Handout[Type text] IKA UMIYATIN ASTAGINA
IPA
Zat Aditif
dan
Zat Adiktif
SMP/MTS i
Kelas VIII
Semester 1
[Type text]
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
Handout ini.
Handout ini mengandung materi yang dapat memudahkan peserta didik dalam
mempelajari materi yang ada dalam modul ini. Bahan ajar zat aditif dan adiktif
membahas mengenai zat aditif dan zat adiktif dalam kehidupan sehari-hari.
Handout ini disusun dengan harapan agar peserta didik dapat berperan aktif
untuk menggali, menganalisis, mengevaluasi materi terhadap konsep yang dipelajarinya
melaui kegiatan diskusi. Bahan ajar ini disusun dengan berdasarkan beberapa pustaka.
Akhirnya penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak
yang telah memberikan sumbang saran selama penyusunan bahan ajar ini. Semoga
bahan ajar ini dapat bermanfaat serta berkontribusi dalam peningkatan mutu
pendidikan.
Bima , September 2020
Penyusun
ii
[Type text]
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................................................................. ii
Daftar Isi.......................................................................................................................................................... iii
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi.................................................... iv
Peta Konsep ................................................................................................................................................... v
Zat Aditif.......................................................................................................................................................... 1
Pewarna............................................................................................................................................... 3
Pemanis................................................................................................................................................ 5
Penyedap............................................................................................................................................. 6
Pengawet............................................................................................................................................. 8
Pemberi aroma ............................................................................................................................. 9
Pengental ......................................................................................................................................... 10
Pengemulsi ..................................................................................................................................... 10
Zat Adiktif ....................................................................................................................................................... 11
Zat Adiktif bukan Narkoba dan Psikotropika.................................................................... 13
Zat Adiktif Narkotika..................................................................................................................... 14
Zat Adiktif Psikotropika............................................................................................................... 15
Dampak Negatif Zat Adiktif.................................................................................................................... 17
Ciri-ciri Pecandu NAPZA.......................................................................................................................... 18
Cara Pencegahan dan Penyembuhan ................................................................................................ 19
Rangkuman.................................................................................................................................................... 22
Refleksi............................................................................................................................................................. 23
Latihan Soal ................................................................................................................................................... 24
Referensi ......................................................................................................................................................... 25
iii
[Type text]
KOMPETENSI DASAR DAN
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menjelaskan berbagai Zat aditif dalam
makanan dan minuman , zat adiktif dan lami dan buatan
dampaknya terhadap kesehatan 3.6.1 Menjelaskan konsep zat aditif dan
4.6. Membuat karya tulis tentang zat adiktif
dampak penyalahgunaan zat adiktif 3.6.2 Menyebutkan jenis-jenis zat aditif
dan zat adiktif bagi kesehatan
pada makanan dan minuman
3.6.3 Memberikan contoh zat aditif
( alami dan buatan
3.6.4 Mengelompokkan jenis zat aditif
( alami dan buatan ) dalam
makanan dan minuman )
3.6.5 Mengidentifikasi zat aditif (alami
dan buatan ) dalam makanan dan
minuman
3.6.6 Mendeskripsikan pengaruh zat
aditif bagi kesehatan
3.6.7 Menjelaskan jenis zat adiktif dan
cara kerja zat adiktif dalam tubuh
3.6.8 Mendeskripsikan pengaruh zat
adiktif terhadap kesehatan
3.6.9 Menjelaskan beberapa upaya untuk
menjaga diri dari bahaya
NAPZA.9Menjelaskan beberapa
upaya untuk menjbahaya NAPZA
4.6.1. Melakukan pengamatan zat
pengawet pada makanan (uji
kandungan boraks dalam makanan)
serta dampaknya bagi kesehatan
4.6.2. Membuat laporan hasil pengamatan
zat pengawet pada makanan (uji
kandungan boraks dalam makanan)
serta dampaknya bagi kesehatan
4.6.3 Melakukan studi literasi tentang
dampak penyalahgunaan zat adiktif
bagi kesehatan
4.6.4 Membuat poster tentang dampak
penyalahgunaan zat adiktif bagi
kesehatan
INDIKATOR PENCA
iv
[Type text]
PAIAN KOMPETENSI
PETA KONSEP
v
[Type text]
ZAT ADITIF
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui kegiatan literasi buku dan modul, peserta didik dapat menjelaskan definisi
zat aditif secara tepat
2. Melalui LKPD 1 dan kegiatan observasi kemasan produk makanan dan minuman ,
peserta didik dapat mengidentifikasi komposisi makanan dan minuman pada
kemasan makanan
3. Melalui LKPD 1 dan kegiatan observasi kemasan produk makanan dan minuman,
peserta didik dapat menyebutkan jenis-jenis zat adiktif dengan benar
4. Melalui diskusi kelompok dan literasi mendalam, peserta didik dapat memberi
contoh zat aditif alami dan buatan dengan tepat
Pengembangan karakter: Jujur, kerja sama, dan tanggung jawab
5. Melalui kegiatan pada LKPD 2, peserta didik dapat menjelaskan dampak negatif
bahan kimia yang disalahgunakan sebagai zat aditif pada makanan dan minuman
dengan benar.
1
[Type text]
Ketika pulang sekolah, apakah kamu sering bertemu dengan penjual
makanan dan minuman? Bagaimana pendapatmu tentang tampilan dan rasa
makanan dan minuman tersebut ?. makanan yang baik dapat ditinjau dari cara
mendapatkannya, kandungan gizi, dan dampaknya terhadap tubuh. Makanan
dan minuman yang salah, nanti juga akan berdampak buruk bagi tubuh kita.
Begitu juga makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya, misalnya
zat tambahan seperti pwarna, perasa dan pemanis buatan tertentu , bila dimakan
secara berlebihan dapat berdampak buruk pada tubuh kita.
Ketika memilih makanan, sesorang akan mudah tertarik karena rasanya
yang enak, warna yang menarik, aroma yang mengggah selera atau kemasannya
yang menawan. Agar memenuhi tujuan tersebut, pembuat makanan
menambahkan zat-zat tertentu . zat-zat tersebut disebut zat aditif. Penambahan
zat-zat tertentu kedalam makanan dan minuman ada yang menguntungkan,
tetapi ada juga yang merugikan/membahayakan. Oleh sebab itu kita memilih
makanan dan minuman harus memerhatikan zat tambahan yang terkandung
didalamnya.
Selain zat pewarna , pemanis, dan penyedap khususnya dalam makanan
dan minuman, ada pula zat-zat dalam makanan dan minuman yang harus
dihindari, misalnya alkohol. Zat-zat yang dapat menyebabkan orang menjadi
ketagihan disebut Zat Adiktif.
A. ZAT ADITIF Apakah kamu menyukai makanan berwarna
mencolok? Apakah zat warna pada makanan tersebut
Gambar 1. Permen dan diperlukan oleh tubuh? Sebenarnya, bahan yang
donat warna warni ditambahkan ke dalam makanan bertujuan untuk
Sumber: buku IPA Unes meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan, dan
kemenarikan makanan. Selain itu, ada pula bahan yang
ditambahkan pada makanan sebagai pewarna, pemutih,
pengatur keasaman, penambah zat gizi dan anti
penggumpal. Bahan tambahan pada makanan tersebut
dinamakan, zat aditif. Zat aditif yang umum digunakan
masyarakat, antara lain garam dapur, rempah-rempah,
asam cuka, dan lain-lain
2
[Type text]
1. Bahan Pewarna
Pernahkah kamu membeli kue atau
minuman dengan warna mencolok? Terbuat
dari apakah warna tersebut? Apakah zat
warna yang digunakan pada makanan
tersebut berasal dari tumbuhan? Perhatikan Gambar 2. Gambar 3.
kedua gambar di samping. Gambar 2. Pewarna alami Pewarna buatan
Sumber: buku IPA
menunjukkan sayur sayuran yang berwarna- Sumber: buku IPA
Unes Unes
warni. Warna yang diperoleh dari sayuran adalah pewarna alami. Gambar 3.
menunjukkan pewarna buatan atau sintetis. Pewarna makanan sintetis dibuat dari
berbagai macam bahan.
a. Pewarna Alami
Pewarna alami adalah pewarna yang dapat
diperoleh dari alam, misalnya dari tumbuhan dan
hewan. Banyak sekali bahan-bahan di sekitarmu yang
dapat dipakai sebagai pewarna alami. Daun suji dan daun
pandan dipakai sebagai pewarna hijau pada makanan.
Selain memberi warna hijau, daun pandan juga memberi
aroma harum pada makanan. Kakao sering digunakan Gambar 4. Contoh bahan
untuk memberikan warna cokelat pada makanan. pewarna alami
Sumber:
Pewarna alami mempunyai keunggulan, yaitu http://www.hannymeilanni.blogspot
.com
umumnya lebih sehat untuk dikonsumsi daripada pewarna buatan. Namun, pewarna
makanan alami memiliki beberapa kelemahan, yaitu cenderung memberikan rasa dan
aroma khas yang tidak diinginkan, warnanya mudah rusak karena pemanasan,
warnanya kurang kuat (pucat), dan macam warnanya terbatas.
Tabel 1. Contoh pewarna alami
No Warna yang Diinginkan Contoh Sumber
1 Biru Buah murbei, anggur
2 Kuning
3 Orange Kunyit
4 Hijau Wortel
5 Cokelat Daun suji
6 Merah Kakao, karamel
Buah naga
3
[Type text]
b. Pewarna Buatan
Saat ini, sebagian besar orang lebih senang menggunakan pewarna
buatan untuk membuat aneka makanan yang berwarna. Bahan pewarna buatan
dipilih karena memiliki beberapa keunggulan dibanding pewarna alami, yaitu
harganya murah, praktis dalam penggunaan, warnanya lebih kuat, macam
warnanya lebih banyak, dan warnanya tidak rusak karena pemanasan.
Penggunaan bahan pewarna buatan untuk makanan harus melalui pengujian
yang ketat untuk kesehatan konsumen. Pewarna yang telah melalui pengujian
keamanan dan yang diijinkan pemakaiannya untuk makanan dinamakan
permitted colour atau certified colour. Penggunaan pewarna buatan secara aman
sudah begitu luas digunakan masyarakat sebagai bahan pewarna dalam produk
makanan. Namun, di masyarakat masih sering ditemukan penggunaan bahan
pewarna buatan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Pewarna buatan (sintetis) adalah zat warna yang mengandung bahan
kimia yang biasanya digunakan di dalam makanan untuk mewarnai makanan.
Tabel 2. Pewarna yang diijinkan dan Pewarna yang tidak diijinkan
Pewarna yang Pewarna yang tidak diijinkan
diijinkan
Biru berlian Auramine Fast Yellow AB Orange G
Cokelat HT Orange RN Black 7984 Magenta
Eritrosin Metanil Yellow Ponceau SX Chrysoine
Hijau FCF Oil Chocolate Yellow AB Sudan 1
Brown FB
Hijau S Alkanet Guinea Green B Orange GGN
Indigotin Orchil and Burn Umber Violet 6 B
Orcein
Karmoisin Oil Orange SS Ponceau 6R Citrus Red No. 2
Kuning FCF Fast Red E
Kuning Butter Yellow Oil Yellow OB
Kuinolin
Ponceau 3 R Indanthrene
Merah Alura Blue
RS
Chrysoidine
Tahukah Kamu???
Zat pewarna yang sudah dilarang penggunaannya adalah rhodamin-B
(merah), methanil yellow (kuning) dan amarant (merah). Kadangkala
terdapat makanan dan minuman yang menggunakan pewarna yang
dilarang, namun tidak menyantumkan jenis pewarnanya. Adapun yang
menggunakan zat pewarna namun hanya menyantumkan kode
4
pewarna, maka kita harus lebih berhati-hati.
[Type text]
2. Bahan Pemanis
Pemanis dipakai untuk menambah rasa manis yang lebih kuat pada bahan
makanan. Pemanis alami yang umum dipakai adalah gula pasir, gula kelapa, gula
aren, gula lontar, dan bit. Senyawa yang membuat rasa manis pada gula tersebut
adalah sukrosa. Selain pemanis alami, ada juga beberapa pemanis buatan yang
dapat menjadi alternatif untuk menambah rasa pada makanan. Pemanis buatan
ini antara lain aspartam, sakarin, asesulfam kalium, dan siklamat.
a. Pemanis Alami
Pemanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang diperoleh dari
bahan-bahan nabati maupun hewani. Pemanis alami yang umum dipakai adalah
gula pasir, gula aren, madu dan kayu manis. Senyawa yang membuat rasa manis
pada gula tersebut adalah sukrosa.
Zat pemanis alami berfungsi juga sebagai sumber energi. Jika kita
mengonsumsi pemanis alami secara berlebihan, kita akan mengalami risiko
kegemukan. Orang-orang yang sudah gemuk badannya sebaiknya menghindari
makanan atau minuman yang mengandung pemanis alami yang berkalori tinggi
b. Pemanis Buatan Tahukah kamu ???
Pemanis buatan adalah senyawa hasil Pada kasus penderita kencing
sintetis laboratorium yang merupakan bahan manis (Diabetes Melitus),
tambahan makanan yang dapat menyebabkan penderita disarankan mengurangi
rasa manis pada makanan. Pemanis buatan tidak konsumsi gula. Untuk keperluan
atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. tersebut digunakan bahan
Sebagaimana pemanas alami, pemanis buatan pemanis pengganti gula, yaitu
juga mudah larut dalam air. bahan yang memberikan rasa
manis seperti gula tetapi rendah
Pemanis buatan tidak dapat dicerna oleh kalori. Bahan-bahan pengganti
tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai gula yang banyak beredar di
sumber energi. Oleh karena itu, orang-orang pasaran antara lain sakorit, equal,
yang memiliki penyakit kencing manis (diabetes dan nutrasweet
melitus) biasanya mengonsumsi pemanis sintetik
sebagai pengganti pemanis alami. Walaupun
pemanis buatan memiliki kelebihan
dibandingkan pemanis alami, kita perlu
menghindari konsumsi yang berlebihan karena
dapat memberikan efek samping bagi kesehatan.
5
[Type text]
Contoh efek samping penggunaan pemanis buatan yang berlebihan adalah sebagai
berikut. Peringatan
Sakarin
Penggunaan bahan pemanis
Sakarin mempunyai tingkat kemanisan 300 kali lebih sintetik pada makanan dan
manis daripada gula.Penggunaan sakarin yang berlebihan minuman secara berlebihan
selain akan menyebabkan rasa makanan terasa pahit juga dapat menyebabkan
merangsang terjadinya tumor pada bagian kandung gangguan pada tubuh,
kemih. misalnya kanker kantung
Siklamat kemih disebabkan oleh
Siklamat mempunyai 30 kali tingkat kemanisan dari siklamat, sedang sakarin
gula.Penggunaan garam-garam siklamat pada proses dapat menyebabkan tumor
metabolisme dalam tubuh dapat menghasilkan senyawa kantong kemih.
sikloheksamina yang bersifat karsinogenik (senyawa yang
dapat menimbulkan penyakit kanker). Garam siklamat juga
dapat memberikan efek samping berupa gangguan pada sistem pencernaan terutama
pada pembentukan zat dalam sel.
Aspartam
Aspartam mempunyai tingkat kemanisan 200 kali lebih manis dari gula. Penggunaan
aspartam berlebihdapat menyebabkan tumor pada otak, dan epilepsi.
Asesulfam, sama dengan aspartam 200 kali lebih manis dari gula.
3. Bahan Penyedap
Penyedap rasa adalah bahan tambahan makanan yang digunakan untuk menguatkan
rasa. Penggunaan penyedap bertujuan untuk:
meningkatkan cita rasa makanan;
menambah rasa lezat dan aroma yang lezat pada makanan;
mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin hilang waktu pengolahan;
memberikan cita rasa tertentu pada makanan yang tidak mempunyainya.
6
[Type text]
a. Penyedap Alami
Di Indonesia terdapat begitu banyak ragam
rempah-rempah yang dipakai untuk meningkatkan cita
rasa makanan. Jika rempah-rempah dicampur dengan
makanan saat diolah, dapat menimbulkan cita rasa
tertentu pada makanan. Penyedap alami tersebut, antara
lain : bawang putih, jahe, lengkuas, daun salam, daun Gambar 5 Bahan Penyedap Alami
sereh, cengkeh, pala, laos, kunyit, merica, ketumbar, kayu
manis, garam dapur, terasi (udang dan teri ) Sumber :https://encrypted-
tbn0.gstatic.com
b. Penyedap Buatan
Penyedap buatan yang penggunaannya meluas dalam berbagai jenis masakan,
yaitu penyedap rasa monosodium glutamat (MSG) atau vetsin. Zat ini tidak berasa,
tetapi jika sudah ditambahkan pada makanan maka akan menghasilkan rasa yang
sedap. Penggunaan MSG yang berlebihan telah
menyebabkan “Chinese restaurant syndrome” yaitu suatu
gangguan kesehatan di mana kepala terasa pusing,
berdenyut, wajah berkeringat, sesak dada bagian bawah
dan kesemutan pada punggung leher. Namun kecurigaan
itu belum dapat dibuktikan dan masih diperdebatkan. Jika Gambar 6 Berbagai produk
kita mengkonsumsi sesuatu dengan berlebihan yang mengandung MSG
Sumber :https://bikinngiler.files.
berlebihan itu tidak baik, maka sebaiknya hindari wordpress.com/2011/05/gamb
konsumsi MSG terlalu banyak. Zat penyedap MSG dapat ar7.jpg
mengganggu kinerja sistem saraf otak. Pemakaian MSG dalam dosis tinggi akan
menimbulkan gangguan lambung, mual-mual, gangguan tidur, reaksi alergi, hipertensi,
diabetes, kanker, asma, penurunan kecerdasan (mengganggu jaringan otak) dan
kelumpuhan, bahkan bisa mengakibatkan serangan epilepsi. Zat Penyedap rasa buatan
lainnya yaitu asam cuka, benzaldehida, amil asetat, guanosin monofosfat (GMP), ionosin
monofosfat (IMP).
Selain zat penyedap rasa, ada juga zat penyedap atau penambah aroma. Zat ini
digunakan untuk memberikan aroma buah-buahan pada makanan. Berikut zat-zat
penambah aroma pada makanan:
7
[Type text]
Etil butirat : rasa buah nanas
Amil valerat : rasa buah apel
Oktil asetat : rasa buah jeruk Adapun batasan pemakaian MSG
Amil asetat : rasa buah pisang untuk manusia adalah sekitar 0
Butil asetat : rasa buah murbei sampai dengan 120 mg untuk
Isobutil propionate : rasa buah rum tiap kilogram berat badan orang
Benzaldehida : rasa buah lobi-lobi yang memakannya. Misal
seseorang dengan berat badan 50
4. Bahan Pengawet kg, maka ukuran normal atau
batas wajar konsumsi penyedap
Ada sejumlah cara menjaga agar makanan dan rasa MSG yang disarankan jangan
minuman tetap layak untuk dimakan atau lebih dari 6 gr setiap hari, kalau
diminum walaupun sudah tersimpan lama. Salah di ukur dalam ukuran sendok teh,
satu upaya tersebut adalah dengan cara maka jumlahnya kurang lebih 2
menambahkan zat aditif kelompok pengawet sendok teh. Ini perumpamaan
(zat pengawet) ke dalam makanan dan untuk orang dewasa, oleh karena
minuman. Zat pengawet adalah zat-zat yang itu bayi dengan umur di bawah 3
bulan tidak boleh menggunakan
penyedap rasa MSG pada
makanannya.
sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan
minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar, bau dan rasanya tidak
berubah, atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena
bakteri/ jamur. Karena penambahan zat aditif, berbagai makanan dan minuman masih
dapat dikonsumsi sampai jangka waktu tertentu, mungkin seminggu, sebulan,
setahun,atau bahkan beberapa tahun. Dalam makanan atau minuman yang dikemas dan
dijual di toko-toko atau supermarket biasanya tercantum tanggal kadaluarsanya,
tanggal yang menunjukkan sampai kapan makanan atau minuman tersebut masih dapat
dikonsumsi tanpa membahayakan kesehatan.
a. Pengawet Alami
Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah garam, cuka, dan gula.
Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu berada
dalam kondisi baik. Metode pengawetan menggunakan garam dapur (NaCl) telah
dilakukan masyarakat luas selama bertahun-tahun. Larutan garam yang masuk ke
dalam jaringan diyakini mampu menghambat pertumbuhan aktivitas bakteri penyebab
busuk, sehingga makanan tersebut jadi lebih awet. Pengawetan dengan garam ini
8
[Type text]
memungkinkan daya simpan yang lebih lama dibanding dengan produk segarnya yang
hanya bisa bertahan beberapa hari atau jam saja. Contoh ikan yang hanya tahan
beberapa hari, bila diasinkan dapat awet selama berminggu-minggu. Tentu saja
prosedur pengawetan ini perlu mendapat perhatian karena konsumsi garam secara
berlebihan dapat memicu penyakit darah tinggi. Selain itu, garam digunakan untuk
membuat telur asin dan ikan asin. Cuka digunakan agar sayuran dapat bertahan lama.
Gula digunakan dalam pembuatan kecap yang berfungsi sebagai bahan pengawet.
b. Pengawet buatan
Bahan pengawet buatan yang paling sering dipakai adalah asam benzoat. Asam
benzoat berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri. Penggunaan
asam benzoat dengan kadar lebih dari 250 ppm dapat memberikan efek samping
berupa alergi. Adapun pada konsentrasi tinggi dapat mengakibatkan iritasi pada
lambung dan saluran pencernaan. Bahan lainnya adalah natrium benzoat, natrium
nitrat, dan asam sitrat. Bahan pengawet untuk buah-buahan dalam kaleng, biasanya
digunakan gula atau garam yang dibuat dalam bentuk manisan asinan. Asam propionat
dapat digunakan untuk mencegah tumbuhnya kapang pada roti dan kue kering. Asam
sorbat digunakan untuk mencegah tumbuhnya kapang pada keju. Bahan pengawet
bersifat karsinogen, untuk itu batasan penggunaan bahan pengawet sebaiknya sesuai
dengan Peraturan Menteri Kesesehatan No. 722/ menkes/per/IX/88 terdapat pada
Tabel 3.
Tabel 3. Batasan penggunaan bahan pengawet
Nama bahan pengawet Batasan Permenkes per kg
makanan
Asam Benzoat
Asam Sorbat 600 mg – 1000 mg
Asam Propionat 500 mg – 3000 mg
Natrium Nitrit
Natrium Nitrat 2g–3g
50 mg – 125 mg
50 mg – 500 mg
5. Pemberi Aroma
Pemberi aroma adalah zat yang memberikan aroma tertentu pada
makanan atau minuman. Penambahan zat pemberi aroma dapat menyebabkan
makanan dan minuman memiliki daya tarik tersendiri untuk dinikmati.
9
[Type text]
a. Pemberi Aroma Alami
Zat berasal dari bahan segar atau ekstrak dari bahan alami,
diantaranya adalah ekstra buah nanas, ekstrak buah anggur, minyak
atsiri, vanili, dan murbei.
b. Pemberi Aroma Buatan
Pemberi aroma buatan merupakan senyawa sintetis atau disebut
essen, misalnya amil kaproat (aroma apel), amil asetat (aroma pisang
ambon), etil butirat (aroma nanas), vanilin (aroma vanilin), dan metil
antranilat (aroma buah anggur).
6. Pengental
Pengental adalah bahan tambahan yang digunakan untuk
menstabilkan, memekatkan atau menggentalkan makanan yang dicampurkan
dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu.
a. Pengental Alami
Contohnya putih dan kuning telur, gelatin, tepung kanji, gum, agar-
agar dan alginat.
b. Pengental Buatan
Contohnya XANTHAN GUM, CMC-Na, carragenan, dan konjac Gum,
Bahaya pengental buatan antara lain :
Menyebabkan kanker
Kerusakan ginjal
Iritasi pada kulit
Kerusakan lambung
Efek perubahan pada kromosom
7. Pengemulsi
Pengemulsi adalah zat tambahan yang dapat mempertahankan penyebaran
(dispersi)lemak dalam air dan sebaliknya.minyak dan air tidak saling
bercampur, namun bila ditambahkan sabun , kemudian diaduk keduanya
dapat bercampur.
a. Emulsi Alami
Contohnya kuning dan putih telur, gelatin, kedelai, lesitin, tepung kanji,
dan susu bubuk.
b. Emulsi Buatan
Contohnya campuran monogliserida misalnya gliseril monostearat, ester
dari asam lemak sorbitan, SPANS, laktopalmiat, dan CMC (carboxyl
methyl cellulosa)
10
[Type text]
BAHAN KIMIA BERBAHAYA YANG DISALAHGUNAKAN
Selain pengawet yang aman untuk dikonsumsi, juga terdapat pengawet yang
tidak boleh dipergunakan untuk mengawetkan makanan. Zat pengawet yang dimaksud,
di antaranya formalin yang biasa dipakai untuk mengawetkan benda-benda, seperti
mayat atau binatang yang sudah mati. Pemakaian pengawet formalin untuk
mengawetkan makanan, seperti bakso, ikan asin, tahu, dan makanan jenis lainnya dapat
menimbulkan risiko kesehatan.
Ciri-ciri produk pangan yang mengandung formalin antara lain, awet dan tidak
mudah busuk, tidak rusak sampai lebih dari sebulan pada suhu kamar (25 derajad
celcius), warna bersih dan putih (ikan asin dan ayam), tekstur lebih kenyal dan tidak
mudah hancur (tahu), tampak sangat berminyak (mie basah), dan tidak dihinggapi oleh
lalat bila ditaruh ditempat terbuka.
Selain formalin, ada juga pengawet yang tidak boleh dipergunakan untuk
mengawetkan makanan yaitu boraks. Pengawet ini bersifat desinfektan atau efektif
dalam menghambat pertumbuhan mikroba penyebab membusuknya makanan serta
dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga lebih kenyal. Boraks hanya boleh
dipergunakan untuk industri nonpangan, seperti dalam pembuatan gelas, industri
kertas.
Ciri-ciri makanan yang mengandung boraks memiliki tekstur lebih kenyal, tidak
lengket dan warna yang cenderung lebih pucat. Sedangkan dampak yang ditimbulkan
dari penyalahgunaan boraks antara lain Demam, Mual, Muntah, Sakit perut, Diare, Sakit
kepala, Mata merah, Merusak kesuburan, Merusak janin, Kulit memerah terutama di
telapak tangan, telapak kaki, skrotum, dan pantat dan mengelupas, Tidak sadarkan diri,
Deperesi pernapasan (kesulitan bernapas), Gagal ginjal akut, bahkan kematian.
11
[Type text]
ZAT ADIKTIF
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui kegiatan literasi buku dan modul, peserta didik dapat menjelaskan konsep
zat adiktif secara tepat
2. Melalui kegiatan kajian literature dan tanya jawab, peserta didik dapat menjelaskan
jenis-jenis zat adiktif dengan benar.
3. Melalui kegiatan pengamatan pada video penyalahgunaan zat adiktif, peserta didik
dapat mendeskripsikan pengaruh zat adiktif terhadap kesehatan dengan benar.
4. Melalui kegiatan kajian literature dan tanya jawab, peserta didik dapat menjelaskan
beberapa upaya untuk menjaga diri dari bahaya narkoba dengan benar.
12
[Type text]
B. ZAT ADIKTIF Gambar 7. Gambar kopi,
rokok dan cokelat
Adakah di antara kamu yang gemar minum kopi
atau teh? Kopi mengandung kafein, sedangkan teh Sumber: buku IPA Unes
mengandung theine yang merupakan zat adiktif. Kopi
dan teh mengandung bahan yang membuatmu
memiliki kecenderungan untuk mengulang mengkonsumsi
kembali. Zat adiktif dibedakan menjadi tiga kelompok,
yaitu :
(1)Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika,
Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika sering kamu jumpai dalam kehidupan
sehari-hari, bahkan kamu juga sering mengonsumsi makanan atau minuman yang
mengandung bahan tersebut. Bahan makanan atau minuman yang mengandung zat
adiktif yang kamu kenal antara lain pada kopi, teh, dan cokelat. Berikut ini adalah
bahan yang mengandung zat adiktif nonpsikotropika yang ada di sekitar kamu.
a. KAFEIN DALAM TEH
Kamu tentu sudah sering mengonsumsi teh. Tahukah kamu teh termasuk ke dalam
kelompok bahan yang mengandung zat adiktif karena mengandung theine dan
kafein. Itulah sebabnya sebagian dari kamu menjadi terbiasa mengonsumsi teh
setiap hari. Teh aman dan baik untuk dikonsumsi dalam jumlah tidak berlebihan.
Teh juga mengandung kafein, teofilin, dan teobromin dalam jumlah sedikit.
b. KAFEIN DALAM KOPI
Kopi adalah minuman yang terbuat dari biji kopi yang telah disangrai dan
dihancurkan menjadi bubuk kopi. Kopi memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi
dari teh. Umumnya kopi dikonsumsi orang dengan tujuan agar mereka tidak
mengantuk. Kopi dapat membuat orang tidak mengantuk karena kafein dalam kopi
dapat meningkatkan respons kewaspadaan pada otak. Meskipun bahan adiktif
dalam kopi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan, tetapi kopi
memiliki manfaat pada beberapa terapi kesehatan. Kopi dapat mencegah penyakit
13
[Type text]
Parkinson, kanker usus, kanker lambung, dan kanker paru-paru. Dalam beberapa
kejadian, kopi dapat menjadi obat untuk sakit kepala, tekanan darah rendah, dan
obesitas.
c. NIKOTIN DALAM ROKOK
Rokok dibuat dari daun tembakau melalui proses tertentu dan telah dicampur
dengan bunga cengkeh serta berbagai macam bahan aroma. Rokok mengandung
nikotin dan tar. Nikotin dapat menyebabkan orang menjadi berkeinginan untuk
mengulang dan terus menerus merokok. Merokok dapat menyebabkan dampak
yang merugikan bagi organ-organ tubuh, baik organ luar maupun organ dalam.
Pengaruh pada organ luar dapat berupa perubahan warna gigi dan kulit, sedangkan
pengaruh pada organ dalam dapat memicu kanker paru-paru.
(2)Zat adiktif narkotika
Narkotika merupakan zat adiktif yang sangat berbahaya
dan penggunaannya dilarang di seluruh dunia. Menurut Undang-
Undang yang berlaku, pengertian narkotika adalah zat atau obat
yang berasal dari tanaman atau bukan
tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis
Gambar 9. yang dapat menyebabkan penurunan atau
Tanaman Kokain
Sumber: buku IPA
Unes perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi Gambar 10.
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan Daun Ganja
ketergantungan. Narkotika dapat dibedakan ke dalam golongan- Sumber: buku IPA
Unes
golongan tertentu. Tahukah kamu contoh-contoh narkotika? Bahan-bahan yang
termasuk narkotika ada banyak. Bahan-bahan ini, misalnya opium, kokain,ganja, heroin,
dan amphetamin. Menyimpan bahan-bahan ini adalah suatu bentuk pelanggaranhukum
apalagi menggunakannya. Sanksi kurungan penjara dapat menjadi ancamannya.
Narkotika terdiri dari 3 golongan:
1. Golongan I:
Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat
tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Opium, Kokain, dan Ganja.
14
[Type text]
2. Golongan II:
Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan
dapat digunakan dalam terapi atau untuk tujuan pengembangan ilmu
pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
Contoh: Morfin, Petidin, Candu.
3. Golongan III:
Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau
tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan
mengakibatkan ketergantungan. Contoh: Codein
(3) Zat adiktif psikotropika.
Kelompok zat adiktif ketiga adalah psikotropika.
Psikotropika merupakan zat atau obat baik alamiah maupun
sintetis yang bukan merupakan narkotika, yang berkhasiat
psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf pusat yang
Gambar 10. menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku
Psikotropika seseorang. Zat psikotropika dapat menurunkan aktivitas otak atau
merangsang susunan saraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai
halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, dan perubahan alam perasaan. Penggunaan
psikotropika juga dapat menyebabkan ketergantungan serta berefek merangsang
pemakainya. Pemakaian zat psikotropika yang berlebihan dapat menyebabkan
kematian. Contoh psikotropika, antara lain ekstasi, sabu-sabu, diazepam, dan LSD. Coba
carilah informasi melalui media tentang pengelompokan bahan-bahan psikotropika.
Psikotropika terdiri dari 4 golongan:
1. Golongan I:
Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan
tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan
sindroma ketergantungan. Contoh: Ekstasi, LSD.
2. Golongan II:
Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi
atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Amphetamine.
15
[Type text]
3. Golongan III:
Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi
atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital, Mogadon.
4. Golongan IV :
Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam
terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan
mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh: Diazepam, Nitrazepam, Pil
Koplo, Penenang (sedatif), Obat tidur.
Info Tokoh
Al-Zahrawi
Berdasarkan pada pengaruhnya terhadap tubuh, zat adiktif dikelompokkan
menjadi:
1. Stimulan
Stimulan adalah golongan obat yang dapat membuat orang lebih aktif, lebih kuat
bekerja, menghilangkan kantuk, menggugah semangat, dan memberikan perasaan
tersedianya tenaga tanpa batas. Contoh: amphetamine (shabu, ekstasi), kokain,
kafein.
2. Sedatif/hipnotika atau Depresan
Depresan adalah jenis obat penenang, yaitu obat yang
dapat menurunkan ketegangan saraf manusia. Biasanya
digunakan pada pengobatan penyakit kejiwaan. Obat ini
bahkan membuat pemakainya tertidur dan tak sadarkan
diri. Contohnya: opioda (morfin, heroin, codein), sedative Gambar 8. Pil Sedativa
(penenang), hipnotik (obat tidur). Beberapa macam obat
Sumber:
dalam dunia kedokteran, seperti pil BK dan magadon http ://klinikuniue.blogspot.co
m
digunakan sebagai zat penenang (sedativa-hipnotika). Pemakaian sedativa-
16
[Type text]
hipnotika dalam dosis kecil dapat menenangkan, sedangkan dalam dosis besar
dapat membuat orang yang memakannya tertidur.
3. Halusinogen
Halusinogen adalah jenis obat yang menimbulkan halusinasi pada pemakainya.
Orang yang terkena halusinasi akan merasa ringan seolah-olah melayang dan
diikuti oleh perasaan yang penuh kenikmatan. Halusinogen bersifat merubah
perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga
seluruh persaan dapat terganggu. Pengguna zat ini akan mendengaratau melihat
sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Misalnya Kanabis ( ganja ), LSA (Lysergic acid
amide) dan LSD(Lysergic acid diethylamide). Penggunaan LSA dan LSD jugadilarang
oleh hukum, oleh karena itu hindarilah zat-zat ini.
DAMPAK NEGATIF ZAT ADIKTIF
Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan masalah yang berhubungan
dengan kesehatan (jasmani dan rohani), perilaku, keluarga, pekerjaan, uang, dan
hukum. Pecandu narkoba lebih sering sakit daripada orang lain, karena umumnya
kurang gizi. Penyakit yang umum dialami adalah radang terutama pada kulit, alat
pernapasan, atau saluran kemih.
Penyalahgunaan narkoba juga sering kali
menyebabkan masalah kejiwaan, misalnya daya Berfikir Kritis
ingat lemah, kepribadian terganggu, sukar
bergaul, mudah marah, gelisah, dan menjauh Rokok mengandung nikotin (1 - 4%
dari lingkungan sosial. Permasalahan kesehatan berat dalam daun tembakau) dan
dan kejiwaan tersebut juga akan mempengaruhi dalam satu batang rokok terdapat
keluarga, misalnya sering bertengkar, ekonomi 1,1 mg nikotin. Sebagian besar
terganggu, semangat kerja menurun, dan nikotin terbakar pada saat orang
sebagainya. Masalah-masalah lain juga dialami merokok, tetapi 1/4 sampai 1/3
masyarakat luas termasuk negara, misalnya nikotin masuk ke dalam paru-paru.
adanya berbagai tindak kriminal yang Berarti pada saat orang merokok,
meresahkan masyarakat. Ditinjau dari jenis setiap batangnya sekitar 0,25 mg
nikotin masuk ke dalam paru-
parunya. Hitunglah berapa mg
nikotin menumpuk di dalam paru-
parunya selama setahun,
bila orang tadi setiap hari
menghisap rokok sebanyak tiga
batang?
17
[Type text]
narkoba yang digunakan serta pengaruhnya terhadap kesehatan dan kejiwaan; narkoba
digolongkan menjadi:
Golongan Opium, pada pemakaian yang terlalu banyak menyebabkan pingsan,
atau bahkan mati. Jika pecandu menghentikan pemakaian opium akan menderita
penyakit penghentian, dengan tanda-tanda seperti kejang, muntah, diare,
berkeringat dan sukar tidur.
Obat Penenang (termasuk alkohol), menyebabkan kerusakan hati dan lambung,
otot dan syaraf, daya ingat hilang, gemetar, ketakutan yang berlebihan, dan
terkadang kejang.
Obat Perangsang, mengakibatkan gangguan jiwa seperti perasaan tertekan,
ketakutan yang berlebihan, dan rasa curiga.
Kanabis dan Obat halusinogen, menunjukkaan gangguan jiwa seperti acuh tak
acuh, kebingungan, dan tertekan.
Tembakau (mengandung nikotin), menyebabkan gangguan kerongkongan dan
paru-paru (kanker), jantung (tekanan darah tinggi), gangguan pada janin dan
kemandulan.
CIRI CIRI PECANDU NAPZA
NAPZA tergolong zat psikoaktif yaitu zat yang terutama berpengaruh pada otak
sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, pikiran, persepsi, dan
kesadaran. Kelompok zat ini juga dapat menimbulkan ketagihan atau kecanduan
(adiksi) dan ketergantungan bagi pemakainya. Yang dimaksud ketagihan (adiksi)
adalah gejala untuk meminta terus-menerus untuk memakai atau menggunakan
karena merasa sangat membutuhkan. Seseorang yang ketagihan ditunjukkan
adanya gejala fisik dan mental, dimana tubuh akan mengadakan reaksi yang
menyakitkan di antaranya sembelit, muntah-muntah, kejang-kejang, dan badan
menggigil pada saat tidak memakai atau menghentikan penggunaan zat psikoaktif.
Pada keadaan yang parah ada yang menjerit-jerit histeris, menggigit jari, dan
berperilaku seperti orang gila. Keadaan ini dikenal dengan istilah sakau. Pengguna
napza akan merasa kesulitan mengendalikan perilaku serta ingin mengkonsumsi
18
[Type text]
dosis yang lebih besar, sampai dosis keracunan, dan bahkan sampai over dosis
(melebihi takaran dosis) yang dapat menyebabkan kematian.
Bagi masyarakat awam, tidak mudah mengenali pecandu narkoba, karena umumnya
mereka menyembunyikannya. Ciri-ciri umum pecandu narkoba adalah:
a. Kesehatan dan Emosi
1) Sering menguap padahal tidak mengantuk
2) Batuk dan pilek berkepanjangan
3) Sering pusing, otot kaku, suhu tubuh tidak normal (demam)
4) Diare, perut melilit
5) Mata sering berair dan merah
6) Sesak napas
7) Takut air
8) Mudah tersinggung
9) Mulut berbau
10) Agresif, yang ditandai dengan sering berkelahi, mabuk
11) Senang mendengarkan musik keras-keras
12) Emosi tidak stabil
b. Perubahan Sikap Pribadi
1) Sering menyendiri, menghindar dari pergaulan
2) Menunjukkan sikap acuh
3) Suka ingkar janji
4) Malas mengurus diri
5) Banyak menghabiskan waktu di kamar mandi
6) Jika ditanya sikapnya defensif dan penuh kebencian
7) Mudah bertindak dan bersikap kasar kepada orang lain
8) Sering berbohong
9) Terlibat tindak kejahatan (mencuri, mencopet, dan lain-lain)
CARA PENYEMBUHAN DAN PENCEGAHAN
Masalah penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang kompleks,
yang tidak mudah penanganannya. Banyak korban penyalahgunaan narkoba
19
[Type text]
disebabkan oleh keluarga yang kurang harmonis, oleh karena itu pengobatan dan
rehabilitasi korban narkoba harus ditekankan pada pembinaan keluarganya. Banyak
dijumpai kasus apabila terdapat anggota keluarga menjadi korban narkoba, justru
dikucilkan dari keluarga. Hal ini tidak akan dapat menyembuhkan, tetapi sebaliknya.
Dalam hal semacam ini hendaknya keluarga menarik simpatinya dan memberikan
pengertian bahwa penggunaan narkoba akan berakibat buruk pada pemakainya.
Bila akan dilakukan penyembuhan ke rumah sakit atau pusat rehabilitasi, anggota
keluarganya harus memberikan pengertian kepada korban, sehingga korban secara
sadar memerlukan pengobatan dan rehabilitasi. Hal ini penting agar setelah
sembuh korban tidak terjerumus lagi pada penyalahgunaan narkoba.
Apabila korban adalah siswa sekolah, maka pihak sekolah (kepala sekolah dan guru)
harus bertindak bijaksana. Pihak sekolah hendaknya tidak serta merta
mengeluarkan siswanya yang terlibat narkoba. Hendaknya diteliti dahulu
penyebabnya, kenapa siswa terlibat narkoba dan segera memberikan informasi
serta berkonsultasi dengan pihak keluarga, sehingga ditemukan jalan pemecahan
yang bijaksana. Korban narkoba harus diperlakukan sebagai orang sakit yang harus
mendapatkan pertolongan dan bukan penjahat yang harus mendapat hukuman
berat.
Upaya pencegahan penyalahgunaan zat adiktif
1. Mengenal dan menilai diri sendiri
2. Meningkatkan harga diri
3. Tindakan preventif yang lain dapat dilakukan di antaranya:
4. Banyak memberikan penyuluhan kepada generasi muda khususnya akan
bahaya zat-zat psikotropika tersebut.
5. Banyak melibatkan generasi muda dalam kegiatan karang taruna, pramuka,
dan kegiatan lain yang bermanfaat.
6. Pengawasan orang tua di rumah dan pengawasan guru di sekolah perlu
ditingkatkan.
7. Meningkatkan hubungan keharmonisan rumah tangga.
8. Memperbanyak kegiatan yang bermanfaat dan positif.
9. Meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
20
[Type text]
AYO PIKIRKAN
Bacalah cuplikan berita dari salah satu situs di internet berikut!
indosiar.com, Banjarmasin-Sindikat pengedar narkoba di Banjarmasin,
Kalimantan Selatan, berhasil disergap petugas kepolisian. Seorang
bandar narkoba bernama Robi, ditangkap di rumahnya di Komplek
Manunggal Jaya, berikut barang bukti 5 gram sabu-sabu. Penangkapan
terhadap Robi warga Komplek Manunggal Jaya, Banjarmasin, ini
dilakukan petugas Unit Narkoba Poltabes Banjarmasin, setelah
menerima informasi dari masyarakat tentang transaksi narkoba yang
dilakukan tersangka dengan bandar lainnya. Mengetahui kedatangan
petugas, tersangka sempat mengelak dan membantah bahwa ia
pengedar narkoba. Namun setelah dilakukan penggeledahan petugas
menemukan dua paket sabu-sabu seberat 5 gram. Robi yang berprofesi
sebagai tukang servis elektronik ini kemudian digelandang ke kantor
polisi. Dari keterangan tersangka, petugas kepolisian dipimpin
Wakasat Reskrim AKP Himawan, keesokan harinya melakukan
pengembangan dengan mendatangi sebuah rumah yang berlokasi di
Jalan Raga Buana, Komplek Herlina, Kayu Tangi, Banjarmasin. (Albert
Roni/Sup)
Analisislah mengapa orang yang mengedarkan narkoba tersebut harus
ditangkap? Apa sebenarnya kerugian penggunaan narkoba sehingga
pelaku pengedarnya harus diamankan oleh pihak yang berwenang?
21
[Type text]
RANGKUMAN
1. Zat aditif adalah zat yang ditambahakan pada makanan dan minuman untuk
meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan dan kemenarikan pada makanan dan
minuman
2. Zat aditif ada yang bersifat alami dan buatan. Zat aditif dapat berupa bahan
pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi aroma, pengental dan
pengemulsi.
3. Contoh pewarna alami misalnya pewarna dari kunyit, daun suji dan pandan,
sedangkan pewarna buatan misalnya tartrazine
4. Contoh bahan pemanis alami misalnya gula, sedangkan pemanis buatan misalnya
aspartam, siklamat dan sakarin
5. Contoh penyedap alami misalnya bunga cengkeh, serai, kayu manis, garam,
bawang putih, sedangkan penyedap buatan misalnya monosodium glutamat
(MSG)
6. Pengawetan dapat dilakukan secara fisik, misalnya melelui pemanasan atau
penyinaran, dan secara kimia misalnya dengan pemberian natrium benzoat
maupun garam
7. Penggunaan bahan aditif buatan harus menggunakan bahan yang diijinkan oleh
pemerintah dan tidak melebihi jumlah maksimal yang diizinkan
8. Zat adiktif merupakan bahan makanan atau minuman yang dapat menimbulkan
kecanduan pada penggunanya. Zat adiktif dibedakan menjadi narkotika,
psikotropika dan zat psiko- aktif lainnya
9. Contoh narkotika adalah heroin, kokain dan morfin
10. Contoh psikotropika adalah ekstasi, sabu-sabu, diazepam dan dan LSD
11. Contoh zat psiko-aktif lain adalah kafein, nikotin dan alkohol
12. Bahan-bahan adiktif yang termasuk kelompok narkotikatidak boleh digunakan
secara sembarangan dan secara bebas karena memiliki efek yang sangat
membahayakan bagi penggunanya
13. Beberapa macam bahan adiktif yang tergolong psikotropika masih boleh
digunakan sebagai obat, namun penggunaannya dalam pengawasan yang ketat
oleh pemerintah
14. Dampak penggunaan zat adiktif dalam jangka panjang diantaranya daya berpikir
berkurang, motivasi belajar menurun, perhatian ke lingkungan berkurang,
menyebabkan penyakit pada organ dalam, ketergantungan dan kematian
15. Upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba diantaranya yaitu mengenal dan
menilai diri sendiri, meningkatkan harga diri, terampil mengatasi masalah dan
keputusan, memilih pergaulan yang baik, dan terampil menolak tawaran narkoba
22
[Type text]
REFLEKSI
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada bab ini tentu kamu sudah
memahami banyak hal terkait zat aditif dan zat adiktif. Kamu tentu sudah
paham jenis-jenis zat aditif yang ditambahkan dalam makanan dan
minuman. Berdasarkan pemahaman yang telah kamu peroleh sudah
selayaknya kamu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan
cara memilih makanan dan minuman yang aman dan sehat.
Setelah mempelajari tentang zat adiktif kamu memahami tentang
jenisnya, cara kerjanya dan penggunaannya. Tuhan telah menganugerakan
tubuh yang sempurna pada kita, maka sudah selaknya kamu menjaga agar
tubuh tetap sehat. Salah satunya dengan tidak mengonsumsi narkoba dan
bahan-bahan yang dapat merusak tubuh. Jika kamu menghadapi masalah,
lebih baik berkonsultasi dengan orang tua, guru, teman dan berdoa
memohon petunjuk kepada Tuhan.
23
[Type text]
LATIHAN SOAL
1. Dalam kemasan minuman serbuk tercantum pewarna sintesis indigo karmin.
Minuman tersebut mempunyai warna…
A. Biru
B. Ungu
C. Merah
D. Kuning
2. Penyedap monosodium glutamate sebaiknya digunakan sesuai aturan karena
penggunaan secara berlebihan dapat mengakibatkan…
A. Ginjal gagal menyaring darah
B. Hati tidak mampu mensekresi empedu
C. Gangguan penyerapan glukosa dalam usus
D. Fungsi kerja saraf mengalami gangguan/kerusakan
3. Hasil pengolahan morfin berupa zat yang digunakan sebagai analgesic dan
antitusif. Akan tetapi zat ini mengakibatkan ketergantungan.Zat yang dimaksud
adalah…
A. Petidin
B. Kodein
C. Ekstasi
D. Heroin
4. Seorang pecandu zat adiktif menunjukkan gejala-gejala berikut.
1) Berhalusinasi
2) Wajah terlihat lelah
3) Mengeluarkan banyak keringat
4) Selalu merasa gembira
Zat adiktif yang mungkin dikonsumsi oleh pecandu tersebut adalah…
A. Mariyuana
B. Amfetamin
C. Heroin
D. Esktasi
5. Salah satu ciri fisik dan emosi orang yang mengkonsumsi kokain adalah…
A. Mata terlihat sayu dan terlihat mengantuk
B. Bersikap tenang dan apatis terhadap hal-hal di sekitar
C. Berprilaku hiperaktif, agresif, dan penuh percaya diri
D. Mengalami penyimpangan persepsi mengenai sekelilingnya
24
[Type text]
REFERENSI
Zubaidah,S, dkk. 2017. Buku siswa ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs kls
VIII/semester 1. Jakarta : Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional, balitlang,
Kemendikbud.
Zubaidah,S, dkk. 2017. Buku Guru ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs kls VIII/
semester 1. Jakarta : Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional, Balitlang,
Kmendikbud
Krisno, H. Moch. Agus, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Mulyadi, 2017, zat aditif dan adiktif, (Online), (http://www.dunia-
mulyadi.com/2016/01/ringkasan-materi-zat-aditif-dan adiktif.html#ixzz4TLMizuBE)
Ramlawati. 2017. Zat Aditif dan Adiktif serta Sifat Bahan dan Pemanfaatannya.
Jakarta:Kemendikbud.
Wasis, Sugeng Yuli Arianto. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Jilid 2 untuk SMP dan MTs
Kelas VIII. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
25