Elemen Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan Zat dan Benda Energi dan Perubahannya Bumi Alam SemesCapaian Pembelajaran ● Hubungan bentuk dan fungsi bagian tubuh manusia (pancaindra dan rangka) ●Kebutuhan makhluk hidup ●Siklus hidup ●Keragaman hayati ●Pelestarian Makhluk Hidup ●Ekosistem ● Wujud Zat ●Perubahan wujud zat ●Sumber dan bentuk energi ●Proses perubahan bentuk energi ● Gaya dan gerak ●Pesawat sederhana ●PelesSumbeDaya A●Siklus
dan sta Geografi Sosiologi Sejarah Ekonomi starian er Alam s Air ● Rentang Bentang Alam ● Sistem tata kelola masyarakat (RT - Provinsi) ● Penggun aan peta konvensio nal/digital ●Peran dan tanggung jawab sebagai bagian warga sekolah dan lingkungan tempat tinggal ●Keragaman budaya dan kearifan lokal serta upaya pelestarianny a ●Sejarah tokoh dan periodisasiny a di provinsi serta hubungan dengan konteks jaman sekarang ●Profesi Masyarakat ●Perbedaan Keinginan dan kebutuhan ● Nilai mata uang dan kegiatan yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari
Alur Tujuan Pembelajaran dalam setiap fase 4.1. Siswa menganalisis hubungan antara bentuk dan fungsi bagian tubuh manusia (panca indera) 4.3. Siswa mengidentifikas i wujud zat 4.5. Siswa mendeskripsik an jenis-jenis gaya dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. 4.7.mensi uair. 4.2. Siswa menjelaskan peran dan tanggung jawab manusia dalam kehidupan bermasyarakat. 4.4. Siswa menganalisis perubahan wujud zat. 4.6. Siswa menciptakan teknologi dengan prinsip- prinsip pesawat sederhana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 4.8.menan psikludalakehseh4.9.menhastentinvebebekoyanlingsek(dan
Siswa ngidentifika urutan siklus 4.11. Siswa menggambar ragam bentang alam di lingkungan sekitar. 4.17. Siswa menjelaskan adat atau tokoh di wilayahnya yang berperan untuk menjaga kelestarian alam. 4.18. Siswa menyelidiki peran tokoh dari wilayahnya pada masa lampau dalam memperjuangk an kemerdekaan Indonesia. 4.15. Siswa menyajikan hasil karya tentang sejarah kegiatan tukar beli yang ada di daerahnya melalui proses penelusuran informasi dari tokoh atau orang yang ada di lingkungannya yang ada di daerahnya . Siswa ndeskripsik pengaruh us air am idupan ari-hari. 4.12. Siswa mengaitkan ragam bentang alam dengan profesi masyarakat di daerahnya. 4.19. Siswa mengurutkan kronologis perjuangan rakyat di wilayahnya pada masa lampau dalam memperjuangk an kemerdekaan Indonesia. 4.16. Siswa mengidentifikasi keinginan dan kebutuhannya yang dihubungkan dengan nilai uang . Siswa nyajikan il karya tang hasil estigasi berapa osistem g ada di kungan itarnya nau, 4.13. Siswa mendeskripsik an tempat tinggalnya berdasarkan sistem tata kelola masyarakat 4.20. Siswa menelusuri peninggalan masa pendudukan bangsa asing yang terdapat di wilayahnya.
sunhuta4.10mensi sidarihewadasertmanterhlingPerkiraan jumlah jam pelajaran 4.1. 15 jam pelajaran 4.3. 5 jam pelajaran 4.5. 10 jam pelajaran 4.7.pela4.2. 10 jam pelajaran 4.4. 10 jam pelajaran 4.6. 20 jam pelajaran 4.8.pela4.9.pela4.10pelaKata/frasa kunci Menganalisis, menjelaskan Mengidentifikas i, menganalisis Mendeskripsika n, menciptakan Mensi, Menan, MenProfil pelajar Pancasila Bernalar Kritis, Gotong Royong Bernalar Kritis Bernalar Kritis, Kreatif BerKreaGlosarium Pada Fase B peserta didik mengidentifikasi keterkaitanmencari tahu bagaimana konsep-konsep Ilmu Pengelingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Peditunjukkan dengan menyelesaikan tantangan yang mengusulkan ide/menalar, melakukan investigasi/ merefleksikan, mengaplikasikan dan melakukan tindak
gai, an). 0. Siswa ngidentifika iklus hidup beberapa wan yang a di sekitar ta nfaatnya hadap kungan. 4.14. Siswa mengindentifik asi kota/kabupate n tempat tinggalnya pada peta konvensional/ digital . 5 jam ajaran 4.11. 5 jam pelajaran 4.17. 5 jam pelajaran 4.18. 10 jam pelajaran 4.15. 15 jam pelajaran . 5 jam ajaran 4.12. 5 jam pelajaran 4.19. 5 jam pelajaran 4.16. 5 jam pelajaran . 15 jam ajaran 4.13. 5 jam pelajaran 4.20. 5 jam pelajaran 0 .10 jam ajaran 4.14. 5 jam pelajaran ngidentifika ndeskripsik nyajikan Mengambar, mengaitkan, mendeskripsik an, mengidentifika si Menjelaskan Menyelidiki, mengurutkan, menelusuri Menyajikan, mengidentifikasi nalar Kritis, atif Kreatif , Bernalar Kritis Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia Bernalar Kritis, Berkebinekaan global Berkebinekaan global, Mandiri n antara pengetahuan-pengetahuan yang baru saja diperoleh serta etahuan Alam dan Sosial berkaitan satu sama lain yang ada di nguasaan peserta didik terhadap materi yang sedang dipelajari dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya peserta didik penyelidikan/ percobaan, mengomunikasikan, menyimpulkan, lanjut dari proses inkuiri yang sudah dilakukannya.
KESIMPULAN FASE B KELAS 4 Tujuan Pembelajaran disusun secara berurutan dari 4.1. sampai 4.20. 4.1. Siswa menganalisis hubungan antara bentuk dan fungsi bag4.2. Siswa menjelaskan peran dan tanggung jawab manusia dala4.3. Siswa mengidentifikasi wujud zat 4.4. Siswa menganalisis perubahan wujud zat. 4.5. Siswa mendeskripsikan jenis-jenis gaya dan manfaatnya dal4.6. Siswa menciptakan teknologi dengan prinsip-prinsip pesawa4.7. Siswa mengidentifikasi urutan siklus air. 4.8. Siswa mendeskripsikan pengaruh siklus air dalam kehidupa4.9. Siswa menyajikan hasil karya tentang hasil investigasi bebe4.10. Siswa mengidentifikasi siklus hidup dari beberapa hewan y4.11. Siswa menggambar ragam bentang alam di lingkungan se4.12. Siswa mengaitkan ragam bentang alam dengan profesi m4.13. Siswa mendeskripsikan tempat tinggalnya berdasarkan sist4.14. Siswa mengindentifikasi kota/kabupaten tempat tinggalnya4.15. Siswa menyajikan hasil karya tentang sejarah kegiatan tukaorang yang ada di lingkungannya yang ada di daerahnya. 4.16. Siswa mengidentifikasi keinginan dan kebutuhannya yang 4.17. Siswa menjelaskan adat atau tokoh di wilayahnya yang ber4.18. Siswa menyelidiki peran tokoh dari wilayahnya pada masa4.19. Siswa mengurutkan kronologis perjuangan rakyat di wilay4.20. Siswa menelusuri peninggalan masa pendudukan bangsa aDiketahui oleh, Kepala Sekolah Dana Sundana, S.Pd.SD NIP. 19821010 200903 1 002
gian tubuh manusia (panca indera) am kehidupan bermasyarakat. lam kehidupan sehari-hari. at sederhana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. an sehari-hari. erapa ekosistem yang ada di lingkungan sekitarnya (danau, sungai, hutan). yang ada di sekitar serta manfaatnya terhadap lingkungan. ekitar. masyarakat di daerahnya. tem tata kelola masyarakat a pada peta konvensional/digital ar beli yang ada di daerahnya melalui proses penelusuran informasi dari tokoh atau dihubungkan dengan nilai uang rperan untuk menjaga kelestarian alam. a lampau dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. yahnya pada masa lampau dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. asing yang terdapat di wilayahnya. Batam, 29 Februari 2024 Guru Kelas IV (Empat ) D Dewi Popi Mulia,S.Pd NIP. 198704232019032001
Alur dan Tujuan Pembelajaran Matematika Fase B A. Capaian Pembelajaran Fase B (Kelas 3 dan 4 SD) Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengeneralisasi pemahaman dan melakukan operasi hitung bilangan cacah sampai dengan 999.999, serta memahami hubungan antara operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) termasuk menggunakan sifat-sifat operasi dalam menentukan hasil perhitungan, menentukan faktor, kelipatan, KPK, dan FPB dari bilangan cacah, memahami pecahan dan menentukan posisinya pada garis bilangan, serta membandingkan dua pecahan. Peserta didik dapat menyelesaikan persamaan sederhana, memahami hubungan antara operasi perkalian dan pembagian, menemukan pola gambar, objek sederhana, dan pola bilangan melibatkan operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian). Peserta didik dapat dan mengukur panjang benda menggunakan satuan baku, menggunakan satuan baku luas dan volume, serta menyelesaikan masalah berkaitan dengan keliling bangun datar. Peserta didik dapat mengidentifikasi ciri-ciri berbagai bentuk bangun datar dan bangun ruang (prisma dan balok). Peserta didik juga dapat menyajikan dan menganalisis data sederhana menggunakan turus dalam bentuk bentuk bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, diagram batang, dan diagram garis, serta menentukan kejadian yang lebih mungkin di antara beberapa kejadian. B. Capaian berdasarkan domain Bilangan Pada akhir fase B, Peserta didik dapat membaca, menuliskan, membandingkan, mengurutkan bilangan cacah sampai dengan 999.999, menggunakan sistem nilai tempat. Peserta didik dapat menentukan hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dengan cara mengelompokkan menurut nilai tempat serta menggunakannya dalam menyelesaikan masalah. Peserta didik dapat menentukan, menyajikan, memodelkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam konteks uang dan kaitan setiap satuannya serta berbagai representasi visual dan strategi perhitungan. Peserta didik dapat menentukan dan menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan, faktor, kelipatan persekutuan terkecil (KPK), dan faktor persekutuan terbesar (FPB). Peserta didik dapat mengenal, menggunakan, menyajikan, dan memodelkan bilangan pecahan antara 0 dan 1 serta pecahan
campuran positif (misalnya: 2¼) dan yang senilai dalam berbagai bentuk representasi visualnya. Peserta didik dapat mengenal, mengidentifikasi, mengurutkan, dan membandingkan berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal, dan persen) dan hubungan di antaranya. Peserta didik dapat menentukan posisi pecahan pada garis bilangan, membandingkannya dengan bilangan lainnya. Aljabar Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengidentifikasi, menduplikasi, dan mengembangkan pola gambar atau obyek sederhana dan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik dapat menemukan hubungan antara operasi penjumlahan dan pengurangan (misalnya: 2 + 3 = 5, maka 5 – 3 = 2), serta hubungan antara operasi perkalian dan pembagian (misalnya: 2 x 5 = 10, maka 10:2 = 5 dan 10:5 = 2). Peserta didik dapat menentukan bilangan yang belum diketahui dari sebuah pernyataan matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. peserta didik dapat menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi perkalian atau pembagian, menemukan pola hubungan yang melibatkan perkalian dan pembagian. Pengukuran Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengukur panjang menggunakan satuan baku (mm, cm, m) dan mengenali bahwa ada hubungan terbalik antara ukuran unit dan jumlah unit yang diperlukan untuk mengukur suatu obyek, serta menentukan hubungan antarsatuan baku panjang (mm, cm, m). peserta didik juga dapat menggunakan satuan baku luas (cm2, m2) dan volume Geometri Pada akhir fase B, peserta didik dapat membandingkan ciri-ciri berbagai bentuk bangun datar dari segiempat, segitiga, segibanyak dan lingkaran dan membandingkan ciri-ciri berbagai bentuk bangun ruang dari prisma dan tabung. Analisis Data dan Peluang Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyaknya benda menggunakan turus dan data hasil pengukuran dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, diagram batang, dan diagram garis. Peserta didik juga dapat menentukan kejadian yang lebih mungkin di antara beberapa kejadian. C. Penurunan Capaian Domain Menjadi Tujuan Pembelajaran Per Domain 1. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Bilangan Capaian Pembelajaran Domain: Pada akhir fase B, Peserta didik dapat membaca, menuliskan, membandingkan, mengurutkan bilangan cacah sampai dengan 999.999, menggunakan sistem nilai tempat. Peserta didik dapat menentukan hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian dengan cara mengelompokkan menurut nilai tempat
serta menggunakannya dalam menyelesaikan masalah. Peserta didik dapat menentukan, menyajikan, memodelkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dalam konteks uang dan kaitan setiap satuannya serta berbagai representasi visual dan strategi perhitungan. Peserta didik dapat menentukan dan menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan, faktor, kelipatan persekutuan terkecil (KPK), dan faktor persekutuan terbesar (FPB). Peserta didik dapat mengenal, menggunakan, menyajikan, dan memodelkan bilangan pecahan antara 0 dan 1 serta pecahan campuran positif (misalnya: 2¼) dan yang senilai dalam berbagai bentuk representasi visualnya. Peserta didik dapat mengenal, mengidentifikasi, mengurutkan, dan membandingkan berbagai bentuk pecahan (biasa, campuran, desimal, dan persen) dan hubungan di antaranya. Peserta didik dapat menentukan posisi pecahan pada garis bilangan, membandingkannya dengan bilangan lainnya. Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Bilangan Kelas Semester Letak bilangan pada garis bilangan 3.1. Menunjukkan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan suatu bilangan cacah sampai angka 10.000 (atau maksimum empat angka) dalam konteks bilangan dan nilai mata uang 3 1 3.2. Mengurutkan bilangan-bilangan (sampai empat angka) berdasarkan nilai tempat nya ke dalam garis bilangan dalam konteks bilangan dan nilai mata uang 3 1 3.3. Menentukan hubungan antar bilangan (pola bilangan ) dalam deret bilangan (membesar, mengecil, dan bertumbuh) dalam konteks bilangan dan nilai mata uang 3 1 3.7. Melakukan pembulatan bilangan sampai ke ribuan terdekat dalam konteks bilangan dan nilai mata uang 3 1 3.8. Menaksir hasil perhitungan penjumlahan dan pengurangan dalam konteks bilangan dan nilai mata uang 3 1 Pecahan 3.22. Mengidentifikasi (Membaca, membilang dan menulis) simbol pecahan untuk suatu benda yang dibagi dengan pembagian yang berbeda 3 2 3.24. Membandingkan nilai pecahan berdasarkan bagian suatu benda dalam garis bilangan 3.25. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana 3 2
Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Bilangan Kelas Semester Bilangan dan niai tempat nya 4.1. Menunjukkan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, ribuan, puluh ribuan, ratus ribuan, dan jutaan suatu bilangan cacah sampai angka 1.000.000 (atau maksimum enam angka) 4 1 4.2. Mengurutkan bilangan-bilangan (sampai enam angka) berdasarkan nilai tempat nya ke dalam garis bilangan 4 1 4.5. Melakukan pembulatan bilangan sampai ke ratusan ribu terdekat 4 1 Nilai mata uang rupiah 4.6. Mengenal berbagai nilai mata uang rupiah 4 1 4.7. Menentukan kesetaraan antara satu mata uang dan mata uang lain nya. Misal: 50,000 dapat dibuat dengan 3 mata uang sepuluh ribuan dan satu lembar uang dua puluh ribuan 4 1 4.8. Memilih jenis barang yang dapat dibeli dengan mata uang yang dimiliki 4 1 FPB dan KPK 4.9. Menentukan kelipatan suatu bilangan dengan menggunakan garis bilangan dan tabel perkalian 4 1 4.10. Menentukan fakto-faktor suatu bilangan dengan menggunakan tabel pembagian dan tabel perkalian 4 1 4.11. Mengenal bilangan-bilangan prima 4 1 4.12. Membuat pohon faktor dengan menggunakan bilangan prima 4 1 4.13. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan FPB dan KPK 4 1 Pecahan 4.14. Menjelaskan arti pecahan senilai menggunakan benda konkret atau gambar benda yang dibagi beberapa bagian 4 1 4.15. Membuat beberapa pecahan senilai untuk suatu pecahan dengan mengalikan atau membagi pembilang dan penyebut dengan angka yang sama 4 1 4.16 Membuat visualisasi suatu pecahan campuran 4 1 4.17. Membedakan pecahan biasa dan pecahan campuran 4 1 4.18. Mengubah pecahan biasa ke pecahan campuran dan sebaliknya 4 1 4.21. Mengenal nilai tempat persepuluh dan perseratus 4 1 4.22. Mengubah pecahan ke dalam bentuk desimal dan persen 4 1
4.23. Membandingkan mana yang lebih besar dan lebih kecil antara dua pecahan, pecahan campuran, desimal, atau persen 4 1 2. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Aljabar Capaian Pembelajaran Domain: Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengidentifikasi, menduplikasi, dan mengembangkan pola gambar atau obyek sederhana dan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Peserta didik dapat menemukan hubungan antara operasi penjumlahan dan pengurangan (misalnya: 2 + 3 = 5, maka 5 – 3 = 2), serta hubungan antara operasi perkalian dan pembagian (misalnya: 2 x 5 = 10, maka 10:2 = 5 dan 10:5 = 2). Peserta didik dapat menentukan bilangan yang belum diketahui dari sebuah pernyataan matematika yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. peserta didik dapat menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi perkalian atau pembagian, menemukan pola hubungan yang melibatkan perkalian dan pembagian. Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Aljabar Kelas Semester Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan 3.4. Melakukan operasi penjumlahan bilagan cacah sampai 10.000 tanpa teknik menyimpan, dan dengan teknik menyimpan 3 1 3.5 Melakukan operasi pengurangan bilagan cacah sampai 10.000 tanpa teknik meminjam, dan dengan 3 1 teknik meminjam 3.6. Menemukan hubungan antara operasi 3 1 penjumlahan dan pengurangan Operasi 3.9. Memahami hubungan antara operasi bilangan. 3 1 hitung Contoh: menjelaskan bahwa perkalian adalah perkalian penjumlahan yang berulang dan pembagian adalah dan pengurangan berulang pembagian 3.10 Melakukan perkalian 0 dan 10, 100. Perkalian 3 1 bilangan 2-angka dengan bilangan 1-angka; bilangan 3-angka dengan bilangan 1-angka. Perkalian bilangan 2-angka dan bilangan 2-angka. Perkalian 3-angka dan bilangan 2-angka dengan cara mendatar, bersusun pendek dan bersusun panjang 3.11 Melakukan pembagian bilangan cacah sampai 3 1 dengan 100 meggunakan 2 model: menentukan jumlah kelompok dan menentukan jumlah isi per kelompok 3.12. Melakukan Pembagian dengan ada sisa 3 1
3.13. Mengubah bentuk perkalian menjadi bentuk pembagian dan sebaliknya dan membuat tabel pembagian 3 1 Sifatsifat operasi 3.14 Menggunakan sifat pertukaran dan pengelompokan dalam penjumlahan serta sifat pengelompokan dalam pengurangan 3 1 3.15 Menggunakan sifat pertukaran dan pengelompokan dalam perkalian serta sifat pengelompokan dalam pembagian 3 1 3.16 Melakukan operasi hitung campuran penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian menggunakan sifat operasi hitung 3 1 Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Aljabar Kelas Semester Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan 4.3. Melakukan operasi penjumlahan bilagan cacah sampai 1.000.000 tanpa teknik menyimpan, dan dengan teknik menyimpan 4 1 4.4. Melakukan operasi pengurangan bilagan cacah sampai 1.000.000 tanpa teknik meminjam, dan 4 1 dengan teknik meminjam Operasi 4.19. Melakukan penjumlahan dan pengurangan 4 1 hitung pecahan biasa dan pecahan campuran penjumlahan berpenyebut sama dan 4.20. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang 4 1 pengurangan berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan pecahan biasa dan pecahan campuran berpenyebut sama 4.24 Membulatkan pecahan biasa, pecahan 4 1 campuran, desimal dan persen ke satuan terdekat 4.25 Melakukan penaksiran hasil penjumlahan, 4 1 pengurangan, perkalian dan pembagian pecahan biasa, pecahan campuran, desimal dan persen Keliling dan 4.30. Menjelaskan arti kuadrat sebagai perhitungan 4 2 luas bangun luas persegi dengan panjang sisi yang sama dan datar dan sebagai perkalian berulang dua bilangan yang sama hubungannya 4.31. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang 4 2 dengan berkaitan dengan bilangan kuadrat dengan Bilangan membuat persamaan matematis nya kuadrat 4.32 Menjelaskan konsep keliling sebagai 4 2 penjumlahan seluruh sisi bangun datar 4.33. Menghitung panjang sisi suatu bangun datar 4 2 jika keliling dan pajang sisi lain nya diketahui
4.32. Menjelaskan konsep luas persegi dan persegi panjang menggunakan satuan persegi dan persegi panjang yang lebih kecil 4 2 4.34. Menentukan hubungan antar satuan luas 4 2 4.35. Menghitung panjang sisi bangun datar jika diketahui luasnya 4 2 3. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Pengukuran Capaian Pembelajaran Domain: Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengukur panjang menggunakan satuan baku (mm, cm, m) dan mengenali bahwa ada hubungan terbalik antara ukuran unit dan jumlah unit yang diperlukan untuk mengukur suatu obyek, serta menentukan hubungan antarsatuan baku panjang (mm, cm, m). peserta didik juga dapat menggunakan satuan baku luas (cm2, m2) dan volume. Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Pengukuran Kelas Semester Pengukuran panjang dan berat 3.17. Mengukur panjang beberapa benda konkret dan jarak menggunakan alat ukur yang sesuai dengan satuan panjang mm, cm, m dan km. 3 2 3.18. Mengukur berat beberapa benda konkret menggunakan alat ukur yang sesuai dengan satuan gram dan kilogram 3 2 3.19. Menentukan hubungan antar satuan panjang dan antar satuan berat. 3 2 3.20. Mengubah suatu satuan panjang dan berat ke dalam bentuk satuan lain 3 2 3.21. Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan satuan panjang dan satuan berat 3 2 Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Pengukuran Kelas Semester Pengukuran sudut 4.26 Mengidentifikasi suatu sudut ke dalam kelompok sudut siku-siku, sudut lancip, dan sudut tumpul 4 2 4.27. Mengukur besar sudut menggunakan busur derajat dengan benar 4 2
4. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Geometri Capaian Pembelajaran Domain: Pada akhir fase B, peserta didik dapat membandingkan ciri-ciri berbagai bentuk bangun datar dari segiempat, segitiga, segibanyak dan lingkaran dan membandingkan ciri-ciri berbagai bentuk bangun ruang dari prisma dan tabung. Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Geometri Kelas Semester Bangun datar 3.27. Menyebutkan ciri-ciri bangun datar sederhana seperti jumlah sisi, jumlah sudut, panjang sisi, dan besar sudut segitiga dan segiempat 3 2 3.28. Mengidentifikasi bangun-bangun datar berdasarkan cirinya. Misal: menyebutkan nama bangun datar berdasarkan cirinya 3 2 Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Geometri Kelas Semester Bangun ruang 4.35. Memanipulasi ( memainkan ) bangun ruang dengan membangun balok, menyusun menjadi sebuah bentuk, menggambar bangun ruang dan membuat bentuk-bentuk yang berbeda 4 2 4.36. Menyebutkan ciri-ciri bangun ruang seperti jumlah sisi, jumlah sudut, dan jumlah rusuk prisma dan tabung 4 2 5. Tujuan Pembelajaran untuk Domain Analisa Data dan Peluang Capaian Pembelajaran Domain: Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyaknya benda menggunakan turus dan data hasil pengukuran dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, diagram batang, dan diagram garis. Peserta didik juga dapat menentukan kejadian yang lebih mungkin di antara beberapa kejadian. Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Analisa Data dan Peluang Kelas Semester Pengumpulan 3.29. Mengumpulkan data mengenai banyaknya 3 2 dan benda Penyajian 3.30. Menyajikan data tersebut ke dalam bentuk 3 2 data tabel frekuensi menggunakan turus 3.31. Mengubah tabel penyajian data ke dalam 3 2 bentuk piktogram dan diagram batang 3.32. Menganalisis data yang disajikan dalam 3 2 bentuk tabel, piktogram, dan diagram batang
Materi Materi Tujuan Pembelajaran Domain Analisa Data dan Peluang Kelas Semester Statistika 4.37. Menggunakan tabel penyajian data banyaknya benda yang menggunakan turus untuk membandingkan, mengurutkan, dan menganalisis banyaknya benda satu dibanding benda yang lain 4 2 4.38 Mengubah penyajian data dalam benuk tabel ke dalam bentuk piktogram, diagram batang, dan diagram garis 4 2 4.39. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan perhitungan data yang tertera di piktogram, diagram batang, dan diagram garis 4 2 Peluang 4.40. Menjelaskan definisi ruang sampel sebagai jumlah kejadian yang mungkin. contoh: untuk satu kali pelemparan 1 dadu, kejadian yang mungkin terjadi adalah munculnya mata dadu 1,2,3,4,5,6, sehingga ruang sampel nya ada 6. 4 2 4.41. Menghitung kemungkinan terjadi nya suatu kejadian. contoh: kemungkinan muncul nya mata dadu kurang dari 3 adalah dua, yaitu mata dadu 1 dan 2 4 2 4.42. Menentukan besarnya peluang suatu kejadian dengan menyebutkan besarnya kemungkinan kejadian tsb terjadi dibagi ruang sampel nya 4 2 D. Rasional Penyusunan Alur dan Tujuan Pembelajaran Capaian Pembelajaran menjadi rujukan utama dari Penyusunan Alur dan Tujuan Pembelajaran Matematika untuk Fase B Kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar ini. Fase B merupakan perpindahan dari Fase A menuju Fase C, dimana pengenalan konsep pada semua domain secara konkret adalah menjadi hal yang paling mendasar. Semua alur tujuan pembelajaran disusun secara berurutan dimana satu unit pembelajaran ditempatkan berdasarkan urutan prasyarat bagi unit pembelajaran sesudahnya. Walaupun disusun berdasarkan domain tetapi dalam pelaksanaan pembelajarannya, domain tersebut dapat dikombinasikan. Hal ini bergantung pada rancangan pembelajaran yang akan dibuat oleh masing-masing guru atau pendidik. Unit Pembelajaran yang disusun berdasarkan Kelas, Domain dan Topik dalam tiap domain.
Unit Pembelajaran 3.1.1 Letak bilangan pada garis bilangan Tujuan Unit Mengetahui nilai suatu bilangan sampai angka 10.000 dalam konteks bilangan biasa dan nilai mata uang hingga dapat melakukan penaksiran operasi hitung nya Domain Bilangan Kelas 3 Perkiraan JP Unit 24 Kata Kunci Bilangan, Nilai tempat, Garis bilangan, Pola bilangan, Nilai mata uang, Pembulatan, Penaksiran Penjelasan Singkat Siswa diberikan beberapa mata uang dengan nilai berbeda, siswa menyebutkan nilai bilangan nya, membandingkan nilai mata uaang yang lebih besar atau lebih kecil, dan melakukan aturan pembulatan untuk mempermudah memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perhitungan uang Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Pembulatan = aturan untuk merubah sebuah nilai angka yang lebih besar atau lebih kecil untuk mengeliminasi nilai bilangan yang tidak kita butuhkan Penaksiran = perhitungan nilai terdekat Unit Pembelajaran 3.2.1 Operasi hitung Tujuan Unit Melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan sampai angka 10.000 secara tepat dan memahami hubungan antar operasi hitung Domain Aljabar Kelas 3 Perkiraan JP Unit 24 Kata Kunci Penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan sifat operasi Penjelasan Singkat Melakukan berbagai teknik perhitungan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bilangan sampai angka 10.000 secara tepat dan menemukan berbagai strategi perhitungan dengan menggunakan sifat operasi hitung dalam memecahkan maslah sehari-hari. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Komutatif = pertukaran tempat, Asosiatif = pengelompokan operasi, Distributif = penyebaran operasi Unit Pembelajaran 3.1.2 Pecahan Tujuan Unit Mengenal nilai dan simbol pecahan sederhana menggunakan model konkret, membandingkan nilai dua pecahan atau lebih dan memecahkan masalah sehari-hari berkaitan dengan pecahan sederhana
Domain Bilangan Kelas 3 Perkiraan JP Unit 24 Kata Kunci Pecahan sederhana, Perbandingan Nilai pecahan Penjelasan Singkat Siswa diberika benda konkret yang dibagi beberapa bagian, siswa dapat menyebutkan nilai nilai dari sebagian benda tersebut dalam simbol pecahan, membandingkan nya dengan pecahan lain, dan menggunakan konsep pecahan sederhana untuk menyelesaikan masalah sehari-hari Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Pecahan = bilangan yang mewakili bagian dari benda utuh Unit Pembelajaran 3.3.1 Pengukuran panjang dan berat Tujuan Unit Melakukan pengukuran panjang dan berat dengan alat dan satuan yang sesuai dan menentukan hubungan antar satuan untuk memecahkan masalah sehari-hari Domain Pengukuran Kelas 3 Perkiraan JP Unit 24 Kata Kunci Panjang, Berat, Satuan Penjelasan Singkat Siswa dapat membaca skala alat ukur dari hasil pengukuran panjang dan berat dengan benar. Siswa mengetahui berbagai satuan satandar pengukuran panjang dan berat seperti centi meter, meter dan kilo meter, juga gram dan kilo gram. Siswa kemudian dapat mengubah nilai pengukuran dengan suatu satuan ke satuan yang lain Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Besaran = Apa yang diukur dengan hasil nya berupa bilangan, Satuan = nilai standar bagi pembanding alat ukur Unit Pembelajaran 3.4.1 Bangun Datar Tujuan Unit Mengenal berbagai bangun datar dan ciri nya Domain Geometri Kelas 3 Perkiraan JP Unit 24 Kata Kunci persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium Penjelasan Singkat Diberikan berbagai bangun datar, kemudaian siswa diminta menganalisis jumlah sudut, jumlah sisi, besar masing-masing sudut dalam bangun datar tersebut, jumlah pasangan sudut yang besar nya sama, jumlah pasangan sisi yang panjang nya sama, jumlah pasangan sisi yang sejajar. Setelah itu siswa mengklasifikasikan bangun datar tersebut dengan nama
tertentu (persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium) sesuai ciri-ciri nya. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Sisi, sudut, paralel, persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan trapesium Unit Pembelajaran 3.5.1 Pengumpulan dan Penyajian Data Tujuan Unit Siswa dapat melakukan beberapa teknik pengumpulan data (wawancara dan kuisioner) kemudian menyajikan data tersebut dalam bentuk diagram batang dan mempresentasikan nya. Domain Analisis data dan peluang Kelas 3 Perkiraan JP Unit 24 Kata Kunci Data Penjelasan Singkat Siswa diminta membuat penelitian dalam sebuh grup tentang suatu topik sederhana yang ingin mereka ketahui kemudian menyusun rencana pengumpulan data baik dengan wawancara ataupun kuisioner, lalu mereka mengaplikasikan rencananya dan mepresentasikan hasil nya dalam bentuk diagram batas. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis, bergotong royong, kreatif dan mandiri Glosarium wawancara, kuisioner, dan diagram batang Unit Pembelajaran 4.1.1 Bilangan dan Nilai Tempat Tujuan Unit Mengetahui nilai suatu bilangan sampai 100.000 dalam konteks bilangan biasa dan nilai mata uang hingga dapat melakukan penaksiran operasi hitung nya Domain Bilangan Kelas 4 Perkiraan JP Unit 9 Kata Kunci Bilangan, Nilai tempat, Garis bilangan, Pola bilangan, Nilai mata uang, Pembulatan, Penaksiran Penjelasan Singkat Siswa diberikan beberapa mata uang sampai 100.000 dengan nilai berbeda, siswa menyebutkan nilai bilangan nya, membandingkan nilai mata uang yang lebih besar atau lebih kecil, dan melakukan aturan pembulatan untuk mempermudah memecahkan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan perhitungan uang Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Pembulatan = aturan untuk merubah sebuah nilai angka yang lebih besar atau lebih kecil untuk mengeliminasi nilai bilangan yang tidak kita butuhkan
Penaksiran = perhitungan nilai terdekat Unit Pembelajaran 4.2.1 Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan Tujuan Unit Melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 100.000 dengan berbagai teknik perhitungan Domain Aljabar Kelas 4 Perkiraan JP Unit 6 Kata Kunci Penjumlahan dan Pengurangan Penjelasan Singkat Siswa diberi contoh penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100.000 dengan atau tanpa teknik menyimpan, dan meminjam. Kemudian siswa berlatih dengan soal-soal serupa. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium - Unit Pembelajaran 4.1.2 FPB dan KPK Tujuan Unit Menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan atau lebih Domain Bilangan Kelas 4 Perkiraan JP Unit 30 Kata Kunci FPB, KPK Penjelasan Singkat Siswa terlebih dahulu memahami pengertian dan dapat menentukan faktor dan kelipatan suatu bilangan, kemudian siswa menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan atau lebih dan mengaplikasikan nya untuk memecahkan maslah seharihari Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Biangan prima = bilangan yang hanya bisa dibagi 1 dan bilangan itu sendiri Faktor = bilangan-bilangan yang dapat membagi habis sebuah bilangan Kelipatan = hasil kali suatu bilangan dengan bilangan bulat Faktorisaasi prima = bentuk penulisan suatu bilangan sebagai perkalian dari faktor-faktor prima nya FPB = faktor persekutuan terbesar KPK = Kelipatan persekutuan terkecil Unit Pembelajaran 4.1.3 Pecahan Tujuan Unit 1. Menentukan pecahan senilai dari benda atau gambar konkret
2. Mengubah bentuk suatu pecahan ke bentuk pecahan yang lain 3. Membandingkan nilai pecahan dalam berbagai bentuk 4. Melakukan pembulatan nilai pecahan berbagi bentuk ke satuan terdekat 5. Melakukan penaksiran hasil operasi pecahan Domain Bilangan Kelas 4 Perkiraan JP Unit 15 Kata Kunci Pecahan senilai, perbandingan pecahan, pembulatan pecahan, penaksiran hasil operasi pecahan Penjelasan Singkat Siswa menggunakan benda konkret untuk menunjukan makna dari pecahan senilai yaitu pecahan yang memiliki jumlah bagian yang sama dari suatu benda utuh. Misalkan 1 kue yang dipotong dua akan memiliki bagian yang sama besar dengan dua kue yang dipotong 4. Siswa membuat model dari pecahan biasa dan pecahan campuran. Siswa mengenal nilai tempat pecahan berbentuk desimal (persepuluh/perseratus/perseribu dst), sehingga mereka dapat mengubah bentuk pecahan. Siswa membulatkan dan melakukan penaksiran pecahan. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Pecahan biasa = perbandingan yang menyatakan suatu bagian dari seluruh bagian Pecahan campuran = Gabungan bilangan bulat danpecahan Desimal = sistem bilangan yang menggunakan basis persepuluh/perseratus/perseribu Persen = perseratus Unit Pembelajaran 4.2.2 Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan Tujuan Unit Melakukan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama Domain Aljabar Kelas 4 Perkiraan JP Unit 12 Kata Kunci Penjumlahan dan Pengurangan Penjelasan Singkat Siswa diberi contoh penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama. Kemudian siswa berlatih dengan soal-soal serupa. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Pembilang dan Penyebut
Unit Pembelajaran 4.2.3 Keliling dan luas bangun datar dan hubungannya dengan Bilangan kuadrat Tujuan Unit Memecahkan masalah yang berkaitan dengan keliling, luas bangun datar, bilangan kuadrat dan akar pangkat dua. Domain Aljabar Kelas 4 Perkiraan JP Unit 30 Kata Kunci keliling, luas, bilangan kuadrat dan akar pangkat dua Penjelasan Singkat Siswa mempraktekan cara menghitung keliling bangun datar dengan menjumlahkan panjang seluruh sisi nya, dan sebaliknya melakukan perhitungan panjang sisi jika keliling dan panjang sisi lainnya diketahui. Siswa menyatakan luas suatu bangun datar menggunakan satuan persegi yang lebih kecil dan juga konsep bilangan kuadrat, dan sebaliknya menentukan panjang sisi bangun datar jika luas dan sisi lain nya diketahui, atau menggunakan konsep akar pangkat dua jika bangun datar nya dalah persegi. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Keliling, luas, bilangan kuadrat dan akar pangkat dua Unit Pembelajaran 4.3.1 Pengukuran sudut Tujuan Unit Mengukur besar sudut menggunakan busur derajat dan membaca skala nya dengan benar lalu mengklasifikan nya ke dalam sudut siku-siku, lancip atau tumpul. Domain Pengukuran Kelas 4 Perkiraan JP Unit 9 Kata Kunci Sudut, busur derajat, Penjelasan Singkat Siswa diberikan penjelasan tentang cara pengukuran sudut menggunakan busur derajat dan membaca skala nya dengan benar lalu mengklasifikan nya ke dalam sudut siku-siku, lancip atau tumpul. Kemudian siswa mempraktekan sendiri dengan sudut-sudut yang ada di sekitar mereka. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis, mandiri Glosarium sudut siku-siku = sudut yang besar nya 900 sudut lancip = sudut yang besar nya kurang dari 900 sudut tumpul = sudut yang besar nya lebih dari 900
Unit Pembelajaran 4.4.1 Bangun Ruang Tujuan Unit Menganalisis ciri-ciri berbagai bangun ruang Domain Geometri Kelas 4 Perkiraan JP Unit 9 Kata Kunci Sudut, Rusuk, Permukaan, Balok, Kubus, Tabung, Kerucut, Bola, Limas dan Prisma Penjelasan Singkat Siswa diberikan berbagai bangun ruang, kemudian diberi penjelasan tentang apa itu sudut, rusuk, dan permukaan. Lalu siswa menggmabar bangun ruang tersebut kemudian menunjukan dan menghitung jumlah sudut, rusuk, dan permukaan tiap bangun ruang dan mengklasifikasikan bangun ruang tersebut sesuai namanya. Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis, kreatif, mandiri Glosarium Bangun ruang = suatu bentuk benda yang memiliki volume Sudut = titiik pertemuan dua garis yang bersinggungan Rusuk = sisi tegak bangun ruang (bisa vertical, horizontal atau diagonal) dan tidak melengkung Permukaan = setiap bagian datar dari bangun ruang Unit Pembelajaran 4.5.1 Analisis tabel dan diagram penyajian data Tujuan Unit Menganalisis hasil penyajian data Domain Analisis data dan peluang Kelas 4 Perkiraan JP Unit 12 Kata Kunci Analisis data, tabel penyajian data, turus Penjelasan Singkat Siswa diberikan sejumlah data, siswa diminta untuk emnyajikan nya ke dalam tabel penyajian data menggunakan turus lalu mengubahnya ke dalam bentuk piktogram, diagram batang, dan diagram garis kemudian menganalisis hasil nya untuk memecahkan masalah yang ada Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis, mandiri Glosarium piktogram, diagram batang, dan diagram garis Unit Pembelajaran 4.5.2 Peluang Tujuan Unit Menentukan besarnya peluang suatu kejadian Domain Analisis data dan peluang Kelas 4 Perkiraan JP Unit 12
Kata Kunci Peluang, Ruang sampel, banyaknya kejadian Penjelasan Singkat Siswa diberi penjelasan dan contoh tentang ruang sampel dan jumlah kemungkinan suatu kejadian. Siswa diberikan beberapa kasus, lalu siswa diminta menentukan jumlah ruang sampel dan jumlah kemungkinan kejadian dalam kasus tersebut dan menentukan besarnya peluang suatu kejadian dengan menyebutkan besarnya kemungkinan kejadian tsb terjadi dibagi ruang sampel nya Profil Pelajar Pancasila Bernalar kritis Glosarium Ruang sampel = jumlah kejadian yang mungkin E. Urutan Pembelajaran Pada Tiap Kelas Semester Ganjil Kelas 3 Kelas 4 No. Unit Pembelajaran JP No. Unit Pembelajaran JP 1. 3.1.1 Letak bilangan pada garis bilangan 24 1. 4.1.1 Bilangan dan nilai tempat 9 2. 3.2.1 Operasi hitung 24 2. 4.2.1 Operasi hitung penjumlahandan pengurangan bilangan 6 3. 3.1.2 Pecahan 24 3. 4.1.2 FPB dan KPK 30 4. 4. 4.1.3 Pecahan 15 5. 5. 4.2.2 Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan 12 6. 6. Jumlah JP 72 Jumlah JP 72 Semester Genap Kelas 3 Kelas 4 No. Unit Pembelajaran JP No. Unit Pembelajaran JP 1. 3.3.1Pengukuran panjang dan berat 24 1. 4.2.3 Keliling dan luas bangun datar dan hubungannya dengan Bilangan kuadrat 30 2. 3.4.1 Bangun datar 24 2. 4.3.1 Pengukuran sudut 9 3. 3.5.1 Pengumpulan dan Penyajian Data 24 3. 4.4.1 Bangun Ruang 9 4. 4. 4.5.1 Analisis tabel dan diagram penyajian data 12 5. 5. 4.5.2 Peluang 12 6. 6. Jumlah JP 72 Jumlah JP 72 ` Diketahui oleh, Batam, 29 Februari 2024 Kepala Sekolah Guru Kelas IV (Empat ) D Dana Sundana, S.Pd.SD Dewi Popi Mulia,S.Pd NIP. 19821010 200903 1 002 NIP. 198704232019032001
Nama Sekolah : SDN OO2 NONGSA Tahun Pelajaran : 2023/2024 ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN SENI RUPA FASE B JENJANG SD KELAS IV FASE B Rasional Di akhir fase B, peserta didik mampu menuangkan pengalamannya sebelum menunjukkan proporsi yang optimal. Diharapkan pada akhir fapengetahuan dasar tentang unsur rupa garis, bentuk, tekstur, ruang, dadan 3 dimensi. KElemen Mengalami (Experiencing) Merefleksikan (Reflecting) Capaian Pembelajaran Pada akhir fase B, peserta didik mampu mengamati, mengenal, merekam dan menuangkan pengalaman kesehariannya secara visual dengan menggunakan garis pijak Capaian Pembelajaran dan proporsi walaupun masih berdasarkan penglihatan sendiri. Peserta didik mengenali dan dapat menggunakan alat, bahan dan prosedur dasar dalam menggambar, mewarnai, membentuk,memotong, dan merekat. Pada akhir fase B, peserta didmampu mengenali dan menceritakan fokus dari karyayang diciptakan atau dilihatny(dari teman sekelas karya sendari orang lain atau era atau budaya tertentu) serta pengalaman dan perasaannyamengenai karya tersebut. Alur Tujuan Pembelajaran dalam setiap fase RUP.B.JLR .4.1 Mengidentifikasi fokus utama/ kontras/ penekanan (emphasis) dalam sebuah karya RUP.B.JLR .4.2 Menerapkankeseimbangan simetris/ asimetris/ radial dalam komposisi karya 2 atau 3 dimensi (6-8 JP) Perkiraan jumlah jam pelajaran KELAS 4 30 jp 20 JP
ecara visual sebagai ungkapan ekspresi kreatif dengan rinci walaupun hasilnya ase ini, peserta didik mampu mengenal dan dapat menggunakan keterampilan atau an warna dengan bahan, alat, dan prosedur yang dipilih dalam menciptakan karya 2 KOMPETENSI Berpikir dan Bekerja Artistik (Thinking and Working Artistically) Menciptakan (Making/Creating ) Berdampak (Impacting) dik a ya ni a Pada akhir fase B, peserta didik mulai terbiasa secara mandiri menggunakan berbagai prosedur dasar sederhana untuk berkarya dengan aneka pilihan media yang tersedia di sekitar. Peserta didik mengetahui, memahami dan mulai konsisten mengutamakan aktor keselamatan dalam bekerja. Pada akhir fase B, peserta didik mampu menciptakan karya 2 atau 3 dimensi dengan mengeksplorasi dan menggunakan elemen seni rupa berupa garis, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Pada akhir fase B, peserta didik mampu menciptakan karya sendiri yang sesuai dengan perasaan, minat atau konteks lingkungannya. n RUP.B.JLR .4.3 Menerapkan garis pijak dan kesan ruang (jauh dekat) dalam gambar (6-8 JP) RUP.B.JLR .4.4 Mengenal dan menerapkan warna hangat, sejuk dan netral dalam karya 2 atau 3 dimensi (6-8 JP) RUP.B.JLR .4.5 Menjelaskan komposisi unsur rupa dan kesan ruang dalam sebuah karya 2 dimensi (4 -6 JP) 22 JP 20 JP
Kata/frasa kunci Mengidentifikasi Menerapkan Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan BerakhlakMulia Glosarium 1.Emphasis : Penekanan pusat perhatian sebuah karya 2.Kontras : Tampak perbedaan warna antara pusat perhatian den3.Warna Hangat : Warna yang memberi kesan bersemangat seper4.Warna Sejuk : Warna yang member kesan menenangjan seperti5.Warna Netral : Warna putih dan hitam, seringkali dianggap seb6.Komposisi simetris : komposisi seimbang yang dihasilkan dari p7.Komposisi asimetris : komposisi seimbang meski peletakan obje8.Latar depan : Obyek berada di bawah garis pijak 9.Latar tengah : Obyek berada di antara latar depan dan latar bel10.Latar belakang : Obyek berada di atas garis pijak 11.Kesan Ruang : adanya jarak jauh dekat dalam sebuah karya 2 KESIMPULAN FASE B KELAS 4 Tujuan Pembelajaran disusun secara berurutan 1.Peserta didik dapat mengenal lingkungan sosial dan fisik (arsitektur 2. Peserta didik dapat menganalisis masalah sampah plastik dalam kel3. Peserta didik dapat mengetahui teknik pembuatan tekstur 4. Peserta didik dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasi bendera b5. Peserta didik dapat mengenal ragam hias dekoratif budaya Nusanta6. Peserta didik dapat mengenal dan memahami seni cetak, pengertianDiketahui oleh, Kepala Sekolah Dana Sundana, S.Pd.SD NIP. 198210102009031002
Menerapkan Mengenal Menjelaskan k Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia Mandiri Gotong Royong ngan latar belakang rti merah, oranye dan kuning i biru, hijau dan ungu bagai gelap dan terang dan tidak dianggap sebagai warna. peletakan objek yang sama ukuran dan bentuknya memenuhi kedua sisi media k yang tidak sama ukuran dan bentuknya memenuhi kedua sisi media. lakang dimensi. rumah) sekitar (tetangga) dengan baik lestarian lingkungan sekitar berdasarkan bentuk dan fungsinya ara n jenis-jenis dan bahan Batam, 29 Februari 2024 Guru Kelas IV D Dewi Popi Mulia,S.Pd NIP. 198704232019032001
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) Nama Guru : Dewi Popi Mulia, S.Pd Nip : 198704232019032001
CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Institusi : SDN 002 NONGSA Mata Pelajaran : PENDIDIKAN PANCASILA Kelas : FASE B Tahun Pelajaran : 2023/2024 A. Rasional Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Pendidikan merupakan kunci untuk menumbuh kembangkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila sesuai tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pancasila adalah dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan adalah nilai-nilai yang harus ditumbuhkembangkan dan diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai itu kemudian ditetapkan sebagai norma dasar atau grundnorm Indonesia dan diberi nama Pancasila, sehingga menjadi landasan filosofis bagi pengembangan seluruh aturan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia, nilai-nilai Pancasila semestinya mewujud dalam setiap sikap dan perbuatan segenap warga negara Indonesia. Keterwujudan dalam sikap dan perbuatan tersebut akan dapat mengantarkan seluruh bangsa pada kehidupan yang adil makmur sebagaimana citacita kemerdekaan bangsa Indonesia. Gambaran ideal cita-cita bangsa tersebut masih jauh dari terwujud walaupun negara Indonesia telah menempuh perjalanan lebih dari tiga perempat abad. Masih banyak tantangan yang harus diatasi baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa dan bernegara. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, setiap warga negara perlu diarahkan menjadi warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen), sehingga dapat memahami negara dan bangsa Indonesia, memiliki kepribadian Indonesia, memiliki rasa kebangsaan Indonesia, dan mencintai tanah air. Dengan demikian, warga negaraBIndonesia dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, juga turut aktif membentengi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang akan merusak ketahanan bangsa dan negara Indonesia. Pendidikan Pancasila memuat nilai-nilai karakter Pancasila yang ditumbuhkembangkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk menyiapkan warga negara yang cerdas dan baik. Pendidikan Pancasila berisi elemen: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam upaya meningkatkan keyakinan dan pemahaman filosofi bangsa perlu dilakukan perbaikan secara konten maupun proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang di dalamnya terkandung penumbuhkembangan karakter, literasinumerasi, dan kecakapan abad 21 yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perubahan zaman. Dengan demikian, Pendidikan Pancasila akan menghasilkan warganegara yang mampu berpikir global (think globally) dengan caracara bertindak lokal (act locally) berdasarkan Pancasila sebagai jati diri dan identitas bangsa.
Mata pelajaran Pendidikan Pancasila mempunyai kedudukan strategis dalam upaya menanamkan dan mewariskan karakter yang sesuai dengan Pancasila kepada setiap warga negara, dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bintang penuntun untuk mencapai Indonesia emas. B. Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Setelah mempelajari Pendidikan Pancasila, peserta didik mampu: 1. Berakhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui sikap mencintai sesama manusia, mencintai negara dan lingkungannya untuk mewujudkan persatuan dan keadilan sosial; 2. Memahami makna dan nilai-nilai Pancasila, serta proses perumusannya sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa, serta mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari; 3. Menganalisis konstitusi dan norma yang berlaku, serta menyelaraskan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di tengah-tengah masyarakat global; 4. Memahami jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berbineka, serta mampu bersikap adil dan tidak membeda-bedakan jenis kelamin, SARA (Suku Agama, Ras, Antargolongan), status sosial-ekonomi, dan penyandang disabilitas; 5. Menganalisis karakteristik bangsa Indonesia dan kearifan lokal masyarakat sekitarnya, dengan kesadaran dan komitmen untuk menjaga lingkungan, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, serta berperan aktif dalam kancah global. C. Karakteristik Pendidikan Pancasila 1. Wahana pengembangan pendidikan Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan dengan untuk mewujudkan warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab dalam rangka membangun peradaban bangsa Indonesia; 2. Wahana edukatif dalam pengembangan peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia; 3. Wahana untuk mempraktikkan perilaku gotong royong, kekeluargaan, dan keadilan sosial yang dijiwai nilai-nilai Pancasila guna terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika; 4. Berorientasi pada penumbuhkembangan karakter peserta didik untuk menjadi warga negara yang cerdas dan baik serta memiliki wawasan kebangsaan yang menekankan harmonisasi sikap, keterampilan, dan pengetahuan; 5. Berorientasi pada pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik untuk menjadi pemimpin bangsa dan negara Indonesia di masa depan yang amanah, jujur, cerdas, dan bertanggung jawab.
Pendidikan Pancasila memiliki empat elemen kunci beserta cakupan/substansinya, sebagai berikut: NO ELEMEN DESKRIPSI ELEMEN 1 PANCASILA Mengkaji Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup bangsa. Mengkaji nilai-nilai Pancasila, proses perumusan Pancasila, implementasi Pancasila dari masa ke masa, serta reaktualisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keseharian. Penerapan nilai-nilai Pancasila secara kolektif dalam beragam kegiatan kelompok dengan membangun kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Mengembangkan potensi sebagai kualitas personal yang bermanfaat dalam kehidupannya, memberi bantuan yang dianggap penting dan berharga kepada orang-orang yang membutuhkan di masyarakat yang lebih luas dalam konteks Indonesia dan kehidupan global. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Mengkaji konstitusi dan perwujudan norma yangberlaku mulai dari lingkup terkecil (keluarga, dan masyarakat) sampai pada lingkup negara dan global sehingga dapat mengetahui dan mempraktikkan hak dan kewajibannya baik sebagai manusia, bangsa Indonesia maupun sebagai warga negara Indonesia dan dunia, termasuk menyuarakan secara kritis terhadap pelanggaran hak asasi manusia. Mempraktikkan sistem musyawarah dari lingkup kelas, sekolah, dan keluarga. Menyadari dan menjadikan musyawarah sebagai pilihan penting dalam mengambil keputusan, menjaga persatuan, dan kehidupan yang demokratis. Peserta didik dapat menganalisis konstitusi, hubungan antarregulasi yang berlaku sehingga segala peraturan perundang-undangan dapat diterapkan secara kontekstual dan aktual. Bhinneka Tunggal Ika Mengenali dan menunjukkan rasa bangga terhadap jati dirinya sebagai anak Indonesia yang berlandaskan Pancasila, sikap hormat kepada bangsa yang beragam, serta memahami dirinya menjadi bagian dari warga negara dunia. Peserta didik dapat menanggapi secara memadai terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan dan masyarakat untuk menghasilkan kondisi dan keadaan yang lebih baik. Peserta didik juga menerima adanya kebinekaan bangsa Indonesia, baik dari segi suku, ras, bahasa, agama dan kelompok sosial. Terhadap kebinekaan tersebut, peserta didik dapat bersikap adil dan menyadari bahwa dirinya setara yang lain, sehingga ia tidak membeda-bedakan jenis kelamin dan SARA. Terhadap kebinekaan itu, peserta didik juga dapat memiliki sikap tenggang rasa, penghargaan, toleransi dan cinta damai
NO ELEMEN DESKRIPSI ELEMEN sebagai bagian dari jati diri bangsa yang perlu dilestarikan. Peserta didik secara aktif mempromosikan kebinekaan, mempertautkan kearifan lokal dengan budaya global, serta mendahulukan produk dalam negeri. Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengkaji karakteristik bangsa, kearifan lokal, mengenali bahwa dirinya adalah bagian dari lingkungan sekitarnya, sehingga muncul kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitarnya agar tetap nyaman dihuni. Bermula dari kepedulian untuk mempertahankan lingkungan sekitarnya yang nyaman tersebut, peserta didik dapat mengembangkan ke dalam skala yang lebih besar, yaitu negara, sehingga dapat berperan dalam mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menumbuh kembangkan jiwa kebangsaan akan hak dan kewajiban bela negara sebagai suatu kehormatan dan kebanggaan.Peserta didik dapat mengkaji secara nalar dan kritis sebagai bagian dari sistem keamanan dan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta berperan aktif dalam kancah global.
CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Fase B (umumnya kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A) Pada fase ini, peserta didik mampu: Memahami dan menjelaskan makna sila-sila Pancasila serta menceritakan contoh penerapan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat; mengidentifikasi aturan di keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar tempat tinggal serta melaksanakannya dengan bimbingan orang tua dan guru; mengidentifikasi dan menyajikan hasil identifikasi hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah; dan melaksanakan kewajiban dan hak sebagai anggota keluarga dan sebagai warga sekolah. Menjelaskan identitas diri, keluarga, dan teman-temannya sesuai budaya, minat, dan perilakunya; mengenali dan menyebutkan identitas diri (fisik dan non-fisik) orang di lingkungan sekitarnya; menghargai perbedaan karakteristik baik fisik (contoh : warna kulit, jenis rambut, dll) maupun non fisik (contoh : miskin, kaya, dll) orang di lingkungan sekitar; menghargai kebinekaan suku bangsa, sosial budaya, dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika; mengidentifikasi dan menyajikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial budaya di lingkungan sekitar; memahami lingkungan sekitar (RT/RW/desa/kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian tidak terpisahkan dari wilayah NKRI; dan menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan. CAPAIAN BERDASARKAN ELEMEN Mengetahui, Batam, 29 Februari 2024 Kepala Sekolah Guru Kelas IV D Dana Sundana, S.Pd.SD Dewi Popi Mulia, S.Pd NIP. 198210102009031002 NIP. 198704232019032001 ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN PANCASILA Peserta didik mampu memahami dan menjelaskan makna sila-sil hari sesuai dengan perkembangan dan konteks peserta didik. Pe masyarakat Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 Peserta didik mampu mengidentifikasi aturan di keluarga, sekola tua dan guru. Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menya sekolah. Peserta didik melaksanakan kewajiban dan hak sebagai Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik mampu menjelaskan identitas diri, keluarga, dan t dan menyebutkan identitas diri (fisik dan non-fisik) orang di ling (contoh : warna kulit, jenis rambut, dll) maupun non fisik (con kebinekaan suku bangsa, sosial budaya, dalam bingkai Bhinneka Negara Kesatuan Republik Indonesia Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan berbaga mampu memahami lingkungan sekitar (RT/RW/desa/ kelurahan mampu menampilkan sikap kerja sama dalam berbagai bentuk kesatuan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Institusi : SDN 002 NONGSA Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA Kelas : FASE B Tahun Pelajaran : 2023/2024 A. Rasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan literasi. Semua bidang kajian, bidang kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan kemampuan literasi. Literasi menjadi kemampuan sangat penting yang digunakan untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembelajaran literasi untuk berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks sosial budaya Indonesia. Kemampuan literasi dikembangkan ke dalam pembelajaran menyimak, membaca dan memirsa, menulis, berbicara, dan mempresentasikan untuk berbagai tujuan berbasis genre yang terkait dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan. Setiap genre memiliki tipe teks yang didasarkan pada alur pikir—struktur—khas teks tertentu. Tipe teks merupakan alur pikir yang dapat mengoptimalkan penggunaan bahasa untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat. Model utama yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah pedagogi genre. Model ini memiliki empat tahapan, yaitu: penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the context), pemodelan (modelling), pembimbingan (joint construction), dan pemandirian (independent construction). Di samping pedagogi genre, pembelajaran bahasa Indonesia dapat dikembangkan dengan model-model lain sesuai dengan pencapaian pembelajaran tertentu. Pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia akan membentuk pribadi Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berpikir kritis, mandiri, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Rasional sebagaimana diuraikan di atas dapat dipaparkan pada gambar 1 sebagai berikut : Gambar 1: Rasional Pembelajaran Bahasa Indonesia B. Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan: 1. akhlak mulia dengan menggunakan bahasa Indonesia secara santun; 2. sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara Republik Indonesia; 3. kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio, audiovisual) untuk berbagai tujuan (genre) dan konteks; 4. kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar kritiskreatif) dalam belajar dan bekerja;
5. kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap,mandiri, bergotong royong, dan bertanggung jawab; 6. kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan 7. kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia dan dunia yang demokratis dan berkeadilan. C. Karakteristik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi modal dasar untuk belajar dan bekerja karena berfokus pada kemampuan literasi (berbahasa dan berpikir). Kemampuan literasi menjadi indikator kemajuan dan perkembangan anak-anak Indonesia. Mata pelajaran Bahasa Indonesia membina dan mengembangkan kepercayaan diri peserta didik sebagai komunikator, pemikir kritis-kreatif-imajinatif dan warga negara Indonesia yang menguasai literasi digital dan informasional. Pembelajaran Bahasa Indonesia membina dan mengembangkan pengetahuan dan kemampuan literasi dalam semua peristiwa komunikasi yang mendukung keberhasilan dalam pendidikan dan dunia kerja. Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa reseptif (menyimak, membaca dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan mempresentasikan, serta menulis). Kompetensi berbahasa ini berdasar pada tiga hal yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk mengembangkan kompetensi peserta didik, yaitu bahasa (mengembangkan kompetensi kebahasaan), sastra (kemampuan memahami, mengapresiasi, menanggapi, menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan berpikir (kritis, kreatif, dan imajinatif). Pengembangan kompetensi berbahasa, bersastra, dan berpikir diharapkan membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan literasi tinggi dan berkarakter Pancasila. 1. Mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup kemampuan reseptif (menyimak, membaca dan memirsa) dan kemampuan produktif (berbicara dan mempresentasikan, menulis). 2. Mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan berbasis genre melalui pemanfaatan beragam tipe teks dan teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio, audiovisual). Model pembelajaran menggunakan pedagogi genre, yaitu: penjelasan untuk membangun konteks (explaining, building the context), pemodelan (modelling), pembimbingan (joint construction), dan pemandirian (independent construction); serta kegiatan yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan imajinatif dalam proses pembelajaran. 3. Mata pelajaran Bahasa Indonesia dibelajarkan untuk meningkatkan: a. kecakapan hidup peserta didik dalam mengelola diri dan lingkungan; b. kesadaran dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan alam, sosial, dan budaya. AREA PEMBELAJARAN KEMAMPUAN SUB-KEMAMPUAN BAHASA RESEPTIF Menyimak Membaca dan memirsa PRODUKTIF Bahasa Berbicara dan mempresentasikan Pengertian kemampuan berbahasa diuraikan sebagai berikut. Pengertian kemampuan berbahasa diuraikan sebagai berikut :
ELEMEN DESKRIPSI Menyimak Menyimak adalah kemampuan peserta didik menerima, memahami, dan memaknai informasi yang didengar dengan sikap yang baik agar dapat menanggapi mitra tutur. Proses yang terjadi dalam menyimak mencakup kegiatan seperti mendengarkan dengan konsentrasi, mengidentifikasi, memahami pendapat, menginterpretasi tuturan bahasa, dan memaknainya berdasarkan konteks yang melatari tuturan tersebut. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menyimak di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi. Membaca Dan Memirsa Membaca adalah kemampuan peserta didik untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan potensinya. Memirsa merupakan kemampuan peserta didik untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi sajian cetak, visual dan/atau audiovisual sesuai tujuan dan kepentingannya untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan potensinya. Komponenkomponen yang dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa di antaranya kepekaan terhadap fonem, huruf, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi. Berbicara Dan Mempresentasikan Berbicara adalah kemampuan peserta didik untuk menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam bentuk lisan dengan santun. Mempresentasikan merupakan kemampuan memaparkan gagasan atau tanggapan secara fasih, akurat, bertanggung jawab, mengajukan dan/atau menanggapi pertanyaan/pernyataan , dan/atau menyampaikan perasaan secara lisan sesuai konteks dengan cara yang komunikatif dan santun melalui beragam media (visual, digital, audio, dan audiovisual). Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam berbicara dan mempresentasikan di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi. Menulis Menulis adalah kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan dalam bentuk tulis secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan/atau menyampaikan perasaan sesuai konteks. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam menulis di antaranya penggunaan ejaan, kosakata, kalimat, paragraf, struktur bahasa , makna, dan metakognisi dalam beragam jenis teks
CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA FASE B (UMUMNYA UNTUK KELAS III DAN IV SD/MI/PROGRAM PAKET A) Peserta didik memiliki kemampuan berbahasa untuk berkomunikasi dan bernalar, sesuai dengan tujuan, kepada teman sebaya dan orang dewasa tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitarnya. Peserta didik menunjukkan minat terhadap teks, mampu memahami dan menyampaikan gagasan dari teks informatif, serta mampu mengungkapkan gagasan dalam kerja kelompok dan diskusi, serta memaparkan pendapatnya secara lisan dan tertulis. Peserta didik mampu meningkatkan penguasaan kosakata baru melalui berbagai kegiatan berbahasa dan bersastra dengan topik yang beragam. Peserta didik mampu membaca dengan fasih dan lancar. Fase Berdasarkan Elemen : Mengetahui, Batam, 29 Februari 2024 Kepala Sekolah Guru Kelas IV D Dana Sundana, S.Pd.SD Dewi Popi Mulia, S.Pd NIP. 198210102009031002 NIP. 198704232019032001 ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN Menyimak Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan y berkomunikasi. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks nar media audio. Membaca Dan Memirsa Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupa puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu me pola kombinasi huruf yang telah dikenalinya dengan fasih. Peserta didik dan ide pendukung pada teks informatif. Peserta didik mampu menjelask tokoh cerita pada teks narasi. Peserta didik mampu memaknai kosakat atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik. Berbicara Dan Mempresentasikan Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Pes menanggapi pertanyaan, jawaban, pernyataan, penjelasan dalam su dengan aktif. Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan dalam s dengan mematuhi tata caranya. Peserta didik mampu menceritakan dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beraneka ragam Menulis Peserta didik mampu menulis teks narasi, teks deskripsi, teks rekon, teksdengan rangkaian kalimat yang beragam, informasi yang rinci dan akurat Peserta didik terampil menulis tegak bersambung
CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Institusi : SDN 002 NONGSA Mata Pelajaran : I P A S Kelas : FASE B Tahun Pelajaran : 2023/2024 A. Rasional Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Tantangan yang dihadapi umat manusia kian bertambah dari waktu ke waktu. Permasalahan yang dihadapi saat ini tidak lagi sama dengan permasalahan yang dihadapi satu dekade atau bahkan satu abad yang lalu. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus dikembangkan untuk menyelesaikan setiap tantangan yang dihadapi. Oleh karenanya, pola pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) perlu disesuaikan agar generasi muda dapat menjawab dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang dihadapi di masa yang akan datang. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta serta interaksinya, dan mengkaji kehidupan manusia sebagai individu sekaligus sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. Secara umum, ilmu pengetahuan diartikan sebagai gabungan berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan bersistem dengan memperhitungkan sebab dan akibat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2016). Pengetahuan ini melingkupi pengetahuan alam dan pengetahuan sosial. Pendidikan IPAS memiliki peran dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sebagai gambaran ideal profil peserta didik Indonesia. IPAS membantu peserta didik menumbuhkan keingintahuannya terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya. Keingintahuan ini dapat memicu peserta didik untuk memahami bagaimana alam semesta bekerja dan berinteraksi dengan kehidupan manusia di muka bumi. Pemahaman ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi dan menemukan solusi untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Prinsip-prinsip dasar metodologi ilmiah dalam pembelajaran IPAS akan melatih sikap ilmiah (keingintahuan yang tinggi, kemampuan berpikir kritis, analitis dan kemampuan mengambil kesimpulan yang tepat) yang melahirkan kebijaksanaan dalam diri peserta didik. Sebagai negara yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, melalui IPAS diharapkan peserta didik menggali kekayaan kearifan lokal terkait IPAS termasuk menggunakannya dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, fokus utama yang ingin dicapai dari pembelajaran IPAS di SD/MI/Program Paket A bukanlah pada seberapa banyak konten materi yang dapat diserap oleh peserta didik, akan tetapi dari seberapa besar kompetensi peserta didik dalam memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki. Dengan mempertimbangkan bahwa anak usia SD/MI/Program Paket A masih melihat segala sesuatu secara apa adanya, utuh dan terpadu maka pembelajaran IPA dan IPS disederhanakan menjadi satu mata pelajaran yaitu IPAS. Hal ini juga dilakukan dengan pertimbangan anak usia SD/MI/Program Paket A masih dalam tahap berpikir konkrit/sederhana, holistik, komprehensif, dan tidak detail. Pembelajaran di SD/MI/Program Paket A perlu memberikan peserta didik kesempatan untuk melakukan eksplorasi, investigasi dan mengembangkan pemahaman terkait lingkungan di sekitar nya. Jadi mempelajari fenomena alam serta interaksi manusia dengan alam dan antar manusia sangat penting dilakukan di tahapan ini.
B. Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Dengan mempelajari IPAS, peserta didik mengembangkan dirinya sehingga sesuai dengan profil Pelajar Pancasila dan dapat: 1. mengembangkan ketertarikan serta rasa ingin tahu sehingga peserta didik terpicu untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar manusia, memahami alam semesta dan kaitannya dengan kehidupan manusia; 2. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan lingkungan alam, mengelola sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak; 3. mengembangkan keterampilan inkuiri untuk mengidentifikasi, merumuskan hingga menyelesaikan masalah melalui aksi nyata; 4. mengerti siapa dirinya, memahami bagaimana lingkungan sosial dia berada, memaknai bagaimanakah kehidupan manusia dan masyarakat berubah dari waktu ke waktu; 5. memahami persyaratan yang diperlukan peserta didik untuk menjadi anggota suatu kelompok masyarakat dan bangsa serta- 177 - memahami arti menjadi anggota masyarakat bangsa dan dunia, sehingga dia dapat berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya dan lingkungan di sekitarnya; dan 6. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep di dalam IPAS serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. C. Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan juga senantiasa mengalami perkembangan. Apa yang kita ketahui sebagai sebuah kebenaran ilmiah di masa lampau boleh jadi mengalami pergeseran di masa kini maupun masa depan. Itu sebabnya ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan merupakan sebuah upaya terus menerus yang dilakukan oleh manusia untuk mengungkap kebenaran dan memanfaatkannya untuk kehidupan (Sammel, 2014). Daya dukung alam dalam memenuhi kebutuhan manusia dari waktu ke waktu juga semakin berkurang. Pertambahan populasi manusia yang terjadi secara eksponensial juga memicu banyaknya permasalahan yang dihadapi. Seringkali permasalahan yang muncul tidak dapat diselesaikan dengan melihat dari satu sudut pandang: keilmuan alam atau dari sudut pandang ilmu sosial saja, melainkan dibutuhkan pendekatan yang lebih holistik yang meliputi berbagai lintas disiplin ilmu (Yanitsky, 2017). Untuk memberikan pemahaman ini kepada peserta didik, pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial perlu dipadukan menjadi satu kesatuan yang kemudian kita sebut dengan istilah IPAS. Dalam pembelajaran IPAS, ada 2 elemen utama yakni pemahaman IPAS (sains dan sosial), dan keterampilan Proses. ELEMEN DESKRIPSI Pemahaman IPAS (sains dan sosial) Ilmu pengetahuan mengambil peran penting dalam mengembangkan teoriteori yang membantu kita memahami bagaimana dunia kita bekerja. Lebih jauh lagi, ilmu pengetahuan telah membantu kita mengembangkan teknologi dan sistem tata kelola yang mendukung terciptanya kehidupan yang lebih baik. Dengan menguasai ilmu pengetahuan kita dapat melakukan banyak hal untuk menyelesaikan permasalahan atau menghadapi tantangan yang ada. Memiliki pemahaman IPAS merupakan bukti ketika seseorang memilih dan mengintegrasikan pengetahuan ilmiah yang tepat untuk menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena atau fakta dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi yang berbeda. Pengetahuan ilmiah ini berkaitan dengan fakta, konsep, prinsip, hukum, teori dan model yang telah ditetapkan
ELEMEN DESKRIPSI oleh para ilmuwan. Keterampilan proses Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta didik Indonesia yang bernalar kritis mampu memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan memiliki keterampilan proses yang baik maka profil tersebut dapat dicapai. Keterampilan proses adalah sebuah proses intensional dalam melakukan diagnosa terhadap situasi, memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan menemukan perbedaan dari alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang dibangun berdasarkan informasi yang kurang lengkap, merancang investigasi, menemukan informasi, menciptakan model, mendebat rekan sejawat menggunakan fakta, serta membentuk argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004). Inkuiri sangat direkomendasikan sebagai bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini terbukti membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002). Dalam pengajaran IPAS, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan induktif (Constantinou et.al, 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah menyajikan suatu konsep berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan. Dalam pendekatan ini, peserta didik diposisikan sebagai pembelajar yang pasif (hanya menerima materi). Sebaliknya, dalam pendekatan induktif, peserta didik diberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk melakukan observasi, melakukan eksperimen dan dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan pengetahuan yang dimiliki (Rocard, et.al., 2007). Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g. Blumenfeld et al., 1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council, 1996; Rocard et al., 2007). Hal ini didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara esensial didorong oleh pertanyaan, proses yang terbuka, kerangka berpikir yang dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat diprediksi. Oleh karenanya peserta didik perlu mendapatkan pengalaman personal dalam menerapkan inkuiri saintifik agar aspek fundamental IPAS ini dapat membudaya dalam dirinya (Linn, Songer, & Eylon, 1996; NRC, 1996). Menurut Ash (2000) dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada enam keterampilan inkuiri yang perlu dimiliki peserta didik. 1. Mengamati Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses inkuiri yang akan terus berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat melakukan pengamatan, peserta didik memperhatikan fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat, serta membandingkan informasi yang dikumpulkan untuk melihat persamaan dan perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung atau menggunakan instrumen lain seperti kuesioner, wawancara. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui pada saat melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta didik juga menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari sehingga bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan hukum sebab akibat. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan Setelah mempertanyakan dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat rencana dan menyusun langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar. Peserta didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan melakukan penyelidikan. Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan inventarisasi faktor-faktor operasional baik internal maupun eksternal di lapangan yang mendukung dan menghambat
ELEMEN DESKRIPSI kegiatan. Berdasarkan perencanaan tersebut, peserta didik mengambil data dan melakukan serangkaian tindakan yang dapat digunakan untuk mendapatkan temuan-temuan. 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Peserta didik memilih dan mengorganisasikan informasi yang diperoleh. Ia menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan bertanggung jawab. Selanjutnya, menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat, menilai relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi rujukan, serta menyimpulkan hasil penyelidikan. 5. Mengevaluasi dan refleksi Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau kembali proses belajar yang dijalani dan hal-hal yang perlu dipertahankan dan/atau diperbaiki pada masa yang akan datang. Peserta didik melakukan refleksi tentang bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar dalam perspektif global untuk masa depan berkelanjutan. 6. Mengomunikasikan hasil Peserta didik melaporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan, menggunakan bagan, diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam media digital dan non-digital untuk mendukung penjelasan. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil laporan dalam berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat dilakukan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus yang dinamis yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan peserta didik.
CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS) FASE B (UMUMNYA UNTUK KELAS III DAN IV SD/MI/PROGRAM PAKET A) Pada Fase B peserta didik mengidentifikasi keterkaitan antara pengetahuan-pengetahuan yang baru saja diperoleh serta mencari tahu bagaimana konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berkaitan satu sama lain yang ada di lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari. Penguasaan peserta didik terhadap materi yang sedang dipelajari ditunjukkan dengan menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya peserta didik mengusulkan ide/menalar, melakukan investigasi/ penyelidikan/ percobaan, mengomunikasikan, menyimpulkan, merefleksikan, mengaplikasikan dan melakukan tindak lanjut dari proses inkuiri yang sudah dilakukannya. ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN Pemahaman IPAS (sains dan sosial) Peserta didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia (pancaindra). Peserta didik dapat membuat simulasi menggunakan bagan/alat bantu sederhana tentang siklus hidup makhluk hidup. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitarnya dan kaitannya dengan upaya pelestarian makhluk hidup. Peserta didik mengidentifikasi proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengidentifikasi sumber dan bentuk energi serta menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari (contoh: energi kalor, listrik, bunyi, cahaya). Peserta didik memanfaatkan gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari, mendemonstrasikan berbagai jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak dan bentuk benda. Peserta didik mendeskripsikan terjadinya siklus air dan kaitannya dengan upaya menjaga ketersediaan air. Di akhir fase ini, peserta didik menjelaskan tugas, peran, dan tanggung jawab sebagai warga sekolah serta mendeskripsikan bagaimana interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah. Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alam dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat. Peserta didik mampu menunjukkan letak kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya pada peta konvensional/digital. Peserta didik mendeskripsikan keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal dan upaya pelestariannya. Peserta didik mengenal keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah (baik tokoh maupun periodisasinya) di provinsi tempat tinggalnya serta menghubungkan dengan konteks kehidupan saat ini. Peserta didik mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengenal nilai mata uang dan mendemonstrasikan bagaimana uang digunakan untuk mendapatkan nilai manfaat/ memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN Keterampilan proses 1. Mengamati Di akhir fase ini, peserta didik mengamati fenomena dan peristiwa secara sederhana dengan menggunakan pancaindra dan dapat mencatat hasil pengamatannya. 2. Mempertanyakan dan memprediksi Dengan menggunakan panduan, peserta didik mengidentifikasi pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah dan membuat prediksi berdasarkan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. 3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan Dengan panduan, peserta didik membuat rencana dan melakukan langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Menggunakan alat dan bahan yang sesuai dengan mengutamakan keselamatan. Peserta didik menggunakan alat bantu pengukuran untuk mendapatkan data yang akurat. 4. Memproses, menganalisis data dan informasi Mengorganisasikan data dalam bentuk tabel dan grafik sederhana untuk menyajikan data dan mengidentifikasi pola. Peserta didik membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi dan memberikan alasan yang bersifat ilmiah. 5. Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan. 6. Mengomunikasikan hasil Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam berbagai format. Mengetahui, Batam, 29 Februari 2024 Kepala Sekolah Guru Kelas IV D Dana Sundana, S.Pd.SD Dewi Popi Mulia, S.Pd NIP. 198210102009031002 NIP. 198704232019032001
CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Institusi : SDN 002 NONGSA Mata Pelajaran : MATEMATIKA Kelas : FASE B Tahun Pelajaran : 2023/2024 A. Rasional Mata Pelajaran Matematika Matematika merupakan ilmu atau pengetahuan tentang belajar atau berpikir logis yang sangat dibutuhkan manusia untuk hidup yang mendasari perkembangan teknologi modern. Matematika mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Matematika dipandang sebagai materi pembelajaran yang harus dipahami sekaligus sebagai alat konseptual untuk mengonstruksi dan merekonstruksi materi tersebut, mengasah, dan melatih kecakapan berpikir yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dalam kehidupan. Belajar matematika dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif. Kompetensi tersebut diperlukan agar pembelajar memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, penuh dengan ketidakpastian, dan bersifat kompetitif. Mata Pelajaran Matematika membekali peserta didik tentang cara berpikir, bernalar, dan berlogika melalui aktivitas mental tertentu yang membentuk alur berpikir berkesinambungan dan berujung pada pembentukan alur pemahaman terhadap materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, relasi, masalah, dan solusi matematis tertentu yang bersifat formaluniversal. Proses mental tersebut dapat memperkuat disposisi peserta didik untuk merasakan makna dan manfaat matematika dan belajar matematika serta nilai- nilai moral dalam belajar Mata Pelajaran Matematika, meliputi kebebasan, kemahiran, penaksiran, keakuratan, kesistematisan, kerasionalan, kesabaran, kemandirian, kedisiplinan, ketekunan, ketangguhan, kepercayaan diri, keterbukaan pikiran, dan kreativitas. Dengan demikian relevansinya dengan profil pelajar Pancasila, Mata Pelajaran Matematika ditujukan untuk mengembangkan kemandirian, kemampuan bernalar kritis, dan kreativitas peserta didik. Adapun materi pembelajaran pada Mata Pelajaran Matematika di setiap jenjang pendidikan dikemas melalui bidang kajian Bilangan,Aljabar, Pengukuran, Geometri, Analisis Data dan Peluang, dan Kalkulus (sebagai pilihan untuk kelas XI dan XII). B. Tujuan Mata Pelajaran Matematika Mata Pelajaran Matematika bertujuan untuk membekali peserta didik agar dapat: 1. memahami materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi matematis dan mengaplikasikannya secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah matematis (pemahaman matematis dan kecakapan prosedural), 2. menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematis dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika (penalaran dan pembuktian matematis), 3. memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematis, menyelesaikan model atau menafsirkan solusi yang diperoleh (pemecahan masalah matematis).
4. mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, serta menyajikan suatu situasi ke dalam simbol atau model matematis (komunikasi dan representasi matematis), 5. mengaitkan materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi matematis pada suatu bidang kajian, lintas bidang kajian, lintas bidang ilmu, dan dengan kehidupan (koneksi matematis), dan 6. memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap kreatif, sabar, mandiri, tekun, terbuka, tangguh, ulet, dan percaya diri dalam pemecahan masalah (disposisi matematis). C. Karakteristik Mata Pelajaran Matematika Mata Pelajaran Matematika diorganisasikan dalam lingkup lima elemen konten (dengan tambahan 1 elemen sebagai pilihan untuk kelas XI dan XII) dan lima elemen proses. 1. Elemen konten dalam Mata Pelajaran Matematika terkait dengan pandangan bahwa matematika sebagai materi pembelajaran (subject matter) yang harus dipahami peserta didik. Pemahaman matematis terkait erat dengan pembentukan alur pemahaman terhadap materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi yang bersifat formal-universal. ELEMEN DESKRIPSI BILANGAN Bilangan Bidang kajian Bilangan membahas tentang angka sebagai simbol bilangan, konsep bilangan, operasi hitung bilangan, dan relasi antara berbagai operasi hitung bilangan dalam subelemen representasi visual, sifat urutan, dan operasi ALJABAR Aljabar Bidang kajian Aljabar membahas tentang aljabar non- formal dalam bentuk simbol gambar sampai dengan aljabar formal dalam bentuk simbol huruf yang mewakili bilangan tertentu dalam subelemen persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan pola bilangan, serta rasio dan proporsi. PENGUKURAN Pengukuran Bidang kajian Pengukuran membahas tentang besaranbesaran pengukuran, cara mengukur besaran tertentu, dan membuktikan prinsip atau teorema terkait besaran tertentu dalam subelemen pengukuran besaran geometris dan non-geometris. GEOMETRI Geometri Bidang kajian Geometri membahas tentang berbagai bentuk bangun datar dan bangun ruang baik dalam kajian Euclides maupun Non-Euclides serta ciricirinya dalam subelemen geometri datar dan geometri ruang. Analisis Data dan Peluang Bidang kajian Analisis Data dan Peluang membahas tentang pengertian data, jenis-jenis data, pengolahan data dalam berbagai bentuk representasi, dan analisis data kuantitatif terkait pemusatan dan penyebaran data serta peluang munculnya suatu data atau kejadian tertentu dalam subelemen data dan representasinya, serta ketidakpastian dan peluang. Kalkulus (sebagai pilihan untuk kelas XI dan XII) Bidang kajian Kalkulus membahas tentang laju perubahan sesaat dari suatu fungsi kontinu, dan mencakup topik limit, diferensial, dan integral, serta penggunaannya 2. Elemen proses dalam mata pelajaran Matematika terkait dengan pandangan bahwa matematika sebagai alat konseptual untuk mengonstruksi dan merekonstruksi materi
pembelajaran matematika berupa aktivitas mental yang membentuk alur berpikir dan alur pemahaman yang dapat mengembangkan kecakapan- kecakapan. ELEMEN DESKRIPSI Penalaran dan Pembuktian Matematis Penalaran terkait dengan proses penggunaan pola hubungan dalam menganalisis situasi untuk menyusun serta menyelidiki praduga. Pembuktian matematis terkait proses membuktikan kebenaran suatu prinsip, rumus, atau teorema tertentu. Pemecahan Masalah Matematis Pemecahan masalah matematis terkait dengan proses penyelesaian masalah matematis atau masalah sehari- hari dengan cara menerapkan dan mengadaptasi berbagai strategi yang efektif. Proses ini juga mencakup konstruksi dan rekonstruksi pemahaman matematika melalui pemecahan masalah. Komunikasi Komunikasi matematis terkait dengan pembentukan alur pemahaman materi pembelajaran matematika melalui cara mengomunikasikan pemikiran matematis menggunakan bahasa matematis yang tepat. Komunikasi matematis juga mencakup proses menganalisis dan mengevaluasi pemikiran matematis orang lain. Representasi Matematis Representasi matematis terkait dengan proses membuat dan menggunakan simbol, tabel, diagram, atau bentuk lain untuk mengomunikasikan gagasan dan pemodelan matematika. Proses ini juga mencakup fleksibilitas dalam mengubah dari satu bentuk representasi ke bentuk representasi lainnya, dan memilih representasi yang paling sesuai untuk memecahkan masalah. Koneksi Matematis Koneksi matematis terkait dengan proses mengaitkan antar materi pembelajaran matematika pada suatu bidang kajian, lintas bidang kajian, lintas bidang ilmu, dan dengan kehidupan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA FASE B (UMUMNYA UNTUK KELAS III DAN IV SD/MI/PROGRAM PAKET A) Pada akhir fase B, peserta didik dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah, dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika, dan dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar atau obyek sederhana dan pola bilangan yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100. Mereka dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor, masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan. Mereka dapat membandingkan dan mengurutkan antarpecahan, serta dapat mengenali pecahan senilai. Mereka dapat menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan desimal, dan dapat menghubungkan pecahan desimal dan perseratusan dengan persen. Peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku, dan dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang. Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah. Peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar dan dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan satu cara atau lebih jika memungkinkan. Peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan). Fase B Berdasarkan Elemen : ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN Bilangan Pada akhir fase B, peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang menggunakan ribuan sebagai satuan.peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 1.000. Mereka dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan benda-benda konkret, gambar dan simbol matematika. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor. Peserta didik dapat membandingkan dan mengurutkan antar-pecahan dengan pembilang satu dan antar-pecahan dengan penyebut yang sama. Mereka dapat mengenali pecahan senilai menggunakan gambar dan simbol matematika. Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN sense) pada bilangan desimal. Mereka dapat menyatakan pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan, serta menghubungkan pecahan desimal perseratusan dengan konsep persen. Aljabar Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100 (contoh: 10 + … = 19, 19 - … = 10) Peserta didik dapat mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola gambar atau obyek sederhana dan pola bilangan membesar dan mengecil yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah sampai 100. Pengukuran Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur panjang dan berat benda menggunakan satuan baku. Mereka dapat menentukan hubungan antar-satuan baku panjang (cm, m). Mereka dapat mengukur dan mengestimasi luas dan volume menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku berupa bilangan cacah. Geometri Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun datar (segiempat, segitiga, segibanyak). Mereka dapat menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar dengan lebih dari satu cara jika memungkinkan. Analisis Data Dan Peluang Pada akhir fase B, peserta didik dapat mengurutkan, membandingkan, menyajikan, menganalisis dan menginterpretasi data dalam bentuk tabel, diagram gambar, piktogram, dan diagram batang (skala satu satuan). Mengetahui, Batam, 29 Februari 2024 Kepala Sekolah Guru Kelas IV D Dana Sundana, S.Pd.SD Dewi Popi Mulia, S.Pd NIP. 198210102009031002 NIP. 198704232019032001