Puisi Rakyat Pengertian Puisi Rakyat Puisi rakyat adalah puisi yang berkembang pada masa masyarakat tradisional secara lisan, memiliki aturan-aturan yang mengikat, dan mengandung nasihat atau pesan yang baik bagi kehidupan. Puisi rakyat merupakan puisi yang diwariskan oleh nenek moyang, sehingga disebut juga puisi lama. Ciri-Ciri Puisi Rakyat Sastra lisan: Puisi rakyat termasuk sastra lisan karena disebarluaskan dari mulut ke mulut secara turun-temurun oleh suatu masyarakat. Anonim: Umumnya, puisi rakyat tidak diketahui siapa pengarangnya. Terikat aturan: Puisi rakyat cenderung kaku karena terikat aturan, seperti jumlah suku kata pada tiap baris, jumlah baris pada tiap bait, jumlah bait pada sebuah puisi, dan rima yang dipakai di awal maupun di akhir baris-baris puisi. Tujuan Puisi Rakyat Tujuan puisi rakyat adalah memberikan nasihat yang mendidik, mengajak pada kebaikan, melarang untuk melakukan suatu keburukan, memprotes ketidakadilan, dan menghibur pembaca. Jadi, puisi rakyat bisa menyampaikan nasihat, sindiran, bahkan humor. Jenis-Jenis Puisi Rakyat 1. Pantun Pantun adalah jenis puisi rakyat yang berasal dari budaya Melayu yang tiap baitnya terdiri dari empat baris dengan rima a-b-a-b Ciri-Ciri Pantun : Tiap bait terdiri dari 4 baris. Tiap baris terdiri dari 8—12 suku kata. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran, sedangkan baris 3 dan 4 sebagai isi. Berima akhir a-b-a-b.
2. Gurindam Gurindam adalah jenis puisi rakyat yang dibawa oleh orang-orang Hindu dari India yang tiap baitnya terdiri dari dua baris dengan rima akhir senada. Ciri-Ciri Gurindam : Tiap bait terdiri dari 2 baris. Tiap baris terdiri dari 10—14 suku kata. Baris 1 dan 2 membentuk kalimat majemuk yang memiliki hubungan syarat atau sebab akibat. Baris 1 berisi syarat, sedangkan baris 2 berisi jawaban. Berupa nasihat, petunjuk, filosofi hidup, maupun kata-kata mutiara. Berima akhir a-a. 3. Syair Syair adalah jenis pusi rakyat yang berasal dari Persia yang tiap baitnya terdiri dari empat baris sebagai isi. Ciri-Ciri Syair : Tiap bait terdiri dari 4 baris. Tiap baris terdiri dari 8—14 suku kata. Semua baris merupakan isi syair. Berima akhir a-a-a-a. Menggunakan bahasa kiasan. 4. Mantra Mantra adalah jenis puisi rakyat yang dianggap memiliki kekuatan magi (gaib). Ciri-Ciri Mantra : Berupa rangkaian kata yang berirama. Berbentuk satu bagian yang utuh sehingga tidak bisa dipahami melalui satu bagian saja. Mengandung rayuan dan perintah. Mementingkan keindahan permainan bunyi. Berhubungan dengan kekuatan gaib yang ditujukan untuk hal tertentu.
Kaidah Kebahasaan Puisi Rakyat 1. Menggunakan kalimat pernyataan 2. Menggunakan kalimat perintah 3. Menggunakan kalimat saran 4. Menggunakan konjungsi 5. Menggunakan kalimat majemuk Struktur Pantun Satu bait pantun memiliki 4 baris. Setiap baris dalam pantun terdiri dari 8—12 suku kata. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran yang menjadi pembuka pantun dengan rima a-b. Sampiran tidak harus berkesinambungan dengan baris berikutnya. Baris 3 dan 4 merupakan isi pantun yang berima a-b. Isi pada baris 3 dan 4 berbentuk kalimat majemuk. Baris 1-2-3-4 pada tiap bait pantun membentuk rima a-b-a-b. Menggunakan kalimat perintah. Struktur Gurindam Satu bait gurindam memiliki 2 baris yang saling berhubungan. Setiap baris dalam gurindam terdiri dari 10—14 kata. Baris 1 merupakan syarat atau sebab dari baris 2. Baris 2 merupakan jawaban atau akibat dari baris 1. Baris 1 dan 2 dalam gurindam memiliki rima a-a. Menggunakan kalimat yang menyatakan hubungan syarat. Memiliki bunyi awal dan akhir yang sama. Struktur Syair Satu bait syair memiliki 4 baris yang saling berkaitan. Setiap baris dalam syair terdiri dari 8—14 suku kata.
Baris 1-2-3-4 memiliki rima a-a-a-a. Menggunakan kalimat yang menyatakan hubungan sebab akibat. Pilihan kata yang digunakan bersifat simbolik. Struktur Mantra Berbentuk puisi yang isinya menggambarkan kepercayaan suatu masyarakat. Berisi satu kesatuan maksud yang diucapkan secara berurutan. Menggunakan kalimat rayuan dan perintah. Memperhatikan keindahan bunyi yang dihasilkan ketika diucapkan.