MATERI AJAR
RAGAM TEKS
(BAHASA INDONESIA)
Oleh :
NAMA : AAN WIDIYANTO
KELAS : 004
NIM : 219022495486
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
ANGKATAN 3
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2021
RAGAM TEKS
(BAHASA INDONESIA)
A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi singkat
Ragam teks adalah macam atau tipe teks yang memiliki
karakteristik umum (Nurgiyantoro, 2014). Hal tersebut sejalan
dengan pendapat Mitchel (2003) yang mengemukakan bahwa
ragam teks merupakan kategori pengelompokan teks yang
berdasarkan isi dan bentuk. Dengan demikian, ragam teks adalah
pengelompokkan teks berdasarkan isi dan bentuk teks di
antaranya macam-macam atau jenis-jenis teks yang terdiri atas
teks faktual, teks cerita, teks tanggapan dan teks normatif (Tatat
Hartati:2019).
Pemahaman yang kuat terhadap pola dan variasi teks
merupakan modal budaya atau cultural capital bagi manusia.
Pemahaman tentang ragam teks dapat membantu menciptakan
koneksi antara pembaca dan penulis. Pembaca akan mampu
membaca cepat, dan penulis akan mampu mengantisipasi harapan
pembaca ketika membaca tulisannya berdasarkan teks sejenis
yang sudah dibaca sebelumnya.
Dalam materi ajar ini, peserta PPG akan mempelajari ragam
teks yang meliputi teks faktual, teks tanggapan, teks cerita, dan
teks normatif. Pada pokok bahasan teks faktual, diuraikan tentang
teks deskripsi dan teks prosedur. Selanjutnya pada pokok bahasan
teks tanggapan, diurakaian tentang teks eksposisi dan teks
eklpanasi. Kemudian pada pokok bahasan teks cerita, diuraikan
tentang teks cerita ulang, anekdot, eksemplum, dan naratif.
Terakhir dalam materi ajar ini diurakan tentang teks normatif.
Materi Ajar ini disajikan untuk membantu peserta PPG dalam
rangka meningkatkan kemampuan dalam memahami ragam teks
serta sebagai bekal agar mampu mengelola pembelajaran Bahasa
Indonesia di SD khususnya pembelajaran tentang ragam teks.
2. Capaian Pembelajaran
Setelah membaca materi ajar ini, peserta PPG diharapkan
mampu :
a) Memahami jenis-jenis teks faktual.
b) Memahami jenis-jenis teks tanggapan.
c) Memahami jenis-jenis teks cerita
d) Memahami teks normatif.
B. URAIAN MATERI
Bacalah beberapa teks di bawah ini sebelum Anda mempelajari
ragam teks lebih lanjut,! Pahami isinya, kemudian diskusikan dengan
teman Anda, tentang isi teks, karakteristik masing-masing teks, dan
bentuk teks tersebut.
Teks 1
Pantai Pelengkung terletak di Kecamatan Tegaldlimo,
Banyuwangi. Tepatnya di daerah Taman Nasional Alas Purwo. Pantai
ini sering dijadikan sebagai lokasi liga selancar kelas dunia. Ombak di
pantai ini tinggi dan cepat. Pasirnya berwarna putih. Laut terlihat
berwarna biru muda bila hari cerah. Jalan menuju pantai merupakan
jalan setapak di tengah hutan. Sesekali muncul hewan liar.
Lingkungan di daerah sini masih alami karena merupakan kawasan
taman nasional.
(sumber:https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/20/154453369/c
ontoh-teks-deskripsi-tentang-alam)
Teks 2
WTO Globalisasi
Peran dan Manfaat WTO Globalisasi memberikan dampak
berupa perubahan pada pasar internasional, salah satunya adalah
liberalisasi perdagangan, yang dipandang sebagai suatu upaya untuk
meningkatkan daya saing ekonomi.
Indonesia yang menganut perekonomian terbuka sangat sulit
untuk mengelak dari dinamika ekonomi internasional yang semakin
mengglobal ini. Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia tidak
terlepas dari gejolak pasar dunia yang semakin liberal, karena
kebijakan unilateral dan ratifikasi kerjasama perdagangan
internasional (regional dan global) yang harus dilakukan Indonesia.
World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia
merupakan satu-satunya badan internasional yang secara khusus
mengatur masalah perdagangan antar negara.
Sistem perdagangan multilateral WTO diatur melalui suatu
persetujuan yang berisi aturan-aturan dasar perdagangan
internasional sebagai hasil perundingan yang telah ditandatangani
oleh negara-negara anggota.
(sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/teks-eksposisi/)
Teks 3
Tukang Roti
Di suatu hari, datang tukang roti yang melalui depan rumah,
kemudian teman ane si Enggar memanggil dia. Tak lama, datanglah
tukang roti itu mendekati kita yang sedang istrirahat santai di taman
depan rumah.
Enggar : “Adanya Roti jenis apa saja bang ?”
Tukang Roti : “Bisa bermacam maca, dek.”
Enggar : “Terus bang, roti ini apa yah rasanya ?”
Tukang Roti : “Roti ini coklat dek rasanya.”
Enggar : “Kalo roti ini rasa apa bang ?”
Tukang Roti : “roti rasa strawberry dek.”
Enggar : “kalo ini rasa apa bang ?”
Tukang Roti : “ini rasa nanas dek.”
Enggar : “Loh, terus mana rotinya bang ? sejak tadi mulu
bicaranya buah-buahan terus ? memangnya abang jual apa sih,
roti atau buah ? Jika kaya begini ane gak jadi jadi beli bang”
Tukang Roti : *Hening*
Dalam sekejab si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak.
Teks 4
Fahro
Suatu hari di perkampungan daerah desa Mojolaban hiduplah
seorang anak tunggal yang bernama Fahro, Fahro adalah anak yang
rajin karena dia selalu menuruti nasihat dari orang tuanya. Tidak
hanya itu, Fahro termasuk anak yang mandiri dan juga taat beribadah.
Di waktu kecil nya Fahro bersekolah di SDN 1 Mojolaban yang
tempatnya sangat dekat dari rumahnya, hampir setiap hari Fahro tidak
pernah terlambat ke sekolah dan dia juga selalu mendapatkan ranking
10 besar, apalagi ketika Fahro duduk di kelas 6 dia sudah bisa
mendapatkan prestasi meraih ranking 2 paralel di sekolahnya.
Sehabis pulang dari sekolah Fahro tidak langsung pergi tidur
melainkan dia melakukan sholat duhur dan diteruskan dengan
mengaji. Masa kecil Fahro memang sangat disiplin sampai dia
menginjak masa remaja. Pada tanggal 2 Januari tahun 2007 Fahro
pindah ke daerah Lamongan, karena ayah Fahro yang bekerja
sebagai buruh pabrik terkena phk yang membuat dia terpaksa mencari
pekerjaan baru.
Saat di Lamongan ayah Fahro bekerja sebagai wartawan, jadi
agak larut malam pulangnya sampai sampai Fahro jarang untuk
bertemu ayahnya sendiri. Di lamongan Fahro bersekolah di SMPN
Jaya dia masih rajin dan berdisiplin, setiap hari dia selalu mengerjakan
tugas tugasnya di sekolah. Hal ini tetap berlanjut sampai dia akhirnya
lulus dan diterima di sma favorit di SMAN 4 Jakarta, lalu sewaktu dia
berumuh 17 tahun ibunya meninggal dunia jadi setelah itu Fahro
merasa sangat sedih dan tak pernah lupa akan kesedihannya itu, dia
selalu mencari cari cara untuk melupakannya dimulai dari banyak
mencari kenalan teman baru, melakukan aktifitas aktifitas olahraga,
dan pergi bersama teman dekatnya. Hal itu kerap ia lakukan hingga
Fahro tidak sadar akan apa yang dia lakukan itu.
Sekarang Fahro kerap membolos sekolah, tak pernah
mengerjakan tugas tugas setiap matapelajaran, dan juga sampai
minum minuman keras. Meskipun Fahro dulunya orang yang sangat
disiplin tetapi karena keadaan yang menyakitkan itu dia menjadi
seperti ini, apalagi sekarang ayah Fahro yang sangat sibuk akan dan
tidak pernah lagi memberi nasihat kepada Fahro. Fahro berubah
menjadi anak yang nakal dan hampir saja dia dikeluarkan dari
sekolah, sebenarnya Fahro mempunyai sahabat yang bernama Irul.
Irul selalu mengingatkan Fahro untuk menghentikan perbuatan
perbuatannya itu yang pasti akan merugikan Fahro, tetapi Fahro tidak
pernah menghiraukannya.
Suatu hari Fahro pulang sangat larut malam sekitar jam
setengah 3 pagi, saat tertidur pulas dia bermimpi bertemu ibunya yang
sangat ia sayangi Fahro memeluk erat ibunya itu, dan keesokan
harinya Fahro bangun dengan tetesan air mata yang menggenangi
matanya. Setelah itu dia tersadar untuk berubah menjadi orang yang
benar seperti apa yang selalu diajarkan ibunya. Dan pada akhirnya
Fahro bisa membenahi sikapnya dan melanjutkan sekolahnya dengan
benar, hingga akhirnya ia meraih prestasi yang ia inginkan. Sekarang
Fahro sudah sukses, dia berhasil dalam usaha wiraswastanya di
bidang peternakan sapi.
Dimodifikasi dari: LITERASI: CERPEN PELANGGARAN TATA TERTIB
(anggizhfr.blogspot.com)
Setelah Anda membaca 4 teks di atas, apakah Anda paham
isinya? Dapatkah Anda menemukan perbedaan keempat teks
tersebut, bagaimanakah karakteristik masing-masing teks? Keempat
teks tersebut memang berbeda untuk lebih jelasnya pelajarilah uraian
berikut ini.
1. Teks faktual
Teks faktual adalah teks yang berisi suatu kejadian yang
bersifat nyata, benar-benar terjadi, tetapi tidak terikat dengan waktu.
Dengan kata lain, suatu kejadian yang faktual bisa terjadi di masa lalu
atau pun masa sekarang. Teks genre faktual dapat dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu teks deskripsi dan teks prosedur (Mahsun,2018). Agar
lebih jelas kedua genre tersebut akan diuraikan di bawah ini.
a) Teks Deskripsi
1) Pengertian Teks Deskripsi
Bacalah teks di bawah ini!
Berwisata ke Monkey Forest dan Batu Bolong
Tak bisa dipungkiri, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat,
menjadi surga bagi para wisatawan. Selain objek wisata pantai,
pulau di sebelah Timur Bali ini memiliki keindahan alam
pegunungan yang mempesona. Salah satunya adalah wisata
alam Gunung Rinjani di Taman Nasional Gunung Rinjani, Desa
Tete Batu, Kecamatan Sikur.
Lokasi tersebut dikelilingi hutan rimbun yang dipenuhi
monyet. Karena itu, kawasan ini dijuluki Monkey Forest.
Sayang, kondisi hutan perlahan berubah akibat campur tangan
manusia. Akibatnya, pohon-pohon yang lebat dan populasi
monyet jauh berkurang. Tempat wisata lain yang bisa dinikmati
adalah air terjun Sindang Gile serta Tiu Kelep.
Puas berwisata alam, wisatawan bisa mengalihkan tujuan
ke pantai. Senggigi adalah pilihan utama. Pantai yang terletak
12 kilometer dari sebelah barat laut ibu kota NTB, Mataram ini
terbentang sepanjang 10 kilometer dengan hamparan pasir
putih yang menggoda Anda untuk duduk di atasnya. Suasana
Pantai Senggigi akan terasa lebih romantis saat matahari
terbenam.
Di kawasan Pantai Senggigi ada sebuah batu yang
berlubang cukup besar di bagian tengahnya dan berdiri sebuah
pura. Pura tersebut bernama Pura Batu Bolong yang dibangun
oleh Anak Agung Gde Ngurah dari Karangasem, Bali. Di tempat
ini sering diadakan upacara keagamaan umat Hindu. Dari lokasi
ini juga, banyak wisatawan yang menikmati eksotisme matahari
terbenam.
(sumber:https://www.liputan6.com/news/read/154993/berwisata
-ke-monkey-forest-dan-batu-bolong)
Coba perhatikan teks di atas apakah teks tersebut
menggambarkan sesuatu berdasarkan ciri spesifiknya? Apakah
teks tersebut menggambarkan ciri spesifik suatu
objek/benda/peristiwa? Coba bandingkan dengan teks di
bawah ini!
Olahraga untuk kesehatan tubuh
Olah raga mempunyai manfaat yang sangat banyak bagi
tubuh kita. Jika kita sering berolahraga, tubuh kita akan segar
dan bugar kembali.Namun, ada beberapa hal yang harus di
perhatikan saat kita berolah raga, seperti kuat tidaknya jantung
kita jika berolahraga dalam jangka waktu yang lama. Setiap
orang memiliki kekuatan jantung yang berbeda-beda,ada
jantung yang kuat berolahraga dalam jangka waktu yang lama
karena sudah terlatih dalam bidang olah raga, ada juga jantung
yang tidak kuat. (dimodifikasi dari https://notepam.com)
Bagaimana menurut Anda?Apakah ada perbedaan dari
kedua teks di atas?
Benar, teks kedua berisi pendapat penulis tentang
manfaat olah raga dan hal-hal yang harus diperhatikan ketika
berolahraga. Sedangkan teks pertama berisi gambaran spesifik
Monkey Forest dan Batu Blong. Jadi teks kedua tidak termasuk
ke dalam teks deskripsi, sedangkan teks pertama adalah teks
deskripsi. Agar lebih jelas, perhatikan uraian tentang pengertian
teks deskripsi beserta contohnya.
Kata deskripsi berasal dari bahasa Latin describere yang
berarti menggambarkan atau memerikan suatu hal.
Berdasarkan pengertian istilah tersebut, teks deskripsi dapat
diartikan sebagai teks yang melukiskan atau menggambarkan
suatu objek sesuai dengan keadaan sebenarnya, sehingga
pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, mencium,
atau merasakan apa yang digambarkan oleh penulis secara
langsung.
2) Struktur Teks Deskripsi
Menurut Mahsun (2018) struktur berpikir teks deskripsi
terdiri dari pernyataan umum dan uraian setiap
bagianbagiannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh pada
tabel berikut.
Tabel 1. Contoh Analisis Teks Deskripsi
Struktur Teks Teks
Judul Indahnya Parangtritis
Pernyataan Salah satu andalan wisata kota Yogyakarta
Umum adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai
Parangtritis berada di Kecamatan Kretek,
Bantul, daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai
ini terletak sekitar 27 km arah selatan
Yokyakarta.
Uraian Bagian- Pemandangan Pantai Parangtritis sangat
bagian memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing
yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita
bisa melihat batu karang besar yang seolah-
olah siap menjaga gempuran ombak yang
datang setiap saat. Pantai bersih dengan
buih-buih putih bergradasi abuabu dan
kombinasi hijau sungguh elok
Kemolekan pantai serasa sempurna di sore
hari. Di sore hari, kita bisa melihat matahari
terbenam yang merupakan saat sangat
istimewa. Lukisan alam yang sungguh
memesona. Semburat warna merah
keemasan di langit dengan kemilau air pantai
yang tertimpa matahari sore menjadi
pemandangan yang memukau. Rasa hangat
berbaur dengan lembutnya hembusan angin
sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan
tersihir kita menyaksikan secara perlahan
matahari seolah-olah masuk ke dalam
hamparan air laut.
Banyaknya wisatawan yang selalu
mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat
pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung.
Di pantai 22 Parangtritis ini kita bisa
menyaksikan kerumunan anak-anak bermain
pasir. Tua muda menikmati embusan segar
angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun
angkutan sejenis andong yang bisa
membawa kita ke area karang laut yang
sungguh sangat indah.
(Sumber: Kemdikbud, 2016)
Setelah mencermati struktur teks deskripsi di atas,
sekarang silakan Anda analisis teks deskripsi di bawah ini
seperto contoh di atas!
Bintang Minahasa
Jauh di sana di tepi sungai, tampak seorang perempuan
yang masih muda berjalan hilir mudik, kadang-kadang
menengok ke laut, rupanya mencari atau menantikan apa-apa
yang boleh timbul dari dalam laut yang amat tenang laksana air
di dalam dulang pada ketika itu, atau dari pihak mana pun.
Pada air mukanya yang telah pucat dan tubuhnya yang sudah
kurus itu, dapatlah diketahui, bahwa perempuan itu memikul
suatu percintaan yang amat berat. Meskipun mukanya telah
kurus, tetapi cahaya kecantikan perempuan itu tiada juga
hilang. (dikutip dari “Bintang Minahasa” karya Hersevien
M.Taulu ,2001:65).
3) Ciri-ciri Teks Deskripsi
Bacalah teks berjudul “Bintang Minahasa” di atas!
Dapatkah anda menuliskan ciri-cirinya berdasarkan teks
tersebut?
Berikut merupakan ciri-ciri dari teks deskripsi!
a. Memvisualkan suatu topik misalnya materi, lokasi atau
keadaan tertentu
b. Mengikutsertakan panca indera misalnya pandangan,
pendengaran, pengecapan, penciuman dan perabaan
c. Menyampaikan ciri-ciri materi dan sifat topik misalnya
format, bentuk, dimensi dan sifat topic
d. Mendeskripsikan topik dengan terbuka, perincian dan
spesifikasi
b) Teks Prosedur
1) Pengertian Teks Prosedur
Di dalam kehidupan sehari-hari Anda tentu pernah
melakukan suatu kegiatan yang memerlukan langkah-langkah,
proses, tahapan, misalnya membuat makanan seperti yang
disajikan dalam artikel tentang cara membuat nasi kampung
yang gurih enak berikut ini.
.
Sumber: https://food.detik.com/kabar-kuliner/d-4939757/cara-
membuat-nasi-goreng-kampung-yang-gurih-enak
Contoh di atas, termasuk ke dalam teks prosedur.
Menurut pendapat Mulyadi (2001), teks prosedur adalah teks
yang menjelaskan urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan
beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat
untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi
perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Dalam KBBI
dijelaskan teks prosedur adalah teks yang menjelaskan tahap
kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas atau metode
langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu
masalah.
Dari beberapa pengertian di atas dapat dipahami bahwa
teks prosedur adalah teks yang bertopik mengenai proses, tata
cara, atau langkah-langkah dalam melakukan sesuatu. Adanya
teks prosedur dapat dimaknai bahwa setiap yang dilakukan
memiliki proses dari mulai awal sampai akhir.
2) Struktur Teks Prosedur
Untuk memahami teks prosedur, perlu mencermati
struktur dan kebahasaannya. Struktur teks prosedur di
antaranya memiliki tujuan; bahan atau alat; dan langkah-
langkah. Sedangkan, kebahasaannya menggunakan kalimat
perintah; penggunaan bentuk pasif (untuk proses); penggunaan
kriteria/batasan; penggunaan kata keterangan cara, alat, dan
tujuan, penggunaan kalimat saran/larangan; penggunaan kata
penghubung; penggunaan akhiran -i dan -kan;
Melalui ulasan stuktur dan kebahasaan Anda dapat lebih
memahami teks prosedur sehingga teks prosedur berfungsi
untuk memperkenalkan atau memberi informasi mengenai
suatu proses pembuatan mengenai sesuatu; memberikan
penjelasan tentang tata cara melakukan sesuatu dengan
sejelas-jelasnya. Keberadaan teks semacam ini sangat
diperlukan oleh seseorang yang akan mempergunakan suatu
benda atau melakukan kegiatan yang belum jelas cara
penggunaannya.
Untuk lebih jelasnya Anda dapat mencermati ciontoh di
bawah ini :
Tabel 2. Contoh Analisis Teks Prosedur
Membuat Batik Tulis Judul
Proses pembuatan batik tulis adalah proses Daftar bahan
yang membutuhkan teknik, ketelitian, dan
kesabaran yang tinggi. Batik sebagai warisan
budaya yang agung perlu kita lestarikan.
Dengan latihan yang tekun dan semangat
melestarikan budaya, kita dapat belajar
membuat batik tulis. Pembuatan batik tulis
membutuhkan bahan dan alat yaitu: 1) canting,
2) pensil pola, 3) kain mori putih,4) lilin malam
(wax), 5) kompor atau pemanas lilin malam, 6)
bahan pewarna kain.
Adapun langkah membuatnya sebagai berikut: Urutan
1) Siapkan kain mori/sutra, kemudian buatlah Tahap
motif di atas kain tersebut dengan Pelaksanaan
menggunakan pensil, 2) Setelah motif selesai
dibuat, sampirkan atau letakkan kain pada
gawangan dengan posisi melebar supaya
mudah dibatik. 3) Panaskan malam/lilin ke
dalam wajan dengan api kecil sampai
malam.lilin mencair sempurna. Untuk menjaga
agar suhu kompor/anglo stabil, biarkan api tetap
menyala kecil.4) Ambil sedikit malam yang
sudah cair dengan menggunakan canting, tiup-
tiup sebentar agar tidak terlalu panas kemudian
torehkan canting dengan mengikuti pola. Dalam
proses ini harus dilakukan dengan hati-hati agar
jangan sampai malam yang cair menetes di
atas permukaan kain karena karena akan
mempengaruhi hasil motif batik. Canting untuk
bagian halus dan kuas untuk bagian berukuran
besar. Proses ini bertujuan agar pada saat
pencelupan bahan/kain ke dalam larutan
pewarna bagian yang diberi lapisan malam tidak
terkena pewarna. 5) Setelah semua motif yang
tidak ingin diberi warna tertuttup oleh
malam/lilin, kemudian celupkan kainnya ke
dalam larutan pewarna. 6) Proses ini
merupakan pewarnaan pertama pada bagian
yang tidak tertutup oleh malam. Sebaiknya,
pencelupan dimulai dengan warnawarna muda,
dilanjutkan dengan warna lebih tua atau gelap
pada tahap berikutnya. 7) Jemur kain yang telah
diwarnai sampai kering. 8) Setelah kering,
lakukan proses pelodoran yaitu dengan cara lilin
dikerik dengan pisau, kemudian kain direbus
bersama-sama dengan air yang telah diberi
soda abu. Proses ini bertujuan menghilangkan
lapisan malam sehingga motif yang telah
digambar menjadi terlihat jelas. Jika diinginkan
beberapa warna pada batik yang kita buat,
proses dapat diulang beberapa kali tergantung
pada jumlah warna yang kita inginkan.9)
Setelah kain bersih dari malam, lakukan
kembali proses pembatikan dengan penutupan
malam, pewarnaan kedua, dan seterusnya.
Proses diulang seperti proses sebelumnya
sebanyak jumlah warna yang diinginkan. 10)
Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain
yang telah dibatik dicelupkan ke campuran air
dan soda untuk mematikan warna yang
menempel pada batik. Hal ini untuk menghindari
kelunturan. 11) Proses terakhir, rendam batik
dalam air dingin dan jemur sebelum dapat
digunakan dan dipakai.
Perlu ketelitian dan kecermatan untuk belajar Pengamatan
membatik.
Demikianlah cara membuat batik, meski agak Simpulan
sulit, tidak ada salahnya dicoba. Berkreasilah
untuk melestarikan tradisi dan warisan nenek
moyang kita.
(Dimodifikasi dari: Kosasih & Widianingsih, 2019)
3) Ciri-ciri Teks Prosedur
Melalui uraian-uraian di atas, maka bisa diketahui bahwa
teks prosedur menjadi jenis teks yang paling mudah untuk
dibedakan dibanding jenis lainnya. Mengapa? Sebab memiliki
ciri khas yang menyampaikan suatu prosedur atau tata cara,
yang kemudian perlu diikuti pembacanya dengan praktek
langsung sesuai isi teks tersebut.
Hal ini kemudian membuat paragraf prosedur memiliki
beberapa ciri khas, yang membantu pembaca langsung
mengetahui bahwa paragraf yang dibaca termasuk prosedur
atau yang lainnya. Berikut ciri khas tersebut:
a. Berisi Langkah-Langkah Kegiatan
b. Kebanyakan Dituangkan dalam Bentuk Poin
c. Memakai Kalimat Saran dan Juga Larangan
d. Disusun Secara Sistematis Namun Detail
e. Menyajikan Informasi yang Bersifat Objektif
f. Berisi Bilangan Urutan atau Angka
2. Teks Tanggapan
Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca teks
tanggapan. Teks tanggapan atau biasa disebut teks tanggapan
kritis, merupakan teks yang berisikan kritik tajam terhadap suatu
hal atau persoalan mengenai kesalahan dan biasanya terjadi saat
ada perdebatan. Permasalahan yang dibahas pada teks
tanggapan biasanya berupa kritikan pedas terkait kesalahan atau
isu-isu yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Selain berupa kesalahan dan isu sosial, serta bentuk-bentuk
kritik lainnya yang berhubungan dengan fenomena sosial di
masyarakat, teks tanggapan dibuat untuk menanggapi suatu
permasalahan.
Teks tanggapan memberi pandangan terhadap suatu hal,
baik mendukung atau menolak, dengan disertai argumen yang
objektif, sopan, logis, dan jelas. Informasi yang terkandung dalam
teks ini dapat menjadi saran yang membangun.
Pernyataan di atas sejalan dengan pendapat seorang ahli
bernama Mulyadi, yang mengemukakan bahwa teks tanggapan
adalah teks yang berisi tanggapan, berupa dukungan atau
penolakan, terhadap sebuah hal atau peristiwa yang didukung oleh
data pendukung tanggapan.
Jadi Teks tanggapan adalah teks yang berisi sambutan
terhadap ucapan (kritik, komentar, dan sebagainya) dan apa yang
diterima oleh pancaindra, bayangan dalam angan-angan. Teks
genre ini dapat dibedakan menjadi dua buah teks, yaitu teks
eksposisi dan teks ekplanasi (Mahsun, 2018, & Tim Sergu dalam
jabatan, 2017).
a) Teks Eksposisi
1) Pengertian Teks Eksposisi
Hampir setiap hari kita membaca beragam informasi
melalui media massa, seperti internet, surat kabar atau
majalah. Media massa, sebagai sumber informasi tersebut
menjadi kebutuhan di era milineum ini. Informasi yang melesat
begitu cepat setiap waktu, menjadikan media massa tersebut
menjadi sumber informasi yang penting. Informasi-informasi
tersebut disajikan melalui berbagai macam jenis teks.
Untuk menyajikan beragam informasi dalam media massa
tersebut dibutuhkan cara penyajian yang tepat agar mudah
diketahui dan dipahami pembaca. Salah satu cara untuk
menyajikan informasi tersebut adalah melalui teks eksposisi.
Sebelum membahas lebih jauh pengertian tentang teks
eksposisi, silakan anda simak artikel berikut ini!
Kemacetan dan Masa Depan Kota
Transportasi merupakan kebutuhan dari berbagai kegiatan
sosial maupun ekonomi. Tipe kegiatan sosial maupun ekonomi
yang berbeda akan memiliki dampak kegiatan transportasi yang
berbeda pula.
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan
pergerakan yang sifatnya berulang, misalnya terjadi pada para
pekerja dan orang-orang yang menempuh pendidikan di
sekolah atau kampus.
Di Kota Yogyakarta, kemacetan terjadi hampir setiap hari
di titik-titik yang menjadi jalur pergerakan utama para pekerja
kantoran menuju lokasi kerja, serta siswa dan mahasiswa yang
menuju sekolah dan kampus.
Kemacetan yang berulang dalam jangka waktu yang lebih
panjang, cenderung terjadi pada musim liburan dan menjelang
hari raya. Pada tahap arus mudik dan arus balik, kemacetan
parah akan terjadi di jalan-jalan arah luar kota, seperti Jalan
Magelang, Jalan Solo, dan Jalan Wates.
Dalam rentang waktu tersebut, kemacetan juga dapat
dirasakan di pusat kota sebagai tujuan wisata dan tempat
menginap seperti Malioboro, Prawirotaman, serta jalan-jalan
yang menuju objek wisata seperti Parangtritis.
Kemacetan yang dominan umumnya ditimbulkan oleh
aktivitas masyarakat dalam lingkup internal. Upaya
mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi kegiatan
merupakan satu di antara solusi yang dapat diterapkan. Jika
tidak, maka kemacetan akan terus berulang dan akan
memberikan dampak pada masyarakat itu sendiri.
(Sumber: https://www.bola.com/ragam/read/4515463/contoh-
contoh-teks-eksposisi-lengkap-sesuai-strukturnya)
Berdasarkan teks di atas, apakah yang dapat anda
pahami? Benar teks di atas berisi tentang gagasan atau
paparan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
eksposisi merupakan suatu uraian atau paparan yang bertujuan
untuk menjabarkan maksud serta tujuan. Menurut Wiratno
(2014) teks eksposisi adalah Teks yang berisi paparan gagasan
atau usulan sesuatu yang bersifat pribadi. Itu sebabnya, teks ini
sering juga disebut sebagai teks argumentasi satu sisi. Jadi
teks ekspoisi adalah karangan yang berisi informasi dan
pengetahuan yang dipaparkan secara singkat, padat, dan
akurat. Teks eksposisi berisi gagasan dan fakta.
2) Struktur Teks Eksposisi
Struktur berpikir yang menjadi muatan teks ekposisi
adalah tesis/pernyataan pendapat dan alasan/argumentasi,
serta pernyataan ulang pendapat. Teks eksposisi biasanya
menggunakan konjungsi penghubung antarkalimat, yang
berupa nomina bilangan: “...pertama...”, “...kedua...”,
“...ketiga...”, ”...keempat...”, dan “...kelima...”, konjungsi ini relatif
sama dengan konjungsi yang digunakan pada teks genre cerita
dan genre faktual: prosedur. Hanya bedanya, konjungsi pada
teks eksposisi digunakan untuk mengurut alasan-alasan yang
digunakan untuk memperkuat pendapat, sedangkan pada
kedua genre tersebut masing- masing digunakan untuk
mengurutkan peristiwa yang dialami oleh tokoh utama dan
untuk mengurut tahapan pelaksanan percobaan. Untuk lebih
jelasnya dapat terlihat di dalam contoh berikut.
Tabel 3. Contoh Analisis Teks Eksposisi
Struktur Teks Teks
Judul Goa Ngerit Nyaris Dilupakan
Tesis/ Pernyataan Goa Ngerit yang berada di Desa Pakel,
Pendapat Kecamatan Watulimo, Kabupaten
Trenggalek sudah lama tidak terdengar
gaungnya. Tempat tersebut sudah
jarang sekali dikunjungi orang sebagai
Argumentasi tempat rekreasi. Mengapa hal itu bisa
terjadi?
Ada beberapa alasan mengapa tempat
tersebut kini jarang dikunjungi.
Pertama, keindahan Goa Ngerit sudah
tidak seperti yang dulu. Masyarakat
sekitar tampak secara liar menambang
batu yang ada di sekitar sungai maupun
ditubuh goa. Hal itu mengurangi
keindahan dari tubuh goa itu sendiri dan
tebing sungai tampak semakin curam.
Kedua, kini tidak lagi terdengar kicauan
burung yang merdu karena sudah
banyak yang mati diburu secara liar.
Masyarakat dengan bebesnya berburu
burung atau hewan lain karena merasa
tidak ada sangsi yang tegas. Ketiga,
habitat sungaipun juga mulai terganggu
karena menggunakan obat dan alat
strum ketika menangkap ikan sehingga
kejernihan serta keaslian sudah tidak
kentara lagi. Keempat, kesejukan dan
keindahan tempat itu kini tidak terasa
lagi. Pencurian/penebangan hutan
dianggap sudah seperti pekerjaan biasa
bagi masyarakat sekitar tanpa berpikir
dampaknya. Kelima, pemerintah tidak
pernah memikirkan akses jalan menuju
ke lokasi tersebut saat membangun
jalan utama, sehingga tempat tersebut
terkesan terkucil karena sulit dijangkau
Pernyataan oleh pengunjung.
Pendapat Ulang Melihat kenyataan itu perlu perhatian
dari pemerintah daerah dan kesadaran
dari masyarakat untuk mengembalikan
keindahan Goa Ngerit agar menjadi
tempat wisata yang bisa mendatangkan
pendapatan daerah Kota Trenggalek
pada umumnya dan sarana mengais
rezeki bagi masyarakat di sekitar Goa
Ngerit pada Khususnya.
3) Ciri-ciri teks eksposisi
Dalam buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan
(2018) karya Taufiqur Rahman, ada beberapa ciri dalam teks
eksposisi, yakni:
a. Harus menjelaskan segala informasi atau pengetahuan.
b. Mesti menggunakan gaya informasi yang persuasif atau
mengajak.
c. Harus memberikan penyampaian secara lugas dan
mengeluarkan bahasa yang baku.
d. Tidak melakukan pemihakan yang artinya tidak untuk
memaksanakan kehendak penulis terhadap pembaca.
e. Mesti menyajikan sebuah fakta yang digunakan sebagai
alat kontritasi dan alat kontribusi.
b) Teks Eksplanasi
1) Pengertian Teks Eksplanasi
Setiap kejadian atau peristiwa yang anda alami tidak lepas
dari suatu proses. Misalnya, peristiwa terjadinya hujan, yang
dimulai dari pembentukan awan sampai pada turunnya titik-titik
air ke bumi. Begitu pun dengan kegiatan sarapan bubur pada
pagi hari, yang dimulai dengan proses pengolahan bubur itu
sendiri hingga penghidangannya pada sebuah mangkuk di atas
meja. Proses-proses itu tidak hanya dialami oleh seseorang
tetapi sering pula didengar ataupun dibaca dari cerita-cerita
orang lain.
Berikut disajikan contoh teks ekplanasi yang mungkin
Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, mohon
Anda dapat membacanya dengan cermat. Lalu coba tariklah
kesimpulan tentang pengertain teks eksplanasi!
Roda, Pengubah Wajah Dunia
(1) Perhatikan semua benda di sekeliling kita, adakah
yang memiliki roda? Banyak sekali mesin, peralatan, alat
transportasi, dan benda buatan manusia menggunakan roda.
Roda merupakan salah satu penemuan terbesar manusia yang
membuat semua pekerjaan menjadi lebih mudah.
(2) Awalnya roda dibuat oleh ahli menggunakan mesin
pemintal. Peninggalan roda paling tua berasal dari
Mesopotamia yang digunakan untuk kendaraan di sekitar tahun
3000 SM. Kemudian muncul juga di Tiongkok, Arab, Eropa dan
belahan dunia lainnya. Perkembangan roda dimulai dari bentuk
sederhana berupa balok kayu yang digulingkan, kemudian
diubah menjadi potongan melintang balok kayu, roda bundar
utuh dengan pasak di tengahnya, hingga roda berjari-jari.
Bagian tengah roda kemudian juga diganti besi sehingga roda
menjadi semakin kuat.
(3) Seiring dengan perkembangan zaman, roda terus
mengalami perbaikan. Charles Goodyear pada tahun 1839
berhasil menciptakan ban terbuat dari karet yang lebih tahan
goncangan dan lebih kuat terhadap gesekan permukaan jalan.
Pada tahun 1845 Thomson dan Dunlop kemudian menciptakan
ban yang berisi udara. Pada perkembangannya, saat ini roda
mempunyai banyak ukuran dan jenis, ada yang terbuat dari
besi, kayu, karet atau gabungan dari beberapa jenis bahan
yang disesuaikan dengan fungsinya.
(4) Berkat penemuan roda, menempuh jarak antar tempat
di berbagai belahan dunia menjadi lebih mudah dan lebih
cepat. Pengaruh roda sangat terasa terhadap perkembangan
ekonomi masyarakat dunia, karena pendistribusian barang-
barang perdagangan menjadi lebih cepat dan mudah. Tanpa
roda, tentunya kehidupan manusia akan menjadi sangat sulit.
(Sumber: Kemdikbud, 2016)
Apa yang dapat Anda simpulkan berdasarkan teks di
atas? Dapatkah Anda pahami isinya?
Teks di atas berisi tentang fenomena penemuan roda
yang sangat berpengaruh pada perkembangan zaman.
Berdasarkan isinya dapat ditarik kesimpulan bahwa Teks
eksplanasi adalah teks yang menjelaskan atau menganalisis
proses terjadinya sesuatu (ilmu pengetahuan, sposial, dan
buadaya). Hal ini sejalan dengan pendapat Priyatni (2014)
Bahwa teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan
tentang proses terjadinya fenomena alam, sosial, ilmu
pengetahuan dan budaya.
2) Struktur Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki fungsi sosial menjelaskan atau
menganalisis proses muncul atau terjadinya sesuatu. Tujuan
dari teks ini adalah memaparkan sesuatu agar bertambah
pengetahuan. Oleh karena itu, menurut Mahsun (2018), “Teks
Ekplanasi memiliki struktur berpikir: judul, pernyataan umum,
deretan penjelas, dan interpretasi.” Untuk lebih jelasnya marilah
kita lihat contoh di bawah ini.
Tabel 4. Contoh Analisis Teks Eksplanasi
Struktur Teks Teks
Judul Gempa Bumi
Pernyataan Gempa bumi merupakan getaran atau
Umum goncangan yang terjadi karena pergeseran
atau pergerakan lapisan batu bumi yang
berasal dari dasar permukaan bumi.
Peristiwa alam ini sering terjadi di daerah
yang berada dekat gunung berapi atau
gunung yang masih aktif dan di daerah
yang dikelilingi lautan yang sangat luas.
Penjelasan 1 Gempa bumi terjadi karena pergesaran atau
gerakan lapisan dasar bumi dan letusan
gunung berapi yang sangat dahsyat. Selain
itu, gempa bumi terjadi begitu cepat dengan
dampak yang sangat besar bagi lingkungan
sekitarnya.
Penjelasan 2 Getaran gempa bumi yang sangat besar
dan merambat ke segala arah sehingga
dapat meratakan bangunan dan
menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan
penyebab terjadinya, gempa bumi dapat
digolongkan menjadi dua jenis, yaitu gempa
vulkanik dan gempa tektonik.
Penjelasan 3 Gempa tektonik terjadi karena lapisan kerak
bumi menjadi lunak sehingga mengalami
pergeseran atau pergerakan. Teori
Penjelasan 4 “Tektonik Plate” menjelaskan bahwa bumi
Penjelasan 5 kita ini terdiri dari beberapa lapisan buatan.
Interprestasi Sebagian besar daerah lapisan kerak ini
akan hanyut dan mengapung dilapisan,
seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak
sangat lambat sehingga terpecah-pecah
dan bertabrakan satu sama lain.
Itulah yang menyebabkan mengapa gempa
bumi dapat terjadi. Sementara itu, gempa
bumi vulkanik terjadi dikarenakan adanya
letusan gunung berapi yang sangat besar.
Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi
dibandingkan dengan gempa tektonik.
Gempa dapat terjadi kapan saja tanpa
mengenal musim. Meskipun demikian,
konsentrasi gempa cenderung terjadi
ditempat-tempat tertentu saja, seperti pada
perbatasan plat Pacifik. Tempat ini dikenal
dengan lingkaran api karena banyak
terdapat gunung berapi.
3) Ciri-ciri Teks Eksplanasi
Adapun ciri-ciri dari teks eksplanasi yang bisa
mempermudah kita untuk mengenali jenis dari sebuah teks.
Berikut ciri-ciri dari teks eksplanasi:
a. Berisi tentang Informasi yang dimuat berdasarkan fakta
(faktual).
b. Berisi pembahasan suatu fenomena yang bersifat
keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan.
c. Bersifat informatif dan tidak berusaha memengaruhi
pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas.
d. Menggunakan kata penanda urutan.
e. Teks eksplanasi berfokus pada hal umum (generik),
bukan partisipan manusia. Contoh: tsunami, banjir,
gempa bumi, kemarau, gunung meletus dan lainnya.
3. Teks Cerita
Teks cerita adalah teks yang menuturkan bagaimana
terjadinya suatu hal, peristiwa, mengisakan kejadian yang telah
ada, perbuatan, pengalaman yang dinamis dalam suatu rangkaian
waktu.(Keraf, 2001 &KBBI, 2018). Teks cerita termasuk genre
sastra dalam jenis teks tunggal (teks cerita). Teks cerita terdiri dari
teks cerita ulang, naratif, anekdot, dan eksemplum.
Sebelum Anda mempelajari lebih jauh tentang teks cerita
ulang, Cermatilah teks-teks di bawah ini!
Teks 1
Nonton Sendrataro Ramayana
Beberapa tahun lalu saat duduk di kelas VIII SMP, bersama
teman-teman satu sekolah, saya pernah menyaksikan pertunjukan
sendratari Ramayana. Kegiatan itu merupakan rangkaian dari
program Field Trip selama seminggu di daerah Yogyakarta dan
sekitarnya.
Jujur saja sebenarnya saya agak malas diajak menonton
pertunjukan tersebut. Meskipun baru pertama kali, saya sudah
punya bayangan yang kurang menarik dan bakalan bete. Sebuah
pertunjukan tarian-tarian tradisional dengan gerakan yang lambat
dan diiringi gamelan yang bisa membuat mengantuk. Namun, saya
tidak bisa menolak karena aktifitas itu wajib diikuti untuk
mengapresiasi dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara.
Begitu kata guru pembimbingku memberikan alasan.
Kami berangkat dari hotel Grauge di jalan Pasar Kembang
sekitar pk 16.00 dengan memakai 1 bus besar. Setelah menempuh
perjalanan kira-kira 30-an menit, rombongan kami berhenti di
pinggir jalan raya yang sangat ramai. Saya mengira telah sampai
tujuan, tetapi ternyata kami berhenti di depan sebuah restouran
untuk makan malam. Guru pembimbing kami menjelaskan bahwa
pertunjukan baru akan berakhir ketika hari sudah cukup malam
dan akan terlalu lapar kalau makan malamnya setelah acara itu
selesai. Meski belum terlalu lapar, saya paksakan diri untuk tetap
melahap makanan yang dihidangkan.
(sumber:https://www.dosenpendidikan.co.id/teks-cerita-ulang/)
Teks 2
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Gelar pahlawan tanpa tanda jasa memang pantas
disematkan bagi seorang guru yang berdedikasi tinggi. Sebagai
anak dari seorang guru di perkampungan yang jauh dari kota
besar, orang tuaku menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk
mengabdi. Sebelum subuh, ibu menyiapkan bekal untuk dibawa
ayah mengajar. Tak lupa ibu juga menyiapkan bekal bagi dirinya
sendiri karena lokasi mengajar ibuku lebih jauh dari ayah. Selain
itu, tidak ada warung makan yang dekat dari sekolah.
Ayah dan ibu berboncengan menggunakan sepeda tua ke
sekolah sebelum matahari terbit agar tidak terlambat. Meskipun
jumlah siswa di sekolah yang mereka ajar tidak mencapai ratusan,
ketulusan senantiasa tecermin. Pernah suatu hari aku mengikuti
ayah dan ibu mengajar, siswa-siswi di sekolah tersebut berlarian
mengajak para guru bersalaman hingga membawakan tas.
Padahal, tas yang dibawa guru tersebut tidak berat.
Mungkin penghargaan dan penghormatan dari siswa itu lah
yang membuat ayah dan ibu bertahan menjadi seorang guru.
Tantangan belum adanya teknologi yang memudahkan mengajar
dan kurangnya pasokan listrik hingga desa kami tidak menyurutkan
semangat ayah dan ibu untuk terus mengabdi. Sekalipun
penghasilan mereka jauh di atas cukup, bahkan harus lembur
setiap malam untuk menyiapkan materi, mereka tidak pernah
mengeluh.
(Sumber: https://mamikos.com/info/contoh-teks-narasi-singkat
berbagai-topik/)
Teks 3
Melanggar Peraturan
Pada suatu hari, Ridwan dan Sarah pergi ke sekolah
bersama naik motor. Jam sudah menunjukkan pukul 06.50 WIB,
artinya jam masuk sekolah semakin mepet. Sedangkan, jarak
mereka masih cukup jauh dari sekolah.
Mengetahui waktu yang semakin mepet, Ridwan langsung
membawa motor dengan kebut-kebutan. Di perempatan, Ridwan
menerobos lampu merah. Meskipun jalanan saat itu sedang
kosong, tetapi apa yang dilakukan Ridwan adalah sebuah
kesalahan dan itu membahayakan mereka dan orang lain. Sarah
memarahi Ridwan, namun Ridwan tidak menghiraukan amarah
Sarah.
Ridwan dan Sarah tiba di sekolah tepat sebelum gerbang
ditutup. Sarah masih terus memarahi Ridwan, karena telah
menerobos lampu merah.
Sarah: “Kamu udah gila ya? Kenapa sih harus menerobos lampu
merah? Itu kan membahayakan diri kita dan orang lain?
Terus kalau ada polisi di situ, kita bisa kena tilang lho!”
Ridwan: “Udah deh tenang aja! Orang sekarang kita udah sampai
di sekolah”.
Sarah: “Ya tetap aja itu kan berbahaya, kamu lupa waktu itu ada
yang kecelakaan di depan sekolah kita sampai meninggal?
Itu kan karena dia naik motor kebut-kebutan dan nabrak truk.
Kamu kalau melanggar lalu lintas bisa berbahaya seperti itu,
kamu mau meninggal karena kebut-kebutan? Aku si ogah!”
Ridwan: “Yaelah, iya iya maaf, gak akan diulang lagi”.
(Sumber : https://www.zenius.net/blog/3-contoh-teks-anekdot)
Teks 4
Liburan ke Gunung
Di hari sabtu pekan lalu, aku dengan kawan – kawan pergi
untuk mendaki gunung. Pada saat malam sebelum kami berangkat,
aku sangat merasa senang sebab sudah sangat lama aku tidak
liburan serta mendaki bersama kawan – kawanku.
Sembari mengingat waktu liburan terakhir yang kali kami
lakukan, akhirnya aku pun tidur sebab sudah tidak sabar untuk
menyambut esok hari. Namun sayangnya pada keesokan harinya
ternyata aku palah bangun kesiangan.
Sebab aku terlambat bangun, aku pun langsung bergegas
untuk memasukkan beberapa barang yang aku perlukan pada saat
perjalanan serta untuk pendakian nanti.
Pendakian pun kami mulai. Pada beberapa jam perjalanan,
akhirnya kami pun mulai beristirahat. Kawan – kawanku
mengeluarkan botol air minum guna melepas dahaga yang terasa.
Begitu juga denganku, tetapi aku tidak menjumpai adanya botol air
minum di dalam ranselku. Dan ternyata aku sadar jika botol air
minum aku tertinggal di rumah, sebab aku berangkat terburu-buru.
Dengan peristiwa itu, aku pun baru menyadari kesalahanku,
kita tidak boleh tergesa – gesa pada saat mengambil keputusan
maupun ketika melakukan sesuatu. Kita harus mempersiapkan
segala sesuatunya dengan matang dan juga rapi.
(Sumber: https://www.yuksinau.id/teks-eksemplum/contoh/)
Setelah Anda membaca 4 teks di atas, apakah Anda paham
isinya? Dapatkah Anda menemukan perbedaan keempat teks
tersebut, bagaimanakah karakteristik masing-masing teks?
Keempat teks tersebut memang berbeda untuk lebih jelasnya
pelajarilah uraian berikut ini.
a) Teks Cerita Ulang
1) Pengertian Teks Cerita Ulang
Bacalah Teks di bawah ini!
Tangisan Yang Tulus
Ditengah malam yang sunyi, Putri Liliput duduk termenung
melihat bulan dan bintang. Dia tidak peduli dengan apapun di
sekelilingnya, tetapi dia hanya pedulikan rasa damai dan tenang
bersama dnegan semilir angin yang seolah-olah membelainya
dengan penuh rasa sayang.
Sebagai putri kerajaan Liliput, dia memikirkan nasib rakyat
yang tidak bahagia karena perbuatan ayahnya yang seenaknya
sendiri. Ia berjuang keras untuk memperjuangkan hak rakyatnya
tetapi tetap saja hasilnya nihil. Karena ayahnya tidak lain ialah raja
kerajaan Liliput yang selalu merusak dan menggagalkan
rencananya.
Dia menangis dan menyesal karena perbuatan ayahnya,
mendadak seorang kakek lewat dan mengajaknya bicara. Putri
Liliput pun menceritakan semua kejadian yang dialaminya kepada
kakek tersebut.
Kakek tersebut hanya tersenyum lalu berkata, “Tuan putri,
jika kau memang ingin memperjuangkan apa yang menurutmu
benar, teruslah berjuang!! Serta jangan pernah hiraukan apapun
resikonya, tetapi pikirkanlah anugerah apa yang akan kau peroleh
jika kau terus bekerja keras dan melakukan dengan sepenuh hati.
Percayalah!”.
Setelah itu sang kakek menghilang dari pandangan sang
putri. Putri Liliput pun kaget dan perkataan kakek tadi terngiang-
ngiang terus di pikirannya. Lalu dia bergegas menemui ayahnya,
dia menangis di kaki ayahnya sembari memohon.
“Ayah,,, dengan tidak mengurangi rasa hormatku padamu,
aku mohon jangan siksa rakyat kecil dengan ketidakadilan dan
ketidaksewenangan yang ayah lakukan.
Apa salah mereka ayah?? mereka mencintai ayah dengan
sepenuh hati, jiwa dan raga, mereka menghormati ayah.
Percayalah ayah, ayah ataupun kerajaan tidak akan rugi dengan
sikap adil kepada mereka. Biarkanlah aku yang merasakan dan
mewakili kepedihan mereka ayah”.
Raja pun turut menangis dan berkata, “Anakku, kau memang
gadis yang berhati mulia, tangisan tulusmua telah meluluhkan
hatiku.
Baiklah, mulai sekarang aku akan berlaku adil kepada
mereka dan tidak semena-mena lagi. Aku akan berusaha
mencintai mereka dengan sepenuh hati seperti engkau mencintai
mereka.
“Jangan menangis lagi anakku”, Raja menghapus air mata
putri Liliput, Putripun tersenyum.
“Terima kasih ayah,, Ayah memang lelaki terbaik di dunia
ini”. Putri liliput memaluk erat ayahnya.
Sejak saat itu, semua rakyat kerajaan Liliput termasuk raja
dan putri Liliput berbahagia karena penindasan yang dilakukan raja
sudah tidak ada lagi. Rakyat sangat berterima kasih kepada Putri
Liliput karena berkat tangisan tulusnya, hati raja bisa luluh.
(Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/teks-cerita-ulang/ )
Setelah Anda cermati teks di atas, apakah anda paham
isinya? Bagaimana struktur bahasa yang digunakan? Untuk lebih
jelasnya simak uraian berikut ini.
Teks di atas merupakan teks cerita ulang. Menurut Mahsun
(2018), “Teks ini memiliki tujuan sosial menceritakan kembali
peristiwa pada masa lalu agar tercipta semacam hiburan atau
pembelajaran berdasarkan pengalaman masa lalu bagi pembaca
atau pendengarnya.”
2) Struktur Teks Cerita Ulang
Teks cerita ulang memiliki struktur diantaranya :
a. Orientasi(Pengenalan)
b. Peristiwa(kejadian)
c. Reorientasi(Pengulangan Pengenalan)
3) Ciri-ciri Teks Cerita Ulang.
Adapun ciri-ciri cerita ulang diantaranya yaitu:
a. Bersifat faktual/imajinatif.
b. Menceritakan peristiwa masa lalu.
c. Disusun secara kronologis.
b) Naratif
1) Pengertian Teks Naratif
Bacalah Teks di bawah ini!
Kisah Yunus yang Terjangkit Virus Corona
Yunus adalah seorang pegawai salah satu perusahaan
pertambangan yang berbasis di Jakarta. Tepat saat pandemi
Covid-19 mulai melanda Indonesia, ia mendapatkan tugas
untuk melakukan perjalanan dinas ke Jawa Timur.
Perusahaannya memang tengah menggarap beberapa
pertambangan minyak dan gas baru di provinsi tersebut.
Sehingga, bukan hanya Yunus saja yang ditugaskan, namun
beberapa orang rekan satu divisinya dan beberapa tim divisi
lainnya.
Awalnya perjalanan dinas Yunus berjalan dengan lancar.
Hingga pada suatu hari, salah satu rekannya tidak bisa
menghadiri rapat mingguan antardivisi karena sakit. Kabarnya
ia harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam
yang cukup parah.
Beberapa hari setelah rapat yang diselenggarakan di
ruang tertutup yang menggunakan AC tersebut Yunus juga
jatuh sakit. Ia mengalami demam yang cukup tinggi dan ketika
berobat ke klinik, dokter memvonis harus merawatnya karena
dianggap mengalami gejala tipes.
Selang dua pekan dirawat, Yunus sudah mulai lumayan
pulih dan meminta agar dapat dipulangkan ke rumahnya di
Bandung karena ingin berjumpa dengan keluarganya. Rumah
sakit pun mengizinkan dengan syarat melakukan rapid test
terlebih dahulu.
Pada masa ini, Indonesia telah mulai melakukan berbagai
upaya untuk menghindari penularan virus corona dan mulai
mewajibkan rapid test untuk seseorang yang bepergian ke luar
kota. Hasil rapid test Yunus pun menunjukkan bahwa ia
tergolong nonreaktif dan akhirnya diperbolehkan pulang ke
Bandung.
Saat tiba di Bandung, Yunus memutuskan untuk tetap
mengisolasi diri dan tidak melakukan kontak fisik dengan istri
dan anak-anaknya. Risma istri dari Yunus pun mengiyakannya
namun, keadaan Yunus yang telah mulai membaik
sebelumnya, ternyata berangsur memburuk kembali.
Kali ini, selain demam dan lidahnya mati rasa, ia
merasakan gejala sesak nafas pula. Demamnya meningkat lagi
dan istrinya berinisiatif untuk membawa Yunus ke rumah sakit
kembali.
Setibanya di rumah sakit ini, Yunus diwajibkan melakukan
swab test sebelum dapat dirawat inap. Kali ini, protokol
kesehatan di Indonesia mulai ketat. Keluarga Yunus
menyanggupinya dan ternyata, Yunus dinyatakan positif tertular
virus corona atau terjangkit gejala COVID-19.
Saat itu pula rumah sakit meminta istri dan seluruh
keluarga Yunus untuk mengikuti tes swab. Kengerian mulai
menyelubungi Yunus dan keluarganya. Rasa cemas, takut,
ditambah dengan keadaan Yunus yang belum membaik
menambah kegetiran istrinya.
Untungnya, tes swab menunjukkan hasil negative
terhadap istri dan anak-anak Yunus. Yunus pun akhirnya
berangsur pulih setelah dirawat selama dua bulan di rumah
sakit. Selama dua bulan itu, ia mengatakan bahwa demamnya
tak kunjung hilang dan pernafasannya masih terus terganggu
diiringi oleh sedikit nyeri di dadanya. Pada akhirnya saat
menyentuh bulan ketiga perawatannya, ia dinyatakan sudah
sembuh dan terbebas dari virus corona.
(Sumber: Dimodifikasi dari serupa.id)
Setelah Anda membaca teks di atas, apakah Anda paham
isinya? Bagaimanakah karakteristik masing-masing teks?
Benar, teks di atas merupakan teks naratif. Istilah naratif
atau narasi berasal dari bahasa Inggris narrative (bersifat
menceritakan) atau narration (cerita). Dari istilah tersebut dapat
dikonsepsikan bahwa teks naratif adalah teks yang
menyampaikan serangkaian peristiwa.
Teks narasi adalah jenis teks yang berisi cerita yang
disampaikan melalui alur peristiwa yang disusun secara
kronologis atau kausalitas atau sebab-akibatnya. Teks ini
merupakan salah satu jenis teks yang memiliki banyak turunan.
Turunan tersebut meliputi teks cerita fantasi, teks fabel, teks
cerita sejarah, berita dalam bentuk narasi, dsb.
Pernyataan tersebut sejalan dengan apa yang
diungkapkan oleh tim Kemdikbud (2017, hlm. 194) bahwa teks
narasi adalah teks yang mencakup semua jenis tulisan atau
lisan yang mengandung unsur cerita. Bahkan, di luar jenis-jenis
teks turunan lainnya, Kemudian, Tim Kemdikbud (2017, hlm.
50) menambahkan bahwa narasi merupakan cerita fiksi yang
berisi perkembangan kejadian atau peristiwa. Maksudnya,
cerita tersebut disampaikan secara berurutan mulai dari latar
belakang hingga puncak kejadian.
Sementara itu, Okke (2015, hlm. 52) menyatakan bahwa
narasi adalah serangkaian peristiwa yang terjadi pada seorang
tokoh (manusia, binatang, tanaman, atau benda) bisa peristiwa
nyata, meskipun disebut fiktif. Ditandai dengan adanya
hubungan waktu, peristiwa disusun secara kronologis.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa teks narasi adalah
teks yang menyampaikan cerita berupa rangkaian peristiwa
yang terjadi pada suatu tokoh mulai dari latar belakang
terjadinya peristiwa hingga puncak peristiwa dan
penyelesaiannya.
2) Struktur Teks Narasi
Teks narasi terdiri dari beberapa bagian yang
membentuknya menjadi suatu teks utuh dan berbeda dengan
teks yang lain. Secara umum Kosasih (2016, hlm. 300-302)
mengatakan bahwa struktur narasi terbagi menjadi beberapa
bagian, yang meliputi:
a. Pengenalan situasi cerita (exposition, orientasi),
b. Pengungkapan peristiwa,
c. Menuju konflik (rising action),
d. Puncak konflik (turning point)
e. Penyelesaian (evaluasi, resolusi)
f. Koda,
3) Unsur Unsur Teks Narasi
Keraf (2010, hlm. 45) menyatakan bahwa narasi terdiri
atas beberapa unsur pembentuknya pula. Unsur-unsur tersebut
adalah sebagai berikut ini:
a. Tema, yang merupakan pokok pembicaraan dan dasar
atas pengembangan kisah yang diceritakan oleh penulis.
b. Latar, yakni waktu, lingkungan sosial, dan tempat
terjadinya peristiwa yang diceritakan.
c. Penokohan, yaitu bagaimana watak dan penggambaran
tokoh yang terdapat dalam karangan narasi.
d. Alur, merupakan pola atau rangkaian tindak-tanduk
peristiwa atau kejadian yang berusaha memecahkan
konflik dalam narasi.
4) Ciri Ciri Teks Narasi
Tim Kemdikbud (2017, hlm. 50) menyatakan bahwa ciri
umum teks narasi adalah sebagai berikut.
a) Narasi memiliki cerita yang berisi perkembangan kejadian
atau peristiwa.
b) Rangkaian peristiwa dalam cerita teks narasi digerakkan
dengan hukum sebab-akibat. Cerita berkembang dari tahap
pengenalan (apa, siapa, dan di mana kejadian terjadi),
timbulnya pertentangan, dan penyelesaian/akhir cerita.
Rangkaian cerita ini disebut alur.
c) Teks narasi memiliki tokoh dengan wataknya yang
mengalami rangkaian peristiwa.
d) Narasi memiliki tema atau ide pokok yang menjadi pusat
pengembangan cerita secara keseluruhan.
e) Memiliki amanat yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan
dan sifatnya harus disimpulkan dari isi cerita (tidak
disampaikan secara langsung).
5) Fungsi Teks Narasi
Berdasarkan tujuan dan manfaat yang dapat dirasakan
ketika menulis atau membaca teks narasi, fungsi dari teks ini
adalah sebagai berikut.
a. Mengisahkan suatu cerita melalui rangkaian alur cerita dan
unsur-unsur lainnya.
b. Dalam tipe teks narasi tertentu, teks berfungsi untuk
memperluas pengetahuan pembaca atau pendengarnya
akan suatu hal (teks sejarah, berita berbentuk narasi, dsb).
c. Penghantar amanat atau pesan sosial melalui perwatakan
tokoh dan berbagai kejadian yang terjadi di dalamnya.
d. Menjelaskan secara terperinci mengenai suatu peristiwa
hingga pembahasan sebab-akibatnya pula.
c) Anekdot
1) Pengertian Anekdot
Bacalah Teks Berikut ini!
Sarang Laba-Laba
Pada saat pak dosen memberi kuliah Sosiologi Hukum,
bertanyalah ia pada mahapeserta didik yang bernama Elisa.
Dosen : Saudari Elisa, coba utarakan seringkas mungkin
kondisi penegakan hukum di Negara kita tercinta ini…!,
tanyanya;
Elisa : Bagaikan sarang laba-laba pak!!‟ jawabnya tegas;
Dosen : Maksudnya…?!
Elisa : Kalau kelas nyamuk akan tertangkap dan tak dapat
berkutik pak!, sedang kalau kelas kumbang, wah…, jebol
pak…!!;
Dosen : Kalau kelas gagak?!
Elisa : Tak tahu pak…!!
Mahapeserta didik lainnya : Hahaha
(Sumber: http://tamao-feryzawa.blogspot.com/2013/09/contoh-
anekdot-hukum-politik.html)
Setelah membaca teks di atas, menurut Anda bagaimana
isinya?
Keraf (1982:142) mengatakan bahwa anekdot adalah
semacam cerita pendek yang bertujuan menyampaikan
karakteristik yang menarik atau aneh mengenai seseorang atau
suatu hal lain. Prasetyo (2014) menyatakan, bahwa anekdot
merupakan cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada
kenyataan yang terjadi di masyarakat, yang menjadi pertisipan
atau pelaku di dalamnya pun tidak harus orang penting.
Anekdot dapat berisi peristiwa-peristiwa yang membuat jengkel
atau konyol bagi partisipan yang pengalaminya. Perasaan
jengkel atau konyol seperti itu merupakan krisis yang
ditanggapi dengan reaksi dari pertentangan antara nyaman dan
tidak nyaman, puas dan frustasi, serta tercapai dan gagal.
Sementara itu, Mayora dkk. (2017, hlm.193) berpendapat
bahwa teks anekdot adalah teks cerita yang bersifat lucu dan
bertujuan untuk menyindir seseorang atau suatu kebiasaan
buruk. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa teks anekdot
adalah cerita lucu yang bertujuan untuk menghibur sekaligus
memberikan kritik membangun dengan cara halus agar teks
lebih bermakna untuk dibaca.
2) Struktur Anekdot
Kosasih (2017: 5) mengemukakan bahwa teks Anekdot
memiliki lima struktur teks di antaranya: abstraksi, orientasi,
krisis, reaksi, dan koda. Berikut adalah penjelasannya.
a. Abstraksi, adalah pendahuluan yang menceritakan atau
mengungkapkan latar belakang dan gambaran umum
mengenai isi suatu teks.
b. Orientasi, merupakan bagian cerita yang mengarah pada
terjadinya suatu krisis, konflik, atau peristiwa utama.
Bagian inilah adalah penyebab timbulnya krisis atau
komplikasi pada bagian selanjutnya.
c. Krisis atau komplikasi, bagian utama dari inti peristiwa
suatu anekdot. Pada bagian inilah terdapat kelucuan
atau kekonyolan yang menggelitik dan mengundang
tawa sekaligus sindiran atau kritik yang disampaikan.
d. Reaksi, adalah tanggapan atau respon atas krisis yang
dinyatakan sebelumnya. Reaksi dapat berupa
sesederhana tertawa, sikap mencela/menyindir, atau
mengiakannya sebagai bentuk ironi.
e. Koda, merupakan kesimpulan dan pertanda berakhirnya
cerita. Koda dapat memuat komentar, persetujuan, atau
penjelasan ulang atas maksud dari cerita yang
dipaparkan sebelumnya.
3) Unsur-unsur Anekdot
Selain struktur, karena teks anekdot adalah suatu cerita,
maka teks anekdot mempunyai unsur pembangun ceritanya.
Menurut Kosasih (2017, hlm. 19) unsur-unsur di dalam cerita
anekdot ada tokoh, alur, dan latar.
d) Eksemplum
1) Pengertian Eksemplum
Teks eksemplum merupakan cerita yang tentang perilaku
atau tokoh. Cerita akan diawali dengan pengenalan tokoh,
setelah itu membahas peristiwa apa saja yang telah dilalui oleh
tokoh, dan diakhiri dengan interpretasi dari dalam diri tokoh
tersebut.
Teks eksemplum termasuk ke dalam karya sastra yang
isinya menjelaskan tentang pengalaman hidup tokoh. Berawal
dari sebuh peristiwa yang dialami oleh tokoh dan kemudian dari
peristiwa tersebut terdapat hikmah yang dapat diambil.
Tujuannya adalah agar tidak melakukan kesalahan yang sama
di kemudian hari.
2) Struktur Teks Eksemplum
Menurut pendapat Mahsun (2018), “Teks eksemplum memiliki
tujuan sosial menilai perilaku atau karakter dalam cerita. Itu
sebabnya, teks ini memiliki struktur: judul, pengenalan/orientasi,
kejadian/insiden, dan interpretasi.” Untuk jelasnya Selanjutnya
mari kita lihat struktur dalam contoh teks berikut yang
berjudul “Putri Tangguk”
Orientasi
Alkisah, di Desa Bunga Tanjung ada seorang perempuan
tua yang mempunyai huma. Humanya tidak begitu luas, hanya
seluas tangguk penangkap ikan, tetapi hasilnya melimpah
ruah. Putri Tangguk nama perempuan itu. Ia memiliki tujuh
orang anak.
Insiden
Pagi yang masih dingin tidak menghalangi niat Putri
Tangguk dan suaminya pergi ke sawah untuk menuai padi demi
memenuhi kebutuhan keluarga. Jalan menuju huma yang
mereka tuju sangat licin sehingga Putri Tangguk beserta suami
dan anak-anaknya sering tergelincir. Bahkan, anak-anaknya
ada juga yang terjatuh. Perempuan setengah baya itu tampak
kesal. “Jalan licin!” terdengar Putri Tangguk menyumpah. “Hari
ini kita tidak perlu lama bekerja. Padi yang tertuai kita
tumpahkan di jalan ini sebagai pengganti pasir. Besok kita
masih dapat menuai padi,” kata Putri Tangguk sambil
menggerutu. Padi yang sudah tertuai, mereka taburkan di
sepanjang jalan yang mereka lalui. Mereka berharap jalan yang
selalu mereka lalui tidak licin lagi.
Pada suatu malam anak Putri Tangguk terbangun dan
menangis meminta nasi untuk makan. Putri Tangguk pergi ke
dapur untuk mengambil nasi. Ketika tutup periuk dibuka, Putri
Tangguk terkejut karena tidak ada nasi di dalamnya. Kemudian,
ia berjalan menuju lumbung yang digunakan untuk menyimpan
beras dan padi. Ia sangat terkejut ketika melihat lumbung itu
kosong. Dengan setengah berlari, Putri Tangguk menuju
lumbungnya yang lain. Ia semakin terkejut karena di dalam
ketujuh lumbung padi yang dimilikinya tidak sebutir beras atau
padi pun yang ditemuinya.
Setelah menyampaikan apa yang ditemuinya itu, Putri
Tangguk dan suaminya bergegas berangkat menuju huma
mereka. Akan tetapi, mereka sangat terkejut karena tidak
sebatang pun padi ada di huma mereka. Dalam keadaan sedih,
Putri Tangguk pulang ke rumah. Kesedihannya semakin
bertambah ketika mendengar tangisan anak-anaknya yang
kelaparan. Putri Tangguk jatuh miskin akibat kesombongannya
dengan membuang-buang padi semaunya di jalan yang
dilewatinya.
Interpretasi
Sebagai ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa, manusia tidak
boleh sombong dan angkuh. Manusia tidak boleh menghambur-
hamburkan kekayaannya karena semuanya merupakan
anugerah dan titipan Sang Pencipta. Putri Tangguk yang pada
mulanya sangat kaya jatuh miskin karena kesombongan dan
keangkuhannya. Ia tidak mensyukuri kekayaan yang telah
diberikan Tuhan kepadanya.
3) Ciri-ciri Teks Eksemplum
Ciri-ciri Teks eksemplum dapat kita lihat dari ilustrasi
gambar berikut ini!
Sumber : https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-teks-
eksemplum
4. Teks Normatif
Dalam KBBI (2018) mengungkapkan bahwa Normatif adalah
berpegang teguh pada norma aturan dan ketentuanketentuan yang
berlaku. Jadi pada dasarnya teks normatif adalah teks yang isinya
ditulis berdasarkan sebuah peraturan, norma-norma atau
peraturan yang berlaku, baik di lingkungan masyarakat maupun
dalam lingkungan kenegaraan yang berkaitan dengan hukum atau
undang-undang. Teks normatif biasanya memiliki unsur tentang
agama atau nilai kebaikan.Untuk lebih jelasnya, lihatlah contoh
teks normatif di bawah ini.
Kisah Anak Yang Berbakti Kepada Orang Tuanya
Anis adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada
orang tuanya. Ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar, Anis
sering sekali membantu orang tuanya, bahkan ia mau berjualan es
teh manis dan koran di kereta untuk bisa menutupi kebutuhan
sekolahnya. Anis sangat penurut dan mau melakukan semua
kebajikan. Ia tidak lupa untuk sholat 5 waktu sehari semalam. Anis
merupakan figur anak yang sabar, ia bertekad suatu waktu bisa
memberangkatkan kedua orang tuanya pergi haji ke tanah suci.
Sejak duduk di bangku SD, Anis merupakan anak laki-laki
yang tidak bisa tinggal diam, ia selalu membantu kedua orang
tuanya dan saudara-saudaranya. Ia juga memiliki cita-cita untuk
bisa memiliki sebuah warung kelontong kelak ia sudah dewasa
nanti.
Ia memang anak yang sangat pandai namun keterbatasan
keuangan orang tuanya, ia hanya bisa lulus sampai bangku sekolah
menengah tingkat atas, namun ia sadar itu memang kehendak
Tuhan dan ia pun menyadari akan keterbatasan orang tuanya,
akhirnya iapun berusaha sekuat tenaga untuk bisa membahagiakan
orang tuanya.
Sampai pada suatu ketika, ia berhasil meraih sebuah posisi
yang sangat bagus disebuah perusahaan, ia pun tidak mau menjadi
orang yang sombong, sebab ia pun tahu keberhasilannya yang
sudah ia peroleh adalah sebagian besar karena doa dari kedua
orang tuanya, dan pada akhirnya iapun bisa memberangkatkan haji
kedua orang tuanya dan merasa sangat bersyukur karena apabila
ia bisa menjadi anak yang berbaki kepada orang tuanya.
(Sumber : https://brainly.co.id/tugas/9199019)
Teks cerita yang berjudul “Kisah Anak Yang Berbakti Kepada
Orang Tuanya” merupakan teks cerita yang berkaitan dengan nilai
kebaikan.
5. Latihan
a) Teks factual terdiri dari dua buah teks yaitu teks deskripsi dan
teks prosedur. Menurut anda apa perbedaan dari kedua teks
tersebut?
b) Untuk memahami ragam teks, kita harus memahami struktur-
struktur dari teks itu sendiri. Jelaskan struktur teks eksposisi!
c) Bacalah teks berikut!
Saat ini masih banyak dari guru dan orang tua murid yang
tidak sabar dalam mendidik peserta didiknya. Padahal, dalam
mendidik anak kesabaran sangatlah diperlukan. Seperti yang
telah diutarakan oleh salah satu filsuf legendaris Yunani yaitu
Plato, bahwa pendidikan merupakan proses yang panjang dan
dijalani seumur hidup, yaitu mulai manusia itu masih kecil hingga
manusia beranjak dewasa.
Oleh sebab itu, sudah sepatutnya selaku guru dan orang tua
murid mendidik anaknya dengan sabar dan berorientasi pada
proses. Supaya nantinya anak dapat berkembang dengan baik
dan dengan sewajarnya. Dengan demikian pula potensi yang
dimiliki anak juga dapat tumbuh berkembang dengan baik dan
alami.
Analisislah teks di atas!
C. PENUTUP
1. Rangkuman
Ragam teks adalah macam-macam atau jenis-jenis
teks.Ragam teks terdiri dari teks faktual, teks tanggapan, teks
cerita, dan teks normatif. Teks faktual adalah teks yang berisi
suatu kejadian yang bersifat nyata, benar-benar terjadi, tetapi tidak
terikat dengan waktu. Dengan kata lain, suatu kejadian yang
faktual bisa terjadi di masa lalu ataupun masa sekarang. Teks
faktual dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu teks deskripsi dan
teks prosedur/arahan.
Teks tanggapan adalah teks yang berisi sambutan terhadap
ucapan (kritik, komentar, dan sebagainya) dan apa yang diterima
oleh pancaindra, bayangan dalam angan-angan. Teks tanggapan
dibedakan menjadi dua buah teks, yaitu teks eksposisi dan teks
ekplanasi.
Teks cerita adalah teks yang menuturkan bagaimana
terjadinya suatu hal, peristiwa, kejadian, perbuatan, pengalaman,
dan sebagainya. Teks cerita terdiri dari teks cerita ulang, naratif,
anekdot, dan kesimpulan.
Teks normatif adalah teks yang isinya ditulis berdasarkan
sebuah peraturan, norma-norma atau peraturan yang berlaku, baik
di lingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan kenegaraan
yang berkaitan dengan hukum atau undang-undang. Teks normatif
biasanya memiliki unsur tentang agama atau nilai kebaikan.
2. Tes Formatif
Selamat, Bapak/Ibu telah sampai pada akhir pembelajaran di
Materi Ajar ini. Untuk memastikan penguasaan Bapak/Ibu terhadap
materi yang telah dipelajari, silahkan Bapak/Ibu menyelesaikan Tes
Formatif berikut. Selamat Mengerjakan!
1. Bacalah teks di bawah ini!
Kemiskinan
Kemiskinan adalah tingkat masyarakat dengan pendapatan yang
rendah. Dengan pendapatan yang rendah masyarakat tidak mempu
untuk mencukupi kebutuhan pokok seperti makan, minum, pakaian,
tempat berlindung, dan pendidikan.
Biasanya masyarakat miskin cenderung bertempat tinggal
dibantaran kali, bawah jembatan, dan tempat-tempat yang justru
bukan tempat layak mendirikan bangunan. Terkadang justru mereka
membangun tempat tinggal di atas tanah milik negara.
Kemiskinan tidak hnaya menjadi fenomena yang terjadi di
Indonesia, tetapi juga menjadi fenomena yang terjadi hampir di
seluruh dunia. Banyak negara berkembang yang juga memiliki
permasalah yang sama tentang kemiskinan seperti negara Indonesia.
Teks di atas termasuk ke dalam jenis teks..............
A. Teks Deskripsi
B. Teks Eksposisi
C. Teks Eksplanasi
D. Teks Narasi
E. Teks prosedur
2. Bacalah penggalan teks di bawah ini!
Gempa Bumi
Gempa bumi merupakan getaran atau goncangan yang terjadi
karena pergeseran atau pergerakan lapisan batu bumi yang berasal
dari dasar permukaan bumi. Peristiwa alam ini sering terjadi di daerah
yang berada dekat gunung berapi atau gunung yang masih aktif dan
di daerah yang dikelilingi lautan yang sangat luas.
Gempa bumi terjadi karena pergesaran atau gerakan lapisan
dasar bumi dan letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Selain
itu, gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang sangat
besar bagi lingkungan sekitarnya.Getaran gempa bumi yang sangat
besar dan merambat ke segala arah sehingga dapat meratakan
bangunan dan menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan penyebab
terjadinya, gempa bumi dapat digolongkkan menjadi dua jenis, yaitu
gempa vulkanik dan gempa tektonik.
Teks di atas adalah teks eksplanasi yang memiliki karakteristik.........
A. Isinya memuat fakta
B. Muatannya didasarkan pada pendapat / opini
C. Adanya langkah prosedur
D. Memuat unsur kekonyolan
E. Muatannya didasarkan pada fakta
3. Bacalah penggalan teks di bawah ini!
“Bioteknologi adalah istilah yang berasal dari bahasa latin yang
terdiri atas kata bio yang berarti “hidup” dan teknos yang berarti
“teknologi” serta logos yang berarti “ilmu.” Selanjutnya bioteknologi
diartikan sebagai kajian ilmu terapan yang konsen terhadap
rangkaian proses biologis dalam rangka menghasilkan barang dan
jasa yang menerapkan prinsip sains. Perkembangan bioteknologi
tak hanya didasarkan pada cabang keimuan biologi saja, namun
juga pada disiplin ilmu terapan lainnya semisal biologi molekuler,
komputer, biokimia, genetika, kimia, mikrobiologis, matematika, dan
lain sebagainya.”
Peryataan di bawah ini yang sesuai dengan teks di atas adalah …
A. Bioteknologi adalah cabang dari keilmuan biologi
B. Bioteknologi adalah hasil penerapan teknologi terhadap prosesi
biologi
C. Bioteknologi diciptakan untuk mencari keuntungan
D. Peristiwa biologi yang menjadi dasar adanya perkembangan
bioteknologi
E. Perkembangan bioteknologi hanya didasarkan pada cabang
keimuan biologi.
4. Teks yang berisi sambutan terhadap ucapan (kritik, komentar, dan
sebagainya), merupakan salah satu ragam teks...
A. Teks prosedur/arahan
B. Teks ekposisi
C. Teks tanggapan
D. Teks faktual
E. Teks tanggapan
5. (1) Kejadian ini saya alami ketika akan berangkat ke sekolah,
tanggal 3 Desember lalu. (2) Ketika itu ada seorang remaja duduk di
pinggir jalan. (3) Usianya beberapa tahun di atas saya. Ia seperti
orang sedang sakit. (4) Tampak badannya menggigil karena demam.
(5) Tentu saja saya kasihan sekali pada orang itu. (6) saya harus
menolongnya. Bagian orientasi dinyatakan dengan kalimat ….
A (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad. 2021. Contoh Teks Eksemplum Singkat.
https://www.yuksinau.id/teks-eksemplum/contoh/. Diakses tanggal 26
Juli 2021.
Alfari, Shabrina. 2018. Mengenal Teks Eksemplum.
https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-teks-eksemplum. Diakses
tanggal 27 Juli 2021.
C.H, Muh. Arsyidin. 2019. Teks Eksposisi. Jakarta: Direktorat Jenderal Guru
dan tenaga Kependidikan.
Denie , George . 2017. Cerpen Islam Singkat beserta ringkasannya.
https://brainly.co.id/tugas/9199019. Diakses tanggal 27 Juli 2021.
Ghani, Maulia Andriana. 2021. https://www.zenius.net/blog/3-contoh-teks-
anekdot. Diakses tanggal 26 Juli 2021.
Ismunanadar, Dinar. 2021. 5 Contoh Teks Eksplanasi, Lengkap dengan
Penjelasannya.https://bintangsekolahindonesia.com/pendidikan/conto
h-teks-eksplanasi/. Diakses tanggal 26 Juli 2021.
Karim, Ridwan. 2021. Pengertian Teks Prosedur: Ciri-Ciri, Jenis, Struktur
dan Contoh. https://penerbitbukudeepublish.com/teks-prosedur/.
Diakses tanggal 26 Juli 2021.
Kosasih. 2019. Teks Eksplanasi, Ulasan, Persuasi, dan Drama. Jakarta:
Direktorat Jenderal Guru dan tenaga Kependidikan.
Liputan6. 2008. Berwisata ke Monkey Forest dan batu Bolong.
https://www.liputan6.com/news/read/154993/berwisata-ke-monkey-
forest-dan-batu-bolong. Diakses tanggal 26 Juli 2021.
Nugroho, Faozan Tri. 2021. Contoh-Contoh Teks Eksposisi Lengkap Sesuai
Strukturnya. https://www.bola.com/ragam/read/4515463/contoh-
contoh-teks-eksposisi-lengkap-sesuai-strukturnya. Diakses tanggal 26
Juli 2021.
Pendidikan, Dosen. 2021. Teks Cerita Ulang.
https://www.dosenpendidikan.co.id/teks-cerita-ulang/. Diakses tanggal
26 Juli 2021.