KAJIAN PENGADAAN SERVER LPSE
DAN PERANGKAT PENDUKUNG
TAHUN 2022
BAGIAN PENGADAAN BARANG DAN JASA
SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN WONOGIRI
2021
KAJIAN PENGADAAN SERVER LPSE DAN PERANGKAT PENDUKUNG
TAHUN 2022
Bersama ini Kami paparkan kajian terkait perlunya pengadaan server Layanan
Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Wonogiri dan perangkat
pendukungnya dilihat dari beberapa aspek disertai spesifikasi perangkat yang
direkomendasikan beserta usulan anggaran yang dibutuhkan pada tahun anggaran
2022, sebagai berikut :
A. ASPEK KEBIJAKAN
1. Dasar Hukum
a. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah, Pasal 69 Ayat (1) menyatakan bahwa Penyelenggaraan
Pengadaan Barang/Jasa dilakukan secara elektronik menggunakan sistem
informasi yang terdiri atas Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dan
sistem pendukung;
b. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada Instruksi ketiga menyatakan
bahwa agar melaksanakan seluruh Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (e-procurement).
2. Implementasi Penggunaan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE)
Implementasi penggunaan Sistem Pengadaan Secara Elektronik di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dapat digambarkan melalui tabel
sebagai berikut :
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Wonogiri
Melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (e-procurement)
Tahun 2016 – 2020
No. Tahun Jumlah Tender Jumlah Non Tender Ket.
(Paket) (Paket)
12 3 4 5
1. 2016 245 - Paket Non Tender
Belum diakomodir SPSE
2. 2017 202 - Paket Non Tender
Belum diakomodir SPSE
3. 2018 162 - Paket Non Tender
Belum diakomodir SPSE
4. 2019 131 232
5. 2020 83 178
410
Jumlah Total 823
Sumber : www.lpse.wonogirikab.go.id
Data tabel di atas masih ditambah dengan paket-paket dan kegiatan yang
berkaitan dengan pengadaan secara elektronik lainnya yang dalam prakteknya
saling terintegrasi melalui aplikasi SPSE, seperti : pencatatan non tender,
pencatatan swakelola, penginputan dan pengumuman Rencana Umum
Pengadaan (RUP) melalui aplikasi SiRUP, pengadaan dengan sistem e-
purchasing melalui e-catalogue, dan lainnya.
Selain pemrosesan pengadaan secara elektronik, aplikasi SPSE juga
melakukan proses pengaktifan dan penyimpanan data akun para pelaku
pengadaan seperti : PPK, Pokja Pemilihan, Pejabat Pengadaan, termasuk
pelaku usaha/penyedia barang/jasa.
Dari data-data di atas, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap aplikasi
SPSE ini akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dengan semakin
meningkatnya kebutuhan akan penggunaan aplikasi SPSE ini dan dalam rangka
mengikuti perubahan regulasi, lingkungan, kebutuhan instansi dan terutama
perubahan teknologi informasi yang semakin berkembang, tentunya harus
didukung dengan infrastruktur teknologi informasi yang memadai berupa server
dan perangkat pendukung yang terkini yang mempunyai kemampuan
menyimpan data secara elektronik dengan lebih baik dan mendukung
penggunaan aplikasi SPSE dengan proses yang lebih cepat.
B. ASPEK TEKNIS ANALISIS KONDISI SERVER LPSE SAAT INI (EXISTING)
Aspek teknis yang dimaksud adalah analisis mengenai kondisi server LPSE
Kabupaten Wonogiri yang saat ini digunakan yang masih merupakan aset Dinas
Kominfo Kabupaten Wonogiri dan merupakan hasil pengadaan barang/jasa pada
tahun 2016.
1. Processor (CPU)
Server LPSE yang saat ini ada menggunakan 2 buah mesin Server
Lenovo Think Server RD350, server rackmount ini menggunakan 1 buah
processor Intel Xeon E5-2620 v3 yang merupakan keluaran kuartal ke-3 tahun
2014.
Server ini mendukung konfigurasi dua prosesor dan dimungkinkan untuk
dilakukan upgrade, namun pada tahun 2021 ini prosesor yang identik dengan
prosesor yang terpasang sudah tidak ditemui di pasaran, mengingat prosesor
tersebut merupakan keluaran tahun 2014. Upgrade prosesor seri tersebut pada
tahun 2021 ini juga kurang bijak mengingat generasinya sudah tertinggal jauh
dengan prosesor keluaran terbaru. Prosesor generasi terbaru menawarkan
performa berkali-kali lipat namun tidak membutuhkan daya yang banyak.
2. Memori (RAM)
Server ini menggunakan RAM sebesar 32 GB dan penggunaan RAM saat
ini sudah 71% dan hampir 100% dengan Cache. Tentunya kapasitas ini perlu
ditingkatkan untuk menunjang bertambahnya pengguna aplikasi.
Process manager, menunjukkan penggunaan resource pada aplikasi SPSE yang
berjalan. Terlihat aplikasi memakan hampir 100% RAM dengan cache nya.
RAM saat ini menggunakan DDR 4 ECC dengan kecepatan 1866 Mhz,
sedangkan saat ini kecepatan RAM sudah mencapai 2666 - 3200 Mhz. Selain
kapasitas RAM yang perlu ditingkatkan, performa kecepatan RAM juga perlu
ditingkatkan untuk melayani kebutuhan di masa mendatang.
3. Storage (Hard Disk)
Kemudian pada sisi storage, server tersebut menggunakan dua buah Hard
disk Cakram dengan model ST91000640NS dan ST1000NX0423 dengan
kecepatan 7200 RPM SATA 3.
Hard disk tersebut memiliki kelemahan yaitu akan terjadi bottleneck
atau lambat jika digunakan untuk pekerjaan baca tulis acak yang intensif
(random read write intensive), hal tersebut tentu berdampak kepada performa
aplikasi yang dijalankan menjadi lambat. Satu tingkat di atas Hard disk tersebut
adalah Hard disk Cakram dengan kecepatan 15000 RPM dengan interface SAS.
Namun hard disk Cakram 15000 RPM masih kalah performa baca tulis acak
(random read write intensive) dibandingkan dengan Solid State Drive (SSD).
SSD menawarkan kecepatan baca tulis acak ribuan kali lebih cepat
dibandingkan dengan Hard Disk SATA maupun SAS 15000 RPM. Selain itu
harga SSD sudah murah, setara dengan SAS 15000 RPM. SSD menawarkan
kelebihan lain yaitu tahan getaran dan goncangan karena tidak ada perangkat
mekanikal di dalamnya, perlu diingat, data center penuh dengan getaran yang
dihasilkan oleh kipas dan putaran hard disk cakram. Dapat disimpulkan pilihan
terbaik saat ini adalah dengan menggunakan SSD.
Selain performa yang perlu diupgrade, kapasitas dari hard disk pertama
dari total 1 TB sudah digunakan 4% untuk partisi root dan 69% untuk partisi
home.
Sedangkan hard disk kedua, kapasitas penyimpanan saat ini sudah
mencapai 755 GB dari ukuran Harddisk 1 TB. Sehingga sudah saatnya
diupgrade.
Hasil pemantauan kesehatan hard disk menunjukan nilai Raw Read Error
Rate yang tinggi, hal ini dikarenakan hard disk cakram masih menggunakan
mekanik yang sensitif terhadap goncangan. Penggunaan Solid State Drive (SSD)
akan mengurangi error karena sudah tidak menggunakan perangkat mekanikal.
4. Remote Management
Poin selanjutnya yang menjadi alasan perlunya upgrade server adalah
dibutuhkannya fitur Remote Management Modul, atau Intelligent Platform
Management Interface (IPMI). Fitur ini memungkinkan Administrator untuk
memantau kondisi hardware, meremote fisik server (power on, power off, reset),
install ulang dari jarak jauh, dan remote console atau layar dari jarak jauh.
Untuk menggunakan fitur remote management pada server ini, perlu
membeli lisensi tambahan per tahun. Untuk upgrade server sebaiknya
menggunakan server yang sudah include IPMI tanpa tambahan biaya.
5. Power Supply
Server Lenovo RD 350 dengan nomor seri 70d8002wia hanya dilengkapi
dengan 1 buah power supply, tanpa fitur redundant power supply atau backup.
Fitur redundant power supply sangat penting pada server dengan data critical,
sehingga apabila terjadi kegagalan power supply, tidak perlu ada downtime.
6. Uninterruptible Power Supply (UPS)
UPS merupakan salah satu perangkat untuk dapat memberikan suplai
daya yang tidak terganggu sebagai penunjang server yang sangat penting agar
aplikasi SPSE tetap dapat diakses untuk sementara waktu dalam kondisi tanpa
listrik. UPS merupakan sistem penyedia daya listrik yang sangat penting dan
diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta
kerusakan sistem dan hardware. UPS akan menjadi sistem yang sangat penting
dan sangat diperlukan pada server LPSE untuk menjamin keberlangsungan
aplikasi SPSE agar tidak terganggu. Sedangkan untuk kondisi UPS yang
digunakan pada server LPSE saat ini dirasa sudah mengalami penurunan
performa sehingga sangat layak juga disarankan untuk diganti.
C. SPESIFIKASI PERANGKAT DAN ANGGARAN YANG DIBUTUHKAN
Dalam rangka upgrade server LPSE dan perangkat pendukungnya pada
tahun 2022, maka diperlukan paket pengadaan barang/jasa server dan perangkat
pendukungnya (UPS) dengan total anggaran sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus
juta rupiah). Sedangkan spesifikasi server LPSE dan perangkat pendukungnya
yang direkomendasikan adalah sebagai berikut :
No. Jenis Spesifikasi Jumlah
1. Server (Unit)
2U Super Micro SYS-2029P-C1R.
2. UPS Processor 2 x Intel Xeon Cascadelake-Refresh | 1
4210R | 10 Core 20 Thread | (TOTAL 20/40) |
RAM 192 GB DDR4 ECC REG.(32GB x 6) 1
SSD 6 x 960 GB Samsung PM883 960GB
SATA 6Gb/s
Power supply Dual 1200w 80+ Titanium (96%
Efficiency).
RAID Card Broadcom (LSI) 3108. 16 Drive
SMC3000RMI2U
APC Smart-UPS C 3000VA LCD RM 2U 230V
D. KESIMPULAN
Berdasarkan kajian dari aspek kebijakan, aspek analisa teknis kondisi server
LPSE saat ini dan data-data lainnya yang telah dijabarkan di atas serta dalam
rangka menjamin keberlangsungan kebijakan dan peningkatan kapasitas aplikasi
Sistem Pengadaan Secara Elektronik di lingkungan Pemerintah Kabupaten
Wonogiri, maka sangat disarankan pada tahun 2022 mendatang untuk dilakukan
upgrade server LPSE saat ini beserta perangkat pendukungnya yaitu UPS melalui
mekanisme pengadaan barang/jasa. Hal ini harus dilakukan mengingat kondisi
server LPSE saat ini yang merupakan hasil proses pengadaan barang/jasa tahun
2016 oleh Dinas Kominfo Kabupaten Wonogiri sudah mulai mengalami penurunan
performa dan perangkat-perangkat di dalamnya sudah tertinggal jauh dengan
perkembangan situasi dan kondisi teknologi informasi terkini, sehingga
dikhawatirkan apabila tidak diganti dengan server generasi baru akan mengganggu
proses pengadaan barang/jasa secara elektronik di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Wonogiri yang dari tahun ke tahun akan semakin meningkat kebutuhan
penggunaannya. Sedangkan untuk server LPSE saat ini dan perangkat
pendukungnya masih dapat ditoleransi penggunaannya untuk 1 (satu) tahun ini
(2021).
Demikian kajian yang dapat Kami sampaikan untuk dapat dijadikan
sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam rangka pengusulan perencanaan
anggaran pada tahun 2022 dalam rangka pengadaan server LPSE dan
perangkat pendukungnya.
Plt. KEPALA BAGIAN
PENGADAAN BARANG DAN JASA,
IMAM SUTARKO, S.T, M.M.
Pembina
NIP. 19640918 198908 1 001