The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2021-11-11 07:34:06

ANJAK PIUTANG

ANJAK PIUTANG

ANJAK DAN LEMB
PIUTANG BANK AGA KEUA

DISUSUN OLEH NGAN



1. SELVY PERMATA SARI
2. AHMAD ZAENUDIN
3. ELIN NURDITYA
4. PUTRI RAHMAWATI
5. SELA AGUSTINA
6. TRI GITA JULIANI

UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Fakultas Ekonomi Bisnis & Ilmu Sosial

KATA
PENGANTAR

ANJAK P

IUTANG

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang
berjudul " Anjak Piutang" dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah
Manajemen Bank & Lembaga Keuangan. Selain itu, makalah ini
bertujuan menambah wawasan tentang Anjak Piutang bagi para
pembaca dan juga bagi penulis.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sarip Kosim
selaku dosen Mata Kuliah Manajemen Bank & Lembaga Keuangan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang
telah membantu diselesaikannya makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh
sebab itu, saran dan kritik yang membangun diharapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Cikarang, 07 November 2021

i

DAFTAR ISI

ANJAK

PIUTAG

KATA PENGANTAR.............................................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................... 1
A.Latar Belakang.................................................................................................................... 1
B.Tujuan Penelitian .............................................................................................................. 3
C.Rumusan Masalah............. ................................................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................................... 3
A.Pengertian Anjak Piutang (Factoring)................................................................... 4
B.Jenis - Jenis Factoring ...................................................................................................... 6
C.Dasar Hukum Anjak Piutang....................................................................................... 7
D.Macam - Macam Anjak Piutang .............................................................................. 8
BAB III PENUTUP ................................................................................................................ 14
Kesimpulan................................................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 15

ii

BAB I ANJAK P
PENDAHULUAN
IUTANG

A.Latar Belakang
Anjak
piutang (factoring) merupakan suatu transaksi keuangan

sewaktu suatu perusahaan menjual piutangnya (misalnya tagihan)
dengan memberikan suatu diskon. Di negara-negara lain usaha ini
masih merupakan industri yang sangat baru, dimulai sekitar decade
1970-an. Perusahaan anjak piutang di Eropa mengikuti pola
perkembangan usaha anjak piutang di Amerika. Kemudian menyebar
ke Kanada sekitar tahun 1930-an sampe kemudian meluas ke negara-
negara Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, Jepang, Filipina.

Bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan atau
penjualan,hambatan utama yang dapat menjadi ancaman adalah
banyaknya penjualan kredit yang tidak dapat tertagih alias macet.
Banyaknya kredit yang macet akan mengakibatkan terganggunya
perputaran barang dan perputaran keuangan,apa lagi jika sampai kredit
tersebut tidak mampu lagi dibayar oleh nasabahnya. Apalagi masalah
piutang macet tidak dapat segera ditangani secara serius, tidak
mungkin kerugian yang lebih besar tidak dapat dihindari lagi. untuk
menanggulangi masalah piutang macet dan administrasi kredit yang
semrawut dapat diserahkan kepada perusahaan yang sanggup untuk
melakukannya, yaitu perusahaan anjak piutang yang memang kegiatan
utamanya adalah bergerak dibidang penagihan piutang.

1

Perusahaan harus mengelola kegiatan tersebut dengan baik agar
tidak menghambat kegiatan yang lain.Salah satu kegiatan operasional
perusahaan adalah penjualan barang dan jasa, baik yang dilakukan
secara tunai atau kredit yang sesuai dengan perjanjian. Perjanjian jual
beli lahir dan mengikat setelah ada kata sepakat mengenai harga dan
barang walaupun belum dilakukan penyerahan barang dan
pembayaran harga. Jika dilakukan secara tunai maka perusahaan
tersebut akan langsung menikmati keuntungannya tetapi jika dilakukan
secara kredit maka perusahaan tersebut akan mempunyai piutang atau
tagihan yang harus menggunakan manajemen yang baik secara efektif
dan efisien agar piutang tersebut dapat ditagih sesuai dengan harapan.

Pengelolaan piutang perusahaan harus dilakukan dengan baik
karena piutang tersebut merupakan sumber pendapatan perusahaan
yang tertunda dan merupakan hal yang sangat sensitive untuk
dibicarakan karena sebagian besar dana perusahaan dialokasikan
dalam bentuk piutang dan pengelolaan yang baik dapat memberikan
kesan yang positif terhadap perusahaan dalam kualitas manajemennya.

Ketika terjadi kemacetan dalam penagihan Piutang dagang,
perusahaan akan mengalami kerugian yang besar karena terganggunya
perputaran barang dan perputaran keuangan. Dan apa yang harus
dilakukan ketika penjual tersebut sedang membutuhkan uang atau
membutuhkan perputaran modal yang cepat untuk perputaran
selanjutnya. Salah satu solusinya adalah dengan menjual piutang yang
ada kepada pihak lain. Sehingga Bank, Lembaga keuangan non Bank,
dan perusahaan pembiayaan yang berbentuk Perseroan Terbatas atau
Koperasi memberikan jasa anjak piutang yang bertujuan untuk
memperlancar kegiatan penyelesaian utang-piutang dan membantu
perusahaan dalam mengelola penjualan secara kreditnya agar baik dan
teratur.

Kegiatan Anjak Piutang atau Factoring tersebut juga diperkuat
dengan berbagai macam peraturan seperti Peraturan Menteri
Keuangan dan Undang-Undang Perbankan karena adanya hubungan
hukum yang berubah yaitu orang lain yang membeli piutang tersebut
menggantikan kedudukan si penjual dimana ia berhak untuk menuntut
pembayaran dari si pembeli atau konsumen.

ANJAK P

IUTANG

2

ANJAK PIUTANG

B. Tujuan Penelitian
Tujuan dari
pembuatan makalah ini adalah untuk:

1.Menambah wawasan tentang anjak piutang.
2.Mengetahui jenis dan kegiatan perusahaan anjak piutang.
3.Mengetahui manfaat dari anjak piutang.

C. Rumusan Masalah
Dalam melih
at Lembaga Keuangan Anjak Piutang (factoring) sebagai

salah satu alternatif pembiayaan perusahaan, maka:
1. Apa pengertian anjak piutang?
2. Apa saja kegiatan dan manfaat dari Lembaga Keuangan Anjak
Piutang ?
3. Bagaimana peran Lembaga Keuangan Anjak Piutang (factoring)
dalam mengatasi permasalahan pada perusahaan ?
4. Apa landasan yuridis anjak piutang dan apa saja macam macam
anjak piutang ?
5. Bagaimana manajemen transaksi anjak piutang?

3

BAB II ANJAK P
PEMBAHASAN
IUTANG

A. Pengertian Anjak Piutang (Factoring)
Dalam Bahasa Indo
nesia, istilah factoring sering diterjemahkan

dengan 'anjak piutang'. Anjak piutang adalah kegiatan perusahaan
pembiayaan untuk membeli atau mengambil alih dan menata
usahakan piutang dagang jangka pendek yang dimiliki oleh klien, yaitu
pihak yang menjual barang kepada konsumen secara kredit.Menurut
Keppres No. 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan, anjak
piutang merupakan usaha pembiayaan dalam bentuk pembelian
dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka
pendek dari suatu perusahaan yang terbit dari suatu transaksi
perdagangan dalam dan luar negeri.

Pengertian Anjak Piutang atau Factoring juga dijumpai dalam
referensi formal isi kamus Bank Indonesia, merupakan hukum kegiatan
pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta
pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek atau perusahaan atas
transaksi perdagangan dalam atau luar negeri, sedangkan perusahaan
yang melakukan Anjak Piutang disebut penganjak-piutang (Factoring)
dan pengertian penganjak-piutang yaitu adalah pihak yang
kegiatannya membeli piutang pihak lain dengan menanggung resiko
tak terbayar utang (Factor).

Dari definisi di atas dapat disebutkan bahwa anjak piutang adalah
suatu teknik pendanaan jangka pendek dengan memanfaatkaan
piutang yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Perusahaan yang
bersangkutan menjual atau menyerahkan hak atas piutangnya kepada
perusahaan kepada perusahaan anjak piutang. Kemudian perusahaan
anjak piutang menyerahkan uang kepada perusahaan tersebut sebesar
persentase tertentu dari jumlah nilai piutang.

4

Sebagai imbalan, perusahaan anjak piutang membebankan biaya ANJAK P
administrasi dan bunga pada perusahaan tersebut.terlihat bahwa
perusahaan anjak piutang (yang dalam bahasa asing disebut factoring) IUTANG
adalah suatu kegiatan pembiayaan yang dilakukan oleh suatu
perusahaan anjak piutang (factoring company) dalam bentuk
pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan
janga pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam dan
luar negeri.

Anjak piutang bagi perusahaan yang memproduksi barang dan jasa
akan memberi manfaat dalam melancarkan usaha terutama dalam hal:
1) Membantu administrasi penjualan dan penagihan (sales ladgering
and collection service).
2) Membantu beban resiko (credit insurance).
3) Memperbaiki system penagihan.
4) Membantu memperlancar modal kerja.
5) Meninggatkan kepercayaan.
6) Kesempatan untuk megembngkan usaha.
Lembaga anjak piutang adalah salah satu upaya pem-biayaan jangka
pendek untuk transaksi perdagangan dalam negeri dan luar negeri.
Menurut Richard Burton Simatupang dalam bukunya, pengertian
lembaga pembiayaan factoring/anjak piutang adalah lembaga
pembiayaan yang dalam melakukan usaha pembiayaannya dilakukan
dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan
piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi
perdagangan dalam atau luar negeri

5

Landasan yuridis Anjak Piutang (Factoring) ANJAK P
1. Surat Keputusan Menteri Keuangan No.448/kmk.017/2000
Tentang Perusahaan Pembiayaan. IUTANG
2. Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No.172/kmk.06/2000
Tanggal 23 April 2002 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri
No.448/kmk.017/2000 Tentang Perubahan Pembiayaan.
3. Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No.185/kmk.06/2000
Tanggal 24 April 2002 Tentang Penghentian Pemberian Izin Usaha
Perusahaan Pembiayaan
4. Menurut Keputusan Menteri Keuangan No.1251/kmk.013/1988
Tanggal 20 Desember 1988,Perusahaan Anjak Piutang Adalah:
'Badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk
pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang tagihan
jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan
dalam Negeri atau Luar Negeri’

B. Jenis - Jenis Factoring
Adapun jenis-jenis factorin
g adalah sebagai berikut:

1.Recourse Factoring (factoring di mana setelah transaksi factoring
terjadi, pihak klien masih bertanggung jawab).

2.Non-Recourse Factoring (factoring di mana setelah transaksi
factoring terjadi, pihak klien tidak bertanggung jawab lagi.

3.Domestic Factoring (factoring semua pihak berada dalam 1 (satu)
Negara).

4.International Factoring (Factoring di mana pihak costumer-nya
berada di luar negeri).

5.Factoring dengan Account Receivables (factoring di mana yang
dialihkan adalah bukti tagihan berupa invoice dagang )

6

Perbedaan antara anjak piutang dengan pinjaman bank. Antara lain ANJAK P
1.Penekanan anjak piutang adalah pada nilai piutang, bukan
kelayakan kredit perusahaan. IUTANG
2.Anjak piutang bukan merupakan suatu pinjaman, melainkan anjak
piutang berarti membeli suatu asset yang berupa piutang.
3.Pinjaman bank melibatkan dua pihak, yaitu bank dan penerima
kredit, Sedangkan anjak piutang melibatkan tiga pihak yaitu pihak
yang menjual piutang, lembaga anjak piutang dan pihak yang
harus membayar piutang.

Penjualan portofolio kredit macet atau penjualan piutang macet
berbeda dengan “penjualan agunan kredit macet”. Penjualan portofolio
kredit macet hamper mirip dengan praktik pengalihan tagihan piutang
suatu perusahaan kepada perusahaan lain yang lazim diatur dalam
hukum tentang anjak pitang atau factoring. Menurut Munir Fuady ada
beberapa ketentuan dalam hokum Indonesia yang dapat menjadi dasar
hukum bagi eksistensi suatu jasa factoring, yaitu ketentuan-ketentuan
yang merupakan dasar hukum bagi eksistensi suatu jasa factoring,
yaitu ketentuanketentuan yang merupakan dasar hokum substansif
murni, substansif procedural, dan dasar huikum administratif.
Seperti yang telah disebutkan bahwa pada dasarnya terdapat tiga pihak
yang terlibat dalam transaksi factoring, yakni :

1.Klien sebagai penjual piutang
2.Customer sebagai yang berhutang
3.Perusahaan Factoring (factor) sebagai pembeli piutang

C. Dasar Hukum Anjak Piutang

Aturan hukum yang ada di indonesia mengenai hal ini hanyalah
diketemukan didalam keputusan presiden republik indonesia nomor 61
tahun 1988 tanggal 20 desember 1988 lembaran negara republik
indonesia nomor 93 tahun 1988 jis. Surat keputusan menteri keuangan
nomor: 448/KMK. 06/2002, jis. Syarat keputusan menteri keuangan
nomor: 172/KMK. 06/2002 mengtur mengenai perusahaan

7

pembiayaan, sehingga aturan anjak piutang hanyalah dtemukan ANJAK P
sebagai salah satu hukum administrasi yang mengatur keberadaan
kegiatan kegiatan perusahaan pembiaayaan dengan demikian terlihat IUTANG
pengaturan hukum dibidang lembaga anjak piutang itu terlihat masih
sangat sederhana dan belum lengkap.
Pengertian yang ada mengenai anjak iutang atau factoring masih
dalam bentuk keputusan mentri keuangan nomor 1251/ KMK. 013/ 1988
jis nomor. 448/KMK. 017/ 2000 tanggal 27 oktober 2000 pada pasal 1
hruf E adalah ”kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan/
atau pengalihan serta kepengurusan piutang atau tagihan jangka
pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangandalam atau luara
negri”. Selanjutnya pengertian anjak piutang dipertegas dengan
ketentuan surat keputusan mentri keuangan nomor 172/ KMK. 06/
2002.
Yang menyatakan kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk:
a) Pembelian dan/ atau pengalihan; serta
b) Pengurusan atas piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi
perdagangan dalam atau luar negri.

Ketentuan tersebut ditujukan kepada lembaga pembiayaan yang
boleh menggunakan usaha anjak piutang ini berdasarkan kepuusan
presiden nomor. 61 tahun 1998 tanggal 20 desember 1998 pada pasal 3
ayat 1 yaitu jenis kegiatan dan pembiayaan ini dapa dlakukan oleh
pembiayaan, lembaga keuangan bank dan bukan bank.

D. Macam - Macam Anjak Piutang

1) Full Service Factoring
Yaitu bentuk pelayanaan yang diberikan atau disediakan oleh

perusahaan anjak piutang yang meliputi jenis jasa anjak piutang, baik
dalam bentuk jasa pembiayaan maupun non jasa pembiayaan.
2) Recourse Factoring

Bentuk pelayanan yang diberikan meliputi hampir semua jasa bank
anjak piutang kecuali proteksi terhadap resiko tidak dibayarnya
tagihan.

8

3) Bull Factoring ANJAK P
Yaitu bentuk pelayanan klien hanya memerlukan jasa pembiayaan
atau pemberitahuan jatuh tempo pada nasabah atau costumer IUTANG
sedangkan jasa- jasa seperti proteksi kredit, seles ledger administration
dan penagihan tidak diperlukan.
4) Matury Factoring
Yaitu bentuk pelayanan dimana yang dibutuhkan klien adalah jaminan
perlindungan kredit yang meliputi pengurusan penuh atas penjualan,
penagihan dari pelanggan dan proteksi atas piutang.
5) Agency Factoring
Bentuk factoring ini sering dikaitkan dengan bull factoring yaitu
penyerangan keseluruhan penjualan anjak piutang klien kepada
perusahaan factoring atas dasar niti/ikasi, tetapi tidak bertanggung
jawab atas kepengurusan atas penagihan piutang tersebut.
6) Invoice Discouting
Klien dalam hal ini hanya membutuhkan jasa pembiayaan perusahaan
anjak piutang sedangkan jasa non pembiayaan ditangani sendiri oleh
klien.
7) Undisclosed Factoring
Biasanya berkaitan dengan suatu perjanjian penjualan piutang dimana
perusahaan factoring memberikan proteksi terjadinya kemacetan
pelunasan piutang sampai dengan persentase tertentu ( biasanya 80%)
dari jumlah factur yang disetujui yaitu dengan Without Recuerse
sebagai resiko kredit
Fasilitas anjak piutang yang ditawarkan oleh perusahaan anjak piutang
dapat .
dibedakan dalam berbagai jenis sebagai berikut:

1.Berdasarkan Pemberitahuan
1) Disclosed / notification.
Disclosed factoring atau juga disebut dengan notification

factoring adalah pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang
dengan sepengetahuan pihak debitor (customer).

9

Oleh karena itu pada saat piutang tersebut jatuh tempo perusahaan ANJAK P
anjak piutang memiliki hak tagih pada debitor yang bersangkutan.
Untuk dapat melakukan hal tersebut di dalam faktur dicantumkan IUTANG
pernyataan bahwa piutang yang timbul dari faktur ini telah dialihkan
kepada perusahaan anjak piutang.
Notifikasi setiap transaksi anjak piutang kepada pihak customer
dimaksudkan antara lain:

1. untuk menjamin pembayaran langsung kepada perusahaan anjak
piutang

2. untuk mencegah pihak customer melakukan perbuatan yang
merugikan pihak perusahaan anjak piutang misalnya, pengurangan
jumlah piutang sesuai dengan kontrak klien sebagai penjual.

3. mencegah perubahan-perubahan yang ada dalam kontrak yang
dapat mempengaruhi perusahaan anjak piutang.

4. memungkinkan perusahaan anjak piutang untuk menuntut atas
namanya apabila terjadi perselisihan.

Mekanisme anjak piutang dengan fasilitas disclosed dapat diikuti pada
1. Penjualan secara kredit kepada customer (debitor).
2. Kontrak factoring antara supplier (klien) dengan perusahaan
factoring (factor) disertai dengan penyerahan faktur-faktur dan
dokumen terkait lainnya.
3. Pemberitahuan kepada customer mengenai kontrak factoring.
4. Pembayaran oleh perusahaan factoring yang dapat dilakukan
dalam waktu 24 jam. Pembayaran tersebut berjumlah sampai 80%
dari total nilai faktur. Sisanya 20% akan dibayar apabila telah
dilakukan pelunasan penuh oleh customer atau debitor.
5. Penagihan oleh perusahaan factoring yang disertai dengan bukti-
bukti pendukung.
6. Pelunasan utang customer kepada perusahaan factoring.

10

2) Undisclosed/non notification & Undisclosed atau juga disebut ANJAK P
dengan nonnotification factoring adalah transaksi penjualan atau
pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang oleh klien tanpa IUTANG
pemberitahuan kepada debitor kecuali bila ada pelanggaran atas
kesepakatan pada pihak klien; atau secara sepihak perusahaan anjak
piutang menganggap akan menghadapi risiko. Transaks disclosed atau
undisclosed factoring terhadap pengalihan piutang klien kepada
perusahaan anjak piutang akan memiliki dampak hukum pada masing-
masing pihak yang terkait

1. Penjualan secara kredit oleh klien (supplier) kepada nasabahnya
(customer).

2. Penyerahan faktur dan bukti-bukti pendukung lainnya tanpa ada
pemberitahuan mengenai kontrak anjak piutang

3.Tembusan atau copy faktur diserahkan kepada perusahaan anjak
piutang.

4.Pembayaran kepada klien sampai 80% dari total nilai faktur.
Sisanya 20% akan dibayar pada saat pelunasan utang oleh debitor
(customer).

5.Pada saat jatuh tempo, debitor akan melunasi utangnya langsung
kepada supplier atau klien.

6.Klien kemudian meneruskan pelunasan tersebut (No.5) kepada
perusahaan anjak piutang. Perusahaan anjak piutang selanjutnya
melunasi sisa pembayaran 20% kepada klien.

2. Berdasarkan Penanggungan Risiko
1. Recourse factoring
Anjak piutang dengan cara recourse atau disebut juga with recourse

factoring berkaitan dengan risiko debitor yang tidak mampu memenuhi
kewajibannya.

11

Keadaan ini bagi perusahaan anjak piutang merupakan ancaman ANJAK P
risiko. Dalam perjanjian with recourse, klien akan menanggung risiko
kredit terhadap piutang yang dialihkan kepada perusahaan anjak IUTANG
piutang. Oleh karena itu, perusahaan anjak piutang akan
mengembalikan tanggung jawab (recourse) pembayaran piutang
kepada klien atas piutang yang tidak tertagih dari customer. Without
recourse factoring

2. Anjak piutang ini juga disebut non-recourse factoring,
yaitu perusahaan anjak piutang menanggung risiko atas tidak

tertagihnya piutang yang telah dialihkan oleh klien. Namun, dalam
perjanjian anjak piutang dapat dicantumkan bahwa di luar keadaan
macetnya tagihan dapat diberlakukan bentuk recourse. Ini untuk
menghindarkan tagihan yang tidak dibayar karena pihak klien ternyata
mengirimkan barang yang cacat atau tidak sesuai dengan perjanjian
kepada nasabahnya. Dengan demikian customer berhak untuk
mengembalikan barang yang telah diserahkan tersebut dan terlepas
dari kewajiban pembayaran utang. Dalam hal terjadi kasus demikian,
perusahaan factoring dapat mengembalikan tagihan tersebut kepada
klien.

3. Berdasarkan Pelayanan
Full service factoring, yaitu perjanjian anjak piutang yang meliputi

semua jenis jasa anjak piutang baik dalam bentuk jasa pembiayaan
maupun jasa non-
pembiayaan, misalnya urusan administrasi penjualan (sale ledger
administration), tagihan dan penagihan piutang termasuk menanggung
risiko terhadap piutang yang macet.

Finance factoring, yaitu perusahaan anjak piutang yang hanya
menyediakan fasilitas pembiayaan saja tanpa ikut menanggung risiko
atas piutang tak tertagih. Penyediaan pembiayaan dana tunai pada saat
penyerahan faktur kepada perusahaan factoring sampai sejumlah 80%
dari nilai seluruh faktur sesuai dengan besarnya plafon pembiayaan
(limit kredit). Klien tetap bertanggungjawab terhadap pembukuan
piutang dan penagihannya,termasuk menanggung risiko tidak
tertagihnya piutang tersebut.

Bulk factoring. Jasa factoring ini juga disebut dengan agency
factoring yaitu transaksi yang mengaitkan perusahaan factoring
sebagai agen dari klien. Bentuk fasilitas factoring ini pada dasarnya
hampir sama dengan full service factoring, namun penagihan piutang
tetap dilakukan oleh klien dan proteksi risiko kredit tidak dijamin
perusahaan factoring.

12

Maturity factoring. Dalam maturity factoring, pembiayaan pada ANJAK P
dasarnya tidak diperlukan oleh klien tetapi oleh pengurusan penjualan
dan penagihan piutang serta proteksi atas tagihan. Fasilitas anjak IUTANG
piutang maturity memberikan kredit perdagangan kepada customer
atau nasabah dengan pembayaran segera.
Misalnya, 2% 10 hari, net 30, artinya apabila debitor membayar dalam
jangka waktu 10 hari pertama, ia memperoleh potongan sebesar 2%.
Apabila tidak, pembayaran penuh harus dilakukan dalam waktu 30 hari.
Dalam perjanjian anjak piutang ini perusahaan factoring akan
membayar kliennya tidak lebih dari 10 hari setelah faktur jatuh tempo.
Oleh karena itu tidak ada beban bunga yang diperhitungkan.
Pembayaran atas piutang yang dialihkan dapat dilakukan berdasarkan
periode tertentu yang didasarkan atas perkiraan rata-rata jatuh tempo
faktur atau penyerahan copy faktur.

4. Berdasarkan Lingkup Kegiatan
Domestic factoring, yaitu kegiatan transaksi anjak piutang dengan

melibatkan perusahaan anjak piutang, klien dan debitor yang
semuanya berdomisili di dalam negeri.

International factoring. Anjak piutang ini juga sering disebut export
factoring, yaitu adalah kegiatan anjak piutang untuk transaksi ekspor
impor barang yang melibatkan dua perusahaan factoring di masing-
masing negara sebagai export factor dan import factor.

5. Berdasarkan Pembayaran kepada Klien
Advanced payment, yaitu transaksi anjak piutang dengan

memberikan pembayaran di muka (prepayment financing) oleh
perusahaan anjak piutang kepada klien berdasarkan penyerahan faktur
yang besarnya berkisar 80% dari nilai faktur.
Maturity, transaksi pengalihan piutang yang pembayarannya dilakukan
perusahaan anjak piutang pada saat piutang tersebut jatuh tempo.
Pembayaran tagihan tersebut biasanya dilakukan berdasarkan rata-rata
jatuh tempo tagihan (faktur). Untuk lebih jelasnya lihat kembali
maturity factoring yang telah dibahas terdahulu.

Collection, yaitu transaksi pengalihan piutang yang
pembayarannya akan dilakukan apabila perusahaan anjak piutang
berhasil melakukan penagihan terhadap debitor.

13

BAB III ANJAK P
PENUTUP
IUTANG
A. Kesimpulan

Anjak piutang atau factoring erat kaitanya dengan piutang yang
melibatkan pembelian oleh perusahaan factoring terhadap piutang
menurut klien atau supplier. Anjak piutang dapat didefinisikan sebagai
kontrak dimana perusahaan anjak piutang menyediakan jasa jasa
sekurang kurangnya antara lain:jasa pembiayaan, jasa pembukaan
(maintenance of account).

Menurut Menteri Keuangan No.1251/KMK.013/1988 Tanggal 20
Desember 1988, perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang
melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk paembelian dan atau
pangalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek
suatu perusahaan. Jika kita melihat anjak piutang ini munkin ada yang
biang bahwa ini seperti leasing, akan tetapi perbedaan leasing dengan
anjak piutang yaitu; jika leasing berjangka waktu panjang dan anjak
piutang sendiri ber jangka waktu pendek.
Jenis - jenis anjak piutang

1. Full service factoring
2.Recourse factoring
3.Bull factoring
4.Matury factoring
5.Agenci factoring
6.Invoice discouting
7.Undisclosed factoring
3 pelaku utama yang terlibat anjak piutang:
1.Perusahaan anjak piutang atau factor adalah perusahan atau pihak

yang menawarkan jasa anjak piutang.
2.Klien atau suplier adalah pihak yang mengunakan jasa perusahaan

anjak piutang
3.Nasabah atau costumer atau debitur adalah pihak yang

mengadakan transaksi dengan klien.
Mekanisme anjak piutang ada 2, yaitu:

1.Tanpa factor atau tradisional piutang tersebut
2.Dengan jasa non pembiayaan atau non financing servises

14

DAFTAR IUTANG
PUSTAKA

Pandi, Frianto, dkk, lembaga keuangan. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Libis, K, Suhrawardi, hukum ekonmi islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2000.
Prantouw, Rinus, Hak Tagih Faktor Atas Piutang Dagang. Jakarta:
Prenada Media Group, 2006.
Kasmir, Bank Dan Lembaga Keuangan Lainya. Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2001

ANJAK P

15


Click to View FlipBook Version