The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kumalad026, 2021-07-23 06:10:06

PANDUAN PRAKTIKUM SIAP OK

PANDUAN PRAKTIKUM SIAP OK

PENUNTUN PRATIKUM
MATA KULIAH PRATIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

LABORATORIUM BIOLOGI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU

i

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warohmatullahiwabarokatuh…
Syukur Alhamdulillah diucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan

rahmat dan karunia-Nya sehingga penuntun praktikum mata kuliah Praktikum Fisiologi
Tumbuhan ini telah dapat diselesaikan. Sholawat untuk baginda Rasulullah SAW,
assalamualaika ya Rosulullah…

Dalam kegiatan proses perkuliahan, sangat penting bagi mahasiswa untuk
mengikuti praktikum yang dapat membantu dalam memahami materi perkuliahan.
Penuntun praktikum ini disusun berdasarkan buku-buku penunjang dalam mata kuliah
Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Diharapkan dengan adanya buku penuntun praktikum
ini dapat memudahkan mahasiswa melakukan praktikum di laboratorium sehingga
dapat meningkatkan skill bekerja di laboratorium.

Mudah-mudahan penuntun praktikum ini dapat digunakan sebaik-baiknya.
Saran dan kritik dari pembaca untuk perbaikan buku praktikum ini di masa yang akan
datang.
Waalaikum salam warohmatullahiwabarokatuh…

Pekanbaru, September 2018

Penulis

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................... iii
TATA TERTIB PRAKTIKUM .............................................................................................. iv
Praktikum 1. Difusi dan Osmosis ................................................................................... 1
Praktikum 2. Fotosintesis 1 .............................................................................................. 4
Praktikum 3. Fotosintesis 2 .............................................................................................. 7
Praktikum 4. Transpirasi pada Tumbuhan .............................................................. 9
Praktikum 5. Transportasi pada Tumbuhan ........................................................... 12
Praktikum 6. Pola Pertumbuhan pada Daun ............................................................ 14
Praktikum 7. Pengaruh Hormon pada Tumbuhan................................................. 18
Praktikum 8. Gerak pada Tumbuhan ........................................................................... 21
Praktikum 9. Membuka dan Menutup Stomata....................................................... 24
Praktikum 10. Respirasi ..................................................................................................... 25

iii

TATA TERTIB PRATIKUM DILABORATORIUM BIOLOGI
MATA KULIAH PRATIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

1. Setiap pratikum diwajibkan memakai jas laboratorium.
2. Selama melaksanakan pratikum tidak diizinkan membawa makanan/minuman

keruanagan laboratorium.
3. Setiap partikum diwajibkan membawa sampel /objek dan bahan yang akan

dipratikumkan sesuai dengan instruksi Dosen/asisten pembimbing pratikum.
4. Bagi anggota kelompok yang tidak membawa sampel/objek dan bahan yang

dipratikumkan, tidak diizinkan mengikuti kegiatan pratikum
5. Pahami langkah-langkah praktik di penuntun praktikum sebelum memulai

percobaan yang akan dilakukan.
6. Periksa semua alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan apakah sudah

tersedia dengan lengkap.
7. Bekerja dengan cermat, dengan penuh pengertian, dan berhati-hatilah bila

menggunakan alat atau bahan yang berbahaya.
8. Amatilah dengan seksama percobaan yang dilakukan, dan catat hasilnya dengan

akurat pada buku penuntun praktikum.
9. Bersihkan alat-alat yang selesai digunakan dan kembalikan ketempat

peminjaman, dan sampah dari percobaan di kumpulkan lalu dibuang di tempat
sampah.
10. Tanamkan sikap tanggung jawab dan kenyamanan dalam kegiatan pratikum.

iv

PRATIKUM 1
DIFUSI DAN OSMOSIS

1. TUJUAN PRATIKUM
• Untuk mengetahui proses terjadinya difusi dan osmosis
• Untuk mengetahui perbedaan proses zat secara difusi dan osmosis
• Untuk mengetahui perbedaan pada percobaan proses difusi dan osmosis dengan
perlakuan yang berbeda.

2. LANDASAN TEORI
Dwijoseputro (1985), menjelaskan bahwa pemasukan air dari dalam tanah ke dalam

jaringan tanaman melalui sel-sel akar secara difusi dan osmosis. Dengan masuknya air
melalui sel, tentulah akan terbawa ion-ion yang terdapat di dalam tanah karena
larutantanahmengandungion. Pertumbuhan juga bergantung pada pengambilan air, dan
banyak hal dalam hubungan air tumbuhan bergantung pada interaksi antara sel dengan
lingkungan. Tumbuhan memang merupakan sistem yang dinamis dan sangat rumit, fungsi
yang satu berinteraksi dengan fungsi yang lain

Difusi adalah pergerakan molekul atau ion dari daerah konsentrasi tinggi ke daerah
dengan konsentrasi rendah. Laju difusi antara lain tergantung pada suhu dan densitas
(kepadatan) medium. Molekul berukuran besar lebih lambat pergerakannya dibanding
dengan molekul yang lebih kecil. Pertukaran udara melalui stomata merupakan contoh dari
proses difusi. Pada siang hari terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan O2 sehingga
konsentrasi O2 meningkat.

Osmosis diartikan sebagai proses berpindahnya pelarut dari sebuah larutan yang
mana mempunyai daya konsentrasi yang rendah ataupun pelarut yang murni dengan
melewati membran semipermeabel ke larutan yang mempunyai daya konsentrasi yang
lebih tinggi sehingga pada akhirnya tercapai keseimbangan untuk laju pelarutnya.
Contoh yang sederhana dari difusi adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat
laun cairan menjadi manis.
contoh peristiwa osmosis adalah penyerapan air serta mineral yang ada di dalam tanah
oleh akar pohon atau tumbuhan lainnya

1

3. ALAT DAN BAHAN
Difusi

Alat Bahan

2 buah cawan petri Pasta pandan

Pipet tetes Air hangat

Kertas berukuran/ Air suling

millimeter blok Air es

Rol

Osmosis

Tahap 1 Tahap 2
Alat Bahan
• Cawan petri • Pasta pandan Alat Bahan
• Pipet tetes • Garam
• 2 buah • Kentang
• Kentang
breaker gelas • Wortel

• Pipet tetes • Air garam 10%

• Air suling

4. CARA KERJA

1) Difusi
• Sebelum melakukan percobaan sediakan alat dan bahan yang dibutuhkan saat
melakukan pratikum
• Percobaan dilakukan dengan dua perlakuan (air panas dan air suling/air es)
• 2 buah cawan petri yang sudah disediakan, maka cawan petri yang pertama diisi
dengan air hangat sampai seluruh permukaannya tergenang, dan cawan petri
kedua diisi dengan air suling sampai seluruh permukaannya tergenang.
• Buatlah 2 buah garis interval dengan nominal 1,0 mm.
• Letakkan cawan petri yang terisi air hangat dan air suling diatas garis interval.
• Teteskan satu tetes pasta pandan di titik 0,0 mm pada air hangat dan air suling.

2

• Catatlah waktu penyebaran pasta pandan dicawan petri berisi air hangat dan air
suling pada titik 0,0 mm, 0,5 mm, 1,0 mm, 1,5 mm, 2,0 mm, 2,5 mm, 3,0 mm, 3,5
mm, 4,0 mm, 4,5 mm, dan 5,0 mm.

2) Osmosis
Tahap pertama:
• Kupaslah kentang yang sudah disediakan untuk pratikum tersebut
• Kentang yang sudah dikupas potonglah seperti dadu atau persegi empat
• Lobangi di tengah kentang tersebut seperti lesung
• Masukkan garam ke dalam lobang kentang sampai permukaan kentang merata
• Masukkan air ke dalam cawan petri dan teteskan satu tetes pasta pandan ke dalam
air tersebut sambil diaduk merata
• Masukkan kentang yang sudah diisi garam tersebut kedalam cawan petri
• Catat waktu yang dibutuhkan saat kristal garam mulai mencair, sebagian dan
seluruhnya.
Tahap kedua: (kentang dan Wortel)
• Sisa kentang tahap pertama dipotong menjadi 6 bagian (3 bagian untuk air garam
dan 3 bagian untuk air suling)
• Timbanglah berat awal kentang (3 bagian untuk air garam dan 3 bagian untuk air
suling)
• Sediakan dua buah beaker gelas (beaker gelas pertama diisi dengan air garam 10%
dan breaker gelas kedua diisi dengan air suling)
• Masukkan 3 bagian kentang yang sudah ditimbang ke dalam air garam 10% dan 3
bagian kentang ke dalam air suling
• Biarkan kentang-kentang tersebut di dalam air garam 10% dan air garam suling
selama 15 menit
• Setelah 15 menit, maka kentang-kentang tersebut diangkat dan timbang kembali
• Apakah terdapat perbedaan antara kentang yang sebelum dan sesudah direndam
baik dari tekstur kentang maupun berat kentang tesebut?
• Apakah terdapat perbedaan antara kentang yang direndam kentang di dalam air
garam 10% dan air suling

3

PRATIKUM 2
FOTOSINTESIS 1

1. TUJUAN PRATIKUM
• Untuk mengetahui proses dalam tahapan fotosintesis
• Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis
• Untuk mengetahui tentang reaksi gelap dan terang

2. LANDASAN TEORI
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan karbohidrat dari bahan

anorganik yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau
daun, yaitu klorofil. Selain yang mengandung zat hijau daun, ada juga makhluk hidup yang
berfotosintesis yaitu alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat
hara, karbon dioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir
semua makhluk hidup bergantung pada energi yang dihasilkan dalam fotosintesis.
Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga
berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme
yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai
fototrof.[1] Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam
fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul
penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah
melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.

Fotosintesis adalah proses anabolisme , membentuk senyawa kompleks Glukosa
dari senyawa sederhana CO2 . Proses fotosintesis memerlukan energy dari energy
matahari berupa Foton. Energi foton itu digunakan untuk menggerakkan electron melawan
gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang
secara termodinamis mampu mereduksi CO2. Di dalam fotosistem II H2O akan dilisis dan
terjadi fotolisis dengan pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton

4

masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar
pindah ke orbit.

REAKSI TERANG / FOTOLISIS
Merupakan proses absorbs energy radiasi matahari oleh khlorofil, dan

mengubahnya menjadi energy kimia (ATP & NADPH2). Proses pengubahan energy
cahaya menjadi energy kimia di khlorofil menyangkut dua pusat reaksi: fotosistem I
dan fotosistem II, yg mekanisme kerjanya saling berhubungan.

3. ALAT DAN BAHAN
 Alat
• Breaker glass
• Corong
• Tabung reaksi
• Penjepit
• Stopwatch

5

 Bahan
• Hydrilla verticillata
• Air

4. CARA KERJA
• Sediakan alat dan bahan yang akan digunakan untuk pratikum
• Kemudian ambillah beberapa tanaman Hydrilla verticillata 3 – 5 tanaman
• Setelah itu masukkan tanaman ke dalam corong kemudian ditutup dengan tabung
reaksi
• Setelah ditutup kemudian Hydrilla verticillata yang telah dimasukkan ke dalam
corong dan ditutup dengan tabung tadi dimasukkan ke dalam air, dan diperhatikan
dengan baik agar jangan sampai terdapat gelembung udara
• Setelah corong dicelupkan ke dalam air hingga terisi dengan air, amati gelembung
udaranya selama 30 menit
• Buatlah 2 perlakuan ditempat yang ada cahaya langsung dan di tempat
ternaung/tidak terkena cahaya langsung

6

PRATIKUM 3
FOTOSINTESIS 2

1. TUJUAN PRATIKUM
• Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap kandungan Amilum pada daun yang
dibungkus Aluminium Foil/kertas timah dan daun yang terkena cahaya

2. LANDASAN TEORI
Pada proses fotosintesis hasil akhir dari asimilasi karbon yaitu pati dan sukrosa.

Pati disintesis pada kloroplas dan bertindak sebagai senyawa deposit foto asimilat,
sedangkan sukrosa disintesis pada sitosol dan merupakan senyawa karbon penting untuk
distribusi foto asimilat ke seluruh bagian sel tanaman. Sukrosa merupakan produksi
karbon pada proses fotosintesis yang terjadi di dalam daun dan berbentuk karbohidrat
yang mudah di transportasikan ke jaringan simpan yang berfungsi dalam penyediaan
energy dan kerangka karbon, sukrosa berperan dalam pengaturan ekspresi gen lainnya.

Sebagian besar karbon yang di asimilasi dapat dialokasikan ke sintesis pati atau
sukrosa tergatung factor tumbuh seperti factor lingkungan, status nutrisi, dan
perkembangan tanaman, termasuk spesies tanaman Fotosintesis merupakan cara atau
proses tumbuhan dalam menghasilkan energy yang digunakan untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Setiap tumbuhan memiliki daur fotosintetis yang berbeda-beda,
sehingga dibedakan menjadi 3 jenis tumbuhan dan daur fotosintesisnya. Jenis tumbuhan
yang dibedakanya itu tumbuhan C3, C4 dan CAM.

Tanaman C3 dan C4 dapat dibedakan dengan cara proses mengikat CO2 dari
atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi. Kelompok tumbuhan
CAM akan membuka stomata pada malam hari dan akan menutupnya pada siang hari.
Stomata yang menutup pada siang hari dapat membuat tumbuhan mampu menekan
penguapan air, namun dapat mencegah masuknya CO2.

7

3. ALAT DAN BAHAN • Telenan
 Alat
 Bahan
• Pemanas • Aquades
• Pinset • Larutan kalium Iodida/lugol
• Penjepit • Helai daun/daun tumbuhan
• Beker glass
• Pipet tetes

4. CARA KERJA
1. Cari daun 2 helai yang nomor 4 dari pucuk, kemudian bungkus dengan Aluminium
Foil/kertas timah dan yang satunya lagi biarkan terkena cahaya matahari minimal 1
hari penuh
2. Petik daun di senja hari, kemudian rebus dalam air mendidih sekitar 10 menit.
Keringanginkan dan bawalah ke labor esok harinya
3. Masukkan daundalam gelas beker yang berisi alcohol, kemudian rebus di dalam air
yang mendidih sampai klorofil terlepas dari daun/daun berwarna hijau pucat
4. Angkat daun dengan menggunakan pinset, lalu cuci dengan menggunakan Aquades
5. Letakkan di atas wadah dan kemudian teteskan dengan Kaliun Iodida/ lugol dan
diamkan selama 5-10 menit
6. Cuci daun tersebut dengan Aquades kemudian amati daun tersebut di tempat yang
terang.

8

PRATIKUM 4
TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN

1. TUJUAN PRATIKUM
 Untuk memahami terjadinya transpirasi pada tumbuhan
 Untuk membandingkan laju transpirasi pada daun di tempat terang dan daun
ditempat gelap ( ternaung).
 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju transpirasi

2. LANDASAN TEORI

Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari
jaringan tumbuhan melalui stomata. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman
melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat
kecil disbanding dengan yang hilang melalui stomata. Secara alamiah tumbuhan mengalami
kehilangan air melalui penguapan. Proses kehilangan air pada tumbuhan ini disebut
transpirasi. Manfaat Transpirasi bagi tumbuhan yaitu:

1. Menyebabkan Terjadinya daya isap daun sehingga terjadinya transpor air di batang.
2. Membantu penyerapan air dari zat hara oleh batang.
3. Mengurangi air yang terserap secara berlebihan.
4. Mempertahankan temperatur yang sesuai untuk daun.
5. Mengatur fotosintesis dengan membuka dan menutupnya stomata.
Ada tiga tipe transpirasi yaitu :
a. Transpirasi Kutikula
Adalah evaporasi(penguapan) air yang tejadi secara langsung melalui kutikula epidermis.
Kutikula daun secara relatif tidak tembus air, dan pada sebagian besar jenis tumbuhan
transpirasi kutikula hanya sebesar 10 persen atau kurang dari jumlah air yang hilang
melalui daun-daun. Oleh karena itu, sebagian besar air yang hilang terjadi melalui stomata.
b.Transpirasi stomata
Sel-sel mesofil daun tidak tersusun rapat, tetapi diantara sel-sel tersebut terdapat ruang-
ruang udara yang dikelilingi oleh dinding-dinding sel mesofil yang jenuh air. Air menguap
dari dinding-dinding basah ini ke ruang-ruang antar sel, dan uap air kemudian berdifusi

9

melalui stomata dari ruang-ruang antar sel ke atmosfer di luar. Sehingga dalam kondisi
normal evaporasi membuat ruang-ruang itu selalu jenuh uap air. Asalkan stomata terbuka,
difusi uap air ke atmosfer pasti terjadi kecuali bila atmosfer itu sendiri sama-sama lembab.
c. Transpirasi Lentikuler
Lentisel adalah daerah pada kulit kayu yang berisi sel-sel yang tersusun lepas yang dikenal
sebagai alat komplementer, uap air yang hilang melalui jaringan ini sebesar 0.1 % dari total
transpirasi
3. ALAT DAN BAHAN

• Fotometer
• Vaselin
• Stopwach
• Ranting Tumbuhan
• Larutan gincu merah
• Jarum suntik

4. CARA KERJA

1. Ada Cahaya
• Sediakan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk percobaan
• Carilah ranting tanaman yang sesuai dengan pipa Y1 pada fotometer
• Ujung ranting tanaman dipotong dengan sudut 45˚
• Setelah dipotong masukkan di dalam pipa Y1 pada fotometer
• Masukkan air larutan merah di dalam pipa Y2 pada fotometer
• Olesi dengan vaselin sudut-sudut fotometer sehingga tidak ada gelembung udara

yang masuk. Jika ada gelembung udara yang masuk maka percobaan tidak akan
berhasil
• Letakkan di tempat ada cahaya matahari
• Catatlah laju transpirasi setiap 5 menit selama 30 menit.
2. Tanpa Cahaya
• Sediakan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk percobaan

10

• Carilah ranting tanaman yang sesuai dengan pipa Y1 pada fotometer
• Ujung ranting tanaman dipotong dengan sudut 45˚
• Setelah dipotong masukkan di dalam pipa Y1 pada fotometer
• Masukkan air larutan merah di dalam pipa Y2 pada fotometer sampai penuh
• Olesi dengan vaselin sudut-sudut fotometer sehingga tidak ada gelembung udara

yang masuk. Jika ada gelembung udara yang masuk maka percobaan tidak akan
berhasil
• Letakkan di tempat ada tanpa cahaya matahari langsung/tempat ternaung
• Catatlah laju transpirasi setiap 5 menit selama 30 menit.
3. Mengukur luas permukaan daun
• Ciplaklah semua daun yang terdapat pada ranting tanaman dengan menggunakan
kertas kalkir
• Sisa kertas ciplakan tersebut dibuat dadu dengan ukuran 1x1 cm (1 lembar)
• Timbanglah ciplakan daun tersebut dengan menggunakan timbangan neraca analitik
dan ukuran dadu juga ditimbang
• Hitunglah x1.......x5 pada tanaman ada cahaya dan tanpa ada cahaya dengan rumus :

X1 = Jarak
Waktu

• Hitunglah rata-rata pada tanaman ada cahaya dan tanpa cahaya
• Hitunglah luas permukaan dengan rumus :

Luas permukaan daun = x kertas ciplakan (gr)
x rata (1x1) gr

• Hitunglah :
Laju transpirasi = ∑ air yang diuapkan (ml)
Luas permukaan daun (cm)

• Bandingkan hasil V yang terkena cahaya matahari dan yang tidak terkena cahaya
matahari

11

PRATIKUM 5
TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN

(Dikerjakan di rumah)

1. TUJUAN PRATIKUM
 Untuk memahami terjadinya laju transportasi pada tumbuhan
 Untuk mengetahui laju transportasi pada daun di tempat terang dan daun di tempat
gelap( ternaung).
 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi

2. LANDASAN TEORI
Setiap tumbuhan memiliki sistem transportasi baik itu tumbuhan dikotil maupun

tumbuhan monokotil. Tumbuhan sangat bergantung pada sistem transportasi yang terjadi
didalam tumbuhan guna mempertahankan kelangsungan hidupnya. Transportasi
tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengurangan zat-zat keseluruhan bagian tubuh
tumbuhan. Mekanisme proses penyerapan dapat berlangsung karena adanya difusi,
osmosis dan lain- lain.

Laju transpirasi sangat bergantung pada ketersediaan air di dalam tanah, karena
setiap air yang hilang dalam proses transpirasi harus dapat segera diganti kembali, yang
pada dasarnya berasal dari dalam tanah. Berkurangnya air di dalam tanah akan
menyebebabkan berkurangnya pengaliran air ke daun dan hal ini akan menghambat laju
transpasi. Tanaman tidak bisa terus terjadi cepat jika kehilangan air yang tidak dibuat oleh
pengganti dari tanah. Bila penyerapan air oleh akar gagal mengikuti laju transpirasi,
kehilangan turgor terjadi dan tutup stomata. ini segera mengurangi laju transpirasi.

Sistem transportasi ada tumbuhan tingkat rendah, proses mekanisme transportasi
air dan mineral tidak dilakukan dalam pembuluh jaringan. Transportasi air dan mineral
dilakukan oleh semua organ yang ada pada tumbungan tersebut. Setiap tanaman
membutuhkan air dan mineral untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Tidak
hanya air, zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut misalnya oksigen, karbon
dioksida, air, dan mineral.

12

Terdapat dua jenis proses transportasi pengangkutan air dan mineral dari dalam
tanah pada tumbuhan tingkat tinggi, yaitu dengan cara intravascular dan ekstravaskular.
Sistem pengangkutan air ini melalui serabut serabut akar dan dilanjutkan ke bagian batang
pada tanaman, lalu di teruskan hingga ke seluruh bagian dari tanaman tersebut.
Pengangkutan air dan mineral dengan sistem Ekstravaskular mengangkut air dan garam
mineral dari dalam tanah melelui akar. Sedangkan Pengangkutan air dan mineral dengan
sistem Intravaskular, melanjutkan pengangkutan air dan mineral dari akar menuju
keseluruh bagian tamanan.

Transport pada tumbuhan dapat terjadi pada tingakatan diantarnya: 1)
pengambilan atau pembebasan air dan zat yang terlarut di dalamnya oleh sel, 2) tranport
bahan-bahan atau zat jarak pendek dari sel yang satu ke sel yang lainnya, dan 3) transport
jarak jauh yang biasanya dilakukan oleh jaringan berkas pembuluh angkut xylem maupun
floem.
3. ALAT DAN BAHAN

1) Tanaman pacar air
2) Larutan gincu merah
3) Aqua gelas/botol
4) Pisau
5) Tissu
6) Stopwatch

6. CARA KERJA
• Pacar air yang berbatang hijau (2 batang)
• Batang dipotong miring, masukkan ke dalam wadah berisi larutan bergincu
merah
• Batang 1 letakkan di tempat panas dan batang 2 di tempat teduh
• Amati dan catat waktu sampai ada perubahan pada tumbuhan pacar air tersebut.

13

PRATIKUM 6
POLA PERTUMBUHAN PADA DAUN

(dikerjakan di rumah)

1. TUJUAN PRATIKUM
 Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada daun

2. LANDASAN TEORI
PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme.

Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur.
PERKEMBANGAN adalah proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini

berlangsung secara kualitatif. Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel.

PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk

stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan.
Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan
mengalami diferensiasi.

Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel,
membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.

Proses diferensiasi sendiri mempunyai tiga syarat, yaitu :
1) Hasil assimilasi yang tersedia dalam keadaan berlebihan untuk dapat dimanfaatkan

pada kebanyakan kegiatan metabolisme
2) Temperatur yang menguntungkan
3) Terdapat sistem enzim yang tepat untuk memperantarai proses diferensiasi.

Fase vegetatif ini sendiri berlangsung selama periode tertentu. Setiap tanaman
memiliki periode fase vegetatif yang berbeda-beda. Selama fase vegetatif ini
berjalan pada periode tertentu, maka tanaman juga akan berangsur-angsur masuk
dan berganti ke fase generatif. Dalam satu daur pertumbuhan tanaman, fase
vegetatif dan fase generatif saling bergantian.

14

Pertumbuhan vegetatife sendiri sudah dimulai sejak tanaman di tanam dalam
media yang sudah paten. Hal ini berarti, sejak masa pembenihan dan
perkecambahan. Setelah masa penyiangan maka pertumbuhan vegetatif baru akan
berjalan secara maksimal. Pertumbuhan ini yaitu mulai tumbuhnya akar sejati yang
sudah kuat dan berkembang terus kedalam tanah.
Untuk batangnya sendiri juga akan terus bertambah besar dan tinggi. Jika pada
tanaman yang berkambium, maka tanaman ini juga akan tumbuh melebar dan
menjadi semakin keras. Pada daun sendiri akan terus bertambah sampai nanti
memasuki fase generatifnya.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
1) Pertumbuhan Primer

Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer.
Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan
batang.

Embrio memiliki 3 bagian penting :
• tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
• akar embrionik yaitu calon akar
• kotiledon yaitu cadangan makanan

Pertumbuhan menunjukkan pertambahan ukuran dan berat kering yang
tidak dapat balik yang mencerminkan pertambahan protoplasma mungkin karena
ukuran dan jumlahnya bertambah. Pertambahan protoplasma melalui reaksi
dimana air, C02, dan garam-garaman organik dirubah menjadi bahan hidup yang
mencakup; pembentukan karbohidrat (proses tbtosintesis), pengisapan dan
gerakan air dan hara (proses absorbs dan translokasi), penyusunan perombakan
protein dan lemak dari elemenC dari persenyawaan organik (proses metabolisme)
dan tenaga kimia yang dibutuhkan didapat dari respirasi.

Pola pertumbuhan sendiri merupakan tahapan-tahapan dimana tanaman itu
memasuki masa-masa vegetative dan generative. Pola pertumbuha ini sangat
penting untuk dimengerti, karena dengan mengetahui pola pertumbuhan tanaman,

15

maka pembudidaya tanaman akan mendapatkan suatu strategi yang tepat untuk
melakukan pemeliharaan tanaman yang tepat dan efektif.

Dalam pola pertumbuhannya sendiri, tanaman mengalami dua fase
pertumbuhan, yaitu fase vegetative dan fase generative. Fase generative adalah fase
berkembangnya bagian-bagian generative dari suatu tanaman.

Bagian generative pada tanaman ini seperti bunga, buah, dan biji. Fase
vegetatif sendiri adalah fase berkembangnya bagian vegetative dari suatu tanaman.
Bagian vegetative dari tanaman adalah akar, batang dan daun.
2) Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan sekunder terjadi akibat adanya aktivitas di jaringan kambium
(meristematik sekunder). Pembelahan kambium ke arah luar akan membentuk
floem sekunder. Sementara pembelahan ke arah dalam, akan membentuk xylem
sekunder. Pohon-pohon yang ada di sekitar kita diameternya menjadi lebar.

Pertumbuhan sekunder ini penyebabnya. Pembelahan pada jaringan
kambium ini akan menyebabkan terjadinya pelebaran batang, pembentukan
lingkaran tahun, serta jari-jari empulur. Pembelahan kambium menjadi xylem dan
floem sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Hal ini menyebabkan kecepatan
pembelahan yang terjadi di musim hujan berbeda dengan pembelahan di musim
kering. Perbedaan inilah yang mengakibatkan munculnya lingkaran
konsentris/lingkaran tahun di batang pohon.

3. ALAT DAN BAHAN
1) Penggaris
2) Buku
3) Pena
4) Daun tumbuhan yang muda
5) Kertas millimeter

16

4. CARA KERJA
1) Carilah tanaman berkayu disekeliling rumah anda
2) Amati pertumbuhan daun mulai dari awal tumbuh sampai tidak ada pertumbuhan
pada daun tersebut
3) Catatlah panjang dan lebar daun setiap hari sampai tidak ada pertumbuhan pada
daun tersebut (panjang dan lebar daun)
4) Gambarkan data pengamatan kamu ke dalam kertas milimeter
5) Amati bentuk/pola pertumbuhan yang telihat

17

PRATIKUM 7
PENGARUH HORMON PADA TUMBUHAN

(dikerjakan di rumah)

1. TUJUAN PRATIKUM
 Untuk mengetahui pengaruh hormon IAA terhadap tumbuhan
 Untuk mengetahui pertumbuhan pada tumbuhan selama tiga minggu
 Untuk mengetahui rangsangan hormon IAA terhadap tumbuhan

2. LANDASAN TEORI
Pertumbuhan adalah pertambahan massa, ukuran, volume yang bersifat

irreversibel (tidak dapat balik). Pertumbuhan diikuti dengan diferensiasi, yaitu
perubahan bentuk fisiologi sesuai fungsinya atau proses perkembangan. Beda dari
pertumbuhan dan perkembangan dilihat dari perubahannya dan parameternya
. Perkembangan dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan teratur dan
berkembang, seringkali menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur atau lebih
kompleks atau dapat pula dikatakan sebagai suatu seri perubahan pada organisme yang
terjadi selama daur hidupnya yang meliputi pertumbuhan dan diferensiasi.
Perkembangan dapat terjadi tanpa pertumbuhan dan demikian pula halnya pertumbuhan
dapat terjadi tanpa perkembangan, tetapi kedua proses ini sering bergabung dalam satu
proses (Hariyadi, 1988).

Perkembangan dipengaruhi atau dikontrol oleh hormon, yaitu senyawa-senyawa
kimia yang disintesis pada suatu lokasi di dalam organisme, kemudian diangkut ke
tempat lain untu kselanjutnya bekerja melalui suatu cara yang spesifik pada konsentrasi
yang sangat rendah, untuk mengatur pertumbuhan, perkembangan atau metabolisme.
Pada kenyataannya sangat sukar untuk mendefinisikan istilah hormone dengan tepat.
Penggunaan istilah zat pengatur tumbuh sering lebih baik, dan menunjukkan senyawa-
senyawa baik alami maupun sintetik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan,

18

Gambar Letak Hormon pada Tumbuhan

3. ALAT DAN BAHAN Bahan :
• Tanaman
Alat : • Hormon IAA (andol asetik acid)
• Polibeg • Air
• Breaker gelas • Tanah hitam
• Gelas ukur
• Rol

4. CARA KERJA

1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan saat melakukan pratikum
2. Buatlah larutan hormon dengan menggunakan rumus : K1V1 = K2V2
3. Ambilah batang tanaman dengan panjang 20 cm tanpa daun
4. Pangkal batang tanaman dipotong sekitar 45˚
5. Masukkan 3 batang tanaman ke dalam larutan hormon yang sudah dibuat terlebih

dahulu
6. Biarkan batang tanaman di dalam larutan hormon IAA selama 4 jam

19

7. Setelah itu, sediakan 3 polibeg yang sudah terisi dengan tanah hitam (tanah
gembur)

8. Batang tanaman yang sudah direndam, ditanamkan ke dalam polibeg yang sudah
terisi tanah hitam

9. Amati selama 4 minggu (bagaimana jumlah akar dan panjang akar pada tanaman
tersebut)

20

PRATIKUM 8
GERAK PADA TUMBUHAN

(dikerjakan di rumah)

1. TUJUAN PRATIKUM
 Untuk mengetahui beberapa macam gerak pada tumbuhan sesuai dengan
karakteristik tanaman terebut
 Untuk mengetahui arah gerak tumbuhan yang diletakkan ditempat terang dan di
tempat gelap
 Untuk mengetahui factor- factor yang mempengaruhi gerak pada tumbuhan.

2. LANDASAN TEORI
Gerak merupakan salah satu cirri mahluk hidup yang bertujuan untuk melaksanakan

kegiatan hidupnya. Gerak yang terjadi pada tumbuhan berbeda dengan gerak yang terjadi pada
hewan maupun manusia. Gerak pada tumbuhan merupakan suatu gerak pasif, yang artinya
tidak terlihat atau memerlukan pindah tempat (tetap berada pada letak tumbuhan awal). Gerak
dapat terjadi karena adanya pengaruh rangsangan atau juga yang disebut stimulus.

Gerak yang dilakukan tumbuhan merupakan suatu respon terhadap sejumlah
rangsangan dari luar atau dari lingkungannya. Gerak tumbuhan dapat dibagi dengan dua cara :
1. Dengan satu sisi organ yang lebih cepat dari pada sisi lain dan reaksi hanya dapat terjadi

pada bagian tumbuhan yang masih sedang tumbuh atau mampu meneruskan pertumbuhan.
2. Dengan perubahan turgor sel-sel tertentu yang menyebabkan perubahan-perubahan posisi

organ yang bereaksi.
Berdasarkan sumber rangsangan gerak pada tumbuhan dapat dibagi menjadi tiga yaitu

sebagai berikut:
1) Gerak Endonom atau Autonom Gerak endonom adalah gerakan pada tumbuhan yang
diakibatkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
2) Gerak Esionom merupakan reaksi gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya
rangsangan dari luar. Berdasarkan hubungan antara arah respon gerakan dengan asal
rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak taksis, tropisme, dan nasti.

21

3) Gerak Hidroskopis yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan
kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata.

3. ALAT DAN BAHAN 5) Kardus 2 buah, satu kardus diberi
lobang kecil
1) Polibeg
2) Biji kacang hijau yang sudah 6) Tumbuhan putri malu
7) Petai cina
direndam dengan air selama 1 8) Bunga pukul 4
malam 9) Stopwacth
3) Tanah
4) Air

4. CARA KERJA

1. Fototropisme (kecambah kacang hijau)
• Rendam biji kacang hijau dalam air sebanyak 6 biji selama satu malam
• Isi 3 polibeg dengan tanah lalu masukkan biji kacang hijau
• Pada polibeg pertama biarkan di tempat terang, polibeg yang kedua tutup dengan kardus
indomie, lalu polibeg yang terakhir tutup dengan kardus yang berlobang atau bercelah
sehingga ada cahaya masuk pada kardus tersebut
• Amati selama 1 minggu lalu lihat perbedaan antara 3 tumbuhan kecambah tersebut.

2. Tigmonasti (putri malu)
• Amati 2 batang putri malu pastikan daun keduanya dalam keadaan terbuka
• Yang satu sentuh pelan dan yang satu lagi sentuh kuat
• Hitung dengan stopwatch berapa lama waktu yang diperlukan keduanya untuk
membuka daunnya kembali.

3. Niktinasti (petai cina)
• Amati daun petai cina. Kapan daunnya membuka dan menutup pada pagi dan sore hari,
catat waktunya.

4. Fotonasti (bunga pukul 4)
• Amati bunga pukul 4 kapan bunganya mekar dan kapan bunganya gugur.

22

PRATIKUM 9
MEMBUKA DAN MENUTUP STOMATA
(DAUN JAGUNG DAN RHOE DISCOLOR)

1. TUJUAN PRATIKUM
• Untuk mengamati bentuk stomata pada daun jagung dan daun Rhoe discolor
• Untuk mengamati proses membuka dan menutupnya stomata pada daun jagung dan
daun Rhoeo discolor.
• Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan garam dengan membuka dan
menutupnya stomata.

2. LANDASAN TEORI
membuka dan menutupnya stomata ditentukan oleh keadaan turgor sel

penutupnya, stomata terbuka pada saat turgor sel penutup tinggi dan akan menutup pada
waktu turgornya rendah. perubahan turgor sel penutup ini dipengaruhi oleh keadaan
cairan sel penutup.

Turgor tinggi apa bila air apa bila air masuk kedalam sel penutup dan hal ini hanya
mungkin terjadi kalau potensial air pada sel penutup lebih rendah dari sel-sel
sekitarnya,perubahan-perubahan nilai potensial osmotik didalam sel penutup disebabkan
oleh perubahankimia yang terjadin di dalam sel penutup tersebut, yang selanjutnya akan
mengubah potensial airnya, sehubungan dengan terjadinya perubahan kimia.

23

3. ALAT DAN BAHAN  Bahan
 Alat • Larutan garam konsentrasi 5%
dan 10%
• Mikroskop • Aquades
• Gelasobyek • Daun jagung, dan
• Gelas penutup • Daun adam hawa (Rhoeo
• Pipet tetes discolor)
• Silet
• Kertas saring
• Pisau Cutter
• tissue

4. CARA KERJA
 Kegiatan 1 : Mengamati struktur stomata pada daun jagung
1) Sayatlah daun jagung setipis mungkin daun jagung secara melintang dan
membujur.
2) Lalu letakkan sayatan daun jagung di atas kaca objek yang telah ditetesi
larutan garam, kemudian tutup dengan kaca penutup.
3) Amati di bawah mikroskop mulai dari perbesaran terkecil sampai perbesaran
terbesar.
4) Ulangil angkah-langkah di atas dengan menggunakan aquades.
 Kegiatan 2 : Mengamati struktur stomata pada Rhoe discolor
1) Sayatlah daun Rhoe discolor secara melintang dan membujur
2) Lalu letakkan sayatan daun Rhoe discolor di atas kaca objek yang telah ditetesi
aquades, kemudian tutup dengan kaca penutup
3) Amati di bawah mikroskop, mulai dari perbesaran terkecil sampai perbesaran
terbesar
4) Ulangi langkah-langkah di atas dengan menggunakan larutan garam.

24

PRATIKUM 10
RESPIRASI

1. TUJUAN PRATIKUM
• Untuk mengetahui proses respirasi pada tumbuhan
• Untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi proses respirasi.

2. LANDASAN TEORI
Semua sel aktif melakukan respirasi sepanjang hidupnya, menyerap oksigen dan

melepaskan karbondioksida. Namun respirasi adalah lebih dari sekedar pertukaran gas-
gas. Respirasi adalah proses oksidasi reduksi yang mengoksidasi senyawa-senyawa
menjadi karbondioksida, sedangkan oksigen yang diserap direduksi menjadi air (H2O).
Proses utama respirasi adalah mobilitas senyawa organik dan oksidasi senyawa-senyawa
tersebut secara terkendali untuk menghasilkan energi bagi pemeliharaan dan
perkembangan tumbuhan.

Berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen, respirasi dapat dibedakan menjadi
dua macam, yaitu:

1. Respirasi Aerob, yaitu respirasi yang memerlukan oksigen, penguraiannya lengkap
sampai menghasilkan energi, karbondioksida, dan uap air.

2. Respirasi Anaerob, yaitu respirasi yang tidak memerlukan oksigen tetapi
penguraian bahan organiknya tidak lengkap. Respirasi ini jarang terjadi, hanya
dalam keadaan khusus.
Substrat respirasi adalah setiap bahan organik tumbuhan yang teroksidasi
sebagian (menjadi senyawa teroksidasi) atau reteduksi sempurna (menjadi
karbondioksida dan
uap air) dalam metabolisme respiratoris. Umumnya substrat untuk respirasi
adalah zat yang tertimbun dalam jumlah yang relatif banyak dalam sel tumbuhan
dan bukan zat yang merupakan senyawa antara hasil dari penguraian.
Pada kebanyakan tumbuhan dan hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi

aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat pada suatu hal, maka

25

hewan dan tumbuhan tersebut akan melangsungsungkan respirasi anaerob untuk dapat
bertahan hidup. Pada umumnya respirasi anaerob pada makhluk hidup hanya terjadi jika
persediaan oksigen bebas ada di bawah batas minimum. Respirasi anaerob lazim disebut
sebagai fermentasi.

3. ALAT DAN BAHAN

Respirasi Aerob Respirasi Anaerob
Alat dan Bahan Alat dan Bahan

• Seperangkat respirometer • Tabung fermentasi
• Suntikan • Gelas ukur
• Larutan iosin • Spatula
• Vaselin • Ragi instan
• Toge pendek • Larutan gula air panas 25%
• Toge panjang • Larutan gula air dingin 25%

4. CARA KERJA
Respirasi Aerob

• Sediakan alat dan bahan yang digunakan untuk percobaan terlebih dahulu
• Masukkan toge pendek ke dalam tabung spesimen dan tutupi dengan skala

respirometer dengan mengolesi vaselin dibibir tabung spesimen bertujuan untuk
menghindari udara masuk kedalam skala respirometer.
• Suntikan larutan iosin ke skala respirometer sampai 0,0 mm
• Catatlah waktu yang diperlukan larutan iosin untuk sampai di ujung skala
respirometer (catat jarak yang ditempuh selama 2 menit – 2 menit sampai diujung
skala respirometer)
• Ulangi langkah-langkah diatas untuk percobaan toge panjang
Respirasi Anaerob
a. Air panas
• Masukkan ragi sebanyak satu sendok spatula kedalam tabung fermentasi

26

• Masukkan larutan gula sampai leher tabung fermentasi
• Biarkan larutan tersebut selama 20 menit
• Setelah 20 menit tandai gelembung udara pada tabung fermentasi
• Hitunglah gelembung udara pada tabung fermentasi dengan cara membuang larutan

yang ada di tabung fermentasi dan isilah dengan air biasa sampai tanda pada tabung
fermentasi tersebut.
• Masukkan air biasa tersebut kedalam gelas ukur, maka catatlah hasil dari fermentasi
tersebut
• Ulangi langkah-langkah diatas untuk 2 sendok spatula ragi dan 3 sendok spatula ragi
b. Air dingin
• Masukkan ragi sebanyak satu sendok spatula kedalam tabung fermentasi
• Masukkan larutan gula sampai leher tabung fermentasi
• Biarkan larutan tersebut selama 20 menit
• Setelah 20 menit tandai gelembung udara pada tabung fermentasi
• Hitunglah gelembung udara pada tabung fermentasi dengan cara membuang larutan
yang ada di tabung fermentasi dan isilah dengan air biasa sampai tanda pada tabung
fermentasi tersebut.
• Masukkan air biasa tersebut kedalam gelas ukur, maka catatlah hasil dari fermentasi
tersebut
• Ulangi langkah-langkah diatas untuk 2 sendok spatula ragi dan 3 sendok spatula ragi

27


Click to View FlipBook Version