The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by janganputusasa, 2022-08-16 03:40:04

Aset Tetap

Materi Aset Tetap

LKPD ASET TETAP
KELAS XII/I

Nama :……………………………………………..

Kelas :……………………………………………..

No. Absen :……………………………………………..

LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)

ASET TETAP

Sebagai Suplemen Bahan Ajar Kurikulum 2013
Revisi 2017

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Program Keahlian Akuntansi Kelas

XII / I

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan
dan kelancaran kepada penulis dalam menyelesaikan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)
dengan pendekatan saintifik ini.

Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) dengan pendekatan saintifik ini bertujuan
untuk mengembangkan bahan ajar berdasarkan kurikulum 2013 revisi 2017. Penyusunan
LKPD ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan kemudahan kepada peserta didik
kelas XII semester Ganjil dalam memahami dan mempelajari materi akuntansi menengah
satu pada sub bab penyusutan aset tetap. Selain itu, LKPD ini dikembangkan dengan
pendekatan saintifik sehingga dapat bermanfaat untuk pembelajaran di kelas dengan
pendekatan ilmiah. Sintaks pada LKPD ini hanya didasarkan pada pengumpulan informasi,
penalaran, dan mengkomunikasikan sesuai tuntutan kurikulum 2013 revisi 2017 yang
mengarah pada kemampuan High Other Thinking Skill (HOTS).

Penulis menyadari bahwa penyusunan LKPD ini perlu dilakukan penyempurnaan.
Maka kritik dan saran sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pengembangan LKPD ini pada
waktu mendatang.

Akhir kata, semoga LKPD ini dapat bermanfaat dan memberikan kemudahan bagi
peserta didik serta menambah semangat untuk belajar. Kami ucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam pengembangan bahan ajar ini.

Penulis,

iii

DAFTAR ISI

Sampul……………………………………………………………………………………….i
Sub Sampul…………………………………………………………………………………..ii
Kata Pengantar……………………………………………………………………………….iii
Daftar Isi……………………………………………………………………………………..iv
Petunjuk Penggunaan………………………………………………………………………...v
Alat dan Bahan……………………………………………………………………………….v
Kompetensi Inti………………………………………………………………………………vi
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian………………………………………………..vi
Tujuan Pembelajaran………………………………………………………………………...vii
Peta Konsep Pembelajaran…………………………………………………………………...vii
Materi Pembelajaran Penyusutan Aset Tetap…………………………………………………1

Latihan 1……………………………………………………………………………………5
Latihan 2……………………………………………………………………………………6
Latihan 3……………………………………………………………………………………9
Latihan 4……………………………………………………………………………………10
Ringkasan Materi……………………………………………………………………………...13
Tugas Penyusutan Aset tetap……………………………………………………………..…...14
Lembar Jawaban.……………………………………………………………………………...15
Daftar Pustaka….……………………………………………………………………………...20

iv

PETUNJUK PEGGUNAAN

1. Peserta Didik mempelajari
LKPD secara mandiri

2. Peserta didik menyelesaikan
soal latihan pada setiap materi

3. Masing-masing kelompok 4. Peserta Didik mengerjakan
mempresentasikan hasil diskusi tugasnya tugas individu dan kelompok

5. Guru sebagai fasilitator, membimbing jalannya proses
diskusi dan memberikan penjelasan terhadap peserta
didik yang kesulitan

5

ALAT DAN BAHAN

1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
2. Kalkulator
3. Alat Tulis

6

Kompetensi Inti

KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
dan rasa prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan
masalah

KI 4 : Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung

Kompetensi Dasar

3.13 Menerapkan aset tetap
4.13 Melakukan pencatatan aset tetap
3.14 Menerapkan metode penyusutan asset tetap dan

4.14 Melakukan pencatatan penyusutan aset tetap

Indikator Pencapaian

1 Menganalisis pengertian, karakteristik, 4 Menganalisis pengertian dan karakteristik,
klasifikasi penerapan aset tetap penyusutan aset tetap

Menganalisis penentuan harga 5 Menganalisis karakteristik dan perbedaan
2 perolehan aset tetap metode penyusutan

3 Mencatat penerapan aset tetap 6 Melakukan perhitungan dan pencatatan
metode penyusutan aset tetap

7

Tujuan Pembelajaran

Melalui model pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik dapat menganalisis
pengertian, karakteristik, klasifikasi, dan mencatat penerapan aset tatap dengan benar
Melalui model pembelajaran Problem Based Learning, peserta didik dapat menganalisis

pengertian dan karakteristik penyusutan aset tetap, metode penyusutan aset tetap,
menghitung dan mencatat metode penyusutan aset tetap dengan benar

Peta Konsep
Pembelajaran

MATERI PEMBELAJARAN PENYUSUTAN ASET TETAP

1. Pengertian
Aset tetap merupakan aset berwujud yang perolehannya digunakan untuk

kegiatan operasional perusahaan serta mempunyai masa manfaat lebih dari satu
tahun. Dalam penggunaannya, aset tetap mengalami penurunan masa manfaat
setiap periodenya yang meliputi aspek fisik dan kegunaannya. Aset tetap yang
mengalami penurunan masa manfaat atau disebut sebagai proses penyusutan atau
depresiasi akan membuat nilai aset tetap tersebut berkurang. Namun, terdapat aset
tetap yang nilainya tidak akan mengalami penurunan yaitu tanah. Tanah akan
mengalami peningkatan nilai aset pada setiap periodenya dan berbeda dengan
jenis aset tetap lain yang mengalami penurunan.

Menurut Rudianto (2009, 276) mengatakan bahwa “Depresiasi atau
penyusutan merupakan pengalokasian harga perolehan aset tetap menjadi beban ke
dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat dari aset tetap tersebut”.
Penghitungan penyusutan pada aset tetap akan dialokasikan pada beban
penyusutan aset tetap pada saat penyesuaian di akhir periode akuntansi. Beban
penyusutan ini akan menjadi dasar pengurangan nilai aset tetap pada setiap
periodenya dengan mengkredit nilai akumulasi penyusutan pada kelompok akun
aktiva.

Sumber gambar : Akuntansi dasar 2 – modul Gunadarma
Berdasarkan ilustrasi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penyusutan aset
tetap merupakan pengalokasian biaya pada setiap periodenya sesuai dengan masa
manfaat aset tetap tersebut yang mengakibatkan penurunan nilai aset tetap karena
adanya pemakaian.

1

2. Faktor-Faktor Perhitungan Penyusutan Aset Tetap
Menurut (Jerry J. Weygandt dkk,2007: 572) terdapat 3 hal yang menjadi faktor
pertimbangan dalam perhitungan penyusutan aset tetap pada setiap periodenya,
yaitu :
1) Harga Perolehan (Acquisition Cost)
Harga perolehan merupakan seluruh pengeluaran yang digunakan untuk
memperoleh dan menyiapkan aset tetap sampai siap digunakan dalam
aktivitas operasional perusahaan. Prinsip dalam penerapan harga perolehan
aset tetap meliputi harga beli, biaya pengangkutan, biaya asuransi, bea
balik nama, pajak, biaya notaris, biaya izin, dan biaya lainnya yang
dikeluarkan untuk memperoleh aset tetap.

2) Nilai Residu (Salvage Value)

Nilai residu merupakan taksiran nilai aset tetap pada saat habis umur
ekonomisnya atau masa manfaatnya. Nilai ini yang akan digunakan
sebagai harga pasar disaat aset tetap tersebut akan dijual atau ditukar.

3) Masa Manfaat (Useful-Life)

Masa manfaat merupakan keterbatas jangka umur suatu aset tetap yang
digunakan karena faktor-faktor fisik dan fungsional. Faktor fisik dikaitkan
dengan kondisi fisik suatu aset tetap yang masih baik untuk digunakan,
sedangkan faktor fungsional dikaitkan dengan kontribusi aset tetap
tersebut dalam penggunaannya.

3. Metode-Metode Penyusutan Aset Tetap

Terdapat prinsip akuntansi yang dipakai untuk tanggal pemakaian dan pelepasan
aset tetap adalah penyusutan diakui pada bulan terdekat, artinya :

Jika aset yang diperoleh pada atau sebelum tanggal 15 maka bulan yang
bersangkutan dianggap telah memiliki sepanjang bulan bersangkutan.
Sebagai ilustrasi dapat digambarkan sebagai berikut :

2

Pada tanggal 10 April 2021, PT Hidayah Anugerah membeli sebuah
printer seharga Rp5.000.000 dengan masa manfaat selama 5 tahun.

Jadi perhitungan masa manfaat
terhadap penyusutan printer
dimulai sejak bulan April 2021.

Jika aset yang diperoleh setelah tanggal 15, maka dianggap belum
memiliki pada bulan yang bersangkutan. Sebagai ilustrasi dapat
digambarkan sebagai berikut :

Pada tanggal 23 Maret 2021, UD Nanda Jaya membeli sebuah kendaraan
operasional dengan harga perolehan Rp150.000.000 dan masa manfaat 20
tahun.

Jadi perhitungan masa manfaat
terhadap penyusutan kendaraan
dimulai sejak bulan April 2021.

Perhitungan penyusutan aset tetap dapat dilakukan dengan beberapa metode
sesuai kebijakan perusahaan yaitu :

1) Metode Penyusutan Garis Lurus (Straight Line Method)
Metode penyusutan garis lurus menghasilkan beban penyusutan pada

setiap periode masa manfaat aset tetap sama besarnya dan metode ini
dianggap paling sederhana dalam proses perhitungannya. Penggunaan
metode garis lurus biasa dipergunakan untuk menyusutkan aset tetap yang
memiliki nilai fungsionalnya tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume
produk atau jasa yang dihasilkan seperti bangunan dan peralatan kantor.

3

Terdapat 2 cara untuk menghitung beban penyusutan pada metode garis
lurus yaitu :

a. Dasar penyusutan dibagi masa manfaat

Beban penyusutan = harga perolehan – nilai residu
masa manfaat

Tips jitu : HPMIREBASA
(harga perolehan minus residu bagi masa manfaat)

PT Putra Putri membeli mesin cetak seharga Rp22.000.000
dengan nilai residu Rp2.000.000 dan masa manfaat 5 tahun. Maka besar
beban penyusutan mesin cetak pada setiap periode sebesar.

Beban penyusutan = Rp22.000.000 – Rp2.000.000
5

= Rp4.000.000

b. Tarif penyusutan dikali dasar penyusutan

Beban penyusutan = 100% X (harga perolehan – nilai residu)
masa manfaat

PT Putra Putri membeli mesin cetak seharga Rp22.000.000
dengan nilai residu Rp2.000.000 dan masa manfaat 5 tahun. Maka besar
beban penyusutan mesin cetak pada setiap periode sebesar.

Beban penyusutan = 100% X (Rp22.000.000 – Rp2.000.000)
5

= Rp4.000.000

4

Tabel 1 penyusutan garis lurus

Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

Rp - Rp - Rp 22.000.000

1 Rp 4.000.000 Rp 4.000.000 Rp 18.000.000

2 Rp 4.000.000 Rp 8.000.000 Rp 14.000.000

3 Rp 4.000.000 Rp 12.000.000 Rp 10.000.000

4 Rp 4.000.000 Rp 16.000.000 Rp 6.000.000

5 Rp 4.000.000 Rp 20.000.000 Rp 2.000.000

Latihan 1

PT Dewi Sri membeli gedung seharga Rp310.000.000 dengan masa

manfaat 20 tahun dan nilai residu Rp10.000.000. Berapa beban

penyusutan tahun kedua apabila menggunakan perhitungan metode

penyusutan garis lurus?

Jawaban :

2) Metode Penyusutan Saldo Menurun (Double Declining Balance Method)
Metode penyusutan saldo menurun merupakan perhitungan penyusutan

aset tetap yang berdasarkan nilai buku pada setiap periodenya dengan
mengkalikan dua kali besarnya tarif metode garis lurus dan mengabaikan
nilai residu. Metode ini menghasilkan biaya penyusutan selama masa
manfaat menjadi semakin turun.

Beban Penyusutan = 2 X 100% X harga perolehan
Masa manfaat

5

Tips jitu : DUSBASAHP
(dua kali persen bagi masa kali harga perolehan)

PT Awan Fajar pada tanggal 1 Mei 2020 membeli peralatan seharga

Rp11.000.000 dengan nilai residu sebesar Rp2.000.000 dan masa manfaat

5 tahun. Berapa besar beban penyusutan pada akhir periode masa

manfaat?

Tarif beban penyusutan = 2 X 100%

5

= 40%

Beban Penyusutan :

2020 = 40% X Rp11.000.000 X 8/12 (Mei-Desember) = Rp2.933.333,33

2021 = 40% X Rp8.066.666,67 = Rp3.226.666,67

2022 = 40% X Rp3.226.666,67 = Rp1.936.000

2023 = 40% X Rp1.936.000 = Rp1.161.600

2024 = 40% X Rp1.161.600 = Rp696.960

2025 = 40% X Rp696.960 X 4/12 (Januari-April) = Rp139.392

Tabel 2 penyusutan saldo menurun ganda

Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

2020 Rp 2.933.333,33 Rp 2.933.333,33 Rp 11.000.000

2021 Rp 3.226.666,67 Rp 6.160.000 Rp 4.840.000

2022 Rp 1.936.000,00 Rp 8.096.000 Rp 2.904.000

2023 Rp 1.161.600,00 Rp 9.257.600 Rp 1.742.400

2024 Rp 696.960,00 Rp 9.954.560 Rp 1.045.440

2025 Rp 139.392,00 Rp 10.093.952 Rp 906.048

Latihan 2

Pada tanggal 2 Januari 2021 PT Sugiharto membeli sebuah mesin

pemotong seharga Rp20.000.000 dengan masa manfaat 4 tahun. Berapa

besar nilai buku pada akhir tahun 2022 apabila menggunakan metode

penyusutan saldo menurun ganda?

Jawaban :

6

3) Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun (Sum of The Year Digit Method)
Penyusutan aset tetap menggunakan metode jumlah angka tahun

mengakibatkan beban penyusutan pada setiap periode mengalami
penurunan. Perbedaan antara JAT dan saldo menurun ganda yaitu terletak
pada cara perhitungannya. JAT memperhitungkan nilai residu, sedangkan
saldo menurun ganda tidak dan JAT menggunakan rumus tarif penyebut
jumlah angka tahun sedangkan saldo menurun ganda tidak. Terdapat 2
cara perhitungan tarif penyebut JAT yaitu :

S = N x (N+1) Keterangan : S = penyebut
2 N = masa manfaat

Diketahui masa manfaat sebuah kendaraan yaitu 5 tahun. Maka penyebut
tarif JAT adalah…

S = 5 x (5+1)
2

= 5 x 3 = 15

S = N + (N-1) + (N-2) + (N-3) +….
Keterangan : S = penyebut

N = masa manfaat

7

Diketahui masa manfaat sebuah kendaraan yaitu 5 tahun. Maka penyebut
tarif JAT adalah…

S = 5+4+3+2+1 = 15
Setelah mengetahui perhitungan penyebut JAT maka untuk rumus
perhitungan beban penyusutan metode JAT yaitu :

Beban Penyusutan = Tarif x (harga perolehan – nilai residu)

UD ARIJAYA membeli sebuah mesin pemotong pada tanggal 5
Januari 2021 seharga Rp75.000.000 dengan umur manfaat 8 tahun dan
nilai residu sebesar Rp3.000.000. Berapa beban penyusutan setiap tahun
apabila menggunakan metode JAT?

Tarif penyebut JAT = 8 x (8+1)
2

= 36
Beban penyusutan :

2021 = 8/36 x (Rp75.000.000 – Rp3.000.000 = Rp16.000.000
2022 = 7/36 x (Rp75.000.000 – Rp3.000.000 = Rp14.000.000
2023 = 6/36 x (Rp75.000.000 – Rp3.000.000 = Rp12.000.000
2024 = 5/36 x (Rp75.000.000 – Rp3.000.000 = Rp10.000.000
2025 = 4/36 x (Rp75.000.000 – Rp3.000.000 = Rp8.000.000
2026 = 3/36 x (Rp75.000.000 – Rp3.000.000 = Rp6.000.000
2027 = 2/36 x (Rp75.000.000 – Rp3.000.000 = Rp4.000.000
2028 = 1/36 x (Rp75.000.000 – Rp3.000.000 = Rp2.000.000

Tabel 3 penyusutan JAT

Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

Rp 75.000.000

2021 Rp 16.000.000 Rp 16.000.000 Rp 59.000.000

2022 Rp 14.000.000 Rp 30.000.000 Rp 45.000.000

2023 Rp 12.000.000 Rp 42.000.000 Rp 33.000.000

2024 Rp 10.000.000 Rp 52.000.000 Rp 23.000.000

2025 Rp 8.000.000 Rp 60.000.000 Rp 15.000.000

2026 Rp 6.000.000 Rp 66.000.000 Rp 9.000.000

2027 Rp 4.000.000 Rp 70.000.000 Rp 5.000.000

2028 Rp 2.000.000 Rp 72.000.000 Rp 3.000.000

8

Latihan 3
Pada tanggal 28 April 2020 PT Dua Putri membeli sebuah mesin
pembersih ruangan seharga Rp89.000.000 dengan nilai residu
Rp5.000.000 dan mempunyai masa manfaat 5 tahun. Berapa besar beban
penyusutan pada tahun pertama apabila menggunakan metode penyusutan
JAT?
Jawaban :

4) Metode Penyusutan Satuan Hasil Produksi (Productive Output Method)
Pada penyusutan aset tetap metode satuan hasil produksi, masa

manfaat tidak dinyatakan dengan waktu, tapi dalam satuan hasil (unit)
yang diinginkan atas penggunaan aset tetap. Hal ini biasanya digunakan pada
perusahaan manufaktur dengan memberikan taksiran jumlah produksi pada
masa manfaat aset tetap. Perhitungan metode satuan hasil produksi
memperhitungkan nilai residu sebagai nilai pengurang harga perolehan.
Salah satu ciri dari hasil beban penyusutan metode ini yaitu jumlahnya
yang ditentukan sesuai hasil unit produksi yang telah dihasilkan, sehingga
besar beban penyusutan berfluktuasi.

Beban Penyusutan = hasil produksi tahun bersangkutan x (HP – nilai residu)
total satuan hasil
9

Pada tanggal 5 Oktober 2020, PT Ragil Sejahtera membeli mobil
dengan harga Rp42.000.000 dan diperkirakan mampu dikendarai sejauh
180.000 kilometer serta mempunyai nilai residu sebesar Rp6.000.000.
Pada tahun 2020 mobil sudah dikendarai sejauh 16.000 km dan tahun 2021
sejauh 20.000 km. Berapa besar beban penyusutan mobil pada tahun 2020
dan 2021 apabila menggunakan metode satuan hasil?
Beban penyusutan :
2020 = 16.000 X (Rp42.000.000 – Rp6.000.000) = Rp3.200.000

180.000

2020 = 20.000 X (Rp42.000.000 – Rp6.000.000) = Rp4.000.000
180.000

Tabel 4 penyusutan satuan hasil

Tahun Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

Rp 42.000.000

2020 Rp 3.200.000 Rp 3.200.000 Rp 38.800.000

2021 Rp 4.000.000 Rp 7.200.000 Rp 34.800.000

Latihan 4
PT Dewi Ayu merupakan perusahaan yang memproduksi boneka keramik.
Pada tanggal 28 Februari 2021 membeli alat pemanas dan mulai
digunakan pada tanggal 1 Maret 2021. Perkiraan jumlah jam operasi
dalam masa manfaat 5 tahun yaitu selama 50.000 jam. Pada tahun 2021
sudah digunakan selama 1.050 jam, tahun 2022 selama 8.200 jam, dan tahun
2023 selama 9.600 jam. Berapa besar beban penyusutan alat pemanas
pada tahun 2021, 2022, dan 2023 jika menggunakan metode penyusutan
satuan hasil?
Jawaban :

10

4. Pencatatan dan Pelaporan Penyusutan Aset Tetap

Penyusutan yang merupakan nilai alokasi harga perolehan suatu aset tetap
dengan mendebit rekening “Beban penyusutan” dan mengkredit rekening
“Akumulasi penyusutan”. Pendebitan rekening beban penyusutan merupakan

pengakuan pembebanan biaya untuk suatu periode akuntansi atas pengambilan

manfaat suatu aset tetap. Sedangkan pengkreditan rekening akumulasi penyusutan

merupakan pencatatan besarnya harga perolehan aset tetap yang telah di susutkan.

Dalam penyajian laporan posisi keuangan (neraca), rekening akumulasi

penyusutan disajikan sebagai pengurang rekening aset tetap yang bersangkutan

sehingga dapat diketahui nilai buku aset tetap pasa suatu periode. Rekening

akumulasi penyusutan hanya akan di debit apabila aset tetap diberhentikan atau

dilakukan suatu koreksi.

Bentuk jurnal pencatatan penyustan aset tetap :

Beban Penyusutan… Rp…

Akumulasi Penyusutan… Rp…

Ilustrasi pencatatan dan pelaporan penyusutan aset tetap :
PT Handa Makmur merupakan perusahaan yang
memproduksi terasi. Terdapat mesin pengemasan
seharga Rp50.000.000 dan besar penyusutan tahun 2020
sebesar Rp5.000.000. Bentuk pencatatan dan pelaporan
terhadap penyusutan mesin pengemasan PT Handa
Makmur per tanggal 31 Desember 2020 adalah…

11

Pencatatan penyusutan mesin pengemasan :

Beban Penyusutan Mesin Pengemasan Rp5.000.000

Akumulasi Penyusutan Mesin Pengemasan Rp5.000.000

Pelaporan :

Aktiva Lancar PT Handa Makmur
………………….. Laporan Posisi
………………….. Keuangan Per 31
………………….. Desember 2020
………………….. Utang Lancar
………………….. …………………..
Aktiva Tetap …………………..
Mesin Utang Jangka Panjang
Pengemasan …………………..

Akumulasi Penyusutan Mesin Modal Ny. Handa
Pengemasan Rp 50.000.000

Nilai Buku Mesin -Rp 5.000.000
Pengemasan
………………….. Rp 45.000.000

Total Aktiva Total Utang + Modal

12

Ringkasan Materi Penyusutan Aset Tetap

a. Penyusutan aset tetap merupakan pengalokasian beban penurunan nilai masa manfaat aset tetap
yang telah digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Pembebanan dilakukan dengan

mencatat beban penyusutan aset tetap untuk mengurangi harga perolehan aset tetap pada suatu

periode.

b. Faktor-faktor perhitungan penyusutan aset tetap yaitu harga perolehan, masa manfaat, dan nilai

residu.

harga perolehan – nilai residu

c. Metode Penyusutan Garis Lurus masa manfaat
100% X (HP – nilai residu)

masa manfaat

Metode Saldo Menurun Ganda 2 X 100% X harga perolehan
Metode Jumlah Angka Tahun Masa manfaat
Metode Satuan Hasil Produksi N x (N+1) x (HP – nilai residu)

2
produksi tahun bersangkutan x (HP – nilai residu)

total satuan hasil

d. Pencatatan penyusutan aset tetap Beban penyusutan aset tetap Rp.....

Akumulasi penyusutan aset tetap Rp…..

Pelaporan penyusutan aset tetap dicatat pada laporan posisi keuangan dengan pendebit nilai

harga perolehan aset tetap dan mengkredit akumulasi penyusutan aset tetap.

13

Tugas Penyusutan Aset Tetap

A. Soal Individu
1. Dalam pencatatan aset tetap terdapat perhitungan akuntansi penyusutan aset tetap.
Analisislah pengertian dari penyusutan aset tetap sesuai yang anda ketahui !
2. Terdapat 3 faktor yang menjadi pertimbangan penyusutan aset tetap yaitu harga
perolehan, nilai residu, dan masa manfaat. Deskripsikan pengertian ketiga faktor tersebut
!
3. Analisislah perbedaan perhitungan dari metode penyusutan aset tetap garis lurus dan
saldo menurun ganda !
4. Jelaskan karakteristik dari perhitungan penyusutan aset tetap metode satuan hasil
produksi !
5. PT Putri Pertiwi pada tanggal 15 Januari 2020 membeli sebuah mesin dengan harga
Rp86.000.000, biaya uji coba dan pemasangan sebesar Rp3.000.000. Mesin tersebut
ditaksir mempunyai masa manfaat 5 tahun dan nilai residu Rp5.000.000. Hitunglah besar
beban penyusutan pada tahun pertama menggunakan metode garis lurus !

B. Soal Kelompok
Buatlah kelompok dengan masing-masing berjumlah 3 orang. Selesaikan soal kasus berikut
dengan baik dan benar serta presentasikan hasil kerja kelompok kalian di depan kelas !

Pada tanggal 12 Januari 2021, PT Anugerah Abadi membeli peralatan dengan harga
Rp24.000.000 dengan termin 2/10, n/30. Pembayaran dilakukan pada periode potongan,
termasuk PPN sebesar Rp2.400.000. Perusahaan juga membayar biaya pengangkutan
sebesar Rp1.200.000. Saat peralatan tersebut akan ditempatkan pada lokasinya, terdapat
kelalaian karyawan yang mengakibatkan kerusakan ringan. Biaya perbaikan sebesar
Rp125.000. Biaya pemasangan mesin sebesar Rp1.610.000 dan ditaksir memiliki masa
manfaat 5 tahun dengan nilai residu Rp2.000.000. Hitunglah beban penyusutan peralatan
pada setiap tahunnya menggunakan metode penyusutan saldo menurun ganda dan jumlah
angka tahunan ! Buatlah jurnal untuk mencatat penyusutan peralatan pada tahun 2022 !

14

LEMBAR JAWABAN TUGAS PENYUSUTAN ASET TETAP
15

LEMBAR JAWABAN TUGAS PENYUSUTAN ASET TETAP
16

LEMBAR JAWABAN TUGAS PENYUSUTAN ASET TETAP
17

LEMBAR JAWABAN TUGAS PENYUSUTAN ASET TETAP
18

LEMBAR JAWABAN TUGAS PENYUSUTAN ASET TETAP
19

Daftar Pustaka

Nugraha, Boyc. 2013. Bab II Landasan Teori Aset Tetap. Surabaya : Perbanas.
http://eprints.perbanas.ac.id/3041/2/BAB%20II.pdf

Staff Gunadarma. Bab 5 Aktiva Tetap – Berwujud (Tangible – Assets). Jakarta : Universitas
Gunadarma. http://lana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/36589/bab-10-aktiva-
tetap.pdf

Halim, Abdul. Aktiva Tetap Berwujud: Perolehan, Penggunaan, Pemberhentian, Depresiasi,
dan Pemberhentiannya. Modul 1. http://repository.ut.ac.id/4799/1/EKMA4313-M1.pdf
UPI. Bab V Aktiva Tetap. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI.AKUNTANSI/196510122001121-
IKIN_SOLIKIN/Aktiva_Tetap.pdf
Jusup, Haryono. 2011. Dasar-dasar Akuntansi Jilid 2. Yogyakarta : STIE Yayasan Keluarga
Pahlawan Negara

20


Click to View FlipBook Version