The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by panca.pertiwi.hidayati, 2022-02-11 05:10:16

KOMPONEN MAKNA (PERTEMUAN KE-8)

KOMPONEN MAKNA (PERTEMUAN KE-8)

KOMPONEN
MAKNA

DR. HJ. R.PANCA PERTIWI HIDAYATI, M.PD.
SETIAWAN, S.PD., M.PD. & LILI SADELI, S.PD., M.PD.

PEMBEDA MAKNA

Perbedaan makna yang diakibatkan oleh adanya perubahan bentuk, terbatas pada
derivasi leksemnya.

Pembeda makna terjadi karena perbedaan bentuk, dan perubahan bentuk.

Perbedaan bentuk akan mengakibatkan perbedaan makna, sedangkan perubahan bentuk
akan mengakibatkan adanya hubungan makna. Kemudian, Ciri pembeda makna dapat

dilihat dari segi lahiriah, sifat, maupun usia.

PEMBEDA MAKNA

Pembeda makna akan terjadi karena beberapa hal, diantaranya ;

Pembedaan bentuk akan perubahan bentuk akan
melahirkan perbedaan melahirkan hubungan

makna. makna.

PEMBEDA MAKNA

Berikut adalah contoh pembeda makna

No Ciri-ciri Ayah Ibu
1. Insan
2. Dewasa ++
3. Jantan ++
4. Kawin +-
++

Urutan Hubungan Antara Komponen

Untuk mengurutkan kata dengan komponen lainnya, orang harus memperhatikan kepada
siapa kata tersebut harus digunakan saat berbicara.

tiap kata mempunyai hubungan internal, baik yang bersifat temporal maupun yang
bersifat logis.

Dalam kaitan dengan hubungan antara komponen ada baiknya disinggung pertautan
makna sehingga hubungan antara komponen bersifat logis.

● Komponen Penjelas

"Nida (1975: 38) membedakan peran
komponen diagnostik ke dalam implikasi
berkaitan dengan makna utama meskipun
komponen implikasi tersebut tidak membentuk

bagian yang esensial dari makna inti"

Contoh : Kata “Menyesal”

● Komponen Penjelas

"Nida (1975: 35) mengatakan bahwa yang
berperan dalam penentuan makna bukan hanya
komponen semantik. Selain komponen utama
dan komponen diagnostik, diperlukan komponen

penjelas (supplementary component) jika
komponen utama dan diagnostik kurang bisa

menjelaskan makna kata"

● Langkah-Langkah dalam Menentukan dan Menganalisis
Komponen-Komponen Diagnostik

1. Memilih (untuk sementara) makna-makna
yang saling berhubungan.

2.
Mendaftarkan semua ciri yang spesifik
yang dimiliki oleh rujukan.

3.
Menentukan komponen yang dapat
digunakan untuk kata yang lain.

● Langkah-Langkah dalam Menentukan dan Menganalisis
Komponen-Komponen Diagnostik

4. Menentukan komponen-komponen diagnostik yang
sesuai untuk setiap makna.

No. Ciri-ciri Ayah Ibu

1. Insan ++

2. Dewasa + +

3. Jantan +-

4. Kawin ++ 5.
Mengecek data yang didapat pada langkah pertama.

● Langkah-Langkah dalam Menentukan dan Menganalisis
Komponen-Komponen Diagnostik

6. Mendeskripsikan komponen-komponen diagnostik dengan sistematis, dengan cara
mendaftar komponen-komponen diagnostik untuk setiap makna (atau istilah).

No. Pembeda Kambing Anjing Beruang Biri-biri
+-
1. Buas -- -+
-+
2. Pemakan rumput + - +-

3. Peliharaan ++

4. Tinggal di hutan - -

Kesulitan Menganalisis Komponen Makna

Dalam mengalisis komponen makna terdapat beberapa kesulitan atau hambatan yang
antara lain sebagai berikut:
1. Lambang yang didengar atau dibaca tidak diikuti dengan unsur-unsur ekstra-

linguistik.
2. Tiap kata atau leksem berbeda pengertiannya untuk setiap disiplin ilmu. Kata

seperti ini disebut istilah.
3. Tiap kata atau leksem memiliki pemakaian yang berbeda- beda.
4. Leksem yang bersifat abstrak sulit untuk dideskripsikan. Misalnya: liberal, sistem.
5. Leksem yang bersifat deiksis dan fungsional sulit untuk dideskripsi. Misalnya: ini,

itu, dan, di.
6. . Leksem-leksem yang bersifat umum sulit untuk dideskripsi. Misalnya: binatang,

burung, ikan, manusia.

Prosedur Menganalisis Komponen Makna

1. Penamaan 2. Parafrasa
(penyebutan)

3. Pengklasifikasian 4. Pendefinisian

Referensi

Sudrayat, Yayat. (2006). Pendidikan Bahasa Daerah. Makna Dalam Wacana
(Prinsip-prinsip Semantik dan Pragmatik).
Tersedia di :
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_DAERAH/196302101987
031
YAYAT_SUDARYAT/Makna%20dalam%20Wacana/MAKNA_DALAM_WACANA.pdf[d
iakses tanggal 28 September 2020]. Muhamad Sarifuddin. (2020). Jurnal Realita
Bimbingan dan Konseling. Analisis Komponen Makna. 5(1): 923 – 930.
Tersedia di :
https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=komponen+penjela
s+makna&btnG=#d=gs_qabs&u=%23p%3Do0-yFBNZlXsJ
[diakses tanggal 28 September 2020].


Click to View FlipBook Version