The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ainun Yakin M Rizal, 2023-08-29 03:56:25

Modul Ajar Teks Negosiasi

Modul Ajar Teks Negosiasi

Keywords: Modul ajar,Perangkat pembelajaran

SMA Negeri 3 - Gorontalo MODUL AJAR Teks Negosiasi Kelas X Semester Genap Mahasiswa PPG Prajabatan


MODUL AJAR Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Sekolah : SMA Negeri 3 Gorontalo Fase/Semester : E (X)/Genap Materi Pokok : Teks Negosiasi Alokasi Waktu : 3 x 45 menit KOMPETENSI AWAL Peserta didik memahami struktur teks negosiasi. Peserta didik mampu mengevaluasi informasi, menilasi akurasi dan kualitas data, menggunakan sumber pendukung lain, mengalihwahanakan teks, dan menyajikan gagasan, pikiran, pandangan atau pesan secara logis, kriitis, runtut, dan kreatif. PROFIL PELAJAR PANCASILA Beriman dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Menunjukkan sikap bergotong-royong dalam team diskusi kerja kelompok yang akan teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Mengasah keterampilan dalam bepikir kritis. Kreatif dalam menggali, mengeksplor, mengolah data, mengkomunikasikan berbagai informasi terkait materi SARANA DAN PRASARANA Laptop/HP LCD LKPD Gambar, Video TARGET PEMBELAJARAN Bagi peserta didik yang sudah paham utuh materi, diberikan pengayaan. Paham sebagian, dilakukan pendampingan dalam kelompok oleh tutor sebaya dibawah pengawasan Guru. Belum paham materi dilakukan pendampingan langsung oleh Guru secara menyeluruh. MODEL PEMBELAJARAN Pendekatan Saintifik Model PJBL (Project Based Learnig). Informasi Umum


Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi Waktu Pendahuluan 1. Salam pembuka. Guru dan peserta didik membuka proses pembelajaran dengan melakukan doa bersama, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran peserta didik. 10 menit TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik didik mampu mengalihwahanakan teks negosiasi berbentuk dialog ke bentuk naratif secara logis, kreaif, dan menggunakan alur yang runtut. PEMAHAMAN BERMAKNA Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik mampu berpikir kreatif, kritis dan bergotong royong serta dapat meningkatkan keimanan dan taqwa kepada Tuhan YME, yang tercermn dalam aktivitas pembelajaran melalui, memahami, menjelaskan, mengidentifikasi, mengolah data, dan menyajikan serta mampu merancang tugas dalam bentuk unjuk kerja ataupun produk terkait materi teks negosiasi. Sehingga bermanfaat dalam kehidupan seharihari yang menitikberatkan pada kerjasama dan kesepakatan bersama. PERTANYAAN PEMANTIK 1. Apakah kalian pernah bernegosiasi? 2. Apa tujuan dari negosiasi? 3. Manfaat apa yang kalian dapat setelah bernegosiasi? PERSIAPAN PEMBELAJARAN Menyiapkan bahan ajar/materi Menyiapkan alat dan bahan belajar Menyiapkan alat penilaian Menyiapkan rubrik penilaian KEGIATAN PEMBELAJARAN Komponen Inti Tujuan pembelajaran Membuat naskah dialog teks negosiasi dan menyajikan hasil teks negosiasi dalam bentuk lisan (presesntase) dan unjuk kerja dalam bentuk karya/prodak (power point, poster, infografis, dan video). Serta dapat mengalihwahanakan teks negosiasi berbentuk dialog ke bentuk narasi secara lugas, melalui kerjasama dalam berkelompok.


2. Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari peserta didik melalui pernyataan pemantik. 3. Peserta didik mendapat informasi dari guru mengenai materi dan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Inti Kegiatan Literasi 1. Guru menyajikan materi teks negosiasi dan video bernegosiasi melalui Power Point atau link yang dibagikan, serta memberikan motivasi pada peserta didik tujuan dan manfaat dari bernegosiasi dalam kehidupan sehari-hari. Bernalar Kritis 2. Peserta didik mencermati contoh teks atau video yang diberikan tentang bernegosiasi dengan seksama. 3. Setelah membaca/menyimak teks negosiasi, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengomentari tentang dialog teks negosiasi yang diamati tersebut. 4. Peserta diberi kesempatan untuk mengidentifikasi hal-hal terkait materi yang belum dipahami. Kolaboratif 5. Peserta didik diberi tugas kelompok dengan berpasangan untuk berdiskusi tentang teks negosiasi. 6. Guru mengarahkan peserta didik untuk menulis teks negosiasi di lembar kerja, yakni menentukan tema/topik, menentukan pihak yang terlibat, menentukan perbedaan kepentingan antar dua pihak, menyusun kerangka, mengembangkan kerangka menjadi teks utuh, merevisi kembali hasil tulisan, dan dipublikasikan. (diferensiasi konten) 7. Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi dengan mencari referensi, sebagai bahan diskusi kelompok dalam penyelesaian menulis dialog teks negosiasi dan menyajikan hasil teks negosiasi dalam lembar kerja. (diferensiasi proses) 8. Peserta didik melakukan diskusi untuk menghasilkan kesimpulan solusi untuk membuat naskah dialog teks negosiasi dan menyajikan hasil teks negosiasi dan hasilnya akan dipresentasikan atau disajikan dalam bentuk salah satu hasil karya (Power point, poster, infografis, atau video). (diferensiasi produk) 9. Guru mengarahkan, membimbing, memfasilitasi aktivitas belajar peserta didik, dan menunjuk 115 menit


kelompok untuk mempresentasikan hasil serta meminta apresiasi, saran, dan masukan dari kelompok lain. 10. Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja kelompok penyaji. Penutup 1. Peserta didik dan guru menyimpulkan materi pembelajaran. 2. Peserta didik dan guru melakukan refleksi kegiatan pembelajaran. 3. Guru menyampaikan rencana tindak lanjut untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya. 4. Peserta didik diberi motivasi untuk terus belajar baik di sekolah maupun di rumah. 5. Peserta didik dan guru berdoa bersama serta mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. 6. Guru menutup proses pembelajaran. 10 menit JENIS ASESMEN Tertulis Asesmen proses, asesmen unjuk kerja, dan asesmen produk. Rubrik penilaian PENGAYAAN DAN REMEDIAL Remedial, diberikan kepada peserta didik yang belum tuntas dalam pemahaman konsep dan keterampilan proses pada kegiatan pembelajaran pada materi teks negosiasi, melalui metode: Pengamatan/observasi aktivitas pembelajaran secara individu maupun kelompok Hasil tes lisan Hasil tes tulisan Remedial dilakukan dengan cara: 1) Pembelajaran ulang 2) Pemberian bimbingan secara khusus 3) Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus 4) Pemanfaat tutor sebaya Pengayaan, diberikan kepada peserta didik yang sudah memahami konsep materi pembelajaran dan bisa melanjutkan pembelajaran berikutnya. Pengayaaan dilakukan dengan cara: 1) Belajar kelompok 2) Belajar mandiri


REFLEKSI 1. Kesulitan apa saja yang dialami siswa dalam melakukan aktivitas pembelajaran? 2. Kendala apa saja yang dialami siswa dalam melakukan aktivitas berpikir kritis kreatif, mandiri dalam proses pengolahan data? 3. Apa yang membuat siswa responsibility dan apa yang membuat siswa no respon? 4. Pengalaman terunik yang kemudian menjadi tantangan dan motivasi dalam pembelajaran? Solusi atau upaya Guru: member motivasi dan penguatan saling share pengalaman menggunakan model pembelajaran yang variatif dan inovatif sesuai kebutuhan siswa Melakukan pembelajaran yang berdiferensiasi (konten, proses, dan hasil) Membangun komunikasi aktif dengan siswa dan orangtua.


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Lampiran Contoh Teks Negosiasi Orientasi Pihak bank : “ Selamat siang, Pak. Silakan duduk!” Pengusaha : “Selamat siang. Ya, terima kasih.” (Pengusaha lalu duduk) Pengajuan Pengusaha : “Begini, Bu. saya mempunyai usaha furnitur. Saya ingin mengajukan proposal uang.” Pihak bank : “Bisa saya lihat proposalnya.” Pengusaha : “Silakan, Bu!” (Pihak bank membaca dan mempelajari proposal) Penawaran Pengusaha : “Usaha ini sudah turun-temurun dari kakek saya. saya berencana memperluas penjualan sampai luar negeri karena sudah ada permintaan dari luar negeri.” Pihak bank : “Begini, Pak. Untuk proposal ini tidak ada masalah, Cuma untuk Rp800 juta kami dari pihak bank tidak bisa memenuhinya. Pihak bank hanya sanggup memenuhi Rp500 juta dengan bunga lima persen.” Pengusaha : “Tidak bisa tambah, Bu? saya yakin ini akan sangat sukses.” Pihak bank : “Mungkin jika tambah sedikit bisa.” Pengusaha : “Jika Rp700 juta bagaimana, Bu?” Pihak bank : “Maaf Pak, kami maksimal hanya mampu menyediakan Rp650 juta.” Persetujuan Pengusaha : “Baiklah, Bu, Rp650 juta tidak apa-apa.” Pihak bank : “Silakan Pak menunggu sebentar.” (Pengusaha menunggu beberapa menit). Penutup Pihak bank : “Ini pak uangnya Rp650 juta dengan bunga lima persen. Silakan dihiting.” Pengusaha : “Iya, Bu, Terima kasih. Selamat siang.” Pihak bank : “Selamat siang.” v Berdasarkan materi yang di amati dan dipahami, siswa bekerja sama/bergotong royong, berpikir kritis, dan mandiri dalam menyelesaikan LK yang memuat masalah “ Membuat naskah dialog teks Negosiasi dan menyajikan hasil teks negosiasi” Melalui kreatifnya siswa diharapkan dapat menyajikan hasil karya yang dipresentasekan di depan kelas dalam salah satu bentuk : POWER POINT, POSTER, INFOGRAFIS, Video Show. Menyajikan dalam salah satu bentuk karya ( POWERPOINT, Infografis, Poster atau Video Show ).


Selamat mengerjakan


BAHAN BACAAN Teks negosiasi merupakan teks yang emmuat bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan antara dua belah pihak yang memiliki kepentingan berbeda. Dalam bentuk teks, negosiasi berisi percakapan atau dialog yang melibatkan dua orang atau lebih. Orang yang terlibat dalam teks negosiasi, bertujuan untuk mencari solusi dari masalah yang kemudian disepakati bersama. Ciri-ciri Teks Negosiasi Teks negosiasi memiliki beberapa ciri umum yang perlu kamu ketahui agar kamu bisa membedakan antara teks negosiasi dengan teks lain yang bukan tergolong teks neg43pa ciri umum yang perlu kamu ketahui agar kamu bisa membedakan antara teks negosiasi dengan teks lain yang bukan tergolong teks negosiasi. Ciri-ciri teks negosiasi sebagai berikut: Menghasilkan kesepakatan Menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan Memprioritaskan kepentingan bersama Sarana untuk mencari penyelesaian Mengarah pada tujuan praktis Struktur Teks Negosiasi Teks negosiasi disusun dengan struktur berikut. 1. Orientasi. Orientasi adalah proses awal dari negosiasi saat pembicaraan atau tawarmenawar mulai dilakukan. Orientasi dapat berupa ucapan salam, sapaan, maupun pertanyaan awal akan hal yang didiskusikan. 2. Pengajuan. Pengajuan merupakan inisiasi dari satu pihak untuk mencapai suatu keinginan. Pengajuan dilakukan satu pihak untuk mengungkapkan keinginannya akan pihak lain. dalam pengajuan pihak-pihak yang terlibat akan mengungkapkan tujuan masing-masing yang ingin dicapai. 3. Penawaran. Penawaran adalah inti dari negosiasi. Penawaran timbul karena adanya pengajuan. Saat pengajuan satu pihak dianggap tidak sesuai dengan tujuan pihak lainnya, biasanya pihak yang tidak setuju akan melakukan penawaran. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email kedua pihak akan saling bernegosiasi (tawar-menawar) yang didasari oleh perbedaan masing-masing. Penawaran bisa terjadi dengan cepat maupun lambat tergantung pada kompromi yang dilakukan oleh kedua belah pihak. 4. Persetujuan. Persetujuan adalah hasil negosiasi di mana kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan. Dalam persetujuan, perbedaan kedua belah pihak telah diatasi dan menghasilkan perjanjian yang saling menguntungkan tanpa adanya paksaan. 5. Penutup. Penutup adalah akhir proses dari di mana kedua belah pihak saling melontarkan ucapan terima kasih dan salam untuk mengakhiri diskusi. Kaidah Kebahasaan dalam Teks Negosiasi Kaidah kebahasaan atau ciri kebahasaan teks negosiasi adalah sebagai berikut. 1. Bahasa Persuasif. Bahasa persuasif yaitu bahasa yang digunakan untuk membujuk atau menarik perhatian. Contohnya: “Bagus itu, Bu. coock untuk dipakai sendiri atau untuk souvenir.” 2. Kalimat Deklaratif. Kalimat yang disampaikan adalah kalimat yang berisi pernyataan, yang berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu. Contohnya: Kualitas kaos ini setara dengan yang impor.


3. Bahasa yang Sopan. Gunakan bahasa yang sopan sehingga kedua belah pihak terjalin komunikasi yang baik untuk emncapai negosiasi yang sukses. Contoh: “Kalau harga segitu saya masih rugi, Bu.” (Sopan). Sedangkan, “Enak saja, nawar gak pakai mikir.” (tidak sopan). 4. Menggunakan Konjungsi. Contoh: Meski buata dalam negeri, kualitas baju ini sangat baik. 5. Menggunakan kalimat yang Efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang padat, singkat, jelas, lengkap, dan dapat menyampaikan informasi secara tepat, jelas, artinya mudah dipahami ole pendengar atau pembaca. Tepat, dapat sesuai kaidah bahasa yang berlaku. 6. Berisi Pasangan Tuturan. Dalam teks negosiasi, tuturan berupa dialogi yang berarti dilakukan oleh dua orang atau lebih. 7. Bersifat memerintah dan memnuhi perintah. Contoh: “Coba ambil contoh kaos yang ukuran XL.” 8. Menggunakan pronomina. Kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Contoh: Saya, kami, Anda. 9. Menggunakan kalimat langsung. Kalimat langsung adalah kalimat yang langsung diucapkan oleh narasumber. Contoh: “Bu, ada sepatu merek xxx.” 10. Menggunakan kalimat yang menyatakan kesepatan atau tidak. Contoh: “Baik Bu, akan membeli berapa buah?” 11. Menggunakan kalimat perbandingan/kontras. Contohnya: “Bulan lalu harganya masih Rp70 ribu, masa sekarang jadi Rp80 ribu?” Langkah-langkah Menulis Teks Negosiasi 1. Persiapan dan Perencanaan Pada tahap ini, kamu bisa menentukan tema kegiatan negosiasi, misalnya, temanya adalah kegiatan jual beli. Atau bisa juga kegiatan negosiasi untuk menentukan kebijakan tertentu di suatu perusahaan, dan sebagainya. 2. Menentukan Pihak-pihak yang Berkaitan Pada kegiatan negosiasi, perlu ditetapkan pihak-pihak yang berkaitan. Misalnya temanya tentang jual beli, maka tentukan siap yang berperan sebagai penjual dan siapa yang berperan sebagai pembeli. 3. Menentukan hal yang dinegosiasikan Kamu perlu menentukan apa yang ingin dinegosiasikan dalam teks tersebut. misalnya temanya jual beli, lalu apa yang akan diperjualbelikan? Apakah berupa barang atau berupa jasa. Lalu, tentukan juga waktu dan tempat negosiasi. 4. Menyiapkan penyampain argumen Pada tahap ini, masing-masing pihak mengutarakan apa yang diinginkan secara bijaksana. 5. Merancang kegiatan tawar menawar dan penyelesaian masalah Pada kegiatan ini, dilakukan tawar menawar antara pihak-pihak yang terlibat untuk mencapai sebuah kesepakatan. Misalnya temanya adalah jual beli, maka tawar-menawarnya bisa berupa kesepakatan harga barang atau jasa yang perjualbelikan. 6. Menentukan penutup Tahap ini merupakan tahap akhir yang menutup proses negosiasi. Misalnya, kedua belah pihak saling mengucapkan terima kasih dan salam. 7. Menulis struktur teks negosiasi Nah, langkah-langkah di atas tadi kan masih berupa outline atau kerangka. Di tahap ini, kamu bisa menuliskan struktur teks negosiasi, kemudia sesuaikan kerangka tadi dengan struktur teks negosiasi ini. seperti tadi sudah dibahas, struktur teks negosiasi terdiri atas orientasi, permintaan, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup.


8. Mengembangkan kerangka menjadi sebuah teks Setelah menyesuaikan kerangka dengan struktur, kamu tinggal mengembangkannya menjadi sebuah teks utuh. Jangan lupa, ya! Saat proses mengembangkan kerangka menjadi teks kamu harus memperhatikan kaidah kebahasaan yang digunakan agar teks negosiasi mudah diterima dan dimengerti oleh pembaca. GLOSARIUM Negosiasi : kegiatan atau proses penyelesaian suatu masalah, persoalan, atau jual beli dengan jalan erundingan atau kesepakatan antara kedua belah pihak untuk mencapai persetujuan atau penyelesaian yang saling menguntungkan. Struktur : pengaturan pola dalam bahasa secara runtut. Kebahasaan : perihal bahasa. Orientasi : pemaparan umum dan pembuka negosiasi. DAFTAR PUSTAKA Aulia, Fadilah Tri dan Sefi Indra Gumilar. 2021. Cerdas Cermat Berbahas dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Gorontalo, 2023 Mengetahui, Guru Pamong Guru Mata Pelajaran Sarjan Kase, M.Pd. Ainun Yakin M. Rizal, S.Pd NIP 197412292005011009


A. Penilaian Proses Lembar Pengamatan Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Gorontalo Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia Fase/Semester : E (X)/Genap Materi Pokok : Teks Negosiasi Alokasi Waktu : 3 x 45 menit No. Nama Peserta Didik Butir Sikap Bertaqwa kepada Tuhan YME & Berakhlak Mulia Bergotong royong Bernalar Kritis Kreatif 1. 2. 3. 4. 5. Rubrik Penilaian Proses No. Butir Sikap Indikattor SB B KB 3 2 1 1. Bertaqwa kepada Tuhan YME & berakhlak mulia Terhadap sesama teman yang beda agama, menjaga kerukunan, menjaga sikap dan selalu bersyukur, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran. 2. Bergotong royong Kerja sama dalam kelompok untuk menggali informasi serta menghargai pendapat teman 3. Bernalar kritis Dalam menggali informasi dan melakukan identifikasi, verifikasi, interpretasi, menyimpulkan dan menganalisis terkait materi dari berbagai summber dan menyimak, menanggapi, dan mengkomunikasikan. 4. Kreatif Menghasilkan solusi pada lembar kerja dengan kajia yang menarik dan berbobot sesuai konten. Keterangan: SB : Sangat Baik B : Baik KB : Kurang Baik ASESMEN FORMATIF


B. Penilaian Unjuk Kerja Kisi-kisi Penilaian Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Gorontalo Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia Fase/Semester : E (X)/Genap Materi Pokok : Teks Negosiasi Alokasi Waktu : 3 x 45 menit No. Tujuan Pembelajaran Indikator Tujuan Pembelajaran Tagihan/ Penilaian 1. Membuat naskah dialog teks Negosiasi dan menyajikan hasil teks negosiasi dalam bentuk lisan (presentase) dan unjuk kerja dalam bentuk karya/prodak (power point, poster, infografis, dan video show), melalui kerjasama/ bergotong royong dalam kelompok, berpikir kritis, kreatif, dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia. Peserta didik mampu Menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, atau pesan dalam bentuk dialog secara runtut, kreatif, dan dengan menggunakan metode yang tepat secara kreatif Unjuk Kerja, LK, Presentase 2. Peserta didik dapat Mengalihwahanakan teks berbentuk dialog ke bentuk naratif secara logis, kreatif, dan menggunakan alur yang runtut.Dengan kreatif dan berpikir kritis Unjuk Kerja, LK, Presentase Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Kriteria Penilaian Performa Aspek yang Dinilai Skor Berani tampil dengan ekspresi dan mimik yang meyakinkan Peserta didik mampu tampil dengan ekspresi dan mimik yang meyakinkan dengan sangat tepat 60 Peserta didik mampu tampil dengan ekspresi dan mimik yang meyakinkan dengan tepat 50 Peserta didik mampu tampil dengan ekspresi dan mimik yang meyakinakan dengan cukup tepat 30 Intonasi, struktur penyampaian, simple tidak berbelit, bahasa yang sopan, sesuai kaidah presesntase dan diskusi. Peserta didik mampu menggunakan intonasi, struktur penyampaian tidak berbelit, bahasa yang sopan, sesuai kaidah presesntase dan diskusi dengan sangat tepat. 60 Peserta didik mampu menggunakan intonasi, struktur penyampaian tidak berbelit, bahasa yang sopan, sesuai kaidah presesntase dan diskusi dengan tepat. 50 Peserta didik mampu menggunakan intonasi, struktur penyampaian tidak berbelit, bahasa yang sopan, sesuai kaidah presesntase dan diskusi dengan cukup tepat 30 Konten materi yang tepat sesuai lembar kerja. Peseta didik mampu menyesuaikan kontens materi yang tepat sesuai lembar kerja dengan sangat tepat 60


Peseta didik mampu menyesuaikan kontens materi yang tepat sesuai lembar kerja dengan tepat 50 Peseta didik mampu menyesuaikan kontens materi yang tepat sesuai lembar kerja dengan cukup tepat 30 Nilai = Skor perolehan x 100 Skor maksimal C. Penilaian Produk Kriteria Penilaian Produk Aspek yang Dinilai Skor Pemilihan teks negosiasi Peserta didik memilih tema teks negosiasi dengan sangat tepat 60 Peserta didik memilih tema teks negosiasi dengan tepat 50 Peserta didik memilih tema teks negosiasi dengan cukup tepat 30 Pembuatan Kerangka Karangan Peserta didik menyusun kerangka karangan sesuai dengan struktur teks negosiasi dengan sangat lengkap. 60 Peserta didik menyusun kerangka karangan sesuai dengan struktur teks negosiasi dengan lengkap 50 Peserta didik menyusun kerangka karangan sesuai dengan struktur teks negosiasi dengan cukup lengkap. 30 Pengembangan kerangka menjadi teks Peserta didik mengembangkan teks negosiasi sesuai dengan kaidah kebahasaan dengan sangat baik 60 Peserta didik mengembangkan teks negosiasi sesuai dengan kaidah kebahasaan dengan baik 50 Peserta didik mengembangkan teks negosiasi sesuai dengan kaidah kebahasaan dengan cukup baik 30 Kreativitas Peserta menyajikan hasil karya tekas negosiasi dengan sangat kreatif 60 Peserta menyajikan hasil karya tekas negosiasi dengan kreatif 50 Peserta menyajikan hasil karya tekas negosiasi dengan cukup kreatif 30 Nilai = Skor perolehan x 100 Skor maksimal


Click to View FlipBook Version