The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini berisikan puisi-puisi bertemakan alam yang dibuat oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by pl273708, 2021-07-26 08:32:13

KUMPULAN PUISI ALAM MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

E-book ini berisikan puisi-puisi bertemakan alam yang dibuat oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta

Keywords: puputcantik

PAGI HARI
(Karya: Zahra Amalia Abida)

Di awali dengan terbitnya mentari
Terdengar kicauan burung yang merdu

Angin datang dan berdesir
Udara segar masuk kedalam dada
Terlihat gunung berselimut kabut tipis

Dari jauh ku pandang
Begitu indah dan mempesona

Hati damai dan sentosa
Pagi mulai ramai

Dengan insan yang hendak berkerja
Menari nafkah untuk keluarga

Jangan lupa bersyukur kepada Nya

ALAM NEGERIKU
(Karya: Yolinda Mardhika Putri)

Dari sabang sampai merauke
Dari miangas sampai rote
Adalah sebuah negeri yang kaya
Bagaikan sekuntum bunga

Terbentang sawah dan hutan
Dengan gunung yang menjulang
Dan ombak menari di lautan
Dari dahulu hingga masa depan
Negeriku yang tercinta
Tetaplah jaga alamnya
Syukuri pemberian dari – Nya
Agar semua selalu sentosa

ALAM NAN INDAH DI DESA
(Karya: Audrine Yohand Shalsa Bila)

Betapa indahnya desa ini
Banyak pepohonan bergoyang kiri kanan
Seakan mengikuti irama merdu
Bunga dan padi di sawah melambai-lambai
Kupu-kupu dan burung berterbangan di langit biru

Desaku…
Disini kami mengadu
Sebagai orang-orang kampung
Matahari yang hangat
Menyinari setiap aktivitasku di desa

Begitulah gambaran tentang keindahan alam di desaku
Tanah yang subur nan asri
Jangan kau rusak keindahan ini
Agar mereka bisa menikmati
Betapa indahnya alam di desa ini…

KEINDAHAN ALAM INDONESIA
(Karya: Wahyu Indah Rachmawati)

Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru

Indahnya alam ini membuatku terpukau
Seperti dunia hanya untuk diriku
Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk, tenang, senang kurasakan

Membuatku seperti melayang kegirangan
Wahai pencipta alam

Kekagumanku sulit kupendam dari pagi hingga malam
Pesonanya tak pernah padam

KEINDAHAN ALAM
(Karya: Dani Rahma Harfani)

Mentari memancarkan sinar di pagi hari
Menyinari awal kehidupan nan indah ini

Kicauan burung terdengar merdu
Melihat indahnya pagi
Membuat hati terpaku

Ku pandangi setiap sudut desaku
Sungguh kukagum melihatmu
Ku rasakan ketenangan dihatiku
Wahai pencipta alam

Kekagumanku sulit tuk kupendam
Pesonamu tak pernah padam
Mari jaga indahnya alam

Agar suasana menjadi nyaman dan tentram

SURGA DUNIA
(Karya: Ustazah Mutiara As’Zaroh)

Sungguh indah ciptaan-Mu
Alam terbentang luas
Dari lautan hingga gunung-gunung
Keindahan pasti terselip

Hutan… Rindang saat aku memandang
Hijau ditemani burung berkicau
Tempat menyimpan kekayaan
Tempat menyimpan kehidupan

Namun… Flora dan fauna di dalamnya
Mulai rusak di tangan manusia
Semena mena digergaji
Tuk kebutuhannya sendiri

Jagalah alam ini
Agar tetap hijau alami
Alam begitu indah
Jika engkau menjaganya

HAMPARAN HIJAU SAWAHKU
(Karya: Nurin Ainani Arifah)

Hamparan hijau sawahku
Mataku terpana melihat pesonamu
Betapa indahnya karunia Sang Pencipta
Begitu besar dan tak terhingga

Hamparan hijau sawahku
Adalah bukti indah karunia-Mu
Pada-padi menari kesuburan
Bersama memberi warna hijau yang indah
Padi-padi mulai merunduk
Menyambut keindahan sawah
Tetesan butiran embun yang sejuk
Menghias dan melekat

Hamparan hijau sawahku adalah anugerah-Mu
Indah dan sempurna yang membuatku terpana
Aku harus menjaganya
Juga melestarikannya
Agar Pesonanya tak pernah sirna



INDAHNYA ALAM
(Karya: Amalia Farizkya Ananda)
Ijinkan aku menyapa pagi
Menatap indahnya mentari dari atas bukit
Meski embun menyapa basah kaki
Dan dedaunan menyentuh lengan..
Ijinkan aku mengagumi bumi
Hijau luas membentang
Bagai hamparan permadani
Aliran sungai bagai ular berkelok
Sejauh mata memandang
Kokoh gunung berselimut kabut
Melengkapi langkahku menikmati pagi
Masih kutapaki jalan
Segar udara terasa dalam dada
Hilang penat mata karena suasana
Aku terus melangkah
Menghabiskan pagi
Menyambut siang yang perlahan datang
Aku masih disini berteman kicau burung liar
Karena kagumku terhadap indahnya alam belum usai
Biarkan siang yang mengajak aku untuk pulang

INDAHNYA NEGERIKU INDONESIA
(Karya: Gany Vega Nur Aini)

Betapa indahnya negeriku ini
Lereng yang bertingkat-tingkat
Laut yang berombak-ombak
Angin berhembus sepoi-sepoi

Bila datang ke negeriku
Kan disambut dengan hijaunya akam
Keindahan yang tak tertandingi
Indonesiaku tetap lestari
Indonesiaku tercinta
Tetaplah indah sepanjang masa
Jagalah anugerah dari Tuhan ini
Janganlah kau rusak alam indahnya
Indonesia negeri khatulistiwa
Berjuta nikmat di dalamnya
Itulah pemberian Tuhan Yang Maha Esa
Agar kita bersyukur kepada-Nya
Keindahan Alam Indonesia
Bertahun sudah negeri ini berdiri
Melewati hamparan masa
Beribu zaman telah terlewati
Dari dulu hingga masa yang akan datang
Indonesiku yang kucinta
Tetaplah indah sepanjang masa
Jangan ditebang pohon-pohonnya
Jangan dirusak alam indahnya
Alam Indonesia sungguh luar biasa
Beribu orang takjub menyaksikannya
Beribu lantunan pujian
Untuk segenap keindahannya

PELANGI
(Karya: Lady Arum Ndalu)

Oh pelangi…
Kau datang membawa keceriaan
Menghiasi langit dengan indah

Warna-warni rupamu
Merah jingga kuning
Hijau biru nila dan ungu
Sungguh elok mewarnai langit biru
Tak hentinya aku terkagum
Memandang rupamu dari bumi
Siapakah gerangan yang menciptakanmu
Tentulah Tuhan pelukismu yang agung

INDAHNYA ALAM-MU

(Karya: Shela Apriningtyas)

Pagi datang dengan berjuta ceria
Mentari pagi menyambut dengan sinarnya
Gulungan ombak menyapa
Nan indah pemandangan pagi ini

Di atas lembut pasir aku bermain

Tidak lupa senyum indah menghiasi

Terpancar dari wajah tampan

Bersama pepohonan yang bernari-nari

Saat langkah mengetarkan sanubari
Dengan teman-teman aku bermain
Pasih putih bersih menjadi rumah
Karang-karang cantik mejadi perhiasan

Oh pantai . . . . .

Tempat nelayan mencari ikan

Sebagai sumber menggapai masa depan

Alam anugerah dari Tuhan

Bersyukurlah kita atas berkah ini

Namun . . . . .
Hati hancur remuk rendam
Melihat sampah mengapung di air
Aku pungut kala sampah menepi
Marilah menjaga alam demi lestarinya lingkungan

PAGI HARIKU
(Karya: Yekti Ardianti)
Semerbak harum udara di pagi ini
Suara burung yang mengiringi….
Menambah suasana menjadi asri
Rasanya.. segar sekali

Tak lama kemudian…
Ayam pun ikut bersuara
Menandakan hari sudah kembali dimulai
Ada secercah cahaya Mentari menyinari
Awan terlihat sangat cerah

Disebelah lain sisi….
Ada gunung menjulang tinggi
Dipenuhi hutan pinus yang asri
Semilir angin pagi menerpa pipiku
Dedaunan beterbangan karena layu

Waktu begitu cepat berlalu
Suara pekerja pabrik mulai bergegas
Memotong pucuk daun untuk dinikmati
Ku seduh air ke dalam cangkir
Ku nikmati Bersama lantunan angin
Beriringan dengan burung yang sedang mencari makan
Suara ini menyadarkan ku
Betapa indahnya alam semesta
Alam yang masih asri..
Tidak ada kebisingan transportasi

WELING BUMI
(Karya: Isnaini Nur Aziza)
Apa yang istimewa di pagi hari?
Kala fajar menyapa
Ia membawa sorot arunika
Lalu berisyarat memberi semangat

Aku pun melepas bebas pandangan
Tanpa sadar terdengar bisik-bisik
Ternyata angin sedang bersabda

Ia minta “rawatlah kami”

AKULAH PENJAHAT DI BUMI
(Karya: Putri Larasati)

Sejak saat itu, aku selalu malu pada embun
Jatuh pada bumi tanpa berkeluh
Membasahimu lalu menghidupkanmu
Lalu aku sang penjahat sekaligus penikmat dirimu
Merusakmu bagaikan candu
Menghilangkanmu tanpa pandang bulu

Sejak saat itu, aku selalu malu pada hujan
Jatuh ke bumi, 15rname kehidupan bagi siapapun
Menumbuhkanmu lalu membesarkanmu
Apapun itu, kau selalu jatuh meski kau tau tiada balasan setimpal bagimu
Sejak saat itu, aku selalu malu pada angin
Membawaku pada kenyataan bahwa aku manusia terkeji di bumi
Merusak nyawamu, menghilangkan indahmu, membuatmu musnah tiada bekas
Ku bangun istana megahku diatas penderitaanmu
Sejak saat itu, aku selalu malu pada surya
Datang tepat waktu menghangatkanmu
Lalu pulang tepat waktu saat ia tau kau tak lagi butuh sinarnya
Dan aku?
Membakarmu arogan.
Kata orang yang bertangan adalah manusia
yang berkaki adalah manusia
yang berhati adalah manusia
kata orang.
Menjaga dirimu saja aku tak mampu
Bagaimana Tuhan menitipkan segala isi dibumi pada orang keji sepertiku?

PESONA KAMPUNG ASALKU
(Karya: Vera Octavia)

Kicauan burung dipagi hari
Embun pagi membasahi bumi
Petok petok suara ayam,
Hangat semburan mentari dari ufuk timur menyentuh tubuhku
Membangunkanku dipagi hari

Kampungku..
Sejuk.. Bersih.. Indah Berseri..
Hidup rukun prinsipnya
Aman dan damai warganya
Menjunjung tinggi gotong royong

Kampungku…
Kampung kelahiranku
Tidak begitu mewah namun sangat mempesona
Suasana tenang dan hening menjadi teman
Jauh dari riuhnya perkotaan
Gunung sungai menjadi 16rnament pelengkap

Kampungku..
Pesonamu sungguh menawan
Sayangi alam, sayangi kehidupan masa depan

PELANGI PENYEMBUH
(Karya : Nopita Ramadani)
Pelangi yang berwarna
Seperti kehidupan yang indah
Terbentang menyapa langit yang indah
Menghapus luka yang baru reda

Semenjak kau pergi
Aku gerimis tanpa pelangi
Warna warni tak ada lagi
Aku gerimis yang kehilangan mentari

Bila nanti cerita berubah luka
Aku dan kamu tak saling sapa
Biarkan kenangan…
Tetap besemayam dalam doa doa

DESA TERNYAMAN
(Karya: Sekar Arum Pramudita)
Pagi hari yang cerah ini
Ku pandang langit yang tinggi
Dengan kicauan burung-burung
Merdu hingga masuk pada telingaku
Ku pandangi pula
Bentangan sawah luas tiada tara
Pegunungan indah dari sudut utara
Menambah pesona suasana desa
Kebunku yang indah
Bunga berwarna merah
Burung-burung menyanyi
Hati tidak lagi sepi
Bungaku yang cantik
Lebah menari di atasnya
Senang hatiku melihatnya
Riang gembira rasanya
Desaku,
Tempat ternyaman untukku
Dengan segala karunia dari Sang Ilahi
Tak henti ku bersyukur untuk ku nikmati

ALAM YANG ELOK MEMBUAT TERPANA
(Karya: Naufal Nafi’ardina)

Alam kau sangat elok nan indah
Segala panoramamu kau tamppakkan
Membuat yang memandang terpana
Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Ku langkahkan kakiku
Terkejutnya saat ku pandang gunung yang kokoh berdiri
Bentangan sawah nan hijau memanjakan mata
Embun pagi menyejukkan jiwa
Kicauan burung menambah keramaian
Mentari pagi mulai menampakkan wajahnya
Rumput-rumput mulai bergoyang-goyang
Angin mulai berhembusan
Petani mulai menggarap sawahnya

INDAHNYA ALAMKU
(Karya: Wahyu Eka Kusuma Dewi)

Langkah demi langkah tlah ku lalui
Menyusuri jalan setapak di Ibu Pertiwi
Disambut hangat oleh senyuman mentari
Membuat semangatku berapi-api

Indahnya garis cakrawala
Membuatku takjub akan keindahan angkasa
Tersadar mengapa ku sering putus asa
Padahal alam telah member hadiah yang luar biasa
Ku duduk merenung di tepi pantai
Dengan desir ombak yang menemani
Memandang sekitar sambil mengagumi
Dan sekali lagi, ku tersadar akan keindahan alam ini

KETIKA FAJAR MENJELANG
(Karya: Risqi Istianingrum)

Ketika fajar menjelang
Ku buka kedua mata
Ku lihat matahari bersinar bahagia
Melihat burung saling menyapa
Dengan kicauan yang merdu tiada duanya
Ku buka kaca jendela
Udara bahagia menyejukkan jiwa

Alam ini sungguh mempesona
Hamparan sawah terbentang indah sampai ujung sana
Rumput-rumput ilalng menari dengan lembut
Berselimut embun di pagi hari

Seketika, ku penjamkan mata sejenak
Ku rentangkan kedua tangan
Dengan merasakan ketenangan
Sejuk senang ku rasakan

Wahai pencipta bumi dan alam
Kekagumanku sulit ku pendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam


Click to View FlipBook Version