Jadi setelah memahami materi “growth mindset vs fix mindset”, saya menyimpulkan bahwa
diri saya termasuk orang dengan growth mindset. Dari pengalaman saya sendiri, yaitu saat
masuk SMA, saya dipaksa orang tua untuk mengikuti seleksi olimpiade tapi saya menolaknya,
setelah saya pikir – pikir lagi jadi merasa tertantang. Jadi, saya memutuskan untuk mengikuti
seleksi tapi hanya lolos menjadi team olimpiade di sekolah. Saya tidak putus asa dan mencoba
lebih keras lagi di kelas 11. Akhirnya, saat kelas 11 saya dapat lolos seleksi dan mengikuti
olomba walaupun hanya tingkat kabupaten. Namun, banyak teman dan keluarga terus
memberikan support dan semangat kepada saya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari
segalanya. Dari pengalaman tersebut, saya tahu bahwa saya dapat bekerja lebih keras dalam
menjalani hidup dan tidak membiarkan waktu yang saya punya lewat begitu saja.