The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dewisarherlina465, 2022-02-22 03:37:33

PERSAMAAN DIFERENSIAL KONSTAN

PERSAMAAN DIFERENSIAL KONSTAN

E-BOOK
PERSAMAAN DIFERENSIAL KONSTAN

Disusun Oleh:
Dewisar H.Lodo Putri

1913150029
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN ILMU DAN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA

2022

PRAKATA
Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah melimpahkan kasih
dan berkat-Nya hingga penulis berhasil menyelesaikan E-book “Persamaan Diferensial Konstan”.
Kami sangat mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses
penyusunan e-book ini. Baik itu berupa ide, gagasan, serta saran selama proses penyusunan makalah
ini. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah pengetahuan para pembaca terutama dalam
memahami materi Persamaan Differensial Metode Substitusi.
e-book Ini sangat sederhana dan masih banyak kekurangan. Maka dari itu, dengan segala
kerendahan hati kami mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak, sehingga kami penulis dapat
melakukan perbaikan pada edisi berikutnya. Untuk itu, terima kasih setulus-tulusnya penulis
sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga e-book ini dapat di selesaikan.

Jakarta, 22 Februari 2022
Penulis,

(Dewisar H.Lodo Putri)

ii

DAFTAR ISI

PRAKATA .............................................................................................................................. ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... iii
PERSAMAAN DIFERENSIAL KONSTAN ........................Error! Bookmark not defined.

1.1 Kegiatan Pembelajaran 1 Persamaan Diferensial Homogen .........................................4
1.2 Kegiatan Pembelajaran 2. Diferensial Tidak Homogen .................................................7
1.3 Kegiatan Pembelajaran 3. Koefiesien Konstanta..........................................................12
1.4. Kegiatan Pembelajaran 4. Metode Koefisien Tak Tentu.............................................17

Penerapan Aturan Dasar ..................................................................................................18
Penerapan Aturan Modifikasi..........................................................................................20
Penerapan Aturan Penjumlahan ......................................................................................20
1.5 Kegiatan Pembelajaran 5. Metode Variasi Parameter ..................................................23
1.6 Kegiatan Pembelajaran 6. Reduksi Orde ......................................................................26
1.7. Kegiatan Pembelajarn 7. Rangkuman..........................................................................29
1.8. Kegiatan Pembelajaran 8. Soal Latihan .......................Error! Bookmark not defined.
GLOSARIUM ........................................................................................................................32
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................34

iii

PERSAMAAN DIFERENSIAL KONSTAN

1.1 Kegiatan Pembelajaran 1 Persamaan Diferensial Homogen
Suatu fungsi ( , ) dapat disebut homogen berderajad n jika :

( ) = , ( , )

Persamaan diferensial ( , ) + ( , ) = 0 bisa dikatakan homogen jika M (x,y) dan N
(x,y) merupakan homogen berada pada tingkat derajat yang setara, artinya setiap variabel kita kalikan
dengan parameter . Sehingga dalam persamaan homogen dilakukan substitusi

= dan = +

Contoh :
1. ( 2 + 2) + = 0

Penyelesaian:
Misalkan = , maka =
Turunkan = dan = +

( 2 + ( )2) + ( )( + ) = 0

( 2 + 2 2 2) + 3 = 0

2(1 + 2 2) + 3 = 0 … . ℎ


+ (1 + 2 2) = 0 => ∫ + ∫ (1 + 2 2) = 0

ln + 1 ln(1 + 2 2) = => ln + 1 ln (1 + 2 22) =
4
4

2. ( + 2 ) + (2 + 3 ) = 0

Penyelesaian :

Misalkan : = , = +
( + 2 ) + (2 + 3 )( + ) = 0

( + 2 ) + (2 + 3 2 ) (2 2 = 3 2) = 0

( + 4 + 3 2 ) + (2 2 + 3 2) = 0

(1 + 4 + 3 2) + (2 + 3 ) 2 = 0 : (1 + 4 + 3 2) 2

1 (2 + 3 )
+ 1 + 4 + 3 2 = 0

1 1 2(2 + 3 )
= ∫ + 2 ∫ 1 + 4 + 3 2 = ∫ 0

= ln + 1 ln(1 + 4 + 3 2) 2 =
2

= ln + 1 ln (1 + 4 + 3 22) =
2

3. = 2− 2



Penyelesaian:

= ( 2 − 2)

( 2 − 2) + = 0

= , = +

( 2 2 − 2) + . ( + = 0

(2 2 2 − 2) + 3 = 0

(2 2 − 1) 2 + 3 = 0 : (2 2 − 1) 3

1 + 4 = 0
(2 2−1)

= ∫ 1 +1 ∫ 4
(2 2−1)
4

= ln + 1 ln(2 2 − 1) =

4

= ln + 1 ln (2 22 − 1) =
4

5

4. − − √ 2 − 2 = 0

Penyelesaian:

− ( + √ 2 − 2 = 0

( , ) = −( + √ 2 2 − 2 2

= −( + √ 2( 2 − 2))

= −( + √ 2 − 2)

= (−( + √ 2 − 2

= ′ ( ,

( , ) = = ′ ( , )

= , = +

( + ) − ( + √ 2 − 2 2 = 0

4 + 2 − ( + √ 2 − 2 2 = 0

−√ 2 − 2 2 + 2 = 0

−√− 2 + 2 = 0 : √1 − 2 2

1 + 1 = 0
√− 2

= ∫ 1 + ∫ 1
√− 2

= − In + sin =

= − ln + sin =



6

1.2 Kegiatan Pembelajaran 2. Diferensial Tidak Homogen

Persamaan diferensial yang memiliki ciri ( + + ) + ( + + ) =
0 … ( ), yang dimana , , , , , serta merupakan konstanta dapat dikatakan Persamaan
diferensial tidak homogen. Terdapat beberapa ketentuan dalam menyelesaikan PD tersebut;


(1) ≠ ≠ – ≠ 0


(2) = ≠ – = 0
(3) = = =



Pada ketentuan (1) ketika


≠ ≠ – ≠ 0

+ + = + =

+ + = + =

+ = ( ∗ )

+ = (∗ )

+ =

+ = −

( – ) = –

= . − . … ( )
( − )

7

dengan cara yang sama yaitu mengeliminasi dx, diperoleh
. − .

= ( − ) … ( )

kemudian substitusi , , ( ) ( ) ke PD awal [pers (i)]

. − . . − .
+ = ( ( − ) ) + ( ( − ) ) = 0

= ( – ) + ( – ) = 0

– + – = 0

( – ) + ( – ) = 0, PD Homogen

Setelah PD awal tersebut berbentuk seperti PD terakhir diatas, maka penyelesaiannya dapat
menggunakan.

Selesaikan persamaan – persamaan berikut :
Contoh

1. Tentukan penyelesaian ′ = − +2 +5
2 − −4

Penyelesaian :

′ = − +2 +5

2 − −4

(2 − − 4) = (− + 2 + 5)

( − 2 − 5) + (2 − − 4) = 0

= 1, = −2, = −5, = 2, = −1, = −4

= 1 , = 2 , = − 5 sehingga ≠ ≠ (bentuk 1)
2 1 −4

• Menentukan ( 1, 1)

− 2 − 5 = 00| × 12| 2 − 4 − 10 = 0 diperoleh 1 = 1 1 = −2
2 − − 4 = × 2 − − 4=0

8

Diperoleh :
= + 1 ⟺ =
= − 2 ⟺ =

Sehingga:
( − 2 − 5) + (2 − − 4) = 0

( + 1 − 2( − 2) − 5) + (2( + 1) − ( − 2) − 4) = 0

( − 2 + 1 + 4 − 5) + (2 − + 2 + 2 − 4) = 0

( − 2 ) + (2 − ) :

(1 − 2 ) + (2 − ) = 0 →



Misal = ⟺ = + . , maka

(1 − 2 ) + (2 − )( + ) = 0

(1 − 2) + (2 − ) = 0 : (1 − 2)

+ (2− ) = 0 → ℎ
(1− 2)

∫ + ∫ (2− ) = 0
(1− 2)

ln + ∫ 2 − ∫ = 0
(1− 2) (1− 2)

ln + 2 ln |√11+− 2| + 1 |1 − 2| = ln 1 ×2
2

2 ln + 4 ln |√11+− 2| + |1 − 2| = ln

ln 2 (√11+− 2 4 (1 − 2) = ln

)

2 (1+ )4 =
(1− 2)

( − 1)2 (1+ −+12)4 =
(1− −+12)4

( − 1)2 ( + +1)4 ( −1 2

−1 − −3 ) =

( + +1)4 =
( − −3)2

9

2. Tentukan penyelesaian ′ = − +2 +5

2 −4 −4

Penyelesaian :

′ = − +2 +5

2 −4 −4

(2 − 4 − 4) = (− + 2 + 5)

( − 2 − 5) + (2 − 4 − 4) = 0

= 1, = −2, = −5, = 2, = −4, = −4

= 1 , = 2 , = − 5 sehingga = ≠ (bentuk 2) :
2 4 −4

Misalkan :
− 2 = ⟺ − 2 =

Sehingga
( − 2 − 5) + (2 − 4 − 4) = 0

( − 5)( + 2 ) + (2 − 4) = 0

( − 5) + (4. − 14) = 0 : (4 − 14)

∫ −5 + ∫ = 0
4 −14

1 ∫ (1 + −−2327) + =
4

1 ( − 3 ln | − 7| ) + =
42 2

2 − 3 ln |( − 2 ) − 7| + 4 =

2

3. Tentukan penyelesaian ′ = − +2 +3
2 −4 −6

Penyelesaian :

′ = − +2 +3

2 −4 −6

(2 − 4 − 6) = (− + 2 + 3)

( − 2 − 3) + (2 − 4 − 6) = 0

= 1, = −2, = −3, = 2, = −4, = −6

10

= 1 , = 2 , = − 3 sehingga = = = 1 (bentuk 3)
2 4 6 2

( − 2 − 3) + (2 − 4 − 6) = 0
+ 2 = 0
∫ + ∫ 2 = 0
+ 2 =

Persamaan Differensial linear orde dua dengan koefisien konstan dapat dituliskan sebagai :
" + ′ + = ( ) dengan a, b dan c yaitu konstanta. Jika ( ) = 0 , sehingga " +
′ + = 0 persamaan tersebut disebut homogen, sedangkan bila ( )1 = 0 maka persamaan
tersebut disebut tak homogen. Untuk dapat menentukan Solusi PD homogen, kita dapat mempelajari
pengertian kebebasan linear dan Wronkian dari dua fungsi..

Dua fungsi yaitu f(x) dan g(x) dapat disebut bebas linear di interval I apabila persamaan
kombinasi linear dari dua fungsi itu, ( ) + ( ) − 0 pada setiap x hanya dipenuhi oleh =
= 0. Bila tidak maka dikatakan ( ) dan ( ) bergantung linear.

Persamaan Diferensial merupakan sebuah persamaan yang terdapat satu atau lebih turunan
variabel terikat terhadap satu atau lebih variabel bebas. Sedangkan apabila dalam Persamaan
Diferensial terdapat turunan dari satu atau lebih fungsi sembarang terhadap hanya ada satu variable
bebas disebut dengan Persamaan Diferensial Biasa. Dan disebut dengan Persamaan Diferensial
Parsial apabila dalam persamaan terdapat turunan biasa dari satu atau lebih fungsi sembarang
terhadap satu atau lebih variable bebas

Contoh

. + + = 5 (Persamaan Differensial Parsial)


. + 2 − ( )2 − 3 = 0 (Persamaan Differensial Biasa Orde Dua)
2


Orde pada suatu PDB yaitu pangkat yang tertinggi dari suatu turunan dalam persamaan diferensial
( , ’, ’’, . . . , ( ) = 0

11

1.3 Kegiatan Pembelajaran 3. Koefiesien Konstanta

Persamaan Diferensial adalah persamaan rasional misalnya antara ( ) variabel bebas, misalnya
( ) variabel terkait dan satu atau lebih koefisien turunan antara keduanya. Contoh : . Persamaan
diferensial biasa, yitu jika hanya ada satu faktor independen. Perumpaan diferensial segmental, ialah

ketika ada beberapa perumpamaan variabel tak bebas. Persamaan diferensial orde pertama adalah
dapat dikatakan sebagai tururnan atau fungsi linear berisi satu variabel bebas ( ) dengan satu faktor
leluasa ( ) dan turunan pertamanya ( ),dihubungkan oleh eksplisit atau implisit. Solusi umum
persamaan diferensial adalah : fungsi yang mencakup konstanta C dan memenuhi persamaan (1)

diferensial. Solusi spesifik adalah solusi yang diperoleh dari solusi umum nilai C dari nilai numerik

tertentu, atau solusi yang memenuhi kondisi diberikan, misalnya s.

Metode integral langsung, metode pemisahan variabel, dan metode substitusi adalah jumlah cara

penyusunan perbandingan diferensial sistem satu. cara langsung dipakai apabila persamaan

diferensial bisa dinyatakan dalam bentk = ( ) artinya bentuk persamaan dapat diintegralkan


secara langsung di dapatkan ∫ = ∫ ( ) → = ( ) + .

Cara diskriminasi faktor dipakai apabila perbandingan diferensial memiliki dua faktor serta bisa

di tempatkan di tempat yang berbeda di buku yang berlainan dan bisa dicatat di tatanan : =



( , ) → dengan catatan ( , ) bisa dipisahkan menjadi ( ) dan ( ) sehingga didapatkan

∫ ( ) = ∫ ( ) → = ( ) + . Dipisahkan, biasanya diambil substitusi = . → =


+ . Solusi PD linear Homogen dengannkoefisien konstantaakoefisien karakteristik). Bentuk

,, + , + = 0 , , = .

Misalkan :
=
, =
,, = 2
,, + , + = 0 2 + + = 0
( 2 + + ) = 0
Jadi = menjadiisolusi PD jikaa( 2 + + ) = 0
2 + = 0 →

12

Akar persamaan karakteristik adalah :

12 = − ±√ 2−4 = 2 − 4
2

Akar persamaan karaketristik nilai m adalah

1. apabila 2 − 4 > 0, 2 merupakan 2 akar real yang beda dengan 12 ∈ sehingga
penyelesaian umumnya adalah : = 1 2 + 2 2

2. bila 2 − 4 = 0, maka 1 = 2 dengan 12 ∈ , maka penyelesaian umumnya : =
1

3. bila 2 − 4 < 0, sehingga 12 = ± dengan , ∈ , penyelesaian umumnya adalah
= ( 1 + 2) ( ) + ( 1 − 2) ( )
= ( ) + ( )

Contoh 1
Cari penyelesaian PD : 12 ,, − 5 , − 2 = 0

Solusi persamaan karakteristiknya,
12 2 − 5 − 2 = 0

(4 + 1)(3 − 2) = 0

1 = − 1 v 2 = 2
4 3

Sehingga penyelesaian untuk PD di atas ialah, ( ) = 1 32

13

Contoh 2

Cari PD, solusi umumnya adalah = +



Penyelesaian :

+
=
= ( + ) −1

, = . −1( + ) −1

, = − +
2

, = − ( + )
2

2 , = − −

= − − 2 ,

Substitusikan nilai yang dihasilkan menjadi : +


− − 2 , + sin
=

= cos − ,

PD, yang solusi umumnya adalah = +sin adalah , + = cos


Contoh 3
Diberikan penyelesaian berikut 3 − + 4 = 0
Penyelesaian :
Kita turunkan 3 − + 4 = 0 secara implisit
3 2 − − + 0

14

− ( + ) = −3 2
3 2

= + ,

Substitusikan nilai c ke dalam persamaan 3 − + 4 = 0
3 − ( 3 2 ) + 4 = 0

+

3( + ,) − 3 3 + 4 = 0
( 4 + 4 ) , − 2 3 + 4 = 0
Oleh karena itu, 3 − + 4 = 0 ialah penyelesaian umum untuk PD ( 4 + 4 ) , − 2 3 +
4 = 0

Contoh 4
Tentukan solusiiumum persamaanndiferensial berikut :
,, + 5 , − 6 = 0
Penyelesaian :
Akar persamaannkarakteristik PD diatas adalah
2 + 5 − 6 = 0
1 6 = −6
−1 + 6 = 5
( − 1)( + 6) = 0
1 = 1 2 = −6
solusi linear bebas untuk PD adalah :
= 1 1 + 2 2
= 1 + 2 −6

15

Contoh 5

Cari penyelesaian umum bagi persamaan diferensial berikut :
,, + 2 , + 4 = 0

Penyelesaian :

Akar-akar persamaannkarakteristik PD diatassberikut

12 = − ±√ 2−4
2
|
12 = −2±√22−4.1.4
2.1
2 + 2 + 4 = 0 2 + 2 + 4 = 0
2 + 2 + 4 = 0 12 = −1 ± √3 | … … = 4 | 12 = −2±√−12
2

12 = ± … +⋯=2 2 = −2±2√−3
2

| 12 = 2(−1± √3)
2

12 = −1 ± √3

Solusiibebas linear untuk PD adalah :

= (cos ) + (sin )

= − √3 + − √3

16

1.4. Kegiatan Pembelajaran 4. Metode Koefisien Tak Tentu

Jika fungsi memenuhi salah satu daripada syarat berikut, kita bisa menyebutnya sebagai fungsi
koefisien tak tentu:

1. Fungsi mempunyai format atau bentuk berikut :
a. → sebuah bilangan bulat positif atau nol
b. → sebuah konstanta dan tidak sama dengan nol
c. sin( + ) → p dan q adalah konstanta dan ≠ 0
d. cos( + ) → p dan q adalah konstanta dan ≠ 0

2. Fungsi yang terdiri dari perkalian finite hingga dari empat angka pada poin 1 di atas

Aturan untuk metode koefisien tak tentu
a ketentuan dasar, contohnya. Bila ( ) ialah satunya berguna di tabel, tentukan kegunaan
dengan sinkron serta pilih koefisien tidak pastinya mengunakan pergantian di
perbandingan tadi.
b Modifikasi perintah. Kalikan yang bersesuaian dengan tabel dengan
( 2 ( )persis menggunakan penyelesaian akar ganda PD tunggal)
mengalikan serta sama di tabel oleh (atau 2) apabila ( ) persis menggunakan
penyelesaian.
c Penjumlahan Aturan. Bila ( ) mengacu di jumlah fungsi yang ditemukan di kolom pertama
tabel, mengacu pada jumlah fungsi yang ditemukan pada kolom kedua tabel.

17

Tabel 1 Metode Koefisien Tak Tentu

Suku pada ( ) Pilihan untuk


( = , … ) + −1 −1 + ⋯ + 1 + 0
+

Kesimpulan :

➢ cara koefisien tidak pasti dipakai khusus untuk unsur logam linear ak homogen dengan
homogen serta koefisien konsisten.

➢ Agar bisa menetapkan pemenggalan serta sama wajib dicari lebih awal pengerjaan
perbandingan kesamaannya.

➢ trik koefisien tak tentu cuma bisa dipakai apabila kegunaan ( ) dalam buku kanan yaitu
berbentuk polinomial, kegunaan trigonomeri, fungsi eksponen serta penambahan / perkalian
melalui ketiga peranan ruangan awal pada diagram satu.
Contoh : PD ,, + = tan tak bisa terselesaikan jika cara koefisien tak tentu deisebakan
tan tidak tergolong ketiga kegunaan pada tabel satu.

Penerapan Aturan Dasar
Tentukan PD tak homogen berikut:

,, + 4 = 8 2

Jawaban :
Langkah 1. Menentukan solusi dari PD homogen ,, + 4 = 0

Persamaan karakteristik : 2 + 4 = 0

Akar-akar persamaan karakteristik : 1 = 2 , 2 = −2
Solusi umum ℎ = 2 + 2

Langkah 2. Menetukan solusi PD tak homogen ,, + 4 = 8 2

( ) = 8 2 sehingga dari tabel 1, = 2 2 + 1 + 0

, = 2 2 + 1
p

,,, ,, = 2 2
p

Substitusikan , , , ,, ke persamaan di dapatkan :
p p

18

2 2 + 4( 2 2 + 1 + 0) = 8 2
Kita samakan koefisien yang memiliki pangkat sama didapat :

4 2 = 8
4 1 = 0
2 2 + 4 0 = 0
Nilai konstanta :
2 = 2, 0=−1, 1 = 0
Solusi umum PD tak homogen :
= ℎ( ) + ( ) = 1 + 2 2 −
Langkah 3. Menentukan solusi PD
= ℎ( ) + ( ) = 2 + 2 + 2 2 − 1

19

Penerapan Aturan Modifikasi
Selesaikan solusi PD berikut :

,, − 3 , + 2 =

Penyelesaian :
Langkah 1. Tentukan solusi PD homogen ,, − 3 , + 2 = 0

Persamaan karaketeristik : 2 − 3 + 2 = 0

Akar-akar persamaan karakteristik : 1 = 1, 2 = 2
Solusi umum ℎ = 1 + 2

Langkah 2. Tentukan solusi PD tak homogen ,, − 3 , + 2 =

( ) = , yakni solusi PD homogen pada langkah 1 sehingga sama dengan aturan B,
= , = dikarena ( ) = yakni solusi PD homogen pada langkah 1
maka sesuai aturan B, =

Jadi, , = + , ,,p = 2 +
p

Kita samakan koefisien yang memiliki pangkat sama didapat:

= −1

Solusi umum PD tak homogen : = −

Penerapan Aturan Penjumlahan

Contoh 1. Selesaikan penyelesaian umum PD berikut :
,, − 2 , + = +

Jawaban :
Langkah 1. Tentukan solusi PD homogen ,, − 2 , + = 0

Persamaan karakteristik ; 2 − 2 + 1 = 0
Akar-akar persamaan karakteristik : 1 = 2 = 1
Solusi umum ℎ = 1 + 2

20

Langkah 2. Menentukan solusi PD tak homogen ,, − 2 , + = +

( ) = + , = 1 + 2 + 3

Suku pada ( ) merupakan solusi ganda PD homogen solusi umum PD
homogen solusi umum PD homogen menjadi = 1 2 + 2 + 3

Sehingga ,p = 2 1 + 1 2 + 2

,, = 2 1 + 2 1 + 2 1 + 1 2
p

Substitusikan ,p ,,p ke persamaan di dapatkan :

2 1 + 4 1 + 2 1 − 2(2 1 + 1 2 + 2) + 1 2 + 2 + 3
= + ↔ 2 1 + 2 − 2 2 + 3 = +

Kita samakan koefisien yang memiliki pangkat sama didapat:
11

1 = 2 ; 2 = 1; 3 = 2 ; 2 = 1; 3 = 2
Solusi umum PD tak homogen :
= 1 2 + 2 + 3
= 1 2 + + 2

2

Langkah 3. Menentukan solusi PD

= ℎ( ) + ( ) = 1 + 2 + 1 2 + + 2
2

Contoh 2. Tentukan penyelesaian PD berikut :
,, + 2 , + 5 = 16 + sin 2

Penyelesaiannya :
Langkah 1. Tentukan solusi PD homogen ,, + 2 , + 5 = 0

Persamaan karaketristik : 2 + 2 + 5 = 0
Akar-akar persamaan karakteristik : 1 = −1 + 2 2 = −1 − 2
Solusi umum ℎ = − ( 2 + 2 )

21

Langkah 2. Menentukan solusi PD tak homogen ,, + 2 , + 5 = 16 + sin 2
( ) = 16 + 2
= + cos 2 + sin 2
Substitusikan , ,p, ,,p ke persamaan di dapatkan :
8 + (−4 + 4 + 5 ) cos 2 + (−4 − 4 + 5 ) sin 2 = 16 + sin 2
Kita samakan koefisien yang memiliki pangkat sama didapat:
41
= 2; = 17 ; 2 + 17 sin 2

Langkah 3. Menentukan solusi DP = ℎ( ) + ( )

= ( 2 + sin 2 ) + 2 − 4 cos 2 + 1 sin 2
17 17

22

1.5 Kegiatan Pembelajaran 5. Metode Variasi Parameter

Metode variasi parameter merupakan metode yang menentukan suatu penyelesaian khusus
persamaan diferensial linear koefisien variabel. Ketentukan dari metode ini yaitu mengganti variabel
konstonta dengan variasi parameter ( ). Metode tersebut dapat dipakai dalam menyelesaikan
permasalahan persamaan yang tidak bisa diselesaikan dengan metode koefisien tak tentu.
Penggunaan metode koefisien tak tentu bersifat terbatas pada fungsi yang tak dapat digunakan dalam
metode koefisien tak tentu, maka bisa di pakaikan metode variasi parameter. Prinsip metode varlasi
parameter pada PD Linear tak homogen orde 2:

" − ( ) ′ + ( ) = ( )

1 1( ) + 2 2( )

= 1( ) 1( ) + 2( ) 2( )

PD Linear tak homogen orde-2 dengan koefisien variabrel diselesaikan dengan metode variasi
parameter. Variasi parameter dapat dituliskan dengan:

" + ( ) ′ + ( ) = ( )
Penyelesaian dari PD ini yaitu melalui 3 langkah,seperti berikut:
Langkah 1:
Menentukan penyelesaian PD homogen

" + ( ) ′ + ( ) ( ( )) = 0
ℎ = 1 1( ) + 2 2( )

Langkah 2:

Memilah penyelesaian PD non homogen menggunakan metode variasi parameter

• Tentukan solusi persamaan umum:
= 1( ) 1( )

23

• Tentukan turunan :
′ = 1( ) 1( ) + 1( ) 1′ ( )+ 2′( ) 2( ) + 2( ) 2′( )

• Menentukan persamaan syaratnya:
1′ ( ) 1( ) + 2′ ( ) 2( ) = 0

Sehingga
′ = 1( ) 1′ ( ) + 2( ) 2′ ( )

= v1(x)y1(x)+v1'(x)y1'(x)+v2'(x)y2( ) + 2′ ( ) 2′ ( )

• Substitusikan , ′ " pada PD:
1"( ) + ( ) 1′( ) + ( ) 1( ) = 0
2"( ) + ( ) 2′( ) + ( ) 2( ) = 0

1( )[ 1"( ) + ( ) 1′( ) + ( ) 1( )] + 2′( )[ 2′ ( ) + 2′ ( ) 2′ ( ) = ( )
Karena: 1”( ) + ( ) 1′( ) + ( ) 1( ) = 0

2”( ) + ( ) 2′ ( ) + ( ) 2( ) = 0
Dengan demikian hasil substitusi dari , ′ , ” ℎ:

1’( ) 1′ ( ) + 2′ ( ) 2( ) = ( )

• Menetukan 1( ) 2( )
1′ ( ) 1( ) + 2′ ( ) 2( ) = 0

1′ ( ) 1′ ( ) + 2′ ( ) 2′ ( ) = ( )

Maka dari kedua persamaan diatas diperoleh:

2′ ( ) = 2 ( ). ( ) → 1 ( ) = ∫ − 2( ) .( )


2′ ( ) = 1 ( ). ( ) → 2( ) = ∫ 1( ). ( )



= 1( ) 2′ ( ) − 1′ ( ) 2( ) ℎ 1( ), 2( )

Jadi, = 1( ) 2( ) + 2( ) 2( ) = ∫ 2( ). ( ) 1( ) + ∫ 1( ). ( ) 2( )


Langkah 3:
Solusi umum dari PD
= ℎ +

24

= 1 1( ) + 1( ) 1( ) + 2( )

= 1 1( ) + 2 2( ) + ∫ 2 ( ). ( ) 1( ) + ∫ 1 ( ). ( ) 2( )



Contoh Soal 1

Menentukan penyelesaian dari persamaan " − 5 ′ + 6 = .

Penyelesaiannya:

• Solusi persamaan homogennya adalah ℎ = 1 2 + 2 3 ,untuk mencari solusi tak

homogenya,

misalkan = + . , ′ = ” = 0.

DB diatas:

−5 + 6( + ) = .

Jadi,6 = 1 dan −5 + 6 = 0,sehingga = 1 dan = 5 .

6 36

Jadi solusi umum PDBnya adalah = 1 2 + 2 3 + + 5
6 36

Contoh Soal 2
Tentukan solusi umum PDB ” + = csc . cot
Penyelesaiannya:
Solusi persamaan homogennya adalah ℎ = 1 + 2 sin
Maka solusi khusus harus berbentuk:
= 1( ). cosx + 2( ). sin
Dengan: 1. cos 2′. = 0
1′. (− ) + 2’. = .

Maka,dari kedua persamaan ini didapat:
1′ = (− + 2’ = 2 .

25

Jadi,
1( ) = ∫(− cot ) = − |sin | ;
2( ) = ∫ 2 . = ∫( 2 − 1) = −cot −
Maka solusi khususnya adalah:

= (− |sin |. cos − ( + cot ). sin
Maka solusi umum PDBnya adalah:

= ( | | + 1). − ( + + 2).

1.6 Kegiatan Pembelajaran 6. Reduksi Orde
PD linear homogennya orde 2 dengan koefisien konstan adalah:

” + ’ + = 0
Akar-akar persamaan karakteristik adalah:

− ± √ 2
1,2 = 2 − 4

Terdapat 3 kemungkinan pada persamaan tersebut dengan ciri:

• Apabila √ 2 − 4 > 0. 1,2 merupakan 2 akar real yang beda dengan 1,2 ∈ sehingga
bentuk umumnya adalah: y= 1 1 + 2 2

• Apabila √ 2 − 4 = 0. 1 = 2 pada 1,2 ∈ , sehingga bentuk umumnya 1 +
2

• Jika √ 2 − 4 > 0, maka, 1,2 = ± , ∈ , maka solusi umumnya adalah:
y= 1 ( + ) + 2 ( − )

Dengan menggunakan rumus EULER,yaitu = + sin x maka bentuk trigonometri dapat
ditentukan:

= 1 ( + ) + 2 ( − )

26

= 1 ( + ) 2 (− 0 − ) − =
= ( 1+ 2) ( 1 − 2) ( )
= + , , .
Contoh Soal
1. Tentukan solusi umum dari persamaan linear berikut ini:

” + 5 ’ − 6 = 0
Jawab:
Akar-akar dari persamaan karakteristik PD adalah:

2 + 5 − 6 = 0
( − 1)( + 6) = 0
1=1 2 = −6
Solusi bebas linear PDnya adalah:
1( ) = 2 ( ) = −6
Maka solusi PD umumnya adalah:
1( ) = 1 + 2 −6

2. Selesaikan PD berikut
" − = 0, (0) = 1, ′(0) = 0

Jawab:
Akar-akar persamaan karakteristiknya PDnya adalah

2 − 1 = 0
( − 1)( + 1) = 0
1 = 1 dan 2 = −1

27

Solusi bebas linear PD nya adalah

1( ) = ; 2 ( ) = −

Sehingga penyelesaian umum PD nya yaitu

( ) = 1 + 2 −

Nilai awal (O) = 1, ′(O) = 0

′(O) = 0 → 1 + 2 = 1
′(O) = 0 → 1 − 2 = O
Maka,solusi khusus PDnya adalah ( ) = 1 + 1 −

22

3. Menemukan v(t) (2 dari 3)

Jawab:
′ + = 0 , ( ) = ′

Untuk u, kita dapat menggunakan metode pemisahan variabel :

+ = 0 <=> ∫ = − ∫ 1 <=> | | = − | | +


<=> | | = | |−1 <=> = −1, > 0.

Demikian ′ = dan karenanya ( ) = ln +



Solusi Umum (3 dari 3)

Kita memiliki ( ) = ln +

Sehingga

2( ) = ( ln + ) −1 = −1 ln + −1
1( ) = −1.
Dan karenanya kita dapat mendapatkan istilah kedua, 2 yaitu 2( ) = −1 ln . Oleh karena itu
solusi umum untuk persamaan diferensial adalah ( ) = 1 −1 + 2 −1 ln

28

1.7. Kegiatan Pembelajarn 7. Rangkuman

Persamaan Differensial linear order dua pada koefisien konstan dapat dituliskan sebagai : " +
′ + = ( ) dengan a, b dan c konstanta. Apabila ( ) = 0 maka " + ′ + = 0
dapat disebut persamaan differensial linear order dua homogen, bila ( )1 = 0

Persamaan diferensial tidak homogen merupakan PD yang memiliki ( + + ) +
( + + ) = 0 … ( ),dimana , , , , , kostanta. Koefisien konstan
dinyatakan dalam bentuk umum yaitu:

−1 −2
0 + 1 −1 + 2 −2 + ⋯ + −1 + = 0

atau

( 0 + 1 −1 + 2 −2 + ⋯ + −1 + ) = 0.

Bila ( ) dapat difaktorkan, maka 1, 2, 3, … , disebut akar-akar persamaan karakteristik

Persamaan karakteristik ( ) = 0 setelah ditentukan akar-akarnya, untuk menentukan selesaian
umum persamaan:

−1 −2
0 + 1 −1 + 2 −2 + ⋯ + −1 + = 0.

Beberapa Aturan pada metode koefisien tak tentu:
1. Aturan dasar :

Apabila ( ) adalah salah satu fungsi seperti pada tabel, pilih bentuk yang sesuai dan
merupakan kombinasi linier dengan konstanta tak tentu. Turunan ( ) harus bebas linier pula.

2. Aturan Penjumlahan :
Apabila ( ) adalah penjumlahan, pilih yang merupakan penjumlahan fungsi yang sesuai.

29

3. Aturan Modifikasi :
Apabila ( ) adalah solusi dari persamaan homogen, sehingga pilihan dapat dimodifikasi seperti
berikut, Kalikan pilihan pada kolom 2 dengan 1 atau 2 tergantung dari apakah pada kolom 3
berupa akar tunggal atau akar-akar ganda dari persamaan homogen.
PD Linear tak homogen orde-2 dengan koefisien variabrel yang diselesaikan menggunakan

metode variasi parameter. Variasi parameter dapat dituliskan dengan:
" + ( ) ′ + ( ) = ( )

30

1.8. Kegiatan Pembelajarn 8.Soal Latihan

Kerjakanlah persamaan diferensi dibawah ini :

1. ” + 2 ’ + 10 = 4,5 cos – sin

2. “ + 2 ’ + 2 = −2 cos 2 – 4 sin 2

3. ” + 4 ’ + 8 = 4 cos + 7 sin

4. ” + = +

5. “ + 9 = sec 3

6. ” – 2 ’ – 4 ’ − 2 ’ = 1 − 8 3

7. “ + 2 ’ + 4 = −4 cos 4 – 4 sin 4

8. ” + 4 = − 4

9. ” + 5 ’ + 5 = 3 cos + 4 sin

10. − √ 2+ 2+ = 0



11. = +



12. = 4 +3

2 +

13. = − 4 +3

2 +

14. ′′ − 4 ′ + 3 = 10 −2

15. ′′ + 4 = 8 2

16. " + 3 ′ = 4 2 + 3
17. " − 2 ′ = 3 2 + 2
18. ” + 4 = sin 2
19. " − 4 ′ − 3 = − 2
20. " − ′ − 2 = 4 2

31

GLOSARIUM

Akar Real :

Bilangan Bulat : Kumpulan atau himpunan yang nilainya bulat, terdiri dari bilangan cacah dan
bilangan negatif.

Differensial : Persamaan matematika untuk fungsi satu variabel atau lebih, yang menghubungkan
nilai fungsi itu sendiri dan turunannya dalam berbagai orde.

Eksponen : Bentuk perkalian suatu bilangan yang sama secara berulang-ulang atau dikenal dengan
bilangan berpangkat.

Homogen : Terdiri atas jenis, macam, sifat, watak, dan sebagainya yang sama (kamus KKBI).

Integral : Sebuah konsep penjumlahan secara berkesinambungan dalam matematika.

Koefisien : Faktor perkalian dalam beberapa suku dari sebuah polinomial, deret, atau ekspresi;
biasanya berupa angka, tetapi bisa juga ekspresi apa pun (termasuk variabel seperti a, b
dan c).

Kombinasi : Menggabungkan beberapa objek dari suatu grup tanpa memperhatikan urutan. Di dalam
kombinasi, urutan tidak diperhatikan.

Konstan : Dalam matematika, merupakankata untuk suatu variabel , suatu jumlah untuk mengambil
nilai numerik tertentu, atau nilai numerik sewenang-wenang tetapi jumlah yang tidak
dapat diubah.

Konstanta : Suatu nilai tetap; berlawanan dengan variabel yang berubah-ubah.

Linear : Terletak pada suatu garis lurus.

Metode variasi parameter : Metode untuk menentukan penyelesaian khusus PD linier tak homogen
dengan koefisien variabel.

Orde : Tingkatan,sistem.

Pangkat : Perkalian berulang dengan faktor-faktor yang sama.

Parsial : Berhubungan atau merupakan bagian dari keseluruhan.

Persamaan : Suatu pernyataan matematika dalam bentuk simbol yang menyatakan bahwa dua hal
adalah persis sama. Persamaan ditulis dengan tanda sama dengan (=).

Persamaan diferensial : Persamaan matematika untuk fungsi satu variabel atau lebih, yang
menghubungkan nilai fungsi itu sendiri dan turunannya dalam berbagai
orde.

Polinomial : Pernyataan matematika yang melibatkan jumlahan perkalian pangkat dalam satu atau
lebih variabel dengan koefisien.
32

Rasional : Hal yang bisa dilakukan dengan hal yang ada.
Solusi umum : Persamaan diferensial orde-n adalah solusi (baik dinyatakan secara eksplisit maupun

implisit) yang memuat semua solusi yang mungkin pada suatu interval.
Substitusi : Dalam matematika merupakan penggantian suatu bilangan.
Trigonometri : Sebuah cabang matematika yang mempelajari hubungan yang meliputi panjang dan

sudut segitiga.
Turunan : Pengukuran terhadap bagaimana fungsi berubah seiring perubahan nilai masukan. Secara

umum, turunan menyatakan bagaimana suatu fungsi berubah akibat perubahan variabel.
Variabel : Dalam matematika merupakan sebuah simbol yang melambangkan suatu kuantitas dalam

suatu ekspresi matematika, serta sering digunakan dalam berbagai bidang ilmu
pengetahuan.
Variabel bebas : Variabel yang memengaruhi variabel terikat yang sengaja dibuat berbeda. Dengan

kata lain, variabel bebas adalah variabel penyebab dalam percobaan.

33

DAFTAR PUSTAKA

Sigit Kusmaryanto. n.d. “AKAR PERSAMAAN KARAKTERISTIK PADA PERSAMAAN
DIFERENSIAL LINIER HOMOGEN ORDE-2 DENGAN KOEFISIEN KONSTANTA.”
Akar Persamaan Karakteristik Matematika Teknik I 1–6.

Sigit Kusmaryanto. n.d. “Metode Koefisien Tak Tentu Untuk Penyelesaian Persamaan Diferensial
Linier Tak Homogen Orde-2.” Metode Koefisien Tak Tentu Untuk Penyelesaian PD Linier
Homogen Tak Homogen Orde-2 Matematika Teknik I.

Sigit Kusmaryanto. n.d. “Metode Koefisien Tak Tentu Untuk Penyelesaian Persamaan Diferensial
Linier Tak Homogen Orde-2.”

Sigit Kusmaryanto. n.d. “Metode Variasi Parameter Untuk Penyelesaian PD Linier Tak Homogen
Orde-2.” Metode Variasi Parameter Untuk Penyelesaian PD Linier Homogen Tak Homogen
Orde-2 Matematika Teknik I.

34


Click to View FlipBook Version