The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

modul ini menjelaskan materi besaran dan satuan, konversi satuan, notasi ilmiah, dan alat ukur fisika
modul ini juga dilengkapi dengan latihan soal dan pembahasan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by jerrycosmas016, 2021-08-17 22:29:07

bab 1. pengukuran

modul ini menjelaskan materi besaran dan satuan, konversi satuan, notasi ilmiah, dan alat ukur fisika
modul ini juga dilengkapi dengan latihan soal dan pembahasan

Keywords: pengukuran

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

BAB I
PENGUKURAN

Proses pengukuran terdiri dari tiga unsur utama :
1. Objek

Segala sesuatu yang menjadi fokus utama pengukuran. Objek memiliki sesuatu
yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka- angka.
2. Alat ukur
Pada bagian ini anda akan belajar tentang alat ukur apa saja yang dapat dan tepat
untuk mengukur suatu besaran tertentu.
3. Pengukur
Pada bagian ini anda akan belajar tentang metode ilmiah dalam melakukan
eksperimen dengan berdasarkan pada prosedur keselamatan kerja.

Mengukur merupakan kegiatan membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang
lain yang sejenis dan ditetapkan sebagai satuan.

A. Besaran
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan nilainya dapat

dinyatakan dengan angka serta memiliki satuan. Besaran dapat dikelompokkan
berdasarkan jenis dan arah.
1. Berdasarkan jenis besaran dikelompokkan menjadi:

a. Besaran pokok Tabel 1.1. Contoh besaran pokok dan turunan

Besaran yang

satuannya telah ditetapkan
terlebih dahulu dan tidak
bergantung pada satuan-
satuan besaran lain. Besaran

pokok adalah besaran yang

satuannya telah ditetapkan
lebih dahulu. Dalam sistem
internasional (SI) ada 7 macam

besaran pokok, yaitu :1)
panjang, 2) massa, 3) waktu, 4)
suhu, 5) kuat arus listrik, 6)
jumlah zat 7) intensitas cahaya

b. Besaran turunan yang
Besaran

satuannya diturunkan dari

Fisika SMP_Pengukuran Page | 1

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

besaran pokok. Babarapa contoh besaran turunan, misalnya
- luas adalah besaran yang diturunkan dari besaran panjang kali lebar.

Satuan luas dalam SI adalah meter x meter atau ditulis m2. Satuan yang
lain cm2, dm2, dan sebagainya
- massa jenis adalah besaran yang diturunkan dari besaran massa dibagi
volume. Satuan massa jenis dalam SI adalah kg/m3 atau kgm-3. Satuan
yang lain grcm-3, dan sebagainya.
- tekanan adalah besaran yang diturunkan dari besaran gaya dibagi luas
penampang. Satuan tekanan dalam SI adalah N/m2 atau Nm-2 atau sering
disebut pascal (Pa). Satuan yang lain dyne/cm2, cm Hg, atm, dan
sebagainya.
- kecepatan adalah besaran yang diturunkan dari besaran perpindahan
dibagi waktu. Satuan kecepatan adalah satuan perpindahan dibagi satuan
waktu. Dalam SI satuan kecepatan adalah : m/s atau ms-1. Satuan yang
lain cm/s, km/jam, dan sebagainya.
Dalam sistem internasional (SI) ada 7 macam besaran pokok dan banyak
besaran turunan seperti yang contoh pada tabel di samping.

2. Berdasarkan arahnya besaran dapat dikelompokkan menjadi :
a. Besaran vektor
Besaran yang memiliki NILAI dan ARAH
b. Besaran scalar
Besaran yang hanya memiliki NILAI

B. Satuan
Satuan adalah besaran sejenis yang digunakan sebagai pembanding.
1. Satuan dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Satuan baku : satuan yang digunakan untuk mengukur dimana hasil
pengukurannya selalu tetap untuk semua orang.
Satuan baku / standar yang baik harus memenuhi tiga syarat:
- Tetap, tidak mengalami perubahan dalam keadaan apapun
- Dapat digunakan secara internasional
- Mudah ditiru.
b. Satuan tak baku : satuan bila digunakan, namun hasil pengukurannya
berbeda – beda untuk semua orang yang berbeda.
2. Satuan Sistem Internasional ( International System of Unit )
a. MKS (meter,kilogram, sekon)
Standar satuan yang digunakan adalah meter, kilogram, sekon
b. CGS (sentimeter, gram, sekon)
Standar satuan yang digunakan adalah sentimeter, gram, sekon.

Fisika SMP_Pengukuran Page | 2

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

Tabel 1.2. Besaran Pokok, satuan, lambang, dan dimensi

No Besaran Pokok Satuan dan lambang Dimensi

1 Panjang MKS CGS [ ]
2 Massa [ ]
3 Waktu meter (m) sentimeter (cm) [ ]
4 Kuat arus listrik [ ]
5 Suhu kilogram (kg) gram (gr) [ ]
6 Intensitas cahaya [ ]
7 Jumlah zat sekon (s) Sekon [ ]
8 sudut datar
9 sudut ruang ampere (A) -
-
Kelvin (K)

candela (cd)

mol (mol)

radian (rad)

ste radian (sr)

Selain satuan SI, kadang-kadang kita menggunakan juga satuan lain
dengan menambah awalan bilangan di depan satuan SI, lihat tabel berikut :

Tabel 1.3. Awalan bilangan di depan satuan SI

Nama awalan/besarnya simbol Contoh penggunaan

ato = 10-18 a 1am (dibaca 1 atometer ) = 10-18 m

femto = 10-15 f 1fm (dibaca 1 femtometer ) = 10-15 m
piko = 10-12 p 1 pm (dibaca 1 pikometer) = 10-12 m

nano = 10-9 n 1 nm (dibaca 1 nanometer) = 10-9 m

mikro = 10-6 µ 1 µm (dibaca 1 mikrometer) = 10-6 m
mili = 10-3 m 1 mm ( dibaca 1 milimeter ) = 10-3 m

senti = 10-2 c 1 cm ( dibaca 1 sentimeter ) = 10-2 m

desi = 10-1 d 1 dm ( dibaca 1 desimeter) = 10-1 m
deka = 101 da 1 dam ( dibaca 1 dekameter) 101 m

hekto = 102 h 1 hm (dibaca 1 hektometer) = 102 m

kilo = 103 k 1 km (dibaca 1 kilometer) = 103 m

mega = 106 M 1 Mm ( dibaca 1 megameter) = 106 m
giga = 109 G 1Gm (dibaca 1 gigameter) = 109 m

tera = 1012 T 1 Tm (dibaca 1 terameter) = 1012 m

peta = 1015 P 1Pm (dibaca 1 petameter ) = 1015 m
eksa = 1018 E 1Em ( dibaca 1 eksameter) = 1018 m

C. Konversi satuan dan notasi ilmiah
Mengkonversi satuan panjang, massa, dan waktu.

Contoh konversi:
Langkah – langkah mengkonversikan hasil pengukuran ke dalam sistem MKS dan
CGS ditunjukkan pada tabel 1.4 berikut ini.

Fisika SMP_Pengukuran Page | 3

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

Tabel 1.4. Langkah mengkonversi satuan ke dalam sistem MKS dan CGS

1. 1cm = 1 ∙ cm = 1 ∙ 1 m = 0,01 m

100

1 sentimeter artinya 1 dikali sentimeter. Berdasarkan tangga konversi panjang setiap naik
satu tangga dikali 1 . Sedangkan, satuan sentimeter menuju meter diperlukan naik dua

10

tangga. Oleh karena itu perlu dikali 1 . Sehingga hasil konversi dari 1 cm adalah 0,01 m

100

2. 1 ∙ cm2 = 1 ∙ cm ∙ cm = 1 ∙ 1 m ∙ 1 m = 1 ∙ 1 m2 = 0,0001m2
100 100 10000

3. 1 ∙ cm3 = 1 ∙ cm ∙ cm ∙ cm = 1 ∙ 1 m ∙ 1 m ∙ 1 m = 1 ∙ 1 m3 = 0,000001m2
100 100 100 1.000.000

4. Konversi hasil pengukuran kecepatan : 36 ⁄

Konversi ke sistem MKS

36 km⁄jam = 36 ∙ km = 36 ∙ 1000m = 10 m = 10 m⁄s
jam 3600s s

Konversi ke sistem CGS

36 km⁄jam = 36 ∙ km = 36 ∙ 100.000cm = 1000 cm = 1000 cm⁄s
jam 3600s s

5. Konversi ke sistem MKS hasil pengukuran massa jenis: 0,8 ⁄ 3

0,8 ⁄ 3 = 0,8 ∙ = 0,8 ∙ 10100 = 0,8 ∙ 1.000.000 = 800 = 800 ⁄ 3
3 10001.000 3 1.000 3 3

Konversi ke sistem CGS : 800 ⁄ 3

800 ⁄ 3 = 800 ∙ = 800 ∙ 1000 = 0,8
3 1000.000 3 3

6. Konversi ke sistem MKS hasil pengukuran energi : 7200 2
2
1 1
7200 2 = 7200 ∙ . 2 = 7200 ∙ 1000 . 10.000 2 = 0,00072 . 2
2 2 2
2

Menampilkan data berdasarkan notasi ilmiah.
Ketika anda harus menuliskan hasil pengukuran suatu besaran yang sangat besar,
misalnya massa bumi atau massa matahari, atau hasil pengukuran suatu besaran
yang sangat kecil, seperti massa electron, maka penulisannya sangat panjang. Oleh
karena itu dibutuhkan cara penulisan sederhana berdasarkan :

Bentuk notasi ilmiah: × 10
dalam hal ini :
a : adalah bilangan yang harganya 1 ≤ a < 10
n : bilangan bulat (positip atau negatip). Dalam hal ini 10n disebut orde
contoh :

- Bilangan 23000000 kg kalau ditulis dengan notasi ilmiah adalah 2,3.107 kg
Dalam hal ini banyaknya angka penting adalah 2, yaitu 2 dan 3 sedangkan ordenya
adalah 107

- Bilangan 0,00000523 cm kalau ditulis dengan notasi ilmiah adalah 5,23.10-6 cm
- Dalam hal ini banyaknya angka penting adalah 5, 2, dan 3 sedangkan ordenya adalah

10-6

Berikut ini adalah langkah untuk menyatakan hasil pengukuran ke dalam bentuk
baku. Untuk mempermudah perlu diingat konsep matematika berikut ini!

1 = −


Fisika SMP_Pengukuran Page | 4

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

Tabel 1.5. Langkah menyatakan hasil pengukuran ke dalam bentuk notasi ilmiah

1. 10 m = 1 × 10 m = 1 × 101 m, karena 10 = 101

2. 2 00 m = 2 × 100 m = 2 × 102 m, karena 100 = 102

3. 4000 m = 4 × 1000 m = 4 × 103 m

4. 15 km = 15000 m = 15 × 1000 m = 15 × 103m = (1,5 × 101) × 103

= 1,5 × 101+3m = 1,5 × 104m

5. 1m2 = 1 × m × m = 1 × 100cm × 100cm = 1 × 102cm × 102cm
= 1 × 102+2cm2 = 1 × 104cm2

6. 0,1 m = 1 m = 1 × 10−1m
10
= 2 m = 2 × 1 m = 2 × 10−1m
7. 0,2 m 10 10

8. 0,1 m = 1 m = 1 × 10−1m
10
9. 560 3 = 560 × dm × dm × dm = 560 × 1 m × 1 m × 1 m
10 10 10
= 560 × 10−1m × 10−1m × 10−1m = 560 × 10−3m3

= (5,6 × 102) × 10−3m3 = 5,6 × 10−1 m3

10. 40 gr = 40 × 1 kg = 40 × 1 kg = 40 × 10−3kg = (4 × 101) × 10−3
103
1000

= 4 × 101−3kg = 4 × 10−2kg

Manfaat

1. Mudah menentukan banyaknya angka penting dari besaran yang diukur,
2. Mudah menentukan orde besaran yang diukur
Mudah melaksanakan perhitungan.

D. DIMENSI
Dimensi adalah suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun

dari besaran – besaran pokok. Setiap besaran dapat dinyatakan ke dalam sebuah
dimensi. Dimensi yaitu simbul dari suatu besaran yang dinyatakan ke dalam
besaran pokok. Dengan diketahui rumus sebuah besaran, berarti dapat diketahui
rumus dimensi besaran tersebut.
Manfaat Dimensi:

1. Membuktikan dua besarsan fisis setara atau tidak.
2. Menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar.
3. Menurunkan persamaan suatu besaran.
Metode penjabaran dimensi:
1. Dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri
2. Setiap suku berdimensi sama
Di bawah ini ditunjukkan beberapa contoh dimensi besaran turunan yang
sederhana, misalnya :

- volume adalah hasil kali besaran panjang (L), lebar (L), dan tinggi (L).
Jadi dimensi volume = [L] x [L] x [L] = [L3]

- massa jenis adalah besaran massa (M) dibagi besaran volume(L3)
Jadi dimensi massa jenis = [M]/[L3] =[ML-3]

- kecepatan adalah besaran perpindahan (L) dibagi waktu(T)
Jadi dimensi kecepatan = [L] / [T] = [LT-1]

- percepatan adalah besarnya perubahan kecepatan(LT-1) dibagi waktu(T)
Jadi dimensi percepatan =[LT-1] / T = [LT-2]

Catatan :
- Dalam menurunkan rumus dimensi, angka di depan rumusan tidak perlu
ditulis,tetapi kalau bilangan berupa pangkat harus ditulis.

Fisika SMP_Pengukuran Page | 5

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

- Dua besaran atau lebih bisa dijumlahkan/dikurangkan jika besaran itu
berdimensi sama.(misal besaran usaha dan energi)

- Dua besaran yang dimensinya berbeda tidak boleh dijumlahkan/dikurangkan
(contoh besaran luas dan besaran volume)

Tabel 1.6. Besaran dan persamaan besaran turunan

Besaran turunan Rumus

Luas = ( ) × ( )
Volume = ( ) × ( ) × ( )
Kelajuan/Kecepatan = / ℎ ( )

Percepatan ( )
Massa jenis
= ( )
Gaya
Energi ( )

= ( )

( )

= ( ) × ( )
= ( ) × ( ) × (ℎ)

Usaha = ( ) × ℎ ( )

Contoh:
- Rumus Energi kinetik (EK) adalah EK = ½mv2. Dalam hal ini, m adalah massa
dengan dimensi M dan v adalah kecepatan dengan dimensi LT-1. Jadi dimensi
energi kinetik (EK) adalah = [M][LT-1]2 =[ML2T-2].
- Hanya bearan-besaran yang dimensinya sama dapat
dijumlahkan/dikurangkan. Contoh : usaha dapat dijumlahkan dengan energi
sebab usaha dan energi mempunyai dimensi yang sama.
- Besaran-besaran yang dimensinya berbeda tidak bisa dijumlahkan maupun
dikurangkan. Misal panjang tidak boleh dijumlahkan dengan waktu karena
panjang dan waktu dimensinya berbeda.

Contoh membuktikan persamaan dengan analisis dimensi
1. Membuktikan persamaan Luas. 2. Membuktikan kebenaran persamaan kelajuan

= × Persamaan kelajuan adalah = ( )
Satuan m2 sehingga dimensi luas [ ]2
( )

Satuan kelajuan adalah m/s sehingga diperoleh

Dimensi dari panjang : [L] dimensi dari kelajuan : [L] = [L][T]−1
Dimensi dari lebar : [L] [T]
Maka:
Luas : panjang × lebar Dimensi dari jarak : [L]
Dimensi dari waktu : [T]
[ ] : [ ]. [ ]
Maka
[ ] : [ ]
Terbukti . = ( )

( )

[ ][ ]− = [ ]
[ ]

[ ][ ]− = [ ][ ]−

Terbukti.

Fisika SMP_Pengukuran Page | 6

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

3. Membuktikan kebenaran persamaan 4. Membuktikan kebenaran persamaan gaya

percepatan Persamaan gaya adalah

Persamaan percepatan adalah = ( ) × ( )

= ( ) Satuan gaya adalah newton(N) atau kg .m
s2
( ) Sehingga diperoleh dimensi dari

Satuan percepatan adalah m/s2 [M][L]
[T]2
Sehingga diperoleh dimensi dari gaya : = [M][L][T]−2

percepatan : [L] = [L][T]−2
[T]2

Dimensi dari kelajuan : [L][T]−1 Dimensi dari massa : [M]
Dimensi dari waktu : [T] Dimensi dari percepatan : [L][T]−2
Maka Maka

= ( ) = ( ) × ( )
[ ][ ][ ]− = [ ]. [ ][ ]−
( ) Tebukti

[ ][ ]− = [ ][ ]−

[ ]

[ ][ ]− = [ ][ ]− . [ ]−
[ ][ ]− = [ ][ ]−
Terbukti.

E. Aturan penulisan angka penting
Ada beberapa aturan penulisan angka penting, yaitu :
a) Semua angka bukan nol adalah angka penting.
Contoh : 54,76 : 4 angka penting
b) Angka nol yang berada di antara angka bukan nol adalah angka penting
Contoh : 307 : 3 angka penting, 25007 : 5 angka penting
c) Angka nol di depan angka bukan nol yang pertama adalah bukan angka
penting.
Contoh :
- 0,0021 : 2 angka penting,
- 0,21 : 2 angka penting
d) Angka nol di belakang angka bukan nol yang terakhir adalah angka penting,
kecuali jika angka sebelumnya diberi tanda garis bawah
Contoh :
- 26500 : 5 angka penting,
- 26500 : 3 angka penting,
- 26500 : 4 angka penting
Catatan :
- Penerapan tiga contoh pada butir d) di atas dapat digunakan sebagai acuan
pada saat kita mengubah satuan dari suatu hasil pengukuran. Contoh :
Panjang pensil diukur menggunakan mistar dengan skala terkecil mm adalah
8,32 cm ( 3 angka penting). Jika hasil ukur itu diubah ke satuan μm (mikro
meter) akan menjadi 83200 μm (1cm=104μm) . Karena angka ini berubah
akibat perubahan satuan, namun banyak angka penting tidak berubah, yaitu
tetap tiga angka penting. Untuk menunjukkan bahwa itu tetap tiga angka
penting, maka angka penting yang terakhir harus diberi tanda garis bawah,
yaitu menjadi 83200 μm (tiga angka penting), atau ditulis dalam bentuk
notasi ilmiah menjadi 8,32 x 104 μm. Bagaimana cara menuliskan notasi
ilmiah, nanti akan dibicaran tersendiri.

Fisika SMP_Pengukuran Page | 7

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

F. Aturan Pembulatan Angka Penting
Dalam penjumlahan/pengurangan maupun perkalian/pembagian dua hasil

ukur (dua bilangan yang mengandung angka penting), biasanya dilakukan
pembulatan bilangan sesuai kebutuhan. Beberapa aturan dalam pembulatan
bilangan, antara lain :
a) Jika angka di belakang batas pembulatan lebih dari 5, maka pembulatannya

ke atas
Contoh 1

Panjang pensil adalah 5,68 cm
Jika dibulatkan sampai angka desimal pertama (sepersepuluhan) menjadi : 5,7 cm
Penjelasan :
Batas pembulatannya pada desimal pertama yaitu angka 6. Karena di belakang
batas pembulatan adalah angka 8 yang lebih besar dari 5, maka pembulatannya ke
atas, yaitu dari 5,68 cm menjadi 5,7 cm.
Contoh 2
Perkalian dari dua bilangan menghasilkan bilangan : 28,438976
Jika bilangan itu dibulatkan hingga sampai angka puluhan, maka menjadi 30
Penjelasan :
Batas pembulatannya sampai angka puluhan, yaitu angka 2.
Karena di belakang batas pembulatan adalah angka 8 sedangkan angka 8 adalah di
atas 5, maka pembulatannya adalah ke atas yaitu dari 28,438976 menjadi 30
Contoh 3
Pembagian dari dua bilangan menhasilkan angka 26741,539
Jika dibulatkan sampai angka ribuan, maka menjadi : 28000
Penjelasan :
Batas pembulatannya sampai angka ribuan, yaitu pada angka 6
Karena di belakang batas pembulatan adalah angka 7 sedangkan angka 7 adalah di
atas 5, maka pembulatannya adalah ke atas, yaitu dari 26741,539 menjadi 28000

b) Jika angka di belakang batas pembulatan kurang dari 5, maka pembulatannya
ke bawah
Contoh 1
Panjang pensil adalah 5,63 cm
Jika dibulatkan sampai angka desimal pertama (sepersepuluhan) menjadi : 5,6 cm
Penjelasan :
Batas pembulatannya pada desimal pertama yaitu angka 6. Karena di belakang
batas pembulatan adalah angka 3, sedangkan angka 3 adalah lebih kecil dari 5,
maka pembulatannya ke bawah, yaitu dari 5,63 cm menjadi 5,6 cm.
Contoh 2
Perkalian dari dua bilangan menghasilkan bilangan : 14,37896
Jika bilangan itu dibulatkan hingga sampai angka puluhan, maka menjadi 10
Penjelasan :
Batas pembulatannya sampai angka puluhan, yaitu angka 1.
Karena di belakang batas pembulatan adalah angka 4, sedangkan angka 4 adalah
lebih kecil dari 5, maka pembulatannya adalah ke bawah yaitu dari 14,37898
menjadi 10
Contoh 3
Pembagian dari dua bilangan menhasilkan angka 27341,539
Jika dibulatkan sampai angka ribuan, maka menjadi : 27000
Penjelasan :

Fisika SMP_Pengukuran Page | 8

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

Batas pembulatannya sampai angka ribuan, yaitu pada angka 7
Karena di belakang batas pembulatan adalah angka 3, sedangkan angka 3 adalah
lebih kecil dari 5, maka pembulatannya adalah ke bawah , yaitu dari 27341,539
menjadi 27000

c) Jika angka di belakang batas pembulatan sama dengan 5, maka pembulatan
menuju ke batas pembulatan bilangan genap (jadi bisa dibulatkan ke bawah
atau ke atas)
Contoh 1
Panjang pensil adalah 5,65 cm
Jika dibulatkan sampai angka desimal pertama (sepersepuluhan) menjadi : 5,6 cm
Penjelasan :
Batas pembulatannya pada desimal pertama yaitu angka 6. Karena di belakang
batas pembulatan adalah angka 5,maka pembulatannya menuju bilangan genap (
ke bawah), yaitu 5,68 cm menjadi 5,6 cm.
Contoh 2
Perkalian dari dua bilangan menghasilkan bilangan : 15,57896
Jika bilangan itu dibulatkan hingga sampai angka puluhan, maka menjadi 20
Penjelasan :
Batas pembulatannya sampai angka puluhan, yaitu angka 1.
Karena di belakang batas pembulatan adalah angka 1 adalah ganjil, maka harus
dibulatkan ke atas menjadi 20
Contoh 3
Pembagian dari dua bilangan menhasilkan angka 27541,539
Jika dibulatkan sampai angka ribuan, maka menjadi : 28000
Penjelasan :
Batas pembulatannya sampai angka ribuan, yaitu pada angka 7
Karena di belakang batas pembulatan adalah angka 5, sedangkan batas
pembulatannya adalah bilangan gajil (7), maka harus dibulatkan ke atas menuju
bilangan genap, yaitu 28000.

G. ALAT UKUR FISIKA
1. Mistar
Mistar dan pita ukur merupakan alat ukur besaran panjang. Pada
umumnya skala mistar dan pita ukur adalah sentimeter dan millimeter. Jarak
terdekat antara dua gores panjang dan jarak terdekat antara dua gores
pendek mengandung makna sebagai berikut:
a) Jarak antara dua gores panjang yang berdekatan adalah 1 cm.
b) Jarak antara dua gores pendek yang berdekatan adalah 0,1 cm.
Jarak antara dua goresan berdekatan pada mistar menyatakan skala terkecil
dan menunjukkan ketelitian mistar. Mistar memiliki skala terkecil 1 mm atau
0,1 cm sehingga ketelitiannya 1mm atau 0,1 cm.
Cara menggunakan

Fisika SMP_Pengukuran Page | 9

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

- Letakkan mistar di atas obyek yang diukur.
- Pastikan skala nol mistar berhimpit dengan ujung benda yang diukur.
- Perhatikan skala yang terdapat pada ujung satunya. Tentukan skala yang

berhimpit dengan obyek.
- Catat hasil pengukuran.
2. Jangka sorong

Jangka sorong merupakan alat ukur besaran panjang atau diameter
suatu benda hingga ketelitian 0,01 cm.

Jangka sorong terdiri dari beberapa bagian antara lain:
1) Rahang bawah : untuk mengukur diameter luar suatu benda dan ketebalan

suatu benda.
2) Rahang atas : untuk mengukut diameter dalam sebuah benda.
3) Pengukur kedalaman : untuk mengukur ke dalaman lubang.
4) Skala utama ( sentimeter )
5) Skala utama ( inchi )
6) Skala nonius ( mm )
7) Skala nonius ( inchi )
8) Pengunci

Perhatikan gambar 1.3! Jarak
terdekat antara dua gores panjang
dan jarak terdekat antara dua gores
pendek.
a) Jarak antara dua gores panjang

yang berdekatan adalah 1 cm.
b) Jarak antara dua gores pendek

yang berdekatan adalah 0,1 cm
atau 1 mm.

Skala utama terdapat pada
rahang tetap, sedangkan skala nonius
terdapat pada rahang geser. Hasil pengukuran dari jangka sorong didapatkan
dari pembacaan skala utama dan skala nonius.

Menentukan skala terkecil:

a) Jarak antara dua garis pendek berdekatan pada skala utama bernilai 0,1 cm.
b) 0,1 cm pada skala utama ini diwakili oleh 10 skala pada skala nonius.
c) 1 skala nonius menunjukkan nilai terkecil atau ketelitian jangka sorong

adalah

ketelitian = skala terkecil rahang tetap

jumlah skala nonius

ketelitian = 0,1 cm = 0,01 cm

10

Fisika SMP_Pengukuran Page | 10

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

d) Ketidakpastian jangka sorong
ketidakpastian = 1 × skala terkecil

2

ketidakpastian = 1 × 0,01 cm = 0,005 cm = 0,05mm

2

Cara menggunakan jangka sorong:
a) Kalibrasi: periksa kedudukan nol, dengan menutup rapat rahang jangka

sorong dan melihat posisi angka nol pada skala utama dan skala nonius. Jika
garis pada skala utama membentuk garis lurus dengan skala nonius maka
dapat dikatakan tidak ada kesalahan nol.
b) Angka nol pada skala nonius digunakan sebagai penunjuk angka pada
skala utama.
c) Rapatkan rahang jangka sorong pada objek. Kunci skala dengan memutar
tombol yang ada di atas rahang geser. Hal ini dilakukan untuk mencegah
terjadinya pergeseran (perubahan) pada saat pembacaan.
d) Cara membaca.
Perhatikan gambar 1.3 di atas!

= ( + × 0,01)
o Lihat angka pada skala utama yang ditunjuk oleh angka nol pada skala

nonius. Angka yang ditunjuk oleh angka nol pada skala nonius adalah 3,7
lebih, artinya 3,7…. Titik-titik tersebut dapat diketahui nilainya dengan
melihat skala nonius yang berhimpit pada skala utama.
o Skala nonius yang berhimpit pada skala utama adalah skala ke 3.
o Maka

Hasil yang ditunjukkan gambar 1.3 adalah
= (3,7 … + 3 × 0,01) = 3,73

3. Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup merupakan alat ukur besaran panjang atau

ketebalan benda hingga ketelitian 0,01 mm.

Mikrometer sekrup terdiri dari beberapa bagian antara lain: Page | 11
1) Rahang tetap
2) Rahang geser.
3) Selubung tetap
4) Selubung putar.
5) Skala utama
6) Skala nonius

Fisika SMP_Pengukuran

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

7) Pemutar.
8) Pengunci

Perhatikan jarak terdekat antara dua gores di atas batas horisontal dan
jarak terdekat antara dua gores berseberangan pada gambar 1.5 !
a) Jarak antara dua gores di atas batas

horisontal berdekatan adalah 1 mm.
b) Jarak antara dua gores pendek

berseberangan adalah 0,5 mm.
c) Skala utama terdapat pada

selubung tetap, sedangkan skala
nonius terdapat pada selubung
putar. Hasil pengukuran dari
mikrometer sekrup didapatkan dari
pembacaan skala utama dan skala
nonius.

Menentukan skala terkecil:

a) Jarak antara dua garis pendek besebrangan pada skala utama bernilai 0,5
mm.

b) 0,5 mm pada skala utama ini diwakili oleh 50 skala pada skala nonius.
c) 1 skala nonius menunjukkan nilai terkecil atau ketelitian mikrometer

sekrup adalah
ketelitian = skala terkecil rahang tetap

jumlah skala nonius

ketelitian = 0,5 mm = 0,01 mm

50

d) Ketidakpastian mikrometer sekrup
ketidakpastian = 1 × skala terkecil

2

ketidakpastian = 1 × 0,01 mm = 0,005 mm

2

Cara menggunakan mikrometer sekrup:Kalibrasi ( periksa kedudukan nol ).

a) Dengan menutup rapat rahang mikrometer sekrup dan melihat posisi angka
nol pada skala utama dan skala nonius. Jika garis pada skala utama
membentuk garis lurus dengan skala nonius maka dapat dikatakan tidak
ada kesalahan nol.

b) Rapatkan rahang mikrometer sekrup pada objek. Kunci skala dengan
memutar tombol pengunci. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya
pergeseran (perubahan) pada saat pembacaan.

Cara membaca.

= ( + × 0,01)
o Lihat angka pada skala utama yang ditunjuk oleh angka nol pada skala

nonius. Angka yang ditunjuk oleh angka nol pada skala nonius adalah 3
lebih, artinya 3,…. Titik-titik tersebut dapat diketahui nilainya dengan
melihat skala nonius yang berhimpit pada sumbu horisontal.
o Skala nonius yang berhimpit pada sumbu horisontal adalah skala ke 22.
o Maka

Fisika SMP_Pengukuran Page | 12

_Aku Suka, aku bisa Fisika _
Hasil yang ditunjukkan gambar di atas adalah

= (3, … + 22 × 0,01) = 3,22
4. Neraca

Neraca merupakan alat ukur besaran massa.

Neraca terdiri dari beberapa bagian antara lain:
1) Lengan beban (objek)
2) Lengan pemberat
3) Pusat kesetimbangan ( pusat rotasi)
4) Tombol kalibrasi
Prinsip neraca adalah kesetimbangan. Berlaku hukum tentang

kesetimbangan. Hukum newton pertama: ⅀ = 0 ⅀ = 0, artinya total
gaya yang bekerja sama dengan nol. Gaya yang bekerja pada timbangan ini
ditimbulkan oleh massa benda yang berada pada lengan beban dan massa
pemberat yang berada di lengan pemberat. Jika beban dan pemberat memiliki
berat yang sama, maka akan terjadi kesetimbangan.
Perhatikan gambar berikut!

Cara menggunakan neraca:
a) Kalibrasi: periksa kedudukan nol. Dengan melihat apakah penunjuk sudah

tepat menunjuk skala nol sebelum objek di letakkan pada lengan objek. Jika
belum, lakukanlah proses kalibrasi dengan memutar tombol kalibrasi
sampai jarum menunjuk angka nol.
b) Letakkan objek pada lengan objek.
c) Kemudian geser pemberat sampai jarum penunjuk kembali menunjuk
angka nol. Gunakan pemberat pada lengan belakang bernilai ratusan gram,
kemudian lengan tengah bernilai puluhan gram hingga paling depan satuan
gram.

Fisika SMP_Pengukuran Page | 13

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

d) Cara membaca.
= 300 gram + 70 gram + 5,4 gram = 375,4 gram

Untuk neraca 4 lengan prinsip untuk membaca hasil sama dengan neraca
3 lengan. Jumlahkan semua angka yang ditunjuk oleh skala pada lengan
pemberat.

5. Thermometer
Thermometer merupakan alat ukur besaran suhu. Suhu adalah

tingkatan panas/derajat panas. Satuan untuk suhu: Celcius, Fahrenheit,
Reamur, Kelvin, dan Rankin.
Thermometer terdapat beberapa macam:
1. Termometer air raksa 2. Thermometer gas

3. Thermometer inframerah 4. Thermometer digital

6. Kalibrasi thermometer raksa.
Keuntungan menggunakan cairan raksa :
1) Pemuaian merata
2) Raksa peka terhadap perubahan suhu sehingga dapat menunjukkan
perubajan suhu dengan cepat.
3) Raksa tidak membasahi dinding kaca pada saat memuai atau menyusut
sehingga tidak mengganggu pembacaan.
4) Titik bekunya rendah (-400C) dan titik didihnya tinggi (3570C) sehingga
dapat mengukur suhu yang relative rendah atau ringgi.
5) Warnanya yang mengilap memudahkan pembacaan skala.

Cara peneraan termometer:
a) Menentukan titik tetap bawah (TTB) dengan menempatkan termometer

pada es yang sedang mencair.
b) Menentukan titik tetap atas (TTA) dengan menempatkan termometer pada

air yang sedang mendidih.
c) Membagi skala menjadi beberapa skala, sesuai dengan satuan yang ingin

digunakan seperti: Celcius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin, dan Rankin.
d) Memperluas skala di bawah TTB dan di atas TTA.

Fisika SMP_Pengukuran Page | 14

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

Konversi satuan suhu:

∆ = ∆ = ∆ = ∆ = ∆


7. Pengukur waktu
Stopwatch merupakan

alat ukur besaran waktu.
Stopwatch memiliki ketelitian
0,1 sekon. Stopwatch memiliki
dua jarum yaitu jarum panjang
dan jarum pendek. Skala yang
ditunjuk oleh jarum panjang
nilainya 1 sekon. Sedangkan
skala yang ditunjuk oleh jarum
pendek nilainya 1 menit. Skala
terkecil pada stopwach adalah
0,02 sekon.
Cara menggunakan
Sebelum stopwatch digunakan
semua jarum penunjuk harus
menunjuk angka nol. Untuk
memuli pengukuran, tekan
tombol start, untuk mengakhiri
pengukuran tekan tombol stop,
dan untuk mengembalikan ke
posisi nol tekan tombol reset.

8. Voltmeter, ampere meter, ohm meter dan multi meter.
Sebuah kumparan berada dalam medan magnet tetap. Jika arus mengalir

melalui kumparan, torka yang ditimbulkan akan menyebabkan kumparan
berputar. Putaran ini diimbangi oleh torka dari pegas yang terpasang pada
kumparan. Pada keadaan setimbang, posisi dari kumparan ditunjukkan dengan
jarum. Pada alat medan magnet, luas kumparan dan jumlah lilitan bernilai tetap.
Karena itu simpangan jarum dapat dijadikan indikator besarnya kuat arus.
Cara menggunakan mengukur tegangan DC.

Fisika SMP_Pengukuran Page | 15

_Aku Suka, aku bisa Fisika _
o Cek posisi jarum penunjuk. Bila jarum tidak menunjuk nol, gunakan oberng

pada penyetel jarum penunjuk, untuk mengatur kedudukan jarum tersebut.

o Pengukuran dilakukan dengan menghubungkan batang penyidik ( jarum
indikator) pada rangkaian.

o Untuk voltmeter dirangkai secara parallel terhadap elemen listrik yang akan
diukur tegangannya, sedangkan amperemeter dirangkai secara seri
terhadap elemen listrik yang akan diukur kuat arusnya.

o R adalah lampu
o Atur batas ukurnya agar tampilan/simpangan jarum penunjuk dapat dibaca

dengan baik. Pengaturan batas ukur tidak boleh lebih kecil dari tegangan
yang diukur.
o Bacalah kedudukan simpangan jarum pada skala yang sesuai. Pembacaan
dilakukan secara tegak lurus. Hal ini ditandai dengan tidak adanya bayangan

pada cermin.

o Nilai hasil pengukurannya didapat dengan persamaan

= × ( )



Fisika SMP_Pengukuran Page | 16

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

H. Metode ilmiah
Metode ilmiah merupakan cara untuk memecahkan masalah yang dihadapi

melalui tahapan – tahapan tertentu. Tahapan metode ilmiah adalah sebagai
berikut.

1. Merumuskan masalah
Bertujuan untuk memperjelas dan membatasi masalah yang akan dipecahkan.

2. Mengumpulkan keterangan ( data)
Mengumpulkan data sebanyak mungkin melalui literasi, buku – buku,
literature, observasi lapangan.

3. Menyusun dugaan (hipotesis)
Hasil observasi atau pengumpulan data membuat kita mempunyai dugaan
terhadap jawaban permasalahan.

4. Melakukan percobaan untuk menguji dugaan
Variable adalah faktor yang berpengaruh terhadap hasil percobaan.
a. Variable control/parameter adalah faktor yang dibuat sama persis dan
terkendali
b. Variable bebas adalah faktor yang sengaja dibuat bervariasi untuk
menentukan jawaban.
c. Variable terikat faktor yang menjadi akibat dari variable bebas.
d. Variable pengganggu adalah faktor yang menyebabkan respon yang
berbeda dari harapan.

5. Membuat kesimpulan

6. Menguji kesimpulan dengan percobaan ulang
Contoh :
a) Persoalan
Pewarna merah minuman dapat membahayakan kesehatan, misalnya
alergi, asma, kerusakan sistem urin, bahkan memicu kanker. Pemerintah
telah menetapkan pewarna minuman merah yang diperbolehkan terbuat
dari Eritrosine CI 16035, Eritrosine CI 16035-Carmoisine CI 14720,
Carmoisine CI 14720, dan Ponceau 4R CI 16255 [Wenninger et all, 2000;
Menkes RI, 1998].

Fisika SMP_Pengukuran Page | 17

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

b) Merumuskan masalah
1) Memperjelas dan membatasi masalah yang akan diperecahkan.
2) Bagaimana cara mengidentifikasi keberadaan pewarna merah jenis
tertentu dalam sampel minuman menggunakan Detektor Emission
Spectrometer?
3) Bagaimana cara mengukur konsentrasi pewarna merah dalam sampel
minuman menggunakan Detektor Colorimeter?
4) Berapa konsentrasi pewarna merah minuman dalam sampel diukur
menggunakan Detektor Colorimeter?

c) Mengumpulkan data
Penelitian ini terbatas pada mengidentifikasi keberadaan jenis pewarna
merah dan pengukuran konsentrasi pewarna merah yang terkandung dari
suatu sampel minuman berwarna merah mencolok. Standar yang
digunakan merupakan pewarna merah Eritrosine CI 16035, Eritrosine CI
16035-Carmoisine CI 14720, Carmoisine CI 14720, dan Ponceau 4R CI
16255. Sampel merupakan minuman berwarna merah mencolok yang
dijual dipasaran dalam bentuk cairan. Pewarna makanan berwana hijau
Tartazine CI 19140 digunakan sebagai pembanding untuk menunjukkan
pola serapan pewarna merah dengan pewarna selain merah.

d) Menyusun hipotesis
Pewarna merah yang dijual dipasaran merupakan pewarna merah yang
diijinkan oleh pemerintah.Penggunaan pewarna merah minuman yang
dijual dipasar masih dalam batas aman.

e) Melakukan percobaan atau eksperimen
1) Variable control : variable yang dibuat sama persis, seragam dan
terkendali.
2) Variable bebas : faktor yang sengaja dibuat bervariasi untuk
menemukan jawaban dari pertanyaan.
3) Variabel terikat : faktor yang menjadi akibat dari variable control.

f) Membuat kesimpulan dan menguji ulang

Fisika SMP_Pengukuran Page | 18

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

SOAL LATIHAN PG 6. Massa jenis minyak yang sering
1. Perhatikan tabel berikut!
digunakan adalah 0,8 gr⁄cm3. Bila
massa jenis ini dinyatakan dalam
satuan SI, nilainya ialah…
A. 8 × 102 kg⁄m3

B. 8 × 103 kg⁄m3
C. 8 × 10−2 kg⁄m3
D. 8 × 10−3 kg⁄m3

Pasangan yang benar untuk besaran 7. Jika panjang sebuah meja (2 × 102) m
pokok dan satuannya adalah… dan lebar nya adalah (2 × 103) m,
A. 1,3,5 maka luas meja tersebut…
B. 2,3,4 A. 4 × 102 m2
C. 2,4,5 B. 4 × 103 m2
D. 1,2,5 C. 4 × 104 m2
D. 4 × 105 m2
2. Besaran turunan yang diperoleh dari
besaran pokok panjang adalah … 8. Massa jenis air 1,0 gr⁄cm3 dan massa
A. Gaya dan massa jenis jenis minyak adalah 0,92 gr⁄cm3.
B. Luas dan volume Berdasarkan pernyataan tersebut
C. Daya dan tegangan maka.
D. Kecepatan dan percepatan i. pada volume yang sama, air lebih
berat daripada minyak.
3. Jarak rumah Anton ke sekolahnya ii. minyak terapung di atas air
adalah 10,5 km. Jika dituliskan dalam iii. minyak tenggelam dalam air
SI, jarak tersebut adalah… kesimpulan yang paling tepat menurut
A. 105 m anda adalah…
B. 1.050 m A. I
C. 10.500 m B. i dan ii
D. 105.000 m C. i, ii, dan iii
D. semua benar
4. Massa sebuah benda sebesar 375
gram. Apabila dinyatakan dalam 9. Dika mengukur panjang balok
kilogram, nilainya adalah… menggunakan mistar seperti gambar!
A. 3,75 × 10−4 kg
B. 3,75 × 10−3 kg
C. 3,75 × 10−2 kg
D. 3,75 × 10−1 kg

5. Setiap hari Arif berolahraga selama 15 Hasil pengukuran panjang balok
menit. Waktu tersebut jika dinyatakan tersebut adalah…
dalam sekon adalah… A. 3,1 cm
A. 6 × 101 sekon B. 3,2 cm
B. 1,5 × 102 sekon C. 3,3 cm
C. 9 × 102 sekon D. 3,4 cm

D. 1,2 × 103 sekon

Fisika SMP_Pengukuran Page | 19

10. Perhatikan gambar berikut ini! _Aku Suka, aku bisa Fisika _

13. Perhatikan gambar hasil pengukuran
menggunakan jangka sorong berikut
ini!

Hasil pengukuran panjang
menggunakan mistar adalah...
A. 16 cm
B. 12,5 cm Panjang benda yang diukur adalah…
A. 0,70 cm
C. 3,5 cm B. 0,71 cm
D. 3 cm C. 0,72 cm
D. 0,73 cm
11. Perhatikan alat ukur yang digunakan
untuk mengukur diameter benda 14. Perhatikan gambar berikut!
berikut!

Diameter terukur oleh proses Volume benda P tersebut adalah…
pengukuran tersebut adalah… A. 10 ml
B. 15 ml
C. 35 ml
D. 50 ml

15. Perhatikan gambar di bawah ini!

12. Ketika panjang sebuah benda diukur Volume benda batu tersebut adalah…
A. 20 ml
menggunakan jangka sorong, tampak B. 30 ml
posisi skala utama dan skala nonius C. 40 ml
jangka sorong tersebut adalah seperti D. 50 ml
pada gambar di bawah ini!

Panjang benda yang diukur adalah… 16. Geta melakukan pengukuran diameter
A. 3,70 cm kawat tembaga dengan menggunakan
B. 3,71 cm alat di bawah ini.Hasil pengukuran
C. 3,72 cm ditunjukkan oleh skala pada alat yang
D. 3,73 cm terlihat dalam gambar berikut!

Fisika SMP_Pengukuran Page | 20

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

Hasil pengukuran diameter kawat 20. Perhatikan gambar berikut ini!
tersebut adalah....
A. 3,20 mm
B. 3,21 mm
C. 3,22 mm
D. 3,23 mm

17. Hasil ukuran yang Dari hasil penimbangan tersebut,
ditunjukkan oleh besar massa benda P adalah…
A. 511 g
mikrometer B. 610 g
sekrup di bawah C. 1550 g
ini adalah… D. 1560 g
A. (2,85 ± 0.005)
21. Perhatikan gambar timbangan di
mm bawah ini!
B. (2,75 ± 0.005) mm
C. (2,85 ± 0.01) mm
D. (2,75 ±0.05) mm

18. Berdasarkan pengukuran terhadap
massa sebuah benda dengan
menggunakan neraca tiga lengan,
diperoleh data sebagai berikut.

Hasil pengukuran massa benda Cici menimbang kotak logam yang di
tersebut adalah… massa benda letakkan pada A. Supaya neraca dalam
A. 20 gram keadaan setimbang, Cici meletakkan
B. 21 gram beberapa anak timbangan di B (
C. 200 gram seperti pada gambar). Besar massa
D. 221 gram kotak logam adalah…
A. 1,65 kg
19. Hasil pengukuran B. 1,55 kg
berikut ini adalah… C. 1,515 kg
D. 1,065 kg

22. Hasil pengukuran ditunjukkan oleh
ampere meter seperti pada gambar
berikut adalah…

A. 162,7 gram A. 0,22 A
B. 60 gram B. 0,88 A
C. 2 gram C. 4,4 A
D. 162,68 gram D. 440 mA
Fisika SMP_Pengukuran
Page | 21

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

23. Perhatikan A. 5 detik 15 menit
gambar alat ukur B. 5 menit 15 detik
berikut ini! Hasil C. 5,10 menit
pengukuran D. 15,8 menit
menggunakan
voltmeter 27. Energi kinetik suatu benda
tersebut adalah… dirumuskan dengan = 1 2.
A. 30 V
B. 250 V 2
C. 150 V
D. 100 V Dalam sistem SI dinyatakan dalam
joule. Dimensi energi kinetik adalah…
24. Jika X adalah lampu, maka A. −1
pemasangan ampermeter dan B. −2
voltmeter yang benar adalah… C. 2 −2
D. −1 −1
25. Perhatikan gambar berikut ini !
28. Gaya tarik – menarik antara dua benda
yang massanya m1 dan m2 dan
terpisah sejauh r dinyatakan dengan :
m1m2
F = G r2

Dengan G adalah suatu konstanta

maka dimensi G adalah…

A. −1

B. −1 3 −2

C. −1 −2

D. −2 −2

Selisih waktu antara atlet 1 dan atlet 2 29. Massa jenis air hanya bergantung
yang ditunjukkan oleh stopwatch pada massa m, dan volume benda V.
tersebut adalah… hubungan ini dapat dinyatakan
A. 45 detik dengan
B. 18 detik =
C. 17 detik Nilai x dan y secara berturut – turut
D. 29 detik adalah…
A. 1 dan 2
26. Seorang pelari mencatat waktu B. 1 dan 1
tempuh menggunakan stopwatch C. -1 dan 1
seperti D. 1 dan -1
ditunjukkan
pada gambar 30. Suatu gaya sentripetal memiliki
berikut! Waktu persamaan
tempuh pelari =
tersebut Jika m adalah massa, v adalah
adalah…. kecepatan, r adalah jarak, dan k adalah
konstanta tak berdimensi, maka nilai
x, y, dan z yang memenuhi persamaan
tersebut adalah…

A. 1, 2, 3
B. 1, 2, 1
C. 1, 2, -1
D. 2, 1, 1

Fisika SMP_Pengukuran Page | 22

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

KUNCI 6. A 11. A 16. C 21. A 26. B
7. D 12. D 17. B 22. B 27. C
1. C 8. B 13. D 18. D 23. C 28. B
2. B 9. B 14. B 19. A 24. B 29. D
3. C 10. C 15. D 20. C 25. D 30. C
4. D
5. C

Pembahasan

No 3 No 4

Jarak rumah ke sekolah : 10,5 km Massa : 375 gram

= 10,5 × 1000 m = 375 × 1 = 375 × 1
= 10500 m 103
Jawabannya B 1000

= 375 × 10−3

= 3,75 × 10−1 , jawabannya D

No 7 No 11

Luas = ( × ) m x ( × ) m Jangka sorong menunjuk skala utama diantara 3,1
= 2 × 2 × 102 × 103 dan 3,2 cm. skala nonius yang berhimpit dengan
= 2 × 2 × 102 × 103 skala utama adalah skala ke 9.
= 4 × 102+3
= 4 × 105 Hasil pengukuran dapat dipastikan lebih besar dari 3,1
Jawabannya D cm dan kurang dari 3,2 cm.

Ingat !

= ( + ×
0,01)

= (3,1 + 9 × 0,01)

= (3,1 + 0,09) = , , jawabannya
A

No 15 No 17

Mirkometer sekrup menunjuk skala utama diantara
2,5 mm dan 3,0 mm. skala nonius yang berhimpit
dengan sumbu mendatar adalah skala ke 25. Hasil
pengukuran dapat dipastikan lebih besar dari 2,5 mm
dan kurang dari 3,0 mm.

Ingat !

gambar 1 Menunjukkan gelas ukur yang = ( + ×
0,01)
berisi air 50 ml. Setelah batu dimasukkan,
ruang yang tadinya berisi air diisi oleh batu. = (2,5 + 25 × 0,01)
Akibatnya air tersebut terdesak dan
permukaan air naik hingga menunjuk pada = (2,5 + 0,25) = (2,75)
angka 100 ml seperti gambar 2. Kenaikkan
permukaan air ini sebesar 50 ml. Karena Karena skala ketidakpastian merupakan
batu menyebabkan permukaan air naik.
Artinya volume batu sebesar 50 ml. ketidakpastian = 1 × skala terkecil = 1 × 0,01 mm =
jawabannya D
22

0,005 mm

Berarti hasil pengukurannya

= (2,75 ± 0,005) , jawabannya B

Fisika SMP_Pengukuran Page | 23

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

No 19 No 22

Skala pada neraca menunjukkan angka Dua buah kabel dihubungkan di titik “com” dan 2 A.
100 gram, 60 gram, 2 gram, dan 0,7 gram. Sedangkan jarum penunjuk skala menunjuk angka
Hasil pengukurannya adalah 2,2. Artinya ampere meter yang digunakan memiliki
=(100 + 60 + 2 + 0,7) batas min 0 dan batas maksimal yang dipilih adalah 2 A.
=(162,7) Perhatikan bahwa skala yang ada sebanyak 25. Artinya 2
A dibagi menjadi 25 bagian. Sehingga untuk satu skala
berharga

Jawabannya A 1 = 2 = 1 , Karena jarum penunjuk
25 2
menunjuk angka 20. Maka hasil pengukurannya adalah

No 23 20 × 1 = 20 × 1 = 10 , jawabannya B

2

No 26

Selektor untuk penentu batas maksimum Jarum pendek menunjuk angka 10, sedangkan jarum

menunjuk pada angka 250 V. panjang menunjuk angka 8.

Artinya voltmeter yang digunakan memiliki Perhatikan untuk jarum pendek dari angka nol sampai 5
batas minimum nol dan batas maksimum dibagi menjadi 5 skala. Berarti harga 1 skala adalah 1
yang dipilih adalah 250 V. perhatikan bahwa menit. Sedangkan untuk jarum panjang dari nol sampai 5
skala yang ada sebanyak 10 skala. Artinya dibagi menjadi 5 bagian juga. Berarti 1 skala bernilai 1
250 V dibagi menjadi 10 bagian. Sehingga detik. Karena jarum pendek menunjuk angka 10 dan
untuk satu skala berharga jarum panjang menunjuk angka 8 mala

1 = 250 = 25 Hasil pengukuran
10 menit 8 detik
10 Jawabannya B

Karena jarum penunjuk menunjuk skala ke 6
Maka hasil pengukurannya adalah

6 × 1 = 6 × 25 = 150 ,
jawabannya C

No 27

Energi kinetik suatu benda dirumuskan dengan =



Persamaan energi adalah EK = 1 m v2

2

Satuan energi adalah joule(J) atau kg . 2
s2

Sehingga diperoleh dimensi dari gaya : [M][ ]2 = [M][ ]2[T]−2
[T]2

Dimensi dari massa : [M]

Dimensi dari kecepatan : [L][T]−1

Maka

EK = 1 m v2

2

[M][ ]2[T]−2 [M]{[L][T]−1}2

[M][ ]2[T]−2 [M][ ]2[T]−2

Tebukti, jawabannya C

Fisika SMP_Pengukuran Page | 24

_Aku Suka, aku bisa Fisika _

No 29

massa m dan volume V

= . Nilai x dan y secara berturut – turut adalah

Persamaan massa jenis adalah = m



Satuan massa jenis adalah kg
3

Sehingga diperoleh dimensi dari massa jenis adalah : [M] = [M][ ]−3
[ ]3

Dimensi dari massa : [M]

Dimensi dari volume : [ ]3

Maka

= .

[M][ ]−3 [M] [[ ]3]

[M][ ]−3 [M] [ ]3y

Berarti

1 = x atau x = 1

-3 = 3y atau y = -3/3 = -1
Berarti x dan y secara berturut – turut adalah 1 dan -1., jawabannya D

Fisika SMP_Pengukuran Page | 25


Click to View FlipBook Version