The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

macam-macam pakaiaan adat di jawa tengah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anasyaqolby99, 2022-12-11 19:42:49

Buku Projek Kearifan Lokal Pakaian Adat

macam-macam pakaiaan adat di jawa tengah

Keywords: Buku kearifan lokal

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR
PANCASILA KEARIFAN LOKAL

SMA NEGERI 5 SURAKARTA

TAHUN AJARAN 2022/2023


Kata Pengantar

Syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
kepada kami sehingga dapat menyelesaikan laporan kearifan lokal ini. Buku laporan kearifan
lokal ini disusun sebagai pedoman bagi siswa SMA 5 NEGERI SURAKARTA. Dalam rangka
menyelesaikan tugas akhir ini.

Buku laporan kearifan lokal ini berisikan susunan kegiatan pameran gelar karya dan tata cara
penyusunan,proses,dan penilaian serta pelaporannya. Adanya buku ini dharapkan dapat
meningkatkan proses belajar bagi siswa guna menghasilkan gelar karya sehingga menumbuhkan
minat dan kemampuan siswa dalam menghasilkan proses laporan kearifan lokal ini.

Buku panduan ini adalah hasil kerjasama dari kelompok pakaian adat X.E10. Oleh karena itu
kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan
kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu
kritikan,saran,dan masukan yang sifatnya membawa kesempurnaan terhadap buku ini sangat
diharapkan pada akhirnya kami berharap semoga buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Surakarta,09 November 2022

ii


DAFTAR ISI

Kata Pengantar..............................................................................ii

Daftar Isi.......................................................................................iii

PENDAHULUAN

Kearifan Lokal...............................................................................1

Pakaian Adat.................................................................................3

BAB 1 MACAM – MACAM BATIK....................................................6

A. Pengertian Batik........................................................................7
B. Macam-macam Batik dan Maknanya........................................7

1. Batik Kawung........................................................................7
2. Batik Sidomukti.....................................................................8
3. Batik Parang..........................................................................9
4. Batik Truntum......................................................................10
5. Batik Satrio Manah...............................................................11
6. Batik Semen Rante...............................................................12
7. Batik Sawat...........................................................................13
C. Hambatan Batik Di Era Globalisasi............................................13
D. Cara Melestarikan Batik............................................................14

BAB 2 MACAM-MACAM PAKAIAN ADAT.......................................15

Pakaian Adat Di Jawa
Tengah..............................................................................................16

1. Kebaya Tradisional..............................................................16
2. Surjan..................................................................................17
3. Basahan..............................................................................18
4. Jawi Jangkep.......................................................................20
5. Beskap................................................................................21

iii


6. Kuluk..................................................................................21
7. Keris..................................................................................22
8. Jarik...................................................................................23
9. Stagen Kebaya...................................................................23

Daftar Pustaka...........................................................................24

Profil Anggota............................................................................25


KEARIFAN LOKAL

A. Latar Belakang

Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan
dari bahasa masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal biasanya diwariskan secara turun-temurun dari
suatu generasi melalui cerita dari mulut kemulut.

B. Bentuk bentuk kearifan lokal antara lain:

1. Wujud nyata (tangible)
a. Tekstur
b. Bangunan/arsitektur
c. Benda cagar budaya /tradisional karya seni
d. Kuliner

2. Tidak berwujud (intangible)
Contohnya yaitu petuah yang disampaikan secara verbal dan seni suara berupa

nyanyian, pantun, cerita, serat nilai-nilai ajaran tradisional.

C. Peran - Peran Kearifan Lokal
1. Konservasi dan pelestarian sumber daya alam
2. Pengembangan sumber daya manusia
3. Pangembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
4. Sebagai petuah,kepercayaan,sastra,dan pantangan
5. Bermakna sosial
6. Berhubungan dengan cerita dan moral.

D. Cara Melestarikan Budaya Kearifan Lokal

1. Mengenali budaya daerah sendiri
2. Mendukung upaya pengembangan budaya daerah
3. Mengadakan pesta seni daerah
4. Mempelajari budaya lokal
5. Menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap kebudayaan pada masyarakat

E. Karakteristik Kearifan Lokal

1. Harus menggabungkan pengentahuan kebajikan yang mengajarkan orang tentang etika
dan nilai-nilai moral.

2. Kearifan lokal harus mengajar orang untuk mencintai alam , bukan untuk
menghancurkannya

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 1


3. Kearifan lokal harus berasal dari anggota komunitas yang lebih tua.
4. Kearifan lokal dapat berbentuk nilai norma etika , kepercayaan , adat istiadat , hukum ,

dan aturan-aturan khusus.

F. Ciri-Ciri Kearifan Lokal

1. Bertahan dari gempuran budaya asing
2. Memiliki kemampuan mengakomodasi budaya yang berasal dari luar
3. Mampu mengintegrasikan budaya asing ke dalam budaya asli Indonesia
4. Mampu mengendalikan budaya asing yang masuk
5. Memberi arah pada perkembangan budaya di masyarakat

G. Kesimpulan

Kearifan lokal memang mungkin saja kadang terdengar begitu kuno. Namun tanpa sadar,
kearifan lokal dalam bentuk tidak nyata seperti petuah, pantun, maupun cerita lah yang
selama ini menjaga kita untuk tetap berada dalam jalan yang benar. Sedangkan kearifan
lokal berbentuk nyata seperti batik, kerajinan tangan, arsitektur membuat kita jadi begitu
berbeda dari wilayah lainnya.
Aneka bentuk kearifan lokal ini tanpa sadar bukan hanya menjadi kepercayaan yang harus
dipegang teguh, tetapi juga menjadi identitas sebuah wilayah. Tanpa identitas ini, sebuah
wilayah tidak dapat dikenali, dan diingat oleh orang luar.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 2


PAKAIAN ADAT

1. Pengertian Pakaian Adat

Setiap wilayah pasti memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang berbeda. Biasanya merujuk
pada perilaku kebiasaan sehari-hari masyarakatnya. Namun pernahkah anda mengerti apa yang
dimaksud dengan pakaian adat?

Pakaian adat adalah pakaian khas yang memiliki suatu ciri atau karakteristik khas, yang berasal
dari suatu daerah tertentu. Pakaian adat sendiri memiliki beragam jenisnya yang didasarkan
pada budaya setempat.

Salah satunya pakaian adat di Jawa Tengah yaitu kebaya, Kebaya menjadi salah satu adat Jawa
Tengah yang populer dan sering digunakan masyarakat. Kebaya Jawa Tengah bisa terbuat dari
beragam jenis bahan beludru, sutra, katun, hingga nilon. Kebaya sendiri memiliki makna
tersendiri bagi masyarkat di Jawa bahwa perempuan itu memiliki sifat lemah lembut dan sabar.

2. Komponen pakaian adat

Berikut adalah beberapa komponen di setiap pakaian adat.

• Baju atasan
Baju atasan menjadi komponen utama dalam berpakaian, terutama pada pakaian adat.
Biasanya pembuatan baju atasan dibuat sesuai budaya yang berlaku di masyarakat. Misalnya
baju bisa dibuat serba panjang, seperti baju kurung, baju kebaya, atau juga bisa berupa
pemakaian jas. Selain itu, baju atasan juga dihiasi beragam motif dan corak khas daerah
setempat.

• Bawahan
Bawahan menjadi pasangan saat mengenakan baju atasan. Bawahan yang dimaksud berupa
celana, rok ataupun kain panjang yang dililitkan. Model bawahan pun bervariasi di tiap daerah.
Misalnya pria mengenakan celana panjang yang dibalut kain songket selutut.

Sedangkan wanita mengenakan kain panjang yang dibuat dari berbagai bahan. Bahan yang
dipakai pun umumnya adalah kain khas daerah masing-masing, seperti batik, tenun ulos, songket
dan sebagainya.

• Tutup kepala
Komponen pakaian adat selanjutnya adalah penutup kepala. Penutup kepala biasanya memiliki
ciri khas yang berbeda baik untuk pria maupun wanita. Beberapa model tutup kepala
diantaranya seperti ikat kepala, mahkota, songkok/kopiah, blangkon, udheng, dan lain
sebagainya.

• Kain selempang

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 3


Kain selempang tentu menjadi asesoris pelengkap berpakaian. Kain tersebut berupa selendang
panjang yang dipakai disisi bahu pemakainya baik pria maupun wanita. Biasanya dibuat dari
berbagai bahan kain, misalnya kain batik, songket, ulos dan lainnya.

• Ikat pinggang
Ikat pinggang di tiap daerah memiliki bentuk yang berbeda-beda. Fungsi utama ikat pinggang
sebagai penahan bawahan. Ada yang dibuat dari bahan kulit hewan, kain songket, hingga dari
logam emas.

• Perhiasan
Perhiasan sering dijumpai dalam berbagai pemakaian pakaian adat. Mulai dari gelang, kalung,
anting, serta cincin. Bahan yang dibuat ternyata tidak hanya dari emas saja. ada juga yang dibuat
dari perak dan bahan lainnya.

• Alas kaki
Alas kaki menjadi komponen pelengkap bagian bawah. Model alas kaki bisa beragam, namun
ada pula daerah yang tidak mengenakan alas kaki yang khas. Beberapa model alas kaki seperti
selipa, sandal selop, sepatu sandal, phantopel, dan lainnya.

3. Daftar nama pakaian adat di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki ragam adat istiadat menarik yang tersebar di
seluruh penjuru negeri. Terutama pada karakteristik apa yang dimaksud dengan pakaian adat
masing-masing daerah. Sebagai informasi tambahan, berikut ini ada daftar nama pakaian adat di
Indonesia yang terpopuler di tiap daerah.

• Aceh : Elee Baling
• Sumatera Utara : Pakaian Adat Ulos
• Sumatera Barat : Pakaian Adat Bundo Kanduang
• Kepulauan Riau : Kebaya Laboh,Teluk Belanga
• Jambi : Pakaian Adat Melayu Jambi
• Sumatera Selatan : Pakaian Adat Sumatera Selatan
• Bangka Belitung : Paksian
• Lampung : Tulang Bawang
• Bengkulu : Rejang Lenong
• Jakarta : Pakaian Adat Betawi
• Banten : Pangsi
• Jawa Barat : Bedahan
• Jawa Tengah : Kebaya
• Jawa Timur : Pesa’an
• Yogyakarta : Kebaya Kesatrian
• Bali : Payas Agung, Madya Dan Alit
• NTB : Pakaian Adat NTB
• NTT : Pakaian Adat NTT

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 4


• Kalimantan Barat : King Baba, King Bibinge
• Kalimantan Tengah : Sangkarut
• Kalimantan Timur : Sapei Sapaq
• Kalimantan Utara : Ta’a
• Sulawesi Barat : Pattuqduq Towaine
• Sulawesi Utara : Laku Tepu
• Sulawesi Tengah : Nggembe
• Sulawesi Selatan : Pakaian Adat Bodo
• Sulawesi Tenggara : Pakaian Adat Babu Nggawi
• Gorontalo : Biliu, Makuta
• Maluku : Pakaian Adat Cele
• Maluku Utara : Manteren Lamo, Kimun Gia
• Papua Barat : Pakaian Adat Ewer
• Papua : Koteka, Rok Rumbai

4. Kegunaan Pakaian Adat

1. Memeringati perayaan hari besar

Salah satu fungsi pakaian adat adalah untuk memeringati perayaan hari besar. Pakaian adat akan
dikenakan dalam setiap perayaan hari besar. Nah, pakaian adat juga menunjukkan atau
menentukan peran seseorang dalam perayaan hari besar di tiap daerah.

2. Penanda Status Sosial

Pakaian adat memiliki fungsi sebagai penanda status social. Hal ini dibuktikan dengan beberapa
daerah di Indonesia menggunakan pakaian adat untuk menandai status sosial. Salah satunya di
Yogyakarta bahwa pakaian adat hanya boleh dipakai oleh sultan.

3. Menjadi Identitas Tiap Daerah

Selain lagu daerah, pakaian adat juga berfungsi sebagai identitas tiap daerah. Melalui pakaian
adat kita bisa mengenal kebudayaan dari daerah tersebut. Contohnya ialah kain ulos yang
disarungkan atau disampirkan menjadi identitas masyarakat atau kebudayaan Batak.

4. Pernikahan

Salah satu acara yang menggunakan pakaian adat adalah pernikahan. Pakaian adat akan
dikenakan oleh pengantin laki-laki dan perempuan saat hari pernikahan.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 5


MACAM-MACAM
BATIK DI JAWA TENGAH

Apakah kalian tahu bahwa batik adalah salah satu identitas penting budaya di
indonesia? UNESCO menetapkan batik di indonesia sebagai Masterpiece of oral and
intangible Heritage of Humanity pada 2 oktober. Batik adalah kain secara tradisional
dibuat dengan menggunakan teknik pewarnaan tahan lilin manual untuk
pembuatan pola. Untuk itu pada bab awal ini kita akan membahas mengenai
macam-macam batik dan filosifi dalam motif batik tersebut.


A. PENGERTIAN BATIK

Batik adalah hasil karya bangsa indonesia yang merupakan perpaduan teknologi oleh suatu
tingkatan yang tak ada bandingnya baik dalam motif maupun prosesnya. Di Jawa Tengah,
khususnya bagian solo raya sendiri memiliki berbagai jenis batik dan memiliki makna yang berbeda
disetiap motifnya.

B. MACAM-MACAM BATIK DAN MAKNANYA
1) Batik Kawung

Salah satu pendapat kata kawung berasal pada kata bahasa jawa suwung, yang artinya kosong.
Batik Kawung adalah motif batik yang berbentuk berupa bulatan mirip buah kawung (sejenis
kelapa atau kadang juga dianggap sebagai aren atau kolang – kaling). Kadang, motif ini juga
ditafsirkan sebagai gambar bunga lotus (teratai) dengan Lotus adalah bunga yang
melambangkan umur panjang dan kesucian.

Batik motif kawung mempunyai makna yang melambangkan harapan agar manusia selalu ingat
akan asal usulnya. Jaman dahulu batik motif kawung dikenakan dikalangan kerajaan. Pejabat
kerajaan yang mengenakan batik motif kawung mencerminkan pribadinya sebagai seorang
pemimpin yang mampu mengendalikan hawa nafsu serta menjaga hati nurani agar ada
keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia. Selain itu, filosofi dalam batik ini juga
melambangkan keperkasaan dan keadilan

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 7


2) Batik Sidomukti

Sidomukti berasal dari kata “sido” yang berarti jadi dan “mukti” yang artinya mulia dan
sejahtera. Makna motif batik Sidomukti yaitu harapan agar pengantin pria dan wanita
mendapatkan kemuliaan dan kesejahteraan dalam membangun rumah tangga.

Motif Batik Sidomukti berasal dari daerah Solo, Jawa Tengah yang identik dengan motifnya
yang kuno serta warna khas soga cokelat yang dominan. Motif batik Sidomukti biasanya dikenal
sebagai kain sawitan atau kain sepasang yang terbuat dari zat warna soga alam. Karena itulah,
umumnya kain batik Sidomukti digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa. Tapi seiring
waktu berjalan, motif batik Sidomukti dipakai untuk bahan kain pakaian untuk acara formal dari
busana pekerja kantoran hingga acara kondangan.

Motif batik Sidomukti adalah perkembangan motif batik Sidomulyo dengan latar putih yang
berasal dari zaman Mataram Kartasura. Lalu diganti dengan latar ukel oleh Paku Buwono IV.
Batik Sidomukti terdiri dari beragam ornamen penyusun yang memiliki makna tersendiri. Jika
digabungkan, ornamen-ornamen ini akan membentuk makna yang utuh yang membawa
pemakainya pada kebahagiaan yang diinginkan.

Buku Kearifan Lokal Pakian Adat 8


3) Batik Parang

Batik parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal
dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari
tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan
kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan
semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada
sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo).

Batik parang memiliki makna yang tinggi dan mempunyai nilai yang besar dalam filosofinya.
Batik motif dari Jawa ini adalah batik motif dasar yang paling tua. Batik parang ini memiliki
makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti
bergerak. Batik parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti
upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk
pertalian keluarga. Adapun jenis-jenis batik parang dibawah ini, yaitu:

1. Parang Rusak. Motif ini merupakan motif batik yang diciptakan Penembahan Senopati
saat bertapa di Pantai Selatan. Motif batik ini terinspirasi dari ombak yang tidak pernah
lelah menghantam karang pantai. Motif ini melambangkan manusia yang internal
melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka
bijaksana, watak mulia karakter yang akan menang.

2. Parang Barong. Motif ini merupakan motif yang mempunyai ukuran yang lebih besar dari
parang rusak, yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Motif ini memiliki
makna pengendalian diri dalam dinamika usaha yang terus-
menerus, kebijaksanaan dalam gerak, dan kehati-hatian dalam bertindak.

3. Parang Klitik. Motif ini merupakan pola parang dengan stilasi yang halus. ukurannya pun
lebih kecil dan juga menggambarkan citra feminim, Motif ini melambangkan kelemah-
lembutan, perilaku halus dan bijaksana. Biasanya digunakan oleh para puteri raja.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 9


4. Parang Slobog. Motif ini melambangkan keteguhan, ketelitian dan kesabaran, dan
biasanya digunakan dalam upacara pelantikan. Motif ini mempunyai makna harapan agar
pemimpin yang dilantik dapat mengemban dan menjalankan tugasnya dengan amanah

disertai kebijaksanaan dalam diri.

4) Batik Truntum

Batik truntum diciptakan oleh permaisuri sunan paku buwana III dari Surakarta Hadiningrat
yaitu kanjeng ratu kencana atau biasa disebut ratu beruk yang memiliki makna cinta yang
tumbuh kembali. Jika kita perhatikan dengan seksama, batik truntum mempunyai tatanan yang
tampak seperti jajaran bintang yang gemerlap dimalam hari. Sejarah batik truntum berawal dari
sang ratu beruk yang tak mampu memberikan keturunan kepada pakubuwono III sehingga
membuat sang raja berniat untuk menikah lagi.
Sang ratu sepertinya tidak dapat berbuat apa-apa lagi karena keputusan sang Raja tidak dapat
diganggu-gugat, kemudian sang ratu merenung sambil menatap bintang dilangit. Untuk
mengusir kesendirian dan kesedihannya, sang ratu mulai melakukan kegiatan membatik dengan
membuat motif batik bintang dilangit kelam yang selama ini selalu menemani kesendiriannya.
Hal tersebut menjadi sebuah refleksi dan harapan yaitu suasana langit ditengah malam tiada
bulan, namun masih terdapat banyak bintang sebagai penerang langit malam dimana selalu ada
kemudahan dan harapan didalam kesulitan. Motif batiknya seperti taburan kuntum bunga
melati, atau seperti bintang yang bertaburan di langit. Motif batik truntum ini didedikasikan untuk
kekasihnya yaitu Raja Pakubuwono III sebagai wujud rasa cintanya yang begitu mendalam dalam
ketulusan dan akan selalu berkembang atau dalam bahasa jawa diistilahkan dengan tumaruntum.
Sang Raja melihat kain batik truntum ini tampak sederhana, namun jika dilihat dari dekat sangat
presisi dibuatnya nampak sudut yang sama dan hal ini membuat raja pakubuwono III kembali
merasakan jatuh cinta yang begitu mendalam kepada ratunya, yang selanjutnya membatalkan
pernikahan selanjutnya. Motif batik yang terbentuk berupa bintang dilangit dengan warna coklat
berlatar hitam dikombinasi dengan lambang garuda atau gurdho.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 10


Motif batik truntum atau biasa disingkat dengan batik truntum yang merupakan jenis batik
klasik yang terus dilestarikan sampai sekarang dengan mengenakannya pada saat acara
pernikahan karena memiliki makna harapan agar cinta kasih para mempelai terus berkembang
dan terjaga dalam kebahagiaan. Kain batik truntum ini biasa dikenakan oleh orangtua kedua
mempelai pada saat pernikahan dengan tujuan untuk “menuntun” kedua mempelai dalam
memasuki kehidupan baru karena juga mengandung makna ing ngarsa sung tuladha dimana
orangtua menjadi contoh atau tuladha bagi anaknya yang dianggap sudah lulus dari sebuah ujian
cinta kasih sehingga dianggap layak dan wajib untuk menuntun mempelai pengantin memasuki
babak kehidupan baru agar turun atau tumurun kepada mempelai sebagai wujud sikap tut wuri
handayani yaitu rangkaian keteladanan dan harapan yang diwakili oleh motif batik truntum.

5) Batik Satrio Manah

Batik yang dengan segala bentuknya merupakan identitas dari bangsa Indonesia. Pada era
keraton tempo dulu, kegiatan membatik merupakan mata pencaharian bagi para wanita Jawa,
bahkan kegiatan membatik dilingkungan keraton surakarta sangat dikenal sebagai suatu
pekerjaan yang eksklusif. Batik Solo memiliki ciri khas, baik dalam proses cap maupun tulisnya.
Pewarna yang digunakan untuk membatik menggunakan bahan alam, yaitu soga. Motif Batik
Solo Sidomukti dan Motif Batik Solo Sidoluruh merupakan contoh pola batik tulis Solo yang
terkenal

Motif batik memiliki makna tersendiri, lain motif lain makna. Motif batik Solo yang diciptakan
beraneka ragam, dengan harapan dapat membawa kebaikan bagi pemakainya. Motif Batik Solo
yang dikenal antara lain yaitu, Motif Batik Solo Jenis Parang, Motif Batik Solo Jenis Barong, Motif

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 11


Batik Solo Jenis Kawung dan Motif Batik Solo Jenis Sawat. Selain dari jenis Batik Solo yang
disebutkan ada juga jenis Batik Solo yang lain yaitu Batik Satrio Manah.

Batik Motif Satrio Manah ini biasa dipakai oleh wali pengantin pria pada saat prosesi
lamaran/meminang. Makna dari motif batik ini supaya lamaran dapat diterima oleh pihak calon
pengantin wanita beserta keluarganya.

6) Batik Semen Rante

Batik Seman Rante berasal dari kata Semen yang memiliki arti bertumbuh atau bersemi,
dan Rante yang artinya rangkaian yang saling mengikat satu sama lain. Jika diartikan secara
keseluruhan motif ini berarti suatu ikatan erat yang bertumbuh. Bahkan motif ini dianggap
sebagai salah satu motif tradisional yang sakral. Dan motif batik yang satu ini sering di lihat pada
acara lamaran, umumnya dipakai oleh perempuan yang dipinang, atau salah satu barang –
barang seserahan dari mempelai pria untuk perempuan.
Motif batik semen rante adalah salah satu dari variasi Batik Semen, motif ini terinspirasi dari
kehidupan yang bersemi di alam dunia, di visualisasikan dalam bentuk yang kompleks dengan
corak dan bentuk gambar non-geometris, dan memiliki corak warna – warna cerah klasik yaitu
coklat dengan kombinasi warna merah untuk menghiasi motif ornamennya.

Filosofi batik Semen Rante dapat dilihat dari 3 bagian ornamen utama, yang pertama adalah
ornamen yang berhubungan dengan daratan, seperti tumbuh – tumbuhan atau binatang berkaki
empat. Kedua, ornamen udara seperti mega mendung atau langit, burung, dan garuda. Dan yang
terakhir, ornamen yang berhubungan dengan air seperti ikan, ular, dan katak. Dimana ketiga
ornamen ini filosofi kuat dalam kehidupan.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 12


7) Batik Sawat

Batik Solo dengan motif sawat ini merupakan bentuk inspirasi dari sawat atau sayap.
Pada zaman dahulu, salah satu motif batik Solo ini dianggap sakral, dan hanya digunakan
oleh raja dan keluarganya saja. Makna yang terkandung di dalam motif batik ini sering
dikaitkan dengan burung garuda sebagai sosok kendaraan untuk Dewa Wisnu dengan
lambang raja atau kekuasaan. Hingga sekarang, batik Solo motif sawat ini masih sering
dipakai oleh pasangan pengantin ketika melakukan prosesi pernikahan adat Jawa. Jika
dilihat dari filosofinya, maka bisa dikatakan banyak yang meyakini bisa melindungi
kehidupan si pemakainya.

C. HAMBATAN BATIK DI ERA GLOBALISASI

Di era globalisasi dan adanya perkembangan zaman pada saat ini menyebabkan
banyaknya fashion-fashion lokal yang sudah terabaikan, salah satunya adalah batik.
Seringkali generasi-generasi muda di Indonesia lebih suka menggunakan fashion yang
dipengaruhi oleh trend luar negeri. Sudah jelas bahwa hal ini akan membuat brand
lokal menjadi kalah bersaing di dalam pasar fashion. Tidak hanya itu, bahkan brand-
brand lokal yang bergerak dalam bidang fashion juga seringkali merintis dan
menciptakan brandnya dengan menggunakan style fashion luar sehingga sangat
jarang sekali brand lokal yang menyentuh unsur kebudayaan Indonesia. Hal ini tentu
akan menyebabkan batik sebagai salah satu produk lokal di Indonesia menjadi
tergerus oleh perkembangan style fashion dari luar dan posisi batik sebagai produk
yang bernilai juga sudah mulai tergeser oleh fashion luar. Padahal, batik adalah
produk lokal yang bisa dijadikan style fashion modern pada zaman sekarang dan bisa
disesuaikan dengan style fashion luar dan perkembangan zaman. Batik Indonesia juga
sudah mengukir prestasi yang luar biasa hingga diakui oleh negara lain di kancah
Internasional. Dengan bergesernya produk lokal di Indonesia, semangat dan rasa cinta

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 13


bangsa Indonesia terhadap kebudayaan Indonesia akan semakin menurun. Kita
sebagai warga negara Indonesia terutama sebagai generasi-generasi muda di
Indonesia juga harus mengakui dan harus menjaga batik sebagai produk lokal di
Indonesia

D. CARA MELESTARIKAN BATIK

1. Mengunjungi Tempat Wisata Batik

Salah satu carauntuk melestarikan kain batik bisa dengan mengunjungi tempat
wisata yang berkaitan dengan batik. Dengan mengunjungi tempat wisata batik
akan memberikan banyak pandangan untuk memperluas pengetahuan kita.

2. Bangga dan Cinta Menggunakan Batik

Sebagai warisan budaya Indonesia bukan berarti kain batik hanya dapat disimpan
dalam museum atau bahkan lemari. Cara palingbmudah untuk melestarikannya
adalah dengen memakai atau menggunakan pakaian batik secara langsung

3. Memperkenalkan Batik ke Pasar Internasional

Upaya ini bertujuan untuk memberikan informasi bahwa batik adalah asli milik
Indonesia dan keindahannya dapat dinikmati dengan membelinya. Salah satu
caranya adalah dengan mengikutsertakan batik dalam promosi atau pameran
barang Internasional yang memang sering di gelar

4. Melibatkan Generasi Muda

Salah satu hal yang sudah menjadi rahasia umum bahwa produksi batik umumnya
dilakukan oleh orang-orang tua yang sudah berumur. Bila hal ini terus dibiarkan,
maka tidak akan ada anak muda yang meneruskan kesenian membatik. Dalam
buku Asyiknya Mengenal Batik Sambil Berkreasi, Yuwita wahernika, 2019,
dijelaskan bahwa penting adanya mrngajarkan kepada generasi muda untuk
membatik.

5. Mengubah Sudut Pandang Pada Batik

Cara atau upaya yang sederhana untuk dilakukan adalah dengan mengubah paradigma
masyarakat bahwa batik hanya cocok dipakai oleh kelompok tua dan hanya pantas
digunakan untuk acara formal saja. Saat ini, sudah banyak batik yang didesain dengan
model yang santai, kalangan muda juga bisa mengenakannya di acara non form

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 14


BAB 2

MACAM-MACAM
PAKAIAN ADAT DI JAWA TENGAH

Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang masyarakatnya dikenal
teguh menjaga warisan leluhur. Tradisi yang lama berlangsung tersebut
dijaga dan diselaraskan dengan kemajuan jaman, bahkan kemajuan
teknologi dimanfaatkan penduduknya untuk memperkenalkan budaya
mereka. Batik salah satunya

Terkait suku, tidak dapat dipungkiri bahwa etnis Jawa mempunyai jumlah
yang paling banyak di tanah air. Dan jaman dahulu, pusat-pusat kejayaan
Jawa banyak yang berada di Jawa Tengah. Sebut saja Kerajaan Mataram,
baik Mataram Hindu maupun Mataram Islam. Keduanya berada di Jawa
Tengah. Oleh sebab itu, tidak heran jika budaya Jawa, khususnya Jawa
Tengah menginspirasi banyak daerah-daerah lain dalam hal budaya, tak
terkecuali pakaian adat


PAKAIAN ADAT DI JAWA TENGAH

Pakaian adat di Jawa Tengah dinobatkannya batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and
Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2009, mendorong UNESCO untuk menegaskan
kepada Indonesia agar menjaga kelestarian warisan tersebut. Sebagai provinsi yang terkenal
dengan batiknya, Jawa Tengah memiliki pakaian adat berupa batik. Tapi Grameds, pakaian adat
Jawa Tengah bukan hanya batik lho. Apa saja? Nah sekarang giliran kita nih bahas pakaian adat
daerah ini. Beberapa jenis pakaian adat Jawa Tengah akan kita bahas bersama di bawah ini!

1) Kebaya Tradisional

Banyak daerah yang menggunakan kebaya sebagai pakaian adat masing-masing yang
dikhususkan untuk para wanita. Sebut saja Kebaya Rancongan dari Madura, Kebaya Sunda dari
Sunda, Kebaya Betawi dari Betawi, dan lainnya. Sementara itu, istilah kebaya sendiri sebenarnya
berasal dari Bahasa Arab Abaya yang berarti pakaian.

Kebaya Jawa Tengah tentunya memiliki keunikan tersendiri. Dengan tampilan yang tampak
klasik namun berkelas, kebaya Jawa Tengah sedikit menyimpan kesan misterius. Kebaya Jawa
Tengah seringkali digunakan oleh mempelai wanita dalam acara pernikahan. Agar tampak
mewah dan muncul aura ratu, bahan yang dipilih merupakan bahan beludru atau kain sutera.
Sedangkan untuk kegiatan sehari-hari, kain yang digunakan adalah kain katun atau bahkan nilon

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 16


tipis agak transparan yang dihiasi dengan sulaman atau bordiran. Namun demikian, kebaya ini
juga sering digunakan acara wisuda, acara adat, menyambut kedatangan tamu, dan peringatan
hari besar.

Pada umumnya kebaya ini berwarna hitam. Untuk memastikan bagian dada tertutup dengan
aman, wanita Jawa Tengah menggunakan kemben sebagai dalaman. Keelokan kebaya
diselaraskan dengan bentuk tubuh wanita yang sedap di mata sehingga perlu stagen untuk
mengencangkan bagian perut dan pinggang. Agar stagen tidak terlihat dari luar, diperlukan tapih
tanjung. Agar semakin terlihat anggun namun tegas, rambut wanita ditata berbentuk konde
dengan hiasan bunga melati di atasnya. Agar semua kecantikan tersebut semakin sempurna,
perlu sekali menambahkan perhiasan seperti subang, kalung, cincin, gelang, dan terkadang
membawa aksesoris satu lagi, yaitu kipas.

Penjelasan di atas merupakan kebaya tradisional sesuai dengan kebaya pada masa awal. Untuk
jaman sekarang, tidak sedikit kebaya yang didesain dengan warna yang beragam dan lebih trendi
karena tingginya minat masyarakat. Terlebih saat ini sudah mulai banyak kebaya yang
diperuntukkan untuk wanita berhijab, tentu memerlukan penyesuaian agar dapat menutup
aurat dengan sempurna.
Budaya memiliki filosofi tersendiri mengenai pemakaian kebaya. Kesabaran dan lemah lembut
merupakan makna yang tersimpan dalam kebaya. Jika diperhatikan seksama, potongan kebaya
selalu mengikuti bentuk tubuh. Artinya, perempuan Jawa diharuskan bisa menyesuaikan diri dan
menjaga diri sendiri di manapun mereka berada.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 17


2) Surjan

Pakaian ini dulunya diperuntukkan khusus untuk anggota kerajaan yang berasal dari
bangsawan ataupun abdi dalem (aparatur sipil). Sehingga tidak sembarang orang dapat memakai
pakaian Surjan. Umumnya pakaian Surjan digunakan saat acara resmi berlangsung. Baju Surjan
tampak mirip dengan beskap disertai motif lurik-lurik coklat dan hitam yang id bagian depannya
terdapat saku. Bawahannya merupakan kain panjang bermotif batik yang dililitkan di pinggang
dan panjangnya hingga mata kaki.
Sebagai penutup kepala, para pria dapat menggunakan blangkon yang terbuat dari kain batik.
Kain tersebut dililitkan di kepala lalu diikat. Untuk saat ini, dapat ditemukan blangkon instan
yang sudah jadi sehingga memudahkan para pria untuk mengenakannya.

Dalam tradisi Jawa, disebutkan bahwa laki-laki memiliki rambut panjang adalah aib sehingga
harus ditutup dengan blangkon. Di bagian belakang blangkon dapat Anda temui tonjolan yang
disebut mondolan. Sementara itu, jika perhatikan dengan teliti, akan Anda temukan dua ikatan
di bagian belakang yang melambangkan dua kalimat syahadat yang diikat dengan kuat. Artinya,
hendaknya seseorang yang memakai blangkon memegang teguh pada ikatan yang kokoh, yakni
ajaran Islam.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 18


3) Basahan

Selain pakaian Kanigaran, pakaian Basahan juga sering dipakai oleh para pengantin saat
pernikahan mereka. Setelan pakaian ini merupakan warisan dari Kerajaan Mataram yang
menjadi kerajaan besar di Jawa.
Penampilan Basahan sangat mencolok karena tidak memakai atasan untuk menutup tubuh
bagian atas. Riasan yang digunakan ketika memakai Basahan dinamakan Paes Ageng Kanigaran.
Para pria tidak menggunakan baju alias bertelanjang dada. Di bagian dada terdapat semacam
kalung yang melambangkan kemewahan. Untuk bawahan, para pria menggunakan kain dodot
yang menutupi pusar. Sebagai penutup kepala, pengantin pria mengenakan kuluk yang memiliki
beberapa macam warna. Tidak lupa para pria membawa senjata berupa keris untuk
menunjukkan kekuatan.
Sementara itu, para wanita membiarkan bahu dan dada bagian atas terbuka. Agar tetap sopan,
para wanita menggunakan kemben untuk menutupi tubuh bagian atas lainnya. Sementara
bawahannya, para wanita juga menggunakan Dodot. Rambut ditata membentuk konde dan
dihiasi dengan bunga-bunga di atasnya. Di lehernya juga menjuntai kalung yang indah. Baik pria
maupun wanita, di kedua pangkal lengannya terdapat hiasan.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 19


Secara keseluruhan, filosofi yang terkandung dalam pakaian ini sangat dalam. Dengan
menggunakan pakaian ini, pengantin dianggap telah berserah diri kepada Tuhan Yang Maha
Kuasa. Makna tersebut disimbolkan melalui busana dan tata rias yang digunakan. Busana
Basahan mengandung harapan agar mempelai dapat menjalani rumah tangga yang harmonis,
sejahtera, bahagia, dan dapat berjalan selaras dengan alam.

4) Jawi Jangkep

Bagian depan dan belakang sebelah bawah baju Jawi Jangkep ini sengaja dibuat tidak simetris.
Bagian depan dibuat lebih panjang dibandingkan bagian belakang sebagai antisipasi untuk
menyimpan keris. Peletakan keris di belakang bermakna agar manusia dapat menolak segala
rupa godaan setan dan keris merupakan simbol perlawanan.
Baju Jawi Jangkep tersebut diselaraskan dengan kain jarik panjang yang dikenakan dengan cara
melilitkannya di pinggang. Sebagai penyempurna, digunakan penutup kepala berupa blangkon.
Arti penggunaan blangkon sendiri untuk menunjukkan bahwa laki-laki yang memakainya adalah
laki-laki yang menutupi aib.
Pakaian Jawi Jangkep yang berwarna hitam digunakan untuk acara-acara resmi. Sementara
pakaian Jawi Jangkep Padintenan memiliki warna selain hitam dan biasanya digunakan dalam
kegiatan sehari-hari. Sebagai informasi tambahan, pakaian Jawi Jangkep juga dikenal dengan
Piwulang Sinandhi. Kancing yang terpasang di dalam beskap memberikan isyarat agar pria Jawa
Tengah selalu bertindak cermat dan penuh perhitungan dalam melakukan segala sesuatu.

5) Beskap

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 20


Pada awalnya, beskap dan pakaian Jawi Jangkep merupakan satu kesatuan. Dengan kata lain,
beskap merupakan bagian dari pakaian Jawi Jangkep. Namun seiring berjalannya waktu, beskap
seringkali dipakai oleh pria secara terpisah. Warna kain yang sering digunakan untuk membuat
beskap adalah polos atau hitam. Dengan desain sederhana dan kerah lurus tanpa lipatan, model
beskap dibuat tidak simetris sebagai berjaga-jaga untuk menyimpan keris. Selama ini, dikenal
empat macam jenis beskap di Jawa Tengah. Pertama, Beskap Gaya Jogja berkiblat pada pakem
Keraton Yogyakarta. Kedua, Beskap Landung dengan bagian depan lebih panjang. Ketiga, Beskap
Gaya Kulon yang sering digunakan di daerah Purwokerto, Tegal, Banyumas, dan daerah-daerah
lain yang dekat dengan Jawa Barat. Keempat, Beskap Gaya Solo yang mengacu pada
pakem Keraton Surakarta.

6) Kuluk

Sama fungsinya seperti blankon, yaitu sebagai penutup kepala pada pria. Hanya saja, bentuk
dari kuluk lebih tinggi dan strukturnya lebih kaku. Penggunaan Kuluk diselaraskan dengan

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 21


pemakaian pakaian Basahan atau Kanigaran dan dulunya dipakai oleh para raja atau
Sultan. Saat ssini, penutup kepala ini digunakan saat acara pernikahan oleh
mempelai pria.

7) Keris

Sama seperti Jawa Timur dan Yogyakarta, salah satu senjata tradisional Jawa Tengah adalah
keris. Gagang keris dibuat menghadap ke kanan sebagai perlambang kecenderungan terhadap
kebenaran. Kemudian ujung gagangnya seakan menunduk ke bawah untuk menandakan
kerendahan hati manusia yang membawanya. Meskipun membawa senjata, pria yang
menggunakan keris harus memiliki kerendahan hati.

8) Jarik

Hampir setiap orang Indonesia memiliki kain batik ini, Jarik. Sehingga Jarik dikenal
sebagai salah satu ciri khas kain Jawa.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 22


Sebagai kain serba guna yang cocok untuk hampir semua acara, Jarik telah menjadi
barang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya pakaian
adat Jawa Tengah.
Dapat digunakan sebagai pakaian, gendongan bayi, alas tidur bayi, pakaian formal, dan
keperluan lainnya.
Keunikan busana tradisional ini, Jarik juga bisa menunjukkan status pemakainya dari
motif polanya. Bisa dipadukan dengan kebaya ataupun beskap bagi pemakainya.
Kain jarik adalah salah satu jenis kain khas Indonesia yang berasal dari pulau Jawa. Pada
umumnya, kain jarik ini banyak dipergunakan oleh warga masyarakat Jawa Tengah dan Jawa
Timur. Kain jarik ini juga mempunyai motif batik dengan beragam corak.
Jarik sendiri juga memiliki makna, yakni aja gampang sirik di dalam bahasa Jawa dan arti di
dalam bahasa Indonesia, yakni jangan mudah iri. Kain jarik merupakan istilah ataupun simbol
tentang status sosial di zaman dahulu. Kain khas daerah Jawa seringkali dimanfaatkan untuk
acara-acara sakral ritual adat Jawa

9) Stagen Kebaya

Stagen adalah gulungan kain yang secara tradisional dikenakan oleh pria dan wanita
Jawa. Dipakai pada acara penting ataupun upacara adat pernikahan Jawa.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 23


Saat batik dililitkan di pinggang, mengenakan stagen akan membantu menonjolkan
bentuk tubuh wanita dan menjaga batik tetap di tempatnya saat pemakainya bergerak.
Motif dan warnanya tentu beragam, Moms bisa memilih sesuai dengan warna kebaya
yang dikenakan. Selain itu, adanya stagen yang berfungsi sebagai ikat pinggang menyimbolkan
usus yang panjang. Dalam filosofi Jawa, hal itu bermakna punya kesabaran.

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 24


DAFTAR PUSTAKA

https://www.orami.co.id/magazine/pakaian-adat-jawa-tengah
https://www.gramedia.com/literasi/pakaian-adat-jawa-tengah/
https://moselo.com/blog/kain-jarik/
https://bobo.grid.id/read/083049162/fungsi-dan-contoh-pakaian-adat-di-indonesia-materi-
kelas-3-sd-tema-5?page=all
https://kids.grid.id/read/473257943/sebagai-identitas-inilah-4-fungsi-pakaian-adat-dan-
penjelasannya
https://blog.tigadaracatering.id/busana-dan-rias-pengantin-solo-basahan/
https://regional.kompas.com/read/2022/01/05/182817978/5-pakaian-adat-jawa-tengah-dan-
ciri-khasnya?page=all
https://kabarwonosobo.pikiran-rakyat.com/budaya/pr-1562885409/pahami-sejarah-surjan-
busana-adat-jawa-untuk-laki-laki-konon-diciptakan-sunan-kalijaga
https://kumparan.com/berita-terkini/cara-melestarikan-batik-sebagai-warisan-budaya-
indonesia-1wNGLIF1SF5/3
https://id.wikipedia.org/wiki/Batik_Kawung
https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/02/194/2370824/ragam-motif-batik-sidomukti-
dan-maknanya
https://id.wikipedia.org/wiki/Batik_Parang
https://batik-tulis.com/blog/batik-truntum/
https://budaya-indonesia.org/Motif-Batik-Semen-Rante
https://beenews.id/batik-solo-motif-sawat-terinspirasi-dari-senjata-dewa-batara-
indra/https://www.gramedia.com/literasi/kearifan-lokal
https://binus.ac.id/character-building/2021/02/melestarikan-budaya-batik-pada-generasi-muda/
https://www.gramedia.com/literasi/pakaian-adat-jawa-tengah/
https://sintesakonveksi.com/info/apa-yang-dimaksud-dengan-pakaian-adat/

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 25


Profil Anggota

Informasi Diri

Nama Lengkap : Anasya Qolby Salima

Email : [email protected]

Hobi : Mendengarkan musik

Instagram : @todayishechi

Nama Lenkap : Arnika Nur Anggraini

Email : [email protected]

Hobi : Membaca

Instagram : @arngrn1

Nama Lengkap : Agata Firsty Nandyta Pramesti
Email : [email protected]
Hobi : Menulis
Instagram : @loeving.gatt

Nama Lengkap : Elvira Aprillia
Email : [email protected]
Hobi : Bermain Game
Instagram : @aprilliaelvira

Nama : Monica Triana Sari
Email : [email protected]
Hobi : Rebahan
Instagram : @monicca.ts

Buku Kearifan Lokal Pakaian Adat 26


Click to View FlipBook Version