2 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 EDITORIAL Penanggung Jawab Redaktur Pelaksana Robby Purba Judith Widjaya Fotografer Tim CPM Paroki Tomang - Gereja MBK Jl. Karmel Raya No. 2 Jakarta Barat 11530 | Telp. (021) 535 0435, (021) 548 3853, WA. Sekretariat (021) 535 0435, WA. Redaksi (021) 535 0435 Email: [email protected] | Website : http://www.parokimbk.or.id Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Rm. Krispinus Ginting O.Carm Rm. Michael Moeljo Hartomo O.Carm Marcella Lazuardi Redaktur Benny N. Joewono Irene Angela Lukito Prayogi Dwi Sulistyo Lydia Hutabarat Michael Keenan Sunjoyo Mikaela Odelia Kasih Raymunda Nattya Reiner Redaksi menerima kiriman artikel dalam format .docx dan foto dalam format .jpg dari umat. Dan berhak memutuskan pemuatan artikel/foto atau tidak, setelah melalui proses pengeditan Komsos Gereja Maria Bunda Karmel EDITORIAL Dalam bertindak dengan bijak, kita perlu merencanakan dan setelah itu tentu menilai apakah tindakan yang diambil benar dan tepat. Seperti layaknya seseorang dalam perjalanan, agar tidak tersesat kita merencanakan kemana tujuan perjalanan kita serta jalan yang akan ditempuh, berapa lama waktu perjalanan, kendaraan serta bekal dll yang diperlukan. Maka tepatlah bila Paroki mempunyai seksi Perencanaan dan Evaluasi disamping seksi-seksi lainnya yang masing-masing dalam fungsinya berusaha membawa perjalanan kita menggereja menjadi sebuah perjalanan yang lancar, baik dan tepat sasaran. Dalam edisi ini kita sajikan perkenalan pada seksi Perencanaan dan Evaluasi agar umat makin paham dan mendukung usaha-usaha Paroki bersama menjalani kehidupan menggereja. Kita sajikan pula tulisan mengenai Minggu panggilan yang dirayakan pada minggu tanggal 21 April lalu. Kita semua dipanggil untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Diantaranya ada yang dipanggil khusus untuk bekerja diladang Tuhan. Panggilan ini makin hari makin tersaingi oleh iming-iming kehidupan lainnya yang kadang membuat panggilan itu tidak disadari atau didengar. Marilah kita, terutama anakanak muda kita, untuk menyediakan waktu untuk mendengarkan panggilan Tuhan apakah kita diajak untuk bekerja di kebun anggurnya. Panggilan Tuhan tidak dihiasi gemerlap dan gegap gempita duniawi, tetapi sungguh mencakup kemuliaan dan keluhuran budi yang akan membawa kegembiraan dan kepuasan sejati dan mendalam. (ED) Perencanaan dan Evaluasi
RENUNGAN 3 Bacaan Injil kali ini Yesus menceritakan mengenai pokok anggur dan ranting-rantingnya. Anggur adalah hasil dari pohon anggur. Apakah anggur dapat menikmati buahnya sendiri? Ya, pohon anggur menggunakan buah dan bijinya untuk menghasilkan tanaman anggur yang lain. Maka menjadi permenungan kita, seperti apa buah anggur yang ingin kita hasilkan? Manis atau asam? Berbiji atau mandul? Tuhan menghendaki agar kita berbuah melalui perbuatan kasih dan kebenaran. Buah yang baik tentu saja manis bagi orang yang memakannya. Contoh mudahnya, peka dan menyadari kehadiran orang lain di sekitar kita, memulai komunikasi dengan orang yang kita jumpai, memberikan pertolongan, berkata jujur, bekerja dengan jujur, melayani dengan jujur, dan lainnya. Untuk menghasilkan buah yang baik tadi, Tuhan mengingatkan kita untuk senantiasa tinggal di dalam Dia. Bagaimana perwujudan nyata tinggal di dalam Dia? Kita mengenal Tuhan melalui firman-Nya. Maka langkah pertama untuk tinggal di dalam Tuhan adalah dengan membaca firman-Nya. Kadang kita bingung mau memulai membaca firman dari mana? Gereja MBK sudah menyediakan renungan harian setiap hari, itu bisa kita manfaatkan sebagai langkah awalnya. Selain melalui firman Tuhan, kita dapat menjumpai Tuhan melalui perayaan ekaristi. Melalui ekaristi kita bersyukur atas buah yang kita hasilkan dan kekuatan Tuhan yang kita rasakan dalam seminggu. Kita hadir kembali dalam ekaristi untuk mendapatkan air kehidupan lagi untuk bekal seminggu yang akan datang. Semoga kita semua dapat semakin mengenal Tuhan, tinggal di dalam Dia, berbuah manis di dalam Dia. (Devi) WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 BERBUAH YANG MANIS MELALUI TUHAN
JADWAL TUGAS TALAK LINGKUNGAN PAROKI TOMANG MBK Perayaan Hari dan Tanggal Waktu Lingkungan Wilayah 16.30 St. Simon Stock, Sanjaya 2 19.00 St. Rafael Kalinowski, St. Valentinus, St. Elia 8 06.30 St. Paulus Chong Hasang 11 09.00 St. Thomas 1 11.30 St. Maria Ratu 6 16.30 St. Anna 7 19.00 St. Christophorus 3 09.00 St. Theresia Lisieux, St. Teresa Avila 14 11.30 St. Alfonsus 12 16.30 Bunda Maria Penolong Abadi, St. Yoseph 5 16.30 St. Maria Bunda Yang Murah Hati, St. Maria Bunda Gereja 15 19.00 St. Silvanus, St. Gregorius 17 06.30 St. Ignatius Peis 10 09.00 St. Fransiska dari Roma 9 11.30 St. Maria Bintang Timur 4 16.30 St. Louis Ibaraki 16 19.00 St. Yoakima de Vedruna, St. Sesilia, St. Faustina 13 16.30 St. Justo Takayama Ukon, Ba. Yohana Scopelli 3 19.00 St. Agustinus 1 06.30 St. Maria Bunda Rosario 7 09.00 St. Yohanes Paulus II 11 11.30 St. Maria Ratu Rosario, St. Paulus, St. Benediktus 2 16.30 St. Maria Ratu Para Malaikat, St. Maria Ratu Keluarga 6 19.00 St. Angela Merici, St. Bernardus 5 16.30 St. Antonius, St. Yoakim 10 19.00 St. Yohanes Salib, St. Laurensius 14 06.30 St. Bartholomeus 12 09.00 St. Fransiskus Xaverius, St. Veronika Giuliani, St. Monika 4 11.30 OMK OMK 16.30 St. Albertus dari Avogadro, St. Ignatius dari Antiokhia 17 19.00 Sugiyopranoto 9 HARI RAYA TRI TUNGGAL MAHA KUDUS Sabtu, 25 Mei 2024 Minggu, 26 Mei 2024 Sabtu, 18 Mei 2024 Minggu, 19 Mei 2024 MINGGU PASKAH VI HARI RAYA KENAIKAN TUHAN Kamis, 09 Mei 2024 MINGGU PASKAH VII Sabtu, 11 Mei 2024 Minggu, 12 Mei 2024 HARI RAYA PENTAKOSTA Sabtu, 04 Mei 2024 Minggu, 05 Mei 2024 MEI 2024
SAJIAN UTAMA WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 5 SEKSI PERENCANAAN EVALUASI Menuju Program Karya Berbasis Data Pengantar Seksi Perencanaan dan Evaluasi Paroki Tomang dibentuk pada saat Rapat DPP (Dewan Paroki Pleno) 9 Februari 2020, bersamaan dengan Seksi Pelatihan dan Kaderisasi. Dua seksi terakhir yang tergabung dalam 16 seksi yang ada di Paroki Tomang sampai dengan saat ini. Sesuai PDDP 2019 Pasal 17 butir no 4.o, tugas utama seksi Perencanaan dan Evaluasi di paroki adalah menyelenggarakan rapat karya untuk membuat perencanaan program karya pelayanan (prokar); membantu DPI (Dewan Paroki Inti) membuat pemonitoran dan evaluasi pelaksanaan program karya pelayanan. Dalam menjalankan karya pastoralnya seksi Perencanaan dan Evaluasi dibantu oleh subseksi Perencanaan dan sub-seksi Monitoring dan Evaluasi (Monev). Kebiasaan Paroki Umumnya Banyak paroki bergerak berdasarkan kegiatan (activity) dan BUKAN pada tujuan (objective): Ada kegiatan yang dipikirkan bagus, baik, lalu adakan dan setelah itu mencoba menemukan “manfaatnya”. Yang dasar dan utama belum tergarap dengan baik sudah sibuk dengan mencari kegiatan-kegiatan baru dan menarik. Akibat: tidak terpadu (lepas satu sama lain – arah sendiri-sendiri), tidak sistematis, banyak yang spontan (tidak terancang). ‘Melahap’ kegiatan apa saja akan menjadi gerakan berputar di tempat, “pocopoco”, di situ-situ saja - tidak maju-maju dan tanpa arah. Akibatnya: buang energi, capek, stres, konflik. Terjerambab pada rutinitas. Membalik Kebiasaan Perlu tahu dahulu apa yang menjadi arah paroki dan tujuan yang hendak dicapai, lalu energi dikerahkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung menuju arah dan mencapai tujuan itu memilih kegiatan yang paling banyak manfaat untuk menuju arah dan tujuan yang hendak dicapai di antara berbagai kegiatan yang mungkin dilakukan. 1. Akibat: organisasi jadi efektif; Semua kegiatan saling berkaitan dan tidak tumpang tindih, dan menjadi sinergi untuk mencapai tujuan pada arah yang sama; menjadi “GERAK BERSAMA”. Langkah seperti itulah yang kita namakan PERENCANAAN STRATEGIK. Jadi, perencanaan strategik berarti membuat komitmen untuk bergerak bersama mencapai tujuan melalui rute perjalanan yang disepakati. Unsur-unsur Perencanaan Strategik Paroki 1. Tujuan paroki sesuai arah dasar. 2. Sasaran prioritas paroki. 3. Tolok ukur pencapaian (Indikator
SAJIAN UTAMA 6 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 Pencapaian & Target) SMART (specific, measurable, achievable, reasonable, timeframe). 4. Inisiatif kegiatan untuk mencapai sasaran. 5. Waktu mulai dan penyelesaian Anggaran dana. 6. Penanggung jawab aktivitas. Dalam merencanakan sebuah Program Karya tentunya para perangkat karya harus membuat target sesuai dengan dibutuhkan atau kebutuhan demikian juga dengan indikatornya bagaimana prokar tersebut dapat berjalan sesuai dengan harapan dan target yang telah direncanakan. 1. PERENCANAAN Perencanaan Meliputi : A. Penyusunan rencana strategis (RENSTRA) Paroki (Form 1) - Jangka panjang selama periode arah dasar - Dibuat selaras dengan renstra KAJ B. Penyusunan Prokar2 dan RAPB (Form 2 & 2A) - Disusun dalam jangka waktu satu tahun berdasarkan target dan pelaksana terkait dari Renstra Paroki Prokaritas : Program Karya Pelayanan Prioritas (Prokaritas) dilaksanakan untuk mencapai Target Renstra dan Sasaran Prioritas Ardas, di mana: Target Renstranya berdasarkan Renstra Paroki (yang diturunkan dari Renstra KAJ) termasuk adopsi Prokaritas DKP KAJ Prokarum : Program Karya Pelayanan Umum (Prokarum) dilaksanakan untuk mencapai tugas pokok sesuai PDDP serta kegiatan umum lainnya, seperti antara lain: mencakup rapat-rapat koordinasi, perayaan hari-hari raya gereja, hari ulang tahun paroki dan perayaan pelindung paroki termasuk adopsi Prokarum DKP KAJ PROGRAM KARYA PELAYANAN (PROKAR) Definisi PROKAR adalah Program Karya Pelayanan (Prokar) adalah aktivitas atau kegiatan terencana dalam mencapai target. Definisi PROKARITAS adalah Program Karya Pelayanan Prioritas (Prokaritas) dilaksanakan untuk mencapai Target Renstra dan Sasaran Prioritas Ardas, di mana: Target Renstranya berdasarkan Renstra Paroki yang diturunkan dari Renstra KAJ. Definisi PROKARUM adalah Program Karya Pelayanan Umum (Prokarum) dilaksanakan untuk mencapai tugas pokok sesuai PRTDP (turunan dari PDDP) serta kegiatan umum, di mana: mencakup antara lain rapat-rapat koordinasi, perayaan harihari raya gereja, hari ulang tahun paroki dan perayaan pelindung paroki. Renstra Paroki adalah Rencana Strategis
SAJIAN UTAMA WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 7 merupakan acuan untuk implementasi Ardas termasuk Sasaran Prioritas pada lingkup paroki yang dibuat berdasarkan Renstra KAJ dengan penyesuaian kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing paroki. Dewan Paroki Harian (DPH) bertugas menyusun Renstra pada lingkup paroki. Alur Proses Penyusunan Renstra Paroki Apa itu FGD (Forum Group Discussion)? FGD adalah bentuk penyerapan aspirasi, dalam hal ini adalah aspirasi umat baik langsung secara tatap muka atau secara tidak langsung lewat berbagai media yang ada. FGD ini menjadi poin penting yang harusnya mendapatkan perhatian. Dikarenakan ini adalah benar-benar kebutuhan yang perlu dijembatani dengan baik oleh perangkat karya. Penyerapan aspirasi sebaiknya dari tingkat bawah (lingkungan) dan berjenjang, sesuai dengan PDDP 2019 pasal 8 sesuai dengan tujuan— Dewan paroki bertujuan menyelenggarakan Tata Pelayanan Pastoral-Evangelisasi sesuai dengan Arah Dasar KAJ yang berlaku demi terpenuhinya kebutuhan umat beriman dan masyarakat. Penyelenggaraan Tata Pelayanan Pastoral-Evangelisasi tersebut melibatkan dan memberdayakan komunitas teritorial lingkungan dan komunitas kategorial di paroki. Demikian hal ini sejalan dengan Tugas Dewan Paroki Pleno pada pasal 16 PDDP 2019 butir 3 di mana berbunyi “memberikan masukan kepada Dewan Paroki Harian mengenai kebutuhan konkret umat paroki” (di lingkungannya masing-masing). Dewan Paroki Harian di mana memimpin Tata Pelayanan Pastoral-Envangelisasi paroki sehari-hari (sesuai PDDP 2019 pasal 14 butir 1. poin a) di mana penyelenggaraannya pelayanan Pastoral-Evangelisasi paroki tersebut diserahkan ke seksi yang masuk dalam bidang Peribadatan, Pewartaan, Pelayanan, Persekutuan, Kesaksian sertai penelitian dan pengembangan paroki (Pasal 18 butir 1). Tentunya sebuah tanggung jawab besar dari seksi-seksi terkait untuk dapat menyerap aspirasi umat dalam pelbagai bidang yang ada di umat basis. Pembuatan sebuah Program Karya A. Penamaan sebuah Program Karya (Prokar). Sampai dengan saat ini masih banyak perangkat karya yang membuat nama prokar sekedar asal atau “ngasal” – asal jadi, sehingga bisa dijumpai beberapa nama prokar yang kemungkinan sama dan kegiatannya berbeda-beda satu dengan yang lainnya, padahal nama prokarnya sama. Menjadi penting penamaan sebuah prokar dengan mengacu sebagai berikut (sesuai dengan arahan dari tim SAPA KAJ). Usulan struktur nama prokar: - Teridir dari [kata kerja] [peserta] [tempat] [info tambahan] A. Kata kerja kegiatan : Contoh: Temu, Pengembangan, Survei, Pelatihan, Rapat, dsb. B. Peserta /Target : Cakupan peserta yang diminta/diundang hadir.
SAJIAN UTAMA 8 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 C. Tempat pelaksanaan : Jika bukan tempat yang biasa dilakukan. D. Info Tambahan Jika perlu dapat ditambahkan satu atau dua kata keterangan singkat. - Tanggal Pelaksanaan - PIC yang bertanggungjawab - Target yang akan dicapai nilai kuantitatif angka jumlah orang. Dalam mengisi target harus berdasarkan SMART - Info keterangan lainnya - Anggaran kegiatan, apakah berasalah dari swadaya/mandiri/donatur atau bersumber dari anggaran paroki. 2. PEMONITORAN Pemonitoran adalah aktivitas pengumpulan data setiap periode 3 bulan untuk mengetahui realisasi prokar dan anggaran yang sudah dilaksanakan sesuai rencana pencapaian target Renstra. Pemonitoran dilakukan setiap Triwulanan yang dapat dilihat berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari Prokar yang sudah dilaksanakan. Pemonitoran diperlukan oleh Seksi PE untuk disampaikan kepada koorbid PE dan diteruskan ke DPH. LPJ dibuat oleh penanggung jawab pelaksana prokar Paroki yang berisi evaluasi laporan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif serta realisasi biaya dibandingkan dengan anggaran LPJ dibuat paling lambat H+14 hari setelah dilaksanakan prokar dengan persetujuan koorbid dan bendahara. 3. EVALUASI Evaluasi adalah aktivitas pengumpulan data tahunan untuk mengetahui dan menilai apakah prokar yang dibuat dilaksanakan atau tidak dan mencatat pencapaian Target Renstra. Serta mengevaluasi realisasi anggaran yang menyertai prokar yang terlaksana. Isi Evaluasi Prokar Paroki berasal kumpulan isi LPJ sepanjang tahun dan direkap menjadi informasi prokar-prokar yang terlaksana dengan level pencapaian Target Renstranya. Jika tidak terlaksana, diisi penjelasan mengapa dan apa hambatannya. Realisasi anggaran juga dilaporkan dalam Evaluasi ini. Evaluasi diperlukan oleh Seksi PE untuk disampaikan kepada koorbid PE untuk diteruskan kepada DPH. 4. TUGAS Tugas Koordinator Bidang secara umum sesuai PDDP 2019 A. Mengkoordinasi, mendampingi, menganimasi/ memotivasi ketua (-ketua) seksi atau para koordinator wilayah dan para ketua komunitas kategorial sesuai bidang
SAJIAN UTAMA WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 9 tanggung jawab agar melaksanakan tugastugasnya sebaik mungkin. B. Mendorong/memfasilitasi ketua(-ketua) seksi atau para koordinator wilayah dan para ketua komunitas kategorial agar bersinergi dan bekerja sama mencapai targettarget Rencana Strategis (Renstra) Paroki melalui Program Karya Pelayanan Prioritas (Prokaritas) Paroki. C. Memastikan (ketua-ketua) seksi atau para koordinator wilayah dan para ketua komunitas kategorial menggerakkan seksi atau wilayah dan komunitas kategorial menyelenggarakan pelayanan dalam tata pelayanan yang tepat (perencanaan, pelaksanaan, pemonitoran, evaluasi dan pertanggungjawaban). Tugas Koordinator Bidang Perencanaan & Evaluasi A. Mengingatkan Dewan Paroki Harian menyusun Rencana Strategis (Renstra) Paroki yang mendukung pencapaian target Renstra KAJ. B. Mengkoordinasi, mendampingi, menganimasi/memotivasi Ketua Seksi PE agar melaksanakan tugas-tugasnya sebaik mungkin. C. Mendorong/memfasilitasi Ketua Seksi PE bersinergi dan bekerja sama mencapai target-target Rencana Strategis (Renstra) Paroki melalui Program Karya Pelayanan Prioritas (Prokaritas) Paroki. D. Mengingatkan koorbid lainnya untuk memperhatikan proses perencanaan, pelaksanaan, pembuatan LPJ, dll. E. Menyampaikan hasil pemonitoran ke DPH F. Membuat Laporan Evaluasi Prokar pada awal tahun untuk disampaikan kepada DPH selanjutnya dikirim kepada DKP-KAJ G. Bersama dengan Seksi PE menyelenggarakan Rapat Karya untuk membuat perencanaan Program Karya Pelayanan (Prokar) H. Tugas lainnya : a. Bertanggung jawab atas: - Ke-admin-an SAPA - Pengaturan perangkat dan pengguna - Pengawasan penggunaan SAPA - Catatan: hal ke-admin-an secara operasional dibantu oleh seksi PE b. Merumuskan ketentuan paroki untuk pengisian dalam SAPA terkait: - Tata cara pengisian (judul, isi keterangan prokar, pengelompokan prokar, isi keterangan dalam LPJ, dsb) - Bersama bendahara DPH menentukan penggunaan jenis biaya, jenis penerimaan, dsb. Tugas Seksi PE menurut PDDP 2019 : Menyelenggarakan Rapat Karya untuk membuat perencanaan Program Karya Pelayanan (Prokar) : membantu Dewan Paroki Inti membuat pemonitoran dan evaluasi pelaksanaan Program Karya Pelayanan (Prokar). Tugas-tugas lainnya : A. Mengingatkan pihak-pihak terkait dalam Renstra Paroki membuat perencanaan dengan menyusun Prokaritas dengan target sesuai target Renstra Paroki dan menyusun Program Karya Pelayanan Umum (Prokarum) sesuai tugas pokok perangkat karya, dan kegiatan umum lainnya. B. Mengingatkan perangkat karya untuk bersinergi dengan pihak terkait lainnya mengusahakan pencapaian targettarget Rencana Strategis (Renstra) Paroki dalam Program Karya Pelayanan Prioritas (Prokaritas) Paroki. Dan mengusahakan sinergisitas dalam perencanaan dan pelaksanaan Program Karya Pelayanan
SAJIAN UTAMA 10 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 Umum (Prokarum) sehingga menjadi lebih efektif dan menghemat anggaran. C. Mengingatkan Seksi PeKad (Pelatihan dan Kaderisasi) untuk memberikan pembekalan dan pelatihan kepada perangkat karya dalam penyusunan Prokaritas, Prokarum, Laporan Pertanggungjawaban, pemonitoran dan evaluasinya D. Memperhatikan atau memonitor pelaksanaan prokar-prokar perangkat karya dan mengingatkan untuk melaksanakan rencana prokar, pembuatan Laporan Pertanggungjawabannya dan membantu jika diperlukan. E. Mengambil data dari SAPA Evaluasi seluruh perangkat karya dan disampaikan kepada Korbid PE dan diteruskan ke DPH. F. Bekerja sama dengan Seksi Litbang (Penelitian & Pengembangan) dalam hal pengolahan data program karya pelayanan dan menyajikannya dalam bentuk informasi yang bermanfaat bagi perencanaan karya pastoral-evangelisasi di lingkup paroki. G. Tugas lainnya : - Pengaturan a. Membantu koorbid PE dalam hal admin (buat baru, edit password, dsb) Catatan: strategi administrasi sesuai panduan yang ada - Pemantauan terhadap implementasi ketentuan Paroki dalam pengisian di SAPA a. Masa perencanaan: rencana prokar (jumlah prokaritas, jumlah prokar berulang, jumlah prokar durasi panjang) b. Masa pelaksanaan: memantau pengisian LPJ (ketepatan waktu pembuatan LPJ & persetujuan awal) melalui halaman Rangkuman LPJ - Pelaporan a. Membuat laporan status LPJ menjelang akhir triwulan, untuk disampaikan ke DPH agar ditindaklanjuti - Dukungan teknis a. Membantu perangkat karya lain jika mengalami kesulitan / masalah dalam SAPA terutama dalam hal operasional / pengisian / pengeditan b. Menjadi penghubung dengan Tim SAPA KAJ terkait permasalahan teknis 5. SAPA Sapa adalah kepanjangan dari Sistem Aplikasi Program Karya Pelayanan dan Anggaran. Sapa jangan dilihat sebagai “beban Admin” tetapi sebagai TOOLS aplikasi yang dibangun untuk memudahkan dan membantu proses : - Planning - Budgeting - Execution - Evaluation Di mana banyak sekali benefit dengan menggunakan tools Sapa untuk para Perangkat karya baik di tingkat keuskupan maupun paroki. Dengan tools aplikasi ini beberapa hal dapat terbantu: - Sejak pengisian data prokar, sudah dapat diperoleh gambaran jadwal dan pembiayaan dari setiap prokar tersebut, dan dapat segera direvisi tanpa mengulang perencanaan dari awal; - Format output form 2, 3 dan 4 dalam bentuk cetak (hard-copy) akan seragam sesuai dengan pedoman yang ada, sehingga memudahkan untuk proses selanjutnya; - Monitoring pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan sewaktu-waktu; - Pada perencanaan awal, bila waktu kegiatan, anggaran ada perubahan kenaikan/penurunan anggaran dapat
SAJIAN UTAMA WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 11 disesuaikan lewat Permohonan Dana. Jadi dana yang akan dipergunakan mendekati kesesuaian. - Gambaran seluruh prokar yang dilaksanakan (baik dari DKP maupun paroki) dapat diperoleh sewaktu-waktu; - Evaluasi akhir tahun dapat efisien sehingga dapat lebih berfokus pada Refleksi Karya; - Memiliki fitur kunci, sehingga anggaran tidak bisa diubah setelah disahkan. - Tidak perlu lagi print hard copy dalam permohonan dana. Dana yang telah disetujui pada awal perencanaan bisa langsung dicairkan setidaknya 2 minggu sebelum kegiatan dilaksanakan, bila ada perubahan anggaran dana bisa disesuaikan karena adanya update fasilitas di tools SAPA terbaru. - Pemakaian anggaran dalam SAPA akan disinkronkan dengan PELITA, program khusus keuangan (dalam tahap pengembangan). - Pelaporan kegiatan dalam SAPA yang tidak menggunakan anggaran (nol) atau anggaran paroki bisa langsung mengisi di SAPA, tanpa perlunya tanda tangan basah (hard copy) dsb. Berbagi tugas di SAPA A. Masa Perencanaan 1. Sekretaris DPH – Pada awal proses menentukan struktur tata organisasi paroki, dalam review mencetak kalender karya, dalam rapat karya mencetak data gabungan untuk arsip dan mengirim form pengesahan. 2. Bendahara paroki – Pada awal proses mengatur nilai jenis dan biaya yang ada di SAPA (menetapkan batas atas dan bawah dalam SAPA). Dalam rapat karya melakukan review dan penguncian RAPB Perangkat karya. 3. Bidang Perancanaan dan Evaluasi - Pada awal proses mengatur perangkat karya dan pengguna dalam SAPA. Dalam review melakukan perencanaan program karya. 4. Koordinator Bidang – Dalam input prokar melakukan koordinasi bersama perangkat karya dalam pengisian prokar. Dalam review melakukan review rencana prokar 5. Perangkat Karya – Dalam input prokar melakukan pengisian data program karya dan Anggaran. 6. Ketua Umum – Dalam pengesahan melakukan pengesahan APB paroki dan melakukan penguncian akhir. B. Masa Pelaksanaan 1. Bendahara paroki – Pada persetujuan melakukan persetujuan keuangan pada permohonan dana dan juga pada LPJ Akhir. 2. Bidang Perencanaan Evaluasi – pada masa pembuatan laporan mendorong dan memantau pengisian permohonan dana dan pengisian LPJ dari para perangkat karya. 3. Koordinator Bidang – Pada persetujuan melakukan persetujuan pada permohonan dan juga persetujuan pada LPJ. 4. Perangkat Karya – Dalam pembuatan laporan melakukan pengisian LPJ. C. Masa Evaluasi 1. Sekretaris DPH – mendokumentasikan hasil evaluasi 2. Bendahara paroki – melakukan evaluasi anggaran selama 1 tahun 3. Bidang Perencanaan Evaluasi - melakukan evaluasi administratif 4. Koordinator Bidang – melakukan evaluasi pelaksanaan 5. Perangkat Karya – melakukan evaluasi pelaksanaan 6. Ketua Umum – memimpin evaluasi 6. PASTORAL DATABASE Agar pelayanan pastoral terselenggara semakin baik dan bisa
SAJIAN UTAMA 12 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 dipertanggungjawabkan, dibutuhkan data yang memberikan informasi yang dibutuhkan untuk merumuskan kebijakan. Pelayan Pastoral yang baik harus direncanakan berdasarkan data-data pastoral. Gereja tidak boleh pasif. Khususnya Ketika berhadapan dengan perubahan zaman yang semakin pesat dewasa ini, pembaharuan-pembaharuan sepertinya menjadi sebuah keharusan bagi Gereja. Tanpa kemampuan menyesuaikan perubahan zaman itu dengan pembaharuan, Gereja akan kehilangan aktualitasnya bagi umat. “Prinsip sama + Lingkungan Berbeda = Cara Mencapai Tujuan Harus Berbeda.” Pola Pastoral Gereja diharapkan harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan umat, maksudnya adalah sesuai dengan situasi dan kebutuhan real umat. Kita bekerja berdasarkan data bukan asumsi/ omongan orang/gossip. Oleh karena itu, data adalah hal yang sangat penting dalam setiap karya pelayanan. Pola pastoral seperti ini dikenal dengan istilah “Pastoral Berbasis Data”. Lewat SAPA data dapat tersaji, tersedia, sebagai bahan pertimbangan atau evaluasi untuk lebih baik kedepannya. Demikian halnya dalam setiap pembuatan program karya baru, pentingnya “database”, perlunya sinergi dari tim data dan juga bidang lainnya untuk dapat menetapkan target yang diharapkan. Selama ini banyak perangkat karya dalam menyusun program karya mengabaikan Pastoral database ini, dan hampir merata menggunakan pastoral berdasarkan kebiasaan dan atau asumsi dalam menentukan sebuah target dari program karya baik itu yang rutin dijalankan oleh perangkat karya tersebut atau sebuah program karya baru. Pendekatan Pastoral Berbasis Data tidak hanya sekedar kegiatan reaktif yang muncul, melainkan terjadi karena proses perencanaan yang tersistem dan sinergis dengan melibatkan seluruh pelayan gereja dan umat. Pelaku pastoral seperti ini, tidak lagi dipahami hanya dilakukan oleh para Pastor, tetapi kaum awam juga harus turut serta dalam proses ini. Dalam era sekarang ini, di mana perubahan sangat cepat, gerakan Pastoral Berbasis Data sangat sesuai dan dibutuhkan. Umat tumbuh dalam dunia yang terus berkembang sehingga kebutuhan-kebutuhannya pun terus berubah termasuk kebutuhan rohaninya. PENERAPAN PASTORAL BERBASIS DATA Gereja memiliki Biduk. Biduk merupakan singkatan dari Basis Integrasi Data Umat Keuskupan yang mengelola data grass root umat paroki. Para pengurus gereja, baik itu DPH, Ketua Seksi, Koordinator Wilayah, maupun Ketua Lingkungan, ketua komunitas kategorial dapat memanfaatkan data Biduk sebagai bagian pertimbangan data dalam menentukan target atau realisasi dari karya pelayanannya. Mengingat pentingnya Biduk, maka seluruh pelayan gereja hendaknya mengelola Biduk dengan baik dan data diharapkan dapat di-update setiap saat. Di luar Biduk, sangat banyak sekali data yang “wajib” diketahui oleh para perangkat karya untuk dapat data tersebut sebagai parameter dalam mendukung program karya yang akan dijalankan ke depannya, lewat metode survei tepat dan terukur yang bisa diterapkan untuk memperoleh datadata yang tidak tersedia di dalam Biduk, misalnya : - Tingkat sebaran demografi dari paroki - Kegiatan-kegiatan yang di ikuti oleh umat dalam organisasi kemasyarakatan - Latar belakang pendidikan Katolik vs
SAJIAN UTAMA WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 13 swasta non Katolik/negeri dari anak sekolah dasar sampai perguruan tinggi - Indeks umat dalam mengikuti perayaan ekaristi - Indeks umat dalam mengikuti kegiatan di lingkungan - Indeks ekonomi berdasarkan teritorial wilayah - Indeks pelayanan pastoral oleh para imam (liturgis, Sakramen, dll) - Indeks para pelayanan pastoral (petugas liturgi, katekis, pemandu, dll) - Indeks umat terhadap literasi digital - Dan banyak sekali data-data yang dapat kita peroleh untuk dapat mendukung sebuah perencanaan program kerja oleh perangkat karya. Siapa yang bertanggungjawab dalam pengumpulan data? Seksi penelitian dan pengembangan atau tim BIDUK? Terlepas dari siapa yang diberikan tanggung jawab, berbicara data berangkat dari sumber pengumpulannya itu sendiri terdiri dari sumber internal (warga paroki) dan sumber data eksternal (subyek lain di luar warga paroki). Sedangkan data hasil dari pengumpulannya dapat dibagi menjadi data primer (data utama) dan data sekunder (data lanjutan) Metode pengumpulan data Secara umum ada 4 metode yang bisa dilakukan dalam pengumpulan data, yaitu 1. Angket/kuesioner – metode ini akan lebih efisien bila telah diketahui pasti variabel yang dapat diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden (dalam hal ini umat paroki). 2. Observasi – metode ini agak kompleks karena tidak hanya mengukur sikap dari responden yang bersangkutan tetapi juga merekam berbagai fenomena yang terjadi. Biasanya metode ini dilakukan untuk mempelajari perilaku, proses kerja, dan gejala-gejala. Metode ini tepat bagi responden yang kuantitasnya tidak terlalu besar. Misalnya, data sikap umat dalam mengikuti misa, perhatian umat terhadap masalah lingkungan hidup di sekitar kompleks gereja, dsb. 3. Wawancara – metode ini dilakukan melalui tatap muka langsung antara “petugas survei” dan umat paroki. Pengumpulan data model ini memang tidak mudah untuk diperoleh, namun lebih mampu dalam menangkap apa yang bergerak dalam tingkatan yang lebih mendalam di umat paroki. Misalnya mengenai tanggapan umat terhadap homili, pendapat umat mengenai keharmonisan pengurus lingkungan, wilayah, seksi dsb. 4. Studi Dokumen – metode ini lebih kepada pengumpulan data dan dengan meneliti berbagai macam dokumen yang digunakan untuk bahan analisa. Misalnya, meneliti tentang teks misa, materi-materi pengajaran, dsb. Dalam proses pengumpulan data tersebut dapat ditentukan apakah data yang didapat akan di olah berdasarkan kuantitatif (data terkait angka) atau kualitatif (tidak terkait angka), dua hal ini sangat penting, tentunya sesuai dengan kesesuaian apa yang akan diperlukan. Belum lagi kita bicara bagaimana skema pendataan, pengolahan data, dsb. Maka data-data selain yang ada di BIDUK sangat diperlukan dalam menentukan sebuah reksa pastoral yang lebih luas. Implementasi-metode survei pada era saat ini, cara survei pun sudah bertransformasi, dari yang awalnya menggunakan kertas, sekarang sudah beralih ke digital (diperlukan sebuah platform digital). Dengan memadukan data Biduk dan survei, maka perangkat karya
SAJIAN UTAMA 14 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 akan memperoleh wawasan/gambaran menyangkut situasional/kondisi yang lebih akurat dan maksimal. Dari data-data tersebut, Gereja yang diteruskan kepada perangkat karya dapat mengetahui kondisi aktual umat yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk program kerja yang memang sangat dibutuhkan bagi umat dengan pendekatan berdasarkan apakah sesuai sebagai ARDAS KAJ, masuk sebagai program unggulan paroki, atau perangkat karya lainya. Perlu kita sadari asumsi-asumsi pelayan pastoral bisa tidak sesuai dengan kondisi umat yang hendak dilayaninya. Kita telah jumpai bersama bahwa Gereja menawarkan banyak kegiatan tetap tidak menjawab permasalahan dasar umat secara tepat. Gerakan Program Berbasis Data dapat berjalan bahwa para pelayan gereja sepakat dan komitmen bekerja dalam rangkaian proses terpadu mulai dari pengumpulan data, olah data, analisa data, penyusunan program pastoral, dan evaluasi. Gerakan ini juga mengajak kita para pelayan pastoral untuk memiliki kerendahan hati dalam bertransformasi mengubah mindset yang selama ini bekerja atas dasar asumsi-asumsi menjadi pola kerja mendasarkan diri pada data. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2). (Alexander Yusup)
SEPUTAR MBK 16 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 Kesatuan Rohani S elasa (23/4) diselenggarakan Misa Pembukaan Kursus Evangelisasi Pribadi Angkatan ke-25 di Auditorium. Misa dipimpin oleh Romo Michael Moeljo Hartomo O.Carm selaku Romo Pendamping KEP. Romo mengajak kita semua untuk bersukacita bersama karena ada kegembiraan baru yang terjadi di KEP. Bahkan Romo menghimbau kita semua untuk mengajak teman-teman lainnya ikut dalam kegembiraan bersama. “Anda adalah salah satu pribadi yang bertugas menjadi alat membangkitkan spiritualitas rohani. Mari kita membangun kesatuan kebangsaan rohani,” ajaknya. Agus Wijarnako selaku Ketua Panitia Kep 25 mengucapkan terima kasih kepada seluruh alumni Kep 1-23, Panitia Kep 25, dan Peserta Kep 25. “Anda diberi kesempatan untuk mengikuti KEP yaitu Keluarga Evangelisasi Pribadi. Mari membentuk keluarga kecil, mengevaluasi pribadi sendiri, menghadirkan Tuhan dalam kehidupan kita,” ujarnya. Galan selaku Ketua Sub Sie KEP mengajak untuk menjiwai iman kekatolikan kita dan kita “happy” bersama. Hoeming selaku DPH Pendamping Pewartaan mengucapkan terima kasih atas antuiasnya dalam KEP 25, juga terima kasih kepada panitia, dan semangatnya dijaga terus serta makin bertumbuh. “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu” (Efesus 4:3-4) (Judith)
WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 SEPUTAR MBK Minggu, 21 April adalah Hari Panggilan Sedunia ke-61. Hari Panggilan Sedunia yang digagas Santo Paulus VI pada tahun 1964 selama Konsili Ekumenis Vatikan II ini merupakan prakarsa ilahi yang berusaha untuk membantu anggota umat Allah, baik sebagai individu maupun komunitas, untuk menanggapi panggilan dan perutusan yang dipercayakan Tuhan kepada kita masingmasing di dunia dewasa ini, di tengah kesulitan dan harapannya, tantangan dan pencapaiannya. Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini pun ada pesan dari Paus untuk perayaan Hari Panggilan dengan judul “Dipanggil untuk Menabur Benih Harapan dan Membangun Perdamaian.” Hari ini dibaktikan secara khusus untuk berdoa kepada Bapa memohon karunia panggilan suci untuk membangun Kerajaan-Nya, seperti tertulis dalam Injil Lukas, “Karena itu berdoalah kepada Tuan yang empunya tuaian untuk mengutus pekerja-pekerja ke dalam tuaian-Nya!” (Lukas 10:2). Minggu Panggilan MBK Minggu Panggilan di MBK dirayakan dengan Perayaan Ekaristi dan Temu Akrab Remaja Bersama BiarawanBiarawati. Romo Erik membuka misa menyampaikan, “Kita baru saja merayakan Paskah. Paskah bukan untuk umat Katolik saja tetapi untuk umat manusia seluruh dunia. Supaya seluruh dunia menerima rahmat penebusan yang telah diperjuangkan oleh Tuhan Yesus. Hari ini Hari Minggu Panggilan. Semoga Allah Bapa menggerakkan sendiri kaum muda untuk itu.” Romo juga menyampaikan bila Berani menjawab Panggilan Allah 17
SEPUTAR MBK anak muda ingin mempunyai masa depan yang cerah tapi tidak mempunyai biaya pendidikan karena biaya pendidikan mahal disarankan untuk masuk ke Seminari Karmel karena di sana semuanya gratis. Romo merasa terberkati dengan panggilannya menjadi Romo karena jadi bisa memegang kepala orang utan di pedalaman Kalimantan, bisa bermisi di Tiongkok. Romo juga memberikan kesempatan satu orang biarawan dan biarawati untuk sharing. Fr. Ignatius, SX dari Manggarai, NTT bersharing dikenalkan dengan panggilan oleh seorang Romo Fransiskan. Setelah menjalani setahun masa aspiran, tahun 2019 Frater menjalani masa novisiat di Paroki Bintaro. Kemudian lanjut perjalanan formasi dan studi filsafat. Di Xaverian ada 2 pilihan, menjadi imam atau bruder. Frater merasa cocok menjadi Xaverian karena memperkenalkan Kristus kepada pihak non kristiani dengan dialog. Frater berpesan agar orang tua tidak menghalangi anak-anaknya untuk menjadi biarawan. Kepada orang muda: come and joy with us! Sr. Maria Renya, PRR dari Bajawa, Flores, NTT merasa dipanggil melalui mimpi-mimpinya yang sudah dialami dari kelas 3 SMP sampai SMA. Selalu dijumpai Bunda Maria dan Keluarga Kudus. Hal itu di sharingkan kepada ibunya. Ibunya mengatakan mungkin Suster akan menjadi pendoa. Saat SMA, Suster mimpi diberikan rosario oleh Bunda Maria. Cita-cita Suster awalnya sebenarnya adalah menjadi seorang Polisi (Polwan). Namun karena tinggi badan tidak memungkinkan menjadi Polwan, Suster sempat menjadi tidak bersemangat, dan semangat itu baru muncul kembali setelah Suster memutuskan untuk menjadi seorang Suster. Tahun 2016 Suster diantarkan ibunya ke Kongregasi PRR (Putri Renya Rosari). Suster kemudian melihat benang merah dari mimpi-mimpinya. Suster sudah menjalani masa pembinaan 4,5 tahun di Larantuka. Sekarang sudah memasuki masa yunior tahun ke-5 dan sedang studi kedokteran. Dipanggil untuk Menabur Selesai misa acara dilanjutkan di Auditorium. Dipandu oleh Sr. Donata, PIJ dan Br. Deo, CP dan dihadiri OMK, Misdinar, Roses, Antiokhia, Romo, Biarawan-Biarawati dan para penggiat Seksi Panggilan. Acara dimulai dengan “Pesona Religius” sekitar 13 orang Biarawan/ ti dari berbagai tarekat, antara lain Frater SX, Suster PRR, Bruder CP, Suster HK, Bruder O.Carm dan Suster PIJ yang menyapa OMK MBK. Dilanjutkan dengan para biarawan/ti mengajak peserta bernyanyi sambil berjoget “Berjalan Bersama Kaum Berjubah.” Kemudian biarawan/ti memberikan sharing apa yang menjadi alasan mereka terpanggil, tantangan waktu akan masuk biara, motivasi untuk orangorang muda. Setelah sharing dilanjutkan menyanyi dan berjoget “Di Hati Ini Ada Cinta” dan games. 18 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024
WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 SEPUTAR MBK Motivasi Bagi Orang Muda Sr. Celine, HK: “Tuhan Allah tidak tidur. Kalau Tuhan sudah berkehendak, tetap akan jadi. Kita mungkin tidak tahu, tetapi Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.” Sr. Sella, PIJ: “Jangan takut untuk menjawab ‘Ya’ apabila Tuhan sudah memanggil kita.” Br. Konrad, O.Carm: “Jangan takut! Semoga Tuhan tetap mendampingi kita.” Bryan (siswa kelas 7): Acaranya seru! Sebenarnya ada ketertarikan untuk menjadi Romo, namun khawatir kalau banyak aturan selama menjadi Frater dan setelah menjadi Romo. Mulai tertarik pas ikut organisasi gereja seperti misdinar, dan juga lektor waktu di paroki sebelumnya. Sampai sekarang masih merasakan panggilan tersebut. Fidella (siswa kelas 7): Seru acaranya! Pernah merasa tertarik untuk menjadi Suster pada waktu kelas 5 atau 6. Mulai tertarik setelah ikut menjadi lektor, misdinar dan banyak kegiatan di gereja. Harapan dari keduanya setelah mengikuti acara ini: Lebih berani melayani dan menjawab “Ya” pada panggilan Tuhan. Harapan Seksi Panggilan (SiePang) yang diwakili oleh Sr. Katrin, PIJ (Ketua Seksi), menyampaikan bahwa Temu Akrab Remaja MBK dengan Biarawan/ti ini bertujuan untuk memperkenalkan tarekat hidup bakti kepada remaja, supaya remaja lebih mengenal Frater, Bruder dan Suster, dan menumbuhkan benih-benih panggilan dalam diri anak-anak, remaja dan kaum muda Paroki Tomang Gereja MBK. Untuk persiapannya, Seksi panggilan menghubungi dan mengundang tarekat religius untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan Minggu Panggilan di Gereja MBK. Seksi panggilan juga berkoordinasi dengan Roses, Misdinar, Antiokhia dan sekolah-sekolah di sekitar Paroki Tomang untuk mengajak anakanak ikut terlibat dalam kegiatan ini. Harapannya, remaja MBK mengenal tarekat hidup bakti dan berani menjawab panggilan Allah untuk menjadi Suster, Bruder dan Imam. (Elis) 19
SEPUTAR MBK 20 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 MELAYANI ... MELAYANI ... MELAYANI ... Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19) Minggu (21/4) pkl 16.00 di Rumah Persahabatan Mensa - Sant’ Egidio yang berlokasi di sebuah Ruko yang terletak di daerah Kedoya Duri, Jakarta Barat, diawali dengan Ibadat Doa bersama di lantai 3. Sebelum memulai pelayanan dan dilanjutkan dengan segera menyiapkan piring-piring, gelas, sendok makan dan piring-piring saji di tiap-tiap meja yang tersedia. Bersyukur atas makanan yang telah disiapkan oleh donatur yang tergerak hatinya oleh belas kasih dan ingin berbagi berkat bagi sesama yang disalurkan melalui KKI Tomang-MBK. Juga melayani 3 orang Suster. Bagi anak-anak Roses (AROS berusia 13-15 tahun) merupakan pelayanan perdana mereka. Kegiatan ini merupakan kolaborasi KKI Tomang - MBK dalam hal penyediaan makanan bersama Mensa - Sant’ Egidio yang telah menyediakan ruang aman bagi AROS untuk ikut terlibat melayani dalam karya ini, juga papi mami (PiMi) pendamping Roses yang mendukung kegiatan bersama ini. Sesuai kesepakatan kolaborasi ini berlangsung hingga bulan Desember 2024. Sebagai suatu bentuk solidaritas dan persaudaraan dengan melayani, menyiapkan makan bersama,menyapa saudara-saudari dari keluarga yang kurang mampu tanpa sekat apapun dengan penuh kasih dan sukacita. -
WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 SEPUTAR MBK 21 Untuk berikutnya, setiap Minggu ke-2 dan ke-3 dalam bulan akan diikutsertakan AROS secara bergantian sebanyak 5 orang di dampingi PiMi Roses bersama KKI Tomang-MBK, agar setiap AROS mempunyai kesempatan yang sama untuk menjalani proses mengasah hati dan melatih kepekaan serta menimbulkan rasa empati terhadap sesama dengan melihat dan mengalami sendiri. (Cisca L) ✨
SERBA SERBI 22 WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 S etiap orang yang sudah dibaptis, menerima Sakramen Krisma dan Ekaristi, dipanggil untuk hidup suci. Katekismus Gereja Katolik (KGK) menjelaskan bahwa Baptis, Krisma, dan Ekaristi menjadi dasar panggilan murid Kristus untuk hidup kudus dan mewartakan Injil, hingga akhir hidup. “Pembaptisan, Penguatan, dan Ekaristi adalah Sakramen-sakramen inisiasi Kristen. Mereka meletakkan dasar untuk panggilan bersama semua murid Kristus, yakni panggilan kepada kekudusan dan tugas untuk membawakan kabar gembira kepada dunia. Mereka memberi rahmat yang dibutuhkan, supaya hidup sesuai dengan Roh Kudus dalam hidup ini, dalam penziarahan menuju tanah air abadi” (KGK #1533). Bandingkan dengan pesan Bapa Suci pada Hari Panggilan Sedunia ke-61, Minggu 21 April yang lalu: Kita mengetahui bahwa setiap usaha yang kita lakukan dalam panggilan yang telah kita yakini dan jalani tidak akan pernah sia-sia. Kegagalan dan rintangan mungkin muncul di sepanjang jalan, namun benih kebaikan yang kita tabur tumbuh secara tersembunyi dan tidak ada yang dapat memisahkan kita dari tujuan akhir, yakni perjumpaan dengan Kristus dan sukacita hidup kekal dalam kasih persaudaraan. Kita harus menyiapkan panggilan akhir ini setiap hari. Kita menyiapkannya dengan menjalin relasi kasih dengan Allah dan sesama. Perwujudan jalinan kasih ini merupakan awal perwujudan impian Allah akan persatuan, perdamaian dan persaudaraan. Jangan biarkan siapa pun merasa dikecualikan dari panggilan ini. Panggilan Hidup Suci Panggilan hidup suci tersebut di atas diwujudkan dalam dua panggilan hidup yang khas, yaitu perkawinan dan panggilan hidup khusus. Meski perkawinan menjadi kodrat laki-laki dan perempuan, namun Panggilan kepada Kekudusan Panggilan Hidup Katolik:
WARTA MINGGU MBK - 28 APRIL 2024 SERBA SERBI 23 Gereja Katolik mengenal adanya panggilan khusus. Namanya khusus, berarti siapa pun yang menjawab panggilan ini, mengkhususkan dirinya bagi pelayanan kepada Allah dan sesama. Bagaimana caranya? Apa saja panggilan khusus dalam Gereja Katolik? Panggilan Khusus Cara awal menanggapi panggilan khusus ini adalah dengan tidak kawin atau selibat. Tuhan Yesus dalam Injil Matius menjelaskan bahwa “Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti” (Matius 19:12). Kaum selibat dalam gereja Katolik, lantas dibagi menjadi dua golongan, awam dan klerus. “Oleh penetapan ilahi, di antara kaum beriman kristiani dalam Gereja ada pelayanpelayan suci, yang dalam hukum juga disebut para klerikus; sedangkan lain-lainnya juga disebut awam” (Kanon 207 Paragraf 1). Kaum selibat awam adalah mereka yang tidak ditahbiskan, tetapi mengikrarkan ketiga kaul sesuai nasehat Injil, yakni ketaatan, kemurnian, dan kemiskinan, yang diakui dan dikukuhkan oleh Gereja. Mereka adalah para biarawan dan biarawati. “Dari kedua pihak ini ada kaum beriman kristiani yang dengan mengikrarkan nasihat-nasihat injili dengan kaul-kaul atau ikatan suci lain yang diakui dan dikukuhkan Gereja, dengan caranya yang istimewa dibaktikan kepada Allah dan bermanfaat bagi perutusan keselamatan Gereja; status mereka, meskipun tidak menyangkut susunan hirarkis Gereja, adalah bagian dari kehidupan dan kekudusannya.” (Kanon 207 Paragraf 2). Kaum selibat klerus, adalah mereka yang menerima tahbisan suci, sehingga masuk ke dalam hierarki Gereja. Mereka ini yang kita kenal sebagai diakon, imam, dan uskup, termasuk kardinal dan paus, yang menjalankan tugas panggilan perutusan, seturut rahmat tahbisan yang mereka terima. Klerus ini dibagi lagi menjadi klerus diosesan dan klerus religius. Klerus diosesan adalah diakon dan imam yang membaktikan dirinya di suatu keuskupan seumur hidupnya. Klerus religius adalah imam dan diakon yang berasal dari kongregasi atau tarekat hidup bakti, yang juga mengikrarkan ketiga kaul hidup membiara dan ditahbiskan. Bagaimana cara membedakannya? Pernah membaca RD Emmanuel. RD singkatan dari Reverendus Dominus, yaitu sapaan para romo yang mengikatkan diri di keuskupan tertentu. Di Indonesia, kita kenal dengan sebutan Romo Projo. Mereka tidak mengikrarkan kaul hidup membiara, tetapi berjanji untuk setia pada uskup mereka. Selanjutnya, ada imam religius, yaitu mereka yang berasal dari kongregasi, ordo atau tarekat hidup bakti tertentu. Biasanya dipanggil dengan sebutan Reverendus Pater disingkat RP. Mereka ini tidak terikat dalam satu keuskupan, melainkan siap untuk diutus ke mana saja oleh pimpinan mereka. Imam religius mengikrarkan ketiga kaul hidup membiara. Para biarawan-biarawati, imam, dan uskup berasal dari keluarga-keluarga. Maka, menjadi tugas keluarga-keluarga Katolik untuk membina panggilan khusus ini. Cara sederhananya tentu dengan mengenalkan anak-anak sedari dini pada panggilan dan memupuk hidup rohani mereka dengan doa bersama, merayakan Ekaristi dan sakramensakramen lain, serta mendorong mereka untuk aktif dalam kegiatan menggereja. Dan jangan lupa, doakan anak-anakmu agar berani menjawab ‘ya’ pada panggilan Tuhan. (Elis dari berbagai sumber)