2 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 Redaksi berhak memutuskan artikel dimuat atau tidak setelah melalui proses pengeditan. Semua artikel yang telah dimuat menjadi milik Redaksi. EDITORIAL Penanggung Jawab Paroki Tomang - Gereja MBK Jl. Karmel Raya No. 2 Jakarta Barat 11530 | Telp. (021) 535 0435, (021) 548 3853, WA. Sekretariat (021) 535 0435, WA. Redaksi (021) 535 0435 Email: [email protected] | Website : http://www.parokimbk.or.id Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Rm. Krispinus Ginting O.Carm Rm. Michael Moeljo Hartomo O.Carm Marcella Lazuardi Komsos Gereja Maria Bunda Karmel Redaktur Pelaksana Robby Purba Judith Widjaya Fotografer Tim CPM Redaktur Benny N. Joewono Irene Angela Lukito Prayogi Dwi Sulistyo Lydia Hutabarat Mikaela Odelia Kasih Michael Keenan Sunjoyo Natalie Angel Sunjoyo Raymunda Nattya Arah Dasar KAJ 2022-2026 mengacu pada tema ajaran sosial gereja. Tema ASG 2022-2026 terbagi dalam lima sub tema untuk diterapkan setiap tahunnya, yaitu: 1. Menghargai Martabat Manusia (2022) 2. Kesejahteraan Bersama (2023) 3. Solidaritas – Subsidiaritas (2024) 4. Kepedulian Lebih pada yang Lemah dan Miskin (2025) 5. Keutuhan Alam Ciptaan (2026) Tahun 2024 temanya adalah solidaritas dan subsidiaritas. Berkaitan dengan itu, dalam pertemuan-pertemuan Bulan Keluarga Desember 2023 ini, kita diajak mendalam tema “solidaritas”. “Solidaritas adalah perasaan saling percaya antara para anggota dalam suatu kelompok atau komunitas. Kalau orang saling percaya maka mereka akan menjadi satu/menjadi persahabatan, menjadi saling hormat-menghormati, menjadi terdorong untuk bertanggung jawab dan memperlihatkan kepentingan sesamanya.” Solidaritas adalah penerapan kasih sejati. Marilah kita bersama tekun mengikuti pertemuan-pertemuan lingkungan dalam rangka Bulan Keluarga untuk menumbuhkan rasa solidaritas antar kita. Mungkin kita sudah tahu banyak ajaran-ajaran yang dibahas, tetapi masih perlu juga kita bersolidaritas dengan sesama yang butuh sharing kita untuk saling mendukung dan menguatkan agar rasa solidaritas makin kuat, demikian pula rasa saling mengasihi. Hadir adalah tindakan pertama dalam penerapan solidaritas kita. (ED)
RENUNGAN WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 3 Adven✨ Menjelang Natal sesuai dengan kalendar liturgi, kita merayakan minggu Adven yang dilaksanakan selama empat minggu. Kata adven berasal dari bahasa Latin yaitu adventus yang berarti kedatangan. Masa Adven menjadi panggilan untuk merenung dan mempersiapkan hati menjelang Natal. Kita diajak untuk mengevaluasi kehidupan kita, mengenali kebutuhan akan pertobatan, dan bersyukur atas kasih karunia yang terus mengalir. Ini adalah waktu untuk membangun keintiman dengan Tuhan dan orang-orang di sekitar kita, serta menjalani kehidupan dengan kasih dan penuh pengertian. Adven mengajarkan bahwa persiapan bukan hanya tentang kesiapan fisik untuk merayakan Natal, tetapi juga persiapan batin yang melibatkan hati dan jiwa. Selama Adven, umat Katolik merayakan kedatangan Kristus dan mempersiapkan diri untuk merayakan kelahiran-Nya pada hari Natal. Tradisi Adven sering melibatkan penggunaan kalender Adven, lilin-lilin, dan ibadah khusus untuk memperdalam makna Natal. Setiap minggu memiliki makna khusus yang melibatkan lilin yang dinyalakan pada sebuah rangkaian lilin yang disebut “Advent Wreath”. Setiap lilin memiliki simbolisme yang berbeda yang melibatkan harapan, damai, sukacita, dan kasih. 1. Minggu Pertama – Harapan Lilin pertama melambangkan harapan akan kedatangan Kristus. 2. Minggu Kedua – Damai Lilin kedua menunjukkan damai, mengingat janji damai yang datang bersamaan dengan kelahiran Yesus. 3. Minggu Ketiga - Sukacita atau Gaudete Sunday Lilin ketiga sering berwarna merah dan melambangkan sukacita karena kedatangan-Nya yang semakin dekat. 4. Minggu Keempat – Kasih Lilin terakhir melambangkan kasih, mencerminkan hadiah kasih yang diberikan oleh Tuhan melalui kelahiran Yesus Kristus. Dengan merayakan Adven, kita dapat mengalami lebih dari sekadar persiapan fisik menuju Natal, melainkan persiapan hati yang memberikan makna yang lebih dalam bagi perayaan kelahiran Kristus. 1. Persiapan Spiritual Adven memberikan waktu bagi umat Katolik untuk merenung, berdoa, dan mempersiapkan hati mereka secara rohaniah. Ini adalah periode introspeksi dan pertobatan yang mengarahkan perhatian pada makna sejati Natal. 2. Harapan dan Kesiapan Melalui tradisi lilin Adven atau kalender khusus, setiap minggu memberikan simbol harapan dan kesiapan. Ini men- cerminkan perjalanan menuju kedatangan Kristus dan mengingatkan umat akan cahaya yang datang di tengah kegelapan. 3. Pemberian dan Kebajikan Masa Adven juga menekankan nilai pemberian dan kebajikan. Banyak tradisi melibatkan kegiatan amal dan berbagi kasih kepada sesama sebagai cara untuk mempersiapkan diri mengikuti teladan Kristus. 4. Menghargai Makna Natal Dengan merayakan Adven, orang dapat lebih menghargai dan memahami makna sebenarnya dari Natal. Ini membantu
mencegah terperangkap dalam perayaan yang sekadar bersifat materialistik dan memfokuskan perhatian pada anugerah kasih dan harapan yang diberikan oleh kelahiran Kristus. 5. Memperdalam Hubungan dengan Tuhan Adven memberikan waktu yang khusus untuk memperdalam hubungan dengan Tuhan melalui doa, meditasi, dan keterlibatan dalam ibadah khusus. Ini adalah kesempatan untuk mendekatkan diri pada nilai-nilai spiritual. Mari kita mempersiapkan diri secara rohani untuk menyambut kedatangan-Nya dan kiranya dalam masa Adven ini kita dapat menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita dengan memberikan kasih dan kebaikan seperti Yesus. (Gina) 4 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 RENUNGAN
WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 5 SAJIAN UTAMA Dalam masa Adven ini kita menyambut Solidaritas Allah, maka agar dapat diterapkan dalam lingkungan maupun keluarga, mari kita sukseskan Bulan Keluarga 2023 dengan tema “Solidaritas = Cinta.” Kita mulai solidaritas ini dari keluargakeluarga maupun lingkungan dan saling bersolidaritas, menerapkan solidaritas ini maka keluarga atau lingkungan akan lebih solid dan kuat karena ada ikatan batin satu sama lain dan saling mengerti. Menurut Romo Erwin Santoso MSF selaku Ketua Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung (KOMKK KAJ) arti tema Bulan Keluarga 2023 adalah bagaimana kita bisa mengatakan solidaritas sebagai cinta yaitu membangun kesatuan melalui hidup bersama yang saling meneguhkan, saling membagikan dan menjadikan hubungan itu kokoh atau kuat. Ada 4 pertemuan dalam Bulan Keluarga ini yaitu: Pertemuan Pertama: Allahku Solider. Sebab kita mengambil dasar solider yang berasal dari Allah sendiri. Melalui peristiwa Natal, Allah telah menjadikan solidaritas dengan cara mendekati kita sebagai manusia yang membutuhkan pertolongan, bantuan dan dukungan melalui kehadiran Allah sendiri turun ke dunia. Kita mau menjadi solider karena kita meneladani Allah yang solider. Pertemuan Kedua: Keluargaku Solider. Adalah sebuah pertanyaan apakah keluargaku sudah solider dan keluarga kita ditantang untuk memberi contoh dan teladan sikap solider itu diterapkan dalam hidup bertetangga, lingkungan dan orang lain yang seiman maupun yang tidak seiman dan tidak tersekat-sekat. Pertemuan Ketiga: Bentuk Cinta Keluargaku. Karena solidaritas berarti cinta maka keluargaku harus mempunyai bentuk cinta dan seharusnya kita solider yang penting bagaimana senyatanya kita solider itu. Pertemuan Keempat: Firman jadi Manusia. Kita akan menemukan Tuhan Yesus Sang Firman, Allah Bapa menjadi manusia yang mendatangi kita sebagai firman tetapi hidupnya menjadi firman itu sendiri, kalau Allah berkata mencintai kita maka cinta yang kelihatan itu ada pada diri Yesus. Peristiwa Natal peristiwa solidaritas Allah. Marilah dalam permenungan ini menjadi pribadi yang solider, sebagai keluarga yang solider, sebagai lingkungan atau wilayah bahkan gereja yang solider yang kuat akan menanggung yang kurang kuat dan semakin ke atas semakin kecil artinya kita saling membantu dan saling menopang. (Anton Sardjo) Solidaritas = Cinta
SEPUTAR MBK 6 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 S etiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Gereja Maria Bunda Karmel. Tahun ini berusia 51 tahun dan dirayakan dengan misa syukur pukul 11.30 pada Minggu (26/11/2023). Diawali perarakan vandel dari Auditorium ke Gereja yaitu vandel Paroki, Wilayah dan Stasi, Lingkungan, Seksi maupun perangkat karya lainnya dengan nuansa batik. Romo B. Krispinus Ginting O.Carm mengatakan bahwa MBK tahun 1972 mendapat Surat Keputusan (SK). Sekarang usia gereja 51 tahun perlu kita refleksikan. Apakah gereja memiliki amal? Apakah perangkat karya memiliki amal? Apakah umat MBK juga memiliki amal? Amal tidak sama dengan Beramal. Amal adalah perbuatan baik yang ditujukan untuk sesama. “Mengenang kebaikan orangorang yang telah berjasa pada gereja ini, beramal, sarana yang baik, karena mereka telah berbuat amal. Kita melanjutkan, meneruskan karya mereka yaitu berbuat amal,” tutur Romo. Yuk umat MBK, hendaknya kita mencoba hidup amal dalam bentuk apapun, baik sebagai pelayan atau umat paroki yang utuh untuk kita bersama, karena perbuatan kita juga amal baik untuk berbuat, beriman membantu paroki. Selesai misa dilakukan ramah tamah di selasar, pemotongan kue dan para Romo bergantian memberikan kue, serta dimeriahkan oleh Music Ministry. Selamat ulang tahun ke-51 MBK! (Judith) Selamat Ulang Tahun Gereja MBK!
SEPUTAR MBK WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 7 Menyambut Hari Raya Natal, Panitia Natal wilayah 14 mengadakan lomba Membuat Ornamen Korona Adven (MOKA) dengan salah satu kriteria penilaian menggunakan bahan daur ulang (bahan bekas). Penyerahan Korona Adven dilaksanakan pada Sabtu (25/11/2023) pukul 15.00-16.30. Lingkungan yang membawa hasil karyanya, pertama-tama mendaftar mengambil nomor urut untuk diletakkan di Korona Adven tersebut, sehingga para dewan juri tidak mengetahui dari lingkungan mana Korona Adven tersebut. Pada lomba menghias Korona Adven kali ini, dibantu oleh Romo Michael Moeljo Hartomo O.Carm, Suster Katrin Maria PIJ, dan Grace Yanuar sebagai dewan juri. Hasil karya menghias Korona Adven ini benar-benar membuat dewan juri sangat takjub, semua bagus dan menarik. Beberapa contoh bahan yang digunakan adalah tutup botol, bumbu/rempah masak, galon air mineral, jeruji roda, dedaunan, bekas buket bunga, pipa, kain bekas, tali rafia, menggunakan lilin dari sisa-sisa lilin, dan sebagainya. Ada 20 lingkungan yang menyerahkan Korona Adven dari 93 lingkungan di Paroki. Setelah dewan juri selesai menilai, Romo Michael memulai ibadat pemberkatan Korona Adven, dan memerciki Korona Adven dengan air suci. Selesai pemberkatan, panitia melakukan perhitungan hasil dan menentukan urutan pemenangnya. Adapun pemenang lomba Korona Adven adalah sebagai berikut : - Juara 1 : Lingkungan Ba. Clara Fey Wilayah 10 dengan nilai 520 - Juara 2 : Lingkungan St. Sesilia Wilayah 13 dengan nilai 505 - Juara 3 : Lingkungan St. Thomas Wilayah 1 dengan nilai 485 - Juara 4 : Lingkungan St. Dominikus Savio Wilayah 1 dengan nilai 480 - Juara 5 : Lingkungan St. Maria Ratu Para Malaikat Wilayah 6 dengan nilai 465 Selesai misa sore, peserta lomba mengambil Korona yang telah diberkati, untuk digunakan dalam Pertemuan Adven/ Bulan Keluarga Lingkungan. Panitia mengucapkan terima kasih kepada Romo Michael Moeljo Hartomo O.Carm, Suster Katrin Maria PIJ, dan Grace Yanuar, semua peserta lomba, dan semua pihak yang sudah membantu dan mendukung terlaksananya acara Lomba Korona Adven tahun ini. Bukan hadiah dan tingkatan juara yang kita cari, melainkan berkat dan kebersamaan menyambut Perayaan Natal dengan sukacita dan bahagia. (Liturgi Panitia Natal Wilayah 14) MEMBUAT ORNAMEN KORONA ADVEN (MOKA)
IKLAN 8 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 Pemenang Lomba Korona Adven Hari, tanggal : Sabtu, 25 November 2023 1 2 3 Untuk pengambilan hadiah dapat menghubungi: Lucia Lim 0816-1390-195
SEPUTAR MBK WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 9 Cinta adalah bahasa universal. Ia tidak mengenal waktu dan tempat. Ia bisa datang dan pergi. Tapi, ia juga bisa bertahan dalam lubuk hati setiap insan manusia. Pesan moral ini disampaikan begitu apik, lucu dan menggugah dari Teater Gembok, pada Jumat (24/11/2023) di Auditorium MBK. Teater Gembok terbentuk pada tahun 2018, dengan mengadakan pementasan tunggal berjudul Sangkuriang. Pementasan dilakukan untuk anak-anak yang senang berkarya di bidang teater, selain dari Tablo. Setelah pementasan Tablo, terbentuklah teater, yang awalnya bernama Teater Mabuk. Teater ini berkembang pesat hingga saat ini dan berganti nama menjadi Teater Gembok. Gembok adalah akronim Geredja Maria Boenda Karmel. Budi Hendarin selaku Pimpinan Produksi ‘Jejak Cinta Gang Senggol’ bercerita awal ikut serta dalam Teater Gembok. Budi bukan penggemar teater, bukan orang seni. Ia benci dengan dunia teater. Awal perkenalan dengan dunia panggung ketika diajak Yohanes Bosco Win. Pertunjukkan saat itu digelar oleh Sanggar D’Art Beat dengan judul Scar di Gereja Abbalove Pluit. Itulah awal mula Budi jatuh cinta dengan dunia seni peran. Sebagai Orang Muda Katolik (OMK), Budi yakin, dunia seni peran bisa dimanfaatkan untuk menampung anak muda yang punya talenta atau bahkan yang belum tahu seni peran. Budi bergabung dengan Teater Gembok pada 2018 dan masih dipercaya hingga saat ini sebagai pimpinan produksi. Budi merasa lega dan bersyukur dapat menyelenggarakan kembali pementasan setelah 4 tahun vakum akibat pandemi. Budi berharap, ‘Jejak Cinta Gang Senggol’ menjadi sebuah langkah baru bagi Teater Gembok untuk terus berkarya di dunia seni peran sebagai bagian dari OMK. “Untuk ‘Jejak Cinta Gang Senggol’, latihan diadakan selama 6 bulan. Karena berdasarkan kehidupan nyata, drama yang digelar bersifat realis,” jelas Budi. Perekrutan Cerita Jejak Cinta
SEPUTAR MBK 10 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 pemain dilakukan dari lingkungan ke lingkungan dari beberapa wilayah dan tidak diumumkan dalam gereja karena Budi ingin komitmen dari setiap pemain. Namun, Budi tidak menampik, adakalanya ketika pemain yang masih sekolah dan harus mengikuti ujian, ia memberi kebebasan pada pemain untuk belajar. Ketika ada waktu luang usai ujian, ia mengharuskan mereka fokus lagi dengan latihan. Sikap tegas Budi tidak membuat OMK patah semangat dan menjaga jarak dengannya. Terlihat beberapa pemain begitu hormat dengannya. Adapun usia pemain beragam dan tidak ada pembatasan usia selama punya minat dan berjiwa seni. Penulis adalah penggemar teater, mengagumi panggung yang didekorasi rumah-rumah semi permanen, bertemu dengan sutradara Yohanes Bosco Win. Beliau tidak banyak bicara, murah senyum dan selalu siap diajak foto bersama. D’Bosco Win, nama panggung Yohanes, memberikan realita keberagaman dari kehidupan di Ibu Kota dalam sebuah gang. Ternyata, dalam Ibu Kota yang begitu megah, masih menyimpan kehidupan marjinal. D’Bosco Win mengajak kita, khususnya umat MBK, melalui ‘Jejak Cinta Gang Senggol’, dapat melihat sisi lain kehidupan. Dan inilah tugas kita sebagai orang beriman menyikapi keberagaman tadi. Sambutan diberikan kepada Budi Hendarin dan Rm. Titus Brandsma Pantjaja Adji Wilasa, O.Carm, selaku Romo Pendamping OMK. Usai doa dari Romo, panggung dibuka dengan penampilan semua pemain sambil bernyanyi. Suasana panggung begitu meriah dengan hadirnya lampu-lampu sorot. Pembukaan acara tidak mengecewakan. Lampu sorot dimatikan, adegan berlanjut dengan tampilnya maling baju dalam dan sandal yang tidak diambil sepasang. Lampu-lampu sorot digambarkan sebagai penanda waktu pagi, siang dan malam. Bagus. Kehebohan terjadi karena maling tadi. Tapi, kehidupan dalam Gang Senggol berjalan seperti biasa. Ibu Retno yang bekerja menerima cucian dan setrikaan baju; Elsa anaknya yang sedang berjuang kuliah kedokteran; Mpok Narti yang punya warung kopi dengan cemilan gorengan; Kang Asep suami Mpo Narti yang malas tapi sayang pada istrinya; Roron pengumpul botol-botol plastik; Koh Aloey penjual mie; Ling Ling anaknya yang masih sekolah SMA dan Mak Erna empunya rumah kontrakan. Adegan mengalir rapi dan natural, tidak terlihat mereka menghapal skrip. Peran-peran yang diberikan sutradara kepada mereka begitu pas. Adegan-adegan berikutnya berlangsung sebagaimana kehidupan yang kita jalani sehari-hari. Ada orang-orang yang menebar janji, ada pria yang mengejar wanita untuk dijadikan istri ketiga atau keempat, ada anak kuliah yang prihatin dengan keuangan orangtuanya dan memutuskan berhenti, ada orang kecil seperti Mang Ujan yang menjajakan dagangan tapi mampu memberikan nasihat sederhana, ada etnis Tionghoa yang juga punya masalah keluarga. Semua realita dalam ‘Jejak Cinta Gang Senggol’, masih kita hadapi sampai saat ini, bukan? Itulah tujuan D’Bosco Win, mengajak kita merenung sejenak, sebagai orang beriman, sikap bagaimana yang akan kita tampilkan ketika menghadapi badai kehidupan. Akankan kita melihat pelangi ketika maling baju dalam dan sandal tertangkap? Selamat Teater Gembok! Terus berkarya, melayani masyarakat melalui dunia seni peran, terutama melayani Tuhan dengan talenta yang sudah diberikan. (Lydia H.)
SEPUTAR MBK WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 11 Berawal dari idenya Romo Michal Moeljo Hartomo O.Carm selaku Romo Pendamping Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) mengharapkan supaya para pemandu dapat membentuk teknik yang baik saat memandu di lingkungan. Dimulai dari perekrutan pemandu, lalu selesai pelaksanaan BKSN, pemandu dievaluasi bulan Oktober. “Evaluasi jangan setengahsetengah, semua dievaluasi” ungkap Romo. Romo meminta agar pemandu dapat mengikuti pelatihan public speaking dan dilatih dengan sungguh-sungguh. Hal yang baik ini dilaksanakan pada Sabtu (25/11/2023) di Auditorium MBK pukul 08.00-16.00 dengan narasumber Frans Budi Santika. Budi memulai dengan sebuah narasi, tanya jawab, lalu pengajaranpengajaran, antara lain tips dan teknik komunikasi yang baik, dua arah, dengan banyak orang, bagaimana dengan kelompok grup, publik, masa. Tata karma, gagasan yang efektif, kunci sukses, strategi, plot dan metode, persiapan-persiapan, olah vocal, gerak tubuh, intonasi, dan sebagainya juga diajarkan oleh Budi. Setelah diberi banyak teori, dinamika kelompok, masing-masing pemandu praktek dengan metodemetode maupun yang sudah diajarkan dan dilatih. Semoga dengan mengikuti pelatihan public speaking ini performa pemandu semakin lebih baik lagi. (Judith) Berbicara di Depan Umum
SEPUTAR MBK 12 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 Rekoleksi menjadi kegiatan yang paling dirindukan Lingkungan Santa Maria Bintang Timur. Rekoleksi keluarga yang diadakan pada Sabtu-Minggu (4/11-5/11) mengambil tema “Menjadi seperti Keluarga Kudus Nazaret.” Usai melewati pandemi, akhirnya Lingkungan St. Maria Bintang Timur mengadakan rekoleksi keluarga di Villa Raden, Mega Mendung, Jawa Barat. Kegiatan yang sudah menjadi agenda lingkungan terlaksana berkat kerja sama Orang Muda Katolik (OMK), pengurus lingkungan yang berjiwa muda serta orang tua. Acara dimulai dengan Pendalaman Iman, dibawakan oleh M. Koban. Selain Pendalaman Iman, peserta diajak membagikan pengalaman serta saling mendoakan satu sama lain. Dilanjutkan dengan permainan keluarga yang seru dan berakhir dengan joget bersama. Sebelum mengakhiri rekoleksi, diadakan Ibadat Sabda. Dalam renungannya, M. Koban mengajak Lingkungan St. Maria Bintang Timur untuk hidup sederhana, melayani keluarga lebih dahulu sebelum melayani orang di luar sana. Karena lingkungan terdekat adalah keluarga. Tidak perlu sombong atau menginginkan pujian dalam melayani, rendah hati adalah kunci karena kita Satu Keluarga. Kita mengakhiri acara dengan hati penuh sukacita, terlebih lingkungan selalu dihadiri peserta beragam usia, mulai dari anak, remaja, OMK, bahkan orang tua yang lanjut usia (lansia). Kita berharap dapat melaksanakan kembali rekoleksi seperti ini agar selalu satu dan guyub. Lingkungan St. Maria Bintang Timur, Jiayou! (Thress) FAMILY
SEPUTAR MBK WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 13 DIPILIH UNTUK MENJADI BERKAT Kita semua pernah menjadi anak kecil. Saat kita sedang asyik bermain tiba-tiba ibu/ayah memanggil kita. Kita menjawab iya tapi tidak beranjak dari tempat atau kita acuh tak acuh dengan alasan pura-pura tidak mendengar. Tentu berbeda dengan Andreas rasul ketika dipanggil Yesus, ia meninggalkan kenyamanan dan suara tersebut membuat ia terpukau sehingga berani meninggalkan jalanya. Kamis (30/11/2023) Lingkungan St. Andreas Rasul meyelenggarakan Misa Pesta Nama Lingkungan yang dipimpin Romo Erik Wahju Tjahjana O.Carm sebagai Romo Pendamping Wilayah VII. Romo menyampaikan bahwa Andreas adalah seorang yang tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, penuh ketulusan, penuh keikhlasan, dia buktikan dengan mati di eksekusi, di sebuah kayu salib berbentuk huruf “X”. Romo mengajak kita hidup penuh sukacita, jangan pernah dikuasai oleh kodrat, ketenaran/ ingin dikenal, di nomor satukan, hidup enak, bahkan banyak umat katolik yang menyerah karena mereka tidak kuat hidupnya begitu saja. “Pilihan yang tepat yaitu meneladani, melayani Tuhan tanpa memikirkan kepentingan pribadi, meninggalkan golongangolongan tertentu yang bisa menyusahkan kita” ujar Romo. Pesta Nama Lingkungan kali ini dihadiri para Ketua Lingkungan, para DPH yaitu Joni Zhuo dan Kusnady Agus. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dan doorprize. Semoga Lingkungan St. Andreas Rasul tetap kompak, guyub, rukun, damai sejahtera dan penuh semangat melayani Tuhan. (Judith)
S abtu (11/11/2023) Lingkungan Ignatius Peis mengadakan Family Gathering di Villa Merah, Cijeruk, Sukabumi. Peserta dari anak sampai lansia. Hari pertama selain bermain, berenang, lomba ketangkasan, ada pula renungan bahwa Lingkungan IP tetap selalu rukun dan punya semangat untuk melayani sesama secara bersama-sama, karena lingkungan adalah milik bersama. “LINGKUNGAN adalah MILIK KITA bukan MILIK KAMI.” Pesannya adalah apakah kita sudah benar dalam berkehidupan di lingkungan. Siapakah aku ini, dan untuk apa aku di dunia ini? Adakah rencana-Nya baik untuk keluargaku dan sesamaku? Apakah aku sudah mendengarkan panggilan-Nya untuk mengikuti Dia? Ternyata sungguh tidak mudah untuk mengikuti Dia, jalan rancangan-Nya sungguh tidak bisa ditebak, kadang lurus, mendaki, ke kanan, ke kiri, curam, tajam dan berkelok. Hari kedua diisi kegiatan olah raga, permainan uji konsentrasi, pengenalan alat musik angklung untuk setiap peserta. Dalam permainan angklung awalnya sebagian takut tidak bisa bermain, seiring berjalannya waktu berlatih ternyata semakin semangat dan semakin percaya diri bahwa bisa melakukannya. Semoga saat perayaan Natal Wilayah X bisa menampilkan permainan angklung ini dengan peserta anak sampai lansia. Acara ditutup dengan Doa Rosario di Gua Maria. “Sebuah pengorbanan yang sejati harus ada harganya, harus sakit, harus mengosongkan diri kita. Buah dari keheningan adalah doa, buah dari doa adalah iman, buah dari iman adalah kasih, dan buah dari kasih adalah pelayanan, dan buah dari pelayanan adalah kedamaian” (Santa Teresa dari Kalkuta). Selamat ulang tahun yang ke-51 tahun Gereja Maria Bunda Karmel! Bravo MBK! Semoga semakin jaya dan semakin di hati umatnya. (Sutrisno) 14 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 SEPUTAR MBK Family Gathering Lingkungan Ignatius Peis
WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 15 SEPUTAR MBK S abtu (18/11/2023) bertempat di lantai 2 sebuah rumah makan, Komunitas Kerahiman Ilahi (KKI) Paroki Tomang mengadakan Rekoleksi bagi para pengurusnya. Dihadiri 30 orang pengurus, Rekoleksi dengan tema “Komunitas Sebagai Sarana Bertumbuh Bagi KKI” dibawakan secara menarik oleh Rm. Robertus Robi Setiawan O.Carm. Rekoleksi diawali dengan Doa koronka dan dilanjutkan dengan pemaparan dari Romo Robi dengan intisarinya sebagai berikut: 1.Apa motivasi masuk Komunitas Kerahiman Ilahi 2.Menyadari pentingnya Komunitas bagi kita 3.Komunitas menjadi sarana bagi bertumbuh 4.Komunitas sebagai tempat untuk melayani 5.Komunitas menjadi saksi bagi dunia 6 Komunitas menjadikan kita duta cinta Tuhan 7.Komunitas menghadirkan fungsi di atas bentuk 8.Komunitas melatih kita menjadi kecil 9.Komunitas menjawab panggilan kepada masyarakat Rekoleksi yang berakhir siang hari ditutupi dengan ramah tamah. (Lilis) Rekoleksi Komunitas Kerahiman Ilahi
GALERI WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 17
GALERI 18 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023
GALERI WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023 19 Jejak Cinta Gang Senggol
GALERI 20 WARTA MINGGU MBK - 3 DESEMBER 2023