,
serta dampaknya terhadap kesehatan

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan pembelajaran online melalui Zoom Meeting dan percobaan
sederhana secara offline, peserta didik dapat menganalisis kandungan zat
adiktif pada rokok berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam aktivitas
tersebut.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menjelaskan konsep zat adiktif
2. Mengidentifikasi kandungan zat adiiktif dalam rokok
3. Menganalisis macam-macam zat adiktif yang terkandung dalam rokok
4. Menjelaskan pengaruh zat adiktif bagi tubuh manusia

P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 2

[ZAT ADIKTIF] [2020]

ZAT ADIKTIF Gambar 1. Zat Adiktif

Adakah di antara kamu yang gemar

minum kopi atau teh? Kopi mengandung

kafein, sedangkan teh mengandung

theine yang merupakan zat adiktif.

Kopi dan teh mengandung bahan yang

membuatmu memiliki kecenderungan

untuk mengulang mengkonsumsi

kembali. Zat adiktif dibedakan

menjadi tiga kelompok, yaitu (1) zat

adiktif bukan narkotika dan

psikotropika, (2) zat adiktif

narkotika, dan (3) zat adiktif

psikotropika. Contoh zat adiktif

kelompok kesatu yang ada pada bahan,

antara lain teh, kopi, rokok, minuman

beralkohol, inhalan (lem, aerosol,

pengharum ruangan, dan gas), obat

bius, dan lain-lain. Contoh zat adiktif

kelompok dua antara lain candu, heroin,

kokain, morfin, lisesic acid diethylamid,

dan ganja. Contoh zat adiktif kelompok

ketiga antara lain ekstasi, sabu-sabu,

diazepam, dan LSD (Lysergic Acid

Diethylaimide).

P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 3

[ZAT ADIKTIF] [2020]

1. Zat Adiktif Bukan Narkotika dan Psikotropika

Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika sering kamu jumpai dalam
kehidupan sehari-hari, bahkan kamu juga sering mengonsumsi makanan atau
minuman yang mengandung bahan tersebut. Bahan makanan atau minuman yang
mengandung zat adiktif yang kamu kenal antara lain pada kopi, teh, dan cokelat.
Berikut ini adalah bahan yang mengandung zat adiktif nonpsikotropika yang ada di
sekitar kamu.

a. Kafein dalam Teh

Gambar 2. Teh Kamu tentu sudah sering mengonsumsi
teh. Tahukah kamu teh termasuk ke dalam
kelompok bahan yang mengandung zat
adiktif karena mengandung theine dan
kafein. Itulah sebabnya sebagian dari kamu
menjadi terbiasa mengonsumsi teh setiap
hari. Teh aman dan baik untuk dikonsumsi
dalam jumlah tidak berlebihan. Teh juga
mengandung kafein, teofilin, dan teobromin
dalam jumlah sedikit.

b. Kafein dalam Kopi

Kopi adalah minuman yang terbuat dari Gambar 3. Kopi
biji kopi yang telah disangrai dan dihancurkan
menjadi bubuk kopi. Kopi memiliki kandungan
kafein yang lebih tinggi dari teh. Umumnya
kopi dikonsumsi orang dengan tujuan agar
mereka tidak mengantuk. Kopi dapat membuat
orang tidak mengantuk karena kafein dalam

P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 4

[ZAT ADIKTIF] [2020]

kopi dapat meningkatkan respons
kewaspadaan pada otak.

Meskipun bahan adiktif dalam kopi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara
berlebihan, tetapi kopi memiliki manfaat pada beberapa terapi kesehatan. Kopi
dapat mencegah penyakit Parkinson, kanker usus, kanker lambung, dan kanker
paru-paru. Dalam beberapa kejadian, kopi dapat menjadi obat untuk sakit kepala,
tekanan darah rendah, dan obesitas.

c. Nikotin

Rokok dibuat dari daun tembakau melalui proses tertentu dan telah dicampur
dengan bunga cengkeh serta berbagai macam bahan aroma. Rokok mengandung
nikotin dan tar. Nikotin dapat menyebabkan orang menjadi berkeinginan untuk
mengulang dan terus menerus merokok.

Merokok dapat menyebabkan dampak yang merugikan bagi organ-organ tubuh,
baik organ luar maupun organ dalam. Pengaruh pada organ luar dapat berupa
perubahan warna gigi dan kulit, sedangkan pengaruh pada organ dalam dapat
memicu kanker paru-paru.

Gambar 4. Rokok
P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 5

[ZAT ADIKTIF] [2020]

2. Zat Aditif Narkotika

Narkotika merupakan zat adiktif Gambar 5. Opium
yang sangat berbahaya dan penggunaannya
dilarang di seluruh dunia. Menurut Undang-
Undang yang berlaku, pengertian narkotika
adalah zat atau obat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis
maupun semi sintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkotika dapat dibedakan ke dalam
golongan-golongan tertentu.

Berdasarkan tinggi rendahnya potensi penyebab ketergantungan, narkoba
dibedakan menajadi 3 golongan :

1. Narkotika golongan I
Narkotika golongan I yaitu yaitu narkotika yang digunakan untuk tujuan
pengembangan IPTEK dan tidak digunakan dalam terapi, mempunyai potensi
yang sangat tinggi dalam mengakibatkan ketergantungan, contohnya :
a. Opium, terdiri dari candu (hasil olahan dari opium menjadi suatu
ekstrak)
b. Tanaman koka, tumbuh di daerah Amerika Selatan bagian barat
c. Kokain, didapatakan dari ekstrak tanaman koka
d. Ganja, semua bagian tanaman genus Cannabis termasuk biji, buah,
jerami.

P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 6

[ZAT ADIKTIF] [2020]

2. Narkotika golongan II
Narkotika yang bekhasiat dalam pengobatan, digunakan sebagai pilihan
terakhir, dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan IPTEK,
serta mempunyai potensi mengakibatkan ketergantungan. Contohnya :
a. Morfin, berupa serbuk putih dan dapat mengakibatkan ketergantungan
fisik, psikis, dan toleransi sehingga penggunaan dalam pengobatan
sangat dibatasi dan merupakan obat pilihan terakhir.
b. Petidin (meperidina), efeknya seperti morfin dan banyak digunakan
dalam persalinan ibu hamil.

3. Narkotika Golongan III
Yaitu narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan
dalam terapi atau tujuan IPTEK serta mempunyai potensi ringan dalam
mengakibatkan ketergantungan, contoh :
1. Kodein, berupa serbuk putih atau bentuk tablet, digunakan dalam
pengobatan sebagai antitusif (mengurangi gejala) dan analgesik
(mengurangi nyeri).

Tahukah kamu contoh-contoh narkotika?. Menyimpan bahan-bahan ini adalah
suatu bentuk pelanggaran hukum apalagi menggunakannya. Sanksi kurungan
penjara dapat menjadi ancamannya

Gambar 6. Ganja
P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 7

[ZAT ADIKTIF] [2020]

3. Zat Adiktif Psikotropika

Kelompok zat adiktif ketiga adalah psikotropika. Psikotropika merupakan
zat atau obat baik alamiah maupun sintetis yang bukan merupakan narkotika,
yang berkhasiat psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku seseorang. Zat
psikotropika dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan saraf
pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai halusinasi, ilusi, gangguan cara
berpikir, dan perubahan alam perasaan.

Psikotropika dibedakan menjadi empat golongan sesuai dengan tinggi rendahnya
potensi dalam mengakibatkan ketergantungan :

1. Psikotropika golongan I
Merupakan psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan IPTEK.
Mempunyai potensi kuat menyebabkan ketergantungan, contoh : Ekstasi
dan LSD

2. Psikotropika golongan II
Merupakan psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk pengobatan dan
dapat digunakan untuk terapi dengan tujuan IPTEK serta mempunyai
potensi kuat menyebabkan ketergantungan, contohnya : amfetamin dan
methamfetamin

3. Psikotropika golongan III
Merupakan psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dan banyak
digunakan dalam terapi serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan
ketergantungan.

P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 8

[ZAT ADIKTIF] [2020]

4. Psikotropika golongan IV
Merupakan psikotropika yang bermanfaat untuk pengobatan san sangat
luas digunakan dalam terapi serta mempunyaimpotensi ringan
mengakibatkan ketergantungan, contohnya : barbiturat, diazepam,

estazolam, dll.

Psikotropika golongan IV dapat dikelompokkan menjadi :

1. Depresan Menyebabkan depresi (menekan)
aktivitas susunan syaraf pusat bagi

pemakainya

2. Stimulan Dapat merangsang fungsi tubuh
3. Halusinogen sehingga lebih percaya diri
Menyebabkan penyimpangan persepsi

termasuk halusinasi

Penggunaan psikotropika juga dapat menyebabkan ketergantungan serta
berefek merangsang pemakainya. Pemakaian zat psikotropika yang berlebihan
dapat menyebabkan kematian. Contoh psikotropika, antara lain ekstasi, sabu-
sabu, diazepam, dan LSD. Coba carilah informasi melalui media tentang
pengelompokan bahan-bahan psikotropika?

Gambar 7. Psikotropika
P e n d i d i k a n P r o f e s i G u r u 2 0 2 0 Page 9


Click to View FlipBook Version