Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 1
Untuk pertama kalinya saya sebagai guru melakukan dengan sadar menyusun
rencana pembelajaran yang di dalamnya ada kegiatan pembelajaran sosial dan emosional.
Sebelum saya mempelajari modul ini, saya berpikir hanya guru yang membutuhkan
kompetensi ini untuk pengembangan dirinya sebagai seorang pendidik. Pembelajaran ini
merubah pola pikir saya yang ternyata keliru memaknai kompetensi sosial emosional. Selama
ini sebenarnya saya pernah melakukan walau saat itu saya belum menyadari bahwa itu
adalah salah bentuk contoh penerapan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi
sosial dan emosional. Saat ini saya baru memahami bahwa kompetensi sosial emosional
dapat diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan juga dalam lingkup
keluarga dan itu bisa dibelajarkan. Saya paham berdasarkan pengalaman bahwa anak yang
memiliki jiwa sosial dan kemampuan mengelola dirinya dengan baik adalah anak yang akan
sukses kelak dikemudian hari. Pikiran saya sekarang sudah mulai terbuka.
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 2
Pembelajaran sosial emosional adalah pembelajaran untuk peningkatan kompetensi
sosial dan emosional, terciptanya lingkungan belajar yang lebih positif, peningkatan sikap
positif dan toleransi murid terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan sekolah. Pembelajaran
sosial emosional di kelas terbukti dapat menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik.
Pembelajaran sosial emosional memberikan pondasi yang kuat bagi murid untuk dapat
sukses dalam berbagai area kehidupan mereka di luar akademik, termasuk kesejahteraan
psikologis (well-being) secara optimal. Karena itu pembelajaran sosial emosional dapat
dilatihkan dengan menggunakan beberapa model kegiatan walau dalam bentuk sederhana
sekalipun. Kompetensi Sosial dan Emosional berhubungan erat dengan 6 (enam) dimensi
Profil Pelajar Pancasila.
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 3
Setelah memahami tentang pembelajaran sosial dan emosional, saya mulai
menyusun rencana kegiatan yang akan saya lakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas.
Kegiatan pembelajaran sosial dan emosional ini saya rancang di rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Beberapa kali pertemuan saya membiasakan diri melakukan
pembelajaran ini dengan melibatkan seluruh murid saya. Saya melihat bahwa ada perubahan
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 4
positif yang saya rasakan dalam diri murid-murid saya. Nampak mereka lebih bersiap diri
mengikuti pembelajaran. Suasana hati yang senang siap untuk belajar dan selama
pembelajaran mereka nampak antusias mengikutinya sampai selesai. Seperti saat praktik
melakukan mindfulness, saya merasakan bahwa peserta didik lebih bersemangat bersiap
untuk mengikuti pembelajaran.Perilaku positif pun terlihat nampak pada murid-murid saya.
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 5
Selama saya berproses, saya merasa begitu menikmati dan perasaan senang yang
saya rasakan. Saya melihat bagaimana peserta didik saya begitu antusias mengikuti apa yang
saya latihkan. Pada setiap selesai kegiatan PSE saya selalu mengajak murid-murid saya
berdiskusi dengan meminta mereka menceritakan apa yang mereka rasakan setelah praktik
sesuai instruksi yang saya berikan. Dan di akhir diskusi saya memberikan penguatan tentang
tujuan pembelajaran ini dan apa yang menjadi harapan dari praktik yang mereka lakukan.
Dari pengalaman inilah saya mulai berbagi dengan teman-teman sejawat, tentang
bagaiamana kompetensi sosial dan emosional dan bagaimana pembelajaran sosial emosional.
Sesi berbagi ini saya lakukan di saat breiving pagi dan setiap ada kesempatan berdiskusi
dengan teman-teman sejawat, terutama dalam komunitas praktisi di sekolah. Perasaan senang
dan terbuka saya rasakan saat berdiskusi berbagi pengalaman pada teman-teman sejawat.
Saya sangat bersyukur diberikan kesempatan oleh Bapak kepala sekolah karena saya
diberikan waktu khusus berupa kegiatan workshop dengan harapan seluruh teman -teman
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 6
sejawat memahami dan menjalankan bersama-sama tentang kompetensi sosial dan emosional
dan pembelajaran sosial emosional.
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 7
Pembelajaran yang saya dapatkan dari modul ini adalah bahwa segala sesuatu yang
jika terkonsep dan terencana dengan baik maka hasil yang diperoleh tidak akan jauh dari
harapan. Saya mendapatkan banyak manfaat dari pembelajaran ini. Saya memahami
bagaimana implementasi pembelajaran sosial emosiona, yaitu dengan melalui 4 indikator
yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi dalam praktek mengajar guru dan serta kurikulum
akademik, penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan
emosional rekan sejawat di sekolah kepada rekan sejawat atau komunitas. Jika komptensi
sosial emosional dikembangkan dengan baik maka hal ini akan membantu murid untuk
semakin baik dalam mengelola dunia-dalam-diri mereka (inner self) dan menguatkan
pembelajaran, dan hal ini tentu akan membantu dalam membentuk dan mewujudkan Profil
Pelajar Pancasila.
Dari pembelajaran sosial emosional yang saya pelajari dan saya praktikkan baik
untuk diri saya sendiri, pada murid dan di lingkungan belajar, saya mendapatkan umpan balik.
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 8
Umpan balik yang saya dapatkan adalah saya memiliki dan berada dalam suasana kelas yang
menyenangkan, dengan peserta didik yang memiliki disiplin positif yang baik. Saya
mendapatkan peserta didik yang memiliki kesadaran penuh siap untuk mengikuti proses
pembelajaran.
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 9
Saya memahami tidak mudah bagi saya untuk terus berbagi dan mensosialisasikan
serta mengajak teman-teman sejawat untuk bersama-sama menerapkan pembelajaran sosial
dan emosional di kelas dan di lingkungan sekolah. Inilah tantangan yang saya hadapi. Oleh
karena itulah saya harus meningkatkan kompetensi sosial dan emosional saya dan terus
berupaya selalu mempraktikkan di kelas bersamamurid-murid saya akan meraka mereka
meningkat kompetensi sosial emosionalnya. Sehingga dari aksi nyata inilah saya jadikan
sebagai bahan berdiskusi dengan teman-teman sejawat. Yang ingin saya tingkatkan adalah
saya tidak hanya sekedar berdiskusi dengan satu atau dua orang saja atau hanya di komunitas
praktisi, namun saya akan senang hati berbagi pengalaman agar saya bisa berbagi pengalan
belajar dan menyampaikan dengan lebih baik tentang kompetensi sosial dan emosional dan
pembelajaran sosial emosional ini. Membuka ruang diskusi bagi teman teman untuk saling
sharing pengalaman di dalam menerapkan di kelas. Saya juga berharap saat supervisi RPP
dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar akan ditambah salah satu unsur monitoringnya
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 10
yaitu perencanaan pelaksanaan pembelajaran sosial dan emosional yang dirancang guru dan
bagaimana guru tersebut mengimplementasikannya.
Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 2.2 11