PERSEBARAN FLORA FAUNA DAN MANFAATNYA BAGI KEHIDUPAN DEWI SRI LESTARI 220721602890/OFFERING A-22/PENDIDIKAN GEOGRAFI/UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas karuniaNya, sehingga buku Geografi ini dapat diselesaikan tepat waktu. Buku Geografi dengan judul "Persebaran Flora Fauna dan Dampaknya Terhadap Kehidupan" ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar sekaligus sebagai bentuk partisipasi penulis dalam dunia pendidikan, khususnya untuk mata pelajaran geografi di Sekolah Menengah Atas (SMA). Buku geografi dapat digunakan sebagai bahan panduan bagi peserta didik di jenjang SMA/MA, khususnya bagi peserta didik Kelas XI. Materi yang disajikan dalam buku ini telah disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu Kurikulum Merdeka dan Capaian Pembelajaran yang ada di Fase F. Penyajian materi dalam buku ini juga dilengkapi dengan kegiatan peningkatan keterampilan geografi dan keterampilan pemecahan masalah yang dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Buku Geografi ini terdiri dari beberapa sub materi terkait persebaran flora fauna dan disajikan dengan bahasa yang menarik sehingga materi yang disampaikan mudah dipahami oleh peserta didik. Sebagai penunjang penyajian materi, flipbook ini juga dilengkapi dengan gambar, video, dan pranala sumber belajar lain, sehingga peserta didik tidak merasa bosan dalam mempelajari materi yang disampaikan. Penulis mengucapkan terima kasih kepada ibu Evi Fitriana, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Virtual yang telah membimbing selama proses penyusunan flipbook. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan membantu dalam penyusunan flipbook Geografi ini. Penulis berharap buku Geografi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi positif dalam memenuhi kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Penulis juga berharap buku ini dapat memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam mempelajari materi persebaran flora fauna dan Capaian Pembelajaran pada Fase F dapat dikuasi oleh peserta didik. Malang, April 2023 Penulis ii PRAKATA
iii DAFTAR ISI PRAKATA............................................................................................................................. ii DAFTAR ISI.......................................................................................................................... iii DAFTAR GAMBAR.............................................................................................................. iv PETA KONSEP..................................................................................................................... v I KONSEP FLORA DAN FAUNA PENGERTIAN FLORA DAN FAUNA..................................................................................2 FAKTOR PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA.................................................................3 II SEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA............................................................................6 PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA............................................................................8 III SEBARAN FLORA DAN FAUNA DI DUNIA PERSEBARAN FLORA DI DUNIA....................................................................................10 PERSEBARAN FAUNA DI DUNIA....................................................................................14 IV MANFAAT KERAGAMAN FLORA DAN FAUNA BAGI KEHIDUPAN.............................. 19 V ANCAMAN KERAGAMAN FLORA DAN FAUNA KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP FLORA FAUNA................................................................................20 KONSERVASI FLORA DAN FAUNA...............................................................................................................................22 GEOGRAF ACTIVITY.............................................................................................................. 24 PROBLEM SOLVING ACTIVITY............................................................................................ 25 INDEKS..................................................................................................................................... 32 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................. 33 RANGKUMAN........................................................................................................................... 27 GLOSARIUM............................................................................................................................. 30 EVALUASI................................................................................................................................ 28
DAFTAR GAMBAR iv Gambar 1.1 Terestrial Biodiversity 1 Gambar 1.1 Keragaman Flora 2 Gambar 1.5 Tanah 4 Gambar 1.2 Raflessia Arnoldi dan Matoa 2 Gambar 1.3 Keragaman Fauna 3 Gambar 1.4 Ilustrasi Kondisi Iklim 3 Gambar 1.6 Kondisi Fisiografis 4 Gambar 3.4 Sabana, Stepa, prairie, dan Tundra 12 Gambar 3.3 Hutan Gugur 11 Gambar 1.7 Kelelawar 5 Gambar 2.1 Hutan Amazon 5 Gambar 2.2 Anggrek, Mangrove, Lontar, dan Eucalyptus 7 Gambar 2.3 Rusa, Elang, Buaya, dan Merak 8 Gambar 2.4 Anoa, Komodo, Maleo, dan Kakaktua 9 Gambar 3.1 Hutan 10 Gambar 3.2 Hutan Hujan Tropis 10 Gambar 3.5 Kaktus di Gurun 12 Gambar 3.7 Tundra 13 Gambar 3.6 Taiga 13 Gambar 3.8 Kijang 14 Gambar 3.9 Zona Persebaran Fauna di Dunia 14 Gambar 3.10 Zona Neartik 15 Gambar 3.15 Kapibara dan Alpaka 16 Gambar 3.11 Muskox 15 Gambar 3.12 Zona Paleartik 15 Gambar 3.13 Beruang Kutub dan Lynx 16 Gambar 3.14 Zona Neotropik 16 Gambar 3.17 Zebra 17 Gambar 5.3 Penebangan Hutan 21 Gambar 5.2 Kebakaran Hutan 20 Gambar 3.18 Zona Oriental 17 Gambar 3.19 Orang Utan, Badak Bercula Satu, Beruang, dan Banteng 17 Gambar 3.20 Zona Australis 18 Gambar 3.21 Kanguru, Platypus, Cenderawasih, dan Kasuari 18 Gambar 5.1 Rusaknya Habitat Makhluk Hidup 20 Gambar 5.4 Alih Fungsi Lahan 21 Gambar 7.1 Populasi Orang Utan 25 Gambar 5.5 QR Code Kawasan Hutan Lindung di Indonesia 22 Gambar 5.6 Taman Nasional 22 Gambar 5.7 Kebun Binatang 23 Gambar 5.8 Taman Safari 23 Gambar 6.1 Status Burung di Indonesia Tahun 2022 24
v KEANEKARAGAMAN HAYATI PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA PETA KONSEP ANCAMAN KEANEKARAGAMAN HAYATI PERSEBARAN FLORA PERSEBARAN FAUNA INDONESIA DUNIA DUNIA INDONESIA KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP MAKHLUK HIDUP UPAYA KONSERVASI FOLA DAN FAUNA
1 apresepsi Bumi kita dianugerahi keragaman yang luar biasa sehingga semua jenis makhluk hidup dapat hidup di bumi. Berbagai jenis bioma mulai dari yang panas hingga yang dingin dapat menjadi habitat untuk makhluk hidup. Semoga kita berkesempatan menjelajah keliling dunia untuk mengamati dan turut merasakan sekilas kehidupan bioma lain di dunia karena masing-masing bioma memiliki iklim dan keragaman flora faunanya sendiri sehingga dapat menambah pengetahuan kita mengenai berbagai flora dan fauna. Indonesia sendiri termasuk ke dalam jenis bioma hutan hujan tropis yang cenderung hanya memiliki dua musim sepanjang tahun yakni musim hujan dan musim kemarau. Kemudian jika kita amati, jenis flora dan fauna yang ada di Indonesia pun merupakan jenis flora dan fauna tropis. Mengapa demikian? karena pada dasarnya flora dan fauna memiliki kualifikasi suhu, jenis tanah, kelembaban, dan iklim tertentu untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pembahasan pada bab Persebaran Flora dan manfaatnya bagi kehidupan adalah mengetahui bagaimana dan faktor apa saja yang mempengaruhi persebaran flora fauna di dunia dan di Indonesia, serta apa manfaat dari persebaran flora dan fauna. Gambar 1 sumber : canva.com
2 I. KONSEP FLORA DAN FAUNA 1. PENGERTIAN FLORA DAN FAUNA Secara sederhana, pengertian flora adalah tanaman. Secara umum, flora adalah semua jenis tumbuhan atau tanaman yang ada di dunia. Istilah kata flora berasal dari bahasa latin. Yaitu dari kata flora yang memiliki arti “alamat tumbuhan dan nabatah”. Flora dapat diartikan sebagai sekelompok tanaman atau tumbuhan Di dalam dunia tumbuhan, ada yang dinamakan flora endemic. Flora endemic adalah sekelompok jenis tanaman yang hidup di daerah tertentu. Seperti flora daerah sumatera, flora jawa, flora endemic Kalimantan dan lain-lain. Flora endemic pada suatu daerah memiliki jenis-jenis tertentu. Terkadang, flora di suatu daerah tidak dapat ditemukan di daerah lain Gambar 1.1 Sumber : Canva.com Gambar 1.2 Sumber : canva>com
3 Pengertian fauna secara sederhana adalah hewan. Sedangkan pengertian secara umum adalah segala jenis hewan yang hidup di dunia. Kata fauna berasal dari bahasa latin. Kata tersebut memiliki arti alam hewan. Di dalam mitologi Romawi, fauna dapat diartikan sebagai kakak dari faunus. Hal itu berarti bahwa sebagai roh yang baik hutan dan daratan. 2. FAKTOR PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA Seluruh wilayah di muka bumi dapat dihuni oleh makhluk hidup. Keberadaan makhluk hidup di muka ini tidak merata, dalam pengertian selama persyaratan hidup terpenuhi, maka dapat berkembang biak dengan baik atau justru sebaliknya, akan punah dengan sendirinya. Oleh sebab itu, persebaran makhluk hidup sangat berkaitan erat dengan potensi daya dukung yang dimiliki oleh suatu daerah. Persebaran flora dan fauna di muka bumi disebabkan oleh banyak faktor. Perhatian materi berikut! a. Faktor Klimatik Faktor klimatik adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan cuaca dan iklim di suatu wilayah yang memengaruhi adanya flora dan fauna yang ada di wilayah tersebut. Unsurunsur yang memengaruhi faktor klimatik antara lain suhu udara, kelembapan udara, sinar matahari, hujan, dan angin. Namun, unsur yang paling berpengaruh dalam faktor klimatik adalah suhu udara. Makin tinggi atau makin rendah suhu suatu wilayah, pasti akan lebih sedikit tumbuhan atau hewan yang dapat hidup di wilayah tersebut. Misalnya, di wilayah gurun yang sangat panas hanya ada beberapa hewan yang bisa bertahan seperti unta dan kadal gurun serta tumbuhan kaktus. Begitu pula di wilayah kutub yang sangat dingin, hanya ada hewan berbulu tebal seperti beruang kutub atau tumbuhan lumut yang bisa hidup. gambar 1.3 sumber : canva .com Gambar 1.4 sumber : Canva.com
4 b. Faktor Edafik Faktor edafik adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan keadaan tanah pada suatu wilayah yang memengaruhi adanya flora dan fauna di wilayah tersebut. Unsur-unsur tersebut dapat berupa pH tanah, tekstur tanah, struktur tanah, jenis tanah, kandungan air, dan kandungan udara yang ada di dalam tanah. Makin subur tanah di suatu wilayah, pasti akan makin banyak hewan dan tumbuhan yang ada di wilayah tersebut. Misalnya, di tanah aluvial yang subur pasti akan lebih banyak tanaman yang tumbuh. Berbeda dengan tanah kapur yang tidak banyak tanaman dapat tumbuh di sana. c. Faktor Fisiografis Faktor fisiografis adalah faktor yang berkaitan dengan kondisi fisik suatu wilayah. Ada dua unsur yang memengaruhi faktor ini yaitu ketinggian tempat dan bentukan lahan. Maka dari itu, flora dan fauna yang ada di wilayah pegunungan akan berbeda dengan flora dan fauna di wilayah pesisir. Sebagai contoh, kamu dapat menemukan kambing gunung di wilayah pegunungan tetapi nggak bisa menemukannya di wilayah pesisir. Sebaliknya, kamu bisa menemukan kepiting di wilayah pesisir tapi tidak bisa menemukannya di dataran tinggi. gambar 1.5 Sumber : canva.com gambar 1.6 Sumber : canva.com
5 b. Faktor Biotik Faktor biotik berkaitan dengan makhluk hidup sebagai media penyebaran, baik itu manusia, hewan maupun tumbuhan. Misalnya, kelelawar yang menjatuhkan biji-biji dari buah yang dimakan. Lalu, biji tersebut tumbuh menjadi sebuah tanaman di tempat yang baru. Contoh lainnya, manusia yang membantu persebaran berbagai flora dan fauna di seluruh dunia. Hal ini membuat kita bisa melihat flora dan fauna endemik dari negara lain di negara kita. II. SEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA Tahukah kamu!!! Indonesia merupakan salah satu negara mega biodiversity di dunia. Indonesia dikaruniai keanekaragaman hayati serta tingkat endemisme atau tingkat keunikan ekologi, dan organisme dalam struktur geografi yang sangat tinggi. Keanekaragaman hayati khususnya untuk flora, jumlah spesies tumbuhan tinggi sebanyak 37.000 jenis. Keberadaan bermacam-macam tumbuhan di berbagai tempat dipengaruhi oleh faktor iklim, terutama curah hujan dan suhu udara Indonesia beriklim tropis dan banyak mendapatkan curah hujan sehingga memiliki banyak hutan hujan tropis sehingga Indonesia menjadi negara dengan hutan tropis terluas ke-2 setelah hutan tropis Amazon. Gambar 1.7 Sumber Canva.com Gambar 2.1 Sumber : Canva.com
6 1. PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA Sesuai dengan wilayah dan karakteristiknya, Flora di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga kawasan utama yaitu kawasan flora subregion Indonesia-Malaysia di bagian barat, Kepulauan Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, Timor, dan Maluku) di bagian tengah, dan subregion Australia di bagian timur. Ketiga kawasan tumbuhan tersebut dapat terbagi menjadi empat wilayah, yaitu flora Sumatra-Kalimantan, flora Jawa-Bali, flora Kepulauan Wallacea, dan flora Papua. a. Flora Sumatra-Kalimantan Karakteristik wilayah Sumatra dan Kalimantan a. Sebagian besar bercorak hujan tropis. b. Memiliki tingkat kelembaban udara dan curah hujan tinggi sepanjang tahun. c. Rata-rata suhu udara tahunan senantiasa tinggi Pada bulan terdingin suhu udara masih di atas 18° C Dengan karakteristik diatas, tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini adalah hutan hujan tropis dengan tanaman heterogen dan tingkat kerapatan yang tinggi. Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra dan Kalimantan adalah meranti, damar, dan berbagai jenis anggrek. Hutan tropis memiliki tingkat kelembaban sangat tinggi, banyak dijumpai jenis lumut, cendawan (jamur), dan paku-pakuan. Di wilayah pantai Kalimantan dan Sumatra umumnya ditemui areal hutan bakau (mangrove) yang menjadi vegetasi khas pantai tropis. b. Flora Jawa-Bali Wilayah Jawa dan Bali membentang dari barat ke timur di selatan ekuator. Wilayah Jawa-Bali tersebut memiliki curah hujan, suhu dan kelembaban yang bervariasi. Wilayah Jawa bagian barat memiliki curah hujan yang lebih basah daripada wilayah Jawa bagian timur. Karena itu wilayah Jawa bagian barat dominan beriklim hutan hujan tropis dan muson tropis. Semakin ke timur pulau Jawa, tipe iklimnya semakin kering, bahkan beberapa wilayah beriklim sabana tropis. Adapun wilayah utara Pulau Jawa yang memanjang mulai dari Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur merupakan kawasan hutan muson tropis (hutan deciduous) yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada periode musim kemarau panjang. Jenis flora khas hutan muson tropis antara lain pohon Jati yang merupakan pohon asli atau endemik di pulau Jawa. Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa Timur bagian timur dan Pulau Bali adalah sabana tropis. Wilayah-wilayah pegunungan yang cukup tinggi di Jawa maupun Bali ditutupi jenis vegetasi pegunungan, seperti Pinus merkusii dan cemara. Sebagaimana wilayah-wilayah pantai tropis lainnya, daerah pantai pulau Jawa dan Bali umumnya ditutupi oleh vegetasi hutan bakau
7 c. Flora Kepulauan Wallacea Wilayah Jawa dan Bali membentang dari barat ke timur di selatan ekuator. Wilayah Jawa-Bali tersebut memiliki curah hujan, suhu dan kelembaban yang bervariasi. Wilayah Jawa bagian barat memiliki curah hujan yang lebih basah daripada wilayah Jawa bagian timur. Karena itu wilayah Jawa bagian barat dominan beriklim hutan hujan tropis dan muson tropis. Semakin ke timur pulau Jawa, tipe iklimnya semakin kering, bahkan beberapa wilayah beriklim sabana tropis. Wilayah Kepulauan Wallacea meliputi pulaupulau di wilayah Indonesia bagian tengah meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara. Wilayah-wilayah tersebut memiliki sifat iklim yang lebih kering dengan kelembaban udara lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya, kecuali di sekitar Kepulauan Maluku. Corak vegetasi yang tersebar di Kepulauan Wallacea antara lain: 1.vegetasi sabana dan stepa tropis di wilayah Nusa Tenggara 2.vegetasi hutan pegunungan di sekitar Sulawesi vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku dengan jenis rempah-rempah, seperti pala, cengkeh, kayu manis, kenari, kayu ebony, dan lontar. 3. d. Flora Papua Kondisi iklim di wilayah Papua didominasi tipe iklim hujan tropis dengan jenis vegetasi yang menutupi kawasan ini adalah hutan hujan tropis. Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi Papua memiliki corak Australia Utara, dengan flora khas yaitu eucalyptus. Wilayah pegunungan Jayawijaya ditumbuhi oleh jenis vegetasi pegunungan tinggi, sedangkan di daerah pantai banyak dijumpai vegetasi bakau Gambar 2.2 Sumber : canva.com
8 2. PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA Persebaran fauna di Indonesia terbagi atas 3 wilayah. Wilayah asiatis (barat), wilayah oriental (tengah), dan wilayah australis (timur). Wilayah ini terpisah oleh 2 garis khayal yakni garis wallace yang memisahkan kawasan asiatis dengan oriental, dan garis weber yang memisahkan kawasan oriental dengan australis. Sebagian besar corak fauna bagian barat sama dengan corak fauna oriental, sedangkan bagian timur (Maluku dan Papua) sama dengan corak fauna Australia. Jenis fauna Indonesia bagian tengah sering disebut sebagai fauna khas Indonesia (fauna Kepulauan Wallacea) a. Wilayah Fauna Indonesia Barat (Asiatis) Wilayah fauna Indonesia bagian barat meliputi Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta pulaupulau kecil di sekitarnya. Region fauna ini disebut wilayah Fauna Dangkalan Sunda. Fauna wilayah Indonesia bagian barat antara lain: Mamalia berbadan besar seperti gajah, badak bercula satu, tapir, rusa, banteng, kerbau, monyet, orang utan, dan kukang 1. 2.Reptil terdiri atas buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, dan bunglon Burung, terdiri atas burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang, serta berbagai macam unggas 3. 4.Berbagai macam serangga seperti belalang dan capung 5.Berbagai macam ikan air tawar dan pesut (lumba-lumba Sungai Mahakam). Gambar 2.3 Sumber : Canva .com Gambar 2.4 Sumber : Canva .com
9 b. Wilayah Fauna Indonesia Tengah (Oriental) Wilayah fauna Indonesia Tengah juga disebut fauna Kepulauan Wallacea. Region ini meliputi pulau Sulawesi, Nusa Tenggara dan kepulauan di sekitarnya. Di Kawasan ini terdapat hewan khas yang hanya dapat dijumpai di Indonesia (endemik), yaitu anoa, babi rusa, dan biawak komodo. Fauna kepulauan Wallacea, antara lain sebagai berikut. Mamalia, terdiri atas anoa, babi rusa, ikan duyung, kuskus, monyet hitam, tarsius, monyet seba, kuda, dan sapi 1. 2.Reptil, terdiri atas biawak, komodo, kura-kura, buaya, ular, dan soasoa Amfibi, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air Burung, terdiri atas burung dewata, maleo, mandar, raja udang, 3. 4.burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan angsa. c. Wilayah Fauna Indonesia Timur (Australis) Wilayah fauna Indonesia Timur disebut juga fauna Dangkalan Sahul. Fauna di wilayah ini menyebar di kepulauan Papua dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Karakteristik hewan di wilayah tersebut memiliki kesamaan dengan fauna negara bagian Australia sehingga wilayah ini disebut juga Zona Australis Jenis-jenis hewan yang terdapat di wilayah dangkalan sahul yakni: Mamalia berbadan kecil, terdiri atas kanguru, wallaby, nokdiak (landak Irian), opossum layang (pemanjat berkantung), kuskus (kanguru pohon), dan kelelawar 1. 2.Reptil, meliputi buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura 3.Amfibi, mencakup katak pohon, katak terbang, dan katak air Burung dengan warna yang menarik, terdiri atas nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari, kiwi dan namdur. 4. Gambar 2.5 Sumber : Canva .com
10 III. SEBARAN FLORA DAN FAUNA DI DUNIA Setelah mempelajari tentang flora dan fauna di Indonesia, dapat kita ketahui bahwa keberadaannya sangat beragam dan tersebar di seluruh penjuru negeri. Lalu bagaimana dengan persebaran flora dan fauna di dunia? Tentu saja persebarannya jauh lebih besar dan kita akan menemukan lebih beragam lagi. Keberadaan flora dan fauna tersebut sangat beragam dan tersebar secara tidak merata. Masing - masing tempat memiliki karakteristik flora dan fauna tersendiri. Penarasan apa saja? Simaklah materi berikut! 1. PERSEBARAN FLORA DI DUNIA Pendekatan ekologi menjadi dasar dari persebaran flora di muka bumi yang didasarkan atas letak geografis dan fisiologis. Pada tahun 1889, seorang peneliti biologi bernama C. Harl Meeriem berpendapat bahwa jenis tumbuhan di suatu tempay dipengaruh oleh temperatur, kelembapan, dan curah hujan yang tinggi. Secara umum flora di dunia dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu hutan, padang rumput, dan gurun a. Hutan Hujan Tropis Hutan hujan tropis merupakan bioma yang paling kompleks dengan jenis vegetasi yang sangat beragam. Hal ini dikarenakan hutan hujan tropis memiliki kelembapan tinggi dan suhu rata - rata 25 celcius. Hutan hujan tropis ini terdapat di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia, Autralia bagian Utara, Afrika Tengah dan Amerika Tengah. Jenis vegetasi khas yang dapat dijumpai adalah epifit (tumbuhan yang menempel pada batang batang pohon) dan liana (tumbuhan merambat, rotan). Gambar 3.1 Sumber : Canva .com Gambar 3.2 Sumber : Canva .com
11 b. Hutan Gugur Hutan gugur banyak dijumpai di daerah beriklim sedang dengan curah hujan merata sepanjang tahun yaitu berkisar antara 750-1000 mm per tahun. Daerah yang banyak terdapat hutan gugur ini memiliki empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musium dingin. Perubahan dari musim panas ke musim dingin ini menyebabkan tumbuhan yang berada di daerah tersebut malkukan penyesuaian dengan cara menggugurkan daunnya. Hutan gugur dapat ditemukan di bagian timur Amerika utara, Eropa Tengah, barat daya Rusia, Jepang dan Cina bagian timur, Selandia Baru dan juga di Australia c. Padang Rumput Vegetasi padang rumput ini tersebar di daerah tropis sampai dengan subtropis dengan curah hujan diantaranya 200 - 250 mm per tahun. Curah hujan di beberapa wilayah dapat mencapai 1.000 mm/tahun, tetapi hujan turun secaratidak teratur. Hujan yang tidak teratur dan porositas (daya serap) tanah yang rendah mengakibatkan tumbuhan sulit untuk mendapatkan air, sehingga tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungan tersebut adalah rumput. Padang rumput sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa macam, sebagaimana berikut. Sabana, berupa rumput - rumput tinggi yang diselingi semak belukar dan pohon - pohon tinggi. Tumbuhan yang bisa bertahan hidup di daerah sabana adalah jenis tumbuhan yang tahan terhadap kelembapan rendah. 1. Stepa, terdapat di daerah dengan curah hujan tinggi. Stepa umumnya terdirii dari rumput - rumput pendek dan diselingi oleh semak belukar 2. Prairie, terdapat di daerah dengan curah hujan yang seimbang. Rumput yang ada di prairie lebih tinggi dibandingkan dengan rumput tundra 3. Tundra, terdapat di daerah bersuhu dingin dengan curah hujan rendah. Jenis tumbuhan yang terdapat di sana bisanya berupa rumput - rumput kecil 4. Gambar 3.3Sumber : Canva .com
12 d. Gurun Curah hujan di gurun cenderung rendah, yaitu kurang lebih250 mm per tahun. Sinar matahari di gurun sangat terik dan tingkat penguapan tinggi sehingga suhu siang hari sangat panas, bahkan suhunya dapat melebihi 40 derajat celcius pada musim panas. Daerah gurun banyak terdapat di daerah tropis yang berbatasan dengan padang rumput. Umumnya, tumbuhan yang hidup di gurun memiliki akar yang panjang dan daun yang kecil seperti duri atau bahkan tidak berdaun, contohnya adalah kaktus Gambar 3.4Sumber : Canva .com Gambar 3.5Sumber : Canva .com
13 e. Taiga Daerah taiga merupakan bioma yang hanya terdiri atas satu spesies pohon. Taiga kebanyakan terdapat di belahan bumi bagian utara (Siberia Utara, Rusia, Kanada Tengah dan Utara), dengan masa pertumbuhan pada musim panas berlangsung antara 3 sampai 6 bulan. Tumbuhan yang terdapat di hutan taiga misalnya konifer, terutama pohon spruce (picea), alder (alnus), birch (betula), dan juniper (juniperus). f. Tundra Tundra terdapat di daerah bersuhu dingin dengan curah hujan rendah. Daerah tundra hanya terdapat di belahan bumi utara dan kebanyakan terletak di daerah lingkungan kutub utara. Daerah ini memiliki musim dingin yang panjang serta gelap dan musim panas yang panjang serta terang terus menerus. Jenis tumbuhan yang terdapat di sana bisanya berupa rumput - rumput kecil. Di daerah tundra juga banyak terdapat lumut, terutama sphagnum dan lichenes (lumut kerak). Gambar 3.6Sumber : Canva .com Gambar 3.7Sumber : Canva .com
14 2. PERSEBARAN FAUNA DI DUNIA Setelah mempelajari terkiat persebaran flora di dunia, tidak lengkap rasanya jika kita tidak mempelajari terkait persebaran fauna di dunia. Persebaran fauna pertama kali diperkenalkan oleh Sclater di tahun 1858, lalu dikembangkan oleh Huxley di tahun 1868 dan Wallace di tahun 1876. Adapun menurut Alfred Russel Wallace, persebaran fauna di dunia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok seperti gambar di bawah Gambar 3.8Sumber : Canva .com Gambar 3.9Sumber : Canva .com
14 a. Zona Neartik Zona neartik persebarannya meliputi Amerika Utara, Greenland dan Meksiko bagian utara. Fauna di zona ini banyak memiliki kesamaan dengan daerah paleartik dikarenakan sejarah pembentukan yang sama. Hewan khas zona ini adalah ayam kalkun liar, tikus berkantung di Gurun Pasifik Timur, bison, muskox, karibu, rakun, dan domba gunung. Di daerah ini juga terdapat beberapa jenis hewan yang ada di wilayah Paleartik seperti anjing, kelinci, kelelawar, kucing, dan bajing b. Zona Paleartik Zona paleartik meliputi wilayah - wilayah Benua Eropa, Rusia, Pantai Pasifik Barat bagian Utara termasuk Jepang, Laut Medirean, dan Benua Afrika bagian Utara, sebagian daerah Himalaya, Afghanistan, Pakistan, dan Turki. Zona ini memiliki iklim yang dingin, sehingga memiliki hewan - hewan yang khas. Wilayah ini semakin ke utara, semakin memiliki suhu yang dingin karena sudah termasuk wilayah kutub utara, sehingga jumlah hewan yang hidup juga semakin sedikit karena tidak mampu bertahan hidup di daerah dengan suhu ekstrem. Fauna paleartik diantaranya beruang kutub, lynx, landak, rusa kutub, serigala, bison Gambar 3,10Sumber : Canva .com
16 c. Zona Neotropik Zona neotropik mencakup Meksiko bagian selatan, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Fauna neotropik sebagian besar hidup di hutan hujan tropis seperti Amazon dan wilayah beriklim sedang di selatan Argentina dan Chile. Fauna khas neotropik adalah anaconda, armadillo, alpaka, trenggiling, arapaima, burung burung kaiman, dan kapibara. Terdapat spesies lain yang hidup di zona ini seperti kera, reptil, dan veterbrata lainnya d. Zona Ethiopian Zona Ethiopia mencakup wilayah - wilayah Benua Afrika sebelah selatan, Pegunungan Atlas, kawasan Gurun Sahara, dan ujung sletan Arab Saudi. Jenis hewan yang hidup di zona ini memiliki banyak kesamaan dengan zona oriental. Fauna Ethiopia antara lain kuda nil, singa, zebra, hyena, simpanse, babon, jerapah, gajah, singa, harimau, dan badak bercula dua. Tikus dan kijang masih banyak dijumpai di zona ini Gambar 3,11Sumber : Canva .com Gambar 3,12Sumber : Canva .com
17 e. Zona Oriental Zona oriental meliputi wilayah Asia Tenggara, seperti Indocina, Malaysia, dan Indonesia bagian barat. Daerah ini didominasi oleh wilayah tropik. Jenis fauna khas dari tipe eriental ini adalah beruang, banteng, badak bercula satu, orang utan, dan gabon. Selain itu, terdapat berbagai jenis ikan dan reptil. Adanya jenis hewan yang hampir sama dengan wilayah Ethiopian, menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan dengan Afrika. Gambar 3,13Sumber : Canva .com Gambar 3,14Sumber : Canva .com
18 f. Zona Australis Zona Australis mencakup wilayah - wilayah di Pulau Papua, Benua Australia, dan Pulau Tasmania. Zona ini ditandai dengan tipe fauna yang khas, seperti kanguru, platypus, wallaby, dan kuskus. Beberapa jenis burung khas di zona Austalis adalah cenderawasih, kasuari, emu, dan kakaktua. Jenis reptil yang banyak dijumapi adalah ular piton, buaya, dan kadal TAHUKAH KAMU! Burung Cenderawasih terdiri dari 14 genus dan 43 spesies. Jenis Cendrawasih yang paling terkenal adalah Kuning Besar atau Paradise Apoda. Karakteristik utama burung ini adalah warna bulunya yang cerah dan menarik perhatian seperti kuning,hijau,merahdanbiru Sumber : https://www.minews.id/kisah/tujuh-fakta-soalcendrawasih-si-burung-surga-dari-papua Gambar 3,15Sumber : Canva .com
19 IV. MANFAAT KERAGAMAN FLORA FAUNA BAGI KEHIDUPAN Manusia memiliki ketergantungan terhadap lingkungan. Untuk bisa bertahan hidup, manusia memanfaatkan keanekaragaman hayati yang tersedia dalam lingkungannya. Beberapa pemanfaatan yang dilakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Pemanfaatan keanekaragaman hayati harus secara berkelanjutan, artinya manfaatnya tidak hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk generasi yang akan datang. 1. Sumber Ekonomi Sektor industri itu tidak akan bisa berjalan tanpa adanya bahan baku. Misalnya, tanpa adanya hewan yang dapat menghasilkan susu, telur, atau daging, maka industri makanan maupun minuman tidak akan bisa berjalan. 2. Penjaga Keseimbangan Ekosistem Adanya rantai makanan menciptakan keseimbangan ekosistem di lingkungan. Contohnya, jika sawah kehilangan populasi burung pemakan hama, maka populasi hama akan meningkat secara besarbesaran. Akibatnya, kualitas hasil produksi padi menjadi berkurang. Oleh karena itu, keanekaragaman makhluk hidup berfungsi untuk membantu dalam menyeimbangkan ekosistem. 3. Sumber Kehidupan Manfaat lain adalah sebagai sumber kehidupan manusia. Hal ini meliputi kebutuhan sandang, pangan, papan, hingga obat-obatan. Bahan baku bangunan, seperti kayu, bisa didapat dari tumbuhan. 4. Manfaat Keilmuan Keanekagaraman hayati merupakan lahan penelitian dan pengembangan ilmu yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. 5. Manfaat Keindahan Manusia selain mempunyai kebutuhan pokok, juga mempunyai kebutuhan sekunder dan tersier. Salah satu alasan manusia membutuhkan kebutuhan tersiernya untuk memenuhi kesenangan hati karena keindahan yang dilihatnya. Nah, flora dan fauna juga bisa dimanfaatkan manusia untuk kepuasan dan kesenangan ini. Salah satunya dengan menjadikannya sebagai hiasan, seperti gajah, kulit harimau atau buaya, kepala rusa, dan sebagainya. Gambar 4 6Sumber : Canva .com
20 V. ANCAMAN KERAGAMAN FLORA DAN FAUNA Populasi dunia pada tahun 2050 diproyeksikan akan mencapai 10 miliar jiwa. Itu artinya, kebutuhan akan bertambah berkali-kali lipat. Namun saat ini justru kita dihadapkan dengan kondisi semakin berkurangnya cadangan air bersih, penipisan sumber daya alam, dan epidemi yang mengancam keberlangsungan kehidupan. Bencana-bencana mulai dari tektonis, hidrometeorologis, maupun antroposentris menyebabkan rusaknya habitat flora dan fauna sehingga flora dan fauna yang berperan sebagai penyedia kebutuhan vital kehidupan, tidak lagi mampu menjalankan perannya dengan maksimal. 1. KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KERAGAMAN FLORA DAN FAUNA Kerusakan alam seperti hutan menjadi ancaman yang serius bagi fauna yang tinggal di dalamnya. Selain disebabkan oleh bencana, kerusakan alam pun bisa disebabkan oleh ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja adalah kebakaran hutan, hutan gundul, banjir dan tanah longsor. Oleh sebab itu menjaga alam seisinya ini menjadi tugas manusia yang ada di muka bumi dan manusia tersebut tidak boleh berbuat kerusakan sekecil apapun. Jika alam terjadi kerusakan dampaknya bisa langsung ke fauna maupun juga manusia a. Hilangnya Habitat Flora dan Fauna Alam menjadi habitat bagi setiap fauna yang ada di muka bumi ini. Di alam hiduplah berbagai jenis fauna baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi. Jika terjadi kerusakan alam, fauna menjadi kehilangan habitat aslinya. Terutama fauna yang hidup di dalam hutan. Ketika hutan tersebut rusak maka banyak sekali fauna yang menjadi kehilangan habitat aslinya sehingga fauna langka tersebut mencari habitat baru. Gambar 5 Sumber : Canva .com Gambar 5.1 Sumber : Canva .com
21 b. Hilangnya Sumber Makanan Dampak kerusakan alam bagi habitat fauna adalah kehilangan sumber makanan. Alam menyediakan berbagai jenis makanan untuk fauna di muka bumi ini. Ketika alam menjadi rusak maka ketersediaan makanan tersebut menjadi tidak ada. Hal itu dikarenakan fauna bergantung kepada alam terutama yang makanan sehari-harinya mengandalkan dari alam seperti omnivora maupun herbivora. Di Indonesia sendiri ada beberapa spesies burung langka yang berjenis omnivora yang mengandalkan makanannya dari biji-bijian yang ada di alam sehingga jika rusak maka ketersediaan makanan tersebut menjadi langka. c. Kepunahan Flora dan Fauna Kelangkaan spesies yang merupakan awal dari kepunahan yang akan mengurangi keanekaragaman hayati, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pertumbuhan jumlah penduduk dan pola konsumsi yang tidak memperhatikan atau mengabaikan kelestarian makhluk hidup, penyempitan spektrum perdagangan produk kehutanan, pertanian, perkebunan, dan perikanan, sikap antroposentrisme sehingga menyebabkan rendahnya penghargaan terhadap sumber daya yang tidak atau belum dapat dimanfaatkan oleh manusia, serta kurangnya penghargaan terhadap aktivitas konservasi dalam perubahan dari pola pertanian sederhana ke pertanian modern atau industrialisasi pertanian. Gambar 5.2 Sumber : Canva .com Gambar 5.3Sumber : Canva .com
22 2. KONSERVASI FLORA DAN FAUNA Ancaman kepunahan masih menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan. Tidak jarang habitat tempat tinggal flora dan fauna menjadi rusak akibat aktivitas manusia yang tidak memperhatikan asas keberlanjutan. Akibatnya jumlah populasi dari flora dan fauna semakin berkurang bahkan punah dalam kurung waktu singkat. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk mencegah kepunahan flora dan fauna. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan metode konservasi. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Di Indonesia ada 2 metode konservasi yaitu In Situ dengan menjadikan habitat asli dari flora dan fauna sebagai lokasi konservasi dan metode Ex Situ yaitu dengan melakukan konservasi di luar habitat flora dan fauna tersebut. a. In Situ Cagar Alam. Cagar Alam adalah kondisi alam yang memiliki sifat khas dan keunikan flora dan fauna di dalamnya. Contoh: Cagar Alam Maninjau, Kebun Raya Cibodas, dan Pulau Sempu. Taman Nasional. 1. Taman Nasional adalah suatu tempat yang luas, baik di darat maupun di laut, yang mendapatkan perlindungan pemerintah. Perlindungan taman nasional diperlukan untuk tujuan penelitian, pendidikan, pelestarian, dan pariwisata. Contoh: Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon, dan Taman Nasional Kerinci, Taman Nasional Tengger, dan sebagainya. 2. Hutan Lindung. Hutan lindung adalah hutan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dilindungi karena ekosistem di dalamnya berperan penting dalam keseimbangan lingkungan. 3. Contoh: Hutan Lindung Taman Raya Bung Hatta, Sungai Wain, Gunung Leuser, dan sebagainya. Suaka margafauna merupakan kawasan hutan yang memiliki keunikan jenis fauna yang dilindungi
23 b. Ex Situ tamanan Hutan Raya. Taman hutan raya merupakan kawasan pelestarian hutan yang digunakan untuk mengoleksi flora dan fauna asli atau berasal dari tempat lain. Selain itu, taman hutan raya dapat dimanfaatkan sebagai tujuan penelitian dan pendidikan (PP No 28/2011; Perda Sumatra Utara No 9/2013). Contoh: Taman Hutan Raya Cut Nyak Dien dan Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Taman Safari. 1. Taman Safari merupakan salah satu upaya menjaga keanekaragaman hayati dengan membuat lingkungan buatan yang persis/mirip dengan tempat flora dan fauna tersebut berasal. Taman Safari Indonesia menjadi tempat wisata yang berwawasan lingkungan dan berorientasi habitat fauna pada alam bebas. Selain untuk berwisata, taman safari juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi tentang keanekaragaman fauna di Indonesia. Taman safari yang menarik untuk dikunjungi diantaranya, yaitu Taman Safari Bogor Jawa Barat dan Taman Safari Prigen Jawa Timur. 2. Kebun Binatang. Kebun Binatang merupakan daerah konservasi lingkungan buatan yang dibuat persis sama dengan tempat flora dan fauna berasal (Suteja, 2014), namun setiap spesiesnya terpisahpisah dengan dibuatkan kandang. 3. Gambar 5.4Sumber : Canva .com
24 Berfikir Geografi ! Dilansir dari mongbay.co.id, Sebanyak 177 spesies burung di Indonesia masuk ke dalam kategori terancam punah, terdiri dari 96 spesies dalam kategori Rentan (Vulnerable/VU), 51 spesies dalam kategori Genting (Endangered/EN), dan 30 spesies dalam kategori kritis (Criticaly Endangered/CR), termasuk salah satunya adalah kakatua sumba (Cacatua citrinocristata) yang merupakan hasil pemecahan dari kakatua-kecil jambulkuning yang berstatus kritis. Hal ini berdasarkan data terbaru dari BirdLife International dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) 2022. Indonesia menjadi negara dengan jumlah spesies burung terancam punah terbanyak, mencapai 12 persen dari keseluruhan burung terancam punah di dunia. “Setiap tahunnya IUCN melakukan kajian ulang status keterancaman sejumlah spesies menanggapi perubahan tingkat ancaman, perubahan populasi, revisi taksonomi, maupun adanya data-data terbaru terkait spesies yang dikaji, ” ungkap Achmad Ridha Junaid, Biodiversity Officer Burung Indonesia, kepada Mongabay, Jumat (29/4). Di samping itu, perburuan juga semakin kelihatan berdampak signifikan pada pengurangan populasi burung di alam, utamanya untuk jenis-jenis burung kicau, ” jelasnya. Ridha memberi contoh kasus di Pulau Jawa dimana hutan dataran rendah yang tersisa hanya tinggal sedikit. Bahkan, alih guna lahan semakin mengarah ke wilayah dataran tinggi Berdasarkan narasi diatas, buatlah analisis metode konservasi apa yang sesuai dengan permasalahan tersebut dan sertakan alasannya. Kemudian tuangkan hasil analisis anda dalam bentuk infografis dan publikasikan pada platform media sosial yang kamu miliki, kemudian silahkan mengunggah hasil kerja kalian pada Gdrive dibawah ini. Geograf Activity Link Google drive pengumpulan tugas : https://drive.google.com/drive/my-drive sumber : burung indonesia
25 PROBLEM SOLVING! Seputuh tahun lalu para konservasionis orangutan (Pongo) menetapkan 19 Agustus sebagai Hari Orangutan Sedunia. Tiap tahunnya, harapan besar bagi masa depan orangutan tersematkan, meski beragam ancaman masih mengintai eksistensinya di alam. Sebab hingga kini, sebagian besar Pongo masih harus berkeliaran mencari "rumah" yang aman untuk membangun masa depan, lantaran habitatnya terus berkurang, sebagian kecil lainnya terbunuh, atau terpaksa dievakuasi dari habitatnya dan menghabiskan banyak waktu di pusat rehabilitasi. Sama seperti satwa dilindungi lainnya, konservasi orangutan kini juga terbilang berjalan tak tentu arah. Dokumen Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orangutan 2019- 2029 yang sempat disahkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.308/MENLHK/KSDAE/KSA.2/4/2019 pada 26 April 2019, dan menjadi pegangan bagi seluruh pihak dalam melakukan upaya konservasi orangutan di Indonesia, disebut tidak berlaku lagi Dilansir dari Republika.co.id, berdasarkan survei bersama yang dilakukan selama dua tahun penuh pada 2014-2015 dan hasilnya dirilis pada 2016, terdapat sekitar 60 ribu individu orangutan yang tersebar di 40 metapopulasi. Jumlah tersebut terus mengalami pengurangan diakibatnya oleh berbagai faktor yang apabila tidak segera diatasi akan menyebabkan kepunahan pada orang utan Problem Solving Activity Berdasarkan narasi diatas, identifikasi faktor yang menyebabkan berkurangnya populasi orang utan di Indonesia, lalu kemukakan solusi alternatif pemecahan masalah tersebut melalui sudut pandangmu sebagai seorang siswa, dan buatlah rencana tindakan pemecahan masalah yang telah kamu kemukakan. Kemudian silahkan mengunggah hasil kerja kalian pada Google drive berikut : https://drive.google.com/drive/my-drive sumber : kompas
26
27 RANGKUMAN Faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna adalah faktor klimatik, edafik, fisiografis dan biotik 1. Persebaran flora di Indonesia dapat dibedakan menjadi flora Sumatra-Kalimantan, flora Jawa-Bali, flora Kepulauan Wallace, dan flora Papua 2. Persebaran fauna di Indonesia dapat dibedakan manjadi 3 wilayah yaitu wilayah fauna Indonesia Barat (Asiatis), wilayah fauna Indonesia Tengah (Oriental), dan wilayah fauna Indonesia Timur (Australis) 3. Persebaran flora di dunia dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, gurun taiga dan tundra 4. Persebaran fauna di dunia dapat dibedakan menjadi 6 zona yaitu zona Neartik, zona paleartik, zona Neotropik, zona Ethiopian, zona Oriental, dan zona Australis 5. Flora dan fauna memiliki banyak sekali manfaat bagi manusia yaitu sebagai sumber ekonomi, penjaga keseimbangan ekosistem, sumber kehidupan, manfaat keilmuan dan manfaat keindahan 6. 7.Kerusakan lingkungan dpaat mengancam kelagsungan hidup flora dan fauna Upaya yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kelestarian flora dan fauna adalah melalui kegiatan konservasi, secara in situ maupun ex situ 8. Upaya konservasi secara in situ contohnya cagar alam, taman nasional, dan hutan lindung 9. Upaya konservasi secara ex situ dapat berupa taman hutan raya, taman safari, kebun binatang 1 10.
28 EVALUASI 1.Berikut ini yang termasuk ke dalam wilayah fauna Neotropik adalah .... A. Amerika Selatan, Tengah, dan sebagian Meksiko B. Amerika Utara dan sebagian Meksiko C. Amerika Selatan, Tengah, dan sebagian Kanada D. Amerika Utara, Tengah, dan sebagian Kanada Amerika Tengah, Selatan, dan sebagian wilayah Australia 2.Pernyataan manakah yang benar? A. Udara yang basah dan kering tidak begitu berpengaruh terhadap transpirasi dan pembuahan B. Suhu yang rendah mengakibatkan asimilasi asam arangdan transpirasi C. Angin menyebarkan biji-biji dan spora ke mana-mana,sehingga angin membantu dalam perkembangbiakantetumbuhan D. Perbedaan tinggi rendahnya muka bumi tidakmempengaruhi tinggi rendahnya suhu E. Tumbuhan dan kehidupan hewan mempengaruhi suhudan angin di suatu tempat. 3.Lembaga yang menangani pelestarian dan pengawasan alamdi Indonesia ialah .... A. Lembaga pembangunan dan pengawasan dan lingkunganhidup B. Lembaga pengawasan pembangunan dan lingkunganhidup C. Lembaga pengawasan lingkungan hidup D. Lembaga pembangunan lingkungan hidup E. Lembaga pembangunan lingkungan hidup danpengawasan 4.Penyebab kerusakan lingkungan datang dari alam serta ulah manusia. Berikut penyebab yang datang dari ulah manusia adalah.... A. Letusan gunung api dan gempa bumi B. Pencemaran lingkungan dan perkuruan liar C. Gempa bumi dan degradasi lahan D. Kemarau berkepanjangan dan perburuan liar E. Degradasi lahan dan kemarau panjang 5.Akibat semakin berkurangnya kawasan hutan secara signifikan di Indonesia dapat dirasakan dalam bentuk.... A. Berkurangnya keanekaragaman hayati B. Meningkatnya luas lahan perkebunan C. Kelangkaan hewan endemik D. Semakin sering hujan ekstrem E. Meningkatnya industri 5 kerjakan soal berikut pada buku tulis dan kumpulkan pada guru!
29 EVALUASI 6.Ciri khas hutan musim adalah... A. DItumbui satu jenis tumbuhan saja B. Pada musim hujan tanaman meranggas C. Terdapat di wilayah Eropa utara D. Ada di wilayah tropis E. Mengalami Empat musim 7.Hutan mempunyai fungsi langsung dan tak langsung. Fungsi tidak langsung diantaranya disebut juga fungsi orologis yaitu mencegah terjadinya erosi lahan. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? A. Dapat mencegah tetes hujan langsung menuju tanah B. Dapat mencegah terik matahari secara langsung C. Dapat meminimalisir gesekan tanah dengan angin D. Dapat meminimalisir pengikisan lapisan top soil E. Dapat meminimalisir perubahan suhu udara ekstrim 7. Hutan Indonesia mencetak rekor deforestasi terendah dalam sejarah. Penurunan angka deforestasi 75,03% di periode tahun 2019-2020, hingga berada pada angka 115,46 ribu ha ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian hutan yang telah dilakukan melahirkan hasil yang positif. Dampak kedepan dari adanya perubahan ini dapat dirasakan bagi seluruh bangsa bahkan negara yaitu.... A. peningkatan nilai devisa negaa B. peningkatan jumlah hasil kayu C. peningkatan komoditas industri D. penurunan laju perubahan iklim E. penurunan jumlah varietas flora 8. Penggundulan lahan dan pembukaan hutan sebagai lahan sawit di pulau Kalimantan dan Sumatra menimbulkan banyak opini pro dan kontra. Selain dari hilangnya habitat asli satwa seperti orang utan dan harimau sumatra, berkurangnya jumlah hutan juga merusak keseimbangan lingkungan. Upaya seperti apakah yang harus dijalankan untuk mengevaluasi kondisi tersebut? A. Menuntut kepala industri kelapa sawit B. Menentang pembangunan pabrik sawit C. Moratorium izin baru kelapa sawit D. Menurunkan harga jual kelapa sawit E. Melarang pembukaan lahan dan hutan
30 GLOSARIUM Aluvial Jenis tanah yang terbentuk karena endapan Biotik Makhluk hidup Bioma Wilayah yang memiliki sifat geografis atau iklim yang sama yang meliputi komunitas tumbuhan, hewan, organisme tanah, bakteri, dan virus. Cagar alam Suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami Edafik Faktor-faktor yang berkaitan dengan keadaan tanah pada suatu wilayah yang memengaruhi adanya flora dan fauna di wilayah tersebut. Ekosistem Suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya Equator Garis imajinasi yang divisualisasikan pada bagian tengah planet, membaginya menjadi kutub yang belahan bumi bagian utara dan juga kutub yang belahan bumi bagian selatan. Ex Situ Pelestarian sumber daya alam hayati yang dilaksanakan di luar habitat asalnya. Fauna Istilah yang digunakan untuk menyebut hewan dan kehidupannya Fisiografis Faktor yang berkaitan dengan kondisi fisik suatu wilayah Flora Semua jenis tumbuhan atau tanaman yang ada di dunia Garis Wallace garis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dengan hewan Australis. Garis Weber Garis yang membatasi wilayah sebaran tumbuhan dan satwa antara dataran sahul dan bagian barat Indonesia Gurun Suatu daerah yang menerima curah hujan yang sedikit - kurang dari 250 milimeter per tahun. In Situ Proses konservasi flora dan fauna yang dilakukan pada habitat atau ekosistem aslinya. Klimatik Faktor-faktor yang berkaitan dengan cuaca dan iklim di suatu wilayah yang memengaruhi adanya flora dan fauna yang ada di wilayah tersebut. Konifer Sekelompok tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) yang memiliki runjung ("cone") sebagai organ pembawa biji. Konservasi Upaya yang dilakukan manusia untuk melestarikan atau melindungi alam. Konservasi (conservation) adalah pelestarian atau perlindungan.
31 GLOSARIUM Mangrove Jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut Pesisir Wilayah peralihan antara darat dan laut yang bagian lautnya masih dipengaruhi oleh aktivitas daratan, seperti sedimentasi dan aliran air tawar, dan bagian daratannya masih dipengaruhi oleh aktivitas lautan seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin. Sabana Padang rumput yang dipenuhi oleh semak atau perdu dan diselingi oleh beberapa jenis pohon yang tumbuh menyebar, seperti palem dan akasia. Stepa Ekosistem di suatu daerah yang luas dengan bentuk dataran semi gurun yang ditutupi oleh semak dan rumput. Prairie Daerah padang rumput yang amat luas, datar, atau bergelombang tanpa pohon-pohon. Tundra Wilayah di daerah iklim dingin sampai kutub yang bagian permukaannya ditutupi oleh es (salju), dan memiliki jenis vegetasi (flora) yang didominasi oleh jenis lumut dan semak.
32 INDEKS Aluvial 4 Biotik 5, 27 Bioma 1, 10, 13 Cagar alam 22, 27 Edafik 4, 27 Ekosistem 19, 22, 27 Ex Situ 22, 23, 27 Fauna Fisiografis 4, 27 Flora Garis Wallace 8 Garis Weber 8 Gurun 3, 10, 12, 15, 16, 27 In Situ 22 Klimatik 3, 27 Konifer 13 Konservasi 21, 22, 23, 24, 25, 27 Mangrove 6 Pesisir 4 Sabana 6, 7, 11 Stepa 7, 11 Prairie Tundra 11, 13, 27
33 DAFTAR PUSTAKA Alfari, S. (2022). Faktor dan Zona Persebaran Flora & Fauna di Indonesia | Geografi Kelas 11. Ruangguru. Retrieved May 5, 2023, from https://www.ruangguru.com/blog/persebaran-flora-dan-fauna-di-indonesia Ammariah, H. (2022). Mengenal Keanekaragaman Hayati (Flora & Fauna) di Dunia | Biologi Kelas 10. Ruangguru. Retrieved May 5, 2023, from https://www.ruangguru.com/blog/keanekaragaman-hayati-dunia Handoyo, B. (2021). Geografi untuk SMA Kelas XI. Jakarta Selatan : Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Chandra, W., Falahi Mubarok. 2022. Gawat, Indonesia Hadapi Ancaman Kepunahan Burung Tertinggi di Dunia. Dikutip dari https://www.mongabay.co.id/2022/05/13/gawatindonesia-hadapi-ancaman-kepunahanburung-tertinggi-di-dunia/ pada 10 April 2023 Febryan. (2021). Peneliti: Populasi Orang Utan Tersisa 60.000 di Indonesia-Malaysia | Republika Online. Tekno. Retrieved May 5, 2023, from https://tekno.republika.co.id/berita/r421dy463/peneliti-populasi-orang-utan-tersisa-60000- di-indonesiamalaysia Kurniasih, W. (2021). Apa Itu Flora dan Fauna? Ini Penjelasan Lengkapnya. Gramedia.com. Retrieved May 5, 2023, from https://www.gramedia.com/literasi/apaituflora-dan-fauna/ Restu. (2021). Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia dan di Dunia. Gramedia.com. Retrieved May 5, 2023, from https://www.gramedia.com/literasi/persebaran-floradanfauna-di-indonesia Single.earth. 2020. Terrestrial Biodiversity Loss: Why are Humans to Blame?. Diakses memalui https://www.single.earth/ pada 30 April 2023 Teniwut, M. (2023). Peta Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia, Dibagi Menjadi 3 Bagian. Media Indonesia. Retrieved May 5, 2023, from https://mediaindonesia.com/humaniora/560465/peta-persebaran-flora-dan-faunadiindonesia-dibagi-menjadi-3-bagian