dari 380.000 menjadi 400.000 rpm tergantung pada modelnya.
Fungsinya untuk menghapus sebagian enamel, karang gigi dan plak pada
lubang gigi. Cara pemeliharaan dari alat ini adalah setelah digunakan,
handle sampai bagian ujungnya serta bur didesinfeksi dengan alkhohol
90 %, lalu dikeringkan.
Gambar 2.41 contra angle handpiece
Sumber : dokumentasi pribadi
(5) Low and high speed handpiece, adalah alat yang bekerja dengan
menggunakan bur yang dipasang dibagian ujungnya, kecepatan motor
berkisar dari 0 hingga 5.000, atau 80.000 rpm tergantung pada model.
Handpiece merupakan alat semi kritis, sedangkan burnya termasuk alat
kritis. Fungsinya untuk menghilangkan karies gigi dan melakukan
profilaksis pada gigi. Cara pemeliharaan dari alat ini adalah setelah
digunakan, handle sampai bagian ujungnya serta bur didesinfeksi dengan
alkhohol 90 %, lalu dikeringkan.
Gambar 2.42 low and high speed handpiece
Sumber : dokumentasi pribadi
(6) Saliva ejector, adalah alat yang tangkainya terbuat dari logam atau non
logam, mempunyai dua jenis high dan low suction, bentuknya bulat
memanjang dengan karet diujungnya. Fungsinya untuk menghisap saliva
atau air liur pada kavitas sehingga membuat daerah kerja menjadi
kering. Cara pemeliharaan dari alat ini adalah setelah digunakan, cuci
51
ujungnya dengan air lalu desinfeksi dengan alkhohol 90 %.untuk yang
logam, untuk yang disposable, langsung dibuang.
Gambar 2.43 saliva ejector
Sumber : dokumentasi pribadi
(7) Dental stool, adalah suatu alat dudukan yang terbuat dari busa yang
dilapisi dari kulit dan dapat berputar 360 derajat, kursi tersebut bisa
dinaik turunkan sesuai kenyamanan operator, bentuknya juga bermacam-
macam sesuai dengan kenyamanan operator dalam bekerja. Fungsinya
sebagai tempat duduk bagi operator dalam melakukan pemeriksaan dan
perawatan gigi dan mulut. Cara pemeliharaan dari alat ini setelah
digunakan, desinfeksi seluruh bagian kedudukan dan sandaran dengan
alkhohol 90%.
Gambar 2.44 dental stool
Sumber : dokumentasi pribadi
(8) Separator, adalah alat yang terbuat dari logam, biasanya terletak di
lantai belakang atau samping kiri dental chair. Fungsinya sebagai media
52
penggerak 3 (tiga) sumber gerak pada dental unit. Cara pemeliharaan
dari alat ini adalah dilakukan pemeriksaan separator selama satu bulan
sekali.
(9) Foot controller, alat yang terbuat dari logam atau non logam yang
mempunyai tombol dengan fungsi masing-masing dan digerakkan
dengan kaki operator. Fungsinya adalah untuk mengatur kecepatan
sumber penggerak pada dental unit menggunakan kaki operator. Cara
pemeliharaan dari alat ini periksa foot controller satu bulan sekali dan
bersihkan setelah pemakaian.
Gambar 2.45 foot controller
Sumber : dokumentasi pribadi
(10) Tray assembly, alat yang terbuat dari plastik yang berbentuk persegi
panjang. Fungsinya sebagai tempat untuk meletakkan peralatan yang
dibutuhkan oleh operator selama bekerja. Cara pemeliharaan setelah
digunakan, cukup didesinfeksi dengan alkhohol 90%.
Gambar 2.46 tray assembly
Sumber : dokumentasi pribadi
53
(10) Radiograph viewer, alat yang bentuknya seperti LCD, kegunaannya
untuk melihat hasil foto rontgen pada pemeriksaan gigi. Cara
pemeliharaan setelah digunakan, cukup didesinfeksi dengan alkhohol
90%.
Gambar 2.47 radiograph viewer
Sumber : dokumentasi pribadi
(11) Flushing system, alat yang berbentuk seperti mangkuk besar yang
berlubang dibagian dalamnya, terletak di sebelah kiri pasien.
Kegunaannya untuk mempermudah pasien membuang air kumur selama
pemeriksaan dan perawatan. Cara pemeliharaan setelah digunakan,
bersihkan bowl dan sekitarnya dengan air kemudian desinfeksi dengan
alkhohol 90%.
Gambar 2.48 flushing system
Sumber : dokumentasi pribadi
54
(12) Kompresor, alat yang merupakan sumber udara tekan untuk
keperluan operasional dental chair mounted unit system air jet.
Gambar 2.49 kompresor
Sumber : tokopedia.com
c. Peralatan Diagnostik
Peralatan diagnostik adalah peralatan yang digunakan oleh dokter gigi
untuk pemeriksaan dan menentukan diagnosa. Beberapa alat yang termasuk
dalam peralatan diagnostik diantaranya adalah sebagai berikut.
(1) Kaca mulut, adalah alat yang tangkainya terbuat dari logam dan non
logam dengan ujungnya terdapat kaca berbentuk bulat. Permukaan
kacanya ada 2 (dua) macam, datar dan cembung, dengan diameter
beberapa macam. Alat ini memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah
untuk :
(a) melihat permukaan gigi yang tidak dapat dilihat langsung oleh mata
(b)membantu memperluas daerah kerja dengan menahan pipi, lidah dan
bibir,
(c) mengetahui ada tidaknya lubang (karies),
55
(d)melihat hasil preparasi atau tumpatan
(e) melihat kelainan rongga mulut.
Gambar 2.50 kaca mulut
Sumber : dokumentasi pribadi
Pemeliharaan yang wajib dilakukan pada peralatan ini adalah setelah
selesai dipakai, dicuci bersih lalu dikeringkan, disterilkan, dan disimpan.
Apabila kaca pecah/sudah buram, amakn kaca baru dapat diganti tanpa
mengganti tangkai baru. Untuk yang non logam, maka sekali pemakaian
harus dibuang.
(2) Pinset dental, adalah alat yang terbuat dari stainless steel yang digunakan
untuk menjepit, dengan ujung penjepit melengkung. Alat ini digunakan
untuk menjepit kapas, kasa, tampon, cotton roll dan lain-lain.
Pemeliharaan yang dilakukan pada alat ini adalah setelah selesai dipakai,
dicuci bersih dan disterilkan lalu disimpan.
Gambar 2.51 pinset dental
Sumber : dokumentasi pribadi
(3) Sonde Explorer, adalah alat yang terbuat dari logam atau stainless steel
dengan ujung runcing. Ujung yang runcing tersebut bisa terdapat pada
satu sisi (single end) atau dua sisi (double end), bentuknya ada yang
bengkok atau melengkung setengah lingkaran (half moon), dan ada yang
lurus. Alat ini digunakan mencari karies dan cek kedalamannya,
memeriksa adanya debris dan kalkulus, mengetahui adanya perforasi
56
pulpa, tangkainya dapat digunakan untuk perkusi, serta untuk
mengetahui tumpatan atau tepi tumpatan sudah rata atau belum.
Gambar 2.52 sonde explorer
Sumber : dokumentasi pribadi
Pemeliharaan yang wajib dilakukan pada peralatan ini adalah setelah
selesai dipakai, dicuci bersih lalu dikeringkan, disterilkan, dan
disimpan. Apabila ujungnya sudah tumpul, maka dapat diasah atau
ditajamkan dan dibentuk kembali.
(4) Excavator, alat yang terbuat dari logam atau stainless steel dengan
bagian ujungnya dua sisi menyerupai sendok kecil. Alat ini digunakan
untuk membersihkan jaringan karies yang lunak dan kotoran atau sisa
makanan yang terdapat di dalam kavitas dan dapat juga untuk
membongkar tumpatan sementara. Pemeliharaan yang wajib dilakukan
pada peralatan ini adalah setelah selesai dipakai, dicuci bersih lalu
dikeringkan, disterilkan, dan disimpan.
Gambar 2.53 excavator
Sumber : dokumentasi pribadi
d. Alat Perlindungan Khusus
Beberapa alat yang termasuk dalam alat perlindungan khusus
diantaranya adalah sebagai berikut.
57
(1) Periodontal probe, adalah alat yang terbuat dari stainless steel dengan
ujung bulat tumpul, dan digunakan untuk melihat kedalaman saku gusi.
Gambar 2.54 perodontal probe
Sumber : dokumentasi pribadi
(2) Scaler, adalah alat yang terbuat dari stainless steel dengan ujung tajam,
memiliki bentuk yang bermacam-macam, dan digunakan untuk
membersihkan karang gigi. Alat ini memiliki dua macam jenis yaitu
manual scaler dan electrik scaler. Manual scaler memiliki beberapa jenis
dengan fungsinya masing-masing sebagai berikut.
(a) Hoe scaler, adalah scaler yang berbentuk seperti cangkul, digunakan
untuk meratakan permukaan akar sehingga terbebas dari karang gigi.
Gambar 2.55 hoe scaler
Sumber : dokumentasi pribadi
(b) Chisel scaler, adalah scaler yang berbentuk seperti pahat, digunakan
untuk membersihkan karang gigi pada permukaan proximal gigi
anterior.
Gambar 2.56 chisel scaler
Sumber : dokumentasi pribadi
(c) File scaler, adalah scaler yang berbentuk seperti kikir, digunakan
untuk mengikir gigi. Alat ini jarang dipakai karena bisa
menyebabkan permukaan gigi menjadi kasar.
58
Gambar 2.57 file scaler
Sumber : www.indiamart
(d) Sickle scaler, adalah scaler berbentuk seperti bulan sabit, digunakan
untuk mengambil bagian supra/ subgingival calkulus bagian
interdental.
Gambar 2.58 sickle scaler
Sumber : dokumentasi pribadi
(e) Curet scaler, adalah scaler berbentuk seperti sendok, digunakan
untuk mengambil sub gingival calculus jaringan sementum dan
jaringan lunak dari dinding pocket.
Gambar 2.59 curet scaler
Sumber : dokumentasi pribadi
(f) Wing scaler, adalah scaler berbentuk seperti sayap, untuk
mengambil supra calculus pada posterior.
Gambar 2.60 wing scaler
Sumber : dokumentasi pribadi
Pemeliharaan yang dilakukan pada alat scaler manual tersebut diatas
adalah setelah selesai dipakai, dicuci bersih dan disterilkan lalu
59
disimpan. Alat electrik scaler juga memiliki beberapa jenis dengan
fungsinya masing- masing sebagai berikut.
(a) Cavitron (supersonic scaler), adalah scaler yang digunakan untuk
membersihkan karang gigi yang dijalankan dengan listrik/elektrik.
Bagian ujung dari alat-alat ini disebut tip scaler yang dapat diganti,
disesuaikan dengan bentuk yang kita butuhkan. Pada ujung tip scaler
tersebut terdapat lubang yang berguna untuk mengeluarkan air saat
digunakan, supaya tidak panas. Ujung yang tipis dipakai untuk
membersihkan karang gigi bagian aproksimal, sedangkan yang
permukaannya lebar dipakai untuk bagian bukal.
(b) Ultrasonic scaler, alat yang digunakan untuk membersihkan karang
gigi subgingival maupun supragingival serta debris dan stain dengan
kecepatan ultrasonic
Gambar 2.61 ultrasonic scaler
Sumber : dokumentasi pribadi
(c) Air scaler, adalah alat yang digunakan untuk membersihkan karang
gigi subgingival maupun supragingival serta debris dan stain
dengan udara tekan dari kompresor
60
Gambar 2.62 air scaler
Sumber : dokumentasi pribadi
Pemeliharaan yang dilakukan pada alat scaler elektrik tersebut diatas
adalah setelah selesai dipakai, ujung yang bisa dilepas dicuci bersih
dan disterilkan lalu disimpan, apabila terjadi sumbatan pada tip scaler,
dapat dibersihkan dengan cleaning wire.
e. Alat Konservasi (Penambalan Gigi)
Alat konservasi ini digunakan untuk tindakan penambalan pada gigi,
sesuai dengan jenis bahan tambal yang digunakan pada gigi akan
dilakukan perawatan. Beberapa alat yang termasuk dalam alat konservasi
diantaranya adalah sebagai berikut.
(1) Aneka macam bur, alat ini terbuat dari baja dan diamond, menurut
besar kecilnya ada ukuran nomor 0 – 6. Bur ini memiliki beberapa
bentuk sesuai dengan fungsinya sebagai berikut.
(a) Bur round, bur ini berbentuk bulat, dan digunakan membuat
tempat masuk pada awal preparasi kavitas,
(b) Bur fissure, bur ini ada yang berbentuk lurus sama besar dari
atas ke bawah, ada pula yang mengecil kebawah, digunakan
untuk melebarkan melebarkan dinding kavitas waktu tindakan
preparasi
(c) Bur inverted cone, bur ini berbentuk trapesium (makin ke ujung
makin besar), digunakan untuk meratakan dasar kavitas, dan
membuat retensi berupa undercut pada kavitas.
61
Gambar 2.63 aneka macam bur
Sumber : dokumentasi pribadi
(2) Spatula semen (cement spatel), alat ini terbuat dari stainless steel
dengan ujung pipih dan memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-
beda. Spatula ini digunakan mengaduk semen atau fletcher diatas
mixing slab.
Gambar 2.64 spatula semen (cement spatel)
Sumber : dokumentasi pribadi
(3) Agate spatula (agate spatel), alat ini terbuat dari plastik, dan
memliki bentuk yang sama dengan spatula semen. Spatula ini
digunakan mengaduk bahan tambalan silikat, glass ionomer
cement,dan komposit
Gambar 2.65 agate spatula (agate spatel)
Sumber : dokumentasi pribadi
(4) Mixing slab (glass plate), alat ini terbuat dari kaca dengan bentuk
dan ukuran bervariasi yang digunakan untuk tempat mengaduk
fletcher, semen phospat, dan silikat.
62
Gambar 2.66 mixing slab (glass plate)
Sumber : dokumentasi pribadi
(5) Plastis instrument (plastis filling instrumen), alat ini terbuat dari
stainless steel double handed dengan ujung pipih, dan bentuknya
berbeda-beda, digunakan untuk mengambil dan membawa bahan
tambalan sementara, silikat, semen fosfat dari lempeng kaca ke
dalam kavitas serta membentuk tambalan di atas pada bagian buccal,
lingual, palatinal, aproximal. Alat serupa dengan plastis instrumen ini
tetapi terbuat dari plastik disebut plastic instrumen (plastic filling
instrumen).
Gambar 2.67 plastis instrument
Sumber : dokumentasi pribadi
(6) Semen stopper (Semen plugger), alat ini terbuat dari stainless steel
dengan ujung rata, halus, licin tidak bergaris-garis, digunakan untuk
menekan dan meratakan tambalan semen lining, atau basis ke dalam
kavitas.
Gambar 2.68 semen stoper
Sumber : dokumentasi pribadi
(7) Amalgam stopper, alat ini bentuknya seperti semen stoper tetapi
ujungnya bergaris-garis kasar, digunakan untuk memadatkan dan
meratakan tambalan amalgam ke dalam kavitas.
63
Gambar 2.69 amalgam stoper
Sumber : dokumentasi pribadi
(8) Amalgam carrier/Amalgam pistol, alat ini terbuat dari stainless
steel dengan bentuk seperti pistol, digunakan untuk memasukkan
amalgam kedalam kavitas.
Gambar 2.70 amalgam carrier
Sumber : dokumentasi pribadi
(9) Amalgam carver, alat ini terbuat dari stainless steel dengan ujung
runcing dan pipih seperti ketupat / layang-layang, digunakan untuk
mengukir, membentuk tumpatan/ tambalan amalgam yang
disesuaikan dengan anatomi gigi.
Gambar 2.71 amalgam carrier
Sumber : dokumentasi pribadi
(10) Burnisher, alat ini terbuat dari stainless steel dengan ujung bulat,
oval, bulat telur dan permukaannya halus, digunakan untuk
menghaluskan tambalan amalgam. Burnisher ini juga dapat
bergabung dengan plastis instrument, sehingga berbentuk huruf ‘Y’.
Gambar 2.72 burnisher
64
Sumber : dokumentasi pribadi
(11) Mortar dan pastle/ mortar dan stamper/lumpang dan alu
amalgam, alat ini terbuat dari gelas yang terdiri dari berbagai macam
ukuran, dengan bentuk seperti lumpang dan alu kecil. Digunakan
untuk mengaduk alloy dan air raksa (Hg).
Gambar 2.73 mortar dan pastlel amalgam
Sumber : dokumentasi pribadi
(12) Matriks, alat ini terbuat dari stainless steel dengan bentuk terdiri
dari dua jenis yaitu :
(a)Matriks dua permukaan (ivory), terdiri dari 2 bagian (matriks
retainer dan matriks band berlubang), digunakan sebagai dinding
sementara pada waktu penambalan kelas 2, untuk penambalan dua
permukaan misal, mesio oklusal dan disto oklusal
Gambar 2.74 Matriks dua permukaan (ivory)
Sumber : dokumentasi pribadi
(b) Matriks tiga permukaan (Matriks universal/toffle mire),
digunakan sebagai dinding sementara pada waktu penambalan
untuk penambalan tiga permukaan (mesio disto oklusal)
65
Gambar 2.75 Matriks tiga permukaan (matriks niversal/tofflemire)
Sumber : dokumentasi pribadi
(13) Alat-alat poles, alat-alat ini digunakan untuk proses pemolesan
tumpatan, dengan model atau jenis yang beraneka macam.
Pemeliharaan yang dilakukan pada alat tersebut diatas adalah setelah
selesai dipakai, dibersihkan dari sisa-sisa semen, dicuci bersih dan
disterilkan lalu disimpan. Beberapa alat yang termasuk dalam alat
poles diantaranya adalah sebagai berikut.
(a) Batu poles, bagian ujungnya terbuat dari batu sebelah bawah
dari baja, memiliki beraneka macam warna yaitu merah
(terkeras), biru, hijau, putih (terhalus). Batu poles yang
berwarna putih biasanya disebut arkansas stone. Batu poles ini
bentuknya bisa bulat, silindris, dan cemara. Kegunaan dari batu
poles ini diantaranya sebagai berikut.
untuk mengambil tumpatan amalgam yang berlebihan,
pada pembuatan protesa digunakan untuk mengambil
bahan-bahan akrilik yang berlebihan
batu poles arkansas digunakan untuk memoles tambalan
silikat, gelas ionomer maupun komposit.
66
Gambar 2.76 batu poles
Sumber : dokumentasi pribadi
(b) Finier bur, bur yang terbuat dari baja, dan memiliki bentuk
yang ujungnya bermacam-macam, permukaannya ada yang
keras dan halus. Kegunaan dari finier bur ini diantaranya
sebagai berikut untuk memoles tambahan amalgam membentuk
dan membuat tumpatan sesuai bentuk gigi anatomis gigi, dan
membuat tumpatan menjadi mengkilap.
Gambar 2.77 finier bur
Sumber : tokopedia.com
(c) Sikat poles/bristle brush, terbuat dari sikat dengan tangkai
baja, bentukannya ada dua macam yaitu seperti roda (wheel),
dan mangkok (cup), digunakan untuk membuat tumpatan
amalgam menjadi bersih dan mengkilat dan membersihkan gigi
dari plak.
Gambar 2.78 sikat poles
Sumber : shopee.co.id
(d) Rubber cup, tangkai terbuat dari logam, ujungnya dari karet,
bentuknya seperti mangkuk kecil, digunakan untuk memoles
tumpatan amalgam agar mengkilat
67
Gambar 2.79 rubber cup
Sumber : tokopedia.com
(14) Celluloid strip, terbuat dari plastik tipis yang tembus pandang
(transparan), digunakan sebagai dinding sementara pada saat
penambalan silikat. Pemeliharaan dari alat ini setelah dipakai
langsung dibuang, karena tidak dapat dipakai kembali.
Gambar 2.80 celluid strip
Sumber : dokumentasi pribadi
(15) Finishing strip, terbuat dari kertas/amplas yang halus sekali,
bentuknya panjang kira-kira selebar gigi depan, digunakan untuk
memoles tumpatan silikat. Pemeliharaan alat ini setelah dipakai
langsung dibuang, karena tidak dapat dipakai kembali.
Gambar 2.81 finishing strip
Sumber : dokumentasi pribadi
(16) Amalgamator, alat yang bekerja dengan tenaga listrik, digunakan
untuk mengaduk alloy dan air raksa (Hg) pada manipulasi amalgam.
Cara pemeliharaan dari alat ini adalah cek dan awasi aliran listrik,
pastikan jangan sampai ada bahan tumpatan yang tertinggal di alat
tersebut, dan gunakan sesuai petunjuk dari pabrik.
68
Gambar 2.82 finishing strip
Sumber : amazon.com
(17) Timbangan amalgam, alat yang terbuat dari nikel dan memiliki
dua bagian yaitu standar dan timbangannya, digunakan untuk
menimbang alloy dan air raksa (Hg). Cara pemeliharan setelah
dipakai, dibersihkan dari sisa-sisa alloy dan air raksa (Hg).
f. Peralatan Pencabutan Gigi
Beberapa peralatan pencabutan gigi diantaranya adalah :
(1) Tang pencabutan gigi sulung, terbuat dari stainless steel, memiliki
bentuknya bermacam-macam tergantung kondisi gigi yang akan
dicabut (bermahkota dan sisa akar), tang ini digunakan untuk
pencabutan gigi sulung.
69
Gambar 2.83 tang pencabutan gigi sulung
Sumber : dokumentasi pribadi
(2)Tang pencabutan gigi permanen terbuat dari stainless steel,
memiliki bentuknya bermacam-macam tergantung kondisi gigi
yang akan dicabut (bermahkota dan sisa akar), tang ini digunakan
untuk pencabutan gigi permanen
Gambar 2.84 tang pencabutan gigi permanen
Sumber : dokumentasi pribadi
(3) Bein, terbuat dari stainless steel, bagian ujungnya tajam dan pipih,
bentuknya lurus, bengkok mesial distal, digunakan untuk
melepaskan gigi dari jaringan periodontium, dan untuk mengambil
akar.
Gambar 2.85 bein
Sumber : dokumentasi pribadi
70
(4) Cryer : alat dari bahan stainless steel yang berbentuk “T”,
dengan bentuk ujungnya seperti bendera runcing, kanan dan kiri
berbeda, digunakan untuk mengambil sisa akar rahang bawah.
Gambar 2.86 cryer
Sumber : dokumentasi pribadi
(5) Alat suntik catridge, alat ini berbeda dengan spuit biasa, harus
memakai obat injeksi yang khusus yang ditempatkan di dalam
carpul, setelah dipakai carpule dikeluarkan dari spuit, jarumnya
dapat diganti-ganti sesuai dengan kebutuhan.
Gambar 2.87 alat suntik catridge
Sumber : tokopedia.com
(6) Alat suntik Citoject : hampir sama dengan catridge,namun
jarumnya lebih kecil. cara memasukkan/menekan pada waktu
mengeluarkan obat, ada yang dari samping dan dari belakang
tanpa aspirasi.
71
Gambar 2.88 alat suntik citoject
Sumber : dokumentasi pribadi
(7) Alat suntik disposible , seluruh bagian dari alat ini terbuat dari
plastik kecuali bagian jarumnya. Alat suntik jenis ini
dimaksudkan untuk sekali pakai, kemudian dibuang.
Gambar 2.89 alat suntik disposible
Sumber : dokumentasi pribadi
g. Peralatan Bedah Mulut Sederhana
Beberapa peralatan bedah mulut sederhana diantaranya adalah :
(1) Rasparatorium, terbuat dari stainlesteel dengan ujung pipih dan
tumpul, digunakan untuk memisahkan mukosa dan periodontium
dari tulang. Setelah dipakai dicuci dan disterilkan.
Gambar 2.90 rasparatorium
Sumber : shopee.co.id
(2) Scapel (pisau bedah), terbuat dari stainlesteel dengan ujung
pipih dan tajam, dengan pegangan menyatu atau
terpisah.Digunakan untuk incise abses, memotong jaringan.
72
Setelah digunakan, untuk blade yang jadi satu dicuci dan
disterilkan, untuk yang terpisah blade disposable di buang dan
tangkai disterilkan.
Gambar 2.91 scalpel (pisau bedah)
Sumber : dokumentasi pribadi
(3) Suture needle (jarum jahit jaringan), bentuk halfmoon, terbuat
dari stainlesteel, ujung triangular dan tajam dengan ukuran
berbeda-beda, digunakan untuk menjahit jaringan. Setelah
digunakan, dicuci bersih dan disterilkan.
Gambar 2.92 suture needle
Sumber : dokumentasi pribadi
(4) Needle holder, terbuat dari stainlesteel bentuknya seperti gunting
ujungnya pipih dan bagian belakang ada pengunci, digunakan
untuk memegang suture needle. Setelag digunakan, dicuci dan
disterilkan.
Gambar 2.93 needle holder
Sumber : dokumentasi pribadi
73
(5) Haemostatik clamp (Arteri clamp), terbuat dari stainlesteel
bentuknya seperti needle holder tetapi ujungnya halus, digunakan
untuk menjepit pembuluh darah.
Gambar 2.94 haemostatik clamp
Sumber : dokumentasi pribadi
(6) Cheek retractor, terbuat dari stainlesteel dengan ujung melebar
dan melengkung, digunakan untuk menarik dan menahan pipi/
mukosa pipi. Setelah digunakan dicuci dan disterilkan.
Gambar 2.95 cheek retractor
Sumber : dokumentasi pribadi
(7) Knabel tang, alat yang berupa tang dengan ujung tajam,
digunakan untuk memotong tulang. Setelah digunakan dicuci dan
disterilkan.
Gambar 2.96 knabel tang
Sumber : dokumentasi pribadi
74
(8) Gum scissors, gunting jaringan, setelah dipakai dicuci dan
disterilkan.
Gambar 2.97 gum scissors
Sumber : dokumentasi pribadi
(9) Pinset chirurgis, bentuknya seperti pinset anatomi bedanya pada
ujungnya terdapat tonjolan untuk memegang jaringan. Setelah
dipakai dicuci dan disterilkan.
Gambar 2.98 pinset chirurgis
Sumber : dokumentasi pribadi
(10) Pinset anatomis, bentuknya besar seperti pinset biasa dengan
kedua ujung lurus. Alat ini digunakan untuk memegang alat -alat
kecil seperti jarum injeksi.Setelah dipakai dicuci dan disterilkan.
Gambar 2.99 pinset anatomis
Sumber : dokumentasi pribadi
h. Alat Pelengkap
(1) Nierbeken (bengkok), alat atau wadah berbentuk ginjal terbuat
dari stainless steel, terdiri dari bermacam-macam ukuran. Alat ini
digunakan sebagai tempat alat atau tempat kotoran-kotoran
sewaktu bekerja.
75
Gambar 2.100 neirneken (bengkok)
Sumber : dokumentasi pribadi
(2) Korentang, alat penjepit seperti needle holder, tetapi bertangkai
panjang, yang digunakan untuk mengambil alat-alat dari dalam
sterilisasi.
Gambar 2.101 korentang
Sumber : dokumentasi pribadi
(3) Dappen disk (dappen glass), terbuat dari glass bentuknya seperti
mangkok glass kecil, yang digunakan untuk meletakkan obat-obatan
sewaktu bekerja.
Gambar 2.102 dappen disk (dappen glass)
Sumber : dokumentasi pribadi
(4) Tongue holder, terbuat dari stainless steel, terdiri dari tangkai, daun
penahan dagu, daun penahan lidah tengah kiri dan kanan, digunakan
untuk menahan lidah. Digunakan untuk menahan lidah pada waktu
76
penambalan gigi rahang bawah atau saat melakukan tindakan topikal
aplikasi aplikasi
Gambar 2.103 tongue holder
Sumber : dokumentasi pribadi
EVALUASI
Simulasikan tentang contoh pemanfaatan media digital
search engine, media sosial email dan website untuk
keperluan dalam bidang kesehatan, lalu berikan contoh
tampilan dari media-media tersebut dan berikan pendapat
kalian sebagai generasi muda mengenai pemanfaatan media
digital di era 4.0 dalam bidang kesehatan saat ini.
Posisikan anda sebagai seorang asisten perawat, caregiver
atau asisten dental lalu simulasikan tentang penyiapan alat
yang disesuaikan dengan kasus perawatan yang dilakukan
kepada pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,
lalu ceritakan tentang alasan pemilihan alat tersebut
berdasarkan fungsinya !
77
BAB PROFIL DOCTORPRENEUR , PROFESI,
III VISI, PASSION DAN PELUANG KERJA
TUJUAN PEMBELAJARAN
Dapat menjelaskan profil doctorpreneur yang mampu membaca
peluang kerja dan usaha, peluang pasar, dan peluang
kerja/profesi di bidang layanan kesehatan untuk membangun visi
dan passion.
KATA KUNCI
Profil doctorpreneur, profesi, visi, passion, peluang kerja
MATERI PE ?
MATERI PEMBELAJARAN
MBELAJARAN
APAKAH KAMU TAHU
APA ITU PROFIL
DOCT ORPRENEUR
A. Profil Doctorpreneur adalah istilah yang digunakan untuk seseorang
yang memiliki profesi utama sebagai seorang dokter, namun disisi lain
ia juga bekerja sebagai pengusaha.
(Sumber https://beritabaik.id)
Keterkaitan profil doctorpreneur dengan lulusan SMK Layanan
Kesehatan diharapkan lulusan bisa membangun visi, passion serta
menangkap peluang kerja setelah lulus. Profil Doctorpreuneur
78
merupakan inovasi yang baik sehingga memotivasi profesi asisten
perawat, asisten dental dan caregiver untuk bisa melaksanakan
pekerjaan sebagai asisten di fasilitas layanan kesehatan, tetapi bisa
juga berwirausaha/berbisnis. Karena dengan berwirausaha/berbisnis ,
akan mendapatkan pemasukan tambahan dan bisa dijadikan investasi
untuk masa depan. Keuntungan dapat berupa produk dan jasa yang
menghasilkan pendapatan dan manfaat serta dampak positif untuk
lingkungan sekitar, seperti membuka lapangan kerja, menyediakan
barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat , hingga turut serta
dalam meningkatkan perekonomian suatu bangsa.
B. Peluang Usaha/ peluang kerja
Asisten tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri
dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau
keterampilan melalui pendidikan bidang kesehatan di bawah bidang
jenjang diploma tiga.
Asisten tenaga kesehatan hanya dapat melakukan pekerjaannya di
bawah supervisi tenaga kesehatan.
Adapun peluang usaha/ peluang kerja di bidang layanan kesehatan
sangat beragam dan terbagi menjadi 3 lingkup pekerjaan ,yaitu :
79
1. Asisten perawat
Dokumen Pribadi
Asisten perawat merupakan orang yang mengabdikan diri dalam
bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan
melalui pendidikan bidang kesehatan di bawah bidang jenjang
diploma tiga.
(Sumber peraturan perundang-undangan tentang sumber daya manusia tahun
2017,Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)
Ruang lingkup pekerjaan asisten perawat meliputi:
NO TEMPAT LINGKUP PEKERJAAN
1 Rumah Sakit a. Melakukan komunikasi inter-personal
dalam melaksanakan tindakan
keperawatan.
b. Menerapkan prinsip etika –etiket dalam
melaksanakan tindakan keperawatan.
c. Memebersihkan meja, almari dan
tempat tidur klien.
d. Memebersihkan ruang rawat inap klien.
e. Membantu kenyamanan
pasien/personal hygiene dalam ruang
80
perawatan
f. Menerapkan prinsip infeksi nasokomial
2 Puskesmas a. Melakukan komunikasi inter-personal
Perawatan dalam melaksanakan tindakan
keperawatan.
b. Menerapkan prinsip etika –etiket dalam
melaksanakan tindakan keperawatan.
c. Menerapkan prinsip infeksi nasokomial
d. Memebersihkan meja, almari dan
tempat tidur klien.
e. Memebersihkan ruang rawat inap klien.
f. Membantu supervisor dalam
penyuluhan di dalam gedung dan luar
gedung.
3 Klinik a. Melakukan komunikasi inter-personal
Pratama dalam melaksanakan tindakan
keperawatan.
b. Menerapkan prinsip etika –etiket dalam
melaksanakan tindakan keperawatan.
c. Menerapkan prinsip infeksi nasokomial
d. Memebersihkan meja, almari dan
tempat tidur klien.
e. Memebersihkan ruang rawat inap klien.
f. Melaksanakan tugas yang diberikan
oleh supervisor
4 Home Care a. Perawatan bayi: masage baby-
membantu penatalaksanaan perawatan
81
bayi.
b. Anak-baby spa kids: membantu
penatalaksanaan perawatan anak
c. Remaja/dewasa : klinik komplementer,
pijat refleksi,bekam,akupunktur,
akupresure, hypnoterapi,pijat olahraga
d. Lanjut usia : membantu
penatalaksanaan kebutuhan
nutrisi,eliminasi,mobilitas klien,
higienitas dan penampilan klien,
melakukan komunikasi inter-personal
dalam melaksanakan tindakan
keperawatan, menerapkan prinsip
etika-etiket dalam keperawatan
(Sumber Dr.Khrisnajaya,MS Adinkes Pusat,Tahun2019)
(Sumber Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.80 Tahun 2016)
2. Asisten Dental
82
Asisten dental adalah seseorang yang bekerja di klinik gigi dan mulut ,
dalam menjalankan tugasnya di dunia kerja, asisten dental di
supervisi oleh terapis gigi dan mulut serta dokter gigi.
(Sumber https://rencanamu.id di akses 3 juli 2021 07.32)
Ruang lingkup pekerjaan asisten dental adalah:
a. Menyiapkan dan melaksanakan asistensi pada tindakan perawatan
gigi dan mulut di fasilitas kesehatan gigi dan mulu.
b. Melaksanakan asistensi administrasi di fasilitas pelayanan
kesehatan gigi dan mulut.
c. Melaksanakan bantuan hidup dasar pada keadaan gawat darurat
di fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
d. Melaksanakan tindakan pencegahan infeksi silang di fasilitas
pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
e. Melakukan pemeliharaan ruangan fasilitas pelayanan kesehatan
gigi dan mulut serta sarana dan prasarana sesuai dengan prinsip-
prinsip pencegahan infeksi silang.
(Sumber Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.80 Tahun 2016)
3. Caregiver
Dokumen Pribadi
83
Caregiver adalah orang yang memberi perhatian, merawat, dan
menjaga orang lanjut usia (lansia/tua).
Caregiver tidak boleh menangani tindakan medis yang menjadi porsi
pekerjaan perawat, seperti pasang infus, pasang cateter, selang
NGT ,dll.
(Sumber https://insanmedika.co.id)
Tugas dan tanggung jawab seorang perawat home care tergantung
dari lulusannya, jika lulusan SMK Kesehatan maka akan bertugas
sebagai caregiver. Adapun ruang lingkup pekerjaan sebagai caregiver
sebagai berikut :
a. Melayani kebutuhan fisik (aktifitas mulai dari bangun tidur sampai
tidur lagi seperti kebutuhan personal hygiene, eliminasi,
mobilisasi)
b. Melayani kebutuhan medis seperti minum obat, terapi fisik
c. Melayani kebutuhan sosial (menjadi teman bicara)
d. Melayani kebutuhan spiritual (berdoa bersama)
(Sumber https://insanmedika.co.id)
84
Rangkuman
1. Profil Doctorpreneur adalah istilah yang digunakan untuk
seseorang yang memiliki profesi utama sebagai seorang
dokter, namun disisi lain ia juga bekerja sebagai pengusaha.
2. Asisten tenaga kesehatan adalah setiap orang yang
mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki
pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan
bidang kesehatan di bawah bidang jenjang diploma tiga.
3. Lingkup Kerja Asisten Perawat
a. Melakukan komunikasi inter-personal dalam melaksanakan
tindakan keperawatan.
b. Menerapkan prinsip etika –etiket dalam melaksanakan
tindakan keperawatan.
c. Memebersihkan meja, almari dan tempat tidur klien.
d. Memebersihkan ruang rawat inap klien.
e. Membantu kenyamanan pasien/personal hygiene dalam
ruang perawatan
f. Menerapkan prinsip infeksi nasokomial
g. Membantu penatalaksanaan perawatan
bayi,anak,remaja,dewasa,dan lansia
4. Lingkup Kerja Asisten Dental
a. Menyiapkan dan melaksanakan asistensi pada tindakan
perawatan gigi dan mulut di fasilitas kesehatan gigi dan
mulu.
b. Melaksanakan asistensi administrasi di fasilitas pelayanan
kesehatan gigi dan mulut.
c. Melaksanakan bantuan hidup dasar pada keadaan gawat
darurat di fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
d. Melaksanakan tindakan pencegahan infeksi silang di
fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
85
e. Melakukan pemeliharaan ruangan fasilitas pelayanan
kesehatan gigi dan mulut serta sarana dan prasarana
sesuai dengan prinsip-prinsip pencegahan infeksi silang.
86
Tugas Kelompok
Diskusikan dengan kelompok tentang profil doctorpreneur,lalu tentukan
jenis wirausaha/bisnis apa saja yang bisa dikembangkan diluar profesi
kalian sebagai asisten tenaga kesehatan, setelah jenis uasaha/bisnis
ditentukan, selanjutnya anda buat contoh proposal kegiatan
wirausaha/bisnis tersebut!
87
Penilaian Akhir Bab
Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar !
1. Jelaskan yang dimaksud dengan Doctorpreneur?
2. Jelaskan jenis lingkup pekerjaan asisten perawat?
3. Jika kalian sebagai caregiver, apa yang harus kalian lakukan pada
saat merawat lansia?
4. Jelaskan jenis lingkup pekerjaan asisten dental?
88
Refleksi
Setelah mempelajari BAB II tentang Profil Doctor Preneur , Profesi, Visi,
Passion dan Peluang Kerja, coba direnungkan kembali apa yang sudah
dipelajari ! Apa manfaat mempelajari materi tersebut? Apakah masih ada
yang belum dipahami? Adakah yang ingin ditanyakan di BAB ini? Jika iya,
tanyakan kepada guru anda dan teman anda.
89
BAB IV TEKNIK DASAR LAYANAN KESEHATAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
Mampu menjelaskan secara komprehensif melalui praktik dasar layanan
kesehatan
90
APA YANG AKAN DI PELAJARI DALAM BAB IV INI?
Tanda- tanda vital Apa itu TTV?
Manfaat TTV
Jenis pemeriksaan TTV
Etika dan etiket Pengertian etika dan etiket
dalam pengertian komunikasi
komunikasi terapeutik
berkomunikasi
KATA KUNCI
Tanda-tanda vital, etika, etiket, komunikasi
APERSEPSI
Kalian mungkin banyak yang pernah melihat petugas medis dirumah sakit,
klinik atau faskes lainnya yang sedang melakukan komunikasi dan
pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang paling dasar adalah tanda-tanda
vital. Tanda tanda vital merupakan pemeriksaan fisik paling dasar untuk
mengetahui keadaan kesehatan seseorang dan untuk tindak lanjut dalam
pemberian terapi. Di dalam proses pemeriksaan tenaga medis perlu
menerapkan etika etiket dalam melakukan komunikasi yang efektif.
91
92