The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ottosarianitelaumbanua, 2021-06-21 10:16:12

MASALAH EKONOMI (KELANGKAAN), PILIHAN SKALA PRIORITAS & BIAYA

KONSEP DASAR ILMU EKONOMI KELAS X

Keywords: OTTO SORIANI TELAUMBANUA

MODUL KONSEP
DASAR ILMU EKONOMI

MASALAH EKONOMI
(KELANGKAAN), PILIHAN SKALA

PRIORITAS & BIAYA
OTTO SORIANI TELAUMBANUA, S.PD

Kompetensi Dasar

3.1 Mendeskripsikan konsep ilmu ekonomi
4.1 Mengidentifikasi kelangkaan dan biaya peluang dalam memenuhi kebutuhan

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1.10 Menjelaskan pengertian kelangkaan (scarcity)
3.1.11 Mengidentifikasi penyebab kelangkaan (scarcity)

3.1.12 Menentukan pilihan dan skala prioritas
3.1.13 Mendeskripsikan pengertian biaya peluang (opportunity cost)

3.1.14 Membedakan biaya peluang dan biaya sehari-hari

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian kelangkaan (scarcity)
dengan benar.

2. Peserta didik mampu mengidentifikasi penyebab kelangkaan (scarcity) dengan
benar.

3. Peserta didik mampu menentukan pilihan dan skala prioritas dengan tepat.
4. Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian biaya peluang (opportunity

cost), dengan benar.
5. Peserta didik mampu membedakan biaya peluang dan biaya seharihari dengan

benar.

.

Pada umumnya keinginan manusia adalah tidak terbatas, sedangkan sumberdaya
yangdigunakan sebagai alat pemuas keinginan tersebut terbatas adanya. Kondisi inilah yang
pada akhirnya menimbulkan masalah kelangkaan.
Banyak para ekonomi yang berpendapat bahwa permasalahan utama dalam ilmu ekonomi
adalah mengatasi kelangkaan, yaitu bagaimana manusia menggunakan sumberdaya yang
terbatas untuk memenuhi keinginannya yang tidak terbatas.
Kelangkaan akan terjadi apabila jumlah yang diinginkan melebihi jumlah yang tersedia pada
harga sebesar nol, sehingga menuntut manusia untuk melalukan pilihan. Keinginan
manusia adalah tidak terbatas. Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan manusia menjadi
beragam adanya. Dalam hal ini ketika sebuah keinginan tersebut menuntut adanya
pemenuhan, maka ia akan menjadi sebuah kebutuhan. Contoh, ketika kita lapar maka kita
ingin makan. Dalam kasus ini, ketika keinginan makan tersebut menuntut adanya pemenuhan
maka menjadi kebutuhan untuk makan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan
adanya alat pemuas kebutuhan, yaitu barang dan jasa.

B. MASALAH EKONOMI

A. Masalah ekonomi (Kelangkaan)

Kelangkaan adalah kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk
memuaskan semua kebutuhan kita

Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah
barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau
ditemukan. Kelangkaan juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan
jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi.

Kelangkaan mengandung dua pengertian:
1. Alat pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
2. Untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain

Masalah kelangkaan selalu dihadapi merupakan masalah bagaimana seseorang dapat
memenuhi kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam dengan alat pemuas yang terbatas.
Dalam menghadapi masalah kelangkaan, ilmu ekonomi berperan penting karena masal
ekonomi yang sebenarnya adalah bagaimana kita mampu menyeimbangkan antara keinginan
yang tidak terbatas dan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Apabila suatu sumber daya dapat
digunakan untuk menghasilkan suatu alat pemuas kebutuhan dalam jumlah tidak terbatas,
maka sumber daya tersebut dikatakan tidak mengalami kelangkaan

B. Faktor Penyebab Kelangkaan
1. Keterbatasan Sumber Daya Alam, Alam memang menyediakan sumber daya yang cukup
melimpah. Namun, tetap saja jumlahnya terbatas, apalagi jika manusia mengolahnya secara
sembarangan. Walaupun sumber daya tersebut dapat diperbaharui atau tersedia secara
bebas, tetap saja akan berkurang dan lama-kelamaan akan habis.
2. Perbedaan Letak Geografis
Sumber daya alam biasanya tersebar tidak merata disetiap daerah. Ada daerah yang sangat
subur, ada pula daerah yang kaya akan bahan tambang. Namun, ada pula daerah yang
gersang dan selalu kekurangan air. Perbedaan ini menyebabkan sumber daya menjadi
langka dan terbatas, terutama bagi daerah yang tidak mempunyai sumber daya yang
melimpah
3. Pertambahan Jumlah Penduduk
Pertumbuhan jumlah penduduk selalu lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan
produksi barang dan jasa. Hal ini telah diamati oleh seorang ekonom, Thomas Robert
Malthus. Menurutnya, jumlah manusia tumbuh mengikuti deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, dan
seterusnya). Sementara jumlah produksi hanya tumbuh mengikuti deret hitung (1, 2, 3, 4,
5, dan seterusnya).
4. Keterbatasan Kemampuan Produksi
Kemampuan produksi didukung oleh faktor-faktor produksi yang digunakan. Misalnya
kapasitas faktor produksi manusia terbatas karena masih bisa sakit, lelah, atau bosan. Mesin
produksi juga bisa rusak dan aus. Selain itu, keterbatasan produksi juga ditentukan karena
perkembangan teknologi yang tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi
berlangsung sangat cepat. Sementara itu, di negara berkembang perkembangan kebutuhan
barang dan jasa masih lebih cepat daripada perkembangan teknologinya.
5. Bencana Alam
Bencana alam merupakan faktor perusak yang berada di luar kekuasaan dan kemampuan
manusia. Walaupun sebenarnya sebagian bencana terjadi akibat ulah manusia sendiri.
Banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain telah membawa dampak
kerugian yang cukup besar. Kerusakan bangunan, tempat usaha, sumber daya alam, dan
bahkan korban jiwa yang menjadi korban bencana alam tersebut.
6. Kerusakan Sumber Daya Alam Akibat Ulah Manusia
Manusia harus berhati-hati menggunakan SDA yang tersedia. Jangan karena kesalahan
manusia, sumber daya yang tersedia menjadi rusak. Misalnya penebangan hutan yang tidak
terencana dengan baik mengakibatkan hutan menjadi gundul dan mengakibatkan banjir
7. Keterbatasan Manusia untuk Mengolah Sumber Daya yang ada
Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah Sumber Daya terjadi karena
kekurangan ilmu pengetahuan dan teknologi, modal dan faktor-faktor yang lain
8. Peningkatan kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan
penyediaan sarana kebutuhan

C. Pilihan, Biaya Peluang dan Skala Prioritas

1. Pilihan
Timbulnya kelangkaan membuat individu, perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhan
tidak bisa mendapat semua yang mereka butuhkan sehingga mereka harus membuat
pilihan. Pada setiap kegiatannya, mereka harus menentukan pilihan terbaik dari beberapa
alternatif pilihan yang telah dibuat. Pilihan-pilihan tersebut meliputi pilihan dalam
mengonsumsi dan pilihan dalam memproduksi. Tujuannya adalah agar sumber-sumber
daya ekonomi yang tersedia digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kepuasan
yang paling maksimal pada individu dan masyarakat.

a. Pilihan dalam mengkonsumsi
Pada hakikatnya kegiatan untuk membuat pilihan dapat dilihat dari dua segi. Pertama,
dari segi penggunaan sumber-sumber daya ekonomi yang dimiliki. Kedua, dari segi
mengonsumsi barang-barang yang dihasilkan. Setiap individu harus memikirkan cara
terbaik dalam menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya. Usaha
ini bertujuan untuk memaksimumkan pendapatan yang akan dinikmatinya dengan
menggunakan sumber-sumber daya ekonomi yang dimilikinya tersebut. Dengan
demikian, pendapatan yang diterima dari penggunaan sumber-sumber daya ekonomi
yang dimiliki setiap individu dapat menentukan jenis-jenis dan jumlah barang yang
akan dibeli

b. Pilihan dalam memproduksi
Pilihan dalam memproduksi biasanya dilakukan perusahaan-perusahaan untuk
menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan individu, perusahaan lain, dan
pemerintah. Para pemilik perusahaan menjalankan kegiatannya untuk mencari
keuntungan. Keuntungan maksimal hanya akan didapat apabila para pemilik
perusahaan membuat pilihan yang teliti atas jenis barang dan jasa yang akan dijualnya,
dan jenis-jenis serta jumlah faktor-faktor produksi yang akan digunakannya. Dalam
penjualan barang, para pengusaha dapat menentukan tingkat produksi yang memberi
keuntungan paling banyak. Adapun dalam penggunaan sumber-sumber daya ekonomi,
yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menentukan kombinasi sumber-sumber daya
ekonomi yang dapat meminimalkan biaya produksi.

2. Biaya Peluang
Biaya peluang muncul ketika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan dan dia harus
memilih salah satunya. Biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan
karena memilih alternatif kegiatan. Biaya peluang diukur dengan manfaat yang
harus dilepas karena tidak dipilih. Konsep biaya peluang selalu dipertimbangkan pada
setiap pengambilan keputusan dalam pemenuhan kebutuhan atau melakukan kegiatan
ekonomi.

Contoh :

Budi memiliki uang Rp 5.000.000. Dengan uang sebesar itu, Budi memiliki kesempatan untuk
bertamasya ke Bali atau membeli sebuah Laptop. Jika Budi memilih untuk membeli laptop,
Budi akan kehilangan kesempatan untuk menikmati keindahan Bali. Dan begitu pula

sebaliknya, apabila Budi memilih untuk bertamasya ke Bali, Budi akan kehilangan kesempatan
untuk membeli laptop. Kesempatan yang hilang itulah yang disebut sebagai biaya peluang

Cara menghitung biaya peluang.
Contoh :
Setelah lulus SMA, Anisa mendapat 2 tawaran pekerjaan. Tawaran pertama sebagai kasir
toko di dekat rumah dengan gaji Rp900.000,00 per bulan. Tawaran kedua sebagai
pramuniaga di sebuah mall di kotanya dengan gaji Rp1.100.000,00 per bulan. Dengan
beberapa pertimbangan, diantaranya ingin dekat keluarga, akhirnya Anisa memutuskan
bekerja sebagai kasir toko. Keputusan Anisa memilih bekerja sebagai kasir toko telah
menghilangkan peluang untuk bekerja sebagai pramuniaga yang sebenarnya bisa
memberikan pendapatan Rp1.100.000,00 per bulan. Dengan demikian, biaya peluang yang
ditanggung Anisa dengan memilih bekerja sebagai pelayan toko adalah sebesar
Rp1.100.000,00 per bulan

3. Skala Prioritas

Skala prioritas kebutuhan manusia adalah urutan kebutuhan yang disusun
berdasarkan tingkat kepentingan kebutuhan

.Dengan menyusun skala prioritas kebutuhan manusia, dapat diketahui kebutuhan mana
yang harus didahulukan dan kebutuhan mana yang dapat ditunda. Setelah kebutuhan yang
paling mendesak terpenuhi, maka kita baru boleh memikirkan bagaimana pemenuhan
kebutuhan lainnya. Lagi-lagi manusia perlu menyusun skala prioritas, kebutuhan mana
yang perlu didahulukan dan mana yang bisa ditunda.
Ada beberapa hal yang perlu dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
menentukan skala prioritas, yaitu antara lain sebagai berikut :
1. Tingkat Urgensi

Hal yang pertama yaitu tingkat urgensinya, yaitu bagaimana didalam menentukan
pilihan, mana yang harus didahulukan harus perlu dipertimbangkan seberapa jauh
tingkat kepentingan hal tersebut.
Contoh: Ada seorang anak yang akan menghadapai ujian, pada malam sebelum hari
ujian ia akan belajar, namun tiba-tiba lampu kamar mati dan dia juga belum membeli
pensil, manakah yang lebih penting dari lampu belajar atau membeli pensil? Dalam
kasus ini hal yang diutamakan adalah membeli lampu kamar sebagai sarana penerangan
belajar, sedangkan alat tulis bisa meminjam kakak atau adik terlebih dahulu.
a. Kesempatan yang Dimiliki

Apabila suatu kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja, maka perlu
didahulukan. Misalkan dalam suatu kondisi darurat, keselamatan atau kesehatan
merupakan hal yang paling diutamakan.
Contoh: Demi kesembuhan dan kesehatan maka obat merupakan kebutuhan nomor
satu dan yang paling utama untuk didahulukan dibandingkan hal lainnya yang bisa
ditunda dan dikesampingkan terlebih dahulu.
b. Pertimbangan Masa Depan
Bagaimana jika dalam menghadapai pilihan yang sulit, maka faktor masa depan
juga perlu dipertimbangkan.
Contoh: Ada berbagai pilihan bidang les yang ingin kita ikuti, namun karena
keterbatasan suatu hal maka kita harus menentukan salah satu dan tidak bisa
memilih keduanya, manakah yang harus kita pilih? Dalam hal ini kita harus
mempertimbangkan mana yang paling bermanfaat bagi masa depan kita?
Matematika atau Bahasa Inggris?
Kedua hal tersebut semuanya penting, namun mengutamakan Bahasa Inggris
merupakan pilihan yang paling tepat, sebab kegunaan Bahasa Inggris dimda depan
yang akan datang lebih luas dibandingkan dengan Matematika. Ini adalah salah satu
pilihan yang didasarkan dengan kebutuhan untuk masa depan.
c. Kemampuan Diri
Hal terakhir yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan skala
prioritas adalah berawal dari sifat manusia yang mempunyai banyak keinginan dan
selalu merasa tidak puas, namun ada hambatan karena keterbatasan kemampuan,
baik dari segi ekonomi maupun yang lain. Maka perlu dipertimbangkan pula
berdasarkan kemampuan yang dimiliki, baik dari segi materi maupun non materi
agar pilihan yang diambil bisa tepat sesuai kemampuan.

Contoh: Di era jaman sekarang ini, persaingan hidup dikota besar sangatlah ketat
dan memaksa manusia untuk saling berlomba agar tidak tertinggal dengan yang
lain.

 permasalahan utama dalam ilmu ekonomi adalah mengatasi
kelangkaan, yaitu bagaimana manusia menggunakan sumberdaya
yang terbatas untuk memenuhi keinginannya yang tidak terbatas.

 Faktor Penyebab Kelangkaan
Keterbatasan Sumber Daya Alam, Perbedaan Letak Geografis,
Pertambahan Jumlah Penduduk, Keterbatasan Kemampuan
Produksi, Bencana Alam,Kerusakan Sumber Daya Alam Akibat Ulah
Manusia,
Keterbatasan Manusia untuk Mengolah Sumber Daya yang ada

 Timbulnya kelangkaan membuat individu, perusahaan, dan
masyarakat secara keseluruhan tidak bisa mendapat semua yang
mereka butuhkan sehingga mereka harus membuat pilihan meliputi
pilihan dalam mengonsumsi dan pilihan dalam memproduksi.

 Biaya peluang adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena
memilih alternatif kegiatan

 Skala prioritas kebutuhan manusia adalah urutan kebutuhan yang
disusun berdasarkan tingkat kepentingan kebutuhan

 Ada beberapa hal yang perlu dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam menentukan skala prioritas, yaitu antara lain
sebagai berikut : Tingkat Urgensi, Kesempatan yang Dimiliki,
Pertimbangan Masa Depan, Kemampuan Diri,

TES FORMATIF

1. Kelangkaan merupakan inti masalah ekonomi yang salah satunya memaksa manusia untuk
melakukan pilihan dalam hidupnya baik secara individual maupun kolektif yang
disebabkan oleh….

A. keterbatasan jumlah alat pemuas kebutuhan yang tersedia di alam
B. peningkatan investasi sebagai akibat dari modernisasi global
C. terjadinya bencana alam
D. perkembangan potensi sumber daya manusia
E. faktor-faktor lain kelangkaan yang dianggap konstan

2. Terbatasnya kemampuan dalam mengolah alam seperti hutan gundul merupakan salah satu
masalah kelangkaan yang disebabkan penebangan liar oleh manusia, sehingga hal yang
harus kita lakukan untuk menanggulanginya adalah dengan….
A. penanaman hutan kembali
B. membatasi pengelolaan hutan untuk kepentingan pribadi
C. membuat terasering
D. melakukan tebang pilih
E. tidak mengeksploitasi hutan

3. Budi baru saja lulus SMA, ia memiliki pilihan untuk melanjutkan kuliah dengan biaya
Rp20.000.000, bekerja di bidang garmen dengan gaji Rp4.500.000, atau meneruskan usaha
rumahan orang tuanya dengan penghasilan bersih perbulan kurang lebih Rp7.000.000. Jika
Amanda memilih untuk melanjutkan kuliahnya, maka berapakah biaya peluang
Amanda….
A. Rp4.500.000
B. Rp7.000.000
C.Rp12.000.000
D. Rp20.000.000
E. Rp32.000.000

4. Joko bekerja di perusahaan swasta dengan gaji Rp3.000.000,00 per bulan. Ia ingin
membuka usaha restoran sendiri dengan perkiraan pendapatan perbulan Rp5.000.000,00
dengan membeli bahan Rp1.5000.000,00, gaji karyawan Rp2.000.000,00, dan biaya lain-
lain Rp500.000,00, maka biaya peluang yang dikorbankan Budi adalah ...
A. Rp9.500.000,00
B. Rp8.500.000,00
C. Rp5.000.000,00
D. Rp3.500.000,00
E. Rp500.000,00

5. Ahmad seorang karyawan swasta dengan gaji Rp3.200.000,00 per bulan, pernah ditawari
menjadi karyawan di perusahaan asuransi dengan gaji Rp4.000.000,00 per bulan., dan
pekerjaan menjadi karyawan pada perusahaan jurnalistik dengan gaji Rp3.000.000,00 per
bulan. Apabila Ahmad memilih membuka usaha sendiri maka biaya peluang yang
dikorbankan adalah ...
A. Rp3.200.000,00
B. Rp3.500.000,00
C. Rp4.000.000,00
D. Rp7.500.000,00
E. Rp10.700.000,00

6. Pengertian kelangkaan dalam ilmu ekonomi adalah…..
A. tidak meratanya pendapatan
B. tidak semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi
C. kebutuhan manusia beraneka ragam
D. banyak pengangguran
E. perlu bantuan pemerintah untuk mendistribusikannya

7. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini.
1. Tenaga ahli kurang
2. Sumber daya melimpah
3. Penguasaan iptek rendah
4. Kebutuhan manusia terbatas
5. Jumlah modal terbatas
Dari pernyataan-pernyataan di atas yang merupakan faktor-faktor penyebab kelangkaan
sarana pemuasa kebutuhan adalah….
A. 1, 2, dan 3
B. 1,3 dan 4
C. 1, 3 dan 5
D. 2, 3, dan 5
E. 3, 4, dan 5

8. Salah satu penyebab kelangkaan sumber daya alam adalah….
A. keserakahan manusia sehingga mengeksploitasi alam secara besar-besaran
B. terbatasnya kemampuan manusia
C. akibat dari canggihnya teknologi
D. permintaan kebutuhan manusia yang tidak seimbang dengan ketersediaan barang dan
jasa
E. faktor alam, dimana suatu saat alam pasti akan musnah

9. Putri adalah lulusan SMA sedang mencari pekerjaan di beberapa tempat. Pertama di
perusahaan rental mobil sebagai kasir dengan penghasilan Rp2.000.000,00 sebulan, kedua
di perusahaan sabun kecantikan sebagai karyawan tetap dengan penghasilan
Rp2.500.000,00 sebulan, dan ketiga di perusahaan garmen sebagai sales dengan
penghasilan Rp2.200.000,00 sebulan. Akhirnya Putri memutuskan untuk bekerja di
perusahaan sabun kecantikan sebagai karyawan tetap, maka besar biaya peluang yang
dikorbankan Putri adalah ...
A. Rp200.000,00
B. Rp2.000.000,00
C. Rp2.200.000,00
D. Rp2.500.000,00
E. Rp4.500.000,00

10. Di bawah ini daftar kebutuhan sekolah!
1 .Baju seragam
2. Tas
3. Buku tulis dan pulpen
4. Sepatu
5. Buku paket
Urutan pemenuhan kebutuhan yang benar berdasarkan skala prioritas adalah...
A. 1 - 2 - 3 - 4 - 5
B. 1 - 4 - 2 - 3 - 5
C. 3 - 5 - 1 - 4 - 2
D. 5 - 3 - 1 - 4 - 2
E. 2 – 3 – 4 - 5 - 1

KUNCI JAWABAN

1. A
2. A
3. B
4. C
5. C
6. B
7. C
8. A
9. C
10. C

DAFTAR PUSTAKA:

• Anik Widiastuti dkk, 2016, Buku Siswa EKONOMI untuk SMA/MA Kelas X, Klaten
: Cempaka Putih

• Endang Mulyadi, 2018, Ekonomi SMA/MA Kelas X, Jakarta : Yudistira
• Alam S. 2016. Ekonomi Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial untuk

SMA/MA Kelas X.


Click to View FlipBook Version