The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PANDUAN AKADEMIK PROGRAM SARJANA ITY 2O23

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by erkraftid, 2023-07-01 11:05:56

PANDUAN AKADEMIK PROGRAM SARJANA ITY 2O23

PANDUAN AKADEMIK PROGRAM SARJANA ITY 2O23

Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 91 2. Menyelenggarakan tri dharma perguruan tinggi 3. Menjalin kerjasama dalam pengelolaan dan rekayasa sumberdaya pesisir dan laut dengan perguruan 4. tinggi, pemerintah, dan swasta baik dalam maupun luar negeri Kurikulum Kurikulum Program studi Teknik Kelautan dirancang dapat ditempuh selama 8 (delapan) semester dengan kredit sebanyak 144 SKS yang terdiri dari mata kuliah wajib dan pilihan. Berikut kurikulum program studi Teknik Kelautan. Semester 1 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WP381206 Fisika Dasar 2 - 2 WP381208 Matematika 2 - 3 WP381307 Kimia Dasar 3 - 4 WP381309 Sosial Budaya Masyarakat Pesisir 3 - 5 WS021201 Bahasa Indonesia 2 - 6 WS021202 Bahasa Inggris 2 - 7 WS021203 Pendidikan Kewarganegaraan 2 - 8 WS021204 Pendidikan Pancasila 2 - 9 WS02125A Agama Islam 2 - WS02125B Agama Kristen - WS02125C Agama Katholik - WS02125D Agama Hindu - WS02125E Agama Budha - WS02125F Agama Khong Hu Chu - Total SKS 20 Semester 2 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WK382307 Dasar-Dasar Penginderaan Jauh Kelautan 3 -


92 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 2 WP382202 Gambar Teknik 2 - 3 WP382205 Hidrolika 2 - 4 WP382208 Kebijakan dan Regulasi Kelautan 2 - 5 WP382303 Fisika Oseanografi 3 - 6 WP382304 Hidrologi dan Meteorologi 3 - 7 WU382206 Mekanika Rekayasa 2 - 8 WU382301 Bioekologi Laut 3 - Total SKS 20 Semester 3 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WK383208 Renang dan Selam Dasar Kelautan 2 - 2 WK383304 Sistem Informasi Geografi Kelautan 3 - 3 WP383205 Pengantar Rekayasa Desain Bangunan Budidaya 2 - 4 WP388806 Geologi Laut 3 - 5 WP383307 Statistik 3 - 6 WU383301 Dasar-dasar Struktur dan Konstruksi Bangunan 3 - 7 WU383302 Budidaya Laut 3 - 8 WU383303 Geoteknik Kelautan 3 - Total SKS 22 Semester 4 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WK384208 Pengolahan Informasi Kelautan 2 - 2 WK384209 Transportasi dan Logistik Kelautan 2 - 3 WK384302 Kuliah Lapangan I 3 - 4 WK384304 Pemanfaatan dan Pengolahan Sumberdaya Pesisir dan Laut 3 - 5 WP384301 Bahan Bangunan Laut 3 -


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 93 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 6 WU384203 Hidrodinamika 2 - 7 WU384205 Perencanaan Pengembangan Wilayah 2 - 8 WU384306 Perencanaan Prasarana Pelabuhan 3 - 9 Mata Kuliah Pilihan (1 mata kuliah) 2 Total SKS 22 Semester 5 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WK385204 Metode dan Teknik Survei Pesisir dan Laut 2 - 2 WK385301 Mitigasi Bencana Wilayah Pesisir dan Laut 3 - 3 WK385305 Pemetaan Sumberdaya Pesisir dan Laut 3 - 4 WK385306 Pengelolaan Pencemaran Laut 3 - 5 WK385307 Teknik Operasi dan Pemeliharaan Bangunan Pantai 3 - 6 WU385108 Praktikum Metode dan Teknik Survei Pesisir dan Laut 1 - 7 WU385209 Ekonomi Teknik 2 - 8 WU385302 Ekowisata Bahari 3 - 9 Mata Kuliah Pilihan (1 mata kuliah) 2 Total SKS 22 Semester 6 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WK386209 Manajemen Proyek 2 - 2 WK386301 Kajian Lingkungan 3 - 3 WK386307 Kuliah Lapangan II 3 - 4 WK386202 Konservasi dan Rehabilitasi Sumberdaya Pesisir dan Laut 3 - 5 WS386202 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2 - 6 WU386306 Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut 3 - 7 WU386308 Metode Ilmiah 3 -


94 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 8 Mata Kuliah Pilihan (2 mata kuliah) 4 - Total SKS 23 Mata Kuliah Pilihan No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 PK38201 Bioteknologi Kelautan 2 - 2 PK38202 Arkeologi Kelautan 2 - 3 PK38203 Isu-Isu Strategis Kemaritiman 2 - 4 PU38204 Pemberdayaan Masyarakat Pesisir 2 - 5 PK38205 Reklamasi Lingkungan Pesisir dan Laut 2 - 6 PK38206 Sanitasi Wilayah Pesisir dan Laut 2 - 7 PK38207 Perencanaan Bangunan Pantai 2 - 8 PK38208 Basis Data Kelautan 2 - Semester 7 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WK387103 Seminar Proposal 1 - 2 WK387201 Audit Lingkungan 2 - 3 WK387204 Manajemen Teknologi Kelautan 2 - 4 WU387302 Technopreneurship 3 - Total SKS 8 Semester 7 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WK388301 Praktek Pemagangan 3 - 2 WK388402 Skripsi 4 - Total SKS 8


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 95 Keterangan: Kode Mata Kuliah W = Mata kuliah Wajib U = Mata kuliah Pengembangan Kepribadian I = Mata kuliah Keilmuan dan Ketrampilan K = Mata kuliah Keahlian Berkarya S = Mata kuliah Perilaku Berkarya M = Mata kuliah Kehidupan Bermasyarakat P = Mata kuliah Pilihan Contoh: WK383208 (mata kuliah Renang dan Selam Dasar Kelautan) W = Mata kuliah Wajib K = Mata kuliah Keahlian Berkarya 38 = Kode Prodi Teknik Kelautan 3 = Mata kuliah semester 3 2 = bobok SKS 08 = Nomor ururt dalam kelompok mata kuliah (K) di semester tersebut Jumlah SKS Jumlah sks yang harus ditempuh (diselesaikan) sebanyak 144 SKS terdiri dari 136 SKS : mata kuliah wajib 8 SKS : mata kuliah pilihan E. Program Studi Teknik Pertambangan Visi Menjadi program studi yang unggul dalam perekayasaan pertambangan yang berbasis Green Technology di Indonesia pada tahun 2023. Misi 1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi di bidang perekayasaan pertambangan berbasis Green Technology dan Good Mining Practice. 2. Mengadakan kegiatan penelitian secara intens untuk mengembangkan kreasi yang inovatif dibidang pertambangan. 3. Mengaplikasikan Green Technology dan Good Mining Practice untuk mengatasi permasalahan lingkungan pertambangan. 4. Menjalin jaringan kerjasama dan kemitraan dalam rangka menjadi perguruan tinggi yang terpercaya.


96 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta Kurikulum Kurikulum program studi Teknik Pertambangan dirancang dapat ditempuh selama 8 (delapan) semester dengan jumlah kredit 144 SKS. Semester 1 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WS02125A Agama Islam 2 - WS02125C Agama Katholik - WS02125B Agama Kristen - WS02125D Agama Hindu - WS02125E Agama Buddha - WS02125F Agama Kong Hu Cu - 2 WS021203 Pendidikan Kewarganegaraan 2 - 3 WS021204 Pendidikan Pancasila 2 - 4 WS021201 Bahasa Indonesia 2 5 WS021202 Bahasa Inggris 2 6 WI311306 Matematika Dasar 3 7 WI311307 Fisika Dasar 3 8 WI311308 Geologi Dasar 3 9 WM311109 Kuliah Lapangan 1 (Pengenalan Lapangan Kebumian) 1 Total SKS 20 Semester 2 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WI312301 Kimia Dasar 3 - 2 WI312302 Matematika Lanjut 3 - 3 WI312303 Fisika Lanjut 3 - 4 WI312204 Ilmu Lingkungan 2 - 5 WI312205 Mineralogi dan Petrologi 2 - 6 WI312206 Geologi Struktur 2 -


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 97 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 7 WK312107 Praktikum Geologi Struktur 1 Bersamaan dengan Geologi Struktur 8 WU312208 Pengantar Ekonomi 2 - 9 WK312209 Mekanika Teknik 2 - Total SKS 20 Semester 3 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WI313201 Kimia Lanjut 2 - 2 WI313302 Pengantar Teknologi Mineral dan Batubara 3 - 3 WI313203 Genesa Mineral dan Batubara 2 Lulus Geologi Struktur 4 WK313204 Mekanika Tanah 2 5 WK313105 Praktikum Mekanika Tanah 1 Bersamaan Mekanika Tanah 6 WI313306 Perpetaan dan Ukur Tambang 3 - 7 WK313107 Praktikum Perpetaan dan Ukur Tambang 1 Bersamaan Perpetaan dan Ukur Tambang 8 WK313208 Statistika 2 - 9 WI313209 Dasar-Dasar Desain Tambang 2 - 10 WK313210 Teknik Tenaga Listrik 2 Lulus Fisika Lanjut Total SKS 20 Semester 4 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WI314201 Metode Numerik 2 Lulus Matematika Lanjut, Pengantar Teknologi Mineral dan Batubara 2 WK314302 Pengantar Pengolahan Mineral dan Batubara 3 Lulus Pengantar Teknologi Mineral dan Batubara 3 WK314203 Teknik Eksplorasi 2 Lulus Genesa Mineral dan Batubara 4 WK314204 Mekanika Batuan 2 Lulus Geologi Struktur 5 WK314105 Praktikum Mekanika Batuan 1 Bersamaan dengan Mekanika Batuan


98 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 6 WS314306 Pemindahan Tanah Mekanis 3 Lulus Pengantar Teknologi Mineral dan Batubara 7 WS314207 Regulasi Pertambangan & Ketenagakerjaan 2 Lulus Pengantar Teknologi Mineral dan Batubara 8 WS314208 K3 dan Lingkungan Tambang 2 Lulus Ilmu Lingkungan 9 WK314209 Mekanika Fluida 2 Lulus Fisika Dasar 10 WM314110 Kuliah Lapangan 2 (Kunjungan Industri Tambang) 1 Lulus KL-1 Total SKS 20 Semester 5 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WI315301 Tambang Terbuka 3 Lulus Pengantar Teknologi Mineral dan Batubara, Pemindahan Tanah Mekanis 2 WK315202 Geofisika Tambang 2 Lulus Fisika Tambang, Teknik Eksplorasi 3 WK315103 Praktikum Geofisika Tambang 1 Bersamaan dengan Geofisika Tambang 4 WK315204 Teknik Peledakan 2 Lulus Mekanika Batuan 5 WK315105 Praktikum Teknik Peledakan 1 Bersamaan dengan Teknik Peledakan 6 WK315306 Reklamasi dan Pascatambang 2 Lulus Ilmu Lingkungan dan bersamaan dengan Tambang Terbuka 7 WK315207 Manajemen Pertambangan 2 Lulus Pengantar Teknologi Mineral dan Batubara 8 WK315208 Geostatistik 2 Lulus Statistika, Genesa Mineral dan Batubara 9 WK315209 Sistem Penyaliran Tambang 2 Lulus Mekanika Fluida 10 WM315210 Kuliah Lapangan 3 (Praktikum Tambang Terbuka) 1 Lulus KL-2 11 WI315311 Evaluasi Ekonomi Proyek Mineral dan Batubara 3 Bersamaan dengan Tambang Terbuka Total SKS 21 Semester 6 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WI316301 Tambang Bawah Tanah 3 Lulus Mekanika Batuan


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 99 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 2 WS316302 Ventilasi Tambang 3 Bersamaan dengan Tambang Bawah Tanah 3 WS316303 Peralatan dan Pengangkutan Tambang Bawah Tanah 3 Bersamaan dengan Tambang Bawah Tanah 4 WK316204 Perencanaan Tambang I 2 Lulus Tambang Terbuka 5 WK316205 Simulasi Komputasi Tambang 2 Bersamaan dengan Perencanaan Tambang I 6 WK316306 Kajian Lingkungan 3 7 WM316207 KKN 2 Telah menempuh minimal 110 SKS 8 P31301 Mata Kuliah Pilihan 1 3 Total SKS 21 Semester 7 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WI317201 Metodologi Penelitian dan Penulisan Ilmiah 2 Lulus Bahasa Indonesia 2 WS317202 Audit Lingkungan Pertambangan 2 Lulus Kajian Lingkungan 3 WI317203 Teknologi Batubara 2 Lulus Pengantar Teknologi Mineral dan Batubara 4 WK313210 Technopreneurship 2 Lulus Pengantar Ekonomi 5 WK317304 Perencanaan Tambang II 3 Lulus Perencanaan Tambang I 6 P31302 Mata Kuliah Pilihan 2 3 7 P31303 Mata Kuliah Pilihan 3 3 Total SKS 17 Mata Kuliah Pilihan No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 P31301 Hidrogeologi 3 - 2 P31302 Sistem Informasi Geografis 3 - 3 P31303 Ekonomi Lingkungan 3 - 4 P31304 Geowisata 3 - 5 P31305 Geoteknik 3 -


100 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 6 P31306 Coal Bed Methane 3 - 7 P31307 Teknik Terowongan 3 - 8 P31308 Pencucian dan Pemanfaatan Batubara 3 - 9 P31309 Metalurgi 3 - 10 P31310 Penaksiran Cadangan 3 - 11 P31311 Rancangan Pabrik Peremuk 3 - 12 P31312 Kerja Praktik 3 - Semester 7 No Kode Mata Kuliah (MK) SKS Prasyarat 1 WK318101 Seminar Proposal 1 Telah menempuh ≥ 125 SKS; IPK ≥ 2.00 ; tidak ada nilai E; nilai D maks 20% 2 WK318402 Skripsi 4 Total SKS 5 Keterangan: Kode Mata Kuliah W = Mata kuliah wajib U = Mata kuliah Pengembangan Kepribadian I = Mata kuliah keilmuan dan Ketrampilan K = Mata kuliah Keahlian Berkarya S = Mata kuliah Perilaku Berkarya M = Mata kuliah Kehidupan Bermasyarakat P = Mata kuliah Pilihan Contoh: WK316204 (mata kuliah Perencanaan Tambang I) W = Mata kuliah wajib K = Mata kuliah Keahlian Berkarya 31 = Kode Prodi Teknik Pertambangan 6 = Mata kuliah semester 6 2 = Bobot SKS 04 = Nomor ururt dalam kelompok mata kuliah (K) di semester tersebut


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 101 Jumlah SKS Jumlah sks yang harus ditempuh (diselesaikan) sebanyak 144 SKS terdiri dari: 135 SKS : mata kuliah wajib 9 SKS : mata kuliah pilihan


102 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA A. Landasan Hukum Salah satu implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) adalah melalui program kebijakan Hak Belajar Tiga Semester di luar program studi. Landasan hukum penyelenggaraan Program MBKM tersebut diantaranya sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi. 3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014, tentang Desa. 4. Peraturan Presiden nomor 8 Tahun 2012, tentang KKNI. 5. Peraturan Pemerintah Nomor 04 Tahun 2014, tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi. 6. Permenristekdikti No. 123 tahun 2019, tentang Magang Industri dan Pengakuan Satuan Kredit Semester untuk Magang Kuliah. 7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020, tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020, tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi. 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020, tentang tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta (PTS). 10. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019, tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. 11. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2019, tentang Musyawarah Desa.


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 103 12. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 17 Tahun 2019, tentang Pedoman Umum Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. 13. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 18 Tahun 2019, tentang Pedoman Umum Pendampingan Masyarakat Desa. 14. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 74/P/2021, tentang Pengakuan Satuan Kredit Semester Pembelajaran Program Kampus Merdeka Statuta Institut Teknologi Yogyakarta 15. RENSTRA Institut Teknologi Yogyakarta B. Latar Belakang Dalam rangka menyiapkan mahasiswa mememenuhi kebutuhan link and match dengan dunia usaha, dunia industri serta arus perubahan sesuai kebutuhan zaman, Perguruan Tinggi dituntut agar dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal. Kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Kampus Merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, dinamis, memberi kebebasan, dan sesuai dengan kebutuhan serta dan minat pengembangan diri dari mahasiswa. Salah satu program utamanya adalah hak belajar tiga semester di luar program studi. Mahasiswa diberikan kebebasan mengambil sks di luar program studi, tiga semester yang dimaksud berupa 1 (satu) semester kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi dan 2 (dua) semester melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi. Berbagai bentuk kegiatan belajar di luar Program Studi dalam Perguruan Tinggi dan/atau pembelajaran di Luar Perguruan Tinggi di antaranya adalah kegiatan (1) Pengabdian kepada Masyarakat; (2) Proyek Kemanusiaan; (3) Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan; (4) Penelitian/Riset; (5) Magang/Praktik Kerja; (6) Kegiatan Wirausaha; (7) Pertukaran Mahasiswa; (8) Studi/Proyek Independen; yang harus dibimbing oleh dosen dan pendamping dari mitra strategis kolaborator program. Bentuk Kegiatan Pembelajaran MBKM merupakan salah satu perwujudan pembelajaran berpusat pada mahasiswa (student centered learning) yang sangat esensial. Melalui program merdeka belajar yang dirancang dan diimplementasikan dengan baik, diharapkan mahasiswa akan memiliki hard dan soft skills yang kuat.


104 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta Panduan Penyelenggaraan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di Institut Teknologi Yogyakarta ini mengacu pada Panduan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang dikeluarkan oleh Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Perguruan Tinggi diharapkan dapat menjawab tantangan yang ada, yaitu untuk menghasilkan lulusan sesuai perkembangan IPTEK, pengembangan keilmuan tuntutan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja, serta dapat menyesuaikan dengan kebutuhan kompetensi global. C. Penyelenggaraan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka: Hak Belajar Tiga Semester Di Luar Program Studi 1. Ketentuan Umum Dalam pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), program “hak belajar tiga semester di luar program studi”, terdapat beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh mahasiswa maupun perguruan tinggi diantaranya, sebagai berikut: a. Mahasiswa berasal dari Program Studi yang terakreditasi. b. Mahasiswa aktif yang terdaftar pada PDDikti. c. Mahasiswa telah melakukan registrasi d. Mahasiswa dapat memulai MBKM pada semester 5 e. Mahasiswa telah lulus sks ≥ 80 dengan IPK ≥ 2,75 f. Mahasiswa menunjukkan daftar nilai/transkrip sementara yang telah ditandatangani oleh dosen Pembimbing Akademik (PA) 2. Pelaksanaan Pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) MBKM ITY adalah pihak Perguruan Tinggi, Fakultas, Program Studi, Mahasiswa, Mitra Perguruan Tinggi, serta Mitra Strategis di Luar Perguruan Tinggi yang memiliki peran sesuai bidangnya masingmasing. a. Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi mempunyai peran di antaranya sebagai berikut: 1) Menyediakan payung kebijakan implementasi MBKM berupa Kerangka Dasar Kurikulum 2020 dan Panduan Penyelenggaraan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). 2) Menetapkan Koordinator MBKM tingkat perguruan tinggi 3) Menyiapkan dokumen kerja sama (MoU/PKS) tingkat universitas dengan mitra strategis 4) Melakukan pendampingan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengembangan 5) Melakukan penjaminan mutu untuk setiap BKP MBKM


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 105 b. Fakultas Fakultas mempunyai peran di antaranya sebagai berikut: 1) Menugaskan Tim Kurikulum untuk menyusun pengembangan inovasi kurikulum dengan adaptasi model implementasi MBKM bersama Program Studi. 2) Menyiapkan fasilitasi daftar mata kuliah tingkat fakultas yang bisa diambil mahasiswa lintas prodi dan diregisterkan ke dalam SIAKAD 3) Mengidentifikasi potensi mitra strategis pendukung MBKM. 4) Menyiapkan dokumen kerja sama (MoU/PKS) dengan fakultas mitra dan mitra strategis di luar Perguruan Tinggi. 5) Menyusun panduan teknis pelaksanaan MBKM dengan fakultas mitra dan mitra strategis di luar Perguruan Tinggi. 6) Menyusun rencana kegiatan pembelajaran dan beban sks kegiatan pembelajaran di luar prodi dengan fakultas mitra dan mitra strategis di luar Perguruan Tinggi. c. Program Studi Program studi mempunyai peran di antaranya sebagai berikut: 1) Menyesuaikan kurikulum dengan Kerangka Dasar Kurikulum 2020 dan Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan Kemendikbud tahun 2020 agar dapat memfasilitasi hak belajar mahasiswa di luar prodi. 2) Menyusun petunjuk teknis (Prosedur Operasional Baku/POB) di tingkat prodi untuk setiap bentuk kegiatan pembelajaran MBKM di luar prodi. 3) Memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil pembelajaran di luar prodi dalam ITY dan di luar ITY. 4) Menyusun daftar mata kuliah (MK) prodi yang dapat diambil mahasiswa dari luar prodi dalam ITY dan dari luar ITY. 5) Melakukan ekuivalensi MK dan sks untuk setiap BKP MBKM menggunakan skema yang dipilih Program Studi. d. Mahasiswa Mahasiswa mempunyai peran di antaranya sebagai berikut: 1) Merencanakan Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) MBKM bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA). 2) Mendaftar BKP MBKM di luar prodi dan/atau di luar ITY melalui SIAKAD. 3) Melengkapi persyaratan BKP MBKM di luar prodi dan/atau luar ITY


106 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta 4) Mengikuti panduan dan pembimbingan yang diberikan oleh dosen yang ditunjuk sebagai pembimbing BKP MBKM yang diambil. 5) Mengikuti BKP MBKM sesuai dengan ketentuan pedoman akademik di Program Studi dengan penuh tanggung jawab. e. Perguruan Tinggi Mitra Perguruan Tinggi Mitra mempunyai peran di antaranya sebagai berikut: 1) Bersama Rektorat/Dekanat menyiapkan dokumen kerja sama (MoU/PKS). 2) Menentukan Dosen yang ditunjuk sebagai koordinator MBKM tingkat Perguruan Tinggi. 3) Berkoordinasi dengan pihak fakultas di ITY untuk pelaksanaan BKP MBKM. 4) Melaksanakan BKP MBKM sesuai dengan ketentuan yang ada pada dokumen kerja sama (MoU/PKS). f. Mitra Strategis di Luar Perguruan Tinggi Mitra Strategis di Luar Perguruan Tinggi mempunyai peran di antaranya sebagai berikut: 1) Bersama Rektorat/Dekanat menyiapkan dokumen kerja sama (MoU/PKS). 2) Menentukan Supervisor pendamping BKP MBKM. 3) Berkoordinasi dengan fakultas/Program Studi untuk pelaksanaan BKP MBKM. 4) Melaksanakan BKP MBKM sesuai dengan ketentuan yang ada pada dokumen kerja sama (MoU/PKS). 3. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran MBKM Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) MBKM sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi. Ayat 2 mengatakan bahwa Bentuk Pembelajaran di luar Program Studi merupakan proses pembelajaran yang terdiri atas: (a) Pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang sama; (b) Pembelajaran dalam Program Studi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda; (c) Pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang berbeda; dan (d) Pembelajaran pada lembaga non-Perguruan Tinggi. a. Pembelajaran dalam Program Studi Lain di Lingkungan ITY Bentuk pembelajaran yang dapat diambil mahasiswa untuk memperkuat terpenuhinya Capaian Pembelajaran baik yang sudah tertuang dalam struktur kurikulum Program Studi (mata kuliah wajib dan/atau pilihan) maupun pengembangan kurikulum untuk memperkaya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang dapat berbentuk mata kuliah pilihan.


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 107 b. Pembelajaran dalam Program Studi yang sama di Luar ITY Bentuk pembelajaran yang dapat diambil mahasiswa untuk menguatkan Capaian Pembelajaran, memperkaya kompetensi, menambah keterampilan, pengalaman, dan konteks keilmuan yang didapat di perguruan tinggi lain yang mempunyai kekhasan atau wahana penunjang pembelajaran untuk mengoptimalkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). c. Pembelajaran dalam Program Studi Lain di Luar ITY Bentuk pembelajaran yang diambil mahasiswa dalam Program Studi lain di luar ITY ditujukan untuk memperkuat terpenuhinya capaian pembelajaran baik yang sudah tertuang dalam struktur kurikulum Program Studi, maupun pengembangan kurikulum untuk memperkaya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). d. Pembelajaran pada Lembaga Non-Perguruan Tinggi Bentuk Kegiatan Pembelajaran di luar Perguruan Tinggi dapat dilaksanakan melalui Lembaga non-perguruan tinggi yang mencakup Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian/Riset, Proyek Kemanusiaan, Kewirausahaan, serta Pengabdian Masyarakat. 1) Magang/Praktik Kerja Kegiatan pembelajaran yang dilakukan ini melalui kerja sama dengan mitra antara lain perusahaan, yayasan nirlaba, organisasi multilateral, institusi pemerintah, maupun perusahaan rintisan (startup). 2) Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan Kegiatan pembelajaran dalam bentuk asistensi mengajar di satuan pendidikan seperti sekolah dasar, menengah, maupun atas. Satuan pendidikan dapat berada di lokasi kota maupun terpencil. Mekanisme pelaksanaan kegiatan pembelajaran Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan mencakup persiapan di berbagai tingkat unit kerja sebagai berikut. 3) Penelitian/Riset Kegiatan pembelajaran dalam bentuk aktivitas riset akademik dan industri, baik sains-teknologi, kesehatan-kedokteran, agrokompleks dan sosial humaniora, yang dilakukan di bawah pengawasan dosen atau peneliti yang memiliki pengalaman, rekam jejak dan kompetensi. Kegiatan ini dapat diwujudkan dalam bentuk idea factory sebagai bentuk pembelajaran penelitian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dapat dilakukan di lembaga riset baik Kementerian, Lembaga non Kementerian, litbang institusi swasta, pusat studi di perguruan tinggi dan jejaring mitranya, pusat


108 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta unggulan iptek perguruan tinggi, kawasan sains dan teknologi (Sains Techno Park/STP) serta pusat pembelajaran sosial, budaya, agama dan kearifan lokal. 4) Proyek Kemanusiaan Program Proyek Kemanusiaan merupakan kegiatan sosial untuk sebuah yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui oleh Institut Teknologi Yogyakarta, baik di dalam (Pemda, PMI, BPBD, BNPB, dll) maupun luar negeri (seperti organisasi formal sebagai lembaga mitra yang disetujui Rektor: Palang Merah Indonesia, UNESCO, WHO dan sebagai (UNESCO, UNICEF, WHO, UNOCHA, UNHCR, dll). Proyek kemanusiaan ini dapat dijalankan antara lain dalam kerangka mitigasi bencana pada berbagai tahapannya. Melalui kegiatan Proyek Kemanusiaan yang diinisiasi oleh LP2M, Fakultas, Program Studi, Dosen, Pemerintah Daerah, berbagai Mitra, atau oleh Mahasiswa itu sendiri, maka mahasiswa diharapkan dapat merealisasikan secara utuh dan tuntas berbagai program dan kegiatan yang telah dirancang. Selama melaksanakan Proyek Kemanusiaan, seluruh program dan kegiatan mahasiswa dapat diakui sebagai pencapaian sks, dengan jumlah sks-nya menyesuaikan dengan, antara lain durasi pelaksanaan Proyek Kemanusiaan tersebut yang diikuti oleh mahasiswa. Persyaratan Proyek Kemanusiaan: a) Mendapatkan persetujuan Dosen Pembimbing Akademik (DPA). b) Dilakukan secara berkelompok dan atau sesuai kebutuhan desa/komunitas, dan sangat didorong untuk bersifat multi- atau transdisiplin (asal Prodi/Fakultas/Kluster yang berbeda). c) Bersama Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan atau Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyusun program kerja. d) Peserta wajib tinggal di lokasi yang telah ditentukan. e) Sehat jasmani dan rohani serta tidak sedang hamil bagi wanita. f) Proses dan hasil kegiatan ditulis dan dilaporkan dengan format yang telah ditetapkan. Inti substansi laporan mencakup kegiatan mahasiswa, partisipasi lokal dalam program, dampak dan peluang keberlanjutan. g) Ketentuan lain yang diatur oleh Unit/Organisasi/Fakultas pengelola. 5) Kegiatan Wirausaha Kebijakan Kampus Merdeka diharapkan dapat mendorong pengembangan minat wirausaha mahasiswa dengan program kegiatan belajar yang sesuai. Dengan mengikuti kegiatan ini, mahasiswa dimotivasi untuk menjadikan wirausaha sebagai pilihan karir. Di


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 109 samping itu juga menumbuhkan karakter kewirausahaan yang kuat dan didukung kompetensi bisnis yang baik. Kegiatan pembelajaran dalam bentuk wirausaha baik yang belum maupun sudah ditetapkan dalam kurikulum Program Studi. Kegiatan wirausaha dapat dilakukan sendiri oleh mahasiswa atau dalam satu tim bersama mahasiswa lain, baik dalam Program Studi yang sama, atau lintas Program Studi dalam lingkungan ITY. 6) Studi/Proyek Independen Studi/Proyek Independen merupakan kegiatan yang dilakukan mahasiswa bersama dengan mahasiswa lain (lintas disiplin) untuk mewujudkan karya besar atau karya dari ide yang inovatif (baik tidak dilombakan maupun yang dilombakan di tingkat Nasional/Internasional). Kegiatan ini dapat menjadi penguat atau pengganti mata kuliah yang harus diambil. Ekuivalensi Kegiatan Studi Independen ke dalam mata kuliah dihitung berdasarkan kontribusi dan peran mahasiswa yang dibuktikan dalam aktivitas di bawah koordinasi dosen pembimbing. 7) Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus, yang secara langsung bersama-sama masyarakat mengidentifikasi potensi dan menangani masalah sehingga diharapkan mampu mengembangkan potensi desa/daerah dan meramu solusi untuk masalah yang ada di desa. Kegiatan KKNT diharapkan dapat mengasah softskill kemitraan, kerjasama tim lintas disiplin/keilmuan (lintas kompetensi), dan leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah perdesaan. Sejauh ini perguruan tinggi sudah menjalankan program KKNT, hanya saja Satuan Kredit Semesternya (SKS) belum bisa atau dapat diakui sesuai dengan program kampus merdeka yang pengakuan kreditnya setara 6-12 bulan atau 20-40 sks, dengan pelaksanaannya berdasarkan beberapa model. Tujuan KKNT di antaranya adalah sebagai berikut: a) Mahasiswa dapat terjun langsung ke desa/komunitas, melakukan kajian potensi lokal, mengidentifikasi masalah dan mencari solusi untuk meningkatkan potensi dan menjadi desa/komunitas unggul. b) Mahasiswa berkolaborasi dalam menyusun dan membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes), dan program strategis lainnya di desa atau komunitas bersama Dosen Pendamping, Pemerintah Desa, Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM), Kader Pemberdayaan


110 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta Masyarakat Desa (KPMD), pendamping lokal desa, dan unsur masyarakat. Dalam pengembangan komunitas (yang bisa tidak berbasis pada batasan desa kolaborasi dan tahapan serupa dilakukan pula bersama mitra terkait). c) Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang dipelajari bersama dengan berbagai mitra untuk membangun desa/komunitas. d) Mendukung pembangunan di wilayah pedesaan atau komunitas bersama dengan berbagai pihak terkait. Manfaat bagi Perguruan Tinggi a) Manfaat yang dapat diperoleh Perguruan Tinggi di antaranya adalah: b) menjadi bagian dari jejaring atau mitra strategis dalam pembangunan desa/komunitas. c) menjadi sarana pengembangan Tridharma perguruan tinggi secara komprehensif. d) menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang dimilikinya di lapangan yang disukainya. e) menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan hard skill dan soft skill. f) menjadi sarana dosen untuk berperan aktif dalam penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. g) menjadi sarana bagi institusi untuk mendapatkan umpan balik guna perbaikan berkelanjutan dalam seluruh aspek pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi. Manfaat bagi Desa/Komunitas a) Manfaat yang dapat diperoleh Desa/Komunitas di antaranya adalah: b) membantu merencanakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes). Hal serupa didapatkan pula untuk rencana pengembangan komunitas. c) membantu perubahan/perbaikan tata kelola desa/komunitas. d) mendukung pengayaan wawasan masyarakat terhadap pembangunan desa/komunitas. e) membantu perluasan/perkuatan sinergi antara desa/komunitas dengan berbagai mitra. f) percepatan pembangunan di wilayah pedesaan dan komunitas. D. Penjaminan Mutu Penjaminan mutu untuk program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka akan difokuskan pada langkah monitoring, evaluasi diri, dan audit mutu internal. Langkah lainnya tetap sama dengan program perkuliahan di kampus ITY. Panduan ini untuk meyakinkan bahwa mahasiswa yang


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 111 mengikuti program ini memperoleh proses pembelajaran yang setara dengan yang diperoleh di ITY dan dapat meraih capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan dalam kurikulum. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyusunan kebijakan mutu yang tertuang dalam manual mutu dan prosedur mutu penyelenggaraan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah sebagai berikut: 1. Universitas dan Fakultas/Unit Pengelola Program Studi (UPPS) wajib memiliki kebijakan mutu yang tertuang dalam manual mutu untuk Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang terintegrasi dengan Manual Mutu Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) dan Fakultas yang sudah ada. 2. Universitas dan Fakultas/UPPS wajib memiliki Prosedur Mutu agar implementasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tata kelola yang telah ditetapkan. 3. Dalam menyusun Manual Mutu dan Prosedur Mutu Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka wajib bersinergi dengan Manual Mutu dan Prosedur Mutu pada Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang telah berlaku di ITY. 4. Pelaksanaan Prosedur Mutu Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka wajib mengacu pada Standar Akademik ITY yang terkait dengan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. 5. Manual Mutu dan Prosedur Mutu Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang telah ditetapkan wajib didiseminasikan dan disosialisasikan khususnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan khususnya kepada dosen pembimbing, pembimbing lapangan, dan mahasiswa. E. Penilaian Pembelajaran MBKM Penilaian adalah satu atau beberapa proses mengidentifikasi, mengumpulkan dan mempersiapkan data beserta bukti-buktinya untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan Capaian Pembelajaran Lulusan. Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa mencakup prinsip penilaian; teknik dan instrumen penilaian; mekanisme dan prosedur penilaian; pelaksanaan penilaian; pelaporan penilaian; dan kelulusan mahasiswa. Instrumen yang digunakan untuk penilaian proses dapat berupa rubrik dan untuk penilaian hasil dapat digunakan portofolio atau karya desain. Penilaian seyogyanya harus mampu menjangkau indikator-indikator penting terkait dengan kejujuran, disiplin, komunikasi, ketegasan (decisiveness) dan percaya diri (confidence) yang harus dimiliki oleh mahasiswa. 1. Prinsip Penilaian Penilaian dalam pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, program “Hak Belajar Tiga Semester Di Luar Program Studi” mengacu kepada 5 (lima) prinsip sesuai Standar


112 - Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta Nasional Perguruan Tinggi yaitu edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi. 2. Penilaian dalam Pelaksanaan Kebijakan MBKM Sesuai dengan prinsip kesinambungan, penilaian dalam pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, program “hak belajar tiga semester di luar program studi” dilakukan selama kegiatan berlangsung (penilaian proses) dan akhir kegiatan berupa laporan kegiatan belajar (penilaian hasil). Penilaian dalam proses dilakukan dengan cara observasi (kepribadian dan sosial) sebagai teknik utama. Sedangkan penilaian hasil dilaksanakan pada akhir pelaksanaan program dengan menggunakan laporan yang dibuat oleh mahasiswa. Penilaian dilakukan oleh pendamping dari Pihak Ketiga yang terkait dengan kegiatan yang diambil oleh mahasiswa dan dosen pendamping di Institut Teknologi Yogyakarta 3. Aspek-Aspek Penilaian Sejalan dengan prinsip-prinsip penilaian di atas, maka aspek-aspek yang dinilai dalam pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, program “Hak Belajar Tiga Semester Di Luar Program Studi”, setidaknya minimal sebagai berikut: a. kehadiran saat pembekalan dan pelaksanaan; b. kedisiplinan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas; c. sikap; d. kemampuan melaksanakan tugas-tugas; e. kemampuan membuat laporan.


Panduan Akademik Institut Teknologi Yogyakarta - 113


Click to View FlipBook Version