2 WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 EDITORIAL Penanggung Jawab Paroki Tomang - Gereja MBK Jl. Karmel Raya No. 2 Jakarta Barat 11530 | Telp. (021) 535 0435, (021) 548 3853, WA. Sekretariat (021) 535 0435, WA. Redaksi (021) 535 0435 Email: [email protected] | Website : http://www.parokimbk.or.id Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Rm. Barnabas Krispinus Ginting O.Carm Rm. Michael Moeljo Hartomo O.Carm Marcella Lazuardi Komsos Gereja Maria Bunda Karmel Redaktur Pelaksana Robby Purba Judith Widjaya Fotografer Tim CPM Redaktur Benny N. Joewono Irene Angela Lukito Prayogi Dwi Sulistyo Lydia Hutabarat Michael Keenan Sunjoyo Natalie Angel Sunjoyo Mikaela Odelia Kasih Raymunda Nattya Reiner Hari Raya Imlek adalah sebuah perayaan bagi umat Tionghoa menyambut musim semi dengan penuh bahagia dan syukur. Secara umum adalah bentuk syukur menyambut Tahun Baru Imlek. Tradisi Tahun Imlek di Indonesia didominasi dengan warna merah, seperti pakaian warna merah, hiasan atau ornamen warna merah, dan lain-lain. Selain itu, tradisi lainnya seperti saling tukar angpau, membersihkan rumah, kumpul bersama keluarga, menyalakan kembang api, pertunjukan barongsai, dan sebagainya. Tahun Baru Imlek di Indonesia sebagai hari libur nasional. Ini memberi kesempatan umat untuk pergi beribadah, termasuk umat Katolik. Sudah menjadi tradisi Paroki Tomang merayakan Misa Imlek setiap tahunnya. Umat merayakan dengan antusias, baik pakaian, dekorasi, serta suasana yang mendukung saling bersilaturahmi. 10 Maret pkl 09.00 diselenggarakan Misa Imlek dipersembahkan oleh Romo Erik. Sikap inkulturasi adalah salah satu wujud penghargaan terhadap budaya lokal, tetapi tidak berarti Gereja kehilangan jati dirinya lewat inkulturasi. Nilai-nilai keluarga, persaudaraan, perdamaian dan hidup baru adalah inti dari perayaan Imlek. (ED) misa imlek Redaksi menerima kiriman artikel dalam format .docx dan foto dalam format .jpg dari umat. Dan berhak memutuskan pemuatan artikel/foto atau tidak, setelah melalui proses pengeditan
Sekretariat buka pkl 08.00 - 15.30 WA Sekretariat: +621 5350435 Jadwal Misa: Harian pkl 06.00 Sabtu pkl 16.30, 19.00 Minggu pkl 06.30, 09.00, 11.30, 16.30, 19.00 Hotline Pendampingan Keluarga 0813-9892-8597
4 WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 RENUNGAN Kulit Bacang di Jendela Mobil S eekor merpati yang cedera terjatuh ke atas salju di musim dingin Mongolia yang kejam. Tak lama kemudian, lewatlah seekor yak. Melihat merpati tersebut mulai membiru karena kedinginan, yak tersebut membalikkan badan dan membuang hajat ke arahnya. Berada di dalam tumpukan kotoran yak, merpati merasa sangat kesal. Walaupun tubuhnya sudah tidak kedinginan lagi sehingga ia dapat merespon dengan lebih baik, namun perasaan telah “direndahkan” tidak dapat ia abaikan begitu saja. Tak lama kemudian lewatlah seekor rubah. Melihat seekor merpati berada di dalam tumpukan kotoran yak, si rubah dengan sigap menariknya keluar dan membersihkan tubuh merpati dengan teliti sebelum membasuhnya dengan air hingga benar-benar bersih, lalu melahapnya. Pernahkah anda berhadapan dengan tenaga penjualan (sales person) yang tampak begitu manis menyapa anda dan segera tampak kesal dan berlalu begitu saja ketika anda menanyakan di mana tempat parkir motor berada? Pernahkah anda berhadapan dengan sejumlah petugas keamanan yang dengan ramah menawarkan bantuan (yang mungkin tidak anda butuhkan) begitu anda sampai di depan pintu sebuah bank, sementara ketika anda kesulitan menyeberangi jalan yang ramai tepat di depan bank tersebut selama setengah jam sebelumnya mereka tampak acuh tak acuh? Itulah hasil dari pelatihan etika kepribadian. Etika kepribadian menyatakan bahwa keberhasilan hanya dapat dicapai bila kita memiliki kepribadian, citra masyarakat, sikap dan perilaku, keterampilan dan teknik tertentu yang digunakan untuk memperlancar proses interaksi manusia. Sama seperti nilai ujian bagus yang diperoleh tanpa pemahaman ilmu dan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan, etika kepribadian yang dilaksanakan tanpa didasari oleh karakter yang baik tidak ada gunanya, bahkan sangat merusak karena sifatnya yang manipulatif. Namun bila etika kepribadian tersebut merupakan proyeksi dari nilainilai karakter yang kuat, niscaya upaya membangun keberhasilan sejati dan kebahagiaan abadi akan terwujud. Jauh sebelum masa pelayanan massal dijalankan, orang hidup dalam komunitas yang sangat terbatas, baik dalam jumlah maupun keragamannya.
Orang saling mengenal bukan hanya latar belakang satu dengan yang lainnya, tapi juga reputasi pendahulunya, bahkan sampai dua atau tiga generasi terdahulu. Hal-hal seperti kejujuran, integritas, kerendahan hati, kesetiaan, kesederhanaan, keberanian, keadilan, kesabaran, kerajinan, kemampuan menahan diri dari sikap serakah, kesopanan dan pelaksanaan Hukum Utama (jangan mencubit bila tidak ingin dicubit — bandingkan dengan Markus 12:31) — bila diintegrasikan secara konsisten dan konsekuen dalam kehidupan seseorang — dipercaya akan menjadi dasar keberhasilan sejati dan kebahagiaan abadi (bahkan sampai diabadikan menjadi nama-nama jalan di pusat kota pada jaman dahulu, bukan?. Hal-hal tersebut dikenal pula sebagai etika karakter. Berdiri di luar gereja setelah misa, anda akan melihat banyak sekali bukti bagaimana etika kepribadian dilaksanakan tanpa disertai etika karakter yang kuat seperti: sampah makanan yang dilempar keluar dari jendela mobil mewah (berpenampilan baik tanpa mempedulikan lingkungan), atau bahkan tanpa mempedulikan etika apa pun termasuk etika kepribadian seperti: berebut membeli sepotong bacang yang lebih dari setengahnya tidak pernah dihabiskan (serakah = mengambil lebih dari yang dibutuhkan) atau berdesakan keluar dari tempat parkir sehingga menyebabkan macet berkepanjangan (di mana kesabaran?). Bukankah kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong? (1Korintus 13:4) Di dalam gereja, tidak jarang kita menemukan contoh-contoh yang tidak jauh berbeda: mengirimkan asisten rumah tangga untuk menempati bangku sebelum tuan dan nyonya bertandang ke gedung gereja, meletakkan tas dan barang bawaan di bangku gereja untuk mencegah umat lain menempatinya atau bergunjing menentukan dress code dalam mengikuti misa kudus dan lain sebagainya. Matius 23:1-36 dan dikonfirmasi kembali dalam Lukas11:37-54, 20:45-47, Yesus mengecam orang-orang farisi untuk sikap yang serupa. Akankah kita mengulanginya? Marilah kita menggunakan etika untuk membangun kehidupan, bukan untuk menghancurkannya. (Vanni) WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 5 RENUNGAN ✨
SAJIAN UTAMA 6 WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 Boleh dikatakan di Paroki Tomang tercinta ini misa nuansa Imlek telah menjadi tradisi yang diadakan tiap tahun dalam merayakan Hari Raya Imlek. Sangat menggembirakan adalah suasana persaudaraan yang terasa pada acara ini. Seluruh umat, tidak hanya keturunan Tionghoa saja yang berpartisipasi. Sungguh suatu penghayatan semangat persaudaraan sejati yang dimaui Kristus. Tentu hal ini juga terjadi dalam misa-misa inkulturasi lain, seperti misa nuansa Batak, nuansa Jawa, dan lain sebagainya. Mungkin selain misa nuansa Imlek yang dilakukan rutin tahunan, perlu juga kita memulai melakukan hal yang sama pada misa nuansanuansa kedaerahan lain. Gereja Katolik telah melakukan praktek inkulturasi, di mana ajaran Gereja diadaptasi dalam budaya setempat, tentu tidak dengan menyerap mentah-mentah hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Kristus, seperti misalnya ritual-ritual penyembahan berhala. Seorang yang boleh kita catat sebagai pegiat inkulturasi ajaran Injil adalah Matteo Ricci seorang misionaris Jesuit yang berkarya di Tiongkok. Pada tahun 1580 Ricci tiba di Makau dan segera belajar bahasa dan tulisan Tionghoa. Dalam waktu 3 bulan, Ricci sudah berhasil menguasai bahasa Tionghoa. Menyambut Misa Inkulturasi Imlek
SAJIAN UTAMA WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 7 Pada tahun 1583, Ricci dan Michele Ruggeri memperoleh izin dari penguasa Cina untuk masuk ke Provinsi Guandong dan Guangxi. Ricci pun diberi izin tinggal di Kota Zhaoqing yang terletak hanya beberapa mil dari Guangdong. Ricci dan Michelle Ruggeri berpakaian abu-abu, sama seperti para biarawan Buddhis. Ricci mengubah namanya menjadi Li Ma Dou. Tindakkan Ricci yang mau beradaptasi terhadap budaya setempat, membuat orang-orang Tiongkok bersimpati pada Ricci. Semboyan terkenal Mgr. Soegijapranata: “100% Katolik, 100% Indonesia” adalah pencetusan jelas bagaimana gereja Katolik berinkulturasi pada budaya setempat. Dengan adanya inkulturasi tentu penghayatan hidup sebagai orang Katolik dimudahkan, karena sejalan dengan budaya kita. Namun tidak boleh kita lengah dengan lebih mementingkan tata cara daripada inti ibadahnya. Kita tetap merayakan misa, merayakan ekaristi. Jangan sampai kita lupa pada inti beribadat dan lebih bertindak sebagai petugas Event Organizer (EO) yang mementingkan indahnya acara ketimbang berdoa, bersyukur dan memuji Tuhan. Jangan sampai “Misa Nuansa Imlek” menjadi “Imlek Nuansa Misa”. AMDG – Semua demi kemuliaan Tuhan! (RP)
SEPUTAR MBK WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 9 S abtu (20/1/2024) bertempat di Ruang Kristoforus, Auditorium lantai 2, pukul 15.00, OMK Wilayah XII mengadakan Perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 dengan tema “Keep the Christmas Love, All Years.” Dihadiri perwakilan OMK dari setiap lingkungan di Wilayah XII yaitu Lingkungan Alfonsus, Bartholomeus, Bunda Maria, Ignasisus Loyola, Padre Pio, Thomas Aquino dan Vincentius. Di awali dengan perkenalan para panitia, pengurus dan anggota OMK Wilayah XII, ice breaking lalu di isi games, tukar kado, dan ditutup dengan doorprize. Selanjutnya, dipaparkan video singkat berisi rangkaian kegiatan OMK Wilayah XII yang sudah terealisasi selama tahun 2023. Dengan harapan, dapat menggerakkan minat temanteman OMK yang baru agar ikut berpartisipasi dalam acara maupun kegiatan selanjutnya. Semoga sejalan dengan harapan dari panitia, pengurus inti dan pendamping, dengan adanya acara seperti ini semua OMK Wilayah XII semakin bertambah banyak, guyub dan solid. Sehingga dekat seperti satu keluarga dan bersama-sama mendukung serta menyukseskan setiap kegiatan OMK Wilayah 12. Bravo OMK XII! (Panitia Natal OMK Wilayah XII)
SEPUTAR MBK 10 WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 S abtu (6/1/2024) Wilayah X mengadakan Natal bersama dengan tema “Meneladan Allah yang Solider dan Kasih.” Selain menghidupkan kebersamaan warga Wilayah X juga menghidupkan kembali OMK Wilayah X yang sempat mati suri selama 3 tahun lebih selama masa covid-19. Seksi Acara Natal Wilayah X melibatkan OMK Wilayah sehingga banyak OMK yang terlibat aktif. Setelah acara Natal, ternyata OMK berlanjut mengadakan Temu OMK pada Sabtu (20/1/2024) di tempat Oma Gozali, Komplek Taman Mutiara Prima. Acara tersebut dipimpin oleh Ketua OMK Wilayah X, Adit beserta dengan timnya. Berlangsung cukup baik dan lancar sebagai langkah awal untuk membangun hubungan dan kedekatan OMK Wilayah X, serta sudah dibuat agenda untuk kegiatan selanjutnya baik yang bersifat rohani maupun kreasi. Tantangan Gereja pada saat ini cukup besar, dan mau tidak mau akan menjadi tanggung jawab para OMK sebagai penerima tongkat estafet dalam kehidupan menggereja. Mereka butuh wadah untuk mempersiapkan dan mengembangkan diri sebagai penerus Gereja, jangan sampai mereka layu dan tergerus oleh tantangan. Mereka juga memerlukan pendampingan yang tepat dalam meneruskan tugas menggereja di waktu sekarang dan yang akan datang. Bung Karno berkata, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Lebih dari 10 OMK yang hadir pada Temu OMK kali ini, pasti akan bisa mengguncangkan MBK dan KAJ! Semangat dan maju terus OMK Wilayah X dan OMK MBK! Jangan pernah menyerah! (Yoyok) Temu OMK Wilayah X
SEPUTAR MBK WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 11 J umat (19/1/2024) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Ranting Kedoya menyelenggarakan Misa Syukur awal tahun 2024, di kediaman Rosa Santoso. Misa dipersembahkan oleh Romo Ginting O.Carm. Dalam khotbahnya, Romo mengatakan hendaknya kita meyakini apa yang telah kita lalui dan melihat ke depan dengan penuh rasa syukur. Dalam mewartakan injil kita tidak perlu pilih-pilih siapa yang melakukan, namun siapa pun tanpa melihat latar belakangnya. Karena Tuhan hadir di setiap insan. Romo mengingatkan jika dipilih menjadi seorang pemimpin pun hendaknya tidak menolak, tapi langsung menyanggupinya. Selain misa, diadakan tukar kado, berlangsung seru penuh keakraban. (Humas WKRI Ranting Kedoya) Awal Tahun WKRI Ranting Kedoya
SEPUTAR MBK 12 WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 S abtu (20/1/2024) Ruang Aula PT. Guna Elektro, Jl. Arjuna Utara, sebanyak 100 orang mengikuti seminar “Sehat Itu Murah” yang disampaikan oleh Dr. Handrawan Nadesul. Turut dihadiri Rm. Barnabas Krispinus Ginting O.Carm selaku Pastor Paroki dan Rudy Kurniawan selaku perwakilan DPH Paroki. Lucy Kurniawan selaku MC menyampaikan seminar yang diselenggarakan oleh Paduan Suara Paguyuban St. Benediktus (PSB) Paroki Tomang, disasarkan pada dua tujuan: 1) Pentingnya mengelola Kesehatan dan 2) Membangun semangat berbagi untuk Karya Pendidikan di Paroki Siberut, Mentawai. Dalam sambutannya, Rm. Ginting menekankan bahwa seminar ini selaras dan lengkap. Kesehatan jiwa dan raga adalah satu hal. Namun juga perlu diperhatikan kesehatan spiritual. Salah satu olah spiritual yang menyehatkan dan membawa kebahagiaan adalah kesediaan berbagi. Intisari seminar Dr. Handrawan Nadesul adalah: 1. Untuk sehat, dibutuhkan Investasi, bukan biaya atau ongkos. 2. Secara alami, tubuh dan organorgannya mengalami penuaan, dan juga adanya radikal bebas di sekitar kita. Sehingga kita perlu membeli vitamin dan mineral, selain memilih makanan yang baik dan sehat. 3. Makanlah masakan rumah yang tidak harus mahal namun lengkap, ada karbohidrat, protein, sayur dan buah. Makanlah semua, dalam proporsi yang tepat; yang ukurannya, berat badan bisa terjaga stabil (tidak bertambah atau menurun). 4. Bergeraklah, dengan membiasakan setiap pagi berjalan tergopoh-gopoh (berjalan secepat yang kita mampu), selama minimal 50 menit. Untuk yang sudah berusia 60 tahun, hindari olah raga yang keras. Untuk semua usia, jangan olahraga berlebihan. 5. Bersikaplah: Siap – Siaga – Waspada dalam menjalani hidup. Bersikap positif dalam melakoni hidup, mendengarkan “suara tubuh.” Kalau mengantuk, tidurlah, karena tubuh perlu istirahat. Kalau haus, minum. Kalau terasa berbeda, nyeri atau linu, perhatikan dan berusaha pahami, apa yang sedang terjadi pada organ. Lakukan dengan positif dan tidak berlebihan. 6. Hidup tidak terbebas dari stress. Maka cerdaslah mengelola stress. Berkomunitas, SEHAT ITU MURAH
SEPUTAR MBK WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 13 berbagi, berkarya dan melayani adalah hal-hal baik yang bisa dilakukan dan menurunkan stress. 7. Catatan dari Amerika bahwa 67% penyakit adalah penyakit yang bisa dicegah. Dr. Handrawan menyampaikan, hampir tidak ada penyakit yang tidak bisa dicegah. Maka kepedulian untuk hidup sehat memang berawal dari diri kita sendiri. Bukan dokter yang memberi kesembuhan, tetapi diri kita yang menjadikan kita sehat. Berinvestasilah untuk kesehatan diri kita masing-masing. Karena investasi bisa kita kendalikan, terukur, bisa direncanakan dan tidak dadakan. “Sehat Itu Murah” bukan menjadi “gratis,” melainkan kita bisa terhindar dari pengeluaran mendadak, sangat besar dan bahkan di luar kesanggupan kita untuk waktu panjang, terkait dengan kesehatan diri kita. Selengkapanya dapat dibaca di buku trilogi “Sehat Itu Murah” karya Dr. Handrawan Nadesul yang diterbitkan oleh Penerbit KOMPAS. (J. Hariadi Widiarta)
14 WARTA MINGGU MBK - 28 JANUARI 2024 BIJI SESAWI Roti Kehidupanku S alah satu pelajaran Komuni Pertama adalah Yesus Sang Roti Kehidupan. Anak-Anak Komuni Pertama membuat tugas tentang Roti Kehidupanku. Mereka membuat gambar tentang makna hosti tersebut. Ada yang mengungkapkan dengan gambaran roti, tubuh Kristus, piala, dan sebagainya. Berikut beberapa gambar dari anak-anak kelas St. Bernadette Paroki oleh: Alexa, Glen, Nia, Audrey, Aaron, Klyle, Jocelyn, dan Joseph.
BIJI SESAWI WARTA MINGGU MBK - 28 JANURI 2024 15