The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by meidawatisuswandari, 2021-10-22 02:29:29

KBK dan KTSP oktober 2021

KBK dan KTSP oktober 2021

INOVASI
KURIKULUM

Sukoharjo, Oktober 2021
Dr. Meidawati Suswandari, M.Pd



KURIKULUM 2004

 Kurikulum 2004 ini populer juga dengan sebutan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).
 Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apa yang mesti dicapai siswa. Sayangnya, kerancuan muncul bila

dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa, yakni ujian yang masih berupa soal pilihan ganda. Bila target
kompetensi yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu
mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa.

KELEBIHAN KELEMAHAN
1. Pendidikan berbasis kompetensi 1. Beban belajar siswa dinilai terlalu berat.
2. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat
menitikberatkan pada pengembangan
kemampuan untuk melakukan (kompetensi) juga mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk dalam
tugas-tugas tertentu sesuai dengan standard kurikulum.
performance yang telah ditetapkan, sebagai 3. Pendekatan penguasaan materi (content oriented)
upaya mempersiapkan kemampuan individu. memberatkan siswa.
2. Sejalan dengan visi pendidikan yang 4. Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata
mengarahkan pada dua pengembangan yaitu pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata
untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan pelajaran.
kebutuhan masa datang. 5. Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang
3. Kompetensi dalam kurikulum ini cukup relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa, dan
lengkap meliputi: kemampuan melakukan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi
segala sesuatu dalam berbagai konteks, kehidupan sehari-hari.
kompetensi menjelaskan pengalaman belajar, 6. Kurikulum pendidikan agama tahun 1994 juga lebih
kompetensi hasil belajar, kompetensi yang menekankan materi pokok dan lebih bersifat memaksakan
dihasilkan terukur. target bahan ajar.

KURIKULUM 2006

 Ujicoba KBK dihentikan di awal 2006 dan digantikan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
 Dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidak banyak

perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk
merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini
disebabkan Karangka Dasar (KD), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar
(SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
 Pengambangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan
pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota.

KELEBIHAN KELEMAHAN
1. Secara teori memberikan otonomi secara luas pada 1. Banyak guru belum memahami hakekat dari kurikulum

sekolah untuk mengembangkan kreativitas dan sehingga pembelajaran maupun administrasi guru
inovasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan hanya berubah nama dan istilah-istilah
sesuai dengan potensi di daerahnya. 2. Belum ada kemampuan dari kalangan penyelenggara
2. Tenaga kependidikan termotivasi untuk meningkatkan pendidikan, sehingga memungkinkan adanya kopi paste
kreatifitas dan inovasi. untuk menggali potensi sekolah kurikulum yang sekedaar memenuhi persyaratan
sehingga mampu menjadi agen bagi pembangunan administrasi, dan aplikasinya pun masih tidak sesuai
masyarakat yang mengakar pada potensi lokal. dengan yang dikehendaki.
3. Sekolah leluasa untuk ambil peranan dalam pendidikan 3. KTSP tidak dibarengi dengan tersedianya waktu,
untuk membentuk siswa sebagai pengambil peranan sarana, dan prasarana cukup bagi guru-guru untuk
dalam masyarakat. menerapkan segala ide-ide kreatifnya.
4. Kurikulum ini memberikan kesempatan kepada para 4. Penilaian yang menekankan pada poroses ternyata tidak
siswa untuk mengembangkan dirinya di luar sekolah, terlalu dihiraukan, buktinya Ujian Nasional yang
karana telah terjadi pengurangan kepadatan jam merupakan penilaian hasil belajar verbal tertulis masih
pelajaran menjadi standar kelulusan yang dominan.

KBK

Konsep kompetensi =

1. Pengetahuan (knowledge) yaitu kesadaran dalam bidang kognitif.

2. Pemahaman (understanding) yaitu kedalaman kognitif dan afektif
yang dimiliki oleh individu.

3. Kemampuan (skill) adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu
untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan
kepadanya.

4. Nilai (value) adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini
dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang,
misalnya standar perilaku guru dalam pembelajaran (kejujuran,
keterbukaan, demokratis).

5. Minat (interest) adalah kecenderungan seseorang untuk
melakukan sesuatu perbuatan, misalnya minat untuk melakukan
sesuatu atau untuk mempelajari sesuatu

6. Sikap (attitude) yaitu perasaan (senang, tak senang, suka-tidak
suka)

(E.Mulyasa, 2002: 23-29).

KARAKTERISTIK KBK

(E.Mulyasa, 2006: 42-55) =
Pertama, sistem belajar dengan modul (suatu paket

kurikulum yang disediakan untuk belajar sendiri
dengan pengajaran yang sebagian atau seluruhnya
didasarkan atas modul).
Kedua, menggunakan keseluruhan sumber belajar
artinya seorang guru menggunakan sumber belajar
secara maksimal sangat dibutuhkan agar dalam
proses belajar mengajar tidak pasif dan kurang
kreatif menyenangkan sehingga keaktifan siswa
lebih diutamakan.

Sumber belajar =Manusia (Human), Bahan atau media
pengajaran (Instructional media), Lingkungan
(Environment), Alat dan peralatan (Product), serta
Aktivitas.

Ketiga, pengalaman lapangan = melibatkan
masyarakat secara sistematis dalam
pengembangan program, kreatifitas dan evaluasi
pembelajaran.

Keempat, strategi belajar individual personal
adalah interaksi edukatif berdasarkan keunikan
siswa (bakat, minat, dan kemampuan).

Kelima, kemudahan belajar yaitu pemberian
kombinasi antara pembelajaran individual
dengan pengalaman pembelajaran dan
pembelajaran secara tim.

Keenam, Belajar Tuntas (mastery learning) yaitu
strategi belajar dimana seluruh materi pelajaran
dikuasainya oleh siswa (penguasaan secara
penuh).

KTSP

Standar Nasional Pendidikan
(SNP pasal 1 ayat 15) =

Kurikulum operasional yang
disusun dan dilaksanakan oleh
masing-masing satuan
pendidikan.

PENYUSUNAN KTSP

Pertama dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan
pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta
sosial budaya masyarakat setempat dan siswa.

Kedua, sekolah dan komite sekolah mengembangkan
kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya
berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar
kompetensi lulusan, dibawah supervisi dinas
pendidikan kabupaten/kota, dan departemen agama
yang bertanggungjawab dibidang pendidikan.

Ketiga, kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk
setiap program studi di perguruan tinggi
dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing
perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar
Nasional Pendidikan.

Pengembangan KTSP bahwasanya=

Sekolah atau institusi pendidikan
diberikan kewenangan secara otonomi
bagi penyelenggaran pendidikan dan
mengembangkan mutu lulusan.

Dalam hal ini kebebasan
penyelenggaraan diartikan dalam
memberikan manajemen kepada
institusi pendidikan tertentu untuk
menginovasikan mutu pendidikannya

Gitu loh…! O
c
• t
o
Presenter Name and Title b

 Bahasa dan sastra Indonesia  Diganti menjadi Bahasa Indonesia
 Kesenian  Diganti menjadi Seni dan Budaya
 Pendidikan Jasmani  Diganti menjadi Pendidikan jasmani, Olah

 Pendidikan Pancasila dan raga dan kesehatan
Kewarganegaraan  Pendidikan Kewarganegaraan

 Program/Jurusan : Ilmu-ilmu Alam (IIA),  Istilah Ilmu-ilmu alam diganti menjadi IPA,

Ilmu-ilmu sosial (IIS) dan Ilmu-ilmu Ilmu-ilmu sosial diganti menjadi IPS

Bahasa

 Keterampilan/Bhs Asing sebagai program

pilihan  Keterampilan/Bahasa Asing sebagai

program tetap (wajib)

 Sejumlah mata pelajaran wajib dan  Mata pelajaran 38-39 jam/minggu, boleh
pilihan 42 jam/minggu, boleh ditambah ditambah maksimal 4 jam
sesuai dengan kebutuhan

 SK, KD, Indikator, materi  BSNP hanya menetapkan SK dan
pokok & uraian materi pokok KD, selebihnya ditentukan dan
ditentukan oleh BSNP dikembangkan oleh guru

 Menggunakan istilah materi  Diganti dengan materi
pokok dan uraian materi pokok/pembelajaran
pokok
 Diganti dengan istilah Kegiatan
 Menggunakan istilah Pembelajaran
Pengalaman Belajar
 Judul disederhanakan : Silabus
 Diberi judul Silabus dan
Sistem penilaian

 Silabus dikembangkan  Silabus dikembangkan menjadi
menjadi Rencana Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RP) Pembelajaran (RPP)

 1 buah RP hanya berlaku  1 RPP dapat memuat lebih dari
untuk 1 pertemuan 1 pertemuan untuk 1 KD

 Tidak mencantumkan Tujuan  Mencantumkan Tujuan

Pembelajaran Pembelajaran, mengacu pada

indikator yang telah ditentukan

Menggunakan istilah Istilah SKBM diganti

Standar Ketuntasan menjadi Kriteria

Belajar Minimal Ketuntasan Minimal

(SKBM) (KKM)


Click to View FlipBook Version