1. IDENTITAS : SMP Negeri 32 Purworejo
Sekolah : 2022
Tahun : SMP
Jenjang : D / VII
Fase / Kelas : 2 JP @40 menit
Alokasi Waktu : Jaringan Komputer
Elemen / Materi Pokok
2. PROFIL PELAJAR PANCASILA
1) Siswa dapat menjadi mandiri dalam menjelaskan proteksi data dan file
2) Siswa diharapkan bisa kreatif dalam melakukan proses enkripsi sebagai salah satu
cara untuk memproteksi data
3) Siswa diharapkan bisa bergotong royong dalam mengumpulkan informasi
4) Siswa diharapkan mampu bernalar kritis setiap penyelesaian masalah yang
dihadapi
3. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase D, peserta didik mampu memahami konektivitas jaringan lokal,
komunikasi data via ponsel, konektivitas internet melalui jaringan kabel dan nirkabel
(bluetooth, wifi,internet).
4. TUJUAN PEMBELAJARAN
1 Dengan berdiskusi (C), peserta didik (A) dapat menjelaskan proses enkripsi sebagai
salah satu cara untuk memproteksi data dari akses yang tidak berhak (B) dengan
benar (D)
2 Dengan berdiskusi (C), peserta didik (A) dapat melakukan proses enkripsi sebagai
salah satu cara untuk memproteksi data dari akses yang tidak berhak (B) dengan
benar (D)
3 Dengan berdiskusi (C), peserta didik (A) dapat menerapkan enkripsi sederhana (B)
dengan tepat (D)
5. MATERI
PROTEKSI DATA DAN FILE
Data protection atau proteksi data adalah berbagai langkah keamanan yang
digunakan untuk melindungi data berharga. Mengumpulkan data pada database perlu
dilindungi terhadap berbagai ancaman, termasuk dari peretas, perangkat lunak dan
kegagalan sistem jaringan. Banyak paket perangkat lunak tersedia yang melindungi
informasi kata sandi dan juga menyediakan cadangan data sehingga informasi
penting tidak akan hilang. Disebut juga dengan perlindungan data.Enkripsi adalah
alasan mengapa chat-mu dengan seseorang tidak bisa dibaca oleh orang lain. Tanpa
teknologi encryption, mungkin obrolanmu serta informasi pribadi yang ada di
dalamnya akan tersebar ke mana saja.
Enkripsi memiliki peran penting dalam cyber security. Sebagai tembok utama
perlindungan data, tentunya banyak aktivitas cybercrime yang mencoba
menghancurkannya untuk mendapatkan data secara ilegal. Salah satunya seperti
brute force attack.
Enkripsi adalah proses mengacak data sehingga data hanya dapat dipahami
oleh orang-orang tertentu saja. Secara teknis, enkripsi berarti proses
mengubah plaintext–teks yang bisa dipahami manusia–, menjadi ciphertext yang
tidak bisa dipahami.
Pengacakan data dalam enkripsi tidak benar-benar dilakukan secara acak.
Dalam prosesnya, enkripsi menggunakan cryptographic key, yaitu string karakter
dalam algoritma enkripsi yang dapat mengubah data menjadi acak.
Cryptographic key berisi sekumpulan nilai matematika yang disepakati oleh pengirim
dan penerima pesan terenkripsi. Hal inilah yang menyebabkan data menjadi terkunci
(encryption) namun dapat tetap dibuka (decryption) oleh pihak tertentu.
Bagaimana Cara Kerja Enkripsi?
Enkripsi dibedakan dari encryption key yang digunakan, yaitu enkripsi simetris dan
enkripsi asimetris. Berikut ini adalah penjelasan keduanya:
1. Enkripsi simetris
Symmetric enkripsi adalah jenis enkripsi yang proses penguncian data dan proses
pembukaan datanya dilakukan menggunakan satu kunci yang sama.
Karena menggunakan satu kunci yang sama, maka algoritma enkripsi pada jenis ini
terlihat tidak terlalu kompleks dan cenderung lebih mudah untuk dieksekusi. Jenis
enkripsi ini adalah pilihan yang tepat untuk membawa transmisi data dalam jumlah
besar.
2. Enkripsi asimetris
Enkripsi asimetris dikenal juga dengan public-key cryptography atau public-key
encryption. Hal ini karena enkripsi jenis ini menggunakan dua kunci yang saling
berhubungan, yaitu kunci publik dan kunci pribadi.
Kunci publik berfungsi untuk mengenkripsi pesan dan dapat diakses oleh semua
orang. Sedangkan kunci pribadi berfungsi untuk mendekripsi pesan dan hanya dapat
diakses oleh pemilik kunci untuk menjaga privasi.
Jenis enkripsi asimetris lebih kompleks dan memakan lebih banyak waktu. Tapi,
keamanannya lebih kuat jika dibandingkan dengan enkripsi simetris.
Manfaat Enkripsi
Teknologi encryption memiliki banyak manfaat dalam penggunaanya. Berikut ini
adalah beberapa manfaatnya:
1. Menjaga privasi pengguna
Enkripsi bekerja dengan cara mengacak data menjadi tidak dapat dipahami oleh orang
lain. Hal ini tentunya bertujuan untuk menjaga privasi pengguna data. Dengan data
yang terenkripsi, masalah kebocoran privasi juga dapat dicegah dengan lebih baik.
2. Memberi perlindungan aplikasi saluran percakapan
Bayangkan jika semua orang dapat membaca chat pribadimu dengan seseorang.
Selain kehilangan privasi, kamu mungkin juga akan kehilang data-data pribadimu.
Untuk itu, enkripsi adalah komponen keamanan yang penting bagi aplikasi
percakapan seperti WhatsApp, agar privasi penggunanya dapat selalu terjaga.
3. Digital signature
Selain menjaga privasi dan keamanan, enkripsi juga bisa dimanfaatkan sebagai digital
signature. Digital signature sendiri merupakan suatu baris pernyataan pada e-copy
seperti email, yang berisi pernyataan terenkripsi. Sehingga, hanya orang tertentu yang
dapat memahami pernyataan tersebut setelah melakukan dekripsi.
Tipe Enkripsi
Selain dibedakan berdasarkan jenisnya, enkripsi juga memiliki beberapa tipe yang
dilihat dari kebutuhan penggunaan, infrastruktur, maupun parameter lainnya.
• Encryption as a service (EaaS), menyewakan enkripsi bagi pengguna
dengan sumber daya yang sedikit dan tidak mampu membuat enkripsi sendiri.
Pada enkripsi tipe ini, pengguna perlu mematuhi segala peraturan yang
berlaku dan selalu menjaga data mereka di lingkungan penyewa.
• Bring your own encryption (BYOE), enkripsi tipe ini cocok untuk pengguna
layanan cloud yang ingin mengelola perangkat lunak dan kunci enkripsi
mereka sendiri.
• Cloud storage encryption, merupakan tipe enkripsi yang disediakan oleh
penyedia layanan cloud. Mereka mengenkripsi data menggunakan algoritma
dan penyimpanan mereka sendiri, sehingga pengguna hanya perlu
menyewanya.
• Deniable encryption, adalah tipe enkripsi yang memungkinkan data
terenkripsi untuk didekripsi dalam dua cara atau lebih berdasarkan kunci
enkripsi yang digunakan oleh suatu pihak
• Column-level encryption, cocok digunakan untuk enkripsi basis data. Di
mana setiap sel dalam kolom data tertentu dapat diakses dengan kata sandi
yang sama.
• Field-level encryption, enkripsi jenis ini mengelola suatu enkripsi data pada
bidang tertentu dari halaman web. Misalnya, mengenkripsi nomor KTP, nomor
kartu kredit, dll.
• End-to-end encryption (E2EE), adalah tipe enkripsi yang banyak digunakan
oleh aplikasi chatting. Enkripsi E2EE memastikan komunikasi antara dua
pihak tidak dapat dibaca oleh pihak lain.
• Full-disk encryption (FDE), enkripsi jenis ini bekerja pada
tingkat hardware dan mengubah semua data pada disket menjadi bentuk
yang tidak bisa dipahami. FDE hanya dapat diakses oleh orang tertentu yang
memiliki kunci autentikasi.
• Network-level encryption, merupakan tipe enkripsi yang mengandalkan
jaringan internet melalui Internet Protocol Security (IPSec). Enkripsi tipe ini
memastikan komunikasi yang aman di level transfer jaringan.
• Link-level encryption, tipe enkripsi ini ada pada level tautan atau link. Di
mana data dienkripsi saat dikirim dari host, dan didekripsi saat mencapai
tautan selanjutnya.
• Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS), mengenkripsi setiap konten
yang dikirim oleh web server dan melakukan verifikasi apakah public-key
encryption telah terinstall.
• Homomorphic encryption, adalah tipe enkripsi yang mengubah data
menjadi ciphertext yang dapat diproses, sehingga memungkinkan pengguna
untuk melakukan operasi kompleks pada data yang terenkripsi.
Contoh Penerapan Enkripsi
Enkripsi adalah faktor penting dalam cybersecurity. Setidaknya, ada beberapa
penggunaan enkripsi yang dimanfaatkan untuk mendukung keamanan siber, seperti
berikut ini:
1. Enkripsi data
Banyak perusahaan yang membutuhkan privasi dan keamanan data. Untuk itu,
enkripsi seringkali digunakan untuk menjaga keamanan data mereka. Seperti file
database, warehouse, hingga backup server.
2. Enkripsi file
Enkripsi dapat digunakan untuk mengamankan file yang bersifat penting dan rahasia,
seperti file perusahaan yang ada di komputer maupun cloud. File tersebut nantinya
akan dienkripsi dan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mendekripsinya.
3. Encryption messaging
Penggunaan enkripsi juga bisa kamu lihat dalam aplikasi perpesanan seperti
WhatsApp dan Telegram. Agar pesanmu hanya bisa dibaca oleh orang yang
bersangkutan, maka aplikasi perpesanan menggunakan End-to-end encryption
(E2EE) untuk membuat privasinya tetap terjaga.
4. Endpoint encryption
Selain memasang antivirus, enkripsi adalah salah satu upaya bisa kamu gunakan
untuk memberikan perlindungan pada operating system perangkatmu, seperti
komputer, laptop, tablet, dll. Dengan enkripsi, beberapa serangan siber yang
mengakses data secara ilegal pada perangkatmu akan lebih sulit untuk dilakukan.