The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hanum030891, 2024-01-16 07:25:57

Bahan ajar stationery kit

Bahan ajar stationery kit

Keywords: bahan ajar dkv,stationery kit,faseF

BAHAN AJAR KARYA DESAIN stationery kit FASE F XI PPG Daljab Angkatan 3 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Tahun 2023 Konsentrasi Kejuruan Desain Komunikasi Visual


Kata Pengantar Assalamualikum Wr.Wb Salam hebat untuk kita wahai generasi anak negeri “Tetaplah semangat ! “ begitulah seharusnya kata yang selalu tertanam di hati para punggawa pembawa masa depan bangsa ini. Menjadi generasi yang pintar adalah wajib bagi kita sebagai penerus kemajuan ibu pertiwi. Arus globalisasi yang kini kian membanjiri perlu kita sikapi dengan kesiapan diri, salah satunya adalah menggali seluasluasnya kazhanah keilmuan melalui sumber-sumber materi yang ada pada era modern ini. Dan di tangan anda saat ini telah lahir sebuah modul ajar tentang “karya desain stationery kit” yang akan membimbing anda menjadi desainer handal di dunia desain grafis sebagai kesiapan “nimbrung”di era globlalisasi dan digitalisasi abad ini. Ayoo… !tetaplah semangat! Salam hebat! Penulis Aniza Latifah Hanum, S.Sn


CONTENT 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 Kata Pengantar Content Petunjuk Belajar Capaian Pembelajran & Tujuan Pembelajaran Karya Desain (Stationery Kit) Macam Stationery Kit Stationery dalam Branding Fungsi Stationery Tahap Mendesain Stationery Mockup dan Fungsi Mockup Jenis Mockup, Pembuatan Mockup, dan Manfaat Mockup Tips Membuat Mockup Latihan Soal Lembar Jawaban Daftar Pustaka dan Glosarium


Petunjuk Belajar Berdoa Bertanya Kerjakan Berdoa sebelum dan sesudah belajar Tanyakan materi yang belum dipahami Mengerjakan soal dengan cermat Membaca Membaca materi dengan seksama


Capaian pembelajaran Pada fase F, peserta didik mampu dalam merancang visual secara sistematis mulai dari pemahaman terhadap permasalahan, diskusi pencarian ide (brainstorming), pengembangan alternative, hingga menjadi karya akhir, proses tersebut dapat menggunakan metode design thingking, atau metode lainnya. Peserta didik mampu melakukan pembiasaan sesuai POS, mampu berkolaborasi, dan komunikasi dengan tim maupun pihak terkait. Karya desain yang dihasilkan disesuaikan dengan sub konsentrasi keahlian (peminatan) dalam lingkup Desain Komunikasi Visual: Print Design/ Videografi/Fotografi/Tipografi/Typeface Design/Story Boarding/Ilustrasi/ Sequential Art/Motion Graphic/Web & App Design/UI-UX Design/ Concept Art/Motion Graphic Design/ Environmental Graphic Design/dan lainnya yang terkait. Tujuan Pembelajaran 1. Melakukan literasi tentang prinsip-prinsip desain stationery kit 2. 3. Peserta didik mampu mengoperasikan Perangkat Lunak Desain dengan baik dalam menciptakan karya desain stationery kit 4. Peserta didik mampu menerapkan Design Brief dengan baik dalam menciptakan karya desain stationery kit Peserta didik mampu mengaplikasikan Prinsip Dasar Desain dan Komunikasi dengan baik dalam menciptakan karya desain stationery kit 5. Peserta didik mampu menciptakan Karya Desain.dengan baik dalam mendesain stationery kit


KARYA DESAIN Stationery kit Pada sesi pembelajaran ini siswa diajak untuk menggali lebih dalam tentang berbagai aspek desain. Karya desain menjadi fokus pada pembelajaran kali ini mencakup berbagai jenis media dan teknik. Pada sesi sebelumnya kita sudah mempelajari menerapkan desain brief dalam perancangan logo untuk sebuah perusahaan atau produk. pada tahap ini kita akan belajar mengembangkan elemen branding yang berupa stationery kit. Apa itu stationery kit? Stationery" merujuk pada bahan-bahan dan alat tulis yang digunakan untuk menulis dan mengatur dokumen. Istilah ini seringkali mencakup berbagai jenis kertas, alat tulis, dan produk kantor atau sekolah lainnya. Meskipun asal kata "stationery" berasal dari kata "stationer" (penjual buku dan alat tulis yang memiliki toko tetap, atau "stationary" dalam Bahasa Inggris), penggunaannya telah berkembang untuk mencakup berbagai produk yang digunakan dalam konteks menulis, menggambar, dan mengatur informasi secara fisik atau kadang digital.


Macam Stationery kit Contoh dari stationery meliputi: Kertas: Termasuk kertas surat, kertas catatan, kertas printer, dan kertas buku catatan. 1. 2.Alat Tulis: Seperti pena, pensil, penghapus, spidol, dan highlighters. 3.Alat Gambar: Penggaris, busur, dan alat geometri lainnya. 4.Produk Pengorganisasian: Folder, binder, map, dan tab separator. 5.Produk Pengikat: Stapler, klip kertas, dan perekat seperti lem dan tape. 6.Produk Label dan Penanda: Label stiker, sticky notes, dan label file. Produk Pengiriman: Amplop, kertas pembungkus, dan bahan pengemasan lainnya. 7. 8.Produk Khusus: Kartu ucapan, undangan, dan kartu pos. 9.Aksesoris Meja: Tempat pena, alas meja, dan rak dokumen. Jangan Anggap Remeh! Stationery seringkali dianggap sebagai elemen penting dalam kehidupan profesional dan akademis, digunakan tidak hanya untuk tujuan praktis dalam menulis dan mengatur, tetapi juga sebagai cara untuk mengekspresikan gaya pribadi dan profesionalisme. Selain itu, dalam konteks bisnis dan branding, stationery yang didesain khusus seperti kop surat, kartu nama, dan amplop bisa menjadi alat komunikasi penting yang mencerminkan identitas dan citra sebuah perusahaan atau individu. Penggunaan stationery sebagai alat branding merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran merek dan membangun identitas perusahaan. Stationery yang dirancang dengan baik tidak hanya berfungsi sebagai alat tulis sehari-hari, tetapi juga sebagai media promosi yang terus menerus berinteraksi dengan klien, mitra, dan karyawan.


STATIONERY dalam Branding Berikut adalah beberapa cara stationery dapat digunakan dalam branding: Konsistensi Identitas Merek: Stationery yang mencakup logo, skema warna, dan elemen visual lainnya dari suatu merek membantu dalam membangun dan mempertahankan konsistensi identitas merek. Hal ini menciptakan pengenalan yang kuat dan memperkuat citra perusahaan. Profesionalisme: Stationery yang dirancang dengan baik dan berkualitas tinggi mencerminkan profesionalisme dan perhatian terhadap detail. Hal ini meningkatkan persepsi positif terhadap perusahaan. Pengingat Merek yang Berkesinambungan: Setiap kali stationery digunakan, baik oleh karyawan maupun oleh klien, merek perusahaan diingat. Ini adalah bentuk iklan yang terus menerus tanpa biaya tambahan. Personalisasi: Stationery yang disesuaikan, seperti kartu nama, kop surat, amplop, dan sebagainya, memberikan kesan personal yang kuat dan meningkatkan kredibilitas profesional. Alat Komunikasi Efektif: Stationery seperti kop surat dan kartu bisnis adalah sarana penting untuk komunikasi formal dan seringkali merupakan titik kontak pertama atau berkelanjutan dengan klien dan mitra bisnis.


Meningkatkan Loyalitas Merek: Memberikan stationery berkualitas kepada karyawan dapat meningkatkan rasa bangga dan loyalitas terhadap perusahaan, yang kemudian terpancar kepada klien dan pelanggan. Penggunaan dalam Acara Khusus: Stationery khusus untuk acara tertentu, seperti seminar, konferensi, atau pameran, dapat meningkatkan visibilitas dan kesadaran merek. Penggunaan Merchandise: Stationery yang dibagikan sebagai merchandise, seperti agenda, pena, atau sticky notes, bisa menjadi alat promosi efektif. Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial: Menggunakan stationery ramah lingkungan dapat menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial, yang semakin penting bagi konsumen modern. Media Digital dan Fisik: Dalam era digital, penting untuk mengintegrasikan elemen branding stationery dalam media fisik dan digital, seperti email signatures, template presentasi, dan lain-lain, untuk memastikan konsistensi dan cakupan maksimal. Pengembangan stationery sebagai bagian dari strategi branding harus dilakukan dengan mempertimbangkan target audiens, nilai-nilai perusahaan, dan pesan yang ingin disampaikan, agar dapat mencapai efek maksimal dalam membangun dan mempertahankan citra merek.


Fungsi Stationery Kit Stationery, yang mencakup berbagai jenis alat tulis dan bahan kantor, memiliki beberapa fungsi penting baik di lingkungan profesional maupun pribadi. Fungsi utama dari stationery meliputi: Komunikasi: Stationery seperti kertas surat, kartu pos, dan kartu ucapan digunakan untuk komunikasi tertulis. Dalam konteks bisnis, kop surat dan kartu nama membantu dalam menyampaikan informasi secara formal dan profesional. Organisasi: Banyak alat stationery seperti folder, binder, dan sticky notes digunakan untuk mengorganisir dokumen, catatan, dan informasi penting, sehingga memudahkan pencarian dan referensi di masa depan. Dokumentasi: Menggunakan kertas catatan, buku agenda, dan jurnal memudahkan pencatatan dan penyimpanan informasi penting, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun catatan pribadi. Identitas dan Branding: Stationery yang khusus didesain, seperti kop surat dan kartu bisnis, membantu dalam membentuk dan mempertahankan identitas merek atau perusahaan. Ini penting dalam membangun kesan profesional dan konsistensi visual. Alat Bantu Pendidikan: Dalam konteks pendidikan, stationery seperti pensil, buku tulis, dan penggaris adalah alat bantu penting untuk pelajar dan guru dalam proses belajar mengajar.


Ekspresi Kreatif: Stationery seperti kertas sketsa, spidol warna, dan pena gambar memungkinkan penggunaan dalam berbagai aktivitas artistik dan kreatif, dari menggambar hingga merancang. Alat Promosi: Stationery seperti kalender, magnet, dan barang-barang yang dicetak khusus sering digunakan sebagai alat promosi untuk meningkatkan kesadaran merek atau sebagai hadiah korporat. Administrasi dan Manajemen: Dalam setiap kantor, stationery seperti stapler, klip kertas, dan alat pengikat lainnya diperlukan untuk manajemen dokumen sehari-hari dan tugas-tugas administratif. Personalisasi: Stationery yang dipersonalisasi, seperti buku catatan atau pena dengan nama, dapat menjadi hadiah pribadi yang berarti dan unik. Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Lingkungan: Penggunaan stationery yang ramah lingkungan dapat membantu dalam mengurangi jejak karbon dan menunjukkan komitmen terhadap praktik yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, stationery memainkan peran kunci dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mendukung aktivitas profesional, pendidikan, pribadi, dan kreatif.


Tahapan umum dalam mendesain Riset Merek: Pelajari identitas merek klien, termasuk warna, logo, dan elemen visual lainnya yang sudah ada. Analisis Kompetitor: Lihat desain stationery dari kompetitor untuk memahami tren pasar dan menemukan cara untuk membuat desain Anda berbeda dan unik. 2. Konseptualisasi Brainstorming Ide dan Konsep: Buatlah sketsa awal dan konsep desain yang beragam. Pemilihan Elemen Desain: Tentukan elemen-elemen desain seperti warna, tipografi, dan bahan yang akan digunakan. Pembuatan Moodboard: Ini bisa membantu dalam visualisasi konsep dan menyampaikan ide kepada klien. 3. Desain Awal Membuat Draft Awal: Gunakan software desain grafis untuk membuat draft awal dari berbagai elemen stationery (kartu nama, kop surat, dll.). Review Internal: Evaluasi desain ini sebelum mempresentasikannya kepada klien. Mendesain stationery, terutama dalam konteks branding dan identitas korporat, melibatkan beberapa tahapan penting. Proses ini tidak hanya menuntut kreativitas, tetapi juga pemahaman yang baik tentang branding, komunikasi visual, dan kebutuhan klien. Berikut adalah tahapan umum dalam mendesain stationery: 1. Pengumpulan Informasi dan Riset Mengerti Kebutuhan Klien: Diskusikan dengan klien tentang tujuan, target audiens, dan pesan yang ingin disampaikan melalui stationery.


4. Presentasi kepada Klien Menunjukkan Konsep: Presentasikan beberapa konsep kepada klien, termasuk pemikiran di balik setiap desain. Menerima Feedback: Dapatkan masukan dari klien dan diskusikan perubahan atau penyesuaian yang mungkin diperlukan. 5. Revisi dan Finalisasi Melakukan Revisi: Lakukan perubahan sesuai dengan feedback klien. Finalisasi Desain: Setelah klien puas, finalisasi desain stationery. Approval dari Klien: Dapatkan persetujuan final dari klien atas desain yang telah dibuat. 6. Persiapan untuk Produksi Penyempurnaan Teknis: Pastikan desain sesuai dengan spesifikasi teknis untuk percetakan, termasuk pemilihan warna (CMYK atau Pantone), resolusi, dan margin. Pembuatan File Siap Cetak: Buat file dalam format yang sesuai (biasanya PDF) untuk percetakan. 7. Percetakan dan Distribusi Pilih Vendor Percetakan yang Tepat: Pastikan mereka mengerti spesifikasi dan standar kualitas yang diinginkan. Proofing dan Approval: Lakukan proofing untuk memastikan bahwa cetakan sesuai dengan ekspektasi sebelum proses cetak massal. Distribusi: Setelah dicetak, distribusikan stationery kepada klien atau ke tempat yang ditentukan. 8. Evaluasi Evaluasi Proyek: Setelah proyek selesai, evaluasi proses desain dan produksi untuk mengetahui apa yang berhasil dan apa yang bisa ditingkatkan di masa depan. Proses mendesain stationery bisa bervariasi tergantung pada kebutuhan khusus dari proyek dan klien. Namun, mengikuti langkahlangkah ini dapat membantu memastikan bahwa hasil akhir tidak hanya memenuhi, tetapi juga melebihi ekspektasi klien.


MOCKUP dalam Menampilkan Karya Desain Mockup dalam menampilkan karya desain adalah alat yang sangat penting. Mockup adalah representasi visual dari desain yang memungkinkan Anda untuk mempresentasikan karya Anda dalam konteks yang nyata atau hampir nyata. Ini adalah langkah krusial dalam proses desain karena memberikan gambaran tentang bagaimana desain akan terlihat dan berfungsi dalam dunia nyata. Fungsi Utama Mockup Visualisasi Produk Akhir: Memperlihatkan bagaimana desain akan tampak pada objek nyata, seperti buku, brosur, website, aplikasi, kemasan produk, dll. 1. Presentasi kepada Klien: Membantu klien memahami dan memvisualisasikan produk akhir sebelum proses produksi atau pengembangan. 2. Pengujian dan Evaluasi Desain: Menilai efektivitas desain dalam konteks penggunaannya yang sebenarnya. 3. Pemasaran dan Promosi: Menggunakan mockup dalam bahan promosi untuk menunjukkan produk dalam penggunaan sehari-hari. 4.


Jenis Mockup Fisik vs Digital: Mockup bisa berupa fisik (model nyata dari produk) atau digital (representasi virtual yang dibuat dengan software). Statis vs Interaktif: Mockup untuk desain web atau aplikasi bisa statis (gambar biasa) atau interaktif (memungkinkan pengguna untuk mengklik dan berinteraksi dengan antarmuka). Pembuatan Mockup Software: Ada banyak alat seperti Adobe Photoshop, Sketch, atau online tools seperti Canva, yang menawarkan template untuk membuat mockup. Detail dan Realisme: Mockup harus cukup detail dan realistis untuk memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana desain akan terlihat pada produk akhir. Konsistensi dengan Brand: Pastikan bahwa mockup konsisten dengan identitas brand dan standar desain lainnya. Manfaat Mockup Portofolio: Menggunakan mockup dalam portofolio Anda untuk menunjukkan karya dengan lebih menarik. Presentasi Klien: Membantu klien lebih mudah memahami konsep desain Anda. Media Sosial dan Pemasaran: Menarik perhatian di media sosial dan materi pemasaran lainnya.


TIPS Menggunakan Mockup Pilih Template yang Tepat: Pilih template mockup yang paling sesuai dengan jenis produk dan audiens target Anda. Perhatikan Skala dan Proporsi: Pastikan desain Anda terlihat proporsional dan sesuai dengan skala pada mockup. Kualitas Gambar: Gunakan gambar berkualitas tinggi untuk menghindari kesan murahan atau tidak profesional. Variasi: Tampilkan desain Anda dalam beberapa jenis mockup untuk menunjukkan versatilitas dan bagaimana desain bekerja dalam berbagai situasi. Contoh Desain Stationery dalam Mockup Sumber : https://id.pinterest.com/pin/321937073368273017/ Sumber : https://id.pinterest.com/pin/321937073368273017/


Latihan Soal Pilihan Ganda 1. Apa fungsi utama dari desain stationery kit dalam konteks branding? a. Untuk mengiklankan produk b. Untuk memudahkan komunikasi internal c. Untuk memperkuat identitas dan citra brand d. Untuk menarik investor 2. Elemen desain apa yang paling penting dalam pembuatan kartu nama? a. Warna-warna yang mencolok b. Informasi kontak yang jelas dan mudah dibaca c. Gambar-gambar artistik d. Pilihan font yang unik 3. Dalam desain amplop, apa yang harus menjadi pertimbangan utama? a. Daya tarik estetika b. Konsistensi dengan elemen branding lainnya c. Biaya produksi d. Semua jawaban benar 4. Apa itu mockup dalam konteks desain stationery kit? a. Sketsa awal dari desain b. Representasi digital atau fisik dari desain yang selesai c. Survei pasar untuk desain d. Analisis kompetitor Dalam memilih palet warna untuk stationery kit, apa yang harus dipertimbangkan? a. Trend warna terkini b. Warna favorit klien c. Psikologi warna dan konsistensi dengan identitas brand d. Warnawarna netral saja


Esai Jelaskan bagaimana proses brainstorming dapat membantu dalam mendesain stationery kit yang efektif. Berikan contoh skenario. 1. Diskusikan pentingnya konsistensi desain dalam seluruh elemen stationery kit dan bagaimana hal ini mempengaruhi persepsi brand. 2. Praktik Buatlah desain kartu nama dan kop surat untuk sebuah perusahaan fiktif, termasuk elemen-elemen seperti logo, informasi kontak, dan identitas visual. 1. Gunakan software desain grafis untuk membuat mockup stationery kit yang Anda desain, menampilkan bagaimana setiap item akan terlihat setelah dicetak. 2. Latihan Praktik kirim tugas pada QRcode di samping dengan format file : Nama_nama tugas_kelas Studi Kasus Anda diminta untuk mendesain stationery kit untuk sebuah kafe lokal yang baru berdiri. Kafe ini mengusung tema modern minimalis. Jelaskan langkah-langkah desain yang akan Anda ambil, termasuk pemilihan elemen desain seperti warna, tipografi, dan layout. 1. Sebuah perusahaan start-up teknologi ingin merevisi stationery kit mereka untuk mencerminkan inovasi dan kreativitas. Bagaimana Anda akan mendekati proyek ini dan elemen desain apa saja yang akan Anda soroti? 2.


Lembar Jawaban Studi Kasus


KUNCI JAWABAN Pilihan Ganda : 1.c 2.b 3.d 4.b 5.c Esai : Brainstorming membantu mengumpulkan berbagai ide dan konsep, memungkinkan tim desain untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dan inovasi. Dalam skenario desain stationery kit, brainstorming membantu menentukan elemen-elemen seperti warna, tipografi, dan layout yang paling cocok dengan identitas brand. Proses ini juga membuka ruang diskusi untuk mengevaluasi tren desain saat ini, kebutuhan klien, dan aspek fungsional dari stationery. 1. Konsistensi dalam desain stationery kit sangat penting untuk membangun dan mempertahankan identitas brand. Konsistensi ini menciptakan tampilan yang profesional dan dapat diandalkan, memudahkan penerima untuk mengenali dan mengingat brand. Konsistensi dalam warna, tipografi, dan elemen visual lainnya menjamin bahwa setiap komponen dari stationery kit saling melengkapi dan menyampaikan pesan brand yang sama, yang pada akhirnya memperkuat persepsi dan kredibilitas brand di mata pelanggan atau klien. 2.


KUNCI JAWABAN Studi Kasus Untuk kafe dengan tema modern minimalis, langkah desain akan dimulai dengan pemilihan palet warna yang sederhana namun elegan, seperti hitam, putih, dan abuabu. Tipografi yang dipilih harus bersih dan mudah dibaca, seperti sans-serif. Layout harus mencerminkan pendekatan minimalis, dengan banyak ruang putih untuk memberikan tampilan yang bersih dan terorganisir. Logo kafe akan menjadi fokus utama pada setiap item untuk mempertahankan branding yang konsisten. 1. Pendekatan desain untuk start-up teknologi akan berfokus pada inovasi dan modernitas. Elemen desain seperti tipografi futuristik dan palet warna yang cerah namun profesional, seperti biru, hijau, dan abu-abu, dapat digunakan. Layout harus inovatif dan mungkin termasuk elemen geometris atau abstrak. Penggunaan infografis kecil atau elemen visual yang menggambarkan teknologi dan inovasi juga bisa menjadi tambahan yang menarik. 2. Skor Penilaian Pilihan Ganda (benar x2) + Esai (benarx5) + Studi Kasus (benar x5)= jumlah :3 = Nilai Tutorial stationery in Adobe Illustrator stationery in coreldraw mockup stationery


Daftar Pustaka Nugroho, Agus. 2018. "Desain Komunikasi Visual: Teori dan Aplikasi." Erlangga. 1. 2.Sutedi, Dharma. 2017 "Desain Grafis Kontemporer." Andi. Sudarmadji, Heru. 2019. "Panduan Praktis Desain Grafis dengan Photoshop & Illustrator." Elex Media Komputindo. 3. Priyanto, Hadi. 2020. "Kreativitas dalam Desain Grafis." PT Kanisius. 4. Wibowo, Arief Adi. 2018. "Mengenal Desain Grafis: Teori dan Praktik." Gava Media. 5. Pratama, Rizki. (2020)"Pengaruh Desain Grafis dalam Dunia Periklanan." Jurnal Ilmu Komunikasi, vol. 12, no. 1, pp. 45-55. 6. Sari, Rina. (2019) "Trend Desain Grafis di Indonesia: Analisis Kasus." Jurnal Desain Komunikasi Visual, vol. 5, no. 2, pp. 110-120. 7. Glosarium Environmental Graphic Design (EGD) praktik mendesain elemen visual yang memperkaya pengalaman seseorang dalam sebuah ruang tertentu Riset proses sistematis yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan memahami fenomena tertentu. Mockup representasi visual atau fisik dari suatu produk yang digunakan untuk demonstrasi, desain, evaluasi, promosi, dan umpan balik produk.


PPG Daljab A3 UST 2023


Click to View FlipBook Version