UNIVERSITAS Pengembangan Bahan dan Media Ajar
PASUNDAN
SISTEM
REPRODUKSI
DISUSUN OLEH:
KIRANA PUTRI (205040068)
MAHARANI PUSPITA (205040069)
LINDU ANGGANA (205040070)
PENDIDIKAN BIOLOGI - 2020 - B
PROPOSISI SISTEM REPRODUKSI
1. Reproduksi sebagai perkawinan antara laki-laki dan perempuan serta penyatuan sperma
dan sel telur.
2. Reproduksi seksual, penyatuannya gamet haploid membentuk sebuah sel diploid
3. Sel telur adalah sel nonmotil yang berukuran besar
4. Sperma merupakan sel motil yang berukuran jauh lebih kecil
5. Reproduksi aseksual adalah pembangkitan individu baru tanpa penyatuan sel telur dan
sperma
6. Kebanyakan invertebrate dapat bereproduksi secara aseksual melalui fisi (fission)
7. Fragmentasi yaitu pematahan tubuh menjadi beberapa bagian
8. Regenerasi yaitu pertumbuhan kembali bagian – bagian tubuh yang hilang
9. Partogenesis adalah suatu bentuk reproduksi aseksual dengan sel telur yang berkembang
tanpa di fertilisasi
10. Ovulasi adalah pelepasan sel – sel telur matang terjadi pada pertengahan setiap siklus
11. Siklus reproduktif dikontrol oleh hormon
12. Reproduksi seksual yang melibatkan perjumpaan antara individu – individu dari jenis
kelamin yang berbeda
13. Fertilisasi merupakan penyatuan sperma dan sel telur
14. Fertilisasi eksternal yaitu betina melepaskan sel – sel telur ke lingkungan, tempat jantan
kemudian memfertilisasinya
15. Fertilisasi internal yaitu sperma diletakan di dalam atau di dekat saluran reproduktif
betina
16. Fertilisasi internal merupakan suatu adaptasi yang memungkinkan sperma untuk
mencapai sel telur secara efisien, bahkan saat lingkungan kering
17. Hewan yang kawin bisa menggunakan feromon.
18. Feromon adalah molekul yang kecil, mudah menguap, atau terlarut-air yang menyebar
ke lingkungan dan seperti hormone aktif dalam jumlah kecil
19. Zigot terdiri dari sel – sel telur dengan cangkang yang mengandung kalsium dan protein
serta serangkaian membrane internal
20. Cacing palolo dan sebagian besar cacing poliseta yang lain memiliki jenis kelamin yang
terpisah
21. Spermateka, kantong tempat sperma disimpan untuk periode yang lebih lama
i
22. Hewan seringkali kawin dengan lebih dari satu individu lawan jenis
23. Gonad perempuan adalah sepasang ovarium yang mengapit uterus dan dipertahankan
pada posisi di dalam rongga abdominal oleh ligament
24. Ovulasi yaitu proses satu folikel menjadi matang dan melepaskan sel telurnya
25. Jaringan folikel yang tersisa tumbuh di dalam ovarium, membentuk suatu masa yang
disebut korpus luteum
26. Satu folikel menjadi matang dan melepaskan sel telurnya, suatu proses yang disebut
ovulasi
27. Jaringan folikel yang tersisa tumbuh di dalam ovarium, membentuk suatu masa yang
disebut korpus luteum
28. Labia mayora, membungkus dan melindungi bagian vulva yang lain
29. Klistoris terdiri dari batang pendek yang mendukung glans yang di tutupi oleh tudung
kecil prepusium
30. Oviduk atau tuba membentang dari uterus kearah masing-masing ovarium
31. Uterus adalah organ yang tebal dan berotot
32. Bagian dari uterus (leher rahim) adalah serviks
33. Vagina adalah ruang yang berotot namun elastis
34. Sepotong jaringan tipis yang disebut himen
35. Kelenjar susu terdapat pada kedua jenis kelamin
36. Kelenjar susu perempuan penting untuk reproduksi
37. Payudara mengandung jaringan ikat dan lemak (Adiposa), selain kelenjar susu
38. Payudara laki – laki biasanya tetap kecil
39. Organ reprduktif ekternal laki – laki adalah skrotum dan penis
40. Organ – organ reproduktif internal terdiri dari gonad
41. Testis terdiri dari banyak saluran
42. Testis sangat berkembang di dalam rongga perut
43. Sperma melewati saluran – saluran menggulung yang disebut epididymis
44. Sperma memerlukan waktu 3 minggu untuk melewati saluran sepanjang 6m setiap
epididymis
45. Selama ejakulasi sperma di dorong dari setiap epididymis melalui saluran berotot
46. Uretra membentang melalui penis dan membuka ke luar pada ujung penis
47. Cairan vesikula seminalis bersifat kental, kekuningan, dan basa
48. Kelenjar prostat menyekresikan produk-produknya langsung ke dalam uretra melalui
beberapa saluran kecil
ii
49. Kelenjar – kelenjar bulbouretra adalah sepasang kelenjar kecil di sepanjang uretra,
dibawah prostat
50. Penis manusia mengandung uretra dan tiga silinder jaringan erektil yang seperti spons
51. Batang utama penis tertutup oleh kulit yang relative tebal
52. Sperma berukuran kecil dan motil
53. Spermatogenesis, pembentukan dan perkembangan sperma
54. Oogenesis, perkembangan oosit (sel telur) yang matang
55. Spermatogenesis berbeda dari oogenesis
56. Hipotalamus menyekresikan hormone pelepasan gonadotropin
57. Hormone – hormone seks utama merupakan hormone – hormone steroid
58. Hormone – hormone seks memiliki berbagai fungsi
59. Sel punca membelah secara mitosis hingga membentk spermatogonium
60. Struktur suatu sel sperma sesuai dengan fungsinya
61. Oogenesis dimulai di dalam embrio perempuan
62. Esterogen memiliki efek majemuk pada perempuan
63. FSH dan LH yang disekresikan sebagai respon terhadap GnRH
64. FSH mendorong aktivitas sel-sel Sertoli
65. LH meregulasi sel-sel leydig
66. Ovulasi terjadi hanya setelah endometrium
67. Pelepasan siklis endometrium dari uterus yang terjadi dalam suatu aliran melewati
serviks dan vagina disebut mesntruasi
68. Peristiwa-peristiwa siklis terjadi di dalam ovarium disebut siklus ovarium
69. Sekitar 1 minggu setelah fertilisasi penyibakan telah menghasilkan tahap embrionik yang
disebut blastosit.
70. Embrio yang terimplantasi menyekresikan hormon-hormon
71. Kondisi mengandung satu atau lebih embrio dalam uterus disebut kehamilan
72. Trimester pertama adalah periode utama organogenesis perkembangan organ-organ
tubuh
73. Kadar progesteron yang tinggi memicu perubahan dalam sistem reproduksinya
iii
STRUKTUR MAKRO
1. Reproduksi sebagai perkawinan antara laki-laki dan perempuan serta penyatuan sperma
dan sel telur.
1.1 Reproduksi aseksual adalah pembangkitan individu baru tanpa penyatuan sel telur dan
sperma
1.1.1 Partogenesis adalah suatu bentuk reproduksi aseksual dengan sel telur yang
berkembang tanpa di fertilisasi sebagian
1.1.2 Fragmentasi yaitu pematahan tubuh menjadi beberapa
1.1.3 Kebanyakan invertebrate dapat bereproduksi secara aseksual melalui fisi
(fission)
1.1.4 Regenerasi yaitu pertumbuhan kembali bagian – bagian tubuh yang hilang
1.2 Reproduksi seksual, penyatuannya gamet haploid membentuk sebuah sel diploid
1.3 Reproduksi seksual yang melibatkan perjumpaan antara individu – individu dari jenis
kelamin yang berbeda
1.3.1 Sel telur adalah sel nonmotil yang berukuran besar
1.3.2 Sperma merupakan sel motil yang berukuran jauh lebih kecil
2. Siklus reproduktif dikontrol oleh hormon
2.1 Ovulasi adalah pelepasan sel – sel telur matang terjadi pada pertengahan setiap siklus
2.2 Ovulasi yaitu proses satu folikel menjadi matang dan melepaskan sel telurnya
3. Fertilisasi merupakan penyatuan sperma dan sel telur
3.1 Fertilisasi eksternal yaitu betina melepaskan sel – sel telur ke lingkungan, tempat jantan
kemudian memfertilisasinya
3.2 Fertilisasi internal yaitu sperma diletakan di dalam atau di dekat saluran reproduktif
betina
3.3 Fertilisasi internal merupakan suatu adaptasi yang memungkinkan sperma untuk
mencapai sel telur secara efisien, bahkan saat lingkungan kering
3.4 Zigot terdiri dari sel – sel telur dengan cangkang yang mengandung kalsium dan protein
serta serangkaian membrane internal
3.5 Cacing palolo dan sebagian besar cacing poliseta yang lain memiliki jenis kelamin yang
terpisah
3.6 Spermateka, kantong tempat sperma disimpan untuk periode yang lebih lama
iv
4. Hewan yang kawin bisa menggunakan feromon
4.1 Feromon adalah molekul yang kecil, mudah menguap, atau terlarut-air yang menyebar
ke lingkungan dan seperti hormone aktif dalam jumlah kecil
5. Gonad perempuan adalah sepasang ovarium yang mengapit uterus dan dipertahankan pada
posisi di dalam rongga abdominal oleh ligament
5.1 Jaringan folikel yang tersisa tumbuh di dalam ovarium, membentuk suatu masa yang
disebut korpus luteum
5.2 Satu folikel menjadi matang dan melepaskan sel telurnya, suatu proses yang disebut
ovulasi
5.3 Jaringan folikel yang tersisa tumbuh di dalam ovarium, membentuk suatu masa yang
disebut korpus luteum
6. Oviduk atau tuba membentang dari uterus ke arah masing-masing ovarium
6.1 Uterus adalah organ yang tebal dan berotot
6.1.1 Bagian dari uterus (leher rahim) adalah serviks
7. Vagina adalah ruang yang berotot namun elastis
7.1 Labia mayora, membungkus dan melindungi bagian vulva yang lain
7.2 Sepotong jaringan tipis yang disebut himen
7.3 Klistoris terdiri dari batang pendek yang mendukung glans yang ditutupi oleh tudung
kecil prepusium
8. Kelenjar susu terdapat pada kedua jenis kelamin
8.1 Kelenjar susu perempuan penting untuk reproduksi
8.2 Payudara mengandung jaringan ikat dan lemak (adiposa), selain kelenjar susu
8.3 Payudara laki – laki biasanya tetap kecil
9. Organ reproduktif ekternal laki – laki adalah skrotum dan penis
9.1 Organ – organ reproduktif internal terdiri dari gonad
9.2 Testis terdiri dari banyak saluran
9.3 Testis sangat berkembang di dalam rongga perut
9.4 Sperma melewati saluran – saluran menggulung yang disebut epididymis
9.4.1 Sperma berukuran kecil dan motil
v
9.4.2 Struktur suatu sel sperma sesuai dengan fungsinya
9.4.3 Spermatogenesis, pembentukan dan perkembangan sperma
9.4.3.1 sel punca membelah secara mitosis hingga membentuk
spermatogonium
9.4.3 Spermatogenesis berbeda dari oogenesis
9.4.4 Oogenesis, perkembangan oosit (sel telur) yang matang
9.4.4.1 Oogenesis dimulai di dalam embrio perempuan
9.5 Sperma memerlukan waktu 3 minggu untuk melewati saluran sepanjang 6m setiap
epididymis
9.6 Selama ejakulasi sperma di dorong dari setiap epididymis melalui saluran berotot
9.7 Uretra membentang melalui penis dan membuka ke luar pada ujung penis
9.8 Cairan vesikula seminalis bersifat kental, kekuningan, dan basa
9.9 Kelenjar prostat menyekresikan produk-produknya langsung ke dalam uretra
melalui beberapa saluran kecil
9.10Kelenjar – kelenjar bulbouretra adalah sepasang kelenjar kecil di sepanjang uretra,
dibawah prostat
9.11Penis manusia mengandung uretra dan tiga silinder jaringan erektil yang seperti
spons
9.12Batang utama penis tertutup oleh kulit yang relatif tebal
10. Hormone – hormone seks utama merupakan hormone – hormone steroid
10.1 Hormone – hormone seks memiliki berbagai fungsi
10.2 Hipotalamus menyekresikan hormone pelepasan gonadotropin
10.3 Estrogen memiliki efek majemuk pada perempuan
10.3.1 FSH dan LH yang disekresikan sebagai respon terhadap GnRH
10.3.2 FSH mendorong aktivitas sel-sel Sertoli
10.3.3 LH meregulasi sel-sel leydig
vi
11. Ovulasi terjadi hanya setelah endometrium
11.1 Pelepasan siklis endometrium dari uterus yang terjadi dalam suatu aliran melewati
serviks dan vagina disebut mesntruasi
11.2 Peristiwa-peristiwa siklis terjadi di dalam ovarium disebut siklus ovarium
12. Kondisi mengandung satu atau lebih embrio dalam uterus disebut kehamilan
12.1 Sekitar 1 minggu setelah fertilisasi penyibakan telah menghasilkan tahap
embrionik yang disebut blastosit.
12.2 Embrio yang terimplantasi menyekresikan hormon-hormon
12.3 Trimester pertama adalah periode utama organogenesis perkembangan organ-
organ tubuh
12.4 Kadar progesteron yang tinggi memicu perubahan dalam sistem reproduksinya
vii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kelompok kami dapat menyelesaikan
flipbook “Sistem Reproduksi”. Penyusunan flipbook inimemiliki tujuan yaitu untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan Bahan dan Media Ajar.
Kami menyadari bahwa selama penyusunan flipbook ini mendapatkan ilmu yang
bermanfaat dari segi penyusunan dan dari segi materi. Penyusunan flipbook ini tidak terlepas
dari bantuan berbagai pihak dan pada kesempatan kali ini kami ingin menyampaikan rasa
terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Bahan dan Media Ajar.
Bapak Dr. Iwan Setia Kurniawan S.Pd., M.Pd. dan Bapak Saiman Rosamsi S.Pd., M.Pd.
yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Karena tanpa bimbingan dan arahan dari para
dosen pengampu, kami tidak akan bisa menyelesaikan flipbook ini.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan dari segi susunan
kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, demi penyempurnaan flipbook ini dengan
segala kerendahan hati kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang
membacanya. Sehingga kami dapat mempergunakan kritik dan saran tersebut mejadi sebuah
pelajaran untuk memperbaiki segala kekurangan dan ketidak sempurnaan tersebut. Kami
berharap semoga flipbook ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap
pembaca.
Bandung, 06 November 2022
Penulis
viii
DAFTAR ISI
SISTEM REPRODUKSI
PROPOSISI SISTEM REPRODUKSI ..................................................................................i
STRUKTUR MAKRO......................................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... viii
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ x
PENDAHULUAN.................................................................................................................1
1. Deskripsi singkat.............................................................................................................1
2. Capaian pembelajaran.....................................................................................................3
3. Tujuan pembelajaran.......................................................................................................3
PETA KONSEP ....................................................................................................................4
1 SISTEM REPRODUKSI ....................................................................................................5
1.1 Pengertian....................................................................................................................5
1.2 Jenis-jenis....................................................................................................................5
1.3 Hormon-Hormon Sistem Reproduksi..........................................................................6
1.4 Organ sistem reproduksi............................................................................................10
1.5 Proses reproduksi ......................................................................................................14
rangkuman...........................................................................................................................21
lembar kerja peserta didik ...................................................................................................22
UJI KOMPETENSI.............................................................................................................27
REFERENSI .......................................................................................................................30
GLOSARIUM .....................................................................................................................31
INDEKS ..............................................................................................................................35
KUNCI JAWABAN............................................................................................................37
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Siklus Hormon Testosteron ..............................................................................7
Gambar 1. 2 Organ Reproduksi Pria ...................................................................................12
Gambar 1. 3 Gambar Organ Reproduksi Wanita (dilihat dari samping) ............................12
Gambar 1. 4 Gambar Organ Reproduksi Wanita (dilihat dari depan) ................................12
Gambar 1. 5 Proses Spermatogenesis .................................................................................14
Gambar 1. 6 Proses Oogenesis............................................................................................16
Gambar 1. 7 Proses Fertilisasi............................................................................................17
Gambar 1. 8 Perkembangan Embrio pada Proses Kehamilan.............................................18
Gambar 1. 9 Siklus Menstruasi ...........................................................................................20
Gambar 1 Organ Reproduksi Laki-laki...............................................................................22
Gambar 2 Organ Reproduksi Wanita ..................................................................................22
Gambar 3 Proses Spermatogenesis .....................................................................................25
Gambar 4 Proses Oogenesis................................................................................................25
x
PENDAHULUAN
1. DESKRIPSI SINGKAT
Sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan dengan penuh kesempurnaan, manusia
diberikan kelebihan dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Begitu agungnya
Sang Pencipta manusia. Manusia menapaki kehidupannya di alam dunia melalui pertemuan
dua zat terpisah, yaitu sel sperma yang terdapat di dalam tubuh lelaki dan sel ovum yang
terdapat di dalam tubuh perempuan yang diciptakan saling terpisah namun begitu selaras.
Pertemuan dua sel tersebut merupakan awal proses bagaimana nantinya seorang bayi akan
lahir. Sistem reproduksi pada manusia (mamalia) terdiri atas sistem reproduksi pria dan
sistem reproduksi wanita yang keduanya dibangun oleh alatalat reproduksi. Untuk lebih
jelasnya, berikut akan dijelaskan masing-masing dari kedua sistem reproduksi tersebut.
Alat kelamin atau alat reproduksi pada pria memiliki dua fungsi yaitu untuk
menghasilkan sel-sel kelamin dan menyalurkan sel-sel kelamin tersebut ke saluran kelamin
wanita. Alat reproduksi pria dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu alat kelamin bagian
dalam dan alat kelamin bagian luar. Alat kelamin bagian dalam terdiri atas testis, saluran
reproduksi, dan kelenjar-kelenjar kelamin, sedangkan alat kelamin bagian luar hanya terdiri
dari satu bagian, yaitu penis.
Seperti halnya alat reproduksi pada pria, alat reproduksi pada wanita juga terbagi
menjadi alat reproduksi bagian dalam dan bagian luar. Alat reproduksi bagian dalam wanita
terdiri atas ovarium (kandung telur), tuba fallopi atau oviduk (saluran telur), dan vagina
(saluran kelamin). Ovarium berjumlah sepasang yang terdapat di rongga perut, yaitu
tepatnya di sebelah kiri dan kanan daerah pinggang. Fungsi ovarium ini untuk menghasilkan
sel telur atau ovum dan hormon-hormon kelamin wanita, seperti progesteron dan estrogen.
Tuba fallopi yang lazim disebut sebagai oviduk berjumlah sepasang. Tuba fallopi ini
merupakan suatu saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim (uterus). Uterus
lazim disebut rahim, pada manusia hanya terdiri dari satu ruang yang disebut simpleks.
Uterus ini berbentuk seperti buah pear dan berotot cukup tebal. Pada wanita-wanita yang
belum pernah melahirkan, ukuran panjang rahimnya adalah 7 cm dengan lebar antara 4 cm
sampai 5 cm. Vagina merupakan bagian dalam kelamin wanita yang berbentuk seperti
tabung dilapisi dengan otot yang arahnya membujur ke arah bagian belakang dan atas.
1
Bagian dinding vagina lebih tipis dibandingkan dengan dinding rahim dan terdapat banyak
lipatan-lipatan.
Alat reproduksi bagian luar pada wanita disebut vulva, terdiri atas labia mayora, mons
pubis, labia minora, organ klitoris, orificium uretra, dan himen (selaput dara). Labia mayora
adalah bibir bagian luar dari vagina yang tebal dan berlapiskan lemak, sedangkan mons
pubis merupakan bagian tempat bertemunya dua bibir vagina dengan bagian atas yang
terlihat membukit. Labia minora atau bibir kecil, yaitu sepasang lipatan kulit pada vagina
yang halus dan tipis serta tidak mengandung lapisan lemak. Organ klitoris, merupakan
bagian vagina yang berbentuk tonjolan kecil yang sering kali disebut klentit. Adapun
orificium uretra adalah muara saluran kencing yang letaknya tepat di bawah organ klitoris.
Di bagian bawah saluran kencing yang mengelilingi tempat masuk ke vagina, terdapat
himen yang dikenal dengan nama selaput dara.
Pada pria tanda-tanda pubertas terlihat dengan keluarnya sperma untuk pertama
kalinya, sedangkan pada wanita tanda-tanda pubertas ditandai dengan terjadinya menstruasi
atau haid yang pertama. Tanda-tanda pubertas tersebut ternyata sangat dipengaruhi oleh
hormon-hormon kelamin tertentu. Hormon-hormon kelamin yang berperan terhadap
perkembangan organ-organ kelamin, yaitu FSH (Follicle Stimulating Hormone), LH
(Luteinizing Hormone), testoteron, estrogen, progesteron, oksitosin, relaksin, dan laktogen
(prolaktin).
Fertilisasi atau bertemunya sel kelamin jantan (spermatozoa) dengan sel kelamin betina
(ovum) selalu didahului oleh proses pembentukan gamet jantan dan betina secara meiosis.
Seperti telah anda ketahui pada penjelasan sebelumnya, gamet jantan dibuat di testis yang
terdapat pada suatu kantung pelindung yang disebut skrotum. Proses pembentukan gamet
jantan ini lazim disebutspermatogenesis, sedangkan pada betina pembentukan gamet, yaitu
ovum terjadi di ovarium dan prosesnya disebut oogenesis.
Pada wanita ovulasi terjadi berkaitan dengan siklus yang dikendalikan oleh hormon.
Pada manusia dan primata, siklus terjadinya ovulasi dalam suatu proses reproduksi diberi
istilah siklus menstruasi, sedangkan pada mamalia lain diberi istilah siklus estrus.
Menstruasi.
Pengertian kehamilan, yaitu berkembangnya embrio di dalam rahim (uterus) yang
berlangsung dari sejak terjadinya fertilisasi hingga proses kelahiran. Anda tentunya sudah
tahu kehamilan pada manusia umumnya berlangsung sekitar 9 bulan atau sekitar 38 minggu.
2
Kehamilan pada setiap hewan membutuhkan waktu yang tidak sama. Pada tikus atau bangsa
rodentia kehamilan berlangsung selama 21 hari, pada anjing selama 60 hari, kerbau 270
hari, dan gajah sekitar 600 hari.
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bahan ajar ini, peserta didik diharapkan dapat :
1. Memahami konsep – konsep dasar mengenai sistem reproduksi pada manusia
2. Mengidentifikasi organ-organ penyusun sistem reproduksi pada laki-laki dan
perempuan
3. Mengidentifikasi proses pembentukan sperma dan sel telur
4. Menjelaskan proses fertilisasi dan kehamilan
3. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bahan ajar ini, peserta didik diharapkan dapat :
1. Mengenali struktur dan fungsi alat reproduksi pada laki –laki dan perempuan
2. Mendeskripsikan struktur dan fungsi alat reproduksi pada laki –laki dan perempuan
3. Memahami proses pembentukan sperma dan ovum
4. Memahami proses fertilisasi dan perkembangan selama kehamilan
3
PETA KONSEP
4
1 SISTEM REPRODUKSI
1.1 PENGERTIAN
Salah satu ciri makhluk hidup khususnya manusia adalah berkembang biak. Manusia
berkembang biak untuk melestarikan keturunannya. Untuk berkembang biak manusia
memerlukan alat reproduksi. Alat reproduksi adalah alat yang digunakan untuk proses
reproduksi manusia, Alat reproduksi pada manusia terdiri dari beberapa bagian yang disebut
sistem reproduksi. Sistem reproduksi merupakan salah satu komponen sistem tubuh yang
penting meskipun tidak berperan dalam homeostasis dan esensial bagi kehidupan sesorang.
Sistem reproduksi juga merupakan suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat
dalam organisme yang bertujuan untuk berkembang biak untuk mewariskan sifat-sifat
induknya kepada keturunan berikutnya. Sebagai contoh: pasangan suami istri yang baru
menikah, umumnya sering ditanya apakah sudah mendapatkan anak. Dengan demikian
berarti sistem reproduksi berpengaruh terhadap perilaku psikososial seseorang secara
signifikan. Fungsi reproduksi juga berdampak pada masyarakat. Organisasi kemasyarakatan
membentuk unit yang membentuk lingkungan yang stabil dan kondusif untuk kehidupan
spesies.
1.2 JENIS-JENIS
Ketika makhluk hidup melakukan reproduksi aseksual dan seksual, makhluk hidup
mewariskan DNA mereka ke keturunannya. Apabila induknya ada dua, maka anaknya akan
mendapat dua macam DNA. Karena inilah sifat anakan bisa mirip atau bahkan sama dengan
indukannya.
Makhluk hidup melakukan reproduksi dengan berbagai cara. Ada hewan yang
beranak dan menghasilkan telur, ada tumbuhan yang menghasilkan tunas baru, ada juga
makhluk hidup yang bereproduksi dengan membelah diri.
1. Reproduksi seksual
Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melibatkan dua induk dengan jenis kelamin
berbeda, sehingga terjadi penggabungan dua DNA. Jadi, ada dua induk yang memberikan
DNA untuk anak-anaknya melalui perkawinan. Pada hewan-hewan jantan sel sperma lah
yang bertugas membawa setengah DNA. Sedangkan pada hewan betina, setengah DNA
dibawa oleh sel telur. Ketika sel sperma bertemu sel telur, sel sperma akan memberikan
5
setengah DNA yang dia bawa itu ke sel telur. Peristiwa ini yang dikenal dengan nama
pembuahan. Hasilnya adalah zigot yang akan berkembang jadi anak.
2. Reproduksi aseksual
Reproduksi aseksual adalah reproduksi yang terjadi jika hanya ada satu induk. Jadi, tidak
terjadi perkawinan, anak pun berasal dari pembelahan sel tubuh induknya. Biasanya,
reproduksi aseksual terjadi pada organisme-organisme sederhana. Contohnya, anemon laut.
Sel tubuh anemon laut akan membelah hingga muncul bagian kecil di tubuh si anemon laut.
Bagian ini akan tumbuh, lalu melepaskan diri dari induknya. Cara reproduksi aseksual ini
disebut tunas.
Pada reproduksi aseksual, DNA anak akan seratus persen sama dengan induknya. Pada
cacing pipih, ketika tubuh cacing pipih dibelah, masing-masing potongan tubuh itu bisa
tumbuh menjadi individu baru. Cara reproduksi ini disebut fragmentasi.
3. Kelebihan dan kekurangan reproduksi aseksual dan seksual
Reproduksi aseksual dan seksual punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Reproduksi seksual menghasilkan anakan yang lebih bervariasi daripada reproduksi
aseksual. Dengan banyaknya variasi, kita bisa menemukan anakan yang lebih unggul dari
yang lain. Contohnya variasi bibit yang kebal pada penyakit tertentu
Reproduksi seksual membutuhkan waktu yang relatif lama dan energi yang lebih besar,
sehingga anak yang dihasilkan lebih sedikit. Sedangkan reproduksi aseksual lebih cepat
karena kebutuhan energinya lebih sedikit, sehingga anak yang dihasilkan lebih banyak.
Reproduksi seksual menguntungkan bagi makhluk hidup yang bertahan di lingkungan hidup
yang keras, sedangkan reproduksi aseksual cocok untuk lingkungan yang kondusif: yang
nggak ada penyakit dan banyak nutrisi
1.3 HORMON-HORMON SISTEM REPRODUKSI
Semua mahluk hidup akan bereproduksi, yaitu proses yang dilakukan oleh suatu
organisme untuk membentuk organisme lain seperti mereka. Kemampuan untuk
bereproduksi inilah yang membedakan antara mahluk hidup dengan benda mati. Reproduksi
tidak penting bagi kelangsungan hidup suatu organisme tapi sangat penting bagi
kelangsungan hidup suatu spesies. Secara anatomis, pria dan wanita dapat dibedakan dari
sex sekunder dan sistem reproduksinya. Tidak seperti sistem tubuh lainnya yang pada
dasarnya identik pada dua jenis kelamin baik itu pria maupun wanita, sistem reproduksi pria
6
dan wanita sangat berbeda, sesuai dengan peran mereka yang berbeda dalam proses
reproduksi.
Sistem reproduksi baik pada pria maupun wanita dipengaruhi oleh sistem hormonal.
Hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi adalah, FSH, LH (gonadotropin hormone),
estrogen, progesterone dan testosterone. Semua hormone tersebut memiliki peranan penting
dalam sistem reproduksi pria dan wanita serta perkembangan sex sekunder. Hormon
reproduksi disekresikan sepanjang hidup seseorang dengan kadar yang berbeda,
produksinya meningkat pada masa pubertas dan akan menurun dengan bertambahnya usia.
1. Hormone Reproduksi Pria
a. Testosteron
Testis mensekresikan beberapa hormone reproduksi pria yang secara kolektif disebut
hormone androgen termasuk didalamnya testosterone, dihidrotestosteron dan androsteron.
Testosterone merupakan yang terbanyak dibandingkan yang lainnya. Testosterone dibentuk
oleh sel interstitial, leydig yang terletak diantara tubulus seminiferus. Sel leydig hampir
dikatakan tidak ada di dalam testis selama masa kanak kanak pada saat itu testis hampir
tidak mensekresikan testosterone tetapi jumlahnya banyak pada bayi laki laki yang baru
lahir selama beberapa bulan pertama dan pada pria dewasa setelah melewati masa pubertas.
Pada kedua masa ini testis mensekresikan testosterone dalam jumlah yang banyak.
Gambar 1. 1 Siklus Hormon Testosteron
Secara umum testosterone bertanggung jawab atas perbedaan karakter maskulin dari
tubuh. Bahkan pada saat masa janin, testis distimulasi oleh chorionic gonadotropin dari
plasenta untuk memproduksi testosterone selama perkembangan janin dan sampai 10
minggu atau lebih setelah lahir, setelah itu testosterone tidak diproduksi selama masa kanak-
kanak sampai usia kurang lebih 10-13 tahun. Kemudian produksi testosterone akan
7
meningkat dengan cepat dibawah stimulus gonadotropin hormone yang diproduksi oleh
hipofise anterior sebagai onset dari pubertas dan berlangsung sepanjang hidup. Testosterone
menyebabkan turunnya testis ke dalam skrotum, pertumbuhan rambut-rambut halus,
perubahan suara, meningkatkan ketebalan kulit dan menyebabkan terbentuknya jerawat.
2. Hormone Reproduksi Wanita
Sistem hormonal pada wanita, seperti juga pada pria, terdiri dari tiga hormone utama;
1.) Gonadotropin releasing hormone, hormon yang disekresikan oleh hipotalamus 2.)
Follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), keduanya adalah hormone
yang disekresikan oleh hipofise anterior 3.) Estrogen dan progesterone merupakan hormone
yang dihasilkan ovarium sebagai respon terhadap dua hormone yang dihasilkan oleh
kelenjar hipofise anterior macam macam hormone ini tidak disekresikan dalam jumlah yang
konstan selama siklus seksual bulanan pada wanita, tetapi disekresikan dalam jumlah yang
berbeda pada setiap bagian/fase siklus.
a. GnRH (gonadotropin realising hormone)
Hormon GnRH merupakan pengatur utama produksi hormon pada pria maupun
wanita. Hormon GnRH diproduksi oleh bagian otak yang disebut hipotalamus. Hormon ini
terbawa bersama aliran darah menuju kelenjar pituitari di dalam otak. GnRH kemudian
berikatan dengan reseptor kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon-hormon
gonadotropin. Perlu diketahui bahwa hormon gonadotropin memengaruhi fungsi gonad.
Sementara gonad merupakan sebutan bagi organ reproduksi yang menghasilkan sel-sel
anakan. Pada manusia, gonad terdiri dari ovarium untuk wanita dan testis untuk pria.
GnRH merangsang pelepasan dua jenis hormon gonadotropin, yaitu hormon FSH
dan LH. Pelepasan ini merupakan dorongan dan tidak terjadi terus menerus. Fungsi hormon
GnRH pada pria yaitu dapat merangsang produksi LH (Luteinizing Hormone) di dalam
kelenjar pituitari. LH kemudian terbawa aliran darah, berikatan dengan reseptor sel-sel di
dalam testis lalu merangsang pembentukan sel sperma.
Fungsi hormon GnRH pada wanita, yaitu dapat merangsang fungsi FSH (Follicle
Stimulating Hormone) yaitu dapat merangsang pembentukan sel telur baru dalam ovarium.
Pembentukan sel telur baru lantas merangsang produksi hormon estrogen. Estrogen lalu
mengirimkan sinyal balik menuju kelenjar pituitari. Sinyal ini membuat kelenjar pituitari
menurunkan produksi FSH dan meningkatkan produksi LH.
8
b. Follicle stimulating hormone (FSH)
Hormon reproduksi FSH diproduksi di kelenjar pituitari, yaitu kelenjar di otak yang
berukuran sebesar kacang polong. Hormon ini memiliki peranan penting terhadap
perkembangan seksual seseorang. Selain memengaruhi perubahan fisik saat
memasuki masa pubertas, hormon FSH pada wanita juga memiliki peran terhadap proses
pembentukan sel telur di ovarium serta turut mengendalikan siklus menstruasi. Sementara
pada pria, hormon FSH berfungsi untuk mengendalikan produksi sperma dan perkembangan
organ kelamin.
c. Luteinizing hormone (LH)
Hormon LH juga diproduksi di kelenjar pituitari dan kerjanya saling melengkapo
dengan hormon FSH. Pada wanita, hormon reproduksi ini memengaruhi kerja ovarium,
pelepasan sel telur (ovulasi), siklus menstruasi, dan kesuburan. Sementara pada pria, LH
merangsang produksi testosteron, yang memengaruhi tingkat produksi sperma pria.
d. Estrogen
Pada saat FSH disekresikan dan kemudian masuk ke dalam aliran darah, hal ini akan
menyebabkan folikel yang belum matang menjadi matang sehingga dapat menghasilkan
estrogen. Semakin dekat dengan masa ovulasi maka semakin banyak estrogen yang
dilepaskan. Estrogen menyebabkan cairan serviks menjadi lebih encer dan banyak sehingga
menyebabkan suhu basal tubuh menjadi rendah.
Estrogen adalah sekelompok senyawa steroid yang memiliki fungsi utama sebagai
hormon seks wanita. Walaupun terdapat baik dalam tubuh pria maupun wanita,
kandungannya jauh lebih tinggi dalam tubuh wanita usia subur. Hormon ini menyebabkan
perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, seperti
payudara, dan juga terlibat dalam penebalan endometrium maupun dalam pengaturan siklus
haid. Pada saat menopause, estrogen mulai berkurang sehingga dapat menimbulkan
beberapa efek, di antaranya hot flash, berkeringat pada waktu tidur, dan kecemasan yang
berlebihan.
e. Progesteron
Progesterone adalah hormone yang dilepaskan setelah ovulasi. Progesterone
bertanggung jawab untuk memelihara lapisan uterus sebagai persiapan ovum yang telah
dibuahi. Progesterone disekresikan oleh korpus luteum. Efek progesterone terhadap uterus.
Sejauh ini fungsi progesterone yang paling penting adalah untuk membantu/mempercepat
perubahan endometrium uterus selama pertengahan terakhir dari siklus seksual bulanan
wanita, hal ini untuk mempersiapkan uterus untuk implantasi dari ovum yang sudah dibuahi,
9
Progesterone membantu perkembangan payudara tetapi tidak bertanggung jawab terhadap
pembentukan air susu.
1.4 ORGAN SISTEM REPRODUKSI
Organ-Organ Reproduksi pada pria dan wanita memiliki organ reproduksi yang
berbeda. Kedua organ reproduksi tersebut sama-sama berfungsi menghasilkan sel kelamin
(gamet) pria dan wanita. Selain itu, organ reproduksi tersebut mendukung dalam proses
fertilisasi.
1. Organ Reproduksi Pria
Organ reproduksi pria dibagi menjadi organ reproduksi bagian luar dan organ reproduksi
bagian dalam. Organ reproduksi bagian luar terdiri atas penis dan skrotum. Adapun organ
reproduksi bagian dalam terdiri atas testis, saluran pengeluaran, dan kelenjar aksesoris.
Penis adalah organ reproduksi yang berperan menyampaikan sel-sel sperma ke dalam organ
reproduksi wanita melalui proses kopulasi. Penis tersusun atas jaringan yang dapat terisi
oleh darah sehingga mengakibatkan ereksi.
Organ reproduksi bagian luar lainnya adalah skrotum. Skrotum Skrotum disebut juga
kantong pelir, berjumlah sepasang yang dipisahkan oleh septum internal. Skrotum
merupakan sebuah kantung yang berfungsi melindungi testis. Pada masing-masing skrotum
terdapat testis. Pada skrotum terdapat otot dartos dan otot kremaster. Otot dartos berfungsi
untuk menggerakkan skrotum untuk mengerut dan mengendur dalam rangka adaptasi
terhadap udara panas maupun dingin.
Testis merupakan organ tempat pembentukan sel-sel sperma. Testis terletak di luar rongga
perut. Selain tempat pembentukan sperma, testis berfungsi menghasilkan hormon
testosteron. Di dalam testis terdapat tubulus seminiferus. Sebenarnya, tubulus
seminiferuslah yang berfungsi menghasilkan sel-sel sperma. Di dalam tubulus seminiferus
terdapat sel interstitial (sel leydig) yang berfungsi menghasilkan hormon testosteron.
Hormon testosteron sangat berpengaruh terhadap perkembangan kelamin sekunder pada
seorang laki-laki, menentukan sikap mental seorang laki-laki, serta penampilan kejantanan
tubuhnya. Saluran pengeluaran terdiri atas epididimis, vas deferens, saluran ejakulatoris,
dan uretra. Dari tubulus seminiferus, sperma akan masuk ke dalam epididimis yang
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma. Apabila terjadi ejakulasi, sperma keluar dari
epididimis menuju vas deferens. Dari vas deferens, sperma akan melewati saluran
ejakulatoris untuk dikeluarkan melalui uretra.
10
1) Saluran Epididimis merupakan saluran berliku-liku yang memiliki panjang 4-6 meter dan
menghubungkan antara testis dengan vas deferens. Di dalam epididimis ini, tempat
menyimpan sperma kurang lebih selama 2 minggu hingga mengalami proses pematangan
sampai sperma menjadi dewasa dan siap membuahi sel telur.
2) Saluran Vas Deferens Setelah sperma matang, dari saluran epididimis sperma disalurkan ke
dalam vas deferens. Bagaimana prosesnya? Saat ereksi maka otot dinding saluran epididimis
akan berkontraksi mendorong sel sperma ke saluran vas deferens.
3) Saluran Ejakulasi (duktus ejakulatoris) Setelah dari vas deferens, semen/mani (sel sperma
dan air) yang terbentuk dialirkan ke bagian saluran pemancaran yang disebut duktus
ejakulatoris. Dari bagian ini, sperma disemprotkan lewat saluran uretra. Pada keadaan ini,
penis dalam keadaan menegang, untuk dapat menyalurkan semen ke dalam alat kelamin
wanita, peristiwa ini disebut ejakulasi. Sperma yang tidak dikeluarkan dari dalam tubuh
akan mati lalu diserap oleh tubuh.
4) Saluran Uretra Saluran uretra memiliki dua fungsi yaitu mengeluarkan cairan sperma dan
mengeluarkan urine.
Kelenjar aksesoris terdiri atas vesika seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar
bulbouretral (Cowper). Sperma dikeluarkan dalam bentuk semen. Semen yang dikeluarkan
dari uretra mengandung zat-zat yang dihasilkan oleh kelenjar aksesoris. Sekitar 60% dari
total volume semen merupakan hasil sekresi dari vesika seminalis. Cairan yang dihasilkan
vesika seminalis banyak mengandung mukosa, asam amino, fruktosa, dan prostaglandin.
Kelenjar prostat merupakan kelenjar terbesar dari kelenjar aksesoris. Hasil dari sekresi
kelenjar ini akan langsung disalurkan ke uretra. Kelenjar prostat menghasilkan sekresi yang
mengandung kolesterol, garam, dan enzim. Kelenjar bulbouretral merupakan sepasang
kelenjar yang berhubungan langsung dengan uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang
berfungsi menetralkan urine yang mengandung asam di dalam uretra.
11
Gambar 1. 2 Organ Reproduksi Pria
b. Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita berfungsi menghasilkan sel kelamin betina, yaitu sel telur
(ovum). Organ reproduksi wanita dibagi menjadi organ reproduksi luar dan organ
reproduksi dalam. Organ reproduksi luar terdiri atas klitoris dan labia. Adapun organ
reproduksi dalam terdiri atas ovarium, saluran telur (oviduct), vagina, dan uterus.
Sumber: www.edubio.info Sumber: www.edubio.info
Gambar 1. 3 Gambar Organ Reproduksi Wanita
Gambar 1. 4 Gambar Organ Reproduksi Wanita (dilihat
(dilihat dari samping) dari depan)
Pada bagian paling luar, organ reproduksi wanita terdapat labia. Labia tersebut dibagi
menjadi dua, yaitu labia mayora dan labia minora. Pada bagian atas labia terdapat klitoris.
Klitoris merupakan organ erektil yang banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-
ujung saraf. Pada organ reproduksi dalam, Ovarium berjumlah sepasang yang terdapat di
rongga perut, yaitu tepatnya di sebelah kiri dan kanan daerah pinggang. Fungsi ovarium ini
untuk menghasilkan sel telur atau ovum dan hormon-hormon kelamin wanita, seperti
12
progesteron dan estrogen. Ovarium dilindungi oleh suatu kapsul pelindung yang
mengandung folikel-folikel. Setiap folikel berisi sebuah sel telur yang diselubungi satu atau
lebih lapisan sel-sel folikel. Folikel merupakan suatu struktur yang berbentuk bulatan-
bulatan dan terdapat di sekeliling oosit, berguna sebagai penyedia makanan dan pelindung
bagi sel telur yang sedang mengalami pematangan.
Tuba fallopi yang lazim disebut sebagai oviduk berjumlah sepasang. Tuba fallopi ini
merupakan suatu saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim (uterus). Tuba
fallopi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu ismus yang merupakan bagian tuba fallopi yang
terletak dekat uterus atau rahim, ampula, yaitu daerah yang berbentuk lengkungan yang
terletak di atas ovarium, dan infudibulum, yaitu daerah pangkal tuba fallopi yang berbentuk
corong (fimbria). Pangkal tuba fallopi yang berbentuk corong disebut pula infudibulum.
Infudibulum mengandung tonjolan-tonjolan seperti kaki cumi-cumi yang berjumbai-jumbai
disebut fimbriae. Fimbriae ini berperan untuk menangkap ovum. Ovum yang telah
ditangkap fimbriae, kemudian diangkat oleh tuba fallopi. Dengan adanya gerak peristaltik
serta dinding tuba fallopi yang bersilia, ovum kemudian diangkat menuju rahim. Dengan
demikian, tuba fallopi memiliki beberapa fungsi, yaitu untuk menyalurkan ovum menuju
uterus dan menyediakan lingkungan yang cocok bagi proses pembuahan dan perkembangan
telur sebelum fertilisasi terjadi.
Uterus lazim disebut rahim, pada manusia hanya terdiri dari satu ruang yang disebut
simpleks. Uterus ini berbentuk seperti buah pear dan berotot cukup tebal. Pada wanita-
wanita yang belum pernah melahirkan, ukuran panjang rahimnya adalah 7 cm dengan lebar
antara 4 cm sampai 5 cm. Pada rahim bagian bawah bentuknya mengecil dan dinamakan
serviks uterus, sedangkan bagian yang lebih besar disebut badan rahim atau corpus uterus.
Rahim pada manusia dan mamalia tersusun atas tiga lapisan, yaitu perimetrium,
meiometrium, dan endometrium. Pada lapisan endometrium dihasilkan banyak lendir, serta
terdapat banyak pembuluh darah. Lapisan endometrium ini mengalami proses penebalan
dan akan mengelupas setiap bulannya apabila tidak terdapat zigot yang terimplantasi
(tertanam). Uterus ini merupakan tempat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
Di samping itu, rahim juga terbagi atas tiga bagian, yaitu fundus, bagian paling atas yang
berdekatan dengan saluran telur, ismus bagian tengah rahim, dan serviks yang sering kali
disebut sebagai leher rahim adalah bagian paling bawah dan tersempit, yang memanjang
sampai vagina. Vagina merupakan bagian dalam kelamin wanita yang berbentuk seperti
13
tabung dilapisi dengan otot yang arahnya membujur ke arah bagian belakang dan atas.
Bagian dinding vagina lebih tipis dibandingkan dengan dinding rahim dan terdapat banyak
lipatan-lipatan. Lipatan-lipatan tersebut berguna untuk mempermudah jalannya proses
kelahiran bayi. Di samping itu, pada vagina juga terdapat lendir yang dikeluarkan oleh
dinding vagina dan sepasang kelenjar yang dikenal sebagai kelenjar bartholi. Vagina ini
merupakan organ persetubuhan (kopulasi) pada wanita.
1.5 PROSES REPRODUKSI
Sebelum manusia berkembang biak dengan reproduksi, reproduksi harus melawati
beberapa tahapan dan fase di antara lain yaitu :
a) Spermatogenesis
Sumber : ekosistem.co.id
Gambar 1. 5 Proses Spermatogenesis
Spermatogenesis merupakan pembentukan dan perkembangan sperma yang
berlangsung secara terus menerus dan dalam jumlah besar pada laki-laki dewasa. Untuk
menghasilkan ratusan sperma setiap hari, pembelahan dan pematangan sperma terjadi di
sepanjang tubulus seminiferus yang menggulung di dalam kedua testis. Sel sperma yang
bersifat haploid (n) dibentuk di dalam testis melewati sebuah proses kompleks yang disebut
dengan spermatogenesis. Secara simultan proses ini memproduksi sperma matang di dalam
tubulus seminiferus lewat langkah-langkah berikut ini:
1) Ketika seorang anak laki-laki mencapai pubertas pada usia 11 sampai 14 tahun, sel
kelamin jantan primitif yang belum terspesialisasi dan disebut dengan spermatogonium
menjadi diaktifkan oleh sekresi hormon testosteron.
14
2) Masing-masing spermatogonium membelah secara mitosis untuk menghasilkan dua sel
anak yang masing-masing berisi 46 kromosom lengkap.
3) Dua sel anak yang dihasilkan tersebut masing-masing disebut spermatogonium yang
kembali melakukan pembelahan mitosis untuk menghasilkan sel anak, dan satunya lagi
disebut spermatosit primer yang berukuran lebih besar dan bergerak ke dalam lumen
tubulus seminiferus.
4) Spermatosit primer melakukan meiosis untuk menhasilkan dua spermatosit sekunder
yang berukuran lebih kecil dari spermatosit primer. Spermatosit sekunder ini masing-
masing memiliki 23 kromosom yang terdiri atas 22 kromosom tubuh dan satu
kromosom kelamin (Y atau X).
5) Kedua spermatosit sekunder tersebut melakukan mitosis untuk menghasilkan empat sel
lagi yang disebut spermatid yang tetap memiliki 23 kromosom.
6) Spermatid kemudian berubah menjadi spermatozoa matang tanpa mengalami
pembelahan dan bersifat haploid (n) 23 kromosom. Keseluruhan proses
spermatogenesis ini menghabiskan waktu sekitar 64 hari.
b) Oogenesis
Oogenesis adalah proses perkembangan oosit (sel telur) matang yang berlangsung di
dalam ovarium. Tidak seperti spermatogenesis yang dapat menghasilkan jutaan spermatozo
adalam waktu yang bersamaan, oogenesis hanya mampu menghasilkan satu ovum matang
sekali waktu. Mari kita simak prosesnya lebih lanjut:
1) Oogonium yang merupakan prekursor dari ovum tertutup dalam folikel di ovarium.
2) Oogonium berubah menjadi oosit primer, yang memiliki 46 kromosom. Oosit primer
melakukan meiosis, yang menghasilkan dua sel anak yang ukurannya tidak sama.
3) Sel anak yang lebih besar adalah oosit sekunder yang bersifat haploid. Ukurannya dapat
mencapai ribuan kali lebih besar dari yang lain karena berisi lebih banyak sitoplasma
dari oosit primer.
4) Sel anak yang lebih kecil disebut badan kutub pertama yang kemudian membelah lagi.
5) Oosit sekunder meninggalkan folikel ovarium menuju tuba falopi. Apabila oosit
sekunder difertilisasi, maka akan mengalami pembelahan meiosis yang kedua . begitu
pula dengan badan polar pertama membelah menjadi dua badan kutub kedua yang
akhirnya mengalami degenerasi. Namun apabila tidak terjadi fertilisasi, menstruasi
dengan cepat akan terjadi dan siklus oogenesis diulang kembali.
15
6) Selama pemebelahan meiosis kedua, oosit sekunder menjadi bersifat haploid dengan
23 kromosom dan selanjutnya disebut dengan ootid. Ketika inti nukleus sperma dan
ovum siap melebur menjadi satu, saat itu juga ootid kemudian mencapai perkembangan
finalnya menjadi ovum yang matang.
7) Kedua sel haploid (sperma dan ovum) bersatu membentuk sel zygot yang bersifat
dipoid (2n).
Sumber : www.edutafsi.com
Gambar 1. 6 Proses Oogenesis
c) Proses pembuahan (fertilisasi)
Pada proses ini terjadi pertemuan antara sel telur dan sel sperma. Pada saat dilakukan
senggama, pria dapat mengeluarkan ratusan juta sperma. Sperma tersebut tidak dapat
langsung membuahi sel telur karena hanya sebagian kecil yang bisa masuk mulut rahim.
Sperma dapat bertahan dalam saluran reproduksi wanita ± 24-48 jam sambil menunggu sel
telur diovulasikan. Sel telur yang diovulasikan akan mendapatkan sejumlah perlindungan
dari lapisan zona pellucida dan corona radiata.
Sel telur ini akan bertahan 6-24 jam setelah diovulasikan. Pada saat fertilisasi terjadi,
sperma akan mengalami proses kapasitasi ketika bertemu dengan ovum. Kemudian sperma
menembus zona pellucida sel telur. Saat sperma dapat menembus sel telur, hanya kepala
sperma yang bisa masuk. Dari ratusan juta sperma, hanya akan ada satu sperma yang
berhasil menembus. Selanjutnya, inti sel sperma memasuki sitoplasma sel telur dan
16
terjadilah peleburan antara inti sperma dengan ovum sehingga terbentuklah zigot. Proses
pembuahan ini terjadi di ampula tuba falopi pada wanita.
Tahapan waktu dalam fertilisasi :
1) Beberapa jam setelah fertilisasi zigot akan membelah secara mitosis menjadi 2 sel, 4,
8, 16 sel, dst.
2) Pada hari ke-3 atau ke-4 terbentuk kelompok sel yang disebut morula. Morula akan
berkembang menjadi blastula. Rongga balstosoel berisi cairan dari tuba fallopi dan
membentuk blastosit. Lapisan dalam balstosit membentuk inner cell mass. Blastosit
dilapisi oleh throhpoblast (lapisan terluar blastosit) yang berfungsi untuk menyerap
makanan dan merupakan calon tembuni/plasenta/ari-ari. Blastosit akan bergerak
menuju uterus dengan waktu 3-4 hari.
3) Pada hari ke-6 setelah fertilisasi throphoblast akan menempel pada dinding
uterus/proses implantasi dan akan mengeluarkan hormone HCG (hormone Chorionik
gonadotrophin). Hormon ini melindungi kehamilan dengan menstimulasi produksi
hormone progesteron dan estrogen sehingga mencegah menstruasi.
4) Pada hari ke-12 setelah fertilisasi embrio telah kuat menempel pada dinding uterus.
5) Dilanjutkan dengan fase gastrula, yaitu hari ke-21 palsenta akan terus berkembang dari
throphoblast. Mulai terbentuk 3 lapisan dinding embrio. Lapisan dinding embrio inilah
yang akan berdiferensisai menjadi organorgan tubuh. Organ tubuh aka berkembang
semakin sempurna seiring bertambahnya usia kandungan.
Sumber : simdos.unud.ac.id
Gambar 1. 7 Proses Fertilisasi
17
d) Kehamilan
Setelah terjadi pembuahan, kehamilan dapat terjadi dengan baik apabila terjadi
proses perlekatan zigot ke dinding rahim secara sempurna. Kehamilan pada manusia sekitar
38 minggu sejak pembuahan.
Sumber: rosidmarwanto.blogspot.com
Gambar 1. 8 Perkembangan Embrio pada Proses Kehamilan
Zigot tersebut akan membelah dari tahap morula (16 sel) yang seperti mulberry
kemudian membelah lagi menjadi blastokista (32-64 sel) melalui proses blastulasi.
Selanjutnya blastokista akan melakukan perlekatan pada dinding uterus yang disebut dengan
proses implantasi yang diinduksi dengan enzim proteolitik. Blastokista akan menjadi
trofoblas (lapisan terluar), embrioblas (sel bagian dalam), dan blastosol (rongga berisi
cairan).
Fase setelah terbentuk blastula adalah fase gastrula. Pada fase ini, bintik benih akan
mengalami pertumbuhan sel dan terbagi menjadi lapisan-lapisan sel yang berlainan sifat,
yaitu lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Endoderm akan berkembang menjadi
saluran pencernaan, pernapasan, dan kemih. Mesoderm akan berkembang menjadi sistem
pembuluh, kemih-kelamin, dan limpa. Sedangkan lapisan ektoderm akan berkembang
membentuk susunan saraf pusat dan tepi, epitel telinga, hidung, dan mata, kulit, enamel gigi,
serta kelenjar. Embrio yang tumbuh akan didukung oleh adanya membran seperti kantong
18
kuning telur, amnion, korion, dan alantois. Kantong kuning telur menyediakan nutrisi utama
bagi embrio yang akan megandung spermatogonium atau oogonium setelah bayi dewasa.
Membran amnion merupakan pelindung yang sangat tebal berisi cairan amnion
untuk melinduni embrio dari gesekan dan mengatur suhu embrio. Lapisan korion akan
menjadi bagian utama plasenta yang melingkupi amnion dan kantong kuning telur.
Sedangkan alantois merupakan membran vaskular kecil yang mula-mula sebagai tempat
pembentukan darah dan untuk pernapasan, saluran makanan, serta ekskresi. Pada peristiwa
kehamilan, plasenta akan terberntuk pada bulan ketiga. Fungsinya adalah untuk pertukaran
oksigen dan karbondioksida, suplai makanan dari ibu ke janin, mencegah mikrooganisme
masuk ke janin, serta menghasilkan hormon yang dibutuhkan untuk memelihara kehamilan.
e) Proses menstruasi
Pada wanita terdapat siklus menstruasi. Siklus ini berkaitan dengan pembentukan
endometrium. Siklus menstruasi pada umumnya berlangsung selama 28 hari, tetapi ada juga
yang berlangsung 21 hari bahkan 30 hari. Perbedaan siklus ini dipengaruhi oleh hormon-
hormon reproduksi. Pada hari pertama sampai keempat belas terjadi pertumbuhan dan
perkembangan folikel primer yang dirangsang hormon PSH yang dihasilkan kelenjar
hifofisis. Dalam siklus menstruasi estrogen berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus,
yaitu endometrium yang habis terkelupas saat menstruasi. Selain itu, estrogen juga
menghambat pembentukan PSH dan memerintah hifofisis untuk menghasilkan LH yang
berfungsi merangsang folikel graaf yang masak untuk melakukan ovulasi yang terjadi pada
hari keempat belas.
Selain itu, LH merangsang folikel yang telah kosong ini menjadi badan kuning (korpus
luteum). Kemudian, badan ini menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi
mempersiapkan endometrium untuk menerima embrio sehingga endometrium menjadi tebal
dan lembut serta banyak mengandung pembuluh darah. Selain itu, progesteron juga
berfungsi menghambat pembentukan FSH dan Lh. Adanya progesteron mengakibatkan
korpus luteum mengecil dan mengalami degenerasi dan hilang, maka pembentukan
progesteron pun terhenti. Akibatnya, pemberian makanan kepada endometrium terhenti,
kemudian endometrium mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah
pendarahan (menstruasi).
19
Sumber : siswapedia.com
Gambar 1. 9 Siklus Menstruasi
20
RANGKUMAN
• Alat reproduksi adalah alat yang digunakan untuk proses reproduksi manusia, Alat
reproduksi pada manusia terdiri dari beberapa bagian yang disebut sistem reproduksi.
• Sistem reproduksi juga merupakan suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam
organisme yang bertujuan untuk berkembang biak untuk mewariskan sifat-sifat induknya
kepada keturunan berikutnya
• Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melibatkan dua induk dengan jenis kelamin
berbeda, sehingga terjadi penggabungan dua DNA. Jadi, ada dua induk yang
memberikan DNA untuk anak-anaknya melalui perkawinan. Reproduksi aseksual adalah
reproduksi yang terjadi jika hanya ada satu induk. Jadi, tidak terjadi perkawinan, anak
pun berasal dari pembelahan sel tubuh induknya.
• Sistem reproduksi baik pada pria maupun wanita dipengaruhi oleh sistem hormonal.
Hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi adalah, FSH, LH (gonadotropin
hormone), estrogen, progesterone dan testosterone.
• Alat reproduksi pria dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu alat kelamin bagian dalam
dan alat kelamin bagian luar. Alat kelamin bagian dalam terdiri atas testis, saluran
reproduksi, dan kelenjar-kelenjar kelamin, sedangkan alat kelamin bagian luar hanya
terdiri dari satu bagian, yaitu penis.
• Alat reproduksi bagian dalam wanita terdiri atas ovarium (kandung telur), tuba fallopi
atau oviduk (saluran telur), dan vagina (saluran kelamin). Alat reproduksi bagian luar
pada wanita disebut vulva, terdiri atas labia mayora, mons pubis, labia minora, organ
klitoris, orificium uretra, dan himen (selaput dara).
• Dalam proses reproduksi seksual, setelah terjadi pertemuan sperma dan ovum yang
dikenal sebagai fertilisasi.
21
Tujuan LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Lembar Kerja Peserta Didik
: Mengenali struktur dan fungsi alat reproduksi pada laki –laki dan perempuan
Kelompok :
Anggota :
1.
2.
3.
4.
Petunjuk :
Perhatikan gambar di bawah ini, lalu amati gambar bagian – bagian organ reproduksi laki –
laki dan organ reproduksi perempuan, kemudian tuliskan bagian – bagian organ reproduksi
laki – laki dan organ reproduksi perempuan beserta fungsinya ke dalam tabel yang terdapat
pada lembar kerja!
Sumber: roboguru.ruangguru.com Sumber: roboguru.ruangguru.com
Gambar 1 Organ Reproduksi Laki-laki Gambar 2 Organ Reproduksi Wanita
22
Tabel gambar organ reproduksi laki – laki Fungsi
No Nama Organ Fungsi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Tabel gambar organ reproduksi perempuan
No Nama Organ
1.
2.
3.
4.
5.
6.
23
7.
8.
9.
24
Lembar Kerja Peserta Didik
Tujuan : Memahami proses pembentukan sperma dan ovum
Kelompok :
Anggota :
1.
2.
3.
4.
Petunjuk : Perhatikan gambar di bawah ini, kemudian jawab pertanyaan yang tersedia
pada lembar kerja!
Sumber: roboguru.ruangguru.com Sumber: roboguru.ruangguru.com
Gambar 3 Proses Spermatogenesis Gambar 4 Proses Oogenesis
1. Sebutkan proses apakah yang terjadi pada gambar spermatogenesis di atas? Jelaskan!
Jawab :
25
2. Apa yang dihasilkan dari proses spermatogenesis?
Jawab:
3. Sebutkan proses apakah yang terjadi pada gambar oogenesis di atas? Jelaskan!
Jawab:
4. Apa yang dihasilkan dari proses oogenesis?
Jawab:
26
UJI KOMPETENSI
A. Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling benar dari soal di bawah ini!
1. Hormone reproduksi pada pria yaitu …
a. Testosteron
b. GnRH
c. FSH
d. Estrogen
2. Di bawah ini yang temasuk organ reproduksi pria bagian luar adalah …
a. Kelenjar aksesoris
b. Testis
c. Saluran pengeluaran
d. Skrotum
3. Sebutkan organ yang ditandai oleh huruf H di bawah ini …
a. Penis
b. Epididymis
c. Kelenjar prostat
d. Saluran uretra
4. Berikut ini yang bukan termasuk organ reproduksi dalam pada wanita adalah …
a. Ovarium
b. Klitoris
c. Uretus
d. Vagina
27
5. Organ yang berperan melindungi testis yaitu …
a. Kelenjar kowper
b. Vas deferens
c. Skrotum
d. Epididymis
6. Di bawah ini yang termasuk kedalam bagian-bagian rahim, kecuali …
a. Infudibulum
b. Fundus
c. Ismus
d. Serviks
7. Pada tahapan waktu fertilisasi di hari ke-6 apakah yang akan terjadi ...
a. Zigot akan membelah secara mitosis menjadi 2 sel, 4, 8, 16 sel, dst.
b. Morula akan berkembang menjadi blastula.
c. Palsenta akan terus berkembang dari throphoblast. Mulai terbentuk 3 lapisan
dinding embrio.
d. Throphoblast akan menempel pada dinding uterus/proses implantasi dan akan
mengeluarkan hormone HCG (hormone Chorionik gonadotrophin).
8. Di bawah ini yang menunjukan organ oviduct dan ovarium adalah …
a. D dan E
b. A dan B
c. C dan f
d. D dan B
9. Pada vagina terdapat lendir yang dikeluarkan oleh dinding vagina yang disebut ...
a. Kelenjar bartholi
b. Kelenjar prostat
c. kelenjar bulbouretral
d. Kelenjar aksesoris
28
10. Di bawah ini meiosis 1 dan meiosis 2 ditunjukkan oleh nomor …
a. 1 dan 2
b. 2 dan 4
c. 3 dan 4
d. 3 dan 5
B. Soal Uraian Singkat
Jawablah pertanyaan dengan singkat dan benar!
1. Jelaskan peran dan fungsi dari penis!
2. Sebutkan kelenjar yang termasuk ke dalam kelenjar aksesoris!
3. Apa yang di maksud dengan spermatogenesis dan oogenesis?
4. Bintik benih akan mengalami pertumbuhan sel dan terbagi menjadi lapisan-lapisan
sel yang berlainan sifat, yaitu lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Fase
ini disebut dengan?
5. Rahim terbagi menjadi 3 bagian. Rahim yang berada di bagian tengah rahim
disebut?
29
REFERENSI
Adlina, Atifa. 2020. 1. Hormon GnRH dan Pengaruh Kesuburannya.
https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/hormon-gnrh/ (Diakses pada 1 November
2022)
Anonim. Modul Sistem Reproduksi.
https://staff.ui.ac.id/system/files/users/tutinfik/material/e-
bookbioteknologipdsistemreproduksi.pdf (Diakses pada 4 November 2022)
Anonim. Modul Sistem Reproduksi Manusia.
http://staff.unila.ac.id/gnugroho/files/2014/05/Sistem-Reproduksi.pdf# (Diakses pada 4
November 2022)
Ayuningtiyas, Kaisar. 2021. Modul Sistem Reproduksi Manusia dan Hewan.
http://repository.radenintan.ac.id/14890/1/MODUL_PERPUS.pdf (Diakses pada 1
November 2022)
Bakhtiar, S., 2011. Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan
Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional
Eva. 2021. Sistem Reproduksi. UMM Institutional Repository, 1999(December), 1–6.
Renatha Swasty. 2022. Mengenal Reproduksi Aseksual dan Seksual pada Makhluk Hidup.
https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/5b2Joe2b-mengenal-reproduksi-
aseksual-dan-seksual-pada-makhluk-hidup (Diakses pada 1 November 2022)
Savira, Maya. Peran Endokrin dalam Sistem Reproduksi. Departemen Fisiologi Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan.
https://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/17429/FUNGSI%20ENDOKR
IN%20PADA%20SISTEM%20REPRODUKSI.pdf?sequence=1&isAllowed=y
(Diakses pada 1 November 2022)
30
GLOSARIUM
A
Alat reproduksi : Sistem organ yang digunakan untuk memproduksi atau melahirkan
keturunan dengan tujuan untuk pelestarian jenis
Amnion : Membran janin yang paling dalam dan berdampingan langsung dengan
cairan amnion (Likuor Amnii)
B
Berkembang biak : Menciptakan makhluk baru dari spesies yang sama.
Blastula : Kumpulan sel yang berbentuk seperti bola dengan struktur rongga pada
bagian tengah yang berisi cairan
D
Diploid : Kromosom homolog yang berpasangan atau dua kromosom dalam satu
set
DNA : Rantai molekul yang berisi materi genetik yang khas pada setiap orang.
E
Embrio : Sel yang berasal dari proses reproduksi anak dan sebuah eukariota
diploid dalam tahap awal perkembangan.
Epididimis : Saluran di dalam skrotum yang menempel pada bagian belakang testis
Estrogen : Sekelompok hormon yang berperan penting dalam perkembangan dan
pertumbuhan karakteristik seksual wanita serta proses reproduksinya.
F
Fertilisasi : Proses pembuahan dimana terjadi peleburan inti sel gamet laki-laki
(sperma) dengan inti sel gamet perempuan (ovum)
Fragmentasi : Pematahan atau pemotongan tubuh induk menjadi dua bagian atau
lebih.
Folikel : Kantung cairan yang berisi oosit matang untuk membentuk sebuah sel
telur
31
FSH : Hormon yang membantu sistem reproduksi
G
Gastrula : Tahapan perkembangan embrio setelah blastula
GnRH : Hormon yang berperan penting dalam kesuburan
Gonad : Kelenjar endokrin yang menghasilkan gamet dari suatu organisme.
H
Haploid : Kromosom yang tidak berpasangan
Hormon : Zat kimia yang diproduksi oleh sistem endokrin dalam tubuh dan
berfungsi untuk membantu mengendalikan hampir semua fungsi tubuh
I
Induk : Ibu (terutama tentang binatang)
K
Kelenjar aksesoris: Kelenjar kelamin
Kelenjar pituitary : Organ kecil yang berada di bawah otak
Kesuburan : Kemampuan seseorang untuk mendapatkan kehamilan
Kitoris : Struktur seukuran kacang polong yang terletak di bagian atas vulva
wanita, di atas lubang uretra
L
Labia : Lipatan kulit yang membentuk vulva di bagian luar alat kelamin wanita
LH : Salah satu jenis gonadotropin yang diproduksi oleh kelenjar pituitari
atau hipofisis di otak
M
Menopause: Berakhirnya siklus menstruasi secara alami
32
O
Organisme : Setiap entitas individual yang mampu menjalankan fungsi-fungsi kehidupan.
Ovarium : Sepasang organ reproduksi wanita dengan panjang sekitar 1,5 inci
Oviduk : Saluran yang menghubungkan ovarium atau sel telur menuju ke rahim.
Ovulasi : Proses yang terjadi dalam siklus menstruasi pada wanita
Oogenesis : Proses gametogenesis atau pembentukan gamet yaitu pembentukan sel telur
pada betina
Ovum : Sel reproduksi (gamet) yang dihasilkan dari ovarium pada organisme
berjenis kelamin betina.
P
Pembuahan : Peleburan dua gamet yang dapat berupa nukleus
Perkawinan: Hubungan permanen antara dua orang
Progesterone : Hormon yang digunakan untuk mengatasi gangguan siklus menstruasi
dan ovulasi.
R
Reproduksi aseksual: Reproduksi yang dapat menghasilkan keturunan dari induk tunggal
tanpa adanya rekombinasi genetika
Reproduksi seksual: Penggabungan informasi genetik dari dua individu dengan jenis
kelamin berbeda.
S
Siklus menstruasi : Proses perubahan hormon yang terus-menerus dan mengarah pada
pembentukan endometrium, ovulasi, serta peluruhan dinding jika kehamilan tidak terjadi
Sistem reproduksi : Kumpulan organ internal dan eksternal yang bekerja bersama untuk
tujuan prokreasi
Sel sperma : Hasil produksi dari testis yang terdiri dari beberapa sel germinal yang sudah
matang
Sel telur : Sel reproduksi pada wanita
33
Spermatogenesis : Proses multiplikasi dan diferensiasi sel germinal dengan tujuan
memproduksi sel gamet jantan
T
Testis : Organ yang sangat penting dalam sistem reproduksi pria
Testosterone : Hormon reproduksi yang penting dan umum ditemukan pada laki-laki.
Tuba falopi : Disebut juga oviduk
Tubulus seminiferus : Saluran berkelok-kelok yang memiliki panjang 80 cm dengan
diameter 150 μm
Tunas : Bagian tumbuhan yang baru tumbuh dari kecambah atau kuncup yang
berada di atas permukaan tanah/media.
U
Uretra : Saluran yang membawa urine dari kandung kemih menuju penis
Uterus : Rahim
V
Vagina : Saluran penghubung ke rahim
Vas deferens : Saluran yang melekat di sepanjang medio ventral permukaan ginjal.
Z
Zigot : Sel yang terbentuk sebagai hasil bersatunya dua sel kelamin (sel ovum
dan sel sperma) yang telah matang
34
INDEKS
A O
Alat reproduksi, x, 11, 14, 30
Oogenesis, iii, vi, x, 24, 25, 34
D Ovarium, 11, 21, 36
Oviduk, ii, v
DNA, 14, 15, 30 Ovulasi, i, ii, iii, iv, vi
Ovum, 22
E
P
Embrio, iii, vii, x, 27, 28, 40
Epididimis, 20 Progesteron, 18
Estrogen, vi, 17, 18, 36
F R
Fertilisasi, i, iv, x, 12, 27 Reproduksi aseksual, i, iv, 15, 30
Folikel, 22 Reproduksi seksual, i, iv, 14, 15, 30
Fragmentasi, i, iv
FSH, iii, vi, 11, 16, 17, 18, 29, 30, 36 S
G Sel sperma, 23
Sel telur, i, iv, 25, 26
GnRH, iii, vi, 17, 36, 39 Siklus menstruasi, 28
Gonad, ii, v Sistem reproduksi, x, 14, 16, 30
Spermatogenesis, iii, vi, x, 23, 34, 44
H T
Hormon, ix, x, 11, 15, 16, 17, 18, 19, 26, Testis, ii, v, 16, 19, 36
30, 39 Testosterone, 16, 17, 44
Tubulus seminiferus, 42
K
Kelenjar aksesoris, 20, 36, 37 U
L Uretra, ii, vi, 20
Uterus, ii, v, 11, 22
Labia, ii, v, 11, 21
LH, iii, vi, 11, 16, 17, 18, 29, 30 V
Vagina, ii, v, 11, 23, 36
35
Vas deferens, 37 Z
Zigot, i, iv, 28, 37
36
KUNCI JAWABAN
A. Soal Pilihan Ganda
1. Testosterone
2. Skrotum
3. Kelenjar Prostat
4. Klitoris
5. Skrotum
6. Infundibulum
7. Throphoblast akan menempel pada dinding uterus/proses implantasi dan akan
mengeluarkan hormone HCG (hormone Chorionik gonadotrophin).
8. A dan B
9. Kelenjar Bartholi
10. 3 dan 4
B. Soal Uraian Singkat
1. Penis adalah organ reproduksi yang berperan menyampaikan sel-sel sperma ke dalam
organ reproduksi wanita melalui proses kopulasi.
2. vesika seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbouretral (Cowper).
3. Spermatogenesis merupakan pembentukan dan perkembangan sperma yang
berlangsung secara terus menerus dan dalam jumlah besar pada laki-laki dewasa.
Sedangkan oogenesis adalah proses perkembangan oosit (sel telur) matang yang
berlangsung di dalam ovarium.
4. Fase gastrula
5. Ismus
37