The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ANINDA LIESTI YUNIARSIH, 2024-03-01 08:50:38

Add a subheading (1)

Add a subheading (1)

RUMAH RUNTUH ANINDA LIESTI Tidak semua orang bisa punya tempat pulang- -Tenang tapi kosong


RUMAH RUNTUH Editor: Aninda Liesti Caver: Aninda Liesti Distributor: SMP N 3 Batam Tidak semua orang bisa punya tempat pulang- -Tenang tapi kosong


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ Sore hari Naya pergi sendiri untuk latihan balet,“dengan balet, aku bisa melampiaskan semuanya, i love you balet” ucap Naya sambill memegang kakinya yang lecet karna berlatih balet. Pagi hari yang cerah, Naya bersemangat untuk pertunjukkan baletnya, ia mengabari kekasihnya Andra. hubungan Naya dan Andra itu hanyalah taruhan, Andra di tantang oleh temannya untuk memacari naya dan memainkan perasaan Naya. Naya mengetahui hal itu, tetapi Naya menerima Andra dengan baik. Naya menganggap bahwa sikap Andra kedepannya akan berubah dengan tulus mencintainya. namun itu salah, sikap Andra sama tidak berubah sedikit pun. “good morning sayang“how are u day?“jangan lupa sarapan yaa!!” ucap naya dengan gembira. “berisikk!!!“notif lo ganggu gue” ucap andra dengan kesal. “o-oh oke kak maaf ganggu ya” “btw, nanti kamu ada waktu kan?” “kamu bisa temenin aku tampil balet nanti kan?” “gue ga ada waktu buat nemenin lo!!“sekali pun ga ada, gue ga bakal luangin waktu gue buat lo!!“jangan pernah berharap ke gue!!”. Naya yang hanya diam karena sudah terbiasa dengan sikap andra yang toxic. “tetap berjuang meski bertepuk sebelah tangan” ucap Bian, ternyata sudah bertahun-tahun Bian menyukai Naya, tetapi bian tidak pernah mengungkapkan perasaannya. saat itu Naya merasa sedih, karena tidak ada yang menemani Naya untuk pertunjukkan balet. Tetapi tiba-tiba Bian menghubungi Naya dan menanyakan soal pertunjukan baletnya. 1


“Nay lo ada pertunjukkan balet kan siang ini? sama gue aja nay” ucap bian. “SERIUS KAMU BIAN?” balas Naya dengan gembira “emang sejak kapan gue ga serius?”. “MAKASI BANGET BIAN, KAMU TEMAN TERBAIK AKU DEHH”. Pertunjukan balet Naya pun tiba, Bian sangat semangat untuk menonton pertunjukkan balet Naya, Bian sangat tersipu karena melihat kecantikan Naya saat itu “lo cantik banget nay” ucap bian. Saat selesai pertunjukkan Naya menghampiri Bian dan Naya ingin langsung pulang karena merasa lelah. lalu “gue antar pulang ya Nay” ucap bian. “makasi ya Bian udah temenin aku trus di anter pulang juga” ucap terimakasih Naya “sama-sama, apasi yang ga buat lo Nay”. Setelah berpamitan dengan Bian, Naya langsung melangkahkan kakinya menuju rumahnya. PRANGGG!! BRUKK!! PLAKK!! Bunyi tamparan, lemparan, hingga perdebatan kedua insan berbeda jenis itu adalah suara yang selalu Naya dengar saat pulang kerumah... ‘TEGA KAMU MAS SELINGKUH DIBELAKANG AKUU!!!” “NYADAR YA KAMUU!! KAMU GA SADAR KAMU JUGA SELINGKUHH!?” Begitulah suara yang sering Naya dengar, dengan pemandangan rumah seperti kapal pecah. Ia menghela nafas panjang lalu pergi ke kamarnya. Ia menutup pintu sangat keras, ia lelah dengan kala rumahnya yang seperti tempat berteduhnya malah menjadi tempat lukanya... 2 RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’


‘Naya yang saat itu bingung harus berbuat apa, ia hanya bisa menangis. Malam telah berlalu, suara keributan itu sudah mereda. Pagi ini Naya harus pergi ke sekolah, Naya mengabari Andra kekasihnya, Naya berharap pergi sekolah bersama Andra. “Kak bisa jemput aku?” “Gabisa, gue sama Alie” “Apa? Mau marah lo? Ingat hubungan kita hanya taruhan! Camkan itu!!” . Naya sangat sakit hati dengan ucapan Andra, “cape banget pengenrisgn dari dunia” ucap Naya dengan rasa cape. Tidak lama hp Naya ada notif, notif itu ternyata Bian. Bian menawarkan untuk pergi bareng ke sekolah, “Nayy gue jemput ya” “Ga usah nanti ngerepotin” “Gapapa Nay, lo ga pernah ngerepotin kok” “Yaudah deh kalo gitu”. Sesampainya di sekolah, Naya turun dari motor Bian. Tak sengaja netra matanya melihat sesosok orang yang ia kenal. Yaa Andra, ia sedang bencengkrama bersama gadis luvu. Mereka sangat akrab, berbeda dengan Naya. Padalah status Naya dengan Andra adalah sepasang kekasih, namun ia tidak pernah akrab dengan Andra, bolehkah sesosok dirinya iri dengan gadis itu (Alie). Pulang sekolah pun tiba, Alie merupakan teman satu eskulnya Naya. Ia selalu melihat Alie di antar oleh Andra, tetapi saat mereka tak sengaja berkontak mata, Andra memutuskan kontak matanya dengan mengalihkan pandangannya ke Alie. Naya tidak ingin mengambil pusing, ia memutuskan untuk berlatih balet bersama dengan yang lain. 3 RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’


Tak lama Alie mengambil barisan disebelah Naya. BRUKK!! Suaraorang jatuh, tak lain adalah Alie, Naya berusaha membantu Alie, namun Alie menolaknya. “Kok tega banget sih kamu nay?” Ucap Alie dengan mata berkacakaca. Semua pandangan mata menuju ke arah Naya, ia membelalak matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alie. Dirinya saja sibuk berlatih dan jarak dirinya dengan Alie cukup jauh, namun malah dirinya yang terkena fitnah??. “Kamu kan yang dorong aku??” “Maaf ya lie, tapi jarak kita agak jauh, aku juga dari tadi sibuk latihan” “Tidak!! Yang ada di samping ku cuma kamu nay!” Mereka memutar bola mata dengan malas, malas mendengarkan drama Alie. Jelas-jelas Alie jatuh sendiri, namun dirinya menyalahkan orang lain. “Jangan nuduh sembarangan dasar playing victim!” Ujar salah satu dari mereka. Niat untuk membuat Naya malu malah Alie yang dibuat malu. Alie yang mersa malu langsung pergi dari tempat itu. “Alie nangis gara-gara lo kan” tanya Andra “Maksud kamu?” “Alah jangan banyak alasan, Alie bilang lo sengaja buat dia malu, lo jadi cewe ga tau diri banget, muak gue sama lo.” Naya menghela nafas panjang setelah ia mendapatkan pesan dari Andra. Naya yang saat itu udah cape dengan semua yang ia rasakan. “Kenapa kita ga udahan aja?” “Gak! Taruhan gue belom selesai dan lo masih jadi mainan gue!!!” 4 RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ “Gue peringatin!! Jangan pernah bikin Alie nangis, atau lo tau sendiri akibatnya! Temui gue di gudang sekolah sekarang”. Naya pergi ke gudang saat itu juga, sesampainya di gudang naya langsung berhadapan dengan Andra dan Alie, tanpa basa basi Andra langsung menampar Naya. Bian tiba-tiba datang lalu memukul Andra dengan sangat keras, “BIANN AKU MOHON BERHENTI!!” Lirih Naya yang hanya terdengar oleh Bian. Naya dan Bian langung pergi meninggalkan Andra dan Alie. Setelah mereka jalan sekitar 5 menitan, mereka jalan melewati lorong sekolah, Naya jalan terlebih dahulu baru Bian mengikuti dari belakang.Di lorong netra mata mereka melihat dua sejoli baru jadian yang sedang bermesra ria tanpa memperdulikan orang sekitar. Ia berjalan menuju ke kelas, kebetulan Naya dan Bian memang satu kelas. Saat mereka melewati lorong Alie menselonjorkan kakinya, otomatis Naya langsung tersandung kaki Alie, tapi Bian langsung menangkap Naya sehingga ia tidak jatuh ke lantai. "Apaan sih lo lie" Tanya Bian dengan sedikit emosi. "Kok kamu marahin aku sih?" "Kan lo yang selonjorin kaki lo setan!" "B-bukan aku, Naya aja tu yang jalan ga liat-liat, benerkan sayang" Alie mengarahkan pandangannya ke Andra. Andra tidak bergeming karena ia memang melihat kaki Alie yang sengaja di selonjorkan. "Kok diem sih? Aku ngambek ya" Ucap Alie sambil memanyunkan bibirnya. "Najis, sok imut" ucap seseorang yang sedang lewat di lorong itu. Siswa dan siswi disana tertawa terbahak-bahak melihat orang yang paling dramatis. Alie merasa malu, lantas ia langsung pergi dari sana. 5


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ Kini Alie dan Andra sedang berada di rooftop sekolah. **** Seorang lelaki bernadan tinggi, wajah yang tegas sedang melangkahkan kakinya di sebuah taman. Selepas mengantarkan gadisyang baru saja menjadi kekasihnya, kini lelaki itu sedang menatap anak kecil yang sedang berlarian di taman itu. Ntah kemana melayang pikiriannya, namun netra matanya tak sengaja melihat seseorang yang ia kenal. Mereka sedang membeli es krim, tidak jauhdari sana. Ingin menghampiri mereka, namun ia urungkan niatnya, ntah apa yang sedang ia pikirkan. "Gue egois?" Ntah pertanyaan itu di lontarkan untuk dirinya atau orang lain. "Nay, bunda kangen kamu". Ucap Bian "AYOO!! AKU UDAH KANGEN SAMA BUNDA" Kini Andra sedang berada di balkon kamarnya, menikmati semburan angin malam yang tenang dengan disinari terang rembulan. Pikirannyantah berkenala kemana sambil menatap sebuah bingai foto yang terdapat dirinya dengan seorang gadis yang sedang tersenyum. "Maaf Nay, jujur gue udah sayang sama lo. Tapi keadaan membuat gue mengurungkan perasaan ini." Lirih matanya menatap bingai foto Naya, foto meraka saat berada di biang lala dengan Naya yang tersenyum manis difoto itu, tak sadar senyuman tipis terukir di bibir Andra. Mungkin ada rasa rindu?? Momen dirinya sedang merasa rindu dengan gadisnya harus terganggu oleh suara nada dering hpnya, 6


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ ia menatap sebentar siapa yang menelponnya, baru ia mengangkat telpon itu. "..." "Iya nanti Andra kesana" "..." "Hmm 15 menit Andra sampai". Ntah apa yang sedang di bicarakannya. Kini Andra sampai di sebuah restoran, ia melangkahkan kakinya ke ruang VIP, dan sesampainya ia di ruang VIP ia terkejut melihat seorang gadis yang ia kenal berada disini. "ANDRA SAYANGG" Ucap Alie dengan heboh. "Jangan lari-lari lie" Ucap Andra. Ia teringat saat dirinya diteriaki dan dipeluk oleh Naya, mungkin hal ini sedikit deja vu? *** Esok harinya Naya berniat untuk membuat cookies dan memberikan cookies itu kepada Andra. Setelah cookies itu selesai Naya tidak bisa memberikan langsung kepada Andra, ia pun memesan gojek untuk mengantarkan cookies itu kepada Andra. "Ini cookies dari lo Nay?" "Iyaa di makan yaa, aku buat sendiri lohh" "Udah gue buang" "Kak? Naya bikin itu cape loh kak" "Gue ga minta lo buat, paling juga rasanya ga enak". Kini Naya menangis sejadi-jadinya. Ia meluapkan segala unek-uneknua dengan tangisan, disela-sela ia menangis tiba" ada darah yang keluar dari hidungnya, ia merasa sakit kepala yang sangat berat, lalu ia mulai terlelap di alam mimpi. Saat pagi hari yang sangat cerah Naya terbangun dari tidurnya danlangsung mendengarkan suara keributan yang cukup hebat. 7


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ "KAK NAYA KANGEN KAKAK, NAYA CAPE, DUNIA TERLALU KEJAM BUAT NAYA, DULU KAKAK SELALU TEMENIN NAYA KALO MAMA PAPA BERANTEM.." "Kak.. tolong bawa Naya ya? Naya ke makam kakak ya, Naya kangen banget sama kakak.." Flashback 1 tahun yang lalu Naya mempunyai kakak laki-laki yang bernama Raga Aditama, ia meninggal karena kecelakaan saat hendak pergi sekolah. Saat Naya sampai di pemakaman, ia langsung banyak bercerita di makam kakaknya dengan air mata yang lamalama membasahi pipinya. *** Seorang lelaki dengan pakaian serba hitam dan tak lupa juga denganpayung berwarna hitam tengah berdiri di sebuah nisan. Ia menatap nisan itu dengan sendu, tersirat rasa kangen yang mendalam. "Paa maaf Andra ga bisa jagain dia pa" lirih Andra sambil menabur bunga di atas makam itu. "Andra sayang sama dia pa, tapi takdir ngga memihak Andra". "Raga pasti marah sama Andra pa, karna Andra jahatin adiknya. Tapi Andra lakuin ini terpaksa dan ini semua demi dia pa". Tanpa terasa air matanya perlahan membahasi pipinya. Dan di saat itu pula rintik-rintik hujan mulai membasahi bumi, seakan tau dengan perasaan dirinya. Ia kemudian berdiri, tak lupa juga berpamitan dengan papanya. Tak jauh dari tempat Andra berdiri, ia melihat gadisyang sedang menangis si sebuah makam., ia menghampiri gadis itu dan memberikannya payung agar tidak terkena rintikan hujan. 8


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ Gadis itu mendongakkan kepalanya melihat siapa yang memberinya payung. Alangkah kagetnya ia melihat siapa yang memberinya payung."Kak Andra?" "Ngapain hujan-hujanan, nanti lo sakit" Ucap Andra dengan lembut. Mendengar ucapan Andra dengan lembut, jujur ia sedikit kaget. Ia sudah lama tidak mendengar perkataan Andra dengan lembut. Tidak ada sahutan lagi dari Naya, Andra sedikit bingung dan melambaikan tangannya di hadapan Naya. "Hei jangan melamun, ntar lo ketempelan penghuni disini". Masih dengan keterkejutan yang sama. "Tumben? kakak ga kesambet mba kunti kan?" Tanya nya dalam hati. Ia tidak berani mengutarakan pemikiran tersebut ia takut Andra akan marah. "Kakak ngapain ke sini?" "Serah gue dong" Naya menghela nafas, setidaknya tidak akan ada kekerasan kan disini? Lagian tempat ini sakral, yang ada Andra yang akan di hantui oleh penghuni disini. "Gue kemakam papa" Ucap Andra Naya yang mengerti hanya menjawab "oh" saja "Pulang gue anter" "Hah?" Otak Naya masi berkoneksi. "Pulang gue anter Nayaaaa" Naya yang mulai konek hanya mengangguk kan kepalanya saja. "Tapi ada tempat yang ingin gue kunjungin sama lo" "i-iya kak" Andra ternyata mengunjungi pantai bersama Naya. 9


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ Selepas dari pantai, Andra mengajak Naya untuk pulang ke rumah. Sesampainya ia di depan rumahnya, ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah. Bukan sambutan hangat yang menghampirinya, tetapi sambutan yang tidak pernah diduganya datang. Orang tua Naya bertengkar di ruang tamu, hingga membuat rumah mereka seperti kapal pecah. Namun pertengkaran ini sedikit berbeda.. "AKU MAU KITA PISAH!" Tegas ibu Naya "OKE FINE, HAK ASUH NAYA AKU AMBIL!" Tegas ayah Naya "KAMU BAWA AJA ANAK GAK BERGUNA ITU" Naya yang mendengar perkataan orang tuanya hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia berharap semua ini hanya mimpi. Betapa menyakitkannya, seorang ibu yang melahirkannya ke dunia mengatakan dirinya anak yang tidak berguna, anak mana yang tidak sakit hati mendengarnya. Mendengarkan ibunya mencaci dirinya dan kedua orang tuanya berpisah. Naya merasa runtuh, hingga perlahanlahan air matanya membasahi wajah cantiknya. Naya langsung berlari meninggalkan dua insan yang sebentar lagi akan berpisah, tak perduliayahnya memanggil dirinya, yang ia inginkan hanyalah menagis sejadijadinya di dalam kamarnya. "Naya cape kak" Lirih Naya dengan tatapan kosong "Apa Naya ikut kakak aja ya? Naya udah ga punya siapa-siapa lagi" Naya membuka nakas yang ada di sebelah tempat tidurnya, lalu ia mengambil beberapa butir obat dan langsung menelannya tanpa air. Ia duduk di kasur dengan tatapan kosongnya, perlahan-lahan ua mulai terlelap. Kini ia berada ntah dimana, hanya ada background putih dimana-mana. "Adekkk". 10


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ Suara yang sangat familiar berdengung di indra pendengaran Naya, ia menoleh kemana-mana tetapi tidak menemukan seorang yang memanggilnya. "Kak Raga? Ini beneran kak Raga?" Naya sudah berkaca-kaca menatap dengan sendu, sangat tersirat rasa rindu yang mendalam, ia mulai berjalan menghampiri Raga dan mulai menangis sejadi-jadinya di pelukan kakaknya itu. "kakak jahat, dunia juga jahat" "Kenapa kakak tinggalin Naya sendirian, harusnya kakak bawa Naya juga kak, Ibu sama Ayah cerai kak" Jujur Andra sangat sedih dengan apa yang dirasakan oleh adiknya, iaingin menjadi pelindung bagi adiknya. Tetapi takdir berkata lain, selepas kejadian 1 tahun yang lalu harus membuat dirinya meregangkan nyawanya. "Adek dengerin kakak ya? Adek masi punya kakak, kan kakak selalu ada di hati adek. Kakak akan jemput adek nanti kalau sudah waktunya yaa??, adek harus bahagia dulu! Janji sama kakak yaa??" "Kakak janji bakal jemput adek??" "Dek kakak pergi dulu yaaa, kakak sayang adek" "KAK, KAKAK JANGAN TINGGALIN NAYA KAKK". Teriak Naya Seakan-akan tubuhnya disedot paksa menginggalkan Raga "Naya bangun Naya" Ia mendengar suara itu, ia juga ingin membuka matanya tetapi tubuhnya seakan-akan menolak itu semua. "NAYY BANGUN NAYY" Matanya perlahan membuka, Naya bingung apa yang terjadi. "Aku kenapa?" Tanya Naya 11


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ Naya sedikit terkejut melihan Bian berada di hadapannya. "Nayy lo tepar sehariann, terus tadi ayah lo nyuruh gue kesini". Naya sedikit bingung dengan ucapan Bian, ia memutar kembali ingatannya. "Kak Raga manaa??" Seketika raut wajah bian berubah sedih dan bingung. "Nay? Kak Raga udah ga ada nay" "Gakk! Tadi aku ketemu kak Raga Bii" "Nay tenang Nay" "LO PASTI BOHONG, DIMANA KAK RAGAA" "NAY RAGA UDAH GA ADA SETAHUN YANG LALU NAY" "Maaf Nay gue kelepasan" Tidak sadar apa yang terjadi. Kini pikirannya mengelola kembali apa yang terjadi, dari orang tuanya yang memutuskan untuk cerai, ia meminum pil tidur dan bertemu dengan Raga di mimpi. Seakan-akan semua ini hanya mimpi kecuali bertemu dengan Raga yang memang hanya mimpi. Ia kembali menangis. Bian yang merada iba langsung memeluk Naya, seakan-akan memberi kekuatan untuk bertahan. "Tolong bertahan dan hidup lebih lama Nay". END 12


RUMAH TAK SELALU BERBENTUK ‘BANGUNAN’ Anak adalah korban dari ego orang tuanya, mereka seharusnya memiliki komitmen yang kuat jika ingin menikah, jika tidak kasihan anak mereka yang akan menjadi korban, terutama mental anak. Anak yang memiliki keluarga hancur (Broken Home) ia hanya ingin memiliki tempat untuk berlindung, bukan rumah melaikan seseorang yang bisa menjadi tempat untuk bercerita. Karena anak yang broken home butuh pendengar untuk keluh kesahnya yang ada di rumah. MORAL:


Profil Penulis Nama: Aninda Liesti Yuniarsih Kelas: 1X.4 Tempat/Tanggal Lahir: 04 Januari 2009 Hobii: scroll tiktok, scroll Ig sama tidur hehe Haii nama ku Nindaa, mau bilangg makasih banyak banyak sama orang, manusia, kawan-kawan semuanya yang udah luangin waktu untuk baca buku digital ku yang ga seberapa inieh, maaf keun kalo ceritanya agak laen, ga nyambung terus banyak typo-typo nya, soalnya udah bingung ceritanya gimana lagi jadi gitu ajah, ak juga mw ngsi tw ajah kalo ak suka sama banyakkk hal salah satunya ak suka abang senior q yg lucu dan imoet it hehe. makasih juga buat ibuu Tutut udah ngajarin gimana cara bikin buku digital ini. Udah gitu aja lov yu ol @Anindlsty


RUMAH RUNTUH ANINDA LIESTI Tidak semua orang bisa punya tempat pulang- -Tenang tapi kosong "Mencintai dalam keterdiaman memang selalu memiliki batas, tapi mengungkapkan juga rasanya tidak pantas" -Biandra "Kita punya keinginan namun semesta mempunyai kenyataan" -Shanaya "Bukumu bagus, aku menyukainya. Namun sayang di halaman selanjutnya tidak ada aku disana" -Andra


Click to View FlipBook Version