The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Koneksi Antar Materi
Mata Kuliah Filosofi Pendidikan
Relevansi Perjalanan Pendidikan Nasional

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by diahdimana, 2022-12-18 07:25:22

Refleksi dan Kesimpulan Perjalanan Pendidikan Nasional

Koneksi Antar Materi
Mata Kuliah Filosofi Pendidikan
Relevansi Perjalanan Pendidikan Nasional

Keywords: Ki Hajar Dewantara

Koneksi Antar Materi

RELEVANSI PERJALANAN

PENDIDIKAN NASIONAL

Create by:
Diah Aisiyah (220351917595 - IPA 04)

Saat duduk di bangku SMP saya memiliki

sebuah pengalaman menarik bersama guru IPA.

Beliau senantiasa mengajak siswanya

mengeksplor lingkungan sekitar untuk

menambah pemahaman tentang materi

pelajaran. Hal tersebut membuat minat belajar

saya tumbuh dan berfikir serunya bermain di

alam.

Figur lainnya yaitu guru saya saat SMA, beliau pernah

memberikan sebuah soal fisika yang sangat sulit untuk

dikerjakan. Saat itu cukup membuat saya tidak bersemangat

belajar IPA karna kebingungan dengan rumus-rumus. Namun,

saya sadar dengan terus belajar dapat menemukan jalan dari

ketidak tahuan.

Saya memiliki tujuan dan komitmen menjadi pengajar yang

profesional sehingga dapat mencetak generasi yang hebat, dan

mentransfer ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai nilai

karakter kepada peserta didik. Sepertihalnya pemikiran tentang

dasar pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara

yaitu pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yg
terdapat di diri peserta didik, supaya mereka bisa mencapai

keselamatan dan kebahagiaan.

Filosofi Pendidikan Indonesia

PERJALANAN PENDIDIKAN

NASIONAL DARI PERSPEKTIF
KI HADJAR DEWANTARA

Pendidikan pada zaman kolonial

Belanda datang ke Pulau Jawa Indonesia untuk berdagang
setelah berakhirnya kekuasaan Portugis pada abad ke-16.
Belanda menganggap bahwa agama katholik yang disebar
Portugis perlu diganti dengan agama Protestan yang
dianutnya. Berawal dari pemahaman ini, sekolah-sekolah
keagamaan didirikan. Sekolah pertama di Ambon didirikan
oleh VOC pada tahun 1607. Pembelajaran yang diberikan
yaitu membaca, menulis, dan sembahyang. Pendidikan yang
dilakukan pada zaman kolonial terpaku pada ideologi bangsa
Belanda yang bertujuan untuk menciptakan SDM Indonesia
yang siap menjadi tenaga kerja untuk Belanda
Pada tahun 1920 cita - cita baru lahir untuk perubahan
radikal dalam pendidikan dan pengajaran. Kemudian pada
tahun 1922 lahirlah taman siswa kemerdekaan dan kebebasan
kebudayaan bangasa yang dicetuskan oleh Ki Hadjar
Dewantara.

Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Tentang Pendidikan

Ki Hajar Dewantara memberikan pemikirannya tentang Dasar-
dasar Pendidikan. Menurut beliau, pendidikan bertujuan untuk
menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar
mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya. Selain itu, Peran Pendidik diibaratkan
seorang Petani atau tukang kebun yang tugasnya adalah
merawat sesuai kebutuhan dari tanaman-tanamannya itu agar
tumbuh dan berbuah dengan baik, tentu saja beda jenis
tanaman beda perlakuanya. Ki Hajar Dewantara menjelaskan
bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat
alam dan kodrat zaman.

My Opinion

Di era sekarang terkadang masih ditemukkannya hal yang
membelenggu pendidikan seperti, pembelajaran yang berpusat
pada guru, orientasi masyarakat berpusat pada nilai akhir
yaitu rapor, dan rendahnya literasi siswa.
Saya sangat setuju dengan pemikiran tentang dasar
pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara
yang kemudian diterapkan dalam kurikulum saat ini.
"MEDEKA BELAJAR" yaitu kebebasan berpikir yang
membentuk karakter merdeka mengeksplor pengetahuan.

Refleksi Diri

Berdasarkan kesimpulan dan
pengetahuan yang saya peroleh
dalam materi ini, saya sadar
bahwa pendidikan bertujuan
untuk menuntun segala kodrat
yang ada pada anak.

Peran seorang guru harus bisa melayani segala bentuk
kebutuhan metode belajar siswa yang berbeda-beda,
memberikan kebebasan mengembangkan ide, berfikir kreatif,
mengembangkan bakat dan minat siswa serta memberikan
tuntunan agar mereka tidak kehilangan arah.

Hal yang dapat saya praktekan di sekolah atau kelas saat
menjadi guru adalah merancang kegiatan pembelajaran sebaik
mungkin seperti menganalisis materi dan tujuan pembelajaran
yang akan diajarkan, melakukan asesmen diagnostik untuk dapat
mengenal karakter, minat dan bakat peserta didik,
mengembangkan modul sehingga siswa terlibat aktif dalam
pembelajaran, mendukung perkembangan kompetensi dan
karakter peserta didik secara menyeluruh, serta menilai proses
belajar dengan penilaian formatif dan sumatif.

Semoga dengan perencanaan pembelajaran yang baik dapat
menciptakan kegiatan pembelajaran yang dapat mencetak
generasi yang hebat dan tangguh serta memiliki kecakapan
hidup. Selain itu mencetak generasi yang berbudi pekerti dan
berakhlak mulia.

Hal terpenting lainnya yang perlu saya lakukan saat menjadi
guru adalah memberikan teladan (ing ngarso sung tulodho),
membangun semangat (ing madyo mangun karso) dan
memberikan dorongan (tut wuri handayani) bagi tumbuh
kembangnya anak.


Click to View FlipBook Version